Anda di halaman 1dari 5

ATMOSFER

1. Pelangi https://id.wikipedia.org/wiki/Pelangi
Pelangi atau bianglala adalah gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit atau medium
lainnya. Di langit, pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan. Pelangi juga
dapat dilihat di sekitar air terjun yang deras.
Cahaya matahari adalah cahaya polikromatik (terdiri dari banyak warna). Warna putih cahaya matahari
sebenarnya adalah gabungan dari berbagai cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Mata
manusia sanggup mencerap paling tidak tujuh warna yang dikandung cahaya matahari, yang akan terlihat
pada pelangi: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan violet.
Panjang gelombang cahaya ini membentuk pita garis-garis paralel, tiap warna bernuansa dengan warna di
sebelahnya. Pita ini disebut spektrum warna. Di dalam spektrum warna, garis merah selalu berada pada
salah satu sisi dan biru serta violet di sisi lain, dan ini ditentukan oleh perbedaan panjang gelombang.
Pelangi merupakan busur spektrum warna besar berbentuk lingkaran yang terjadi karena pembiasan cahaya
matahari oleh butir-butir air. Ketika cahaya matahari melewati butiran air, ia membias seperti ketika menembus prisma kaca dan keluar menjadi
spektrum warna pelangi. Jadi di dalam tetesan air, kita sudah mendapatkan warna yang berbeda-beda berderet dari satu sisi ke sisi tetesan air
lainnya. Beberapa dari cahaya berwarna ini kemudian dipantulkan dari sisi yang jauh pada tetesan air, kembali dan keluar lagi dari tetesan air.
Cahaya keluar kembali dari tetesan air ke arah yang berbeda, tergantung pada warnanya. Warna-warna pada pelangi ini tersusun dengan
merah di paling atas dan ungu di paling bawah pelangi.
Pelangi terlihat sebagai busur dari permukaan bumi karena terbatasnya sudut pandang mata, jika titik pandang di tempat yang tinggi misalnya
dari pesawat terbang dapat terlihat sebagai spektrum warna yang lengkap yaitu berbentuk lingkaran. Pelangi hanya dapat dilihat saat hujan
bersamaan dengan matahari bersinar, tetapi dari sisi yang berlawanan dengan si pengamat. Posisi si pengamat harus berada di antara
matahari dan tetesan air dengan matahari di belakang orang tersebut. Matahari, mata si pengamat, dan pusat busur pelangi harus berada
dalam satu garis lurus.

2. Aurora https://id.wikipedia.org/wiki/Aurora
Aurora adalah fenomena alam yang menyerupai pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planetsebagai akibat
adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh Matahari (angin
surya).
Fenomena aurora ini terkait dengan selubung medan magnet atau magnetosfer Bumi dan aktivitas
kemunculan bahaya dari Matahari. Semakin kuat dan lama cahaya aurora, dapat diperkirakan semakin kuat
gangguan dari Matahari yang dikenal sebagai badai matahari ( solar storm). Badai Matahari adalah siklus
kegiatan peledakan dahsyat dari masa puncak kegiatan bintik matahari ( sunspot ), biasanya setiap 11
tahun akan memasuki periode aktivitas badai matahari. Sedangkan gangguannya yang terjadi pada medan
magnet Bumi, dinamakan badai magnet (magnetic storm). Perubahan medan magnet yang mendadak
tersebut menyebabkan partikel bermuatan yang ada di atmosfer meningkat atau berubah arah (misalnya di
lapisan ionosfer). Aurora juga bisa muncul bila terjadi fenomena lanjutan pada magnetosfer yang dikenal
sebagai magnetic sub-storm. Peristiwa ini memunculkan aurora oval di kutub-kutub Bumi yang simetri satu sama lain. Meski fenomena ini telah
diduga oleh para ahli sejak lama, bukti observasi baru diperoleh pada tahun 2001 melalui pengamatan satelit NASA.
Peranan medan magnet yang besar pada terjadinya aurora menyebabkan aurora paling sering terjadi di daerah di sekitar kutub utara dan kutub
selatan magnetiknya, dan sangat jarang terjadi di daerah katulistiwa. Aurora yang terkenal adalah Aurora Borealis(di kutub utara) dan Aurora
Australis (di kutub selatan)
Aurora borealis paling sering disaksikan di Fairbanks, Alaska, dan beberapa lokasi di Kanada Timur, Islandia dan Skandinavia Utara. Aurora
australis paling jarang terlihat karena aurora ini biasanya justru terlihat terang di daerah yang jarang penduduknya. Aurora australis biasanya
sering terlihat di Australia pada siklus 11 tahun aktivitas titik matahari. Titik-titik matahari maksimum berlangsung pada tahun 2000.Aurora
Australis pernah terlihat di Tasmania.

