Anda di halaman 1dari 11

Si Masao

(Ibu dan Kakak Masao sedang mencuci baju di sungai)

Ibu Masao : Kak, ini sabunnya.

Kakak Masao 1 : Iya, makasih Bu.

Kakak Masao 2 : Ibu, Ibu kelihatan lelah, biar aku dan kakak saja yang mencuci
bajunya.

Ibu Masao : Tenang saja Nak, Ibu baik-baik saja kok.

Kakak Masao 2 : Tapi Ibu kelihatan kurang sehat.

Kakak Masao 1 : Iya, Ibu terlihat sedikit pucat. Ibu istirahat saja, nanti kami yang
selesaikan.

Ibu Masao : Tidak apa-apa Nak, percayalah pada Ibu. Ibu sehat kok.

Kakak Masao 2 : Iya deh, tapi kalau Ibu sudah merasa capek berhenti saja.. (sambil
meneruskan cuciannya)

(10 menit berlalu)

Ibu Masao : Kak ?

Kakak Masao 1 : Iya Bu, kenapa?

Ibu Masao : Kalian merasa terbebani gak dengan keadaan yang seperti ini?

Kakak Masao 1 : Engga kok.

Kakak Masao 2 : Ya engga lah, memang apa yang perlu dibebani?

Ibu Masao : Bu minta maaf ya sama kalian, kita jadi hidup susah kaya gini
semenjak kepergian ayah.
Kakak Masao 2 : Tenang aja Bu, selama masih ada Ibu, kakak, dan Masao saja aku
sudah senang (mengelus Masao).

Kakak Masao 1 : Nah, aku setuju.

Ibu Masao : (tersenyum bahagia).

Kakak Masao 2 : Terima kasih Bu, karena engkau telah membimbingku dari kecil
hingga sekarang.

Ibu Masao : Sama-sama anakku. Ibu senang kalian sudah dewasa sekarang.

Kakak Masao 1 : Tapi bu, Aku baru ingat tentang Rentenir yang akan menagih hutang
kita.

Ibu Masao : Oh iya nak, haduh gimana ya? (menjadi cemas)

Kakak Masao 2 : Aku kok baru tahu ?

Ibu Masao : Dan Ibu baru ingat, mereka bilang kalau Ibu tidak membayar hutang
itu, Masao akan di jadikan jaminannya Nak.

Kakak Masao 1 : Hah? Apa kata ibu? Serius?

Kakak Masao 2 : Serius Bu?

Ibu Masao : Serius nak. Ibu sudah tidak tahu harus gimana lagi. Makanya Ibu gak
cerita sama kalian.

Kakak Masao 1 : Ya sudah, kami janji akan menjaga Masao.

Kakak Masao 2 : Aku sangat sayang dengan Masao, aku gak mau dia diambil. Dan
kami berjanji akan memikirkan bagaimana caranya agar Masao tidak diambil.

Kakak Masao 1 : Bagaimana kalau kamu, tetap tinggal di rumah untuk menjaga
Masao? Sedangkan aku dan ibu tetap disini untuk menuci baju disini

Kakak Masao 2 : Oke kak, Aku tinggal dulu yaa

Ibu Masao. : Hati-hati nak jaga Masao baik-baik


(Tiba-tiba rentenir datang dengan anak buahnya)

Rentenir : Akhirnya aku menemukan kalian di sini! Ayo cepat bayar hutangmu!

Ibu Masao : Iya Pak.

Rentenir : Mana? Sudah berapa hari kau menunda terus!

Ibu Masao : Iya Pak iya, saya akan bayar tapi tidak sekarang.

Rentenir : Terus kamu mau bayar kapan?

Ibu Masao : Saya belum punya uang. Nanti kalau ada uang pasti saya lunasin.
Saya Janji.

Kakak Masao 1 : Saya janji akan bekerja lebih keras untuk bisa membayar hutang kami
pak.

Rentenir : Janji janji terus! Pokoknya kalau sampai minggu depan kau menunda
lagi, anakmu yang berumur dua tahun saya ambil sebagai gantinya!

Ibu Masao : Jangan Pak! Jangan! Saya janji akan bayar. Tapi jangan bawa dia.

Kakak Masao 1 : Jangan ambil adikku Pak! Aku sayang sama dia!

Rententir : Lepaskan!

(Rentenir pergi meninggalkan mereka tanpa sepatah kata pun.)

