Anda di halaman 1dari 25

PANDUAN MENGIDENTIFIKASI PASIEN DENGAN BENAR

PANDUAN MENGIDENTIFIKASI PASIEN DENGAN BENAR RUMAH SAKIT UMUM KASIH IBU Jl. MERDEKA NO 17 Telp: (0645)

RUMAH SAKIT UMUM KASIH IBU Jl. MERDEKA NO 17 Telp: (0645) 48713 LHOKSEUMAWE TAHUN 2019

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa segala Rahmat-Ny

a sehingga buku panduan identifikasi pasien Rumah Sakit Umum Kasih Ibu ini dapat

tersusun.

Buku panduan identifikasi pasien Rumah Sakit Umum Kasih Ibu ini di susun

dengan tujuan untuk menjadi panduan bagi seluruh unsur yang terkait di Rumah Sakit

Umum Kasih Ibu dalam memberikan asesmen pelayanan pasien berbasis mutu dan k

eselamatan pasien.

Rumah Sakit Umum Kasih Ibu merupakan sarana pelayanan kesehatan yang s

enantiasa memprioritaskan mutu pelayanan dan keselamatan pasien dalam semua ben

tuk kegiatan pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Sangat di sadari bahwa buku panduan identifikasi pasien Rumah Sakit Umum Kasih

Ibu ini masih sangat jauh dari kata kesempurnaan. Oleh sebab itu, perbaikan akan di

lakukan secara berkala untuk mendukung visi Rumah Sakit Umum Kasih Ibu.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu s

ehingga buku panduan identifikasi pasien di Rumah Sakit Umum Kasih Ibu ini dapat

tersusun

Ditetapkan di Lhokseumawe Pada tanggal 03 Januari 2019 Direktur

Umum Kasih Ibu ini dapat tersusun Ditetapkan di Lhokseumawe Pada tanggal 03 Januari 2019 Direktur dr.M.

dr.M. Saiful Ahyar

DAFTAR ISI

 

Halaman

KATA PENGANTAR

i

DAFTAR ISI

ii

BAB 1. DEFINISI

1

1.1 Pengertian

1

1.2 Tujuan

1

BAB II RUANG LINGKUP

2

2.1 Ruang Lingkup

2

2.2 Prinsip

2

2.3 Kewajiban Dan Tanggung Jawab

2

BAB III TATALAKSANA

4

BAB IV DOKUMENTASI DAN PELAPORAN

11

I. Pengertian

BAB I

DEFINISI

Pengertian identifikasi adalah proses pengumpulan data dan pencatatan segala

keterangan tentang bukti-bukti dari seseorang sehingga kita dapat menetapkan dan

menyamakan keterangan tersebut dengan individu seseorang.

Gelang identifikasi pasien adalah suatu alat berupa gelang identifikasi yang

dipasangkan kepada pasien secara individual yang digunakan sebagai identitas pasien

selama dirawat di Rumah Sakit.

II.

Tujuan

1. Mendeskripsikan prosedur untuk memastikan tidak terjadinya kesalahan dalam

identifikasi pasien selama perawatan di rumah sakit.

2. Mengurangi kejadian / kesalahan yang berhubungan dengan salah identifikasi.

Kesalahan ini dapat berupa: salah pasien, kesalahan prosedur, kesalahan

medikasi, kesalahan transfusi, dan kesalahan pemeriksaan diagnostik.

3. Mengurangi kejadian cidera pada pasien.

2.1 RuangLingkup

BAB II RUANG LINGKUP

Panduan ini diterapkan kepada semua pasien rawat inap dan pasien yang akan menjalani suatu prosedur.

Pelaksana panduan ini adalah semua tenaga kesehatan (medis, perawat, farmasi, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya); staf di ruang rawat, staf administratif, dan staf pendukung yang bekerja di rumah sakit.

2.2 Prinsip

1. Semua pasien rawat inap dan yang akan menjalani suatu prosedur, harus

diidentifikasi dengan benar saat masuk rumah sakit dan selama masa

perawatannya.

2. Kapan pun dimungkinkan, pasien rawat inap harus menggunakan gelang identifikasi dengan minimal 2 data (nama pasien, tanggal lahir/ umur).

3. Tujuan utama tanda identifikasi ini adalah untuk mengidentifikasi pemakainya.

4. Gelang Identifikasi ini digunakan pada proses untuk mengidentifikasi pasien ketika pemberian obat, darah, atau produk darah; pengambilan darah dan spesimen lain untuk pemeriksaan klinis; atau pemberian pengobatan atau tindakan lain

2.3 Kewajiban dan Tanggung Jawab

1. Seluruh staf Rumah Sakit

a. Memahami dan menerapkan prosedur identifikasi pasien

b. Memastikan identifikasi pasien yang benar ketika pemberian obat, darah, atau

produk darah; pengambilan darah dan spesimen lain untuk pemeriksaan klinis; atau pemberian pengobatan atau tindakan lain.

c. Melaporkan kejadian salah identifikasi pasien; termasuk hilangnya gelang pengenal.

2. SDM yang bertugas (Petugas Tempat Pendaftaran Pasien/ Perawat Penanggung Jawab Pasien)

a. Bertanggung jawab memakaikan gelang identifikasi pasien dan memastikan kebenaran data yang tercatat di gelang pengenal.

b. Memastikan gelang identifikasi terpasang dengan baik. Jika terdapat kesalahan data, gelang identifikasi harus diganti, dan bebas coretan.

3. Kepala Unit / KepalaRuang

a. Memastikan seluruh staf di Unit/ Ruang memahami prosedur identifikasi pasien dan menerapkannya.

b. Menyelidiki semua insiden salah identifikasi pasien dan memastikan terlaksananya suatu tindakan untuk mencegah terulangnya kembali insidens

tersebut.

4. Pengawas Keperawatan

a. Memantau dan memastikan panduan identifikasi pasien dikelola dengan baik oleh Kepala Unit/ Ruang.

b. Menjaga standarisasi dalam menerapkan panduan identifikasi pasien.

