Anda di halaman 1dari 7

Pengertian Nasionalisme – Tahukah Anda bahwa Nasionalisme

adalah sikap yang sangat penting untuk dikembangkan dalam


berbangsa dan bernegara. Negara yang rakyatnya menjunjung tinggi
rasa nasionalisme akan menjadi bangsa yang kuat.

Sikap nasionalisme ini juga harus dipupuk sejak dini. Pentingnya sikap
nasionalisme membuat siapa saja wajib mengetahui apa itu
nasionalisme yang sebenarnya. Secara fakta, pengertian nasionalisme
bisa ditinjau dari banyak aspek.

Pengertian dari nasionalisme bisa dilihat secara aspek bahasa dan juga
pendapat para ahli. Ada banyak para ahli yang mengungkapkan
pendapatnya tentang definisi dari nasionalisme.

Mengetahui lebih dalam tentang makna nasionalisme adalah sebuah


keharusan bagi siapa saja yang cinta terhadap negara. Di bawah ini
akan di ulas secara lengkap apa itu sebenarnya nasionalisme.

DAFTAR ISI ARTIKEL


 Pengertian Nasionalisme Berdasarkan Aspek Bahasa
 Pengertian Nasionalisme Berdasarkan Pendapat Para Ahli
 1. Ernest Renan
 2. Otto Bauar
 3. Hans Kohn
 4. L. Stoddard
 5. Dr. Hertz
 6. Louis Sneyder
 7. Benedict Anderson
 Pengertian Nasionalisme Berdasarkan Nilai Pancasila
Pengertian Nasionalisme Berdasarkan Aspek Bahasa
Secara bahasa, nasionalisme adalah kata serapan yang diambil dari
bahasa Inggris yaitu nation. Kata nation jika diartikan ke bahasa
Indonesia artinya adalah bangsa.

Jika merujuk pada arti dari asal katanya, nasionalisme adalah sesuatu
yang berkaitan dengan bangsa. Bangsa sendiri adalah sebuah rumpun
masyarakat yang tinggal di sebuah teritorial yang sama dan memiliki
karakteristik yang hampir sama.

Menurut KBB (Kamus Bahasa Besar Indonesia), nasionalisme adalah


sebuah paham yang mengajarkan untuk mencintai bangsanya sendiri.
Dalam hal ini jelas jika nasionalisme sangat erat kaitannya dengan
mencintai negara baik budayanya, masyarakatnya maupun tatanan yang
ada di negara tersebut.

Jika merujuk pada KBBI, maka orang yang memiliki rasa nasionalisme
yang tinggi adalah orang yang mencintai negaranya.

Pengertian Tari

Pengertian nasionalisme dari segi bahasa berbeda dengan chauvinisme.


Kedua kata ini sama-sama diartikan mencintai bangsa dan negara.

Namun pada paham chauvinisme kecintaan pada negara sangat fanatik


sehingga membenarkan merusak atau menghancurkan negara lain demi
kejayaan bangsa sendiri. Tentu saja paham cauvinisme ini tidak sejalan
dengan nilai nasionalisme, paham chauvinisme bisa merusak
perdamaian dunia.

Pengertian Nasionalisme Berdasarkan Pendapat Para


Ahli

Banyak sekali para ahli yang memberikan pandangannya mengenai apa


itu nasionalisme. Para ahli ini adalah orang-orang yang sudah sangat
luas wawasannya tentang kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengetahui pendapat dari para ahli ini sangat penting untuk bisa
menyimpulkan pengertian dari nasionalisme. Apa aja pendapat dari para
ahli tersebut? Berikut ini ulasan lengkapnya:

1. Ernest Renan

Menurut Ernest Renan, yang disebut dengan nasionalisme adalah


keinginan untuk bersatu dan bernegara. Dalam hal ini nasionalisme
adalah sebuah keinginan besar untuk mewujudkan persatuan dalam
bernegara.

