Anda di halaman 1dari 17

BAB II

PENGELOLAAN SUMBER DAYA INFORMASI

Pokok Bahasan

1. Pengertian manajemen informasi


2. Pengertian manajer dan sistem
3. Data versus informasi
4. Evolusi sistem informasi yang berbasis komputer

Pendahuluan

Keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuannya sangat tergantung


pada kemampuan orang yang mengelola organisasi tersebut. Manajemen sebagi suatu
metode yang mengatur, mengelola organisasi dapat diartikan sebagai seni
melaksanakan sesuatu melalui orang. Jika manajemen suatu organisasi baik maka
akan meningkatkan kemakmuran suatu negara.

Dalam menjalankan tugasnya, para manajer memerlukan informasi, karena


adanya perbedaan tugas maka informasi yang diperlukan juga akan berbeda.
Perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya periode waktu, tingkat ketidakpastian,
tipe informasi, dasar kebutuhan informasi dan bentuk pelaporan. Sehingga dapat
dikategorikan bahwa informasi adalah salah satu jenis sumberdaya utama, dan
termasuk dalam kategori sumberdaya konseptual.

Jenis sumberdaya utama lainnya, dalam kategori sumberdaya fisik, yaitu;


manusia, material, mesin (termasuk fasilitas dan energi) dan uang. Sumberdaya fisik
yang berada pada organisasi biasanya terbatas dan bisa habis atau punah. Sedangkan

1
sumberdaya informasi bersifat “tidak” akan pernah habis. Sehingga semua
sumberdaya, baik fisik maupun konseptual harus disinergikan. Oleh karena itu tugas
dari manajer adalah mengarahkan penggunaan semua sumberdaya agar dapat
dimanfaatkan secara efektif.

2.1 Pengertian Manajemen Informasi

Sebagai tindak lanjut dari tugas manajer , maka perlu adanya usaha penataan
sumberdaya (manajemen sumberdaya) termasuk didalamnya manajemen informasi,
yakni:

1. Sumberdaya harus disusun sedemikian rupa sehingga setiap saat diperlukan


dapat segera dimanfaatkan perlu dilakukan modifikasi,
2. Sumberdaya harus dimanfaatkan semaksimal mungkin,
3. Sumberdaya harus selalu diperbaharui.

Manajer memastikan bahwa data mentah yang diperlukan terkumpul dan


kemudian diproses menjadi informasi yang berguna. Kemudian manajer memastikan
bahwa orang yang layak dalam organisasi menerima informasi tersebut dalam bentuk
yang tepat pada saat yang tepat sehingga informasi tersebut dapat dimanfaatkan.
Akhirnya manajer membuang informasi yang tidak berguna lagi dan
menggantikannya dengan informasi yang terkini dan akurat. Seluruh aktivitas
tersebut memperoleh informasi, menggunakannya seefektif mungkin dan
membuangnya pada saat yang tepat, disebut sebagai manajemen informasi.

Munculnya paradigma baru yaitu berupa informasi yang termasuk dalam


sumberdaya utama organisasi akan mendorong usaha terhadap manajemen informasi.
Perhatian terhadap manajemen informasi tersebut antara lain disebabkan oleh:

2
 Peningkatan kompleksitas kegiatan bisnis :
1. Pengaruh ekonomi internasional; perusahaan-perusahan besar/kecil
semua terkena pengaruh ekonomi yang dapat bersumber dari
belahan dunia manapun. Pengaruh tersebut terlihat pada nilai
relatif mata uang tiap negara,
2. Persaingan tingkat dunia (globalisasi); persaingan tidak lagi terjadi
dalam wilayah geografisnya, nampak pada nilai impor dari luar
negeri. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya perjanjian antar
negara berupa APEC, AFTA, WTO, dan lain-lain,
3. Peningkatan kompleksitas teknologi; berbagai macam teknologi
dalam kehidupan ini telah banyak diterapkan bar-code scanners di
pasar swalayan, sistem pemesanan penerbangan, Automated Teller
Machine (ATM), Closed Circuit Television (CCTV) di gedung-
gedung parkir, dll,
4. Waktu yang terbatas; semua tahap operasi bisnis saat ini
dilaksanakan dengan lebih cepat daripada sebelumnya. Sehingga
muncul aktivitas pemasaran secara jarak jauh melalui telepon
(telemarketing) maupun internet (e-commerce). Selain itu dijumpai
pula penjadualan pengiriman material produksi agar tiba tepat
waktu (just in time),
5. Kendala sosial; pada kenyataan terdapat produk dan jasa yang
tidak diinginkan oleh masyarakat. Hal tersebut disebabkan oleh
adanya keputusan bisnis yang hanya didasarkan pada faktor-faktor
ekonomis dengan mengabaikan perhatian atau pertimbangan
terhadap keuntungan dan biaya sosial. Misalnya aktivitas perluasan
pabrik, pembuatan produk baru, tempat penjualan baru, dan
aktivitas serupa lainnya harus juga mempertimbangkan.
(Purnama,2016)

3
 Peningkatan kemampuan komputer, manajemen data dan komunikasi :
1. Trend manajemen data
 Ditinjau dari segi teknik manajemen
File management dan organization hanya untuk satu aplikasi
tertentu  untuk beberapa aplikasi  untuk corporate data
files (diperlukan database sistem) perlu dibuat data dictionary,
bukan hanya sekedar data definitions,
 Ditinjau dari segi pengelolaan data
Terjadi pergeseran model pengolahan data, yang tadinya
dilakukan secara tersentralisasi (terpusat) kini menjadi
pengolahan data terdesentralisasi atau pengolahan terdistribusi.
Artinya setiap komputer yang terhubung pada jaringan dapat
melakukan pengolahan data sesuai dengan kebutuhan masing-
masing,
 Ditinjau dari segi asal data
Berdasarkan asal data yang akan diolah, yang kebanyakan
berasala dari data internal kini bergeser dengan melibatkan
data eksternal,
 Ditinjau dari segi jenis data
Pengolahan data dilakukan berdasarkan data yang
dikumpulkan sehingga menghasilkan informasi. Dengan
perkataan lain, yang dulunya hanya melakukan pertukaran data
antar organisasi atau unit organisasi, terus meningkat menjadi
pertukaran informasi (yang merupakan hasil pengolahan dari
data). Selanjutnya bergerak menjadi pengolahan yang berbasis
ilmu pengetahuan atau sistem pakar (knowledge system atau
expert system) sehingga akan menjadi intellectual capital.
(Purnama,2016)

4
Alasan perlu diberikan perhatian pada manajemen informasi:

a. Kompleksitas kegiatan bisnis meningkat


 Pengaruh ekonomi internasional,
 Persaingan dunia,
 Kompleksitas teknologi yang semakin meningkat,
 Batas waktu yang singkat,
 Kendala-kendala sosial.
b. Kemampuan komputer yang semakin baik
Pemakai semakin tahu bagaimana ‘mendayagunakan’ komputer
untuk membantu pekerjaannya.

2.2 Pengertian Manajer

Semua proses /aktifitas manajemen diatas diterapkan dalam suatu organisasi


dan orang yang bertugas dan berwewenang menjalankannya disebut “manajer”

Sumber Daya Fisik


1. Man /Manusia,
2. Material (bahan baku),
3. Mesin (termasuk fasilitas lain & energi),
4. Money /Uang,
5. Market (pemasaran).

