Anda di halaman 1dari 14

BAB II

A. Pengertian Modal Ventura Syariah

Modal Ventura berasal dari kata venture secara bahasa berarti suatu hal yang mengandung
resiko atau juga didefinisikan sebagai usaha. Jadi, pengertian secara bahasa modal ventura adalah
modal yang ditanamkan pada sebuah usaha yang beresiko tinggi. Definisi perusahaan modal
ventura menurut Keppres No. 61 Tahun 1988 adalah bisnis pembiayaan dalam bentuk penyertaan
modal kedalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan untuk jangka waktu
tertentu. Di Indoneisa, modal ventura memiliki jangka waktu maksimal 10 tahun setelah itu
harus sudah divestasi. Biasanya investasi modal tunai diserahkan dalam bentuk saham dan
diserahkan pada perusahaan yang menrima dana, bisa juga disebut Perusahaan Pasangan Usaha
(PPU). Dilain sisi resiko tinggi permodalan, tetapi juga memungkinkan mendapat laba yang
tinggi juga. Biasanya target pasar dari modal ventura adalah perusahaan yang masih baru
beroprasi, tidak memenuhi standar sebgai perusahaan terbuka, atau tidak mendapat pinjaman
bank. Beberapa kriteria perusahaan yang menjadi pertimbangan modal ventura :

1. Perusahaan yang berusaha untuk tumbuh dalam pasar, inovatif, serta berpotensi
berkembang dimasa depan.
2. Perusahaan yang ingin ekspansi usaha, tapi belum dapat menghimpun dana.
3. Perusahaan dengan pangsa pasar baik, yang ingin memperbaharui faktor produksi yang
canggih untuk kualitas output yang lebih baik.
4. Perusahaan yang ingin restrukturisasi

2. Modal Ventura Syariah

Modal Ventura Syariah adalah lembaga pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke
dalam suatu perusaahaan yang menerima bantuan pembiayaan untuk jangka waktu tertentu
dengan berlandaskan prinsip syariah. Praktik modal ventura yang dilakukan berdasarkan akad
syariah dan bergerak di usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah diakui. Hingga
saat ini, perusahaan modal ventura syariah masih berjumlah empat perusahaan. Hal ini
menunjukkan masih minimnya pertumbuhan modal ventura syariah. Padahal mekanisme modal
ventura syariah sangat sesuai dengan prinsip kerjasama yang menjadi pilar dasar ekonomi islam.
3. Kerangka Regulasi

a. Peraturan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor: PER-
03/BL/2007 tentang Kegiatan Perusahaan Pembiayaan Berdasarkan Prinsip Syariah
b. Peraturan Kepala BapepamLK No. Per-04/BL/2007 tentang Akad-Akad yang Digunakan
dalam Kegiatan Perusahaan Pembiayaan Berdasarkan Prinsip Syariah
c. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan
Usaha Pembiayaan Syariah telah memberikan pemahaman yang baik tentang cara sewa
guna usaha dan kegiatan pembiayaan lain yang beroperasi di pasar Indonesia.

3. Karakteristik, Mekanisme, dan Tujuan

Pembiayaan modal ventura memiliki karakteristik yang berbeda denga njenis lembaga
pembiayaan lainnya seperti bank, perusahaan pembiayaan : leasing, factoring, dan pembiayaan
konsumen. Karakteristiknya di antara lain :

a. Pembiayaan modal ventura merupakan penyertaan modal (quasiequity financing), dimana


