Anda di halaman 1dari 8

Nama : M.

Tegar Juliansyah

NIM : 01010581822084

Apa Itu Akuntansi ?

1. Pengertian akuntansi

Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian


kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor,
otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi
sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga
pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan
menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga
dikenal sebagai "bahasa bisnis".[1] Akuntansi bertujuan untuk
menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat
dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak
berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik.
Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah
pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi di
mana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi,
diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin
ilmu yang terkait tetapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses
di mana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu
organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk
akal tetapi tak dijamin sepenuhnya - mengenai kewajaran dan
kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum.

Praktisi akuntansi dikenal sebagai akuntan. Akuntan bersertifikat


resmi memiliki gelar tertentu yang berbeda di tiap negara. Contohnya
adalah Chartered Accountant (FCA, CA or ACA), Chartered Certified
Accountant (ACCA atau FCCA), Management Accountant (ACMA,
FCMA atau AICWA), Certified Public Accountant (CPA), dan Certified
General Accountant (CGA). Di Indonesia, akuntan publik yang
bersertifikat disebut CPA Indonesia (sebelumnya: BAP atau Bersertifikat
Akuntan Publik).
2. Akuntansi modern

Prinsip inti akuntansi keuangan modern ada pada sistem


pembukuan berpasangan. Sistem ini meliputi pembuatan paling tidak dua
masukan untuk setiap transaksi: satu debit pada suatu akun, dan satu
kredit terkait pada akun lain. Jumlah keseluruhan debit harus selalu sama
dengan jumlah keseluruhan kredit. Cara ini akan memudahkan
pemeriksaan jika terjadi kesalahan. Cara ini diketahui pertama kali
digunakan pada abad pertengahan di Eropa, walaupun ada pula yang
berpendapat bahwa cara ini sudah digunakan sejak zaman Yunani kuno.

Kritik mengatakan bahwa standar praktik akuntansi tidak banyak


berubah sejak dulu. Reformasi akuntansi dalam berbagai bentuk selalu
terjadi pada tiap generasi untuk mempertahankan relevansi pembukuan
dengan aset kapital atau kapasitas produksi. Walaupun demikian, hal ini
tidak mengubah prinsip-prinsip dasar akuntansi, yang memang
diharapkan tidak bergantung pada pengaruh ekonomi seperti itu.

Akuntansi sebagai suatu seni yang mendasarkan pada logika


matematik - sekarang dikenal sebagai “pembukuan berpasangan”
(double-entry bookkeeping) - sudah dipahami di Italia sejak tahun 1495
pada saat Luca Pacioli (1445 - 1517), yang juga dikenal sebagai Friar
(Romo) Luca dal Borgo, mempublikasikan bukunya tentang
“pembukuan” di Venice. Buku berbahasa Inggris pertama diketahui
dipublikasikan di London oleh John Gouge atau Gough pada tahun 1543.
Sebuah buku ringkas menampilkan instruksi akuntansi juga
diterbitkan pada tahun 1588 oleh John Mellis dari Southwark, di
dalamnya memuat perkataannya, "I am but the renuer and reviver of an
ancient old copie printed here in London the 14 of August 1543:
collected, published, made, and set forth by one Hugh Oldcastle,
Scholemaster, who, as appeareth by his treatise, then taught Arithmetics,
and this booke in Saint Ollaves parish in Marko Lane." John Mellis
merujuk pada fakta bahwa prinsip akuntansi yang dia jelaskan (yang
merupakan sistem sederhana dari masukan ganda/double entry) adalah
"after the forme of Venice".

Pada awal abad ke 18, jasa dari akuntan yang berpusat di London
telah digunakan dalam suatu penyelidikan seorang direktur South Sea
Company, yang tengah memperdagangkan bursa perusahaan tersebut.
Selama penyelidikan ini, akuntan menguji sedikitnya dua buku
perusahaan para. Laporannya diuraikan dalam buku Sawbridge and
Company, oleh Charles Snell, Writing Master and Accountant in Foster
Lane, London. Amerika Serikat berhutang konsep tujuan Akuntan Publik
terdaftar pada Inggris yang telah memiiki Chartered Accountant pada
abad ke 19.

3. Sejarah

Akuntansi sebagai suatu seni yang mendasarkan pada logika


matematik - sekarang dikenal sebagai “pembukuan berpasangan”
(double-entry bookkeeping) - sudah dipahami di Italia sejak tahun 1495
pada saat Luca Pacioli (1445 - 1517), yang juga dikenal sebagai Friar
(Romo) Luca dal Borgo, mempublikasikan bukunya tentang
“pembukuan” di Venice. Buku berbahasa Inggris pertama diketahui
dipublikasikan di London oleh John Gouge atau Gough pada tahun 1543.

Sebuah buku ringkas menampilkan instruksi akuntansi juga


diterbitkan pada tahun 1588 oleh John Mellis dari Southwark, yang
termuat perkataanya, "I am but the renuer and reviver of an ancient old
copie printed here in London the 14 of August 1543: collected, published,
made, and set forth by one Hugh Oldcastle, Scholemaster, who, as
appeareth by his treatise, then taught Arithmetics, and this booke in Saint
Ollaves parish in Marko Lane." ("Sayalah pembaharu dan penghidup
kembali dari salinan kuno yang dicetak di sini, di London pada 14
Agustus 1543: dikumpulkan, dipublikasikan, dibuat, dan diangkat oleh
seorang Hugh Oldcastle, Scholemaster, yang mana, muncul pada
risalahnya, yang kemudian mengajarkan Aritmetika, dan buku ini di
paroki Saint Ollaves di Marko Lane.") John Mellis merujuk pada fakta
bahwa prinsip akuntansi yang dia jelaskan (yang merupakan sistem
sederhana dari masukan ganda/double entry) adalah "after the forme of
Venice".

