Anda di halaman 1dari 14

Tehnik Pengambilan Gambar dalam

Fotography
\

Disusun oleh :

Nama : Juwita Kartika Devi

Kelas :Xii Multimedia

No : 07

SMK NASIONAL PATI


Tahun Pelajaran 2015/2016
http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:http://mirdanurfauzinugraha.b
logspot.com/2014/11/alat-alat-bantu-tata-cahaya-dalam.html
Alat - Alat Bantu Tata Cahaya dalam
Fotography
Seperti halnya mata manusia, kamera video membutuhkan cahaya yang cukup agar bisa
berfungsi secara efektif. Dengan pencahayaan penonton akan bisa melihat seperti apa bentuk
obyek, di mana dia saling berhubungan dengan obyek lainnya, dengan lingkungannya, dan
kapan peristiwa itu terjadi.
Kerja kamera elektronik sangat dipengaruhi oleh sistem pencahayaan . Hal ini sesuai dengan
karakter sistem proses perekaman gambar oleh kamera elektronik, sehingga masalah-masalah
mengenai tata cahaya sangatlah penting peranannya dalam sebuah kegiatan perekaman
gambar.

Cahaya menurut sumbernya dibedakan dalam Cahaya bersumber dari alam, seperti cahaya
matahari ( natural light/daylight) dan Cahaya yang diciptakan atau bersumber dari lampu,
api(artificial light/tungsten)
Sumber cahaya itu sendiri mempunyai karakteristik jenis cahaya dan intensitas cahaya yang
bermacam-macam. Seperti teori dasar tata cahaya. Dalam setiap pengambilan gambar
dipengaruhi oleh kondisi tata cahaya yang ada, apapun kondisinya tetapi hasilnyapun juga
mengikuti kondisi tata cahaya tersebut. Namun untuk mendapatkan hasil yang lebih
maksimal maka kita dapat mengikuti teori dasar tata cahaya yang berlaku, walaupun pada
praktek kerja kita dapat mengembangkan kreasi kita sesuai keinginan dan hasil yang akan
dicapai.

KUALITAS CAHAYA

 Hard light
Disebut dengan cahaya keras yang dihasilkan dari sumber cahaya dengan intensitas yang
tinggi, cahaya lebih bersifat spot. Menghasilkan kekontrasan yang tinggi dan bayangan yang
keras (gelap – terangnya).

 Soft Light

Disebut juga cahaya yang lembut karena dihasilkan dari sumber terpendar dan halus biasanya
cahaya yang dipancarkan adalah flood dan dibarengi dengan filter atau elemen penghalus
pemendaran cahaya.Kontras yang dihasilkan lebih tipis sehingga bayangan yang dihasilkan
juga tidak keras.
Cahaya berdasarkan konsep dasar pencahayan dapat dibedakan :
© Natural Light
Cahaya natural yang sumber cahaya dalam satu frame atau adengan maupun scene bersumber
dari cahaya yang bersifat natural. Misalnya cahaya pagi hari dari sebelah timur (key). Maka
shot-shot dalm scene tersebut key lightnya dari arah yang sama.
© Pictorial Light/Aritificial Light
Cahaya yang bersifat artistik atau ciptaan. dibentuk sesuai kebutuhan artistik, mood sebuah
adegan atau scene. Jadi arah sumber cahaya (key) dapat berubah-ubah sesuai dengan
kebutuhan artistic gambar atau mood dari adegan tersebut.
Direction of Light
Pencahayaan yang dibedakan berdasarkan arah cahaya dan jatuhnya cahaya ke subjek dapat
dibedakan:
© Top Light
Cahaya yang datang dari arah atas subjek, sebagai ambient/base light juga menciptakan
suasana tertekan pada subjek.
© Eye Light
Cahaya yang ditujukan pada posisi mata subjek guna untuk menguatkan kekuatan yang
dimunculkan dari mata.
© Accent Light
Cahaya yang dibuat sebagai aksen diluar subjek untuk menciptakan kedalaman dan mood
tertentu. Biasanya ditujukan pada background

