Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN TUTORIAL

SKENARIO C

BLOK 25

Disusun oleh:

Nazlatul Nuraini 04011181621054


Siti Aisyah 04011181621061
M. Fadill Akbar 04011281621080
Afifah Salshabila R. 04011281621122
Nadhira Annisa P. 04011281621128
Rahmi Isman 04011281621140
Afiyah Nabilah 04011281621150
Jesslyn Harapan 04011281621151
Gazka Anando P. 04011281621152
Soviah Nahroh 04011281621216
KELOMPOK 1

Tutor: dr. Nelda Aprilia Salim, Sp.PD

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2019
KEGIATAN TUTORIAL

Moderator : Siti Aisyah

Sekretaris 1 : Nadhira Annisa Putri

Sekretaris 2 : Jesslyn Harapan

Peraturan selama tutorial:

1. Jika mau berbicara, angkat tangan terlebih dahulu.


2. Saling mendengarkan pendapat satu sama lain.
3. Izin ke toilet maksimal dua orang dalam satu waktu.
4. Diperbolehkan minum selama tutorial berlangsung.
5. Diperbolehkan membuka gadget selama masih berhubungan dengan tutorial.

Prosedur tutorial:
1. Tutorial tahap 1
a. Semua anggota kelompok masuk ruang tutorial dan duduk di kursi yang telah
disediakan.
b. Sekretaris papan menyalakan layar LCD dan mempersiapkan laptop untuk mengetik
ide selama tutorial.
c. Moderator memimpin doa sebelum tutorial.
d. Moderator menyebutkan peraturan selama tutorial.
e. Moderator membacakan skenario.
f. Anggota mengklarifikasi istilah dalam scenario.
g. Anggota menentukan fakta dan masalah dalam skenario, lalu menentukan prioritas
masalahnya disertai dengan alasan yang logis.
h. Anggota saling mengajukan pertanyaan di analisis masalah.
i. Anggota mendiskusikan mengenai kaitan antar masalah.
j. Anggota menentukan Learning issue dan moderator membagi LI ke masing-masing
anggota kelompok.
k. Tutorial ditutup oleh moderator.

2. Belajar mandiri
3. Tutorial tahap 2
a. Semua anggota kelompok masuk ruang tutorial dan duduk di kursi yang telah
disediakan.
b. Sekretaris papan menyalakan layar LCD dan mempersiapkan laptop untuk mengetik
ide selama tutorial.

2
c. Moderator memimpin doa sebelum tutorial.
d. Moderator mempersilakan kepada masing-masing anggota untuk memaparkan hasil
belajarnya. Moderator mengatur diskusi yang meliputi mempersilakan anggota lain
menambahkan ide dan sesi tanya-jawab.
e. Anggota merancang kerangka konsep bersama-sama dan membuat resume dari
kerangka konsep.
f. Anggota menjawab pertanyaan yang ada di analisis masalah.
g. Anggota menarik kesimpulan dari LI dan skenario yang ada.
h. Tutorial ditutup oleh moderator.
4. Penyusunan laporan pleno.

3
Skenario C Blok 25

Seorang laki-laki berumur 28 thn dirujuk ke RSMH Palembang dari RSUD Sekayu
sekitar jam 19.00 karena tanpa sengaja dia meminum air didalam botol akua yang ternyata
berisi cairan cuka para sehingga laki-laki tersebut tiba-tiba mengerang kesakitan hebat di
dada da kesulitan bicara akibat tertelan cairan cuka para tadi. Pada saat itu, dirumahnya yang
berbentuk panggung masih suasana gelap karena lampu mati, os terjatuh 2 meter keluar
rumahnya dan kepalanya berbenyur bebatuan diluar rumah sesaat setelah tertelan air keras.
Selama didalam mobil ambulan, os tampak kesakitan berat, gelisah, tidak bisa bicara dan
kesulitan bernapas walaupun os telah diberikan intavena fluid drip dan oksigen. Sekitar jam
23.00 WIB, os sampai di ruang emergensi RSMH Palembang dan diberikan kembali oksigen
namun os tampak sangat sesak napas dengan kesadaran yang menurun.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan temperatur 38,5 C, Heart rate 122x/min, Tekanan Darah
160/100 mmHg, respirasi rate 28x/m, dan saturasi oksigen 98%. Laki-laki tersebut
mengalami disorientasi temoat dan waktu. Pada pemeriksaan fisik organ, tampak ada balutan
perban dikepala yang luka akibat terbentur, pupilnya melebar, tetapi masih ada refleks
cahaya, dan tubuhnya banyak mengeluarkan keringat. Auskultasi dada tidak dijumpaibunyi
ronki, namun dijumpai bunyi stridor yang hebat, ritme jantungnya takikardi namun masih
reguler, abdomen dalam batas normal

4
I. Klarifikasi Istilah
No Istilah Klarifikasi
Cuka para Asam formiat atau asam metanoat adalah zat
kimia yang terdapat pada racun serangga dan
1 semut. Zat ini dapat mengakibatkan oksidase
sitokrom dapat deplesi ATP sehingga sel
tidak dapat berfungsi dengan baik (ncbi)
Mengerang Merintih yang dirasakan akibat sensasi nyeri
2
(kbbi)
Kesulitan bernapas Perasaan tidak nyaman saat bernapas yang
3 ditandai dengan peningkatan usaha napas
(ncbi)
Kesakitan hebat di Perasaa
4.
dada
Kesulitan bicara Adanya gangguan pada pita suara akibat
5.
tertelan cuka para
IV Fluid Drip Terapi cairan yang diberikan secara langsung
6.
ke vena
7. Disorientasi Keadaan sementara kebingungan akan

