Anda di halaman 1dari 6

Rancangan Pembelajaran

(Pertemuan 2 Siklus I)

I. Identitas Mata Pelajaran


1. Mata Pelajaran : Fisika
2. Pokok Bahasan : Kalor
3. Kelas/Semester : VIIIB/3
4. Waktu : 3 x 40 menit

II. Standar Kompetensi:


Menerapkan konsep zat dan kalor serta penerapannya dalam kehidupan sehari-
hari.

III. Kompetensi Dasar:


Mendeskripsikan peran kalor dalam mengubah wujud dan suhu suatu benda serta
penerapannya dalam kehidupan sehari.

IV Indikator Hasil Belajar:


4.1 Aspek Kognitif
 Siswa dapat menyimpulkan suhu pada saat zat berubah wujud adalah
tetap.
 Siswa dapat menerapkan konsep perubahan wujud zat yang menyerap
kalor untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam kehidupan sehari-
hari.
 Siswa dapat menjelaskan perubahan wujud zat yang melepas kalor.
 Siswa dapat menyebutkan cara mempercepat penguapan.
4.2 Aspek Afektif
 Siswa dapat menunjukkan sikap positif dalam mempelajari materi
pelajaran.
 Siswa dapat menunjukkan sikap positif dalam berinteraksi dengan
teman.
 Siswa dapat menunjukkan sikap positif selama melakukan percobaan.
 Siswa dapat menunjukkan sikap positif terhadap manfaat sumber bahan
pembelajaran.
4.1 Aspek psikomotorik
 Siswa dapat merancang alat percobaan.
 Siswa dapat memanfaatkan alat dan bahan percobaan dengan tepat.
 Siswa dapat menganalisis data hasil percobaan

V Materi
Kalor dapat Mengubah Wujud Zat
Apabila pemberian kalor pada benda tidak mengubah suhunya, kalor itu akan
digunakan untuk mengubah wujud benda, sehingga suhu benda pada saat berubah
wujud adalah tetap. Ada tiga wujud benda, yaitu padat, cair dan gas.
Perubahan wujud dapat dikelompokkan menjadi dua berdasarkan kalor yang
diterima atau dilepaskan, yaitu;
a) Perubahan wujud yang menerima kalor
1. mencair adalah perubahan wujud dari padat menjadi cair, misalkan es yang
dipanaskan menjadi air. Molekul-molekul zat padat mengandung energi
lebih rendah daripada molekul-molekul zat cair. Dengan demikian zat
padat dapat berubah wujud menjadi gas jika diberi kalor.
2. menguap adalah perubahan wujud dari cair menjadi gas, misalkan air yang
dipanaskan menjadi uap air. Molekul-molekul zat cair mengandung energi
lebih rendah daripada molekul-molekul gas. Dengan demikian zat cair
dapat berubah wujud menjadi gas jika diberi kalor.
3. menyublim adalah perubahan wujud dari padat menjadi gas, misalkan
kapur barus yang dipanaskan akan menjadi uap. Molekul-molekul zat
padat mengandung energi lebih rendah daripada molekul-molekul gas.
Dengan demikian zat padat dapat berubah wujud menjadi gas jika diberi
kalor.
b) Perubahan wujud yang melepaskan kalor
1. membeku adalah perubahan wujud dari cair menjadi padat, misalkan air yang
disimpan dalam kulkas akan membeku. Molekul-molekul zat cair mengandung
energi lebih besar daripada molekul-molekul Zat padat. Dengan demikian zat
cair dapat berubah wujud menjadi padat dengan melepas kalor.
2. mengembun adalah perubahan wujud dari gas menjadi cair, misalkan embun
pada pagi hari. Molekul-molekul gas mengandung energi lebih besar daripada
molekul-molekul zat cair. Dengan demikian gas dapat berubah wujud menjadi
zat cair dengan melepas kalor.
3. mengkristal atau deposisi adalah perubahan wujud dari gas menjadi padat,
misalkan pembentukan CO2. Molekul-molekul gas mengandung energi lebih
besar daripada molekul-molekul zat padat. Dengan demikian gas dapat
berubah wujud menjadi zat padat dengan melepas kalor.

