Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Menurut Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 kesehatan adalah keadaan
sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan
setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Pembangunan kesehatan merupakan bagian terpenting dari pembangunan
nasional. Pembangunan kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas
bertujuan untuk mewujutkan masyarakat yang
1. Memiliki perilaku sehat yang meliputi kesadaran, kemauan, dan
kemampuan hidup sehat
2. Mampu menjangkau pelayanan kesehatan bermutu
3. Hidup dalam lingkungan Sehat
4. Memiliki derajat kesehatan yang optimal, baik individu, keluarga,
kelompok, dan masyarakat.
Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan nasional diselenggarakan
berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu.
Pembangunan kesehatan menjadi komitmen global dengan indikator Millenium
Development Goals (MDGs) dan dilanjutkan dengan agenda Sustainable
Development Goals (SDGs). Dari sisi kesehatan hal pokok yang belum berhasil
adalah
1. Penurunan prevalensi balita kekurangan Gizi (Gizi buruk dan kurang)
2. Penurunan angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian balita (AKBa)
3. Penurunan angka kematian ibu (AKI)
4. Penurunan prevalensi HIV dan AIDS
5. Peningkatan pengetahuan komprehensif tentang HIV dan AIDS pada
penduduk berusia 15-24 tahun.
Hal baru yang diberi perhatian dalam SDGs adalah
1. Masalah Gizi diarahkan kepada solusi berkelanjutan, yakni terintegrasi
dengan peningkatan akses pangan dan produksi pertanian
2. Universal health coverage
3. Kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) dan pengendalian
tembakau
4. Penyalahgunaan narkoba dan alkohol
5. Kematian dan cedera kecelakaan lalu lintas
6. Kontaminasi dan polusi air, udara, dan tanah
7. Penanganan Krisis dan kegawatdaruratan
8. Kesetaraan gender sebagai cross cutting issue
9. Remaja sebagai aktor penting kesehatan seksual dan reproduksi
Puskesmas Kedungsolo merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas
Kesehatan Sidoarjo yang melaksanakan pembangunan kesehatan di wilayah
kerjanya melalui penyelenggaraan UKM dan UKP tingkat pertama. Dalam
melaksanakan fungsinya Puskesmas Kedungsolo akan mengacu pada
kebijakan-kebijakan pembangunan kesehatan antara lain
1. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-
2019
2. Keputusan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK
02.02/MENKES/52/2015 tentang Rencana Strategis Kementrian Kesehatan
Republik Indonesia tahun 2015-2019
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2016
tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan
Pendekatan Keluarga
4. Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2016
tentang Standart Pelayanan Minimal Bidan Kesehatan
5. Rencana Pembangunan Jangka Menengah daerah (RPJMD) tahun 2015-
2019
6. SDGs (Sustainable Development Goals)
7. Rencana Strategi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa timur tahun 2015-2019
8. Rencana Strategi Dinas kesehatan Kabupaten Sidoarjo tahun 2015-2019.
Dalam menyelenggarakan fungsi UKM, Puskesmas Kedungsolo
berwenang untuk melaksanakan
1. Perencanaan berdasarkan analisis masalah kesehatan masyarakat dan
analisis kebutuhan pelayanan yang di perlukan;
2. Advokasi dan sosialisasi kebijakan Puskesmas;
3. Komunikasi, informasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam
bidang Kesehatan;
4. Menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan
masalah kesehatan pada setiap tingkat perkembangan masyarakat yang
berkerjasama dengan sektor lain terkait;
5. Pembinaan teknis terhadap jaringan pelayanan dan upaya kesehatan
berbasis masyarakat;
6. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia Puskesmas;
7. Pemantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan;
8. Pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap akses, mutu, dan cakupan
pelayanan kesehatan;
9. Memberikan rekomendasi terkait masalah kesahatan masyarakat, termasuk
dukungan terhadap sistem kewaspadaan dini dan respon penanggulangan
penyakit.
Dalam menyelenggarakan fungsi UKP, Puskesmas Kedungsolo berwenang
untuk menyelenggarakan
1. Pelayanan kesehatan dasar secara komperhensif, berkesinambungan, dan
bermutu;
2. Pelayanan kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan preventif;
3. Pelayanan kesehatan yang berorientasi pada individu, keluarga, kelompok,
dan masyarakat;
4. Pelayanan kesehatan yang mengutamakan keamanan dan keselamatan
pasien, petugas, dan pengunjung;
5. Pelayanan kesehatan dengan prinsip koordinatif dan kerja sama inter dan
antar profesi;
6. Melaksanakan rekam medis;
7. Melaksankan pencatatan, pelaporan, dan evalusai terhadap mutu dan akses
pelayanan kesehatan;
8. Melaksanakan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan;
9. Mengkoordinasikan dan melaksankan pembinaan fasilitas pelayanan
kesehatan tingkat pertama diwilayah kerjanya; dan
10. Melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan sistem
rujukan.
Untuk menunjang pelaksanaan fungsi dan penyelenggaraan upaya,
Puskesmas Kedungsolo dilengkapi dengan Pedoman Manajemen Puskesmas
sebagaimana tercantum dalam dasar hukum, dimana Puskesmas mempunyai
instrumen manajemen sendiri yang terdiri dari
1. Perencanaan Tinggkat Puskesmas (PTP)
2. Lokakarya Mini Puskesmas (Lokmin)
3. Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) yang mencakup penilaian kinerja
UKM esensial, UKM pengembangan, UKP, manajemen, dan mutu
Puskesmas. Penilian kinerja ini dilakukan oleh internal Puskesmas (self
assesment)
Upaya kesehatan di Puskesmas Kedungsolo dilaksanakan secara merata
dan bermutu sesuai standar akreditasi Puskesmas sebagaimana tercantum dalam
dasar hukum agar pencapaian terget kinerja dan outcome/dampak dari
pelayanan diwujudkan dengan bukti adanya perbaikan, peningkatan mutu serta
pencapaian target kinerja Puskesmas dalam PKP.
1.2. Tujuan Penilaian Kinerja Puskesmas
1.2.1. Tujuan Umum
Tercapainya tingkat kinerja Puskesmas yang berkualitas secara optimal
dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan kesehatan
Kabupaten.
1.2.2. Tujuan Khusus
1. Mendapatkan gambaran tingkat Kinerja Puskesmas (Hasil cakupan
kegiatan, mutu kegiatan, dan manajemen Puskesmas pada akhir
tahun kegiatan)
2. Mendapatkan masukan untuk penyusunan rencana kegiatan di tahun
yang akan datang.
Penilaian Kinerja Puskesmas adalah suatu upaya untuk melakukan
penilaian hasil kerja/prestasi Puskesmas. Pelaksanaan penilaian di mulai dari
tingkat Puskesmas sebagai instrumen mawas diri karena setiap Puskesmas
diminta menilai kinerjanya secara mandiri, baru kemudian dinas kesehatan
Kabupaten/Kota melakukan verifikasi hasil pencapaian cakupan dan
manajemen kegiatan termasuk mutu pelayanan (khusus bagi Puskesmas yang
telah mengembangkan mutu pelayanan) atas perhitungan seluruh Puskesmas,
selanjutnya dinas kesehatan Kabupaten/Kota bersama seluruh Puskesmas
menetapkan Puskesmas-Puskesmas kedalam kelompok (I,II,III). Pada setiap
kelompok tersebut, dinas kesehatan Kabupaten/Kota masih dapat membedakan
tingkat kinerja Puskesmas berdasarkan rincian nilainya, sehingga urutan
pencapaian kinerjanya masih dapat diketahui.