PRINSIP DASAR TATA CAHAYA


THREE POINT LIGHTING
Ini sudah menjadi rumusan atau formula dasar sebuah pencahayaan dalam produksi video,
film, dan foto. Tiga point penting itu terdiri atas : Key Light, Fill Light, Back Light
3 Komponen three point lighting :
Key Light
Pencahayaan utama yang diarahkan pada objek. Keylight merupakan sumber pencahayaan
paling dominan. Biasanya keylight lebih terang dibandingkan dengan fill light. Dalam desain
3 point pencahyaan, keylight ditempatkan pada sudut 45 derajat di atas subjek.Fill Light
Fill light
Pencahayaan pengisi, biasanya digunakan untuk menghilangkan bayangan objek yang
disebabkan oleh key light. Fill light ditempatkan berseberangan dengan subyek yang
mempunyai jarak yang sama dengan keylight. Intensitas pencahyaan fill light biasanya
setengah dari key light.
Back Light
Pencahayaan dari arah belakang objek, berfungsi untuk meberikan dimensi agar subjek
tidak “menyatu” dengan latar belakang. Pencahyaan ini diletakkan 45 derajat di belakang
subyek. Intensitas pencahyaan backlight sangat tergantung dari pencahayaan key light dan fill
light, dan tentu saja tergantung pada subyeknya. Misal backlight untuk orang berambut
pirang akan sedikit berbeda dengan pencahayaan untuk orang dengan warna rambut hitam.

4 FUNGSI DASAR TATA CAHAYA


Tata cahaya yang hadir di atas panggung dan menyinari semua objek sesungguhnya
menghadirkan kemungkinan bagi sutradara, aktor, dan penonton untuk saling melihat dan
berkomunikasi. Semua objek yang disinari memberikan gambaran yang jelas kepada
penonton tentang segala sesuatu yang akan dikomunikasikan. Dengan cahaya, sutradara dapat
menghadirkan ilusi imajinatif. Banyak hal yang bisa dikerjakan bekaitan dengan peran tata
cahaya tetapi fungsi dasar tata cahaya ada empat, yaitu penerangan, dimensi, pemilihan,
dan atmosfir (Mark Carpenter, 1988).

 Penerangan. Inilah fungsi paling mendasar dari tata cahaya. Lampu memberi penerangan
pada pemain dan setiap objek yang ada di atas panggung. Istilah penerangan dalam tata
cahaya panggung bukan hanya sekedar memberi efek terang sehingga bisa dilihat tetapi
memberi penerangan bagian tertentu dengan intensitas tertentu. Tidak semua area di atas
panggung memiliki tingkat terang yang sama tetapi diatur dengan tujuan dan maksud
tertentu sehingga menegaskan pesan yang hendak disampaikan melalui laku aktor di atas
pentas.

 Dimensi. Dengan tata cahaya kedalaman sebuah objek dapat dicitrakan. Dimensi dapat
diciptakan dengan membagi sisi gelap dan terang atas objek yang disinari sehingga
membantu perspektif tata panggung. Jika semua objek diterangi dengan intensitas yang
sama maka gambar yang akan tertangkap oleh mata penonton menjadi datar. Dengan
pengaturan tingkat intensitas serta pemilahan sisi gelap dan terang maka dimensi objek
akan muncul.

 Pemilihan. Tata cahaya dapat dimanfaatkan untuk menentukan objek dan area yang
hendak disinari. Jika dalam film dan televisi sutradara dapat memilih adeganmenggunakan
kamera maka sutradara panggung melakukannya dengan cahaya. Dalam pementasan
tertentu, penonton secara normal dapat melihat seluruh area panggung, untuk memberikan
fokus perhatian pada area atau aksi tertentu sutradara memanfaatkan cahaya. Pemilihan ini
tidak hanya berpengaruh bagi perhatian penonton tetapi juga bagi para aktor di atas pentas
serta keindahan tata panggung yang dihadirkan.