Pada awal abad ke 18, jasa dari akuntan yang berpusat di London
telah digunakan selama suatu penyelidikan seorang direktur South Sea
Company, yang tengah memperdagangkan bursa perusahaan tersebut.
Selama penyelidikan ini, akuntan menguji sedikitnya dua buku
perusahaan para. Laporannya diuraikan dalam buku Sawbridge and
Company, oleh Charles Snell, Writing Master and Accountant in Foster
Lane, London. Amerika Serikat berhutang konsep tujuan Akuntan Publik
terdaftar pada Inggris yang telah memiiki Chartered Accountant pada
abad ke 19.
4. Laporan akuntansi

Akuntansi disebut sebagai bahasa bisnis karena merupakan suatu


alat untuk menyampaikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang
memerlukannya. Semakin baik kita mengerti bahasa tersebut, maka
semakin baik pula keputusan kita, dan semakin baik kita di dalam
mengelola keuangan. Untuk menyampaikan informasi-informasi tersebut,
maka digunakanlah laporan akuntansi atau yang dikenal sebagai laporan
keuangan. Laporan keuangan suatu perusahaan biasanya terdiri atas empat
jenis laporan, yaitu Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi
Komprehensif, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas dan Catatan
Atas Laporan Keuangan.

1. Laporan Posisi Keuangan, adalah suatu daftar sistematis yang


memuat informasi mengenai aset, hutang dan modal suatu perusahaan
pada akhir periode tertentu. Disebut sebagai daftar yang sistematis,
karena laporan disusun berdasarkan urutan tertentu. Dalam neraca
dapat diketahui berapa jumlah kekayaan perusahaan, kemampuan
perusahaan membayar kewajiban serta kemampuan perusahaan
memperoleh tambahan pinjaman dari pihak luar. Selain itu juga dapat
diperoleh informasi tentang jumlah utang perusahaan kepada kreditur
dan jumlah investasi pemilik yang ada di dalam perusahaan tersebut.

2. Laporan Laba Rugi Komprehensif, adalah ikhtisar mengenai


pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk periode tertentu,
sehingga dapat diketahui laba yang diperoleh dan rugi yang dialami.
3. Laporan Perubahan Ekuitas, adalah laporan yang menunjukkan
perubahan modal untuk periode tertentu, mungkin satu bulan atau satu
tahun. Melalui laporan perubahan modal dapat diketahui sebab-sebab
perubahan modal selama periode tertentu.

4. Laporan Arus Kas, dengan adanya laporan ini pemakai laporan


keuangan dapat mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan,
struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan
kemampuan perusahaan di dalam menghasilkan kas dimasa
mendatang.

5. Catatan atas laporan keuangan, merupakan daftar rincian secara


jelas yang ada di dalam laporan keuangan yang berfungsi sebagai
penjelasan mengenai rincian sebuah akun dalam laporan keuangan
secara detail

Pengakuan transaksi

Pengakuan suatu transaksi dalam akuntansi terbagi atas dua basis,


yaitu basis aktual dan basis kas. Pengakuan transaksi berbasis akrual
adalah pengakuan suatu transaksi pada saat terjadinya suatu transaksi,
walaupun uang belum diterima. Sedangkan pengakuan transaksi berbasis
kas adalah transaksi dicatat pada saat pembayaran diterima.

5. Siklus akuntansi

1. Perusahaan jasa

Untuk membuat Laporan Keuangan, khususnya perusahaan jasa


terdapat delapan langkah, yang dikenal dengan Siklus Akuntansi.
kedelapan langkah tersebut adalah:[butuh rujukan]
a) Transaksi keuangan

b) Mencatat segala transaksi keuangan, berdasarkan bukti asli


transaksi, dalam satu periode akuntansi

c) Membuat Jurnal Umum berdasarkan catatan no.2

d) Membuat Buku Besar

e) Membuat Jurnal Penyesuaian

f) Membuat Laporan Keuangan: Laporan Laba rugi, Neraca, dan


Leporan

Perubahan Modal

g) Membuat Jurnal Penutup

h) Membuat Neraca Saldo setelah penutupan

2. Perusahaan dagang Sunting

Untuk perusahaan dagang, sebenarnya juga hampir sama tetapi ada


tambahan lain. Langkah-langkah tersebut adalah:

a) Tahap Pencatatan

I. Transaksi (Transaksi Internal dan Transaksi Eksternal)

II. Pengumpulan Bukti Transaksi

III. Mencatat ke dalam Jurnal Umum, Jurnal Khusus dan ke


dalam Buku Besar Pembantu

IV. Merekapitulasi Jurnal Umum dan Jurnal Khusus


V. Posting ke Buku Besar

b) Tahap Pengikhtisaran

I. Membentuk Neraca Saldo

II. Menyusun Ayat Jurnal Penyesuaian

III. Membentuk Kertas Kerja (Worksheet) dalam bentuk Neraca


Lajur

c) Tahap Pelaporan Keuangan

I. Menyusun Laporan Keuangan

i. Laporan Laba Rugi

ii. Laporan Perubahan Modal

iii. Laporan Neraca

iv. Laporan Arus Kas

II. Menyusun Ayat Jurnal Penutup

III. Membentuk Neraca Saldo setelah Penutupan

IV. Menyusun Ayat Jurnal Pembalik