BAB III TATALAKSANA

1. Tatalaksana Gelang Identifikasi Pasien

a. Semua pasien harus diidentifikasi dengan benar sebelum pemberian obat, darah, atau produk darah; pengambilan darah dan spesimen lain untuk pemeriksaan klinis; atau pemberian pengobatan atau tindakan lain.

b. Pakaikan gelang identifikasi di pergelangan tangan pasien yang dominan, jelaskan dan pastikan gelang terpasang dengan baik dan nyaman untuk pasien.

c. Pada pasien dengan fistula arterio-vena (pasien hemodialisis), gelang identifikasi tidak boleh dipasang di sisi lengan yang terdapat fistula.

d. Jika tidak dapat dipakaikan di pergelangan tangan, pakaikan di pergelangan kaki.

Pada situasi di mana tidak dapat dipasang di pergelangan kaki, gelang identifikasi dapat dipakaikan di baju pasien di area yang jelas terlihat. Hal ini harus dicatat di rekam medis pasien. Gelang identifikasi harus dipasang ulang jika baju pasien diganti dan harus selalu menyertai pasien sepanjang waktu

e. Pada kondisi tidak memungkinkan untuk dipasang gelang identitas, maka identifikasi menggunakan foto untuk dilampirkan ke dalam berkas rekam medis. Pada saat identifikasi, cocokkan foto pasien yang ada di berkas dengan pasien.

f. Gelang pengenal dan gelang alergi hanya boleh dilepas saat pasien keluar/pulang dari rumah sakit. Gelang risiko jatuh hanya boleh dilepas apabila pasien sudah tidak berisiko jatuh.

g. Gelang pengenal pasien (Gelang Pink/ Gelang Biru) sebaiknya mencakup minimal 3 detail wajib yang dapat mengidentifikasi pasien, yaitu:

i. Nama pasien

ii. Tanggal lahir pasien (tanggal/bulan/tahun)/ umur Bila pasien keluarga pasien tidak dapat menyebutkan tanggal lahir maka pasien dianggap lahir tanggal 1 Januari dan tahun sesuai dengan umur yang disebutkan

iii. Nomor rekam medis pasien

Stiker gelang penanda risiko alergi berwarna merah sebaiknya mencakup jenis alergi obat yang diderita pasien.

h. Stiker gelang penanda risiko jatuh berwarna kuning dipasang untuk semua pasien anak-anak dan pasien dewasa yang beresiko sedang dan tinggi.

i. Stiker gelang penanda risiko Do Not Resuscitate (DNR) berwarna ungu dipasang untuk pasien yang dalam keadaan kritis/ dalam tahap terminal, bilamana nanti saat jantungnya berhenti berdetak atau berhenti bernapas, tidak ada prosedur medis untuk mengembalikan bernapas atau berfungsi kembali jantung.

j. Nama tidak boleh disingkat. Nama harus sesuai dengan yang tertulis di rekam

medis.

k. Jangan pernah mencoret dan menulis ulang di gelang identifikasi. Ganti gelang identifikasi jika terdapat kesalahan penulisan data.

l. Jika gelang identifikasi terlepas, segera berikan gelang identifikasi yang baru.

m. Gelang Identifikasi harus dipakai oleh semua pasien selama perawatan di rumah sakit.

n. Jelaskan prosedur identifikasi dan tujuannya kepada pasien.

o. Periksa ulang detail data di gelang identifikasi sebelum dipakaikan ke pasien.

p. Saat menanyakan identitas pasien, selalu gunakan pertanyaan terbuka, misalnya:

‘Siapa nama Anda?’ (jangan menggunakan pertanyaan tertutup seperti ‘Apakah nama anda Ibu Susi?’)

q. Jika pasien tidak mampu memberitahukan namanya (misalnya pada pasien tidak sadar, bayi, disfasia, gangguan jiwa), verifikasi identitas pasien secara visual dengan mencocokkan gelang pasien. Untukpasien / keluarga pasien tidak dapat menyebutkan tanggal lahir dengan benar, verifikasi menggunakan nama dan nomor rekam medis, sesuaikan nomor rekam medis di berkas dan di gelang sebelum tindakan.

r. Semua pasien rawat inap dan yang akan menjalani prosedur menggunakan minimal 1 gelang identifikasi.

s. Pengecekan gelang identifikasi dilakukan tiap kali pergantian jaga perawat.

t. Sebelum pasien ditransfer ke unit lain, lakukan identifikasi dengan benar dan pastikan gelang identifikasi terpasang dengan baik.

u. Unit yang menerima transfer pasien harus menanyakan ulang identitas pasien dan membandingkan data yang diperoleh dengan yang tercantum di gelang identifikasi.

v. Pada kasus pasien yang tidak menggunakan gelang identifikasi:

1) Hal ini dapat dikarenakan berbagai macam sebab, seperti:

i. Menolak penggunaan gelangidentifikasi

ii. Gelang identifikasi menyebabkan iritasi kulit

iii. Gelang identifikasi terlalu besar

iv. Pasien melepas gelang identifikasi

2) Pasien harus diinformasikan akan risiko yang dapat terjadi jika gelang identifikasi tidak dipakai. Alasan pasien harus dicatat pada rekam medis. 3) Jika pasien menolak menggunakan gelang identifikasi, petugas harus lebih waspada dan mencari cara lain untuk mengidentifikasi pasien dengan benar

sebelum dilakukan prosedur kepada pasien.

2. Tindakan/ prosedur yang membutuhkanidentifikasi

a. Berikut adalah beberapa prosedur yang membutuhkan identifikasi pasien:

i.

Pemberian obat-obatan

ii. Prosedur pemeriksaan radiologi (Rontgen, MRI, dan sebagainya)

iii. Intervensi pembedahan dan prosedur invasiflainnya

iv. Transfusi darah

v. Pengambilan sampel (misalnya darah, tinja, urin, dan sebagainya)

vi. Transfer pasien

b.

Para staf rumah sakitumum Kasih Ibu harus mengkonfirmasi identifikasi pasien

dengan benar dengan menanyakan nama dan tanggal lahir pasien, kemudian

membandingkannya dengan yang tercantum di rekam medis dan gelang pengenal.

Jangan menyebutkan nama, tanggal lahir, dan alamat pasien dan meminta pasien

untuk mengkonfirmasi dengan jawaban ya / tidak.

c.

Jangan melakukan prosedur apapun jika pasien tidak memakai gelang pengenal.

Gelang pengenal harus dipakaikan ulang oleh perawat yang bertugas menangani

pasien secara personal sebelum pasien menjalani suatu prosedur.