 Atmosfir. Yang paling menarik dari fungsi tata cahaya adalah kemampuannya
menghadirkan suasana yang mempengaruhi emosi penonton. Kata “atmosfir” digunakan
untuk menjelaskan suasana serta emosi yang terkandung dalam peristiwa lakon.Tata
cahaya mampu menghadirkan suasana yang dikehendaki oleh lakon. Sejak ditemukannya
teknologi pencahayaan panggung, efek lampu dapat diciptakan untuk menirukan cahaya
bulan dan matahari pada waktu-waktu tertentu. Misalnya, warna cahaya matahari pagi
berbeda dengan siang hari. Sinar mentari pagi membawa kehangatan sedangkan sinar
mentari siang hari terasa panas. Inilah gambaran suasana dan emosi yang dapat
dimunculkan oleh tata cahaya

Keempat fungsi pokok tata cahaya di atas tidak berdiri sendiri. Artinya, masing-masing
fungsi memiliki interaksi (saling mempengaruhi). Fungsi penerangan dilakukan dengan
memilih area tertentu untuk memberikan gambaran dimensional objek, suasana, dan emosi
peristiwa. Gambar berikut memperlihatkan interaksi fungsi pokok tata cahaya.

FUNGSI PENDUKUNG TATA CAHAYA


Selain keempat fungsi pokok di atas, tata cahaya memiliki fungsi pendukung yang
dikembangkan secara berlainan oleh masing-masing ahli tata cahaya. Beberapa fungsi
pendukung yang dapat ditemukan dalam tata cahaya adalah sebagai berikut.

 Gerak. Tata cahaya tidaklah statis. Sepanjang pementasan, cahaya selalu bergerak dan
berpindah dari area satu ke area lain, dari objek satu ke objek lain. Gerak perpindahan
cahaya ini mengalir sehingga kadang-kadang perubahannya disadari oleh penonton dan
kadang tidak. Jika perpindahan cahaya bergerak dari aktor satu ke aktor lain dalam area
yang berbeda, penonton dapat melihatnya dengan jelas. Tetapi pergantian cahaya dalam
satu area ketika adegan tengah berlangsung terkadang tidak secara langsung disadari.
Tanpa sadar penonton dibawa ke dalam suasana yang berbeda melalui perubahan cahaya.

 Gaya. Cahaya dapat menunjukkan gaya pementasan yang sedang dilakonkan. Gaya realis
atau naturalis yang mensyaratkan detil kenyataan mengharuskan tata cahaya mengikuti
cahaya alami seperti matahari, bulan atau lampu meja. Dalam gaya Surealis tata cahaya
diproyeksikan untuk menyajikan imajinasi atau fantasi di luar kenyataan seharihari. Dalam
pementasan komedi atau dagelan tata cahaya membutuhkan tingkat penerangan yang
tinggi sehingga setiap gerak lucu yang dilakukan oleh aktor dapat tertangkap jelas oleh
penonton.

 Komposisi. Cahaya dapat dimanfaatkan untuk menciptakan lukisan panggung melalui


tatanan warna yang dihasilkannya.

 Penekanan. Tata cahaya dapat memberikan penekanan tertentu pada adegan atau objek
yang dinginkan. Penggunaan warna serta intensitas dapat menarik perhatian penonton
sehingga membantu pesan yang hendak disampaikan. Sebuah bagian bangunan yang
tinggi yang senantiasa disinari cahaya sepanjang pertunjukan akan menarik perhatian
penonton dan menimbulkan pertanyaan sehingga membuat penonton menyelidiki maksud
dari hal tersebut.

 Pemberian tanda. Cahaya berfungsi untuk memberi tanda selama pertunjukan


berlangsung. Misalnya, fade out untuk mengakhiri sebuah adegan, fade in untuk memulai
adegan dan black out sebagai akhir dari cerita. Dalam pementasan teater tradisional, black
out biasanya digunakan sebagai tanda ganti adegan diiringi dengan pergantian set

PERALATAN TATA CAHAYA


Kerja tata cahaya adalah kerja pengaturan sinar di atas pentas. kecakapan dalam
mendistribusi cahaya ke atas pentas sangat dibutuhkan. Dengan peralatan tata cahaya kontrol
atas kendali atas distribusi cahaya itu dikerjakan. Penata cahaya perlu mengendalikan
intensitas ,warna, arah, bentuk, ukuran, dan kualitas cahaya, serta gerak arus cahaya.
Semua kendali itu bisa dimungkinkan karena adanya peralatan tata cahaya yang memang
dirancang untuk tujuan tersebut. Penguasaan peralatan wajib dipelajari oleh penata cahaya.
Bukan Lamp tetapi LANTERN
Peralatan tata cahaya diantaranya :
© Bohlam
© Reflektor
© Lensa

