Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAK

PEMETAAN 3D KAMPUS UNIVERSITAS LAMPUNG


MENGGUNAKAN WAHANA UDARA TANPA AWAK MULTI
COPTER DJI PHANTOM 3 PRO

Oleh
FITRA RAYHAN AKBAR

Universitas Lampung (UNILA) merupakan salah satu kampus terbesar di wilayah


provinsi Lampung. Salah satu implementasi untuk mencapai visi di Universitas Lampung
yaitu dengan meningkatkan pembangunan infrasrtuktur, peningkatan pembangunan
infrastruktur perlu direncanakan dengan baik dan didukung dengan beberapa data-data
penunjang, salah satunya yaitu Peta Universitas Lampung. Peta kampus yang selama
digunakan yaitu peta yang dibuat pada tahun 1998, dan peta tersebut di nilai tidak update
lagi. pemetaan ulang tentunya perlu dilakukan salah satunya dengan melakukan pengukuran
secara langsung dilapangam, akan tetapi dengan melakukan pengukuran dinilai kurang efektif
dikarenakan tuntutan menyediakan data peta Universitas Lampung harus cepat serta
memeliki ketelitian yang baik . Oleh karena itu dibutuhkan strategi baik itu pengambilan data
lapangan serta pengolahan data yang dapat menghasilkan data peta terbaru serta dapat
memodelkan dalam bentuk peta 3D agar dapat mengetahui mengetahui kondisi Universitas
Lampung saat ini.

Penelitian ini dilakukan dari bulan Mei sampai bulan juli 2018. Data yang digunakan yaitu
data pemotretan foto di Universitas Lampung dan data titik Ground Control Point (GCP).
Pengolahan data foto udara dilakukan menggunakan software Agisoft PhotoScan melalui
proses orthorektifikasi 4,7, dan 12 titik GCP secara menyebar. Tahapan Pengolahan yaitu
Align Photos, Koreksi Geometrik, Dense Cloud Point, Pembangunan 3D Mesh, Build DEM,
Orthofoto, Ekstraksi DTM, serta dilakukan Uji ketelitian peta sesuai dengan peraturan Kepala
Badan Informasi Geospasial.

Hasil penelitian ini menunjukkan peta kampus universitas lampung yang dihasilkan dengan
menggunakan wahana UAV menghasilkan ketelitian peta maksimum pada skala 1:2500
memenuhi kriteria kelas 1, dan ketelitian minimun pada skala 1:5000 memenuhi kriteria pada
kelas 1, dengan catatan bergantung pada sebaran GCP yang ada, semakin banyak sebaran
GCP tingkat ketelitian akan mencapai nilai maksimum. Pemetaan ulang mengunakan wahana
UAV dinilai lebih efektif dan murah serta hasil peta dapat memberikan informasi peta 3D
berupa ketinggian bangunan, luasan bangunan serta keadaan kontur tanah di lingkungan
Universitas Lampung.

Kata kunci: Unmanned Aerial Vehicle (UAV), Ground Control Point (GCP), Orthorektifikasi