Anda di halaman 1dari 5

PENGANTAR ILMU NUTRISI

Dayasuka Ruminansia

Kelompok 1

Errizqi Dwi Cahyo B04170117


Hasnan Ramadhan B04170128
Viyata Pratiwi Risky B04170131
Adinda Noviayu Cahyani B04170133
Liew Kah Joon B04178028

DEPARTEMEN ILMU NUTRISI DAN TEKNOLOGI PAKAN


FAKULTAS PETERNAKAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2018
Latar belakang

Untuk memberikan pakan kepada hewan ternak dibutuhkan pengetahuan tentang daya suka
untuk mengolah ransum yang baik, bergizi tinggi, dan disukai oleh hewan ternak. Pakan yang
baik akan menghasilkan hewan ternak yang sehat dengan produksi daging dan susu yang bagus.
Pengetahuan tentang daya suka pada hewan ternak biasanya peternak memberikan pakan berupa
rumput yang telah dicampuri dengan berbagai macam larutan, seperti larutan garam, cuka, dan
gula agar domba bisa memilih rasa mana yang paling disukai. Peternak kemudian mengetahui
cita rasa yang disukai oleh hewan ternak dengan membandingkan banyak rumput yang telah
dimakan oleh hewan.

Tujuan

Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan ternak ruminansia (domba) terhadap
rasa asam, manis, asin, dan tanpa perasa.

Tempat & Waktu

Percobaan ini dilakukan Kandang NTDK, Blok B, Faculty Peternakan, Institut Pertanian
Bogor. Praktikum ini diadakan mulai pukul 05.30-06.30 WIB pada tanggal 23 November 2018.

Bahan & Alat

16 ekor domba, rumput, cuka, garam, gula, air, kandang individu, alat pengaduk, 6 buah
gelas air mineral 200ml.

Prosedur

Larutan asam disediakan dengan melarutkan 5g cuka dengan 200ml air. Larutan garam dan
gula juga disediakan dengan cara yang sama. Kemudian, setiap larutan dicampur secara merata
dengan 500g rumput yang telah dipotong-potong. Campuran larutan digunakan air gelas yang telah
dilubangi kecil-kecil pada bagian bawahnya. Seterusnya, rumput diberikan pada domba sesuai
dengan perlakuan yang ditentukan dan diamati selama 30 menit. Rumput yang dimakan dulu juga
telah diamati. Setelah 30 menit, sisa rumput ditimbang dan dicatatkan. Rata-rata dari ketiga
ulangan dihitung dan disimpulkan rumput pada perlakuan mana yang paling disukai domba.

Tinjauan Pustaka

Pilihan pakan pada domba dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu faktor yang
dipelajari oleh Baumont (1996) menekankan pentingnya palatabilitas dalam pakan yang dapat
mempengaruhi asupan pakan di ruminansia. Palatabilitas dipengaruhi oleh beberapa komponen
seperti karakteristik fisik pakan. Ini karena indera peraba memainkan peran penting dalam memilih
pakan. Ditemukan bahwa pakan domba lebih disukai yang dapat dimakan dengan cepat dan dalam
bentuk yang belum dikeringkan. Asupan bahan kering maksimum hanya dapat diperoleh saat
bahan kering berada dalam 24-28%. Diet di bawah 24% materi kering mempengaruhi berat asupan
bahan basah rumput. Diet yang lebih basah membutuhkan lebih banyak kunyahan per pon bahan
kering yang dikonsumsi oleh ternak (Duckworth & Shirlaw 1958). Ukuran lebih kecil dari ‘sugar
cane’ juga menunjukkan peningkatan asupan bahan kering pada domba. Sementara penurunan
ukuran pakan tampaknya menyebabkan penurunan waktu makan secara keseluruhan (Van 2006).
Mempelajari pengaruh karakteristik kimia pada palatabilitas pakan, Grovum & Chapman
(1988) menemukan bahwa rasa asin dan manis dari monosodium glutamat (MSG) memiliki efek
positif pada asupan pakan. Sedangkan rasa manis hanya menyebabkan peningkatan kecil dalam
asupan pakan selama periode waktu yang singkat (Van Niekerk et al.). Umpan dengan
menambahkan asam asetat telah menunjukkan efek negatif pada asupan pakan (Grovum &
Chapman 1988).
Selain palatabilitas, perilaku pakan juga dipengaruhi oleh preferensi pakan hewan.
Ditemukan bahwa ruminansia lebih menyukai pakan yang memberi tingkat kenyang yang tinggi.
Oleh karena itu, pakan yang dapat dengan cepat dicerna dan dengan daya cerna tinggi akan lebih
disukai (Baumont 1996).

Hasil dan Pembahasan


Hasil pengamatan dari pemberian perlakuan percobaan daya suka domba dapat dilihat pada
tabel dibawah ini.
Tabel 1. Persentase Konsumsi Rumput

Perlakuan Rataan kelas (%) Data kelompok (%)