5
waktu, tempat, atau identitas
(merriamwebster)
Ronki Suara tambahan yang dihasilkan aliran udara
melalui saluran napas yang berisi sekret atau
8
eksudat atau akibat saluran yang menyempit
atau oleh edema saluran napas (ncbi)
Stridor Suara pernapasan bernada tinggi yang
9. menandakan adanya obstruksi saluran napas
bagian atas (ncbi)

II. Identifikasi Masalah


N
Masalah Keterangan
o
OS merasa kesakitan hebat di dada dan kesulitan Keluhan
1
bicara akibat tertelan air keras. utama
 OS terjatuh dari rumah panggung dengan Keluhan
ketinggian 2 meter dan kepalanya terbentur tambahan &
bebatuan. Riwayat
 Selama didalam mobil ambulan, os tampak perjalanan
kesakitan berat, gelisah, tidak bisa bicara dan penyakit
2 kesulitan bernapas walaupun os telah diberikan
intravena fluid drip dan oksigen.
 Sekitar jam 23.00 WIB, os sampai di ruang
emergensi RSMH Palembang dan diberikan
kembali oksigen namun os tampak sangat sesak
napas dengan kesadaran yang menurun.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan temperatur 38,5 Vital Sign
C, Heart rate 122x/min, Tekanan Darah 160/100
3 mmHg, respirasi rate 28x/m, dan saturasi oksigen
98%. Laki-laki tersebut mengalami disorientasi
temoat dan waktu.
4 Pada pemeriksaan fisik organ, tampak ada balutan Pemeriksaa
perban dikepala yang luka akibat terbentur, n Fisik
pupilnya melebar, tetapi masih ada refleks cahaya,
dan tubuhnya banyak mengeluarkan keringat.
Auskultasi dada tidak dijumpaibunyi ronki, namun

6
dijumpai bunyi stridor yang hebat, ritme
jantungnya takikardi namun masih reguler,
abdomen dalam batas normal

III. Analisis Masalah


1. OS merasa kesakitan hebat di dada dan kesulitan bicara akibat tertelan cuka para.
a. Bagaimana tatalaksana awal tertelan cuka para?
b. Bagaimana mekanisme kesakitan hebat di dada dan kesulitan bicara pada
kasus?
c. Apa dampak tertelan cuka para apabila tidak segera di tatalaksana?

2. OS terjatuh dari ketinggian 2 meter dan kepalanya terbentur bebatuan.


a. Apa makna klinis dari kalimat diatas?

7
b. Apa dampak yang dapat terjadi jika terjatuh dari ketinggian 2 meter dan
kepalanya terbentur batu?

3. Selama didalam mobil ambulan, os tampak kesakitan berat, gelisah, tidak bisa
bicara dan kesulitan bernapas walaupun os telah diberikan intravena fluid drip dan
oksigen.
a. Apa hubungan keluhan diatas dengan terminum cuka para dan kepala
terbentur?
b. Apa tata laksana diatas sudah benar? Apa yang harus diberikan untuk
mengatasi gejala diatas?
c. Mengapa tata laksana IV fluid drip dan oksigen tidak mengatasi keluhan pada
pasien?

4. Sekitar jam 23.00 WIB, OS sampai di ruang emergensi RSMH Palembang dan
diberikan kembali oksigen, namun OS tampak sangat sesak napas dengan
kesadaran yang menurun.
a. Mengapa penurunan kesadaran baru terjadi setelah pasien sampai di ruang
emergensi RSMH Palembang?
b. Apa kemungkinan penyebab sesak napas pada pasien?
c. Apa kemungkinan penyebab penurunan kesadaran pada pasien?

5. Pada pemeriksaan fisik didapatkan temperatur 38,5 C, Heart rate 122x/min,


Tekanan Darah 160/100 mmHg, respirasi rate 28x/m, dan saturasi oksigen 98%.
Laki-laki tersebut mengalami disorientasi tempat dan waktu.
a. Apa interpretasi dan mekanisme abnormal dari temuan diatas?

6. Pada pemeriksaan fisik organ:

Tampak ada balutan perban dikepala yang luka akibat terbentur, pupilnya melebar,
tetapi masih ada refleks cahaya, dan tubuhnya banyak mengeluarkan keringat.
Auskultasi dada tidak dijumpai bunyi ronki, namun dijumpai bunyi stridor yang
hebat, ritme jantungnya takikardi namun masih reguler, abdomen dalam batas
normal

a. Apa interpretasi dan mekanisme abnormal dari temuan diatas?


b. Apa saja pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan pada kasus?

Hipotesis

OS, Laki-laki 28 tahun, mengalami intoksikasi zat kimia korosif dan trauma kapitis

8
IV. LEARNING ISSUE

1. Intoksikasi zat kimia korosif

2. Trauma kapitis