LITOSFER

1. Gempa Bumi https://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi


Gempa bumi adalah getaran atau getar-getar yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang
menciptakan gelombang seismik. Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak Bumi (lempeng
Bumi). Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa Bumi yang dialami selama periode
waktu. Gempa Bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer. Moment magnitudo adalah skala yang
paling umum di mana gempa Bumi terjadi untuk seluruh dunia. Skala Rickter adalah skala yang dilaporkan
oleh observatorium seismologi nasional yang diukur pada skala besarnya lokal 5 magnitude. Kedua skala
yang sama selama rentang angka mereka valid. Gempa 3 magnitude atau lebih sebagian besar hampir tidak
terlihat dan jika besarnya 7 lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung
pada kedalaman gempa. Gempa Bumi terbesar bersejarah besarnya telah lebih dari 9, meskipun tidak ada
batasan besarnya. Gempa Bumi besar terakhir besarnya 9,0 atau lebih besar adalah 9,0 magnitudo gempa di Jepang pada tahun 2011 (per
Maret 2011), dan itu adalah gempa Jepang terbesar sejak pencatatan dimulai. Intensitas getaran diukur pada modifikasi Skala Mercalli.

2. Pergerakan Lempeng Tektonik https://id.wikipedia.org/wiki/Tektonika_lempeng


Teori tektonika Lempeng (bahasa Inggris: Plate Tectonics) adalah teori dalam bidang geologi yang dikembangkan untuk memberi penjelasan
terhadap adanya bukti-bukti pergerakan skala besar yang dilakukan oleh litosfer bumi. Teori ini telah mencakup dan juga menggantikan Teori
Pergeseran Benua yang lebih dahulu dikemukakan pada paruh pertama abad ke-20 dan konsep seafloor
spreading yang dikembangkan pada tahun 1960-an.
Bagian terluar dari interior bumi terbentuk dari dua lapisan. Di bagian atas terdapat litosfer yang terdiri
atas kerak dan bagian teratas mantel bumi yang kaku dan padat. Di bawah lapisan litosfer
terdapat astenosfer yang berbentuk padat tetapi bisa mengalir seperti cairan dengan sangat lambat dan dalam
skala waktu geologis yang sangat lama karena viskositas dan kekuatan geser (shear strength) yang rendah.
Lebih dalam lagi, bagian mantel di bawah astenosfer sifatnya menjadi lebih kaku lagi. Penyebabnya bukanlah
suhu yang lebih dingin, melainkan tekanan yang tinggi.
Lapisan litosfer dibagi menjadi lempeng-lempeng tektonik (tectonic plates). Di bumi, terdapat tujuh lempeng
utama dan banyak lempeng-lempeng yang lebih kecil. Lempeng-lempeng litosfer ini menumpang di atas astenosfer. Mereka bergerak relatif
satu dengan yang lainnya di batas-batas lempeng, baik divergen (menjauh), konvergen (bertumbukan),
ataupun transform (menyamping). Gempa bumi, aktivitas vulkanik, pembentukan gunung, dan pembentukan palung samudera semuanya
umumnya terjadi di daerah sepanjang batas lempeng. Pergerakan lateral lempeng lazimnya berkecepatan 50–100 mm/a.
HIDROSFER

1. Danau dengan 3 warna berbeda https://travel.kompas.com/read/2014/02/02/0938265/Indahnya.Danau.Tiga.Warna.di.Gunung.Kelimutu.


Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki beberapa tempat wisata yang menarik dikunjungi para wisatawan. Banyak sekali
keindahan alam yang menakjubkan di pulau ini. Salah satunya berada di puncak Gunung Kelimutu, yakni Danau
Kelimutu. Danau Kelimutu sering juga disebut dengan Danau Tiga Warna, karena danau ini memiliki tiga warna yang
berbeda. Uniknya warna air danau tersebut berubah-ubah seiring waktu berjalan. Keunikan warna itulah yang membuat
para wisatawan mengunjungi obyek wisata ini. Kelimutu sendiri merupakan gabungan dari kata “keli” yang berarti
gunung, dan “mutu” yang berarti mendidih. Danau ini terletak di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende,
NTT. Untuk mencapai danau ini, wisatawan harus menempuh perjalanan sekitar 45 km dari Ende atau 13 km dari
Kampung Moni. Untuk menikmati indahnya danau tersebut, wisatawan hanya membayar retribusi sebesar Rp 2.000.
Jalan masuk menuju tepi danau berupa anak tangga dan jalan bebatuan ditempuh dengan berjalan kaki. Waktu paling
baik untuk mengunjungi Danau Tiga Warna adalah pagi hari. Selain keindahan alam yang membuat decak kagum siapa pun yang melihatnya,
Danau Tiga Warna juga sampai saat ini masih lekat dengan legenda yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Menurut kepercayaan
penduduk setempat, warna-warni danau ini memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.

2. Salju Abadi di Puncak Gunung Jaya Wijaya https://id.wikipedia.org/wiki/Puncak_Jaya


Puncak Jaya atau Carstensz Pyramid ialah sebuah puncak yang menjadi bagian dari Barisan Sudirman yang terdapat di
Provinsi Papua, Indonesia. Puncak Jaya mempunyai ketinggian 4.884 m dan di sekitarnya terdapat gletser Carstensz, satu-
satunya gletsertropika di Indonesia, yang kemungkinan besar segera akan lenyap akibat pemanasan
global.[butuh rujukan]
Puncak ini merupakan gunung yang tertinggi di Indonesia kawasan Oceania. Puncak Jaya adalah
salah satu dari tujuh puncak dunia.
Dataran tinggi di sekitar puncak awalnya sudah dihuni sebelum adanya kontak dengan bangsa Eropa,
dan puncaknya dikenal sebagai Nemangkawi di Amungkal. Puncak Jaya sebelumnya
bernama Piramida Carstensz setelah penjelajah Belanda Jan Carstenszoon menamainya ketika
pertama kali melihat gletser di puncak gunung pada hari yang cerah pada tahun 1623.
Padang salju (gletser) Puncak Jaya berhasil didaki pada awal tahun 1909 oleh seorang
penjelajah Belanda, Hendrikus Albertus Lorentz dengan enam orang suku Kenyah yang direkrut dari Apau Kayan di Kalimantan Utara. Taman
Nasional Lorentz yang juga meliputi Piramida Carstensz, didirikan pada tahun 1919 menyusul laporan ekspedisi ini.

ANTHROPOSFER

1. Migrasi Manusia https://id.wikipedia.org/wiki/Migrasi_manusia


Migrasi manusia adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif
(migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi diartikan sebagai perpindahan yang relatif
permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain. Arus migrasi ini berlangsung sebagai
tanggapan terhadap adanya perbedaan pendapatan antara kota dan desa. Namun, pendapatan yang
dimaksud bukanlah pendapatan aktual, melainkan penghasilan yang diharapkan (expected income).
Kerangka Skematik ini merupakan aplikasi dari model dekskripsi Todaro mengenai migrasi. Premis dasar
yang dianut dalam model ini adalah bahwa para migran mempertimbangkan dan membandingkan pasar-
pasar tenaga kerja yang tersedia bagi mereka di sektor pedesaan dan perkotaan, serta memilih salah
satunya yang dapat memaksimumkan keuntungan yang diharapkan. Besar kecilnya keuntungan yang
mereka harapkan diukur berdasarkan besar kecilnya selisih antara pendapatan riil dari pekerjaan di kota
dan di desa, angka tersebut merupakan implementasinya terhadap peluang migran untuk mendapatkan pekerjaan di kota.

2. Persebaran Penduduk https://zaka4share.wordpress.com/2014/10/21/persebaran-penduduk-di-indonesia/


Persebaran penduduk secara umum adalah bentuk penyebaran penduduk di suatu wilayah atau Negara.
Persebaran penduduk secara administrasi adalah karakteristik penduduk menurut batas-batas wilayah
administrasi yang ditetapkan oleh suatu negara, misalnya jumlah penduduk di desa A atau di kecamatan B.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran dan kepadatan penduduk tiap-tiap daerah atau negara sebagai
berikut:
a. Faktor Fisiografis
b. Faktor Biologis
c. Faktor Kebudayaan dan Teknologi
Dampak buruk dari berkurangnya luas hutan adalah:
a. terjadi banjir karena peresapan air hujan oleh hutan berkurang
b. terjadi kekeringan
c. tanah sekitar hutan menjadi tandus karena erosi

