Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

IMUNISASI TT (TETANUS TOXOID) PADA IBU HAMIL


DI UPT PUSKESMAS PAHANDUT PALANGKA RAYA

Disusun untuk memenuhi Tugas Praktik Klinik Keperawatan Maternitas


Dosen Pengajar Ibu Ns. Aida Kusnaningsih,M.Kep.,Sp.Kep.Mat
Pembimbing Klinik Bapak Budi Paryanto,Amd Kep,SKM

Disusun Oleh :

Mega Sonia Vera


(PO.62.20.1.17.336)

POLTEKKES KEMENKES PALANGKA RAYA


DIV KEPERAWATAN REGULER IV
2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik :Imunisasi
Sub pokok bahasan :Imunisasi TT (Tetanus toxoid) pada ibu hamil
Waktu :15 menit
Sasaran : Ibu Hamil (Ny.H)
Tempat : Rumah Ny. H ( Jl. Dr.Murjani Gang Sari 45)

I. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM


Setelah mengikuti pertemuan ini, ibu hamil dapat memahami pentingnya imunisasi
TT.

II. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS


1. Menjelaskan pengertian dan manfaat dari imunisasi TT
2. Diharapkan ibu dapat memahami pentingnya imunisasi TT, manfaat imunisasi
TT, jumlah dosis imunisasi TT, efek samping imunisasi TT, serta mengetahui
tempat pelayanan untuk mendapatkan imunisasi TT.

III. MATERI
1. Definisi imunisasi TT
2. Manfaat Imunisasi TT
3. Jumlah dosis imunisasi TT
4. Efek samping imunisasi TT
5. Tempat pelayaanan untuk mendapatkan imunisasi TT

IV. METODE
1. Ceramah
2. Tanya Jawab

V. MEDIA
Leaflet
VI. KEGIATAN PENYULUHAN

No. MATERI KEGAIATAN WAKTU


1. Pembukaan  Membuka pertemuan dengan 5 menit
mengucapkan salam
 Memperkenalkan diri sendiri
 Menjelaskan tujuan umum dan
tujuan khusus pertemuan kali ini
 Menyampaikan waktu / kontrak
waktu yang akan digunakan dan
mendiskusikan
 Memberikan sedikit gambaran
mengenai informasi yang akan
disampaikan pada hari ini
2. Pelaksanaan  Menjelaskan definisi 10 menit
imunisasi TT, manfaat imunisasi
TT, Jumlah dan dosis imunisasi
TT, Efek samping imunisasi TT,
Tempat pelayanan untuk
mendapatkan imunisasi TT
 Menyimpulkan
seluruh materi yang telah
diberikan
3. Evaluasi :  Membuka sesi tanya 20 menit
jawab kepada ibu hamil
 Ibu hamil dapat
mengulang kembali apa yang
telah dijelaskan tadi
4. Terminasi :  Mengakhiri 5
pertemuan. Pembicaraan
mengucapkan terima kasihatas
perhatian peserta
 Mengucapkan salam
penutup
VII. KRITERIA EVALUASI
1. Peserta tahu tentang Pengertian penyakit tetanus
2. Peserta tahu tentang Manfaat Imunisasi TT Ibu hamil
3. Peserta tahu tentang Jumlah dan dosis pemberian imunisasi TT untuk ibu hamil
4. Peserta tahu tentang Umur kehamilan mendapat imunisasi TT
5. Peserta tahu tentang Jarak pemberian imunisasi TT1 dan TT2
6. Peserta tahu tentang Efek samping imunisasi TT dan Tempat pelayanan untuk
mendapatkan imunisasi TT

VIII. Kriteria Penilaian


1. Evaluasi Struktur
a. Tempat siap
b. Perencanaan pendidikan kesehatan yang sesuai dan tepat
2. Evaluasi proses :
a. Alat dan tempat bisa di gunakan sesuai rencana
b. Peserta bersedia untuk mengikuti kegiatan yang telah direncanakan.
3. Evaluasi hasil :
a. Semua peserta bisa menyebutkan tentang imunisasi pada ibu hamil
b. Semua peserta penyuluhan bisa menyebutkan Jumlah dan dosis pemberian
imunisasi TT untuk ibu hamil
c. Peserta tahu tentang Umur kehamilan mendapat imunisasi TT
d. Peserta tahu tentang Jarak pemberian imunisasi TT1 dan TT2
e. Peserta tahu tentang Efek samping imunisasi TT dan Tempat pelayanan
MATERI PENYULUHAN