Ibu Masao : Aku harus mencari cara agar untuk melunasi utang-utangku. Aku tidak
mau satu-satunya anak lelakiku tidak diambil oleh rentenir itu.

Kakak Masao 1 : Bagaimana ini bu?

Ibu Masao : Iya Nak, maafin Ibu ya.

Kakak Masao 1 : Ibu kok gak bilang sama kami dari awal? Kalau kami tau kami pasti
akan membantu mencari uang buat lunasin hutang-hutang itu
Ibu Masao : Ibu gak mau merepoti kalian nak, biar Ibu aja yang tanggung itu
semua karena ibu disini sebagai orang tua harus menghidupi anak-anak
ibu

Kakak Masao 1 : Iya, setidaknya kami bisa membantu ibu meskipun sedikit. Agar Ibu
tidak semakin berat menanggung beban keluarga ini.

Ibu Masao : Sudah, tenang saja Nak. Sebagai seorang orang tua, Ibu wajib untuk
membiayai anak-anaknya.

Kakak Masao 1 : Tapi Bu..

Ibu Masao : Kalian harus melindungi Masao,adikmu satu-satunya.

Kakak Masao 1 : Sudah pasti Bu.

Ibu Masao : Iya, Jika tidak akan mengambil adikmu kalau Ibu tidak bisa melunasi
utang Ibu. Jadi Ibu minta tolong sama kamu buat sembunyikan dia.
Jangan sampai rentenir itu melihat dan membawanya.

Kakak Masao 1 : Lalu apa yang harus kita lakukan bu?

Ibu Masao. : Ibu juga tidak tahu nak.

(Kakak Masao 2 datang ke sungai sambil membawa Masao )

Kakak Masao 2 : Ibu , Masao menangis karena ia kelaparan.

Ibu Masao. : (sambil mengambil masao dan mulai menyusuinya) Cup Cup cup

Kakak Masao 1 :Bu, bagaimana jika Masao kita sembunyikan saja, agar tidak ketahuan
para rentenir.

Kakak Masao 1 : Atau kita titipkan ke orang lain yang mau mengasuhnya? ( sambil
melihat Masao

Ibu Masao : Hm, tapi disembunyikan di mana adikmu? Dan siapa yang mau
mengasuhnya?

Kakak Masao 2: Bagaimana kalau kita letakkan di pinggir sungai ini?


Ibu Masao : Hah? Apa ? Kamu tega menelantarkan adikmu ini?

Kakak Masao 1 :Kamu yakin dia akan baik-baik saja Kak? Bagaimana kalau nanti dia
diambil orang yang berniatan jahat?

Ibu Masao. : Iya, apakah kamu yakin?

Kakak Masao 2 : Yakin, kita akan memantaunya dari jauh. Kalau ada apa-apa kita
langsung menghampiri Masao.

Ibu Masao : Hm, gimana ya?

Kakak Masao 2 : Tenang saja Bu.

Ibu Masao : Ya sudah, Ibu serahkan semuanya kepada kalian.

Kakak Masao 2 : Siap Bu.

Kakak Masao 2 : Jadi rencananya kita harus mencari sebuah keranjang agar bisa
menaruh Masao agar tidak tenggelam. Jadi aku minta kakak untuk
mencari keranjang ya

Kakak Masao 1 : Tapi sebelum kita melaksanakan rencana kita, kita harus
menyelesaikan cucian ini dulu.

Kakak Masao 2 : Iyaa kak, aku tau.

Ibu Masao : Iya, ayo semangat tinggal sedikit lagi.

Kakak Masao 2 : Semangat!

Ibu Masao. : Sungguh ibu sangat cemas

Kakak Masao 1 : Sudahlah bu, tenanglah aku yakin rencana Tuhan akan indah

Kakak Masao 2 : iyaa bu, kamu berdua yakin Masao akan baik-baik saja.

(Tak lama pun cucian mereka selesai)

Kakak Masao 2 : Nah kak, ayo kita cari keranjang untuk Masao

Kakak Masao 1 : Iyaa dek


Ibu Masao : Bagaimana kalau ibu mencari selimut agar Masao tidak kedinginan
saat berada di keranjang itu.

Kakak Masao 1 : Ide bagus bu.