penyertaan modal dilakukan langsung pada perusahaan pasangan usaha. Modal ventura
juga dapat dilakukan dengan menggunakan instrumen convertible bond, bentuk
pembiayaan ini yang dinamakan semi equity financing.
b. Modal ventura merupakan pembiayaan yang beresiko tinggi karena dalam pembiayaan
tidak ada jaminan seperti halnya pada bank. Tetapi juga memungkinkan mendapatkan
keuntungan yang besar juga.
c. Modal ventura melakukan investasi dalam jangka panjang, dan mengharapkan capital
gain dalam jangka waktu tertentu.
d. Modal ventura bersifat investasi aktif karena modal ventura selalu diserti dengan
keterlibatan dalam manajemen perusahaan yang dibiayai. Keterlibatan tersebut bertujuan
untuk mengurangi resiko investasi perusahaan modal ventura dan membantu perusahaan
untuk menaikkan laba.
e. Jangka waktu modal ventura paling lama adalah 10 tahun. Setelah itu wajib divestasi.
f. Keuntungan yang diharapkan adalah capital gain, atau apresiasi nilai saham disamping
deviden.
g. Tingkat keuntungan tinggi, dimana perusahaan memiliki terobosan baru dan menjanjikan
keuntungan tinggi.

Disamping itu, perusahaan modal ventura syariah terdapat karakteristik khusus tentang
pemenuhan prinsip-prinsip syariah, yaitu :
a. Adanya Dewan Pengawas Syariah yang bertugas mengawasi penerapan prinsip syariah.
b. Modal ventura syariah menghendaki permodalan yang sesuai asas syariah dan
menghindari :
 Perjudian (maysir)
 Sistem ribawi lembaga konvensional
 Produsen, distributor dan pedagang produk haram dan produk mudharat
 Melakukan investasi pada perusahaan yang memiliki hutang kepada lembaga
ribawi lebih dominan daripada modalnya.

4. Mekanisme Modal Ventura

Pada dasarnya, modal ventura dimulai dengan masuknya modal dan dikumpulkan pool of
funds, proses penyertaan modal, hingga proses divestasi. Oleh karena itu, modal ventura
setidaknya memnuhi tiga unsur yang terlibat yaitu :

 Pemilik modal yang menginginkan keuntungan tinggi dari modal yang dimiliki.
Semua modal akan dikumpulkan dan ditampung dengan istilah venture capital funds
 Professional dalam mengelola investasi dan mencari investasi potensial. Profesional
ini dapat berupa lembaga yang disebut perusahaan manajemen (management venture
capital company)
 Perusahaan yang membutuhkan modal untuk pengembangan usaha. Perusahaan ini
disebut perusahaan pasangan usaha (PPU)

Pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan investasi modal ventura dalam mekanisme


konvensional dilakukan sepenuhnya oleh perusahan modal ventura itu sendiri sebagai badan
hukum, atau perusahaan modal ventura dapat menjadi pemilik modal sekaligus perusahaan
manajemen. Untuk kebijakan analisis investasi, monitoring, dan keterlibatan manajemen
dilakukan oleh perusahaan modal ventura terkait. Sedangkan dalam venture capital fund
comapny, semua hal diatas dilakukan oleh perusahaan manajemen investasi. Atas tanggung
jawab tersebut, perusahaan mendapatkan contract fee dan success fee.

5. Tujuan dan Manfaat Modal Ventura

Kegiatan modal ventura dilakukan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu PPU
sesuai dengan Kep. Men. Keuangan No. 1251/KMK.013/1988 dengan tujuan :

 Memudahkan pendirian perusahaan baru


 Membantu pembiayaan perusahaan yang mengalami kesulitan dana, terutama pada
tahap awal
 Membantu perusahaan dalam tahap pengembangan atau kemunduran
 Mendorong pengembangan proyek R&D

Sedangkan manfaat yang diperoleh PPU adalah

 Kemungkinan berhasilnya usaha lebih besar


 Meningkatkan efisiensi pendistribusian produk
 Meningkatkan bankbilitas
 Meningkatkan kemampuan memperoleh laba
 Meningkatkan likuiditas