1. Bohlam

Bohlam (bulb, lamp) adalah sumber cahaya. Bagian-bagian dari bohlam terdiri dari :
- Envelope
Envelope adalah cangkang yang terbuat dari gelas kaca atau kwarsa yang melindungi
komponen dari udara dan mencegahnya dari kebakaran.
-Filamen
Filamen adalah : komponen-komponen yang mengubah panas listrik menjadi cahaya.
Ukuran dan bentuknnya bermacam-macam disesuaikan dengan ketahanan panas dan hasil
cahaya yang diinginkan. Karena filamen menghasilkan cahaya dari panas maka ia juga
menjadi lemah karena panas sehingga mudah rusak. Oleh karenanya pemasangan lampu
hendaknya hati-hati apalagi ketika kondisinya sedang menyala.
-Base
Base adalah dasaran untuk meletakkan bohlam pada dudukan yang sesuai dan merupakan
komponen yang menghubungkan filamen dengan arus listrik. Jenis dan bentuk base berbeda-
beda sesuai dengan dudukan yang disediakan pada masing-masing jenis dan merk lampu dari
pabrikan tertentu.

Jenis bohlam lampu panggung ada tiga yaitu :


- Tungsten
Digunakan untuk lampu dibawah 1000 Watt
- Tungsten-Hallogen
Digunakan untuk lampu 1000 Watt keatas
- Discharge
Lampu yang hanya bisa dioperasikan secara manual seperti followspot
Gambar di atas memperlihatkan aneka ragam bentuk bohlam. Hampir semua bohlam dibuat
terpisah dengan reflektornya tetapi pada lampu PAR bohlam dibuat satu unit dengan reflektor
dan lensa sehingga jika bohlam mati maka semua unit komponennya harus
diganti.Penggunaan jenis bohlam ini didasari pada ketahanan material menahan panas
tinggi dalam kurun waktu yang lama. Karena bekerja dengan panas, maka kualitas
bohlam menurun seiring penggunaan waktu dan batas waktu hidupnya (lifetime) telah
ditentukan (terbatas).

2. Reflektor dan refleksi

Reflektor merupakan alat pendukung tata cahaya, berfungsi menjadi alat pembias atau
sebaliknya agar lebih terfokus. Tata cahaya tidak selalu menghadap ke tokoh, dengan
bantuan reflektor komposisi cahaya menjadi lebih merata dan alami.
Reflektor biasanya terbuat dari aluminium foil yang ditempelkan pada papan atau styrofoam.
Ada 3 Jenis reflektor pada lampu panggung :
- Reflektor ellipsodial
Reflektor yang berbentuk lengkungan setengah elips (lonjong) yang mengelilingi lampu
sehingga menciptakan efek pancaran tiga dimensi. Jarak masing-masing sisinya terhadap
sumber cahaya tetap. Karena bentuknya tersebut cahaya yang dihasilkan oleh reflektor
ellipsodial memiliki dua focal point (titik temu fokus cahaya). Focal point 1 berasal dari titik
fokus sumber cahaya (bohlam) kemudian memantul kembali ke reflektor yang hasil
refleksinya membentuk titik focal point 2 baru kemudian menyebar.
- Reflektor spherical
Reflektor spherical adalah reflektor dengan bentuk sisi yang membulat. jenis reflektor ini
memencarkan seluruh cahaya langsung dari titik focal point ke reflector yang
merefleksikannya kembali melalui focalpoint tersebut sebelum memencar.
- Reflektor parabolic
Reflektor parabolic merupakan reflektor yang memiliki bentuk sisi parabola. Reflektor jenis
ini merefleksikan cahaya langsung dari atau melalui focal point kemudian menyebar secara
paralel membentuk cahaya yang diameternya hampir sama dengan diameter reflektor.
Dengan demikian diameter cahaya yang dihasilkan sangat tergantung dengan diameter
reflektor. Contoh lampu sehari-hari yang menggunakan reflektor parabolic adalah lampu
senter.Selain refleksi yang dihasilkan melalui reflektor, cahaya juga akan mengalami refleksi
setelah menyentuh objek penyinaran.
Refleksi cahaya yang memantul mengenai objek dapat dibedakan menjadi empat jenis yaitu :
- Specular (seperti cermin) memantulkan cahaya tanpa mengubah besaran cahaya alami dari
sumbernya.
- Difuse terjadi ketika cahaya yang mengenai permukaan objek memantul dengan pendar
yang merata ke segala arah.
Contohnya : ketika cahaya diarahkan ke sebuah lukisan 2 dimensi, cahaya akan menyebar
kesegala arah.
- Spread
Refleksi spread sama seperti refleksi diffuse tetapi persentase masingmasing garis cahaya
tidak sama. Cahaya yang mengenai objek dengan intensitas lebih tinggi garis cahayanya akan
memendar dan direfleksikan lebih panjang dari yang lain. Contoh refleksi spread adalah
ketika cahaya mengenai gumpalan aluminium foil.
- Mixed adalah refleksi campuran dari difuse dan specular.
Beberapa garis cahaya dipendarkan secara merata kesegala penjuru arah.
Contohnya : ketika cahaya menyinari gagang pintu dari logam, jam tangan emas, atau lantai
kayu yang mengkilat.