Kakak Masao 2 : Tapi sebaiknya ibu disini saja, Jangan sampai Ibu ketabuan membawa
Masao

Kakak Masao 1 : Kami sangat kawatir dengannya

Kakak Masao 2 : Sudah tenang saja, masalah selimut kami juga akan mencarinya. Ibu
tetap dis ini ya

Ibu Masao. : Hati-hati nak

Kakak Masao 1 : Iya bu, jaga Masao baik – baik ya.

( Kakak Masao1 & Kakak Masao 2 kembali)

Kakak Masao 1 : Ini keranjangnya bu kami sudah menemukannya

Kakak Masao 2 : Dan ini selimutnya bu

Ibu Masao : (sambil menaruh Masao di keranjang) Kak, apa kalian yakin?

Kakak Masao 1 : Aku sungguh sangat yakin bu, daripada Masao kenapa-kenapa, ibu
mau Masao di ambil oleh rentenir itu?

Kakak Masao 2 : Benar bu, daripada Masao di ambil oleh renternir itu mending kita
sembunyikan dia

Ibu Masao. : Iyaaa ibu tau, tapi dia masih bayi nak. Kasian jika tidak ada seorang
pun yang melihat dia. Dia akan mati begitu saja.

Kakak Masao 2 : Kami kan sudah menjelaskan bu, bahwa kami akan tetap menjaganya
dari jarak jauh, untuk memastikan keadaan Masao

Kakak Masao 1 : Benar bu. Kami sungguh sayang pada Masao dan kami tentu saja
tetap akan menjaganya.

Ibu Masao. : Baiklah.


(Kakak Masao meletakkan Masao di pinggir sungai dan memantau keadaan adiknnya
dari jauh)

Kakak Masao 2 : Dek, tenang di sini ya. Jangan khawatir kakak-kakakmu bakal
menjagamu dari jauh.

Kakak Masao 1 : Iya, kami semua sangat sayang kepadamu.

Kakak Masao 2 : Jaga dirimu. Kami tau besar nanti kamu akan menjadi orang sukses

Kakak Masao 1 : Amin

Ibu Masao. : Masao , Masao baik- baik yaa. Jangan nakal. Jadi anak yang soleha,
anak yang berbakti kepada orang tua ya. Setia kepada Tuhan ya. Ibu sayang Masao
( sambil mencium dahi Masao)

Kakak Masao 2 : Dahhh Masao Kami menyayangimu

(Tidak lama kemudian para putri orang kaya datang dan bermain-main di sungai.)

Putri ke 1 : Ayo ke sana yuk.

Putri ke 2 : Ke sana ke mana?

Putri ke 1 : Ke pinggir sungai.

Putri ke 3 : Oh, ayo ayo.

Putri ke 1 : Bunganya cantik-cantik ya.

Putri ke 3 : Iya, kaya aku dong.

Putri ke 2 : Apa? Kaya aku? Hahaha.

Putri ke 1 : Iya iya terserah kalian deh.

Putri ke 2 : Ini adalah hari terindah yang pernah kita lewati saudaraku.

Putri ke 3 : Wah, iyaa yah. Tidak menyangka kita akan di kesini. Disini pun ada
sungai yang mengalir begitu jernih.
Putri ke 1. : Wah iyaaa, jernih sekali air ini. (Sambil bermain air di pinggir sungai
itu)

Putri ke 2 : Besok aku mau ajak ayah ke sini.

Putri ke 3. : Sini duduk kak.

(Sambil menikmati pemandangan di sungai itu)

Putri ke 1 : Eh eh, coba kalian lihat, ada apa itu?

Putri ke 2 : Di mana? Aku gak lihat apa-apa.

Putri ke 1 : Itu! Kalian melihat tidak? Yang warnanya coklat.

Putri ke 2. : itu sebuah keranjang ya?

Putri ke 3 : Dimana? Kamu bercanda ya?

Putri ke 1 : Serius itu loh di sebelah semak itu.

Putri ke 2 : Oh! Iya iya aku lihat, seperti keranjang. Kira-kira apa ya isinya?

Putri ke 3 : Tidak tahu.

Putri ke 2 : Ya sudah, ayo kita lihat saja.

Putri ke 3. : ih, kakak yakin? Nanti jangan-jangan isinya menakutkan

Putri ke 1. : Duh dek, ada-ada saja kamu itu.

Putri ke 2. : Sudah jangan hiraukan dia, dasar penakut.

Putri ke 3. : Kakak kok gitu sih, yaudah aku ikut.

Putri ke 2. : Nah gitu loh.

(Mereka pun mendekati keranjang tersebut)

Putri ke 3 : Ssttt.. Kalian mendengar suara tangisan tidak?

Putri ke 1 : Iya iya, tapi dari mana ya suara itu?


Putri ke 2. : Suara? Suara apa?

Putri ke 3 : Sepertinya berasal dari keranjang itu.

Putri ke 1. : Sepertinya sih, ayo kita lihat.

Putri ke 2 : Ya sudah, ayo kita samperin saja. firasatku gak enak.

Putri ke 3. : Tuh kan, ku bilang juga apa.

Putri ke 2 : (terkejut) Bayi? Siapa yang tega meletakkan bayi di sini?

Putri ke 1 : Kasihan sekali bayi ini.

Putri ke 3 : Ayo kita bawa pulang aja. Gemes juga sama bayi ini.

Putri ke 1. : Enak saja ngomong, Bayi siapa ini? Beranj bawa pulang saja, katanya
takut?

Putri ke 3. : Yah kakak sihh, nyebelin

Putri ke 2 : Memang gakpapa kita bawa pulang? Kalau ayah tahu, dia gak bakal
marah ?

Putri ke 3. : Tapi, bayi siapa ini? Bagaimana kalau bayi ini di cari oleh ibunya?

Putri ke 2. : Iyaa juga ya.

Putri ke 1 : Ayo kita cari darimana asal keranjang ini, jika kita tidak
menemukannya. Ayo kita bawa pulang aja, kita rawat. Kasian dia
sendirian disini, kedinginan

Putri ke 3 : Ok, aku bantu beresin dulu.

Putri ke 2. : Sini aku bantu.

(Kakak-kakak Masao yang melihat hal tersebut langsung memanggil Ibunya yang tidak
jauh dari mereka.)

Kakak Masao 1 : IBU! Ayo ikut aku! Ada yang sudah melihat keberadaan Masao.

Kakak Masao 2 : Mereka sepertinya ingin mengasuh Masao Bu.


Ibu Masao : Sungguh? Ayo ayo. Ibu mau lihat.

(Ibu dan kedua Kakak Masao menghampiri para putri orang kaya itu.)

Ibu Masao : Permisi para putri, saya ibu dari bayi yang kamu pegang itu.

Putri ke 1 : Oh iya maaf Bu, tadi kami tidak sengaja menemukannya di tepi
sungai.

Ibu Masao : Iya gakpapa, saya memang sengaja menaruhnya disitu karena kami
sedang berada dalam masalah.

Putri ke 2 : Masalah? Kalau boleh tahu masalahnya apa Bu? Sampai-sampai anak
selucu ini di letakkan di sini.

Putri ke 3 : Iya, kenapa ya bu?

Kakak Masao 2: Jadi begini Putri, Ibu saya sedang terlilit hutang. Tetapi Rentenir ini
memaksa jika kami tidak segera membayar hutang kami, Bayi ini akan
di ambil.

Kakak Masao 1 : Oleh karena itu kami memutuskan untuk meletakkan adikku di sini.

Ibu Masao : Apakah tidak keberatan kalau anakku kami titipkan kepada kalian?

Putri ke 3 : Oh iya gakpapa, sungguh sangat tidak keberatan. Kebetulan kami suka
dengan anak kecil seperti dia.

Putri ke 2 : Iya bu, Dia sangat tampan dan lucu.

Putri ke 1 : Tapi bisakah ibu memberi asi kepadanya? Akan ku beri upah bila ibu
bersedia untuk memberinya asi. Karena ia membutuhkan asupan dari
seorang ibunya.

Putri ke 3 : Benar Bu. Kami sangat membutuhkannya.

Ibu Masao : Saya bersedia untuk memberinya ASI putri. Tapi tolong jaga dia baik-
baik anak ini ya. Karena ibu sungguh menghawatirkannya.
Putri ke 2 : Baik Bu, kami akan berusaha yang terbaik untuk merawat dia sampai
besar nanti.

Ibu Masao : Nanti kalau dia sudah besar, Ibu akan datang menjemputnya dan
mengganti semua biaya hidup yang sudah kalian tanggung.

Putri ke 1 : Tidak usa Bu, kami ikhlas kok.

Kakak Masao : Terima kasih banyak ya, kalian sungguh baik.