A. DEFINISI IMUNISASI TT
Imunisasi Tetanus Toksoid adalah proses untuk membangun kekebalan sebagai
upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus (Idanati, 2005).Vaksin Tetanus yaitu toksin
kuman tetanus yang telah dilemahkan dan kemudian dimurnikan (Setiawan, 2006).
Penyakit tetanus adalah penyakit yang disebabkan oleh racun kuman Clostridium
tetani. Penyakit ini sangat berbahaya, karena dapat menimbulkan kejang dan kegagalan
pernapasan, yang berujung pada kematian.
Pada dasarnya siapa saja dapat terkena penyakit tetanus.Tetapi yang paling rentan
adalah bayi baru lahir dan ibu yang melahirkan.Oleh karena itu, kelompok ini menjadi
perhatian utama pencegahan penyakit tetanus. Pencegahan tetanus pada ibu danbayi
dilakukan dengan mengimunisasi ibu yang sedang hamil.

B. MANFAAT IMUNISASI TT IBU HAMIL


1. Melindungi bayinya yang baru lahir dari tetanus neonatorum (BKKBN, 2005; Chin,
2000). Tetanus neonatorum adalah penyakit tetanus yang terjadi pada neonatus (bayi
berusia kurang 1 bulan) yang disebabkan oleh clostridium tetani, yaitu kuman yang
mengeluarkan toksin (racun) dan menyerang sistim saraf pusat (Saifuddin dkk,
2001)
2. Melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka (Depkes RI, 2000).
Kedua manfaat tersebut adalah cara untuk mencapai salah satu tujuan dari program
imunisasi secara nasional yaitu eliminasi tetanus maternal dan tetanus neonatorum
(Depkes, 2004)

C. JUMLAH DAN DOSIS PEMBERIAN IMUNISASI TT UNTUK IBU HAMIL


Imunisasi TT untuk ibu hamil diberikan 2 kali (BKKBN, 2005), dengan dosis 0,5
cc di injeksikan intramuskuler/subkutan dalam (Depkes RI, 2000).
Imunisasi TT sebaiknya diberikan sebelum kehamilan 8 bulan untuk
mendapatkan imunisasi TT lengkap (BKKBN, 2005). TT1 dapat diberikan sejak di
ketahui postif hamil dimana biasanya di berikan pada kunjungan pertama ibu hamil ke
sarana kesehatan (Depkes RI, 2000).
%
INTERVAL LAMA
ANTIGEN PERLINDUNG
(Selang Waktu Minimal) PERLINDUNGAN
AN
TT1 Pada kunjungan antenatal
-
pertama
TT2 4 minggu setelah TT1 3 tahun 80
TT3 6 bulan setelah TT2 5 tahun 95
TT4 1 tahun setelah TT3 10 tahun 99
TT5 1 tahun setelah TT4 25 tahun seterusnya 99

D. EFEK SAMPING IMUNISASI TT


Biasanya hanya gejala-gejala ringan saja seperti nyeri, kemerahan dan
pembengkakan pada tempat suntikan (Depkes RI, 2000). TT adalah antigen yang sangat
aman dan juga aman untuk wanita hamil. Tidak ada bahaya bagi janin apabila ibu hamil
mendapatkan imunisasi TT (Saifuddin dkk, 2001).
Efek samping tersebut berlangsung 1-2 hari, ini akan sembuh sendiri dan tidak
perlukan tindakan/pengobatan (Depkes RI, 2000).

E. TEMPAT PELAYANAN UNTUK MENDAPATKAN IMUNISASI TT


a. Puskesmas
b. Rumah sakit
c. Rumah bersalin
d. Polindes
e. Posyandu
f. Rumah sakit swasta
g. Dokter praktik, dan
h. Bidan praktik (Depkes RI, 2004).

F. IMUNISASI YANG DIBUTUHKAN WANITA HAMIL


1. Tetanus (Tetanus Toksoid) : vaksin ini dianjurkan pada wanita hamil untuk
mencegah tetanus neonatorum (tetanus pada bayi) dan sebaiknya diberikan pada
wanita yang tidak melengkapi 3 kali imunisasi dasar atau 10 tahun boster
2. Hepatitis B : untuk wanita dengan risiko tinggi Hepatitis B (memiliki > 1 pasangan
seksual dalam 6 bulan terakhir, memiliki riwayat Penyakit Menular Seksual,
penggunaan narkoba suntik)
3. Influenza (Inaktif) : vaksin ini dapat mencegah penyakit serius pada ibu hamil
namun sebaiknya diberikan setelah minggu ke-14.

Jenis imunisasi yang dipertimbangkan diberikan pada wanita hamil dengan pajanan
infeksi spesifik:
1. Pneumokokus : diberikan pada triwulan kedua atau ketiga pada wanita dengan risiko
tinggi infeksi pneumokokus atau dengan penyakit kronik (wanita dengan gangguan
jantung, paru, atau penyakit hati; penurunan kekebalan tubuh; diabetes)
2. Rabies : direkomendasikan bagi mereka yang terpajan dengan rabies
3. Hepatitis A : belum banyak penelitian mengenai keamanan imunisasi ini selama
kehamilan, namun risikonya rendah (karena vaksin berasal dari virus inaktif)
4. Vaksin Polio Oral & Vaksin Polio Inaktif.