3. Lensa

Lensa adalah alat yang digunakan untuk mebiaskan cahaya, biasanya terbuat dari kaca atau
plastik.
Ada 3 jenis lensa yang digunakan dalam lampu panggung yaitu :
© Lensa Plano Convex
Adalah lensa dengan bagian sisi luarnya berbentuk cembung (kurva) dan memiliki
permukaan yang halus. Lensa yang biasa disebut sebagai PC ini digunakan untuk membentuk
lingkaran cahaya yang garis tepinya jelas kelihatan (hard ege). Ukuran dan tebal lensa
tergantug dari ukuran dan intensitas hasil cahaya yang dikehendaki.
© Lensa fresnel
Adalah lensa yang permukaannya membentuk cetakkan bergerigi. Lampu yang menggunakan
lensa ini akan meghasilkan lingkaran cahaya yang garis tepinya lembut (soft edge).Lensa
Fresnel lebih tipis dari lensa PC
© Lensa Pebble Convex = step lens
Adalah lensa yang memiliki permukaan luar sama dengan lensa PC tetapi sisi dalamnya
bergerigi seperti lensa fresnel. Sering disebut sebagai step lens. dimana karakter yang
dihasilkan berada diantara PC dan fresnel.

4. Lampu

Istilah lampu yang digunakan disini tidak mengacu pada kata lamp tetapi mengacu
padalantern. Kata lamp diartikan sebagai bohlam dan lantern sebagai lampu dan seluruh
perlengkaannya termasuk didalamnya bohlam. Istilah lantern digunakan sebagai pembeda
antara lampu rumah dan lampu panggung.

 Floodlight

Merupakan bentuk paling sederhana dalam lampu panggung adalah floodlight.

 Scoop
 Fresnel
 Profile
 Pebble Convex
 Follow Spot
 PAR
 Efek
 Practical

http://www.kelasfotografi.com/2015/02/mengenal-macam-macam-teknik-
pengambilan.html

Mengenal Macam-Macam Teknik Pengambilan


Gambar (Type Of Shot)
Type of shot atau diterjemahkan dalam ilmu fotografi sebagai teknik pengambilan
gambar yaitu suatu teknik untuk memilih luas area frame yang diberlakukan pada subjek
sesuai dengan kadiahtype of shot yang telah ditentukan secara umum. Kaidah ini akan lebih
dikritisi pada foto yang menggunakan subjek manusia di dalamnya.
Teknik ini menjelaskan tentang aturan yang benar memilih luas area frame baik yang
lebar maupun sempit dan batasan pemotongan subjek oleh frame sesuai dari jenis teknik
pengambilan gambar yang Anda gunakan.
Adapun beberapa teknik pengambilan gambar (type of shot) yang umum digunakan dan
sangat penting untuk ada ketahui yaitu:

1. Extreme Long Shot


Dikenal juga sebagai Extra Long Shot atau Very Long Shot yaitu teknik pengambilan gambar
mencakup area yang sangat luas dengan maksud untuk mengikut-sertakan objek dan kondisi
disekitar subjek utama ke dalam frame.
Saat menggunakan teknik pengambilan gambar seperti ini disarankan agar Anda mencari
komposisi yang menyatu antar subjek utama dengan objek dan kondisi disekitar subjek.
Sehingga secara keseluruhan semua pada gambar terlihat menjadi sebuah kesatuan yang
menarik dan relevan. Saat ini banyak yang menggunakan teknik pengambilan ini untuk
kreativitas foto prewedding yang menggunakan area yang luas.

2. Long Shot

Pada teknik ini pengambilan gambar hanya menggunakan area yang cukup / pas untuk
memperlihatkan seluruh tubuh subjek tanpa terpotong oleh frame. Teknik ini hanya mensorot
dan memprioritaskan subjek utama dan bermaksud untuk menonjolkan subjek dengan
ekspresi dan interaksinya tanpa ada bagian tubuh yang terpotong.
3. Medium Long Shot

Teknik ini memiliki tujuan yang sama dengan teknik long shot. Hanya saja pada teknik ini
batas pengambilan gambar dimulai dari bawah lutut kaki sampai atas kepala. Ruang yang
diambil tentunya lebih sempit dari teknik long shot.

4. Medium Shot
Pada teknik ini area pengambilan gambar sedikit lebih sempit dari teknik medium long shot di
atas yaitu dimulai dari batas pinggang sampai atas kepala. Teknik ini bertujuan untuk
menonjolkan lebih detail lagi bahasa tubuh dari ekspresi subjek.
5. Close Up

Teknik pengambilan gambar close up mengambil area yang jauh lebih sempit yaitu batas
sedikit dibawah bahu sampai batas kepala. Tujuannya untuk menceritakan secara detail
ekspresi dan mimik dari wajah seseorang. Oleh sebab itu teknik pengambilan close up sering
digunakan untuk memotret orang yang senyum, menangis, merenung, dan yang lagi trend
saat ini digunakan untuk menampilkan kerutan wajah seseorang agar terlihat lebih dramatis.
6. Big Close Up

Teknik pengambilan gambar ini akan mengambil area yang lebih sempit lagi dari teknik close
upstandar di atas. Batas area yaitu sedikit dibawah dagu sampai di atas dahi (batas kepala).
Pada dasarnya tujuan teknik ini sama dengan teknik close up di atas hanya saja menekankan
untuk lebih mendetailkan ekspresi dan mimik wajah seseorang.
7. Extreme Close Up

Sedangkan teknik pengambilan gambar ini hanya mengekspose bagian tertentu saja pada
wajah. Umumnya teknik ini digunakan untuk menampilkan bagian yang dianggap menarik
dari wajah seseorang seperti hanya menampilkan bagian mata, hidung atau bibir.

http://kromatik8.blogspot.sg/p/jenis-jenis-shot-dan-sudut-pengambilan.html

JENIS- JENIS SHOT DAN SUDUT PENGAMBILAN GAMBAR

JENIS-JENIS SHOT
*CU (Close Up)
Shot yang menampakan daripada bahu sampai atas kepala.
*MCU (Medium Close Up)
Shot yang menampilkan separas dada sampai atas kepala.
*BCU (Big Close Up)
Shot yang menampilkan bahagian tubuh atau benda tertentu sehingga tampak besar. Misal :
wajah manusia sebatas dagu sampai dahi.
*ECU (Extrime Close Up)
Shot yang menampilkan bentuk objek. Misalnya mata, hidung, atau telinga.
*MS (Medium Shot)
Shot yang menampilkan sebahagian pinggang sampai atas kepala.
*TS (Total Shot)
Shot yang menampilkan keseluruhan objek.
*ES (Establish Shot)
Shot yang menampilkan keseluruhan pemandangan atau suatu tempat untuk memberi
orientasi tempat di mana peristiwa atau adegan itu terjadi.
*Two Shot
Shot yang menampilkan dua orang.
*OSS (Over Shoulder Shot
Pengambilan gambar di mana kamera berada di belakang bahu salah satu pelaku, dan bahu si
pelaku tampak atau kelihatan dalam frame. Objek utama tampak menghadap kamera dengan
latar depan bahu bertentangan.
SUDUT PENGAMBILAN KAMERA
*High Angle (Bird eye view)
Posisi kamera lebih tinggi dari objek yang diambil.
*Normal Angle
Posisi kamera sejajar dengan ketinggian mata objek yang diambil.
*Low Angle (Frog eye view)
Posisi kamera lebih rendah dari objek yang diambil.

