Anda di halaman 1dari 7

FOSFORILASI OKSIDATIF

 Terjadi di membran inner mitokondria


 NADH dan FADH2 digunakan untuk mereduksi O2 dan menghasilkan ATP
 Rantai transpor elektron merupakan serangkaian protein yang menerima elektron dari
NADH dan FADH2 dan mentransport elektron sepanjang inner membran hingga
akhirnya menuju akseptor terakhir yaitu Oksigen

 Aliran elektron menimbulkan adanya arus listrik sehingga memungkinkan untuk


melakukan beberapa proses, salah satunya memompa proton ke intermembran,
menyebabkan adanya gradien proton
 Distribusi H+ yang tak sama menyebabkan pergerakan ion H+ secara spontan kembali
ke matriks. Aliran tersebut membantu pembentukan ATP
 Rantai transportasi elektron terdiri dari 4 protein kompleks besar
1. Kompleks I
 Dikenal juga NADH dehidrogenase atau NADH oksidoreduktase
 Terdiri dari 46 polipetida (wow, super gede banget)
 Berfungsi menerima elektron dari NADH dan sebagai pompa proton
 Bentuknya L (horizontal di membran, vertikal di matrix)
 NADH memberikan 2 elektron ke penerima yang ada di bagian vertikal yaitu
FMN (flavin mononukleotida). FMN tereduksi menjadi FMNH2
 Sebenarnya elektronnya gak langsung terikat dg FMN tapi butuh 2 H+, jadi
nanti yang terikat adalah atom hidrogen

 Elektrong bergerak sepanjang grup Fe-S dan di transfer ke coenzim Q


(ubiquinon). Q juga menyerap dua proton dan terbentuk ubiquinol (QH2), yg
merupakan bentuk tereduksi
 Akibat elektron bergerak, timbul aruslistrik yang dapat melakukan suatu proses,
dalam hal ini memompa 4 proton menyebabkan terjadinya gradien proton
2. Kompleks II
 Dikenal juga suksinat reduktase
 Mengambil elektron dari FADH2
 Di dalamnya terkandung suksinat dehidrogenase, yang digunakan juga untuk
TCA. Jadi FADH2 yang dihasilkan di TCA tetap melekat pada kompleks protein
dan memberi 2 elektronnya kepada Fe-S yang selanjutnya di transfer ke Q dan
Q berubah mjd QH2
 Komplek II tidak memompa proton. Inilah alasan ATP yang terbentuk dari
FADH2 lebih sedikit daripada dari NADH (tapi kenapa ya? Padahal kan ada
aliran elektron)

 QH2 baik dari Kompleks I dan II akan dibawa ke kompleks III

3. Kompleks III
 Dikenal sebagai Q-sitokrom C oksidoreduktase atau sitokrom reduktase
 Tersusun atas 11 polipeptida
 Terdapat 2 struktur penting
a. Sitokrom C1 (mengandung satu heme) [beda dg citokrom c]
b. Sitokrom b (mengandung 2 heme)
c. Rieske center (grup 2Fe-2S)
 Proses perjalanan elektron dari QH2 ke sitoktrom C disebut Q-cycle yang
terdiri dari 2 siklus kecil
a. Siklus I

Penting !
Cyt c hanya dapat
mengikat 1 e,
QH2 dapat mengikat 2 e
 Ketika QH2 menempel kompleks III, 2 proton akan terpompa ke
intermembran dan dua elektronnya mengikuti dua jalur yang berbeda
 Satu elektron ke rieske center, satu elektron ke sitokrom b
 dari rieske center, elektron bergerak ke Cyt c1. Proses yangterjadi
adalah reduksi Fe3+ menjadi Fe2+ (ingat tadi di cyt c1 ada heme)
Fe3+ + e Fe2+
 elektron pada heme dar sitokrom c1 bergerak ke heme dari sitokrom c
 sitokrom c1 lepas dan mengikuti aliran di intermembran yang nantinya
nempel ke kompleks IV
 elektron kedua bergerak ke cyt b sebelum diambil oleh Q (Q disini beda
dengan Q dari bentuk tereduksi QH2 saat QH2 berikatan dg kompleks
III, Jadi emang ada tambahan Q di kompleks III) sehingga menjadi Q
radikal (semi-quinon radical ion, Q )
Sitokrom yang ini
b. Siklus II
beda dg sitokrom
yg di siklus I. Jadi
ada penempelan
cyt c lagi
(reattachment)

