Anda di halaman 1dari 42

BAB I

PENDAHULUAN

Kecamatan Dlingo berada di sebelah Timur dari Ibukota Kabupaten


Bantul, dengan luas wilayah seluas 5.793,9790 ha. Wilayah Kecamatan Dlingo
berbatasan dengan:
1. Utara: Kecamatan Piyungan dan Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul
2. Timur: Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul
3. Selatan: Kecamatan Playen dan Kecamatan Panggang, Kabupaten
Gunungkidul
4. Barat: Kecamatan Imogiri, Kecamatan Pleret.
Kecamatan Dlingo berada di dataran tinggi. Ibukota Kecamatannya berada
pada ketinggian 320 meter diatas permukaan laut. Jarak Ibukota Kecamatan ke
Pusat Pemerintahan (Ibukota) Kabupaten Bantul adalah 23 Km. Bentangan
wilayah di Kecamatan Dlingo 0% berupa daerah yang datar sampai berombak,
100% berombak sampai berbukit dan 0% berbukit sampai bergunung.
Kecamatan Dlingo beriklim seperti layaknya daerah dataran tinggi di daerah
tropis dengan cuaca panas sebagai ciri khasnya. Suhu tertinggi yang tercatat di
Kecamatan Dlingo adalah 32ºC dengan suhu terendah 24ºC.
Wilayah administrasi Kecamatan Dlingo meliputi 6 desa, salah satunya
adalah Desa Dlingo, Desa Dlingo terdapat 10 pedusunan, yaitu Dlingo I,
Dlingo II, Pakis I, Pakis II, Koripan I, Koripan II, Pokoh I, Pokoh II,
Kebosungu i, Kebosungu II. Dusun Dlingo II memiliki luas wilayah yaitu
82,222 Ha. Jarak dari Pusat kabupaten yaitu 20 km. Luas wilayah berdasarkan
peruntukan/ penggunaan lahan pertanian 11 Ha. Kondisi lahan pertanian di
Dusun Dlingo II yaitu berupa sawah, perkebunan, dan hutan.
Dusun Dlingo 2 terdiri dari 4 RT dan satu pedukuhan. Dusun Dlingo II
memiliki dua organisasi kepemudaan yaitu Karang Taruna dan IRMADA.
Organisasi kemasyarakatan di Dlingo II adalah PKK, Posyandu, POKGIAT,

1
Kelompok Wanita Tani dan Kelompok Tani. Organisasi Kesenian di Dlingo II
yaitu Jathilan, Bregodo, Gejog Lesung, Karawitan dan Sholawatan.
Jumlah penduduk di Dusun Dlingo II ada sebanyak 337 jiwa dan jumlah
kepala keluarga sebanyak 87 KK. Mobilitas penduduk baik masuk maupun
keluar dan meninggal terbilang rendah.Di Dlingo II sendiri terdapat satu
Masjid dan satu gedung serbaguna yaitu balai dusun yang biasanya dijadikan
tempat untuk perteman dan dijadikan pula tempat pengajaran PAUD.
Lingkungan di Dlingo II ini masih terbilag banyak lahan kosong disekitar
rumah yang berisikan berbagai macam pohon, seperti pohon pisang, belimbing,
sawo dan lainnya. Sumber air di Dlingo II ini berasal dari PAM.

Dari segi pendidikan masyarakat Dlingo II sekarang sudah mulai timbul


rasa pentingnya pendidikan. Masyarakat Dlingo II mulai melakukan
pembenahan dalam segi pendidikan terlihat dari beberapa riwayat pendidikan
warga sudah ada beberapa yang memasuki perguruan tinggi dan sudah ada
beberapa remaja yang mempunyai gelar sarjana.

Pada tahun 2016 ini, di Dlingo II terdapat tiga kelompok KKN Tematik
UMY. Dan kelompok 028 ini adalah kelompok ketiga yang KKN di Dlingo II
ini, tujuan utama dari KKN Tematik UMY di Pedukuhan Dlingo II, Dlingo,
Dlingo, Bantul adalah untuk merealisasikan tema yang diberikan oleh pihak
LP3M yakni “Penguatan Kelembagaan”. Dan agar masyarakat Dusun Dlingo II
dapat menjadi masyarakat yang aktif dan kreatif untuk mengelola seluruh hasil
dari mata pencahariannya yang mayoritas bekerja sebagai petani dan peternak.
Sehingga diharapkan masyarakat di Dusun Dlingo II dapat menciptakan mata
pencaharian pula bagi orang lain sehingga dapat membantu pemerintah dalam
usaha mengentaskan kemiskinan.

2
BAB II

PELAKSANAAN PROGRAM POKOK

A. Uraian Program
Berdasarkan observasi yang sudah dilakukan ke lapangan, ditemukan

beberapa permasalahan yang kemudian kami susun menjadi program Kuliah Kerja

nyata (KKN). Dalam pelaksanaanya program ini melibatkan seluruh lapisan

masyarakat Dusun Dlingo II yang meliputi, anak-anak, remaja, dewasa bahkan

lansia.

B. Pelaksanaan Program

No Nama Sasaran Jumlah Penanggung


Program/Kegiatan Jam Kerja Jawab
Efektif
1 Administrasi dan Ketua RT 01, 25 jam Dian Listanti
Akuntansi RT 02, 03 dan 04 dan Annisa
Dusun Dlingo Woro
II Pramudita
2 Kegiatan Penyuluhan Anak-anak 20 jam Nur Irfan Zidni
Gigi Dusun Dlingo dan Iisminasih
II Rokhaeni
3 Pengecekan Golongan Warga Rt 01 20 jam Ferdika
Darah dan 03 Dusun
Dlingo II
4 Pelatihan Bahasa Jawa Warga Dusun 2 jam Dovan Maolana
dlingo II
5 Melengkapi Struktur - 20 jam Dovan Maolana
Organisasi Dusun
6 Plangisasi petunjuk Tempat-tempat 21 jam Meyga Riki
jalan tempat-tempat penting di Bawono
penting di Dusun Dusun Dlingo
Dlingo II II
7 Pelatihan Desain Grafis Remaja Dusun 16 jam Faris Triyadhi
Dlingo II

3
No Nama Sasaran Jumlah Penanggung
Program/Kegiatan Jam Kerja Jawab
Efektif
8 Pendampingan Kelompok 28 jam Zahran Miftah
Pengajuan Badan Wanita Tani El Qadr dan
Hukum Danu Adi
Nugroho

C. Rekapitulasi Penggunaan Dana Masing-Masing Program

Dana yang dikeluarkan dalam setiap kegiatan program kerja pokok adaah

sebagai berikut:

No Nama Program/Kegiatan Jumlah Jam Jumlah Dana Sumber Dana


Kerja (Rupiah)
Efektif
1 Pelatihan bahasa jawa 90 jam Rp 306.000,00 LP3M
2 Melengkapi struktur 60 jam Rp 729.000,00 LP3M
organisasi
3 Pelatihan desain grafis 16 jam Rp 28.000,00 LP3M
4 Plangisasi 21 jam Rp 557.900,00 LP3M
5 Penyuluhn kesehatan gigi 20 jam Rp 232.800,00 LP3M+proker
KKN
6 Pengecekan golongan 20 jam Rp 261.000,00 LP3M+proker
darah KKN
7 Pendampingan pengajuan 28 jam Rp 30.000,00 LP3M+proker
badan hukum KKN
8 Pelatihan administrasi 25 jam Rp 52.000,00 LP3M
dan akuntansi RT

4
D. Pencapaian Hasil/Target

No Nama Sasaran Target Keadaan Keadaan Tingkat


Program/Ke Awal Sesudah Keberhasil
giatan an
1 Administras Ketua Masing- Masing- Saat ini masing- 100%
i dan RT di masing masing masing ketua
Akuntansi Dusun ketua RT ketua Rt RT sudah
RT Dlingo II mengetahui belum mengetahui cara
cara untuk mengeta memfiling
memfiling hui cara dokumen
dokumen memfilin dengan benar
penting g serta
warga dan dokumen mengetahui
bagaimana dengan format akuntansi
caranya tepat RT dengan
supaya serta tepat.
lebih mudah belum
untuk dicari mengeta
ketika hui
dibutuhkan format
dengan akuntans
segera serta i RT
masing- yang
masing tepat.
ketua RT
mengetahui
format
akuntansi
RT yang
baik dan
benar
2 Kegiatan Anak- Anak-anak Anak- Anak-anak 100%
Penyuluhan anak Dusun anak Dusun Dlingo II
Kesehatan warga Dlingo II Dusun sudah
Gigi Dusun mengetahui dlingo II mengetahui
Dlingo II tentang belum tentang
kesehatan mengeta kesehatan gigi
gigi serta hui serta cara
cara tentang menggosok gigi
menggosok kesehata yang baik dan
gigi secara n gigi benar
baik dan serta cara
5
No Nama Sasaran Target Keadaan Keadaan Tingkat
Program/Ke Awal Sesudah Keberhasil
giatan an
benar menggoo
k gigi
secara
baik dan
benar
3 Pengecekan Warga Warga Warga Warga RT 01 100%
Golongan Rt 01 mengetahui Rt 01 dan 03 Dusun
Darah dan 03 masing- dan 03 Dlingo II sudah
dusun masing Dusun mengetahui
Dlingo II golongan Dlingo II golongan darah
darahnya belum masing-masing
mengeta
hui
golongan
darah
masing-
masing.
4 Pelatihan Warga Warga Warga 0%
Bahasa Dusun Dusun Dusun
Jawa Dlingo II Dlingo II Dlingo II
lebih masih
mendalami sedikit
tentang mengeta
budaya hui
jawa mulai tentang
dari budaya
unggah- jawa
ungguh,
bahasa serta
aksara.
5 Melengkapi Bagan Bagan Struktur 90%
Bagan struktur struktur organisasi
Struktur organisasi organisas Dusun Dlingo II
Organisasi Dusun i dusun sudah lengkap
Dusun Dlingo II Dlingo II disertai dengan
lengkap semula nama dan foto
hanya anggota
ada
jabatan
saja,
tidak ada
6
No Nama Sasaran Target Keadaan Keadaan Tingkat
Program/Ke Awal Sesudah Keberhasil
giatan an
nama
serta foto
anggota
6 Plangisasi Tempat- Warga Tempat- Tempat-tempat 100%
tempat- tempat mengetahui tempat penting di
tempat penting tempat- penting Dusun Dlingo II
penting di di dusun tempat di Dusun sudah memiliki
Dusun Dlingo II penting di Dlingo II plang petunjuk
Dlingo II Dusun belum jalan
Dlingo II memiliki
dengan plang
bantuan petunjuk
plang jalan
petunjuk
jalan
7 Pelatihan Remaja Remaja Remaja Remaja Dusun 60%
Desain Dusun Dusun Dusun Dlingo II sudah
Grafis Dlingo II Dlingo II Dlingo II lumayan
memiliki masih mempunyai
ketrampilan kurang ketrampilan
menggunak dalam menggunakan
an aplikasi hal aplikasi desain
desain ketrampi grafis yang
grafis untuk lan digunakan
menunjang menggun seperti
Dusun akan untukmembuat
Dlingo II aplikasi desain logo,
sebagai desain desain baju, dan
kampung grafis lain-lain.
wisata jawa
8 Pendamping Kelompo Mampu Kelompo Kelompok 100%
an k Wanita mendampin k Wanita Wanita Tani
Pengajuan Tani gi Kelompk Tani sudah
Badan Wanita Tani belum mempunyai
Hukum dalam mempun badan hukum
penyelesaia yai
n badan
pembuatan hukum
badan
hukum

7
BAB III
PELAKSANAAN PROGRAM BANTU

A. Uraian Program

Untuk mendampingi program pokok yang dilakukan dalam kegiatan Kuliah


Kerja Nyata (KKN), kami juga mengadakan program bantu yang terdiri dari
keagamaan, kesehatan dan sebagainya. Untuk program keagamaan kami
melakukan pengajaran TPA yang dilaksanakan setiap hari senin, rabu dan jumat.
Sedangkan untuk hari selasa, kamis dan sabtu kami hanya melakukan
pendampingan saja dan pengajaran dilakukan oleh Ustadz. Pada kegiatan TPA
kami mengajarkan diantaranya membaca Al-Qur’an, Iqra’, nama-nama nabi, doa-
doa sehari-hari serta ilmu agama lainnya.
Selain program keagamaan, kami juga melakukan pendampingan pada
pengajaran PAUD yang dilaksanakan setiap hari senin sampai dengan kamis.
Pengajaran PAUD difokuskan pada motorik anak usia 3-4 tahun serta afektif
dengan pelajaran membaca serta doa-doa sehari-hari.Warga Dusun Dlingo II
sudah memiliki jadwal rutin bersih-bersih pekarangan rumah yang dilakukan oleh
ibu-ibu PKK masing-masing RT sehingga tali silaturahmi tidak terputus. Untuk
minggu pertama kegiatan KKN bertepatan dengan kegiatan dusun yaitu
pembuatan cor blok jalan sehingga kami ikut serta didalamnya dan merasakan
kekeluargaan yang sangat erat serta tidak memlilih antara muda, tua, laki-laki
ataupun perempuan.
Kemudian untuk kegiatan kesehatan kami mendampingi ibu-ibu posyandu
Dusun Dlingo II dalam melakukan kegiatan rutin setiap tanggal 13. Kegiatan
posyandu ini dibagi menjadi dua yaitu posyandu balita dan posyandu lansia.
Untuk posyandu balita meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar
kepala, lingkar lengan dan sebagainya. Sedangkan untuk posyandu lansia meliputi
pengukuran berat badan, tekanan darah, tinggi badan dan sebagainya.

8
B. Pelaksanaan Program

No Nama Program/Kegiatan Sasaran Jumlah Penanggung


Jam Kerja Jawab
Efektif
1 Pengajaran TPA Anak-anak 24 Jam Iisminasih
TPA Dusun Rokhaeni
Dlingo II
2 Pendampingan PAUD Anak-anak 32 Jam Dian Listanti
PAUD
Dusun
Dlingo II
3 Posyandu Balita dan 6 jam Annisa Woro
Lansia Pramudita
Dusun
Dlingo II
4 Pembuatan Proposal Warga 20 jam Annisa Woro
Dusun Pramudita dan
Dlingo II Dian Listanti

C. Rekapitulasi Penggunaan Dana Masing-Masing Program


Dana yang dikeluarkan dalam setiap kegiatan adaah sebagai berikut:
No Nama Program/Kegiatan Jumlah Jam Jumlah Dana Sumber Dana
Kerja (Rupiah)
Efektif
1 Pendampingan PAUD 90 jam Rp 306.000,00 LP3M
2 Pendampingan TPA 60 jam Rp 729.000,00 LP3M
3 Pendampingan Posyandu 6 jam Rp
4 Pembuatan proposal 20 jam Rp 10.000,00 LP3M

9
D. Pencapaian Hasil/Target

No Nama Sasara Target Keadaan Keadaan Tingkat


Program/Kegia n Awal Sesudah Keberhasila
tan n
1 Pengajaran Anak- Mampu Kegiatan Anak-anak 100%
TPA anak mengaja belajar TPA Dusun
TPA TPA dengan mengajar Dlingo II
Dusun membagi di TPA lebih
Dlingo ilmu Dusun semangat
II membaca Dlingo II untuk
Al-Qur’an mengalami mengaji
dengan kendala dikarenakan
benar, Iqra’ dikarenaka materi
dan ilmu n tenaga pembelajaran
agama pengajar yang lebih
lainnya yang ada inovatif.
hanya 1
orang
sehingga
materi
pengajaran
monoton
serta anak-
anak
menajdi
malas

10
untuk
mengaji.
2 Pendampingan Anak- Dapat Tenaga Tenaga 100%
PAUD anak membantu pengajar di pengajar
PAUD tenaga PAUD PAUD di
Dusun pengajar Dusun Dusun
Dlingo yang ada pad Dlingo II Dlingo II
II PAUD di mengalami merasa
Dusun kesulitan terbantu
Dlingo II dikarenaka dengan
sdan n tenaga adanya
memberikan pengajar pendampinga
pendampinga yang ada n pengajaran
n pada hanya dua serta lebih
pengajaran orang mudah untuk
sesuai sedangkan mengontrol
standar jumlah masing-
acuan belajar siswa masing siswa
yang sudah PAUD PAUD.
ada serta melebihi
masing- 10 anak.
masing siswa
PAUD
menjadi
lebih
mandiridan
terkondisika
n.
3 Posyandu Anak- Dapat Posyandu Posyandu di 100%

11
anak membantu di Dusun dusun
dan kader Dlingo II Dlingo II
Lansia posyandu mengalami lebih
Dusun dalam keterbatas terorganisir
Dlingo menangani an tempat untuk
II masalah serta menangani
kesehatan peralatan masalah
anak-anak dan tenaga kesehatan
dan lansia di untuk anak-anak
Dusun menangani dan lansia.
Dlingo II masalah
kesehatan
anak-anak
dan lansia.

12
BAB IV
PEMBAHASAN

Dalam mengatasi masalah yang ada di Dusun Dlingo II, tahap awal
kelompok kami melakukan observasi dengan mengelilingi dusun, observasi ini
dilakukan untuk mengetahui gambaran kasar bagaimana kondisi dusun Dlingo II.
Kedua, kami melakukan survei dan wawancara kepada kepala dusun, ketua RT,
ketua pemuda dan tokoh-tokoh masyarakat melalui diskusi formal maupun non
formal. Rencana program pokok yang kelompok kami ajukan pada laporan
observasi yaitu pelatihan bahasa jawa, pelatihan desain grafis, melengkapi
struktur organisasi, pembuatan plang petunjuk jalan, penyuluhan gigi, pengecekan
golongan darah, pelatihan administrasi dan akuntansi RT dan pendampingan
badan hukum untuk kelompok tani. Sedangkan program bantu yang kami ajukan
adalah pendampingan PAUD, TPA dan Posyandu.
Berikut adalah uraian kegiatan pokok maupun bantu yang dilakukan oleh
kelompok KKN 028:
1. Pelatihan bahasa jawa
Dusun Dlingo II merupakan salah satu Dusun di Desa Dlingo yang
ditunjuk sebagai “Kampung Budaya Jawa” oleh pemerintah Desa
Dlingo. Berdasarkan hal tersebut sangat diharapkan Dusun Dlingo II
ini dapat menjadi pusat dari kebudayaan khususnya budaya jawa di
Desa Dlingo. Dari hasil observasi yang dilakukan sudah banyak
kegiatan-kegiatan kesenian seperti Gejog Lesung, Bregodo, Jathilan,
Karawitan yang dirasa sudah cukup baik untuk mendukung konsep
“Kampung Budaya Jawa”. Selain dari keseniannya, ada aspek
kebudayaan lain yang perlu ditingkatkan untuk mendukung konsep
“Kampung Budaya Jawa” yaitu bahasa jawa , aksara jawa (tulisan
jawa), tata krama dan adat istiadat. Berdasarkan latar belakang di atas,
di Dusun Dlingo ini perlu dilakukan suatu kegiatan “Pelatihan Budaya
Jawa” yang mencakup tentang bahasa, aksara, tata krama dan adat
13
istiadat dalam rangka untuk memberi pengetahuan untuk semua
kalangan masyarakat khususnya pemuda di Dusun Dlingo II sekaligus
untuk melestarikan budaya jawa.
Kegiatan “Pelatihan Budaya Jawa” ini merupakan lanjutan dari
kegiatan pelatihan “Sinau Jawa” yang telah dilakukan oleh kelompok
KKN sebelumnya (KKN 146 dan KKN 018), namun setelah berjalan
beberapa waktu kegiatan ini mulai ditinggalkan oleh masyarakat.
Untuk mewujudkan kegiatan Pelatihan Budaya Jawa ini, kami
meminta bantuan dari tokoh masyarakat di Dusun Dlingo II yaitu
Bapak Haryono untuk menjadi mentor atau narasumber dan
direncanakan kegiatan ini dilakukan 2 kali pertemuan tiap minggunya
yaitu pada hari Rabu dan Sabtu pukul 15.30. Kemudian kami lakukan
sosialisasi kepada 2 kelompok remaja dan pemuda (IRMADA dan
Karang Taruna) karena target awal untuk kegiatan ini adalah remaja
dan pemuda Dusun Dlingo II. Sosialisasi dilakukan pada tanggal 22
Januari 2017 dan bertempat di rumah kepala Dusun Dlingo II (rumah
Bapak Parjiyono).
Pertemuan pertama “Pelatihan Budaya Jawa” dilaksanakan pada
hari Rabu tanggal 25 Januari 2017 dan bertempat di Balai Dusun
Dlingo II. Di pertemuan pertama ini belum berjalan maksimal karena
belum ada pemuda atau remaja yang datang di kegiatan ini. Kemudian
pada hari Kamis 26 Januari 2017, dilakukan sosialisasi kedua dengan
mendatangi rumah-rumah di Dusun Dlingo 2 sekaligus mengajak
masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan “Pelatihan Bahasa Jawa”,
namun dari hasil sosialisasi kedua ini masih belum ada respon dari
masyarakat sehingga kegiatan pelatihan ini tidak berjalan maksimal.
Hali ini disebabkan karena kurangnya motivasi dan antusiasme dari
masyarakat dusun untuk mengikuti kegiatan ini, selain itu sulitnya
pemilihan waktu yang tepat antara peserta dan narasumber pelatihan
juga menjadi faktor penghambat dari kegiatan ini.
14
Disarankan untuk kelompok KKN selanjutnya untuk mengadakan
sosialisasi yang lebih gencar untuk semua masyarakat Dlingo II dan
mencari alternatif tambahan narasumber lain untuk lebih dapat
memotivasi peserta serta memilih waktu pelaksanaan yang tepat
apabila ingin melaksanakan kegiatan “Pelatihan Budaya Jawa”.

2. Pelatihan desain grafis


Desain Grafis adalah proses komunikasi menggunakan elemen
visual, seperti tulisan, bentuk, dan gambar yang dimaksudkan untuk
menciptakan presepsi akan suatu pesan yang di sampaikan. Ada begitu
banyak software yang dapat menunjang pekerjaan Desain Grafis, salah
satunya yaitu Corel Draw. Corel Draw memiliki kegunaan untuk
mengolah gambar, oleh karena itu banyak digunakan pada pekerjaan
dalam bidang publikasi atau percetakan ataupun pekerjaan di bidang
lain yang membutuhkan proses visualisasi.
Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Dusun Dlingo II ini akan
diarahkan untuk menjadi “Kampung Budaya Jawa” maka dari itu kami
mengadakan pelatihan Desain Grafis untuk mendukung terwujudnya
Dlingo II menjadi “Kampung Budaya Jawa”. Kegiatan pelatihan
Desain Grafis ini merupakan kegiatan pelatihan lanjutan yang sudah
dilakukan oleh kelompok KKN sebelumnya. Kelompok KKN
sebelumnya sudah mengadakan pelatihan Jurnalistik dan Fotografi
yang menurut kami perlu pelatihan lanjutan untuk melengkapinya.
Kami mengadakan pelatihan Desain Grafis bertujuan untuk para
remaja yang ada di Dusun Dlingo II agar bisa mandiri dalam
merancang kebutuhan yang diperlukan untuk keperluan event sewaktu-
waktu, salah satu contohnya membuat poster untuk acara, atau
membuat Banner yang dipasang dijalanan.
Dalam pelatihan Desain Grafis ini, kami mengambil narasumber
atau mentor dari kelompok KKN sendiri yaitu Faris Triyadhi dari prodi
15
Teknik Sipil. Untuk pelaksanaan pelatihan ini awalnya dilaksanakan
setiap hari Jumat sore, namun karena masih di jam sekolah kami
menggantinya menjadi setiap hari Minggu jam 2 siang. Peserta untuk
pelatihan ini sebanyak 2 orang, yaitu saudari Ratna dan saudari Linda.
Pada Pertemuan pertama peserta dikenalkan software Corel Draw,
kemudian peserta diarahkan untuk merancang sebuah sticker. Dalam
proses pembuatannya narasumber menjelaskan langkah langkah
membuat garis, bentuk, menambahkan tulisan kedalam bidang kerja,
menambahkan gambar kedalam bidang kerja, dan terakhir cara
menjadikan hasil kerja menjadi file gambar. Dipertemuan kedua masih
mengulang materi yang sama untuk membantu mereka mengingat
kembali bagaimana caranya mengoprasikan Corel Draw.
Dalam pelatihan Desain Grafis ini narasumber juga membantu
membuat Logo Paud yang ada di Dusun Dlingo II, diharapkan
kedepannya pembuatan Logo ataupun semua yang membutuhkan
sebuah Desain Grafis bisa dikerjakan oleh para remaja atau pemuda
yang ada di Dusun Dlingo II sendiri, untuk menciptakan kemandirian
dan kemajuan Dusun.
Masalah dalam kegiatan pelatihan desain grafis ini adalah
Perkembangan zaman saat ini seperti yang kita rasakan sudah
memasuki era revolusi digital, dimana segala aspek kehidupan sudah
melekat dengan tekhnologi yang serba digital. Dusun Dlingo II yang
sudah diarahkan untuk menjadi “Kampung Budaya Jawa” juga
memerlukan persiapan yang begitu banyak. Peran penting Desain
Grafis dalam kehidupan dapat membantu merealisasikan konsep
“Kampung Budaya Jawa” kedepannya. Desain Grafis dapat merujuk
kepada proses pembuatan brosur, leaflet, kartu nama, poster, spanduk,
baliho, manipulasi/modifikasi gambar, perancangan buku/majalah, dan
sebagainya yang dapat membantu merealisasikan kebutuhan
“Kampung Budaya Jawa” nantinya.
16
3. Melengkapi struktur organisasi
Pelengkapan struktur organisasi disini adalah dengan cara
memberikan nama dan foto pada bagan strukur organisasi yang telah
tersedia di balai dusun. Masalah yang dijumpai pada program kerja ini
adalah banyak masyarakat, terutama pemuda yang enggan untuk
melakukan foto struktur organisasi. Karena ada beberapa masyarakat
yang tidak ikut andil dalam program kerja ini, maka yang tidak
bersedia difoto kami memasang foto kosong agar bisa dikerjakan
kelompok KKN selanjutnya.

4. Pembuatan plang petunjuk jalan


Dusun Dlingo II merupakan dusun yang akan dijadikan sebagai
tujuan wisata budaya Jawa. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu untuk
dibangun ciri dari “Kampung Budaya Jawa”. Kurangnya ciri khas dari
dusun Dlingo II ini mendorong kelompok KKN 28 untuk mengadakan
pembuatan plang petunjuk jalan menggunakan aksara Jawa untuk
menonjolkan sisi “Kampung Budaya Jawa” pada dusun Dlingo II. Hal
ini dilakukan dengan tujuan yaitu untuk menarik wisatawan. Dengan
aksara jawa yang terpasang di pinggir jalan diharapakan dapat
memunculkan image kampung budaya di Dusun Dlingo II. Disamping
tujuan tersebut juga, memiliki tujuan sebagai petunjuk jalan bagi
wisatawan yang akan berkunjung ke Dusun Dlingo II sehingga
memudahkan wisatawan dalam mencari lokasi-lokasi penting yang ada
pada Dusun Dlingo II.
Kegiatan pembuatan plang petunjuk jalan menggunakan aksara
jawa ini dimulai pada tanggal 21 bulan Januari 2017. Kegiatan
dilakukan dengan bantuan dan saran dari Pak Asih selaku salah satu
pengrajin/seniman kayu di Dusun Dlingo II. Pembuatan plang
petunjuk jalan di konsentrasikan pada tempat-tempat penting di Dusun
Dlingo II diantaranya yaitu: Rumah Bu RT 01, Rumah Pak RT 02,
17
Rumah Pak RT 03, Rumah Pak RT 04, Rumah Kepala Dusun, Pohon
Purba, Makam, Masjid dan Balai Dusun.
Kesembilan plang petunjuk tersebut telah dipasang di depan rumah
setiap kepala RT dan untuk plang pohon purba, makam, masjid, dan
balai dusun akan disatukan dan dipasang di dekat gapura Dusun
Dlingo II.
Masalah :
Sehubungan dengan diberikannya nama “Kampung Budaya Jawa”
pada Dusun Dlingo II terlihat masih kurangnya ciri fisik yang
menandakan Dusun Dlingo II sebagai kampung budaya Jawa. Selain
pemasangan plang ditiap rumah dengan menggunakan aksara jawa dan
pemasangan plang nama jalan dengan menggunakan nama tokoh
pewayangan menggunakan aksara jawa yang telah dilakukan oleh
kelompok KKN sebelumnya, maka disini kami melengkapi dengan
pemasangan plang petunjuk jalan menuju ke lokasi-lokasi penting di
Dusun Dlingo II diantaranya yaitu plang penunjuk jalan menuju ke
rumah kepala RT.01, RT.02, RT.03, RT.04, Masjid Al-Mutaqqin,
Makam, Balai Dusun, Rumah Kepala Dusun.
Program :
Program ini bertujuan untuk menampilkan dan menonjolkan ciri
khas dari Dusun Dlingo II sebagai Kampung Budaya Jawa. Plang
penunjuk jalan menggunakan aksara jawa ini diharapkan dapat
menarik para wisatawan untuk berkunjung ke Dusun Dlingo II
sekaligus mencerminkan bahwa dalam budaya jawa memiliki keunikan
yaitu aksara Jawa yang harus dilestarikan dan diperkenalkan kepada
khalayak luar.

5. Penyuluhan kesehatan gigi


Menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya kesehatan bagi
masyarakat merupakan kewajiban bagi semua orang. Dimana setiap
18
orang pasti menginginkan kesehatan bagi tubuh terutama bagi gigi
yang langsung berhubungan dengan konsumsi. Dari latar belakang
diatas dusun Dlingo II yang ditunjuk sebagai kampung jawa perlu juga
dilakukan penyuluhan gigi bagi anak-anak supaya gigi anak tetap sehat
dan tau cara untuk merawat gigi dengan baik, tau makanan apa saja
yang membuat gigi berlubang, tau kapan waktunya untuk menggosok
gigi, tahu macam-macam bentuk gigi. Program penyuluhan gigi ini
didatangkan langsung dari pihak kedokteran UMY yang mempunyai
program untuk melaksanakan penyuluhan gigi secara gratis kepada
masyarakat Yogyakarta. Penerapan kesehatan gigi bagi anak-anak
harus di laksanakn setiap saat untuk mencegah kerusakan bagi gigi.
Tujuan dari pelaksanaan penyuluhan gigi ini adalah karena banyak
anak dari dusun Dlingo II yang giginya rusak terutama pada bagian
depan, maka dari itu kami dari pihak KKN 028 dan warga setempat
setuju dengan adanya penyuluhan gigi bagi anak-anak. Dengan
memberikan penyuluhan gigi, anak-anak dusun Dlingo II mempunyai
gigi yang sehat dan bersih, selain itu anak-anak juga bisa menerapkan
ilmu tentang cara menggosok gigi yang benar kepada keluarganya atau
teman sekitarnya.

6. Pengecekan golongan darah


Dusun Dlingo 2 masih banyak warga yang belum mengetahui
golongan darah. Golongan darah itu sangat penting diketahui bila
sewaktu waktu terjadi bencana dan selain itu untuk melengkapi data
administrasi warga, sehingga kami memandang perlu untuk
memberikan program penyuluhan cek golongan darah, karena masih
minimnya kesadaran warga Dusun Dlingo 2 akan kesehatan dirinya
sendiri. Program tersebut berjalan dengan lancar dan disambut baik
oleh warga, tetapi kami (KKN 28) hanya memfasilitasi untuk warga
dusun Dlingo II di RT 01 dan RT 03 untuk golongan darah karena
19
keterbatasan tenaga kerja dan waktu yang begitu singkat ini, mungkin
untuk yang lainnya bisa dilanjutkan ke KKN selanjutnya. Dan ada
sekitar 50 orang yang mendaftar untuk cek golongan darah.
Dalam kegiatan pengecekan golongan darah yaitu Kurang
terencana dengan matang untuk cek golongan darah karena acara yang
diadakan mendadak, yang awalnya dihapuskan karena harus ada biaya
yang dikeluarkan, jadi waktu hari H belum terprogram dengan baik
termasuk lampiran pandaftaran yang salah nama dan banyak juga yang
belom tercatat. Kendala selanjutnya adalah menanyakan nomor
kesehatan kepada yang kakek dan nenek harus dengan suara keras dan
menggunakan bahasa jawa krama.

7. Pendampingan badan hukum


Pembuatan Badan Hukum kelompok tani merupakan salah satu
program pokok dari usulan warga desa Dlingo II hal ini dipandang
perlu karena sesuai peratururan perundang-undangan bahwasanya
ketika sebuah kelompok tani akan mendapatkan hibah dengan
pemerintah harus berbadan hukum. Hal tersebut menjadikan kami
berinisiatif untuk melegalisasi dengan cara membuat akta notaris.
Langkah awal kami untuk merealisasikan program kerja ini adalah kita
mensosialisasikan kepada ketua kelompok tani, pengurus beserta
anggotanya untuk mendapatkan persetujuan dan pendanaan.
Selanjutnya kami di bantu oleh pamong desa untuk pembuatan badan
hukum tersebut oleh Bapak Samsul.
Pelaksnaan badan hukum tersebut dapat dilaksanakan diminggu
kedua dan ketiga dimana pembuatan tersebut di kantor notaris Nurtiani
SH,MKn. Yang beralamat di Pleret Bantul tahap awal pembentukan
badan hukum tersebut kami mengumpulkan persyaratan sebagai mana
yang telah di atur dalam peraturan perundangan yang berlaku adapun

20
langkah-langkah dalam pembuatan badan hukum adalah sebagai
berikut :
a. Melakukan sosialisai kepada ketua klompok tani lohjinawi
beserata pengurus dan anggotanya.
b. Mengumpulkan persyaratan administrative berupa:
1) Fotokopi KTP ketua sekertaris dan bendahara
2) Fotokopy KTP ketua badan pengawas beserta 2 anggotanya
3) Struktur organisasi klompok tani lohjinawi
c. Melakukan pendaftaran di kantor notaris Nurtiani SH, Mkn
d. Melakukan pengecekan nama di kementerian hukum dan ham
melalui online
e. Pengurus klompok tani menandatangani persyaratan yang
diberikan oleh staf dari notaris Nurtiani SH,Mkn
f. Meminta surat domisili dari kelurahan yang ditandatangani
kepala desa
g. Mengembalikan berkas yang telah diselesaikan untuk
selanjutnya di proses di kementrian hukum dan ham melalui
notaris Nurtiani SH,MKn
h. Mengambil akta yang sudah jadi kepada kelompok tani.

8. Pendampingan TPA, PAUD dan Posyandu


Program pengajaran dan pendampingan TPA merupakaan program
bantu keagaman untuk mendukung kegiatan TPA yang sudah berjalan
di Masjid Al-Muttaqin Dusun Dlingo II. Kegiatan TPA yang ada di
Masjid Al-Muttaqin ini dilaksanakan setiap hari setelah sholat Maghrib
sampai tiba waktu Isya’. Dalam program bantu ini kegiatan dibagi
menjadi 2 yaitu pengajaran dan pendampingan. Pada kegiatan
pengajaran, pemateri berasal dari kelompok KKN dengan pembagian
hari yaitu hari Senin, Rabu, Jumat sedangkan untuk pendampingan,
21
kelompok KKN memandu santri TPA ketika membaca iqro’ atau Al-
Qur’an yang dilakukan setiap hari. Pada dasarnya kegiatan TPA di
Masjid Al-Muttaqin sebagian besar adalah membaca iqro’ atau Al-
Qur’an sedangkan untuk materi hanya sebagai selingan hingga tiba
waktu isya’. Materi yang disampaikan ketika TPA adalah berupa
Cerita, Lagu islami, Permainan dan Kuis seputar islam.
Sebelum pelaksanaan program bantu ini, Kelompok KKN 028
melakukan koordinasi dengan Mas Ridwan selaku penanggung jawab
kegiatan TPA di Masjid Al-Muttaqin pada hari Selasa tanggal 17
Januari 2017 setelah Sholat Maghrib. Pada saat itu dibahas tentang
pembagian waktu pengajaran serta diskusi mengenai sistem pengajaran
TPA. Dari hasil diskusi didapatkan hasil pembagian waktu pengajaran
yaitu sebagai berkut :
Jadwal Pengajar TPA
Pemateri
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
1. Zahran 1. Mas Ridwan 1. Faris 1. Mas Ridwan 1. Iis 1. Mas Ridwan 1. Mas Ridwan
2. Icha 2. Dika 2. Riki
3. Irfan 3. Dian 3. Dovan
4. Danu
Pendamping
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
1. Faris KKN 028 1. Zahran KKN 028 1. Zahran KKN 028 KKN 028
2. Dika 2. Icha 2. Icha
3. Dian 3. Irfan 3. Irfan
4. Iis 4. Danu 4. Danu
5. Riki 5. Iis 5. Faris
6. Dovan 6. Riki 6. Dika
7. Dovan 7. Dian

Kemudian pada hari Rabu tanggal 17 Januari 2017 dilaksanakan


pengajaran TPA perdana KKN 028 sekaligus perkenalan dengan
santri-santri TPA Masjid Al-Muttaqin Dlingo II. Kegiatan TPA
dimulai dengan diawali dengan berdo’a bersama-sama kamudian
dilanjutkan dengan kegiatan mengaji dengan didampingi mahasiswa
KKN 028. Rasio pendamping dan santri kurang lebih 1:3, jadi satu
22
pendamping mendampingi 3 orang santri saat mengaji. Setelah semua
santri selesai mengaji kegiatan selanjutnya adalah penyampaian materi
sebagai selingan hingga waktu isya’ tiba. Dalam pelaksanaannya
materi yang disampaikan berupa cerita, lagu, kuis atau permainan.

Semoga dengan adanya program bantu berupa pengajaran dan


pendampingan TPA dari kelompok KKN 028, diharapkan dapat
menambah semangat santri-santri TPA Masjid Al-Muttaqin untuk
terus belajar dan mengaji di masjid.

Pendampingan PAUD sendiri adalah program bantuan dari KKN


028 yang ikut andil dalam mendampingi anak-anak paud dalam
belajar. Pendampingan PAUD ini dirasa perlu untuk meningkatkan
motivasi belajar anak-anak. Kendala dalam pengajaran PAUD ini
adalah gedung PAUD yang masih mendompleng Balai Dusun Dlingo
II, jadi ruang mengajar untuk PAUD kami rasa kurang mumpuni dan
kurang maksimal.

Selanjutnya dalam bidang kesehatan, selain penyuluhan gigi dan


pengecekan golongan darah, kelompok KKN 028 juga mendamping
jalannya posyandu untuk anak-anak dan lansia. Pendampingan
posyandu ini kami rasa perlu karena keterbatasan masayarakat yang
mengurus posyandu ini. Kendala yang ditemukan yaitu terbatasnya
tenaga bantu posyandu dan keterbatasan alat kesehatan yang ada di
Dlingo II.

Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang perlu dilakukan setelah selesai masa
KKn kami adalah Pelatihan Bahasa Jawa yang bertujuan supaya masyarakat
khususnya para remaja dapat melestarikan budayanya sendiri terutama dalam
bahasa dan tata krama. Hambatan yang ditemui yakni kurangnya partisipasi dari
para warga khususnya remaja Dusun Dlingo II untuk mengikuti sinau jawa ini.

23
Profil dusun dibuat untuk menjembatani promosi Dusun Dlingo II kepada
orang luar/wisatawan yang ingin berkunjung ke Dusun Dlingo II. Pembuatan
profil dusun juga sebagai pemacu supaya masyarakat Dusun Dlingo II mengetahui
potensi wisata yang semakin berkembang di desanya sendiri.
Pengecekan golongan darah dilakukan untuk mengetahui jenis golongan
darah warga Dusun Dlingo II dikarenakan hampir 80% warga di Dusun Dlingo II
tidak mengetahui jenis golongan darahnya. Padahal, jenis golongan darah sangat
penting diketahui sedini mungkin untuk mempercepat serta mempermudah
pertolongan ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pengecekan golongan
darah yang selanjutnya tertuju kepada RT 02 dan RT 04 Dusun Dlingo II.
Melengkapi foto struktur organisasi merupakan salah satu bentuk
penguatan kelembagaan yang bertujuan untuk memperjelas struktur kerja
kelembagaan yang ada di Dusun Dlingo II sehingga mempermudah dalam
monitoring atau pemantauan. Foto yang ada pada struktur organisasi dusun
Dlingo II baru sebagian saja dikarenakan masing-masing anggota yang memiliki
perbedaan kesibukan dan kelompok KKN 28 yang memiliki keterbatasan waktu.

24
BAB V
REKAPITULASI DANA
No Nama Kegiatan Uang Nama Jumlah Total Sumber Dana
Masuk Kebutuhan
PROGRAM POKOK

LP3M Rp 2.000.000 + Kas Anggota Rp 2.500.000


1 Pelatihan Bahasa Jawa Fee Pengisi Rp150,000.00 Rp200,000. Rp1,541,00 LP3M
Konsumsi Rp50,000.00 00 0.00
2 Plangisasi Plang Rp520,000.00 Rp520,000. LP3M
00
3 Pelatihan Desain Grafis Wifi Rp50,000.00 Rp50,000.0 LP3M
0
4 Administrasi grafis Map Item Rp52,000.00 Rp52,000.0 LP3M
0
5 Penyuluhan Kesehatan Gigi Transportasi Rp50,000.00 Rp410,000. LP3M+Kas
Sikat Rp200,000.00 00 Anggota
Gelas Plastik Rp15,000.00
Plakat Rp35,000.00
Snak Rp25,000.00
Bubur/jajan Rp60,000.00
Pasta Gigi Rp25,000.00
6 Melengkapi Bagan Struktur Kertas poto Rp20,000.00 Rp20,000.0 LP3M+Kas
Organisasi 0 Anggota
7 Pengecekan Golongan darah Fee pembicara Rp150,000.00 Rp259,000.

25
Buah Rp22,000.00 00
Air botol Rp4,000.00
Permen Rp10,000.00
Air gelas Rp38,000.00
Pembayaran Rp35,000.00
8 Pendampingan Pengajuan Transportasi Rp30,000.00 Rp30,000.0 LP3M
Badan Hukum 0
PROGRAM BANTU
9 Pembuatan Proposal Jilid Rp10,000.00 Rp10,000.0 Rp200,900. LP3M
0 00
10 Menghias PAUD Kertas Rp21,000.00 Rp21,000.0 LP3M
0
11 Posyandu 0 Rp0.00 Rp0.00 -
12 Pendampingan PAUD 0 Rp0.00 Rp0.00 -
13 Pendampingan TPA Buku kiki Rp33,900.00 Rp169,900. LP3M+Kas
Pena gadjah Rp15,000.00 00 Anggota
mada
Pensil joyko Rp33,000.00
Buku tulis Rp64,000.00
Penghapus Rp24,000.00
PENGELUARAN LAIN-LAIN
14 Ekspo Jualan Rp100,000.00 Rp215,000. Rp765,000. LP3M+Kas
Properti stnd Rp100,000.00 00 00 Anggota

26
Stiker Rp15,000.00
15 Perpisahan Tumpeng Rp60,000.00 Rp450,000. LP3M+Kas
Roti Rp120,000.00 00 Anggota
Buah Rp150,000.00
Kacang atum Rp60,000.00
Gorengan Rp60,000.00
16 Profil Dusun Print Rp100,000.00 Rp100,000. LP3M+Kas
00 Anggota
17 Lain-lain Paku payung Rp2,600.00 Rp1,335,58 Rp1,335,58 LP3M+Kas
Kater Rp4,000.00 5.00 5.00 Anggota
Double tip Rp10,000.00
Jadah Rp45,000.00
Santen Rp15,000.00
Peniti Rp10,000.00
Stearofoam Rp11,000.00
Transportasi Rp50,000.00
Gelas plastik Rp6,500.00
Plakat Rp33,000.00
Bubur /jajan Rp73,000.00
kodomo Rp17,200.00
pepsoden Rp5,485.00
sikat dora Rp20,520.00

27
sikat omica Rp81,280.00
Vit Gelas Rp17,500.00
Gorengan Rp9,000.00
Sprite Rp9,000.00
Soto Rp24,000.00
Cup agar Rp25,500.00
Agar walet Rp22,000.00
Gula pasir Rp37,500.00
Teh jawa Rp8,500.00
Roti Rp54,000.00
Plastik Rp3,000.00
kacang kulit Rp93,000.00
Plastik Rp3,000.00
Ayam Rp40,000.00
Gorerng
Tumpeng Rp60,000.00
Gorengan Rp60,000.00
Plakat Rp30,000.00
Bingkisan 6 Rp180,000.00
Tansportasi Rp70,000.00
Cetak poto Rp50,000.00
Laporan Rp30,000.00

28
Bingkisan 1 Rp50,000.00
18 Struktur Rp75,000.00
Organisasi 2

29
BAB VI
PENUTUP

Program KKN bertema Penguatan Kelembagaan Desa ini adalah


program KKN Tematik yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta. Salah satu tujuan KKN ini adalah agar mahasiswa memiliki
pengalaman, serta mampu mendiskripsikan dan merealisasikan rasa ingin tahu
melalui proses observasi, survei, diskusi program, realisasi program, evaluasi, dan
penyusunan program.
Pelaksanaan program utama KKN dengan tema Penguatan Kelembagaan
Desa ini telah membantu sedikitnya permasalahan yang dihadapi warga dusun.
Kegiatan yang dilakukan untuk penguatan kelembagaan yaitu dengan pelatihan
akuntansi dan administrasi RT yang ada di Dusun Dlingo II, pendampingan
pembuatan badan hukum untuk kelompok tani di Dusun Dlingo II, pelatihan
desain grafis untuk para remaja agar Dusun Dlingo II memiliki Sumber Daya
yang mendukung untuk pembuatan profil dusun, dan pelengkapan struktur
organisasi yang ada di Dusun Dlingo II.
Dikarenakan Dlingo II akan dijadikan kampung jawa, maka program
selanjutnya adalah pelatihan bahasa jawa untuk mengasah dan memunculkan
kembali nilai-nilai budaya jawa agar tetap terjaganya nilai-nilai dan budaya jawa
termasuk tata karma terutama yang berkembang di kalangan anak anak muda,
namun dikarenakan SDM yang belum siap untuk menjadikan kampung mereka
menjadi wisata kampung jawa maka program ini tidak terealisasikan karna
ketidakhadiran warga Dlingo II pada saat pelatihan berlangsung. Program
selanjutnya yaitu plang petunjuk jalan, dikarenakan tidak adanya petunjuk jalan
ke tempat-tempat penting yang ada di Dlingo II. Kelompok KKN 028 juga
mengadakan penyulihan gigi dikarenakan minimnya kesadaran masyarakat
tentang kesehatan gigi anak dan juga mengadakan pengecekan golongan darah
karena warga Dlingo II kebanyakan tidak tahu apa golongan darah mereka.
Selain program utama yang dilakukan, ada juga program bantu yaitu
pembuatan proposal pengadaan alat bregodo dan pengadaan bak sampah serta

30
pengajaran dan pendampingan TPA, PAUD dan Posyandu. Secara umum semua
program kerja telah dilaksanakan dengan baik.
Adapun saran-saran terkait rencana jangka panjang di dusun
Dlingo II menurut kami adalah:
1. Pelatihan Sinau Jawa yang bertujuan supaya masyarakat khususnya
para remaja dapat melestarikan budayanya sendiri terutama dalam
bahasa dan tata krama. Hambatan yang ditemui yakni kurangnya
partisipasi dari para warga khususnya remaja Dusun Dlingo II untuk
mengikuti sinau jawa ini. Profil dusun dibuat untuk menjembatani
promosi Dusun Dlingo II kepada orang luar/wisatawan yang ingin
berkunjung ke Dusun Dlingo II.
2. Pembuatan profil dusun juga sebagai pemacu supaya masyarakat
Dusun Dlingo II mengetahui potensi wisata yang semakin berkembang
di desanya sendiri.
3. Pengecekan golongan darah dilakukan untuk mengetahui jenis
golongan darah warga Dusun Dlingo II dikarenakan hampir 80%
warga di Dusun Dlingo II tidak mengetahui jenis golongan darahnya.
Padahal, jenis golongan darah sangat penting diketahui sedini mungkin
untuk mempercepat serta mempermudah pertolongan ketika terjadi
hal-hal yang tidak diinginkan. Pengecekan golongan darah yang
selanjutnya tertuju kepada RT 02 dan RT 04 Dusun Dlingo II.
4. Melengkapi foto struktur organisasi merupakan salah satu bentuk
penguatan kelembagaan yang bertujuan untuk memperjelas struktur
kerja kelembagaan yang ada di Dusun Dlingo II sehingga
mempermudah dalam monitoring atau pemantauan. Foto yang ada
pada struktur organisasi dusun Dlingo II baru sebagian saja
dikarenakan masing-masing anggota yang memiliki perbedaan
kesibukan dan kelompok KKN 28 yang memiliki keterbatasan waktu.

LAMPIRAN

31
A. Peta Dusun
Dusun Dlingo II, Desa Dlingo, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul,
Daerah Istimewa Yogyakarta

B. FOTO KEGIATAN
32
1. Pelatihan bahasa jawa

2. Pelatihan desain grafis

3. Pendampingan TPA

4. Pendampingan PAUD

33
5. Pendampingan Posyandu

6. Penyuluhan Gigi
34
7. Pengecekan Golongan Darah

8. Plangisasi
35
9. Pelatihan Administrasi dan Akuntansi RT

10. Kerja bakti Dusun Dlingo II

36
11. Expo KKN
37
C. Daftar Hadir Perkegiatan
38
1. PRESENSI KEHADIRAN ACARA PENYULUHAN GIGI KKN 028
TANGGAL 26 JANUARI 2017

NO NAMA TTD
1 Dian Listanti √
2 Annisa Woro Pramudita √
3 Iisminasih Rokhaeni √
4 Danu Adi Nugroho √
5 Nur Irfan Zidni √
6 Zahran Miftah El Qadr √
7 Ferdika √
8 Faris Triyadhi √
9 Dovan Maolana √
10 Meyga Riki Bawono √

2. PRESENSI KEHADIRAN ACARA PENGECEKAN GOLONGAN


DARAH KKN 028 TANGGAL 05 FEBRUARI 2017

NO NAMA TTD
1 Dian Listanti √
Annisa Woro
2
Pramudita √
3 Iisminasih Rokhaeni √
4 Danu Adi Nugroho

5 Nur Irfan Zidni √
6 Zahran Miftah El Qadr -

7 Ferdika

39
8 Faris Triyadhi √
9 Dovan Maolana √
10 Meyga Riki Bawono √

3. PRESENSI KEHADIRAN ACARA LOMBA MEWARNAI KKN 028


TANGGAL 13 FEBRUARI 2017
NO NAMA TTD
1 Dian Listanti √
2 Annisa Woro Pramudita √
3 Iisminasih Rokhaeni √
4 Danu Adi Nugroho √
5 Nur Irfan Zidni √
6 Zahran Miftah El Qadr √
7 Ferdika √
8 Faris Triyadhi √
9 Dovan Maolana √
10 Meyga Riki Bawono √

4. PRESENSI KEHADIRAN ACARA BAHASA JAWA KKN 028


TANGGAL 28 JANUARI 2017
NO NAMA TTD
1 Dian Listanti √
Annisa Woro
2
Pramudita √
3 Iisminasih Rokhaeni √

40
4 Danu Adi Nugroho √
5 Nur Irfan Zidni √
6 Zahran Miftah El Qadr √
7 Ferdika √
8 Faris Triyadhi √
9 Dovan Maolana √
10 Meyga Riki Bawono √

41
42