Cara Untuk Mempercepat Penguapan


1. Memanaskan.
Pakaian basah akan cepat kering jika dijemur pada siang hari daripada
malam hari, karena molekul-molekur air akan menerima kalor yang cukup
banyak untuk menguapkanya dari pakaian.
2. Memperluas permukaan.
Kopi panas dalam piring lebih cepat menjadi dingin daripada kopi dalam
gelas. Dengan memperluas permukaan zat cair berarti memperbanyak
molekul-molekul air yang dekat kepermukaan yang dapat meninggalkan air
menjadi molekul-molekul gas.
3. Meniupkan udara diatas permukaan.
Pakaian basah yang dijemur lebih cepat kering jika ada angin bertiup. Udara
yang bertiup diatas permukaan zat cair membawa molekul-molekul air yang
dekat dengan permukaan zat cair untuk meninggalkan zat cair menjadi
molekul-molekul gas.
4. Mengurangi tekanan pada permukaan.
Jika tekanan pada permukaan zat cair diperkecil, jarak antar molekul-
molekul udara diatas permukaan zat cair menjadi lebih renggang sehingga
molekul-molekul zat cair didekat permukaaan dapat mengisi ruang kosong
diantara molekul-molekul udara.
VI Model Pembelajaran
Pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning / PBL)
VII Media Pembelajaran
 Alat dan bahan pembelajaran (terlampir pada LKS pertemuan 2 siklus I)
 Sumber belajar
- Sains Fisika SMP, Penerbit: Erlangga
- Buku paket
VIII Tahapan-Tahapan Pembelajaran

A. Pendahuluan (15 menit)


1. Menseting situasi pembelajaran
KEGIATAN GURU KEGIATAN SISWA
 Siswa diminta untuk duduk  Siswa duduk dalam
dalam kelompoknya masing- kelompoknya masing-masing.
masing.

2. Menyampaikan masalah
KEGIATAN GURU KEGIATAN SISWA
 Guru memulai pembelajaran  Siswa memfokuskan perhatianya
dengan menyampaikan masalah pada masalah yang ada di LKS.
secara tertulis dengan tujuan
memotivasi atau merangsang
siswa untuk belajar (masalah
yang diberikan terlampir pada
LKS pertemuan 2 siklus I)

3. Tampilan yang diharapkan


KEGIATAN GURU KEGIATAN SISWA
o Guru menyebutkan konsep- o Siswa menulis
konsep yang diharapkan siswa konsep-konsep yang di
akan pahami selama proses belajarkan selama proses
pembelajaran ini. pembelajaran ini

B. Kegiatan Inti (90 menit)


4. Menentukan tugas
KEGIATAN GURU KEGIATAN SISWA
 Guru mengajukan beberapa  Siswa menyampaikan hipotesis
pertanyaan untuk menggali atau ide mereka secara lisan
hipotesis atau ide siswa.
 Guru mendorong, mengarahkan
dan memberikan masukan serta
mengawasi seluruh tingkah laku
siswa dalam kelompok agar
tidak menyimpang.
 Guru mencatat seluruh hipotesis
atau ide siswa.
5. Memikirkan kembali
KEGIATAN GURU KEGIATAN SISWA
 Guru mendorong siswa untuk  Siswa memeriksa kembali
memeriksa kembali hipotesis atau hipotesis atau ide mereka dengan
ide mereka dengan lebih kritis. lebih kritis.
 Guru mendorong siswa berdiskusi  Siswa berdiskusi dalam
dalam kelompoknya masing- kelompoknya masing-masing
masing dengan harapan siswa  Siswa mengajukan pertanyaan
dapat mengajukan pertanyaan mengenai apa yang mereka tidak
mengenai apa yang mereka tidak pahami terkait dengan masalah
pahami terkait dengan masalah tersebut.
tersebut.
 Guru mencatat seluruh pertanyaan
tersebut.