3. Tatalaksana Identifikasi Pasien Pada Pemberian Obat-Obatan

a. Perawat harus memastikan identitas pasien dengan benar sebelum melakukan

prosedur, dengan cara:

i. Pertemuanpertamaseorangpetugasdenganpasien:

a. Secara verbal

b. Secara visual

: Tanyakan nama dan tanggal lahir pasien

: Lihat kegelang pasien untuk mencocokkan data pasien.

Pertemuan berikutnya dapatl ihat secara visual sajak gelang pasien, dua

Identitas dari tiga identitas.

ii. Jika terdapat ≥ 2 pasien di ruangan rawat inap dangan nama yang sama,

periksa ulang identitas dengan melihat alamat rumahnya.

b. Jika data pasien tidak lengkap, informasi lebih lanjut harus diperoleh sebelum

pemberian obatdilakukan.

4. Tatalaksana Identifikasi Pasien yang Menjalani Pemeriksaan Radiologi

a. Petugas Radiologi harus memastikan identitas pasien dengan benar sebelum

melakukan prosedur, dengan cara:

i. Meminta pasien untuk menyebutkan nama lengkap dan tanggal lahirnya.

ii. Periksa dan bandingkan data pada gelang pengenal dengan rekam medis, untuk

pasien rawat jalan, cukup cocokkan dengan data yang ada di form pengantar.

Jika data yang diperolehsama, lakukanprosedur.

iii. Jika terdapat ≥ 2 pasien di unit radiologi dangan nama yang sama, periksa ulang

identitas dengan melihat alamat rumahnya.

b. Jika data pasien tidak lengkap, informasi lebih lanjut harus diperoleh sebelum

pajanan radiasi (exposure) dilakukan.

5. Tatalaksana Identifikasi Pasien yang Menjalani Tindakan Operasi

a. Petugas di Unit Kamar Operasi harus mengkonfirmasi identitas pasien.

b. Jika diperlukan untuk melepas gelang identifikasi selama dilakukan operasi,

tugaskanlah seorang perawat di kamar operasi untuk bertanggungjawab melepas dan memasang kembali gelang identifikasi pasien.

c. Gelang identifikasi yang dilepas harus ditempelkan di depan rekam medis pasien.

yang akan Dilakukan Pengambilan dan

Pemberian Darah (Transfusi Darah)

a. Identifikasi, pengambilan, pengiriman, penerimaan, dan penyerahan komponen darah (transfusi) merupakan tanggungjawab petugas yang mengambil darah.

b. Verifikasi oleh 2 (dua) orang petugas, menggunakan check list pemberian transfusi darah.

c. Sebelum memulai transfusi darah atau produk darah :

6. Tatalaksana Identifikasi Pasien

- Cocokkan kantong darah atau produk darah dengan :

* Instruksi Dokter di Rekam Medik

* Form Permintaan Transfusi Darah

* Lembar Pengambilan Darah

- Cocokkan kantong darah atau produk darah dengan Identitas pasien

d. Jika memungkinkan, petugas rumah sakit harus meminta pasien untuk menyebutkan nama lengkap dan tanggal lahirnya.

e. Dokumentasikan tanggal dan jam transfusi darah akan diberikan.

f. Jika petugas rumah sakit tidak yakin/ ragu akan kebenaran identitas pasien, jangan lakukan transfusi darah sampai diperoleh kepastian identitas pasien dengan benar.

7. Tatalaksana Identifikasi pada Bayi Baru Lahir atau Neonatus

a. Gunakan gelang identifikasi di pergelangan kaki kanan, jika tidak memungkinkan pasang di pergelangan kaki kiri.

b. Untuk bayi baru lahir yang masih belum diberi nama, data di gelang pengenal berisikan nama ibu, tanggal lahir bayi, dan nomor rekam medis bayi.

c. Gunakan gelang pengenal berwarna merah muda (pink) untuk bayi perempuan dan biru untuk bayi laki-laki.

8. TatalaksanaIdentifikasiPasienRawatJalan

a. Tidak perlu menggunakan gelang pengenal

b. Sebelum melakukan suatu prosedur/ terapi, tenaga medis/ perawat harus menanyakan identitas pasien berupa nama dan tanggal lahir. Data ini harus dikonfirmasi dengan yang tercantum pada rekam medis.

c. Jika pasien adalah rujukan dari dokter umum/ puskesmas/ layanan kesehatan lainnya, surat rujukan harus berisi identitas pasien berupa nama lengkap, tanggal lahir, dan alamat. Jika data ini tidak ada, prosedur / terapi tidak dapat dilaksanakan.

d. Jika pasien rawat jalan tidak dapat mengidentifikasi dirinya sendiri, verifikasi data dengan menanyakan keluarga / pengantar pasien.

a. Jika terdapat pasien dengan nama yang sama, harus diinformasikan kepada perawat yang bertugas setiap kali pergantian jaga.

b. Berikan label/ penanda berupa ‘pasien dengan nama yang sama’ di lembar pencatatan, lembar obat-obatan, dan lembar tindakan.

c. Kartu bertanda ‘pasien dengan nama yang sama’ harus dipasang di papan nama pasien agar petugas dapat memverifikasi identitas pasien.

10.

Tatalaksana Identifikasi Pasien yang Identitasnya Tidak Diketahui

a. Pasien akan dilabel menurut prosedur rumah sakit umum Kasih Ibu sampai pasien dapat diidentifikasi dengan benar. Contoh pelabelan yang diberikan berupa: Mr. Y / Mrs. X, laki- laki / perempuan tidak dikenal.

b. Saat pasien sudah dapat diidentifikasi, berikan gelang pengenal baru dengan identitas yang benar.

11.

Tatalaksana Identifikasi Pasien Dengan Gangguan Jiwa

a. Kapan pun dimungkinkan, pasien gangguan jiwa harus menggunakan gelang pengenal.

b. Akan tetapi terdapat hal-hal seperti kondisi pasien atau penanganan pasien yang

menyebabkan sulitnya mendapat identitas pasien dengan benar sehingga perlu dipertimbangkan untuk menggunakan metode identifikasi lainnya seperti pasien difoto saat pendaftaran.

c. Identifikasi pasien dilakukan oleh petugas dengan mencocokkan foto yang ada dalam rekam medis untuk mengidentifikasi pasien, dan lakukan pencatatan di rekam medis.

d. Jika terdapat ≥ 2 pasien dengan nama yang sama di ruang rawat, berikan tanda / label notifikasi pada rekam medis, papan nama pasien, dan dokumen lainnya

12.