6. Sumber Dana Modal Ventura

a. Investor Perseorangan
Salah satu sumber modal didapat dari modal individu, tetapi dalam proses pencarian
investor perseorangan sangat susah, karena modal ventua memiliki resiko investasi yang
sangat besar. Dan investor perseorangan lebih menyukai berinvestasi pada sektor yang
memiliki resiko rendah dan telah berjalan lancar. Dibutuhkan seorang investor individu
yang memiliki nyali tinggi dan siap menerima resiko yang tinggi.
b. Saham
Modal ventura di Indonesia masuk kedalam suatu entitas usaha melalui saham dengan
harapan memperoleh keuntungan dari dividen, capital gain, dan benefit lainnya.
Penetapan harga saham pada saat modal ventura masuk pada suatu entitas lebih banyak
menggunakan nilai nominal saham mengingat entitas tersebut belum punya harga pasar
yang jelas untuk saham yang dikeluarkannya.
c. Obligasi Konversi
Pembiayaan melalui obligasi konversi dalam upaya memberikan waktu yang lebih
banyak sebelum benar-benar memiliki suatu entitas usaha dan untuk berjaga-jaga agar
pembiayaannya masih mempunyai alternatif mekanisme exit melalui pelunasan pinjaman.
d. Bagi Hasil
Konsep bagi hasil sangat erat dengan prinsip syariah, namun yang terjadi saat ini adalah
penerapan bagi hasil tetap atau bagi hasil minimum dari outstanding pembiayaan yang
mengadopsi pola pernbankan dengan flat rate atau effective ratenya karena berbagai
kendala yang dihadapi. Oleh karena itu, perusahaan modal ventura syariah harus mampu
menerapkan pola bagi hasil yang murni syariah, yaitu berbasis profit and loss sharing
yang memungkinkan adanya fluktuasi.
e. Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun
Lembaga keuangan non bank ini memiliki sumber modal yang cukup besar, potensi
lembaga ini sebagai investor dalam usaha modal ventura didukung oleh sumber dananya
yang berjangka panjang.

7. Jenis Pembiayaan
Jenis pembiayaan yang diberikan perusahaan modal ventura dapat dilakukan dalam tiga
cara. Ketiga cara ini secara umum bersesuaian dengan prinsip syariah.

1. Penyertaan modal langsung

Penyertaan modal langsung adalah penyertaan modal perusahaan modal ventura (PMV)
pada perusahaan pasangan dengan cara mengambil bagian sejumlah tertentu saham perusahaan
pasangan usaha (PPU). Pola pembiyayaan ini dikenal dengan pembiayaan langsung (equity
financing) karena pembiyaan berupa penyertaan saham, maka PPU harus berbentuk badan
hukum perseroan terbatas. Bagian saham yang diambil PMV berasal dari saham-saham yang
maish ada diportofolio, yaitu saham yang masih belum diambil bagian dan disetor oleh
pemegang saham lama. Syarat dari pembiayaan ini adalah CPPU harus sudah terbentuk
perseroan terbatas (PT) atau akan menjadi PT bersamaan dengan masuknya modal ventura
sebagai pemodal. Penyertaan modal ini dapat dilakukamdengan cara :

 Bersama-sama mendirikan suatu perusahaan selanjutanya semua janji yang telah


disepakati para pihak dituangkan dalam suatu dokumen hukum yang disebut Perjanjian
Antar Calon Pendiri / Pemegang Saham (shareholder agreement)
 Penyertaan modal PMV dalam bentuk pengambilan modal portofolio saham PPU dalam
hal ini PPU yang telah berbadan hukum.

Penyertaan modal langsung dalam bentuk saham pada modal ventura sayriah didasarkan
pada Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang pedoman pelaksanaan
investasi untuk Reksadana Syariah dan Fatwa Dewan Syariah Nasional No.40/DSN-
MUI/X/2003 tentang pasar modal dan pedoman umum penerapan prinsip sayriah di bidang Pasar
modal yang mengakui saham sebagai salah satu instrument penyertaan modal di lembaga
keuangan syariah.
2. Penyertaan Modal Tidak Langsung (semi equity financing)

Pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal tidak langsung ini dapat dilakukan dengan membeli
obligasi konversi yang diterbitkan oleh PPU. sCara pembiayaan seperti ini banyak disukai baik
oleh PMV maupun PPU karena sifatnya yang lebih fleksibel. Obligasi konversi lebih menarik
bagi PMV karena dalam periode pembiayaan tersebut PMV memiliki pendapatan yang tetap
dalam bentuk bunga sementara apabila kinerja perusahaan semakin membaik sehingga nilai
perusahaan yang dibiayai tersebut semakin baik, maka PMV dapat menggunakan hak
konversinya (Call Option). Syarat dari pembiayaan ini adalah CPPU harus sudah berbentuk
perseroan terbatas (PT) atau akan menjadi PT bersamaan dengan masuknya modal ventura
sebagai pemodal. Penyertaan modal ini tidak langsung melalui obligasi konversi ini didasarkan
pada Fatwa DSN MUI No. 59/DSN-MUI/V/2007 tentang obligasi syariah mudhorobah konversi.