BIOSFER
1. Kerusakan Flora dan Fauna www.artikelAldebaran.blogger.com
Dalam siklus kehidupan hewan maupun tumbuhan selalu terjadi evolusi seleksi alam, dan adaptasi. Evolusi adalah perubahan makhulk hidup
secara perlahan-lahan dari sederhana ke bentuk yang lebih sempurna daalm jangka waktu sangat lama. Jadi,
makhluk selalu mengalami perubahan sehingga timbul spesies baru. Perlu diketahui bahwa tumbuhan dan
hewan berasal dari makhluk hidup masa lampau yang telah mengalami perubahan dalam waktu yang sangat
lama.
Seleksi alam adalah penyaringan suatu lingkungan hidup sehingga hanya makhluk hidup tertentu yang dapat
bertahan dan mampu menyesuaikan dengan lingkungan hidup yang baru. Makhluk hidup yang tidak mampu
bertahan dan menyesuaikan dengan lingkungan yang telah berubah akan mati atau pindah ke lingkungan lain.
Dengan adanya seleksi alam ini, banyak hewan dan tumbuhan yang dulu hidup, sekarang telah punah karena
tidak mampu untuk survival menyesuaikan dengan lingkungan hidup atau habitas yang ada.
Contoh kerusakan flora dan fauna yang terletak di Indonesia akibat kegiatan manusia, misalnya kerusakan terumbu karang (coral reefs).
Secara garis besar, terumbu karang dapat dibedakan
menjadi empat tipe utama, yaitu atol, fringing reefs, barrier, dan palrform reefs.
2. Longsor https://id.wikipedia.org/wiki/Tanah_longsor
Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan
berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu
faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi
material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material
tersebut. Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang memengaruhi suatu lereng
yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh:
a. erosi yang disebabkan aliran air permukaan atau air hujan, sungai
sungai atau gelombang laut yang menggerus kaki lereng-lereng bertambah curam
b. lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujan lebat
c. gempa bumi menyebabkan getaran, tekanan pada partikel-partikel mineral dan bidang
lemah pada massa batuan dan tanah yang mengakibatkan longsornya lereng-lereng tersebut
d. gunung berapi menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan aliran debu-debu
e. getaran dari mesin, lalu lintas, penggunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan petir
f. berat yang terlalu berlebihan, misalnya dari berkumpulnya hujan atau salju
ATMOSFER
1. Kilat https://id.wikipedia.org/wiki/Petir
Petir, kilat, atau halilintar adalah gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan saat langit memunculkan kilatan cahaya sesaat yang
menyilaukan. Beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar yang disebut guruh. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan
adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya.
Petir merupakan gejala alam yang bisa dianalogikan dengan sebuah kondensator raksasa, saat lempeng pertama berupa awan(bisa lempeng
negatif atau lempeng positif) dan lempeng keduanya adalah bumi (dianggap netral). Seperti yang sudah diketahui kapasitor adalah sebuah
komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan energi sesaat (energy storage). Petir juga dapat terjadi dari awan ke awan
(intercloud) yang salah satu awan bermuatan negatif dan awan lainnya bermuatan positif.
Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan karena
dia bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif
akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial
antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk
mencapai kesetimbangan. Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu
menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan
tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Karena ada awan
bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.

2. Fatamorgana https://id.wikipedia.org/wiki/Fatamorgana
Fatamorgana merupakan sebuah fenomena di mana optik yang biasanya terjadi di tanah lapang yang luas seperti padang pasir atau padang
es. Fatamorgana adalah pembiasan cahaya melalui kepadatan yang berbeda, sehingga bisa membuat sesuatu yang tidak ada menjadi seolah
ada. Fenomena ini biasa dijumpai di tempat panas dan Gunung Brocken di Jerman.
Fatamorgana Seringkali di gurun pasir, fatamorgana menyerupai danau atau air atau kota. Ini sebenarnya adalah pantulan daripada langit yang
dipantulkan udara panas. Udara panas ini berfungsi sebagai cermin. Kata 'Fatamorgana' adalah nama saudari Raja Arthur, Faye le Morgana,
seorang peri yang bisa berubah-ubah rupa.