Tatalaksana Identifikasi Pasien yang Meninggal

a. Pasien yang meninggal di ruang rawat rumah sakit umum Kasih Ibu harus dilakukan konfirmasi terhadap identitasnya dengan gelang pengenal dan rekam medis (sebagai bagian dari proses verifikasi kematian).

b. Membuat Surat Keterangan Meninggal Dunia dengan identitas sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) ataupun kartu pengenal resmi lainnya, Satu salinan surat kematian diserahkan kepada keluarga. Salinankeduadisimpan di rekam medis pasien.

3

Macam-macam Gelang Identifikasi Gelang identifikasi pasien yang tersedia di rumah sakit umum Kasih Ibu adalah se bagai berikut :

1. Gelang berwarna merah muda/ pink untuk pasien berjenis kelamin perempuan.

2. Gelang berwarna biru untuk pasien berjenis kelamin laki-laki.

(Catatan : Semua pasien harus ditanyakan apakah mereka memiliki alergi tertentu.S emua jenis alergi harus dicatat pada rekam medis pasien.)

4. Stiker gelang berwarna kuning untuk pasien dengan risiko jatuh. (Catatan : Semua pasien harus dikaji apakah mereka berisiko jatuh dan dicatat pada rekam medisnya.)

5. Stiker gelangberwarna ungu untuk pasien Do Not Resuscitate (DNR)

4 Melepas Gelang Identifikasi

1. Gelang identifikasi (Gelang Pink/ Gelang Biru), hanya dilepas saat pasien pulang

atau keluar dari rumah sakit.

2. Gelang untuk alergi (Gelang Merah), hanya dilepas saat pasien pulang atau keluar dari rumah sakit.

3. Gelang untuk risiko jatuh (Gelang Kuning), hanya dilepas saat pasien sudah tidak berisiko untuk jatuh dan saat pasien pulang.

4. Gelang untuk pasien DNR (Gelang Ungu), hanya dilepas saat keluarga pasien membatalkan persetujuan untuk DNR.

5. Yang bertugas melepas gelang identifikasi adalah perawat yang bertanggung

jawab terhadap pasien selama masa perawatan di rumah sakit.

6. Gelang identifikasi dilepas setelah semua proses selesai dilakukan. Proses ini meliputi: pemberian obat-obatan kepada pasien dan pemberian penjelasan mengenai rencana perawatan selanjutnya kepada pasien dan keluarga.

7. Gelang identifikasi yang sudah tidak dipakai harus digunting menjadi potongan- potongan kecil sebelum dibuang ke tempat sampah infeksius.

8. Terdapat kondisi-kondisi yang memerlukan pelepasan gelang identifikasi sementara (saat masih dirawat di rumah sakit), misalnya lokasi pemasangan gelang identifikasi mengganggu suatu prosedur. Segera setelah prosedur selesai dilakukan, gelang identifikasi dipasang kembali.

5 Pelaporan Insiden/ Kejadian Kesalahan Identifikasi Pasien

1. Setiap petugas yang menemukan adanya kesalahan dalam identifikasi pasien harus segera melapor kepada petugas yang berwenang di ruang rawat tersebut, kemudian melengkapi laporan insiden.

2. Petugas harus berdiskusi dengan Kepala Unit mengenai pemilihan cara terbaik dan siapa yang memberitahukan kepada pasien / keluarga mengenai kesalahan identifikasi yang terjadi.

3. Contoh kesalahan yang dapat terjadiadalah:

a. Kesalahan penulisan alamat di rekam medis

b. Kesalahan informasi / data di gelang pengenal

c. Tidak adanya gelang pengenal di pasien

d. Misidentifikasi data / pencatatan di rekam medis

e. Misidentifikasi pemeriksaan radiologi (rontgen)

f. Misidentifikasi laporan investigasi

g. Misidentifikasi perjanjian (appointment)

h. Registrasi ganda saat masuk rumah sakit

i. Salah memberikan obat kepasien

j. Pasienmenjalaniprosedur yang salah

k. Salah pelabelan identitas pada sampel darah

4. Kesalahan juga termasuk insiden yang terjadi akibat adanya misidentifikasi, denganatau tanpa menimbulkan bahaya, dan juga insiden yang hampir terjadi di mana misidentifikasi terdeteksi sebelum dilakukan suatu prosedur.

5. Beberapapenyebabumumterjadinyamis-identifikasiadalah:

a. Kesalahan pada administrasi / tata usaha

i. Salah memberikan label

ii. Kesalahan mengisi formulir

iii. Kesalahan memasukkan nomor / angka pada rekam medis

iv. Penulisan alamat yang salah

v. Pencatatan yang tidak benar / tidak lengkap / tidak terbaca

b. Kegagalan verifikasi

i. Tidak adekuatnya / tidak adanya protokol verifikasi

ii. Tidakmematuhiprotokolverifikasi

c. Kesulitan komunikasi

i. Hambatan akibat penyakit pasien, kondisi kejiwaan pasien, atau keterbatasan bahasa

ii. Kegagalan untuk pembacaan kembali

iii. Kurangnya kultur / budaya organisasi

6. Jika terjadi insiden akibat kesalahan identifikasi pasien, lakukan hal berikut ini:

a. Pastikan keamanan dan keselamatan pasien

b. Pastikan bahwa tindakan pencegahan cedera telah dilakukan

c. Jika suatu prosedur telah dilakukan pada pasien yang salah atau dilakukan di tempat yang salah, para klinisi harus memastikan bahwa langkah-langkah yang penting telah diambil untuk melakukan prosedur yang tepat pada pasien yang tepat.

6 Revisi Dan Audit

1. Kebijakan ini akan dikaji ulang dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun

2. Rencana audit akan disusun dengan bantuan audit medik dan panitia keselamatan

pasien serta akan dilaksanakan dalam waktu 6 bulan setelah implementasi kebijakan. Audit klinis ini meliputi:

a. Jumlah persentase pasien yang menggunakan gelang pengenal

b. Akurasi dan reliabilitas informasi yang terdapat di gelang pengenal

d.

Efikasi cara identifikasi lainnya

e. Insiden yang terjadi dan berhubungan dengan misi identifikasi

3. Setiap

pelaporan insiden

yang

berhubungan dengan

identifikasi pasien akan

dipantau dan ditindaklanjuti saat dilakukan revisi kebijakan.