Sumber Daya Konseptual


1. Method (metode),
2. Informasi.

5
Tugas Manajemen meliputi:

1. Manajer mengelola sumber daya fisik juga sumber daya


konseptual,
2. Sumber daya fisik dan mencakup pengelolaan sumber daya
konseptual. Pengelolaan sumber daya fisik akan dikelola setelah
ada /diperoleh. Agar saat diperlukan sumber daya tersebut siap
digunakan secara maksimal, bila perlu diganti sebelum usang dan
tidak efesien/efektif lagi untuk digunakan. Contoh: up-grade
mesin, pengrekutan karyawan baru, dan sebagainya,
3. Mendapatkan data mentah lalu mengolahnya sehingga
menghasilkan informasi yang berguna, setelah itu informasi
dimanfaatkan secara efektif untuk membuat kebijaksanaan
/keputusan,
4. Harus memiliki data & informasi yang terbaru (up to date & real
time) sehingga informasi yang lama segera diganti dengan yang
terbaru.(Munawir 2018)

2.2.1 Pengguna Sistem Informasi

Pengguna pertama output komputer adalah para karyawan administrasi di bidang


akuntansi. Beberapa informasi, seperti yang dihasilkan sebagai produk sampingan
dari aplikasi akuntansi, juga tersedia untuk para manajer. Ketika perusahaan
menerapkan konsep SIM, penekanaan akan bergeser dari data menuju ke informasi
dan dari perusahaan administrasi ke pemecahan masalah. Sistem dikembangkan
khusus untuk mendukung dalam pemecahan masalah. Meskipun istilah sistem
informasi manajemen terdengar kebalikannya, manajer bukanlah satu-satunya
pemilik SIM; nonmanajer dan staf profesional menggunakan pula hasil outputnya.
Akan tetapi, kita akan mengatur penggunaan SIM oleh manajer. Alasan dibalik

6
pendekatan ini adalah bahwa Anda adalah calon manajer, dan tujuan dari buku ini
adalah unyuk menyiapkan Anda menggunakan sumber daya komputer perusahaan
sehingga Anda dapat menjadi manajer yang berhasil.(McLeod,2009)

2.2.2 Manajer Sebagai Pengguna Penting Sistem Informasi

Penting artinya bagi pihak pihak yang membahas sistem informasi untuk
mempertimbangkan tingkat manajer, karena sistem ini akan dapat memengaruhi baik
itu sumber informasi maupun informasi yang akan disajikan. Selain tingkat
organisasi, manajer dapat ditemukan di berbagai bidang bisnis. Tiga bidang bisnis
profesional, produksi, dan keuangan. Belakangan ini dua area tambahan telah
dianggap memiliki arti yang cukup penting, sumber daya manusia dan layanan
informasi.

Karena manajer adalah individu, kebutuhan informasi yang mereka miliki juga
sangat beragam. Namun beberapa kerangka yang bermanfat telah dikembangkan
sehingga memungkinkan kita berfokus pada peran informasi dalam pemecahan
masalah. Sistem informasi bermutu tinggi tidak dapat dikembangkan kecuali
profesional sistem informasi dan manajer memahami kerangka manajerial yang
menjadi dasar dari organisasi-organisasi modern.(McLeod,2009)

2.2.3 Pengertian Sistem

Suatu sistem dapat didefinisikan dengan sekumpulan/grup dari bagian


komponen apapun baik fisik yang slaing berhubungan satu sama lain untuk mencapai
satu tujuan. Berarti kalau tidak ada tujuan maka tidak ada sistem. Contoh yang
menggambarkan kumpulan sistem yang terdapat diperusahaan, komponen komponen
yang termasuk disini adalah orang, mesin, bangunan, bagian akutansi, bagian
pemasaran yang semua berhubungan satu sama lain dalam berbagai cara untuk

7
memajukan perusahaan. Dari komponen komponen sebuah sistem bisa kita sebut
dengan subsistem.

Dalam mencapai tujuan sering dihadapkan dengan kejadian yang tidak


diharapkan. Untuk mengantisipasi tersebut saat sistem dikembangkan, dibangun pula
sistem pengendalian untuk mempermudah manajemen sistem organisasi agar berjalan
sesuai dengan yang diharapkan.