3. Pembiayaan bagi hasil

Instrument pembiayaan ini dilakukan dalam hal usaha yang akan di biayai tidak terbentuk badan
hukum atau syarat-sayarat yang harus dipenuhi untuk penyertaan langsung belum atau tidak
dipenuhi oleh PPU. Bentuk instrument pembiayaan ini menekan pada aspek-aspek bagi hasil dari
keuntungan yang diperoleh dari usaha yang di biayai, oleh karena itu usaha yang
perludiperhatikan dalam bentuk pembiayaan ini adalah kewenangan bertindak pihak yang
mewakili PPU, objek usaha serta jaminan atas pemberian bantuan dana. Pola pembiayaan bagi
hasil ini merupakan instrument pembiayaan yang dimodifkasi untuk menjembatani kendala
pembiayaan bagi badan usaha yang belum berbadan hukum, terutama usaha kecil. Sayarat
pembiayaan bagi hasil dapat dilakukan terhadap semua bentuk badan usaha. Jenis pembiayaan
yang sebagian besar diserap oleh UMKM adalah pembiayaan dengan pola bagi hasil. Karena
pola ini secara tradisional seringkali digunakan UMKM untuk pengambangan usahanya. Jenis
pembiayaan bagi hasil (profit and loss sharing) adalah jenis pembiayaan yang sangat dikenal
dalam syariah. Pembiayaan bagi hasil dapat dilakukan berdasarkan akad musyarakah atau
modharabah.
Keterbatasan modal dalam lembaga modal ventura syariah

Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh lembaga modal ventura syariah adalah
terbatasnya segi permodalan. Hal ini dikarenakan watak investasi modal ventura syariah yaitu
berbentuk penyertaan modal, sehingga tentu saja perlu dibutuhkan modal yang cukup besar bagi
sebuah perusahaan modal ventura. Oleh karena itu, bantuan pembiayaan lewat modal ventura
hanya dapat diberikan kepada perusahaan tertentu secara selektif. Karena apabila dilihat dari segi
jangka waktu yang cukup panjang, pembiayaan melalui modal ventura akan menjadi sangat
mahal karena sistem bagi hasil yang diterapkan pada modal ventura syariah.

Salah satu alasan terbatasnya segi permodalan dalam modal ventura syariah adalah belum
dikenalnya suatu usaha tersebut oleh masyarakat, padahal modal ventura syariah sendiri sudah
berdiri selama beberapa tahun sejak tahun 2013. Banyak perusahaan yang lebih memilih terjun
kedalam modal ventura konvensional daripada modal ventura syariah. Berdasarkan data sampai
dengan Juli 2018, sebanyak 65 perusahaan ventura telah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa
Keuangan) dengan rincian 61 perusahaan modal ventura konvensional dan 4 perusahaan modal
ventura syariah. Tentu saja dengan masih sedikitnya perusahaan modal ventura syariah maka
tentu juga akan mempengaruhi jumlah permodalan di lembaga modal ventura syariah itu sendiri.

Jika dilihat dari perkembangan jumlah aset, industri modal ventura syariah mengalami
pertumbuhan rata-rata sebesar 31,01% per tahun. Sedangkan aset industri modal ventura syariah
dibandingkan dengan total aset industri modal ventura adalah sebesar 4% (diihat dari roadmap
IKNB syariah tahun 2015-2019). Apabila melihat perkembangan industri keuangan syariah
secara global, perusahaan modal ventura syariah memiliki peluang yang besar untuk berkembang
pesat di tahun selanjutnya dan tentu saja memiliki prospek yang menjanjikan. Tetapi hal itu perlu
didukung oleh pemerintah, terutama dari penambahan modal perusahaan modal ventura syariah
karena yang masih sangat terbatas karena sedikitnya perusahaan yang masuk ke industri modal
ventura syariah. Karena terbatasnya jumlah dan pendanaan dari lembaga modal ventura syariah
telah mengurangi potensi percepatan lahirnya pengusaha baru dan pengusaha muda yang sukses
di Indonesia, padahal Indonesia memiliki potensi usaha kreatif bagi pemula yang besar.