AlgoritmaIdentifikasiPasien

Pasien masuk rumah sakit

Pasien masuk rumah sakit

AlgoritmaIdentifikasiPasien Pasien masuk rumah sakit Melalui UGD Apakah terdapat rekam medis sebelumnya? Ya Tidak

Melalui UGD

Pasien masuk rumah sakit Melalui UGD Apakah terdapat rekam medis sebelumnya? Ya Tidak 

Apakah terdapat rekam medis sebelumnya?

sakit Melalui UGD Apakah terdapat rekam medis sebelumnya? Ya Tidak  Identitas pasien diperiksa dari rekam

Ya

Tidak

Melalui UGD Apakah terdapat rekam medis sebelumnya? Ya Tidak  Identitas pasien diperiksa dari rekam medis.
Melalui UGD Apakah terdapat rekam medis sebelumnya? Ya Tidak  Identitas pasien diperiksa dari rekam medis.

Identitas pasien diperiksa dari rekam medis.

Lengkapi

identitas pasien

Buatlah gelang identifikasi berisi nama depan dan tengah, tanggal lahir, nomor rekam medis

Gelang pengenal

dibuat dan

diperiksa ulang

Bila pasien Alergi, buatlah gelang risiko alergi berisi nama obat yang menyebabkan alergi

pada pasien

Bila pasien berisiko jatuh, buatlah gelang risiko jatuh

Bila pasien DNR, buatlah gelang DNR

 

Data di gelang identifikasi diperiksa ulang pada pasien

Gelang pengenal dipakaikan ke pergelangan tangan pasien yang berlawanan dengan pemasangan infus

tangan pasien yang berlawanan dengan pemasangan infus Gelang pengenal pasien diperiksa, pasien diminta untuk

Gelang pengenal pasien diperiksa, pasien diminta untuk menyebutkan nama lengkap dan tanggal lahirnya sebelum menjalani prosedur, seperti:

Pengambilan darah/ sampel cairan tubuh lainnya Transfusidarah Pemberianobat-obatan Intervensipembedahandanprosedurinvasiflainnya Transfer pasien Prosedur pemeriksaan radiologi (rontgen, CT Scan, dan sebagainya)

pemeriksaan radiologi (rontgen, CT Scan, dan sebagainya)  Gelang identifikasi harus diperiksa setiap pergantian

Gelang identifikasi harus diperiksa setiap pergantian jaga oleh perawat berikutnya untuk memastikan gelang terpasang dengan baik dan terbaca.

Gantigelangidentifikasijikaterdapatk esalahan data.

Jangan mencoret atau menimpa tulisan sebelumnya dengan data baru

Lepas gelang identifikasi saat pasien pulang / keluar dari rumah sakit

Lepas gelang risiko jatuh bila pasien sudah tidak berisiko untuk jatuh

saat pasien pulang / keluar dari rumah sakit  Lepas gelang risiko jatuh bila pasien sudah

Audit Gelang Pengenal pada Pasien Rawat Inap

Tanggal:

Ruang rawat:

Pertanyaan

Pilihan jawaban

1

2

3

4

5

Apakah pasien menggunakan gelang identifikasi?

Ya / tidak

Warna gelang pengenal

Biru

ya / tidak

Merah

muda

ya / tidak

Lainnya

sebutkan

Warna gelang alergi

Merah

Ya/ tidak

Warna gelang risiko jatuh

Kuning

Ya/ tidak

Apakah gelang pengenal ini benar?

Ya / tidak

Posisi gelang pengenal

Pergelang

an tangan

ya / tidak

Lainnya

sebutkan

Kesesuaian gelang pengenal

Baik

ya / tidak

Cukup

ya / tidak

 

Buruk

ya / tidak

Tulisan berwarna hitam

ya / tidak

Dapat dibaca

ya / tidak

Nama depan

ya / tidak

Nama akhir

ya / tidak

Tanggal lahir

ya / tidak

Nomor rekam medis

ya / tidak

Jenis Alergi

ya / tidak

Tingkat Risiko Jatuh

ya / tidak

Informasi tambahan pada gelang pengenal yang tidak perlu

sebutkan

DAFTAR PUSTAKA

Departementof Health, Government of Western Australia. (2010). Western Australian pati ent identification policy. World Health Organization Collaborating Centre for Patient Safety Solutions.(2007). Pati ent identification.Dalam: Patient Safety Solutions. Volume 1.Solution 2. -------. (2009). Critical Management Solutions.Patient identification Policy. http//www.kraskerhc.com. Diperoleh 25 Februari 2012. Mid Western Regional Hospital.Mid Western Regional Orthopaedic Hospital, Mid Wester n Regional Maternity Hospital.(2010). Patient identification policy and procedure. Tameside Hospital NHS Foundation Trust.(2010). Patient identification policy. Royal United Hospital Bath.(2010). Policy for the positive identification of patients. -------. (2009). Primary Care Provision.Patient identification policy.http// www.bolton.n hs.uk.Diperoleh 25 Februari 2012. Bath and North Somerset.(2009). Patient identification policy and procedure. California Association for Medical Laboratory Technology Distance Learning Program.(2 010). Patient identification. Royal Free Hampstead NHS Trust.(2008). Patient identification policy.

RUMAH SAKIT UMUM KASIH IBU JL. MERDEKA NO.17. LHOKSEUMAWE Telp : (0645) 48713 E-mail :
RUMAH SAKIT UMUM KASIH IBU
JL. MERDEKA NO.17. LHOKSEUMAWE
Telp : (0645) 48713
E-mail : rski_lsm@yahoo.com
KodeRs
KodePos : 24300
:
1174064

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM KASIH IBU NOMOR : 022/ SK/DIR /I/ 2019

TENTANG

IDENTIFIKASI PASIEN RUMAH SAKIT UMUM KASIH IBU DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM KASIH IBU

Menimbang : a. Bahwa setiap pasien yang menjalani suatu prosedur dan rawat inap wajib dilakukan Identifikasi Pasien;

b. Bahwa pedoman identifikasi pasien diperlukan sebagai pedoman untuk memberikan pelayanan kepada pasien di rumah sakit;

c. Bahwa berdasarkan butiran a dan b maka dipandang perlu untuk menetapkan Pedoman Identifikasi Pasien di Rumah Sakit Umum Kasih Ibu dengan Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Kasih Ibu

Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tertanggal 13 Oktober 2009 tentang Kesehatan;

2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tertanggal 28 Oktober 2009 tentang Rumah Sakit;

3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 tahun 1996 tertanggal 22 Mei 1996 tentang Tenaga Kesehatan;

4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1438/ Menkes/ PER /IX /2010 tentang Standar Pelayanan Kedokteran;

5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2052/ Menkes/PER/X/2011 tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran;

6. Menkes/ Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 269 PER/III/2008 tentang Rekam Medis;

7. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129 / Menkes/SK /VI /2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.