Jenis imunisasi yang tidak direkomendasikan pada wanita hamil :


1. MMR (Mumps, Measles, Rubella) : merupakan kontraindikasi bagi kehamilan karena
kemungkinan risiko kelainan bawaan pada janin. Wanita sebaiknya menunggu selama
3 bulan sebelum hamil setelah menerima vaksin virus hidup ini
2. Varisela : tidak dianjurkan selama kehamilan karena kemungkinan infeksi varisela
pada janin (vaksin merupakan virus hidup). Diberikan minimal 1 bulan sebelum
kehamilan
3. HPV (Human Papiloma Virus) : memiliki kaitan efek samping terhadap janin dan ibu
hamil. Data vaksinasi pada wanita hamil terbatas.

H. CARA PEMEBERIAN:
1. Vaksin dikocok terlebih dahulu sebelum digunakan. Tujuannya agar suspensi
menjadi homogen.
2. Penyuntikkan vaksin TT untuk mencegah tetanus neonatal terdiri dari 2 dosis primer
yang disuntikkan secara intramuskular atau subkutan dalam, dengan dosis pemberian
0,5 ml dengan interval 4 minggu. Dilanjutkan dengan dosis ketiga setelah 6 bulan
berikutnya. Untuk mempertahankan terhadap tetanus pada wanita usia subur, maka
dianjurkan diberikan 5 dosis. Dosis ke empat dan ke lima diberikan dengan interval
minimal 1 tahun setelah pemberian dosis ke tiga dan ke empat.
3. Imunisasi TT dapat diberikan secara aman selama masa kehamilan bahkan pada
trimester pertama.
4. Di unit pelayanan statis: vaksin TT yang telah dibuka hanya boleh digunakan selama
4 minggu, dengan ketentuan: vaksin belum kadaluawarsa, vaksin disimpan dalam
suhu 2 dan 8 derajat Celcius, tidak pernah terendam air, terjaga sterilitasnya, tidak
beku, VVM masih dalam kondisi A atau B.
5. Di posyandu: vaksin yang sudah terbuka tidak boleh digunakan lagi.

I. EFEK SAMPING IMUNISASI


Efek samping bervariasi baik reaksinya maupun waktu terjadinya efek samping.
1. Hepatitis A : nyeri dan kemerahan di tempat suntikan, sakit kepala, kelelahan, reaksi
alergi.
2. Hepatitis B : nyeri di tempat suntikan, demam.
3. Influenza : kemerahan dan bengkak pada tempat suntikan yang dapat berlangsung
hingga 2 hari, demam.
4. Tetanus-difteri : demam, nyeri dan bengkak di tempat suntikan.
5. MMR : rash, pembengkakan kelenjar getah bening leher, nyeri dan kaku pada sendi
1 atau 2 minggu setelah vaksinasi.
6. Varisela : demam, nyeri dan kemerahan di tempat suntikan, rash sampai 3minggu
setelah imunisasi.
7. Pneumokokus : demam, nyeri di tempat suntikan.
8. Vaksin Polio Oral : tidak ada.
9. Vaksin Polio Inaktif : kemerahan, rasa tidak nyaman di tempat suntikan.
Yang harus diperhatikan:
1. Semua vaksin yang mengandung bakteri / virus hidup tidak dianjurkan bagi wanita
hamil, kehamilan sebaiknya dicegah untuk 28 hari setelah penyuntikan vaksin hidup
(varisela, MMR, BCG) namun vaksinasi virus hidup < 28 hari sebelum kehamilan bukan
alasan untuk mengakhiri kehamilan
2. Vaksin virus / bakteri mati dapat diberikan pada wanita hamil namun waktu ideal untuk
pemberian tergantung dari waktu konsepsi.
3. Kehamilan tidak mengganggu efisiensi dari vaksin.

DAFTAR PUSTAKA
BKKBN., 2005. Kartu Informasi KHIBA (Kelangsungan Hidup Ibu Bayi, dan Anak Balita).

Depkes RI., 2005. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor:


1059/MENKES/SK/IX/2004 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi

Depkes. 2002. Buku Imunisasi Indonesia. Jakarta.

Kusmiyati. 2010. Perawatan Ibu Hamil. Yogyakarta: Fitramaya (hlm: 187)

Prawirohardjo, S. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta : YPS SP

Manuaba, Ida Bagus Gede. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga
Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC