Anda di halaman 1dari 1

REVITALISASI NILAI SASTRA KLASIK SUMATERA

DALAM TEKS DAN PERTUNJUKAN


REVITALIZATION SUMATRA’S FOLK LITERATURE VALUES
IN TEXT AND PERFORMANCE
Oleh : Azhar, Mj

ABSTRACT
The Development of Literature in text and performance is growth in a new form. This
development affects a positif and a negatif effect toward literature values in Indonesian
cultural context that has high local values. Seloko, Pantun, mantra-mantra and other folk
literature which investigated, managed, written, showed in art performance consequently it
can be defended Indonesian characteristic values which politeness language speech never
cause a new trouble. This paper writes seloko adat Jambi the title of keba Sutan Bagindo that
is showed to use syair and pantun. It conveys using a song called long song meanwhile it is
showed by long song appropriate in long folk story. The Keba Sutan Bagindo tone and
tetambuhan music tone is written in this paper.
ABSTRAK
Perkembangan sastra dalam teks dan pertunjukan berkembang dalam bentuk baru,
perkembangan ini memberi dampak positif maupun negatif terhadap nilai-nilai sastra dalam
kontek kebudayaan Indonesi yang memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang tinggi. Seloko,
pantun, mantra-mantra, dan berbagai jenis tutur yang merupakan sastra klasik yang patut
digali, dikemas, diolah, ditulis dan diangkat dalam seni pertunjukan sehingga dapat
mempertahankan karakteristik Bangsa Indonesia yang santun dalam tutur bahasanya tanpa
menimbulkan permasalahan baru dalam permasalahan. Penulisan makalah ini tentang
seloko adat daerah Jambi tutur tentang keba Sutan Bagindo yang diungkapkan dengan
menggunakan syair dan pantun yang disampaikan melalui lagu yang disebut lagu panjang
apabila dipertunjukkan panjang lagu sesuai dengan panjang cerita yang disampaikan.
Notasi lagu tutur Keba Sutan Bagindo dan notasi musik tetabuhan juga dituliskan dalam
makalah ini.