Anda di halaman 1dari 2

MATERI BILOKS KIMIA KELAS X

Diposkan pada 11 Februari 2015 oleh shinicikun

Bagaimana menentukan bilangan oksidasi suatu unsur dalam reaksi redoks? Untuk
menjawab pertanyaan tersebut, sobat Materi Kimia SMA harus mematuhi aturan
berikut ini.
1. Dalam bentuk unsur atau molekul unsur bilangan oksidasi atom-atomnya sama
dengan nol.

Contoh:
Biloks Na dalam unsur Na = 0; biloks O dalam molekul O2 = 0; biloks Cl dalam molekul Cl2 = 0;
P dalam molekul P4 = 0.

1. Dalam senyawa ion, bilangan oksidasi atom-atom sama dengan muatan kation dan
anionnya.

Contoh:
Dalam senyawa NaCl, atom Na bermuatan +1 dan atom Cl bermuatan –1 sehingga bilangan oksid
Na = +1 dan Cl = –1.

1. Bilangan oksidasi atom-atom yang lain ditentukan menurut aturan berikut.

1) Biloks atom golongan IA dalam semua senyawa adalah +1. Biloks atom golongan IIA dalam
semua senyawa adalah +2.
2) Biloks atom-atom unsur halogen dalam senyawa biner adalah –1, sedangkan dalam senyaw
poliatom bergantung pada senyawanya.

3) Biloks atom oksigen dalam senyawa adalah –2, kecuali dalam peroksida (H2O2, Na2O2, dll)
dengan –1 dan dalam superoksida (Na2O4, dll) sama dengan –½ .
4) Biloks atom hidrogen dalam senyawa adalah +1, kecuali dalam senyawa hidrida (NaH, dll)
dengan –1.

1. Jumlah total bilangan oksidasi dalam senyawa netral sama dengan nol. Jumlah
total bilangan oksidasi untuk ion sama dengan muatan ionnya.

Contoh:
Biloks total dalam molekul H2O = 0; biloks total dalam ion CO32– = –2; biloks total dalam ion NH

Sekarang kita lihat reaksi SO2(g) + O2(g) → SO3(g) yang telah disinggung
sebelumnya, apakah reaksi tersebut merupakan reaksi redoks berdasarkan konsep
perubahan bilangan oksidasi? Untuk mengetahui suatu reaksi tergolong reaksi
redoks atau bukan menurut konsep perubahan bilangan oksidasi maka perlu
diketahui biloks dari setiap atom, baik dalam pereaksi maupun hasil reaksi.

Biloks total = 0
Biloks O = –2

Biloks S = (biloks total – 2.biloks O)

= (0 – 2.(–2))

= (+4)
SO2

O2 Biloks O = 0 (aturan pertama)

Biloks total = 0
Biloks O = –2

Biloks S = (biloks total – 3.biloks O)

= (0 – 3.(–2))

= (+6)
SO3

Kesimpulannya:

atom S mengalami oksidasi, dan kenaikan biloksnya dari +4 menjadi +6

atom O mengalami reduksi, dan penurunan biloksnya dari 0 menjadi –2