Rumput normal 69.99 100

Rumput + cuka 53.9 58.6

Rumput + gula 65.6 31

Rumput + garam 55.8 67.2

Rumus =
Konsumsi (g)
Konsumsi : Pemberian awal (g) × 100 %

Contoh perhitungan =
300 (g)
Konsumsi rumput normal : 300 (g) × 100 % = 100%

Pembahasan
Pakan adalah makanan/asupan yang diberikan kepada hewan ternak (peliharaan). Pakan
merupakan sumber energi dan materi bagi pertumbuhan dan dan kehidupan makhluk hidup.
Pakan yang di berikan harus berkualitas tinggi yaitu mengandung zat-zat yang di perlukan oleh
tubuh ternak dalam hidupnya seperti air, karbohidrat, lemak, protein, mineral dan air. Pakan
berkualitas adalah pakan yang kandungan protein, lemak, karbohidrat, mineral dan vitaminnya
seimbang. Kebutuhan ternak ruminansia akan nutrisi dicerminkan oleh kebutuhan pakannya.
Jumlah kebutuhan nutrisi setiap harinya sangat tergantung jenis ternak, umur, fase, (pertumbuhan,
dewasa, bunting, menyusui), kondisi tubuh (normal, sakit) dan lingkungan tempat hidupnya
(temperatur, kelembapan, nisbi udara) serta berat badannya. Sehingga kebutuhan pakan hewan
ternak berbeda-beda bergantung kepada kondisinya.
Rumput-rumputan merupakan hijauan segar yang sangat disukai ternak, mudah diperoleh
karena memiliki kemampuan tumbuh tinggi, terutama di daerah tropis meskipun sering dipotong
atau dimakan langsung oleh ternak sehingga menguntungkan para peternak atau pengelola ternak.
Hijauan banyak mengandung karbohidrat dalam bentuk gula sederhana, pati dan fruktosa yang
sangat berperan dalam menghasilkan energi.
Pada umunya pakan domba berasal dari hijauan yang terdiri atas berbagai rumput. Hijauan
merupakan bahan pakan yang kandungan serat kasarnya relatif tinggi yang termasuk kelompok
bahan pakan hijauan segar yaitu hay dan silase. Konsumsi hijauan pakan dapat ditingkatkan
dengan pemberian pakan secara “adlibitum”. Peningkatan konsumsi akibat meningkatnya tingkat
pemberian pakan disebabkan oleh semakin besarnya peluang untuk memilih (seleksi terhadap
pakan yang diberikan). Bagian daun tanaman hijauan tropis dikonsumsi lebih banyak
dibandingkan dengan bagian batang. Ternak kambingdan domba yang diberi hijauan pakan
potongan memilih bagian daun yang umumnya lebih tinggi kecernaannya dibandingkan batang.
Pemilihan daun dibandingkan batang mungkin terutama disebabkan oleh perbedaan sifat fisik dari
tanaman tersebut . Ternak domba merupakan hewan yang memerlukan hijauan dalam jumlah
yang besar kurang lebih 90%. Daun yang berbulu mungkin tidak akan dikonsumsi yang berarti
bahwa pemilihan terjadi bukan hanya karena faktor gizi, tetapi juga dipengaruhi perbedaan tekstur
yang mempengaruhi palatabilitas.
Pada praktikum pengukuran daya suka ternak terhadap beberapa jenis pakan diukur dengan
menguji palatabilitas dari domba yang dilakukan untuk mengetahui tingkat kesukaan domba
terhadap pakan hijauan yang diberikan dengan dipengaruhi oleh rasa. Setelah pemberian pakan
dengan beberapa perlakuan, diperoleh data hasil konsumsi pakan yang meunjukkan ternak domba
lebih banyak mengkonsumsi pakan rumput dengan perlakuan normal, kemudian jika dilihat dari
rata-rata data yang diperoleh memperlihatkan daya suka terhadap rasa asam lebih besar dari pada
rasa manis dan asin. Hasil pengamatan ini mengalami sedikit penyimpangan. Ternak ruminansia
lebih menyukai pakan rasa manis dan hambar daripada asin/asam. Mereka juga lebih menyukai
rumput segar bertekstur baik dan mengandung unsur nitrogen (N) dan fosfor (P) lebih tinggi.
Penyimpangan pada data hasil pengamatan tersebut mungkin disebabkan dan kesalahan
praktikan dalam melaksanakan praktikum. Kesalahan tersebut juga kemungkinan berasal dari
faktor-faktor fisiologis individu ternak sehingga selera makan ternak berbeda-beda. Kesalahan
juga mungkin berasal dari perubahan jam untuk pemberian pakan. Jam makan ternak berhubungan
dengan kebiasaan dan aktivitas metabolisme dalam tubuh ternak. Kemudian dapat juga
dipengaruhi oleh kedatangan banyak mahasiswa yang cenderung akan membuat ternak merasa
stress dan akan mempengaruhi aktivitas makan ternak.

Simpulan
Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan rata-rata data menunjukkan domba
percobaan lebih menyukai rasa asam dan perlakuan normal. Seharusnya ternak ruminansia lebih
menyukai pakan rasa manis dan hambar.

Daftar Pustaka

Baumont 1996. Palatability and feeding behaviour in ruminants. A review. Annales de zootechnie.45 (5),
pp.385-400

Duckworth JE, Shirlaw DW. 1958. A study of factors affecting feed intake and the eating behaviour of
cattle. Animal Behaviour. 6(3-4): 147-154

Grovum WL, Chapman (1988) Factors affecting the voluntary intake of food by sheep. 4. The effect of
additives representing the primary tastes on sham intakes by oesophageal-fistulated sheep. BrJ Nutr.
50(2): 63-72

Van DTT. 2006. Some animal and feed factors affecting feed intake, behaviour and performance of small
ruminants. Acta Universitatis agriculturae Sueciae, 2006: 32

Van Niekerk Al, Greenhalgh JFD, Reid GW (1973) Importance of palatability in determining the feed
intake of sheep offered chopped and pelleted hay. Br J Nutr. 30(1): 95-105

Lampiran