Objektif Kamera :
Teknik pengambilan di mana kamera menyajikan sesuai dengan kenyataannya.

Subjektif Kamera:
Teknik pengambilan di mana kamera berusaha melibatkan penonton dalam peristiwa. Seolah-
olah lensa kamera sebagai mata si penonton atau salah satu pelaku dalam adegan.

http://www.gilangajip.com/pengertian-fotografi/

Pengertian Fotografi

Pengertian Fotografi adalah adalah seni atau proses penghasilan gambar dan cahaya
pada film. Memang benar, kebanyakan jika anda mencari pengertian fotografi jawabannya
hampir sama semua yaitu proses melukis dengan menggunakan media cahaya. Tetapi yang
paling utama adalah bagaimana cara mendalami seni fotografi tersebut. Setelah mengetahui
pengertian fotografi secara umum, lalu apa yang ada di pikiran anda tentang fotografi ?

Fotografi adalah sebuah kegiatan atau proses menghasilkan suatu seni gambar/foto melalui media cahaya
dengan alat yang disebut kamera dengan maksud dan tujuan tertentu. (wikipedia)

Pengertian Fotografi Adalah Seni


Bila pengertian fotografi adalah proses seni melukis dengan media cahaya, maka setiap orang bisa
melakukan kegiatan fotografi jika mempunyai sebuah kamera, tetapi apakah semua orang dapat
menghasilkan sebuah seni ?

Seni adalah sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan atau intisari dari
kreativitas.
Seni yang paling utama dalam fotografi adalah komposisi, dengan komposisi yang baik maka foto yang
dihasilkan akan mempunyai makna dan cerita yang bisa disampaikan.

Menghasilkan Foto Yang Bagus dalam Proses Fotografi


Untuk menghasilkan sebuah hasil karya yang bagus atau menarik ada beberapa faktor, faktor yang paling
utama adalah faktor pencahayaan, tanpa cahaya atau pencahayaan yang baik akan terlalu sulit untuk
menghasilkan hasil karya yang bagus, untuk itu dibutuhkan faktor yang kedua.

Faktor kedua adalah fotografer, foktor ini juga penting, karena tanpa fotografer proses fotografi tidak akan
terjadi. Disini fotografer akan dituntut dan di uji seni atau kreatifitas nya untuk menghasilkan subuah foto
yang bagus atau menarik.

Fotografer adalah sebuah profesi, fotografer hidup dengan fotografi.


Faktor yang ketiga adalah kamera, tanpa kamera proses fotografi pun tidak terjadi. Kamera adalah alat
pokok pada kegiatan fotografi. Faktor yang terakhir adalah faktor pendukungm seperti lensa cadangan, alat
bantu cahaya ( lampu flash kamera), reflektor, tripod, dan lain-lainnya

Tidak perlu menggunakan kamera yang mahal untuk menciptakan sebuah karya seni fotografi.
Setelah faktor-faktor diatas menjadi satu, seorang fotograferlah yang kemudian menjadi faktor utama
untuk menciptakan sebuah seni foto yang bagus dan menarik.

Sebuah Foto yang bagus itu adalah relatif, dan foto yang jelek adalah mutlak.
Kesimpulan
Fotografi adalah adalah kegiatan seni, dan jenis fotografi ada bermacam-macam. Untuk itu dibutuhkan
seorang fotografer yang betul-betul mengerti seni dan jenis fotografi yang ada pada dirinya. Tetap
semangat belajar fotografi dan tingkatkan kualitas fotografi Indonesia.