MEMUTUSKAN

Menetapkan :

Kesatu : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM KASIH IBU TENTANG IDENTIFIKASI PASIEN RUMAH SAKIT UMUM KASIH IBU Kedua : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya dan apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Lhokseumawe Pada Tanggal 03 Januari2019 Direktur

perbaikan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Lhokseumawe Pada Tanggal 03 Januari2019 Direktur dr. M. Saiful Ahyar

dr. M. Saiful Ahyar

RUMAH SAKIT UMUM KASIH IBU JL. MERDEKA NO.17. LHOKSEUMAWE Telp : (0645) 48713 E-mail :
RUMAH SAKIT UMUM KASIH IBU
JL. MERDEKA NO.17. LHOKSEUMAWE
Telp : (0645) 48713
E-mail : rski_lsm@yahoo.com
Kode Rs : 1174064
KodePos : 24300

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM KASIH IBU NOMOR :023/ SK/ DIR/I/ 2019

TENTANG PANDUAN IDENTIFIKASI PASIEN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM KASIH IBU

Menimbang : a. bahwa setiap pasien yang menjalani suatu prosedur dan rawat inap wajib dilakukan identifikasi; b. bahwa panduan identifikasi pasien diperlukan sebagai pedoman untuk memberikan pelayanan kepada pasien di rumah sakit; c. bahwa berdasarkan butiran, dan b maka dipandang perlu untuk menetapkan Panduan Identifikasi Pasien di Rumah Sakit Umum KASIH IBU dengan Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum KASIH IBU.

Mengingat

: 1. Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit;

2. Undang-Undang Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran;

3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1691/Menkes/SK/VIII/2011 tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit;

4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 269/ Menkes /PER/ III/2008 tentang Rekam Medis;

5. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1333/Menkes/SK/XII/1999 tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit;

6. Keputusan Direktur Nomor 022/SK/DIR/I/2019 tentang Sasaran Keselamatan Pasien Rumah Sakit Umum KASIH IBU.

MEMUTUSKAN

Menetapkan

:

Kesatu : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM

KASIH IBU TENTANG PANDUAN IDENTIFIKASI PASIEN RUMAH SAKIT UMUM KASIH IBU. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya dan apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Kedua

:

Ditetapkan di Lhokseumawe Pada Tanggal 03 Januari 2019 Direktur

sebagaimana mestinya. Kedua : Ditetapkan di Lhokseumawe Pada Tanggal 03 Januari 2019 Direktur dr. M.Saiful Ahyar

dr. M.Saiful Ahyar

RSU KASIH IBU

RSU KASIH IBU
 

IDENTIFIKASI PASIEN

 

Jl. Merdeka No.

17

 

No.Dokumen :

No.Revisi :

Halaman :

LHOKSEUMAWE

 

SPO/ SKP / 022 /I/ 2019

A

1 / 3

   

Tanggal Terbit :

Ditetapkan

 

Direktur

SPO

 

03-1-2019

dr. M. Saiful Ahyar

dr. M. Saiful Ahyar

PENGERTIAN

Identifikasi pasien adalah cara pemberian gelang identitas yang berisi nama, tanggal lahir/ umur, nomor rekam medis dan jenis kelamin pada setiap pasien rawat inap.

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah mengidentifikasi untuk mencegah tertukarnya pasien pada saat sebelum pemberian obat, darah, atau produk darah, pengambilan darah dan spesimen lain untuk pemeriksaan klinis atau pemberian pengobatan atau tindakan lain.

KEBIJAKAN

Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Kasih Ibu Nomor 022/ SK/ DIR/ I/ 2019 tentang Sasaran Keselamatan Pasien Rumah Sakit Umum Kasih Ibu.

Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Kasih Ibu Nomor 023/SK/ DIR / I/ 2019 tentang Panduan Identifikasi Pasien.

PROSEDUR

Nama pasien, Tanggal lahir pasien (tanggal/bulan/tahun)/ umur Bila pasien / keluarga pasien tidak dapat menyebutkan tanggal lahir maka pasien dianggap lahir tanggal 1 Januari dan tahun sesuai dengan umur yang disebutkan, Nomor rekam medis pasien

1.

2. Tidak diperkenankan mengidentifikasi pasien dengan nomor kamar atau lokasi pasien.

3. Pasien laki-laki memakai gelang warna biru, pasien perempuan memakai gelang warna pink, sedangkan stiker gelang merah sebagai penanda alergi, dan stiker gelang kuning penanda risiko jatuh, stiker gelang ungu penanda Do not Resuscitate.

4. Gelang identifikasi pasien terdiri dari : Nama pasien (harus ditulis lengkap sesuai e-KTP bila tak ada gunakan KTP/kartu identitas resmi lainnya, bila tak ada semuanya minta pasien/ keluarganya untuk menulis pada formulir identitas yang disediakan RS dengan huruf kapital pada kotak huruf yang disediakan, nama tidak boleh disingkat, tidak boleh salah ketik walau satu huruf), tanggal lahir / umur (bila pasien / keluarga pasien tidak dapat menyebutkan tanggal lahir maka pasien dianggap lahir tanggal 1 Januari dan tahun sesuai dengan umur yang disebutkan) dan nomor rekam medis.