 Masih inget kan sebenarnya ada 2 QH2 yang dihasilkan. Nah QH2 yang
pertama digunakan untuk siklus I nah satunya lagi digunakan untuk
siklus yang kedua
 Tahap yang terjadi pada siklus II sama, Cuma bedanya itu di jalur kedua
elektron bergerak. Setelah elektron ditangkap oleh cyt b, maka nanti
elektron diambil oleh Q (dari siklus I) sehingga dihasilkan Q
 Q ini akan membentuk QH2 dengan mengambil 2H+ dari matriks
 QH2 lepas dari komples III dan bisa masuk lagi ke kompleks III
 JADI intinya tuh buat recycle gitu
4. Kompleks IV
 Disebut juga sitokrom c reduktase
 Fungsi : mentransfer elektron dari cyt c tereduksi ke oksigen
 Kompleks IV mengandung : 2 heme grup (heme a dan heme a3) dan 3 atom
Cu (Cua/Cua center dan Cub)
 Tahap 1. 2 cyt c memberikan semua elektronnya (2e). Satu elektron ada yang
ke Cub, satunya lagi berhenti di heme a3. Terjadi reduksi Cu2+ mjd Cu+
Cu2+ + e Cu+
 Tahap 2. Oksigen dapat terikat diantara heme a3 dan Cub membentuk
jembatan peroksida (peroxide bridge)
 Tahap 3. 2 cyt c lagi akan teroksidasi untuk mentrasfer 2 elektron lagi. Dalam
waktu yang bersamaan, 2 proton dari matriks membantu memutus jembatan
peroksida menjadi senyawa hidroksi
 Tahap 4. 2 proton dari matriks masuk dan mengoksidasi heme a3 dan Cub
menjadi keadaan awalnya dan terbentuk molekul air.

Kesimpulan : 4 cyt c(reduced) + 8H+N + O2 4 cyt c(oxidized) + 2H2O + 4H+P

Ingat ! N : dari matriks (full negatif), P : di intermembran (full positive)

 ATP Synthase (sering disebut kompleks V)


 menghasilkan ATP dan menggunakan gradien proton untuk melepaskan ATP ke
matriks
 Struktur : terdiri dari 2 bagian besar yaitu daerah F0 dan F1
 Daerah F1 (cataytic unit)
 Daerah ini ada di matriks dan terdiri dari 5 tipe rantai polipeptida : alfa, beta,
gama, delta, dan epsilon
 Terdapat 3 alfa dan 3 beta yang membentuk struktur cincin heksamerik α3β3
yang berfungsi mengkatalisis pembentukan ATP
 ε dan γ berkombinasi membentuk central stalk dimana strukturnya
memanjang, ada yang di dalam cincin heksamerik, ada juga yang di F0.
Stalknya nanti berotasi dan menstimulasi pembentukan ATP
 δ akan membantu menopan cincin heksamerik agar diam dan mencegahnya
berotasi. Selain itu juga menghubungkan F1 dg F0
 Daerah F0 (pompa proton)
 Daerah yang hidrofobik dan terletak di inner membran
 Mengandung : 10-14 subunit C yang membentuk cincin sebagai saluran
proton, subunit a yang mengatur transpor proton, dan subunit b
 Jadi F0 dan F1 dihubungkan oleh Tangkai εγ dan lengan yang terbentuk antara
subunit a, b, dan delta

MEKANISME ATP SYNTHASE

 Ingat, di F1 ada cincin heksamerik. Cincin tersebut bertanggung jawab atas


1. Mengikat ADP dan Pi
Tidak membutuhkan proton
2. Mengkatalisis pembentukan ATP
channel (saluran proton)
3. Melepaskan ATP --- butuh

 Meskipun subunit alfa bisa mengikat ATP, tapi sebenernya subunit alfa tidak
memainkan peran dalam proses katalitik
 Subunit betalah yang melakukan semua reaksi. Dapat mengikat ADP dan Pi,
menyintesis ATP, dan mengeluarkan ATP. Subunit beta bisa ada dalam satu dari tiga
konformasi
1. Tense state : ADP dan Pi dibawa sangat dekat sehingga dapat bertemu dan
membentuk ATP
2. Loose state : ADP dan Pi terjebak dan tidak bisa keluar, tetapi jaraknya tidak
berdekatan shg tidak membentuk ATP
3. Open state : ATP yang terbentuk dilepaskan. ADP dan Pi nempel lagi
Ingat, cincin heksamerik tidak berputar, yang
berputar subunit gama. Perputaran itu
menyebabkan konformasi subunit beta berubah.

Tahap 1. Ketika ADP dan Pi ada di T-state, maka


terbentuk ATP. Subunit gama muter 120o
sehingga T-state berubah mjd O-state

Tahap 2. ATP yg terbentuk skrg di O-state kan,


makanya lepas. Trus yang awalnya L-state kan
jadi T-satet, maka ADP sama Pi akan diubah mjd
ATP. Trus yang awalnya O-state kan jadi L-state,
nah ADP dan Pi terjebak gak bisa lepas lagi

Tahap 3. Kan tadi O-statenya nglepas, maka dia


nerima lagi. Nah nanti subunit gamma muter lagi
120o. Maka proses 1-3 diulang lagi

https://youtu.be/xbJ0nbzt5Kw

PERGERAKAN PROTON DALAM ATP SYNTHASE

 Struktur subunit a mengandung 2 gugus


hidrofilik yang hanya menjangkau setengan
membran (half-channel)
 Sat half channel membuka pada sisi matriks,
satunya lagi ke intermembran
 Di pusat setiap subunit c terdapat residu
aspartat yang bermuatan negatif sehingga
mampu menarik proton dalam keadaan asam
 Berikut mekanisme reaksinya :
1. H+ akan masuk ke half channel yang menghadap intermembran dan akan terikat
oleh aspartat
2. Karena subunit C berputar, maka H+ yang terikat akan meninggalkan half chanel
yang menghadap ke intermembran. Sedangkan half chanel yang menghadap
matriks akan terisi H+ (kok bisa Hnya lepas?)
3. H+ akan dikeluarkan ke matriks