LIFOSFER
1. Gunung Api https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_berapi
Gunung berapi atau gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan
dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk
endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus. Suatu gunung berapi merupakan bentukan alam dari pecahan yang
terjadi di kerak dari benda langit bermassa planet, seperti Bumi. Patahan tersebut mengakibatkan lava panas, abu vulkanik dan gas bisa keluar
dari dapur magma yang terdapat di bawah permukaan bumi.
Gunung berapi di Bumi terbentuk dikarenakan keraknya terpecah menjadi 17 lempeng tektonik utama yang kaku yang mengambang di atas
lapisan mantel yang lebih panas dan lunak. Oleh karena itu, gunung berapi di Bumi sering ditemukan di batas divergen dan konvergen dari
lempeng tektonik. Contohnya, di pegunungan bawah samudra seperti punggung tengah atlantik terdapat gunung berapi yang terbentuk dari
gerak divergen lempeng tektonik yang saling menjauh, sementara di Cincin Api Pasifikterbentuk gunung berapi dari gerakan konvergen
lempeng tektonik yang saling mendekat. Gunung berapi biasanya tidak terbentuk di wilayah dua lempeng tektonik bergeser satu sama lain.
Letusan atau erupsi gunung berapi dapat menimbulkan berbagai bencana, tidak hanya di daerah dekat letusan. Bahaya dari debu vulkanik
adalah terhadap penerbangan khususnya pesawat jet karena debu tersebut dapat merusak turbin dari mesin jet. Letusan besar dapat
mempengaruhi suhu dikarenakan asap dan butiran asam sulfat yang dimuntahkan letusan dapat menghalangi matahari dan mendinginkan
bagian bawah atmosfer bumi seperti troposfer, namun material tersebut juga dapat menyerap panas yang dipancarkan dari bumi sehingga
memanaskan stratosfer. Dari sejarah, musim dingin vulkanik telah mengakibatkan bencana kelaparan yang parah.

2. Tanah Longsor https://id.wikipedia.org/wiki/Tanah_longsor


Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan
berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu
faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor
pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut. Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang
memengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh:
 erosi yang disebabkan aliran air permukaan atau air hujan, sungai-sungai atau gelombang laut yang menggerus kaki lereng-lereng
bertambah curam
 lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi yang diakibatkan hujan lebat
 gempa bumi menyebabkan getaran, tekanan pada partikel-partikel mineral dan bidang lemah pada massa batuan dan tanah yang
mengakibatkan longsornya lereng-lereng tersebut
 gunung berapi menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan lebat dan aliran debu-debu
 getaran dari mesin, lalu lintas, penggunaan bahan-bahan peledak, dan bahkan petir
 berat yang terlalu berlebihan, misalnya dari berkumpulnya hujan atau salju

HIDROSFER
1. Arus Laut https://id.wikipedia.org/wiki/Arus_air_laut
Arus air laut adalah pergerakan massa air secara vertikal dan horisontal sehingga menuju keseimbangannya, atau gerakan air yang sangat
luas yang terjadi di seluruh lautan dunia[1]. Arus juga merupakan gerakan mengalir suatu massa air yang dikarenakan tiupan angin atau
perbedaan densitas atau pergerakan gelombangpanjang[2]. Pergerakan arus dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain arah angin, perbedaan
tekanan air, perbedaan densitas air, gaya Coriolis dan arus ekman, topografi dasar laut, arus permukaan, upwellng, downwelling.
Selain angin, arus dipengaruhi oleh paling tidak tiga faktor, yaitu:
1. Bentuk Topografi dasar lautan dan pulau – pulau yang ada di sekitarnya: Beberapa sistem lautan utama di dunia dibatasi oleh massa
daratan dari tiga sisi dan pula oleh arus equatorial counter di sisi yang keempat. Batas – batas ini menghasilkan sistem aliran yang
hampir tertutup dan cenderung membuat aliran mengarah dalam suatu bentuk bulatan.
2. Gaya Coriollis dan arus ekman: Gaya Corriolis memengaruhi aliran massa air, di mana gaya ini akan membelokkan arah mereka dari arah
yang lurus. Gaya corriolis juga yangmenyebabkan timbulnya perubahan – perubahan arah arus yang kompleks susunannya yang terjadi
sesuai dengan semakin dalamnya kedalaman suatu perairan.
3. Perbedaan Densitas serta upwelling dan sinking: Perbedaan densitas menyebabkan timbulnya aliran massa air dari laut yang dalam di
daerah kutub selatan dan kutub utara ke arah daerah tropik.

2. Sungai Ciliwung Meluap https://megapolitan.kompas.com/read/2019/04/26/10063741/ciliwung-meluap-banjir-rendam-17-titik-di-jakarta-ini.


Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta mencatat ada 17 titik di DKI Jakarta terendam banjir pada Jumat (26/4/2019) pagi akibat
luapan Sungai Ciliwung. "Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta, melalui Pusat
Data dan Informasi Kebencanaan hingga pukul 07.00 WIB terdapat 17 titik banjir," tulis rilis yang dikeluarkan BPBD Jakarta. Dikutip dari akun
Twitter resmi @BPBDJakarta, tujuh belas titik tersebut tersebar di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Titik banjir di Jakarta Selatan
berada di RW 07 Lenteng Agung, RW 01 Srengseng Sawah, RW 01 Pengadegan, RW 07 Rawajati, RW 05, 06, 07, dan 08 Rawajati.
Sedangkan, titik banjir di Jakarta Timur berada di RW 02, 05, dan 08 Cawang, RW 07 dan 11 Bidara Cina, RW 05 Balekambang, serta RW 04,
05, dan 08 Kampung Melayu.
Ketinggian banjir di Jakarta Selatan rata-rata 20-170 cm sementara ketinggian banjir di Jakarta Timur rata-rata 20-100 cm. Sebanyak 133
pompa mobile dan 465 pompa stationer pun telah disiagakan di 164 lokasi untum menyelesaikan banjir. Banjir tersebut disebabkan oleh
intensitas hujan tinggi di wilayah Bogor dan sekitarnya pada Kamis malam yang menyebabkan meluapnya Sungai Ciliwung.

ANTHROPOSFER
1. Migrasi https://id.wikipedia.org/wiki/Migrasi_manusia
Migrasi manusia adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif
(migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi diartikan sebagai perpindahan yang relatif
permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain. Arus migrasi ini berlangsung sebagai tanggapan terhadap adanya perbedaan
pendapatan antara kota dan desa. Namun, pendapatan yang dimaksud bukanlah pendapatan aktual, melainkan penghasilan yang diharapkan
(expected income). Kerangka Skematik ini merupakan aplikasi dari model dekskripsi Todaro mengenai migrasi. Premis dasar yang dianut
dalam model ini adalah bahwa para migran mempertimbangkan dan membandingkan pasar-pasar tenaga kerja yang tersedia bagi mereka di
sektor pedesaan dan perkotaan, serta memilih salah satunya yang dapat memaksimumkan keuntungan yang diharapkan. Besar kecilnya
keuntungan yang mereka harapkan diukur berdasarkan besar kecilnya selisih antara pendapatan riil dari pekerjaan di kota dan di desa, angka
tersebut merupakan implementasinya terhadap peluang migran untuk mendapatkan pekerjaan di kota.

2. Lima Tahun Penduduk Kota Bekasi Bertambah 1 Juta Jiwa


https://wartakota.tribunnews.com/2018/08/05/lima-tahun-penduduk-kota-bekasi-bertambah-1-juta-jiwa
Pemerintah Kota Bekasi memproyeksikan jumlah penduduk di wilayah setempat bakal menembus hingga 3,6 juta jiwa pada 2022 mendatang.
Jumlah tersebut bertambah hingga 1 juta orang dibandingkan jumlah penduduk saat ini yang mencapai 2,6 juta jiwa.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bekasi, Koswara Hanafi mengatakan bila dirinci lebih dalam, tingkat
kepadatan penduduk saat itu bisa mencapai 160 jiwa per hektar.
Laju pertumbuhan ini cukup besar dibandingkan skala nasional yang mencapai 1,47 persen.
"Tahun ini saja jumlah penduduk sudah mencapai 2,6 juta jiwa. Bila dilihat dari proyeksinya, maka laju pertumbuhan penduduknya bisa
dikategorikan cukup besar," kata Koswara pada Minggu (5/8/2018).
Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah penduduk Bekasi (sebelum pemekaran dengan Kota dan Kabupaten) pada tahun 1961 mencapai
691.192 jiwa. Kemudian meningkat pada tahun 1971 menjadi 830.721 jiwa.
Untuk merespon pembangunan Ibu Kota DKI Jakarta yang begitu pesat, pada tahun 1982 dibentuklah Kota Administratif (Kotif) Bekasi.
Pertumbuhan penduduk di Kotif Bekasi tahun 1983-1984 cukup tinggi yaitu sekitar 9,5 persen.
Terbukti tahun 1983, penduduk Bekasi 1.203.282 jiwa. Pertumbuhan penduduk Kotif Bekasi ternyata melampaui apa yang sudah
direncanakan. Ledakan terjadi hingga dua kali lipat pada tahun 1980-1990 dengan rata-rata pertumbuhan 6,29 persen.
Oleh karena itu, tahun 1997 Kabupaten Bekasi melakukan pemekaran. Kotif Bekasi secara mandiri menjadi Kota Bekasi dengan
jumlah penduduk tahun pertama sebanyak 1.471.477 jiwa. Tahun berikutnya 1,543,847 jiwa dan tahun 1999 meningkat lagi menjadi 1.556.176
jiwa.

BIOSTER
1. Kebakaran Hutan https://id.wikipedia.org/wiki/Kebakaran_liar#Penyebab
Kebakaran hutan, kebakaran vegetasi, atau kebakaran semak, adalah sebuah kebakaran yang terjadi di alam liar, tetapi juga dapat
memusnahkan rumah-rumah dan lahan pertanian disekitarnya. Penyebab umum termasuk petir, kecerobohan manusia,
dan pembakaran.Musim kemarau dan pencegahan kebakaran hutan kecil adalah penyebab utama kebakaran hutan besar. Kebakaran hutan
dalam bahasa Inggris berarti "api liar" yang berasal dari sebuah sinonim dari Api Yunani, sebuah bahan seperti-napalm yang digunakan
di Eropa Pertengahan sebagai senjata maritime.
Penyebab Kebakaran hutan, antara lain:
 Sambaran petir pada hutan yang kering karena musim kemarau yang panjang.
 Kecerobohan manusia antara lain membuang puntung rokok sembarangan dan lupa mematikan api di perkemahan.
 Aktivitas vulkanis seperti terkena aliran lahar atau awan panas dari letusan gunung berapi.
 Tindakan yang disengaja seperti untuk membersihkan lahan pertanian atau membuka lahan pertanian baru dan tindakan vandalisme.
 Kebakaran di bawah tanah/ground fire pada daerah tanah gambut yang dapat menyulut kebakaran di atas tanah pada saat musim
kemarau.

2. Harimau Terjerat di Hutan


https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190716231430-20-412784/terjerat-pemburu-liar-kaki-harimau-sumatera-diamputasi
Seekor Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) jantan dengan kondisi kaki kanan depan terluka, terpaksa harus diamputasi oleh Tim
Medis BKSDA Bengkulu-Lampung.
Kaki kanan bagian depan satwa langka tersebut membusuk, sedangkan bagian perutnya terluka. Kedua luka di tubuh harimau akibat terkena
jerat kawat seling. Kawat ini diduga merupakan ulah pemburu di kawasan hutan TNBBS. Lokasi tersebut masuk dalam wilayah Resort Suoh
SPTN III, BPTN II Liwa, Kabupaten Lampung Barat dan berada di zona rimba.
Harimau Sumatera bernama Kyai Batua memiliki berat sekitar 110 kilogram dan berusia antara 3-4 tahun, saat ini dalam perawatan intensif
dokter hewan di Taman Konservasi Lembah Hijau (TKLH) Kota Bandarlampung.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Lampung Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Hifzon Zawahiri mengatakan hingga
hari ini kondisi harimau sumatera, Kyai Batua kondisinya terus membaik.
"Kondisi harimau Batua kian membaik, selain diberi vitamin, volume makanan pun terus bertambah. Dalam sehari, bisa menghabiskan 4
sampai 6 ekor ayam," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (16/7/2019) petang.
Hifzon menuturkan, kalau harimau sumatera Kyai Batua ini, belum bisa disaksikan langsung oleh banyak orang. Mengingat kondisinya yang
masih belum stabil dan masih dalam isolasi guna proses masa penyembuhan luka.
"Jadi mohon maaf, saat ini harimau Batua belum bisa disaksikan secara langsung karena masih dalam isolasi. Hal ini juga, untuk menjaga hal-
hal yang tidak diinginkan karena sifat liar harimau yang reaktif dan dikhawatirkan akan mengganggu proses penyembuhan lukanya karena
pergerakan kesana kemari," ucapnya.