5. Identifikasi pasien pada gelang identitas pasien harus di cetak dengan menggunakan mesin cetak khusus(Barkot)

6. Petugas melakukan identifikasi pasien minimal dua dari tiga identitas diatas.

RSU KASIH IBU

RSU KASIH IBU Jl. Merdeka No. 17 LHOKSEUMAWE

Jl. Merdeka No. 17 LHOKSEUMAWE

 

IDENTIFIKASI PASIEN

 

No.Dokumen :

SPO / SKP / 022 / I / 2019

No.Revisi :

A

Halaman :

2 / 3

PROSEDUR

7.Identifikasi dengan cara verbal (menanyakan/

(lanjutan)

mengkonfirmasi nama pasien dan tanggal lahir) dan visual (melihat gelang pasien).Pertemuan pertama seorang petugas dengan pasien:

1. Secara verbal : Tanyakan nama dan tanggal lahir pasien 2. Secara visual : Lihat ke gelang pasien untuk mencocokkan data pasien. Pertemuan berikutnya dapat lihat secara visual saja ke gelang pasien, dua identitas dari tiga identitas. Untuk pasien / keluarga pasien tidak dapat menyebutkan tanggal lahir dengan benar, verifikasi menggunakan nama dan nomor rekam medis, sesuaikan nomor rekam medis di berkas dan di gelang sebelum tindakan. Untuk pasien tidak sadar, pasien anak atau mengalami keterbatasan, identifikasi bisa ditanyakan kepada penunggu pasien atau secara visual. Semua pasien harus diidentifikasi secara benar sebelum pemberian obat, darah, atau produk darah, pengambilan darah dan spesimen lain untuk pemeriksaan klinis atau pemberian pengobatan atau tindakan lain.

1. Identifikasi pasien khusus :

 

a. Apabila ada pasien tidak sadar dan tanpa keluarga, beri nama: Mr.Y (laki-laki)/ Mrs. X (perempuan).

b. Untuk bayi baru lahir dipasang satu gelang pada tangan/ kaki (sesuai kondisi) dengan warna sesuai jenis kelamin yang memuat : nama Ibu ditambah dengan “ By. atau Bayi” didepan nama ibu, nomor rekam medis (terpisah dengan ibu), tanggal dan jam kelahiran. Untuk bayi kembar, gelang masing- masing. Prosedurnya sama, hanya menuliskan nama ibu mis : By. Ani I untuk bayi yang lahir pertama, By. Ani II untuk bayi kedua dst. Warna gelang untuk bayi disesuaikan dengan jenis kelamin yang prosedurnya sama untuk orang dewasa.

c. Pasien tidak mempunyai ekstremitas dan pasien luka bakar, verifikasi identitas pasien dilakukan dengan foto yang kemudian ditempelkan di berkas rekam medis. Pada saat identifikasi cocokkan foto pasien yang tertera dalam berkas rekam medis.

d. Gelang identitas hanya boleh dibuka dengan digunting sesaat pasien pulang dan dibuang ke tempat sampah infeksius.

2. Pada pasien Unit Rawat Jalan:

 

-

Tidak menggunakan gelang identitas :

a. Sebelum melakukan suatu prosedur /terapi, tenaga medis harus menanyakan identitas pasien berupa nama dan tanggal lahir yang sesuai dengan identitas pasien kemudian dikonfirmasi dengan berkas rekam medis pasien, apabila sesuai dilakukan prosedur/terapi.

RSU KASIH IBU

RSU KASIH IBU Jl. Merdeka No. 17 LHOKSEUMAWE

Jl. Merdeka No. 17 LHOKSEUMAWE

IDENTIFIKASI PASIEN

 

No.Dokumen :

No.Revisi :

Halaman :

SPO/ SKP / 022/ I / 2019

A

3/ 3

 

b. Jika pasien rawat jalan tidak dapat mengidentifikasi dirinya sendiri, verifikasi data dengan menanyakan keluarga / pengantar pasien.

c. Untuk pasien yang hanya membawa surat pengantar untuk dilakukan pemeriksaan penunjang, identifikasi secara verbal dan cocokkan dengan data lembar pengantar.

3. Identifikasi pasien yang meninggal :

 

a. Pasien yang meninggal di ruang rawat rumah sakit harus dilakukan konfirmasi terhadap identitasnya dengan gelang pengenal dan rekam medis (sebagai bagian dari proses verifikasi kematian).

b. Gelang dibuka dan dibuang ke tempat sampah infeksius saat penyerahan jenazah.

c. Surat Keterangan Meninggal Dunia diserahkan kepada keluarga. Salinan kedua disimpan di berkas rekam medis pasien.

UNIT TERKAIT

1. Instalasi Rekam Medis

2. Tempat Pendaftaran Pasien

3. Unit Gawat Darurat

4. Unit Rawat Inap

5. Unit Kamar Bersalin

6. Unit Kamar Operasi

7. Unit Radiologi

8. Unit Laboratorium

9. Unit Farmasi

10. Unit Rawat Intensif

RSU KASIH IBU

RSU KASIH IBU Jl. Merdeka No. 17 LHOKSEUMAWE PEMASANGAN GELANG IDENTIFIKASI PASIEN No.Dokumen : SPO/SKP/ 022

Jl. Merdeka No. 17 LHOKSEUMAWE

PEMASANGAN GELANG IDENTIFIKASI PASIEN

No.Dokumen :

SPO/SKP/ 022 /I/ 2019

No.Revisi :

A

Halaman :

½

SPO

Tanggal Terbit :

03-1-2019

Ditetapkan

Direktur

dr. M. Saiful Ahyar
dr. M. Saiful Ahyar

PENGERTIAN

Proses kegiatan identifikasi dengan memasang gelang identifikasi pasien rawat inap pada pergelangan tanganyang tercantum nama, tanggal lahir / umur dannomor rekam medis.

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk memastikan identifikasi pasien dengan benar selama pasien dirawat di rumah sakit umum Kasih Ibu.

KEBIJAKAN

Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Kasih Ibu Nomor 022/ SK/ DIR/I/ 2019 tentang Sasaran Keselamatan Pasien Rumah Sakit Umum Kasih Ibu Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Kasih Ibu Nomor 023/ SK/DIR / I/ 2019tentangPanduan Identifikasi Pasien.

PROSEDUR

1. Petugas Tempat Pendaftaran Pasien (TPP) mempersiapkan gelang pasien yang sudah diisi dengan identitas pasien dan sesuai jenis kelamin.

2. Isi label gelang dengan identitas pasien (nama, tanggal lahir/umur dan nomor rekam medis) sesuai berkas rekam medis pasien.

3. Petugas TPP menyerahkangelangtersebutkepadaperawat UGD / perawatruangan.

Perawatmengucapkansalam “Selamat pagi/siang/sore/malam, Bapak/Ibu “

4.

5.

Sebut nama dan departemen/unit kerja anda.

“Saya

(nama), dari unit kerja

(sebutkan)

6.

Jelaskan maksud dan tujuan pemasangan gelang identifikasi kepada pasien.