1.3. Manfaat Penilaian Kinerja Puskesmas


1.3.1. Bagi Puskesmas
1. Mendapatkan gambaran kinerja serta tingkat pencapaian
2. Mengetahui masalah dan hambatan dalam penyelenggaraan
Puskesmas dengan melakukan identifikasi dan analisa masalah,
mencari penyebab masalah kesehatan di wilayah kerjanya
berdasarkan kesenjangan pencapian kinerja Puskesmas (outcome)
3. Mendapatkan gambaran kemampuan Puskesmas
4. Sebagai dasar untuk melakukan pembinaan kepada penanggung
jawab dan pelaksanaan program serta jaringan Puskesmas, serta
melakukan koordinasi dalam lintas sektor, sehingga pembinaan dan
dukungan yang diberikan lebih terarah
5. Sebagai dasar untuk melakukan perencanaan berdasarkan
urgensi/prioritasnya
1.3.2. Bagi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
1. Mendapatkan gambaran tingkat perkembangan prestasi Puskesmas
di wilayah kerjanya
2. Mengetahui masalah dan hambatan dalam penyelenggaraan
Puskesmas
3. Mendapatkan gambaran kemampuan manajemen Puskesmas
4. Dapat dipergunakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten sebagai dasar
untuk melakukan pembinaan kepada Puskesmas. Sehingga
pembinaan dan dukungan yang diberikan lebih optimal/fokus,
berdasarkan permasalahan dan kondisi Puskesmas.

1.4. Ruang lingkup penilaian Kinerja Puskesmas meliputi


1.4.1. Indikator dan Penilaian Kinerja
1. Pelayanan UKM Essensial
2. Pelayanan UKM Pengembangan
3. Pelayanan UKP
4. Manajemen
5. Mutu
1.4.2. Pelaksanaan Penilaian Kinerja Puskesmas, mulai dari pengumpulan
data, pengolahan, penyajian data, analisis kinerja, penentuan alternatif
pemecahan masalah, pelaporan kinerja Puskesmas ke dinas kesehatan
Kabupaten.