6. Mengidentifikasi pertanyaan dan mengajukan pertanyaan


KEGIATAN GURU KEGIATAN SISWA
 Guru membantu siswa untuk o Siswa memutuskan pertanyaan-
berkonsentrasi pada pertanyaan- pertanyaan yang dibahas secara
pertanyaan yang dianggap penting bersama-sama dalam kelompok
pada proses pembelajaran saat ini

7. Sumber yang digunakan dan tinjauan siswa


KEGIATAN GURU KEGIATAN SISWA
 Guru mendorong siswa untuk o Siswa merangkai alat percobaan
melakukan kegiatan 1 dan 2 sesuai dengan petunjuk LKS.
yaitu percobaan (terlampir pada o Siswa melakukan percobaan
LKS pertemuan 2 Siklus I), sesuai dengan petunjuk LKS.
untuk dapat melengkapi o Siswa membuat laporan hasil
pengetahuan siswa dan dapat percobaan.
menjawab pertanyaan yang o Siswa melakukan kegiatan 3,
diangkat. yaitu; diskusi informasi dalam
 Guru memperkenalkan alat-alat kelompoknya masing-masing.
dan bahan percobaan. o Siswa meninjau kembali hipotesis
 Guru membimbing siswa selama awalnya.
melakukan percobaan. o Siswa memecahkan masalah
 Guru mengobservasi berdasarkan pengetahuan yang
keterampilan siswa, yaitu; mereka pahami.
keterampilan merangkai alat
percobaan dan keterampilan
memanfaatkan alat dan bahan
percobaan dengan tepat.
(Pedoman dan Lembar observasi
yang digunakan pada saat
mengobservasi keterampilan
siswa, terlampir)
 Guru menyuruh siswa membuat
laporan hasil percobaan, dengan
format;
 Judul Percobaan
 Data hasil percobaan
 Analisis data hasil
percobaan
 Kesimpulan
 Guru mendorong siswa dalam
kelompoknya masing-masing,
untuk melakukan kegiatan 3
yaitu diskusi informasi.
(terlampir pada LKS pertemuan
2 siklus I).
 Guru mendorong siswa untuk
meninjau kembali hipotesis atau
ide yang mereka buat.

 Guru mendorong siswa untuk


kembali memecahkan masalah
yang ada pada LKS berdasarkan
pengetahuan yang telah mereka
pahami atau jawaban dari
pertanyaan-pertanyaan yang
mereka diskusikan secara
berkelompok.

8. Presentasi kelompok
KEGIATAN GURU KEGIATAN SISWA
 Guru mendorong setiap kelompok o Setiap kelompok
untuk mempresentasikan hasil mempresentasikan hasil
pekerjaan kelompok mereka pekerjaannya tentang pemecahan
tentang pemecahan masalah dari masalah dari masalah yang
masalah yang diberikan. diberikan
 Guru mendorong siswa kelompok  Siswa lainya memberikan
lain yang tidak presentasi untuk masukan atau tanggapan terhadap
memberikan masukan atau hasil diskusi dari kelompok yang
tanggapan terhadap hasil diskusi presentasi.
dari kelompok yang presentasi
C. Penutup (15 menit)
9. Kesimpulan
KEGIATAN GURU KEGIATAN SISWA
 Guru menyuruh setiap kelompok  Setiap kelompok mengumpulkan
untuk mengumpulkan Laporan laporan hasil percobaan
hasil percobaan.  Siswa menyimpulkan konsep-
 Guru mendorong siswa untuk konsep yang mereka pahami
menyimpulkan konsep-konsep selama proses pembelajaran.
yang telah mereka pahami
selama proses pembelajaran.
 Guru menanggapi hasil
pekerjaan kelompok dan diskusi
secara umum, serta menanggapi
konsep-konsep yang telah
mereka simpulkan tadi agar
siswa dapat mengevaluasi
pengetahuan yang telah mereka
kontruksi sebelum maupun
selama proses pembelajaran.
 Guru mengobservasi
keterampilan siswa dalam
menganalisis data hasil
percobaan atau hasil pengamatan
berdasarkan laporan hasil
percobaan. (pedoman dan lembar
observasi yang di gunakan pada
saat mengobservasi, terlampir)

IX Penilaian
 Kognitif
- Tes obyektif diperluas (dilakukan pada saat akhir siklus I)
 Afektif
- Kuisioner (dilakukan pada saat akhir siklus I)
 Psikomotorik
- Lembar observasi (dilakukan pada saat pembelaajaran)