 Hambatan Modal Ventura Syariah Karena Regulasi

Hingga saat ini, regulasi yang mengatur antara lembaga modal ventura dengan lembaga
modal ventura syariah masih tetap sama, yaitu dasar hukum modal ventura syariah terdiri dari,
Keppres Nomor 61 Tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan, Keputusan Menteri Keuangan
Nomor 1251/KMK.013/1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Lembaga
Pembiayaan, UU No 10 tahun 1998 Tentang Perbankan dan lain-lain. Sehingga menyebabkan
terbatasnya atau tidak dapat berkembangnya lembaga modal ventura syariah di Indonesia karena
kurangnya dukungan dari pemerintah dalam hal membuat suatu kebijakan atau regulasi yang
mengatur tentang modal ventura syariah supaya regulasi sebelumnya tidak tumpang tindih
antara modal ventura syariah dengan modal ventura konvensional. Dan dengan tidak adanya
dukungan, bisa jadi modal ventura syariah menjadi tidak kompetitif dan kalah saing dengan
Industri Keuangan NonBank (IKNB) syariah lainnya.
Rancangan Undang-Undang kewirausahaan yang sudah masuk ke rapat DPR semoga dapat
segera direalisasikan menjadi Undang-Undang (UU) sehingga dapat mendukung menguatkan
perusahaan modal ventura syariah dari sisi regulasi. Modal ventura Syariah sendiri dapat
mengurangi angka sarjana yang menanggur di Indonesia yang saat ini telah mencapai hingga 800
ribu sampai 900 ribu, serta dapat mendorong anak-anak muda untuk mempunyai bisnis kreatif.
Akan tetapi, karena selama ini modal ventura syariah masih bergantung pada bank sehingga
modal pembiayaan yang diberikan kepada bisnis pemula pun juga menjadi mahal. Perlu adanya
kemudahan bagi perusahaan modal ventura syariah untuk dapat menarik dana dari surat utang
seperti dari middle term note (MTN).

Disisi lain, didalam jenis pembiayaan modal ventura syariah, penyertaan modal secara
langsung dalam bentuk saham badan modal ventura syariah telah diatur dan didasarkan pada
Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) No. 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang pedoman pelaksanaan
investasi untuk reksa dana syariah serta Fatwa DSN MUI No. 40/DSN-MUI/X/2003 tentang
pasar modal dan pedoman umum penerapan prinsip syariah di bidang pasar modal yang
mengakui saham sebagai salah satu instrumen penyertaan modal di lembaga keuangan syariah.
Sedangkan penyertaan modal tidak langsung melalui konversi obligasi telah juga didasarkan
pada Fatwa DSN MUI No. 59/DSN-MUI/V/2007 tentang Obligasi Syariah Mudharabah
Konversi. Dengan adanya Fatwa dari DSN MUI tersebut, maka tentu saja akan dapat membantu
mengembangkan dan meningkatkan kinerja modal ventura syariah karena dapat meyakinkan dan
mengenalkan lembaga modal tersebut kepada masyarakat bahwa jenis pembiayaan yang terdapat
didalam lembaga modal ventura syariah telah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

 Tantangan yang Dihadapi Modal Ventura Syariah

Pada rumusan masalah sebelumnya, perkembangan modal ventura syariah dapat


dikatakan “bantat” (kurang berkembang). Mengingat regulasi tentang pendirian modal ventura
syariah pada Peraturan Bapepam-LK No. 04/2007, 6 tahun setelah regulasi tersebut tepatnya
tahun 2013 baru muncul eksekusi dari pembentukan lembaga modal ventura syariah. Data dari
OJK tentang statistik IKNB Syariah pada tahun 2013 hingga 2019, lembaga modal ventura
syariah masih saja berjumlah empat perusahaan, dan data statistik aset OJK periode Januari 2019
menunjukkan modal ventura syariah memiliki total aset sebesar 1,26 Triliun dibanding 10,45
Triliun aset milik konvensional. Realita ini menggambarkan keadaan yang cukup
memprihatinkan, karena modal ventura syariah termasuk lembaga keuangan syariah yang sangat
lambat pertumbuhannya dibanding lembaga syariah lainnya.