Menurut Yakub (Pengantar Sistem Informasi: 2012) dapat diklasifikasikanan


dari beberapa sudut pandang klasifkasi di antaranya : sistem abstrak, sistem fisik,
sistem tertentu, sistem tak tentu, sistem tertutup, dan sistem terbuka.

 Sistem abstrak, adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide


yang tidak tampak secara fisik. Sistem yang berisi gagasan tentang
hubungan manusia dengan Tuhan,
 Sistem fisik, adalah sistem yang ada secara fisik. Contohnya sistem
komputerisasi, sistem akuntansi, sistem produksi, sistem pendidikan,
sistem sekolah, dan lain sebagainya,
 Sistem tertentu, adalah sistem dengan operasi tingkah laku yang
dapat diprediksi, interaksi antara bagian dapat dideteksi dengan pasti
sehingga keluaranya dapat diramalkan,
 Sistem tak tentu, adalah suatu sistem yang kondisi masa depannya
tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas,
 Sistem tertutup adalah sistem yang tidak dapat bertukar materi,
informasi, atau energi dengan lingkungan. Sistem ini tidak
berinteraksi dan tidak dipengaruhi dengan lingkungan,
 Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dengan lingkungan
dan dipengaruhi oleh lingkungan. Contohnya perdagangan.
(Fauzi,2013)

8
Sistem memiliki ciri-ciri yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

a. komponen suatu sistem harus memiliki beberapa elemen atau


unsur-unsur atau unit-unit yang tersendiri namun akan terintegrasi
dengan sistem tersebut, seperti paru-paru dalam sistem pernafasan,
b. Boundary adalah batas sistem suatu sistem tentunya harus berbeda
atau terpisah dengan sistem lain atau lingkungan diluar sistem,
c. Environment adalah lingkungan luar, sisi /bagian yang bukan
termasuk kedalam suatu sistem,
d. Interface atau connector /penghubung antar elemen luar dengan
sistem,
e. Input masukan yang akan diproses oleh sistem,
f. Proses pengolah, sistem harus memiliki unit pengolahan,
g. Output keluaran atau hasil dari pengolahan,
h. Objective suatu sistem harus memiliki sasaran atau tujuan.

2.3 Data Versus Informasi

Data terdiri atas unsur fakta(pendapat atau komentar) yang menggambarkan


beberapa objek atau kejadian.data dapat diletakkan sebagai barisan angka atau teks.
Sistem manajemen berpusat pada kumpulan data dan memberikan laporan dasar.
Sedangkan informasi menyajikan data yang telah diolah, dikelola dan digabungkan
untuk lebih berwawasan, sedangkan pengetahuan menyajikan tingkat pemahaman
yang lebih tinggi. Sistem yang berdasarkan pengetahuan dibentuk secara otomatis
untuk menganalisis data mengetahui pola-pola dan membuat keputusan.

Data terdiri atas fakta dan bilangan yang secara relatif tidak berarti untuk
seorang pemakai, sedangkan fakta menurut Anton M Meolijono(1990:239) adalah

9
keadaan atau peristiwa yang merupakan kenyataan atau sesuatu yang benar terjadi.
Informasi adalah data yang diolah atau data yang berarti. Contoh : angka 172653
angka tersebut tidak berarti dan tidak memiliki nilai jika berdiri sendiri sebab itu
hanyalah data. Sekarang kita tambahkan pernyataan berikut ini: telp :172653. Maka
data tersebut akan menjadi infromasi.(Gaol,2008)

Perubahan data menjadi informasi dilakukan oleh pengelola informasi.


Pengelola informasi adalah salah satu elemen kunci dalam sistem konseptual.
Pengolah informasi dapat meliputi elemen komputer, nonkomputer, atau kombinasi
keduanya (Sunyoto,2014)

Jadi dari definisi di atas berikut adalah beberapa perbedaan dari data dan
informasi:

Data:
1. Data tidak memiliki makna apapun ketikan sebelum diolah,
2. Data berbentuk fakta, rincian, dan bentuk pengamatan (observasi),
3. Bagi orang awam data tidak dapat dipahami maksudnya.