“ Bapak/Ibu, sesuai peraturan keselamatan pasien, saya akan memasang gelang identifikasi ini pada pergelangan tangan Bapak/Ibu. Tujuannya adalah untuk memastikanidentitas Bapak/Ibu dengan benar dalam mendapatkan pelayanan dan pengobatan selama di rumah sakit ini. Setelah Bapak/Ibu berada di ruang rawat inap, petugas kami akan selalu melakukan konfirmasi identitas dengan meminta Bapak/Ibu menyebutkan nama dan tanggal lahir Bapak/Ibu untuk dicocokkan dengan data pada gelang identifikasi. Prosedur konfirmasi tersebut akan selalu dilaksanakan pada saat pemberian obat, pemberian transfusi darah, pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan radiologi dan bila akan dilakukan tindakan kedokteran”.

RSU KASIH IBU

 
  PEMASANGAN GELANG IDENTIFIKASI PASIEN  
 

PEMASANGAN GELANG IDENTIFIKASI PASIEN

 
 

No.Dokumen :

No.Revisi :

Halaman :

Jl. Merdeka No. 17

 

LHOKSEUMAWE

SPO/ SKP / 022/I / 2019

A

2/2

PROSEDUR

7.

Lakukan verifikasi untuk mengetahui bahwa pasien dan atau keluarga paham atas informasi tersebut.

(Lanjutan)

8.

Pasangkan gelang identifikasi pada pergelangan tangan pasien (sesuai dengan kondisi, berlawanan dengan sisi tangan yang dipasang infus) dengan posisi tulisan bisa terbaca oleh petugas.

9.

Khusus untuk bayi baru lahir pemasangan gelang identitas di lakukan pada pergelangan kaki kanan bayi, bila tidak memungkinkan bisa dipasangkan pada pergelangan kaki kiri.

10.

Informasikan kepada pasien dan atau keluarga bahwa gelang identifikasi ini harus selalu dipakai hingga pasien diperbolehkan pulang.

“Bapak/Ibu, mohon agar gelang identitas ini jangan

dilepas selama masih dalam perawatan di RS ini“.

11.

Ucapkan terimakasih dan sampaikan Terima kasih atas pengertian dan kerjasamanya”.

12.

Pelepasan gelang identifikasi pasien hanya ketika proses pemulangan pasien telah selesai dan dilakukan di ruang rawat.

 

11.

Instalasi Rekam Medis

UNIT TERKAIT

12.

Unit Gawat Darurat

13.

Unit Rawat Inap

14.

Unit Kamar Bersalin

15.

Unit Kamar Operasi

16.

Unit Radiologi

17.

Unit Laboratorium

18.

Unit Farmasi

19.

Unit Rawat Intensif

RSU KASIH IBU

RSU KASIH IBU Jl. Merdeka No. 17 LHOKSEUMAWE PEMASANGAN GELANG PENANDA RISIKO No.Dokumen : SPO/ SKP

Jl. Merdeka No. 17

LHOKSEUMAWE

PEMASANGAN GELANG PENANDA RISIKO

No.Dokumen :

SPO/ SKP /022/I/ 2019

No.Revisi :

A

Halaman :

½

SPO

Tanggal Terbit :

03-1-2019

Ditetapkan

Direktur

dr. M. Saiful Ahyar
dr. M. Saiful Ahyar

PENGERTIAN

Proses kegiatan identifikasi risiko dengan memasang gelang penanda risiko pasien rawat inap pada pergelangan tangan / kaki.

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk memastikan identifikasi risiko dengan benar selama pasien dirawat di rumah sakit umum Kasih Ibu untuk menghindari Kejadian Tidak Diharapkan (KTD).

KEBIJAKAN

Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Kasih Ibu Nomor 022/ SK/ DIR / I/ 2019 tentang Sasaran Keselamatan Pasien Rumah Sakit Umum Kasih Ibu. Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Kasih Ibu Nomor 023/ SK/ DIR / I/ 2019 tentang Buku Panduan Identifikasi Pasien.

13. Stiker gelang penanda risiko ada 3 (tiga) jenis yaitu :

PROSEDUR

14.

a. Stiker berwarna merah untuk pasien risiko alergi. b. Stiker berwarna kuning untuk pasien risiko jatuh. c. Stiker berwarna ungu untuk pasien DNR (Do Not Resuscitation).

jam

Perawat

melakukan

pengkajian

maksimal

dalam

1x24

setelah pasien di ruang rawat inap.

15. Perawat menyiapkan stiker gelang berwarna di atas sesuai hasil pengkajian.

16. Perawat mengucapkan salam

“Selamat pagi/siang/sore/malam, Bapak/Ibu “

17. Sebut nama dan departemen/unit kerja anda.

“Saya

18. Jelaskan maksud dan tujuan pemasangan stiker gelang penanda risiko kepada pasien.

19. Lakukan verifikasi untuk mengetahui bahwa pasien dan atau keluarga paham atas informasi tersebut.

(nama), dari unit kerja

(sebutkan)

RSU KASIH IBU

 
  PEMASANGAN GELANG PENANDA RISIKO
 

PEMASANGAN GELANG PENANDA RISIKO

 

No.Dokumen :

No.Revisi :

Halaman :

Jl. Merdeka No. 17

 

LHOKSEUMAWE

SPO/ SKP / 022 /I / 2019

A

 

2/2

 

20.

Bila pasien mempunyai risiko seperti tersebut di atas, maka perawat akan memasang masing-masing warna stiker gelang sesuai risiko dari pasien tersebut pada gelang identifikasi pasien.

PROSEDUR

(Lanjutan)

21.

Informasikan kepada pasien dan atau

keluarga

bahwa stiker

gelang ini harus selalu dipakai hingga pasien diperbolehkan pulang.

“Bapak/Ibu, mohon agar stikergelang ini jangan dilepas selama

masih dalam perawatan di RS ini“.

 

22.

Ucapkan terima kasih dan sampaikan Terima kasih atas pengertian dan kerja samanya”.

23.

Pelepasan gelang identifikasi pasien hanya ketika proses pemulangan pasien telah selesai dan dilakukan di ruang rawat.

 

20.

Unit Gawat Darurat

UNIT TERKAIT

21.

Unit Rawat Inap

22.

Unit Kamar Bersalin

23.

Unit Kamar Operasi

24.

Unit Radiologi

25.

Unit Laboratorium

26.

Unit Farmasi

27.

Unit Rawat Intensif