Salah satu hambatan lain yang selalu menghantui modal ventura syariah adalah
kemampuan pelunasan dana penyertaan yang rendah oleh perusahaan pendamping. Regulasi
tentang hal tersebut tercantum dalam Fatwa Dewan Syari’ah Nasional No: 04/DSN-
MUI/IV/2000 tentang Murabahah, dengan ketentuan bahwa jika konsumen telah dinyatakan
bangkrut dan tidak mampu menyelesaikan utang di bawah perjanjian/akad Murabahah,
perusahaan tersebut wajib menunda tuntutan pelunasan sampai konsumen dapat melunasi utang,
atau melakukan penyelesaian sesuai kesepakatan. Lagi-lagi regulasi ini membuat ketidak jelasan
terhadap penyelesaian masalah wanprestasi modal ventura syariah. Hal ini yang menyebabkan
kepercayaan investor menjadi turun minat kepada modal ventura syariah.

Kemudian permasalahan berikutnya muncul dari kualitas SDM dari pengelolaan modal
ventura syariah itu sendiri. Sebagaimana syarat dari penyertaan modal untuk perusahaan yang
didanai, perlu ada seorang yang langsung terlibat dalam manajemen PPU. Kualifikasi dan
kriteria seorang manajer harus memiliki wawasan yang luas, tidak hanya manajemen investasi
tapi menguasai sektor riil untuk bisa berperan lebih optimal dalam mengarahkan PPU. Akselerasi
dari modal ventura syariah sendiri, juga sangat jarang diketahui oleh masyarakat. Hal ini
disebabkan literasi keuangan syariah masyarakat yang belum maksimal, walaupun Indonesia
menyandang gelar negara muslim terbanyak di dunia. Pemerintah perlu menaruh perhatian
khusus terhadap sosialiasi kegiatan literasi keuangan untuk masyarakat.
KESIMPULAN

Permasalahan yang dihadapi oleh lembaga modal ventura syariah adalah terbatasnya segi
permodalan. Hal ini dikarenakan watak investasi modal ventura syariah yaitu berbentuk
penyertaan modal, sehingga tentu saja perlu dibutuhkan modal yang cukup besar bagi sebuah
perusahaan modal ventura. Selain itu, regulasi yang mengatur tentang dasar modal ventura
syariah dengan modal ventura konvensional sama sehingga mempengaruhi sistem atau cara kerja
modal ventura syariah itu sendiri. Hal itu menandakan kurangnya dukungan dari pemerintah
terhadap pengembangan modal ventura syariah. Dampak dari tidak adanya dukungan dari
pemerintah, bisa jadi modal ventura syariah menjadi tidak kompetitif dan kalah saing dengan
Industri Keuangan NonBank (IKNB) syariah lainnya.
Hambatan lain yang selalu menghantui modal ventura syariah adalah kemampuan pelunasan
dana penyertaan yang rendah oleh perusahaan pendamping. Bahwa apabila konsumen telah
dinyatakan bangkrut dan tidak mampu menyelesaikan utang di bawah perjanjian/akad
Murabahah, perusahaan tersebut wajib menunda tuntutan pelunasan sampai konsumen dapat
melunasi utang, atau melakukan penyelesaian sesuai kesepakatan. Hal ini yang menyebabkan
kepercayaan investor menjadi turun minat kepada modal ventura syariah. Permasalahan
berikutnya muncul dari kualitas SDM dari pengelolaan modal ventura syariah itu sendiri.
Kualifikasi dan kriteria seorang manajer harus memiliki wawasan yang luas, agar bisa berperan
lebih optimal.

