Anda di halaman 1dari 4

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah

penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif yang dipadu dengan kuantitatif

ragam persentase Deskriptif kualitiatif digunakan untuk menguraikan hasil

wawancara dengan guru guna menggali factor-faktor penyebab tidak

optimalnya pembelajaran bahasa Indonesia, sedangkan deskriptif

kuantitatif ragam persentase digunakan mempersentasekan hasil

observasi (ceklis) kegiatan pembelajaran dan hasil angket siswa.

B. Lokasi dan Waktu

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bone sekitar 170 km dari Kota

Makassar karena data penelitian ini di peroleh dari SMK Negeri 1

Watampone. Penelitian ini akan dilakukan selama kurang lebih satu bulan

yaitu pada bulan Januari sampai Februari 2011.

C. Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas XII

dengan nilai Ujian Nasional bahasa Indonesia tahun ajaran 2009/2010 di

SMK Negeri 1 Watampone. Pada tahun ajaran tersebut terdapat 310

siswa yang ikut Ujian Nasional yang terbagi enam jurusan.

55
56

Jumlah populasi yang diteliti 310 siswa, karena itu dalam penelitian

ini ditetapkan jumlah sampel sebanyak 25% dari jumlah populasi yang ada

atau 25% dari 310 siswa. Jadi, jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak

77 siswa. Penarikan sampel dilakukan dengan random sample (sampel

acak).

Selain itu, guru bahasa dan Sastra Indonesia yang mengajar di kelas

XII pada sekolah tersebut dijadikan sebagai informan sebanyak 2 orang.

Untuk melakukan pengamatan terhadap jalannya pembelajaran, peneliti

juga memutuskan menggunakan 5 orang observer (responden), yaitu:

kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, 2 orang

pengawas, dan peneliti sendiri.

D. Data dan Sumber Data

Data dalam penelitian ini adalah faktor-faktor peyebab rendahnya

nilai ujian nasional bahasa Indonesia siswa SMK Negeri 1 Watampone

tahuan ajaran 2009/2010. Data tentang faktor penyebab ini dapat terkait

dengan kurikulum, siswa, kompetensi guru, materi pelajaran, strategi

belajar mengajar, sarana dan prasarana pengajaran, serta evaluasi

pengajaran. Oleh karena itu, yang menjadi sumber data penelitian ini

adalah siswa, guru mata pelajaran bahasa Indonesia, dan pelaksanaan

aktivitas pembelajaran di kelas.


57

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian

ini adalah wawancara, observasi (ceklis), dan angket.

Wawancara dilakukan untuk mendapatkan data sebenarnya dari guru

bahasa Indonesia tentang masalah yang dihadapi guru bahasa Indonesia

dalam pengajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMK Negeri 1

Watampone.

Ceklis digunakan sebagai pedoman pengamatan langsung terhadap

kegiatan belajar mengajar yang dikelolah oleh guru bahasa Indonsia di

sekolah tersebut berdasarkan asumsi peneliti berupa pernyataan dengan

lima alternatif pilihan, yaitu: sangat baik (SB), baik (B), sedang (S), kurang

(K), dan tidak baik (TB) dengan skor 1-5.

Angket digunakan untuk mengukur tanggapan siswa tentang

pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di kelas (sekolah mererka)

berdasarkan asumsi peneliti berupa pernyataan dengan lima alternatif

pilihan, yaitu: sangat tidak setuju (STS), tidak setuju (TS), ragu-ragu (R),

setuju (S), dan sangat setuju (SS) dengan skor 1-5 untuk pernyataan

favorabel dan 5-1 untuk pernyataan yang tidak favorabel (dalam Arikunto

1998: 140).

F. Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini, data yang terkumpul akan dianalisis dengan

menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif ragam persentase. Penulis


58

mengolah data yang ada, selanjutnya diinterpretasikan dalam konsep

yang dapat mendukung pembahasan. Dalam mengelola data tersebut,

penulis menggunakan metode sebagai berikut:

1. Metode induktif, yakni menganalisis data dengan bertolak dari hal-hal

yang bersifat khusus, selanjutnya mengambil kesimpulan yang bersifat

umum.

2. Metode deduktif, yakni menganalisis data dengan bertolak dari hal-hal

yang bersifat umum, selanjutnya mengambil kesimpulan yang bersifat

khusus.

3. Metode komparatif, yakni setiap data yang diperoleh baik yang bersifat

khusus maupun yang bersifat umum dibandingkan, selanjutnya ditarik

suatu kesimpulan.