Informasi:

1. Informasi sudah memiliki makna tertentu karena sudah diolah,


2. Pengolahan infromasi menggunakan berbagai teknik sehingga
menghasilkan informasi,
3. Bagi orang awam ketika membaca, maka mereka akan mampu
memahami arti dari informasi tersebut.

2.3.1 Komputer Sebagai Elemen Dalam Sistem Informasi

Sistem informasi merupakan kumpulan dari sub-subitem yang saling


berhubungan satu sama lain, dan berkerja sama secara harmonis untuk mencapai satu
tujuan, yaitu mengolah data menjadi informasi yang berguna. Sub-item tersebut

10
adalah pengelompokan dari komponen yang lebih kecil, dan bergantung pada
interpretasi mereka.

Karena di dalam suatu sistem informasi kalau salah satu unsur tidak ada,
maka sistem informasi tidak akan terwujud terlepas dari pengelompokan tersebut.
Komponen komponen sistem informasi sebagai berikut:

1. Perangkat keras(hardware),
2. Perangkat lunak(software),
3. Manusia(brainware),
4. Prosedur(procedure),
5. Basis data (database),
6. Jaringan komunikasi(communication network).

Salah satu pengelompokan lainya adalah:

1. Data(data),
2. Orang orang(brainware),
3. Aktivitas(activies),
4. Jaringan (network),
5. Teknologi(technology).

Menurut George M. Scott bahwa sifat SIM adalah:

a. Merupakan sistem yang komprehensif,


b. Sistem terkoordinasi,
c. Memiliki subsistem informasi,
d. Sistem yang terintergrasi secara rasional,
e. Mengubah data menjadi informasi dengan berbagai macam cara,
f. Meningkatkan produktivitas,
g. Sesuai dengan gaya dan karakteristik manajer,
h. Menggunakan kriteria kualitas yang telah ada.

11
Sebagaimana SIM yang dikembangkan di lingkungan divlat Telkom selama
ini menunjukan bahwa operasional SIM oleh pimpinan dan staf disesuaikan dengan
perencanaan SIM yang telah disusun sebelumnya. Semua program tersebut mengacu
pada pencapaian tingkat kualitas output informasi yang dibutuhkan. Dimaksudkan
bahwa SIM yan telah dijalankan dengan tujuan memenuhi tuntutan peningkatan
kualitas kerja atau produktivitas kerja terutama pada aspek infromasi untuk
pengambilan keputusan.

Dalam pengembangan SIM benuk keterlibatan manusia ada tiga bentuk yaitu: a)
keterlibatan rendah; b) keterlibatan sedang; keterlibatan tinggi. Dari ketiga tersebut,
manusia memiliki peran penting dalam pengembangan SIM sebagai brainware
sebagaimana dilakukan oleh divlat Telkom menunjukan bahwa faktor manusia sangat
diperhatikan dalam pengembangan SIM.(Fauzi,2013)

2.3.2 Upaya Pencapaian Sistem Informasi Berbasis Komputer

Upaya pencapaian sistem informasi berbasis komputer yang menggunakan


end user computing yaitu pengembangan sistem informasi berbasis komputer yang
dilakukan oleh pemakai sendiri. Perusahaan yang menggunakan komputer menyadari
perlunya membentuk unit organisasi sendiri yang terdiri dari spesialis yang
bertanggung jawab. Para spesialis informasi (information specialist)adalah pegawai
perusahaan yang sepenuh waktu bertanggung jawab mengembangkan dan
memelihara sistem informasi berbasis komputer.

Ada lima spesialis informasi, yaitu:

a. Analisis sistem, bekerja sama dengan pemakai mengembangkan sistem


baru dan memperbaiki sistem yang ada sekarang.
b. Pengelola database, bekerja sama dengan pemakai dan analisis sistem
menciptakan data base yang berisi data yang diperlukan untuk
menghasilkan informasi bagi pemakai.

