Anda di halaman 1dari 2

KERAJAAN MAJAPAHIT

Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan Hindu di Jawa Timur yang
didirikan oleh Raden Wijaya (1293 M). Kerajaan Hindu terakhir di Semenanjung Malaya
ini dianggap sebagai salah satu negara terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Dimana
wilayah kekuasaannya meliputi, Sumatera, Bali, Borneo, dan Filipina.

Asal mula berdirinya Kerajaan Majapahit yakni adanya serangan dari


Jayakatwang (Adipati Kediri) yang berhasil membunuh Kertanegara (penguasa Kerajaan
Singasari terakhir) akibat menolak pembayaran upeti. Kemudian Raden Wijaya (menantu
Kertanegara) berhasil melarikan diri ke Madura untuk meminta perlindungan kepada
Aryawiraraja. Raden Wijaya diberi hutan Tarik oleh Aryawiraraja sebagai daerah
kekuasaanya kemudian dijadikan desa baru yang diberi nama “Majapahit”.

Pasukan Mongolia tiba di Jawa dengan tujuan menghukum Kertanegara akibat


Kertanegara menolak membayar upeti kepada penguasa Mongolia. Situasi ini
dimanfaatkan oleh Raden Wijaya untuk bekerjasama dengan tentara Mongolia
menyerang Jayakatwang. Kemudian pihak Mongolia menang atas terbunuhnya
Jayakatwang. Ketika tentara Mongolia sedang berpesta merayakan kemenangan, Raden
Wijaya memanfaatkan untuk menyerang tentara Mongolia. Pada akhirnya, Raden Wijaya
berhasil mengusir tentara Mongolia dan naik tahta. Tanggal pasti yang digunakan
sebagai tanggal kelahiran kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya
sebagai raja, yaitu tanggal 10 November 1293.

Putra dan penerus Raden Wijaya adalah Jayanegara. Kira-kira pada suatu waktu
dalam kurun pemerintahan Jayanegara, seorang pendeta Italia, Odorico da
Pordenone mengunjungi keraton Majapahit. Pada tahun 1328, Jayanegara dibunuh oleh
tabibnya, Tanca. Ibu tirinya yaitu Gayatri Rajapatni seharusnya menggantikannya, akan
tetapi Rajapatni memilih mengundurkan diri dari istana dan menjadi bhiksuni.

Rajapatni menunjuk anak perempuannya Tribhuwana Wijayatunggadewi untuk


menjadi ratu Majapahit. Pada tahun 1336, Tribhuwana menunjuk Gajah Mada sebagai
Mahapatih, pada saat pelantikannya Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa yang
menunjukkan rencananya untuk melebarkan kekuasaan Majapahit dan membangun
sebuah kemaharajaan. Selama kekuasaan Tribhuwana, kerajaan Majapahit berkembang
menjadi lebih besar dan terkenal di kepulauan Nusantara. Tribhuwana berkuasa di
Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. Ia diteruskan oleh putranya, Hayam
Wuruk.

Kerajaan Majapahit mencapai puncak keemasannya berada dibawah kekuasaan


Hayam Wuruk. Wilayah kekuasaan Majapahit pada masa itu hampir sama luasnya
dengan wilayah Indonesia yang sekarang. Namun, terdapat satu daerah yang tidak
tunduk pada kekuasaan Majapahit, yakni Kerajaan Sunda dengan penguasa Sri baduga
Maharaja. Ketika Hayam Wuruk ingin menjadikan Diah Pitaloka (Putri Sri baduga
Maharaja) sebagai permaisuri, Gajah Mada tidak menyetujuinya. Terjadilah salah paham
yang melahirkan peperangan yang pada akhirnya Sri Baduga gugur dan putri Sunda
bunuh diri.

Kerajaan Majapahit mulai melemah sesaat setelah kematian Hayam Wuruk. Pada
awal abad ke-15 Masehi, sebuah pecahnya perang suksesi yang berlangsung selama
empat tahun. Pada saat yang sama, agama Islam menyebar dan banyak kerajaan masuk
islam. Kerajaan Majapahit tidak dapat bersaing dengan negara-negara tetangganya yang
telah memeluk Islam. Akhirnya Majapahit runtuh di tahun 1478 atau awal abad ke-16
Masehi.