Masalah regulasi dan masalah pembiayaan ternyata masih belum ada tindakan dari
pemerintah untuk menstimulasi perkembangan modal ventura syariah. Padahal, banyak negara
maju seperti Inggris yang sangat memperhatikan sektor modal ventura untuk menstimulasi
perekonomian, yakni dengan cara memperkenalkan skema khusus yang menawarkan insentif
pajak bagi mereka yang berpartisipasi dalam mendanai UMKM lewat dana modal ventura.
Skema pemerintah Inggris ini dianggap sebagai salah satu skema yang paling murah yang
ditawarkan oleh pemerintah Inggris, dan menarik banyak perhatian dari pihak investor maupun
wirausaha.

Keberadaan modal ventura syariah perlu diperhatikan perkembangannya. Banyak sekali


perusahaan yang masih mengalami kesulitan dalam modal untuk berkembang dan modal ventura
syariah merupakan salah satu lembaga yang mampu menangani masalah tersebut. Solusi atas
permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan cara memperbaiki kerangka kerja regulasi dan
menstimulasi pertumbuhan modal ventura melalui kebijakan. Perbaikan melalui kerangka kerja
regulasi :

1. Menyediakan kejelasan dan rincian lebih lanjut terkait Peraturan Bapepam-LK No.
4/2007 dan Fatwa Dewan Syari’ah Nasional No: 04/DSN-MUI/IV/2000 tentang
Murabahah dalam hal wanprestasi (default) dan kegagalan membayar (non-payment);

2. Menetapkan standar akuntansi spesifik untuk perjanjian sewa guna usaha;

3. Memperkenalkan persyaratan untuk Unit Usaha Lembaga Pembiayaan Syariah agar:


 Menjadikan dana konvensional dan syariah tetap terpisah lewat prosedur operasional;
Memperoleh pendanaan dari perusahaan induk mereka dengan menggunakan kontrak
keuangan syariah;

 Mengizinkan unit dan perusahaan pembiayaan syariah menawarkan produk berbasis


layanan (ijarah-tur-khadamat) untuk membantu pelanggan melakukan Umrah dan
Haji, mengadakan perjalanan untuk liburan, dan membayar pendidikan anak mereka.
Produk-produk ini tunduk pada persyaratan audit dan tata kelola syariah yang benar.

Dan solusi dengan cara menstimulasi pertumbuhan lewat kebijakan antara lain :

Meluncurkan skema baru untuk mendanai operasi modal ventura syariah dengan pengurangan
pajak untuk investasi jangka menengah yang dibuat oleh individu penduduk Indonesia. Setiap
penduduk individu pembayar pajak di Indonesia yang menginvestasikan uang mereka sesuai
batas yang telah ditentukan (jumlah minimal/maksimal) ke dalam dana modal ventura syariah
selama setidaknya tiga tahun berturut-turut dapat memperoleh keringanan pajak pendapatan
mereka dan pajak laba modal (capital gain tax) ketika mereka keluar setelah tiga tahun.
Keringanan pajak hanya berlaku bagi investasi berkualifikasi yang beroperasi dalam sektor
kurang berkembang tertentu sesuai dengan rencana pembangunan pemerintah.

Abdul Rasyid. Sekilas Tentang Perusahaan Modal Ventura Syariah. Dikutip dari
http://business-law.binus.ac.id/2016/01/30/perusahaan-modal-ventura/. (diakses 5 Maret
2019)

Hendra Ramadhani. Modal Ventura Syariah. Dikutip dari


https://www.kompasiana.com/abcdefghijkmn/5588ebee957e6169144a1f18/modal-
ventura-syariah. (diakses 4 Maret 2019)
Irwan kelana. Modal Ventura Syariah Dibutuhkan. Dikutip dari
https://www.republika.co.id/berita/koran/syariah-koran/15/01/09/nhwmgm2-modal-
ventura-syariah-dibutuhkan. (diakses 5 Maret 2019)

Nasional, B. P. P. (2016). Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia. Jakarta: BAPPENAS.