12
c. Spesialis jaringan, bekerja sama untuk membentuk jaringan komunikasi
data yang menyatukan berbagai sumber daya komputer yang tersebar.
d. Programmer, menggunakan dokumentasi yang disediakan oleh analisis
sistem untuk membuat kode intruksi yang menyebabkan komputer
mengubah data menjadi informasi yang diperlukan
e. Operator, mengoperasikan peralatan komputer berskala besar seperti
mainframe komputer mini

Gambar 2.1 Pengembangan Sistem Informasi Berbasis Komputer yang Dilakukan


oleh Pemakai

Peranan information specialist berubah, dari sebagai pengembangan menjadi


hanya sebagai konsultan. Computer Based Information System(CBIS) identik dengan
organisme hidup, yaitu: lahir, tumbuh, matang, dan mati.pengembangan CBIS
mengikuti sistem life cycle(SLC), yang terdiri dari:

1. Perencanaan,
2. Analisis,
3. Rancangan,
4. Penerapan,
5. Penggunaan. (Fauzi,2013)

13
2.4 Evolusi Sistem Informasi Berbasis Komputer

Sistem infomasi mula berkembang pada tahun 1960 sebagai akibat dari makin
meningkatnya kecepatan dan kekuatan komputer. Penambahan kekuatan dan
kecepatan ini telah mendorong para manajer untuk tidak menggunakan komputer
sebagai alat untuk mempercepat dan meningkatkan akurasi pengolahan data, tetapi
manajer berpikir bahwa kecepatan dan akurasi harus berkualiatas dapat digunakan
secara efektif.

Informasi haruslah relevan, tepat waktu, akurat , dan lengkap. Perubahan yang
terjadi dari konsep data processing sistem ke sistem informasi manajemen pada
dasarnya adalah perubahan dalam kepentingan. Saat konsep processing sistem
digunakan penekanan lebih banyak ke masalah bagaimana mempercepat pengolahan
data dan meningkatkan akurasi sedangkan pada konsep sistem informasi manajemen
penekanan lebih banyak pada kualitas informasi. Bagi perusahaan yang telah
menerapkan prosessing sistem, transisi dari processing sistem ke sistem informasi
manajemen secara konsep dilakukan dengan menambahkan suatu aplikasi sistem
informasi manajemen yang dapat mengolah data hasil processing sistem secara
terpadu menjadi informasi.

Bagi perusahaan yang belum menerapkan processing sistem hal di atas sulit
dilakukan bagi kelompok perusahaan ini, pengembangan sistem informasi
manajemen harus diawali dengan pengembangan processing sistem atau sistem
pengolahan transaksi(SPT) yang memiliki fungsi, yaitu mengola data tentang
aktivitas transaksi perusahaan sehari- hari di berbagai fungsi organisasi.

Pada periode selanjutnya dengan meningkatnya kemampuan komputer dan


kebutuhan para manajer maka berkembang pula konsep lainya selain konsep sistem
informasi manajemen (SIM), yaitu konsep sistem manajemen database
(SMDB/DBMS), sistem informasi perkantoran atau otomatisasi perkantoran
(SIP/OA), sistem pendukung keputusan (SPK/DSS), sistem pakar (SP/ES), sistem
informasi sistem(SIS). (Fauzi,2013)

14
2.4.1 Tahap Evolusi Sistem Informasi Berbasis Komputer

Menurut Raymond McLeod(2001) ada beberapa tahap evolusi sistem informasi


berbasis komputer yaitu meliputi:

1. Fokus awal pada data/ database


Selama abad pertama, perusahaan umumnya mengabaikan kebutuhan
informasi para manajernya. Praktik ini diteruskan dengan komputer generasi
pertama yang terbatas untuk aplikasi akutansi. Nama yang diberikan untuk
aplikasinya adalah pengolah data elektronik (electronic data processing =
EDP) atau yang sekarang dikenal dengan data processing (DP). Sistem ini
untuk menggambarakan sistem yang memproses aplikasi pengolah data
perusahaan.
2. Fokus baru pada informasi
Dimulai pada tahun 1964 diperkenalkan satu generasi baru alat perhitungan
yang mempengaruhi cara penggunaan komputer. Konsep penggunaan
komputer sebagai sistem infromasi manajemen, dipromosikan oleh komputer
untuk mendukung peralatan baru tersebut. Konsep sistem informasi
manajemen menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan dengan
tujuan utama untuk menghasilkan informasi manajemen. Konsep ini segera
diterima oleh perusahaan besar.
3. Fokus revisi pada pendukung keputusan
Sintem pendukung keputusan (Decision Support System=DSS) yaitu sistem
pengahasil informasi yang ditujukan pada satu masalah tertentu yang harus
dipecahkan oleh manajer dan keputusan yang harus dibuat manajer. Manajer
tersebut dapat berada di bagian manapun dalam organisasi.

15
4. Fokus sekarang pada komunikasi
Pada saat DSS berkembang, perhatian juga difokuskan pada aplikasi
komputer yang lain, yaitu otomatisasi kantor (Office Automation= OA).
Otomatisasi kantor ini memudahkan komunikasi dan meningkatkan
produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan
alat alat elektronik. OA telah berkembang meliputi beragam aplikasi seperti
konferensi jarak jauh, voice mail, surat elektronik, dll.
5. Fokus potensial pada konsultasi
Saat ini sedang berlangsung gerakan untuk menerapkan kecerdasan buatan
(Artificial Intelligence= AI) bagi masalah bisnis. Dimana bahwa komputer
dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama
seperti manusia. Bagian khusus dari AI adalah sistem pakar (Expert
System=ES) mendapat perhatian paling banyak. Sistem pakar adalah suatu
sistem yang berfungsi sebagai spesialis dalam suatu bidang, misalnya sistem
pakar dapat menyediakan bagi seorang manajer sebagai bantuan yang sama
seperti yang diberikan oleh seorang konsultan manajemen.(Sunyoto,2014)

Rangkuman

Manajemen informasi adalah proses pengumpulan data, pengolahan data,


penyimpanan data, pengarsipan data, dan penghapusan data yang tidak perlu.
Manajemen informasi sangat diperlukan dalam pengembangan sistem informasi
manajemen guna memajukan perusahaan. Selain itu peran penting manajer dalam
menjalankan tugasnya untuk memanajemen data yang di terima dengan benar
sehingga menghasilkan sebuah informasi.

Perkembangan sistem informasi diikuti dengan perkembangan komputer yang


memilik kekuatan dan kecepatan memproses data. Penambahan kekuatan dan
kecepatan ini telah mendorong para manajer untuk tidak menggunakan komputer
sebagai alat untuk mempercepat dan meningkatkan akurasi pengolahan data, tetapi

16
manajer berpikir bahwa kecepatan dan akurasi harus berkualiatas dapat digunakan
secara efektif. Faktor ini juga mempengaruhi perkembangan sistem informasi yang
berbasis komputer.

DAFTAR PUSTAKA

Sutabri, Tatang .2003 .Sistem informasi manajemen. Jakarta : Andi


McLeod , Raymond and George. 2008. Sistem informasi manajemen. Jakarta:
Salemba empat.
Sunyoto,D.2014.Sistem informasi manajemen perspektif organisasi.
Yogyakarta :Caps.
Darmawan,D,kunkun. 2013. sistem informasi manajemen. Bandung: Rosda.
Purnama, Chamdan. 2016. Sistem Informasi Manajemen. Mojokerto: Insan
Global
Ahmad, Lukman dan Munawir. 2018. Sistem Informasi Manajemen : Buku
Referensi. Aceh : Lembaga KITA

17