Dengan adanya persatuan ini maka kondisi negara akan menjadi kuat
dan tidak mudah diguncang dengan masalah dari dalam maupun dari
luar. Tanpa adanya sikap nasionalime, persatuan negara tidak mungkin
terwujud.
2. Otto Bauar

Sedikit berbeda dengan Ernest Renan, menurut pendapat Otto Bauar,


nasionalisme adalah suatu sikap persatuan karena adanya perasaan
senasib. Perasaan senasib disini maksudnya adalah perasaan yang
sama akibat berada di sebuah negara dengan kondisi tertentu.

Menurut ahli yang satu ini rasa nasionalisme adalah rasa senasib dan
sepenanggungan. Sehingga apapun yang terjadi di negara tersebut
harus dirasakan bersama dan menjadi tanggung jawab bersama.

3. Hans Kohn

Hans Kohn memiliki pendapat yang sedikit berbeda dari para ahli
lainnya. Menurutnya nasionalisme adalah sebuah kesadaran jika sebuah
masyarakat adalah satu kesatuan. Kesadaran ini berupa kesadaran
nasional bahwa sebuah masyarakat berada di tatanan negara yang
sama.

Pengertian Ilmu Ekonomi

Kesadaran inilah yang akan memperkokoh kondisi sebuah bangsa. Jika


kesadaran ini hilang, maka rapuhlah bangsa tersebut. Namun jika
kesadaran ini kuat, negara akan menjadi digdaya.

4. L. Stoddard

Ahli yang satu ini mengemukakan pandangannya jika nasionalisme


adalah sebuah sikap dan rasa saling memiliki. Ini artinya setiap warga
negara merasa memiliki apa-apa yang ada di dalam negara tersebut.

Akibat adanya rasa memiliki ini, maka setiap warga negara harus
menjaga dan mempertahankan apa yang telah dimilikinya. Hal ini sesuai
dengan fitrah manusia yang apabila merasa memiliki pasti akan merasa
untuk wajib menjaga.

5. Dr. Hertz

Dr. Hertz adalah ahli yang menjabarkan pengertian nasionalisme secara


lengkap. Bahkan dalam pandangan Dr. Hertz, nasionalisme ini dibagi-
bagi menjadi beberapa pengertian.

Menurutnya, nasionalisme adalah hasrat untuk mencapai kesatuan,


hasrat untuk merdeka, hasrat untuk mencapai keaslian dan hasrat untuk
memiliki cita-cita bersama. Jika ditarik kesimpulan, Hertz berpandangan
jika nasionalisme adalah sebuah tekad yang ingin dicapai.

6. Louis Sneyder
Ahli yang bernama Louis Sneyder juga mengemukakan opininya tentang
apa itu nasionalisme. Menurutnya nasionalisme adalah perpaduan
antara politik, ekonomi, sosial dan juga intelektual.

Dari sini, Louis sneyder mengungkapkan jika sikap nasionalisme


berkaitan erat dengan sikap berpolitik, berekonomi, bersosial dan
berintelektual. Sebuah negara yang besar memang harus memiliki
kekuatan dalam keempat aspek penting ini.

7. Benedict Anderson

Menurut Bennedict Anderson, nasionalisme adalah sebuah rasa


kesadaran jika suatu individu berada di dalam suatu komunitas atau
negara tertentu. Dengan adanya rasa kesadaran ini, maka individu
tersebut harus memajukan komunitas atau negara yang diyakini sebagai
negaranya.

Hal ini menunjukkan bahwa pada hakikatnya manusia memiliki


kesadaran akan pentingnya menjadi bagian dalam sebuah negara.

Itulah pendapat para ahli dunia mengenai pengertian nasionalisme. Di


Indonesia sendiri rasa nasionalisme ini sudah diatur dalam Pembukaan
UUD 1945 dan juga pada dasar negara Indonesia.

Pengertian Ekosistem

Di dalam Pancasila nilai-nilai akan nasionalisme juga sudah tertanam


khususnya pada sila ketiga yaitu persatuan Indonesia. Dikarenakan
dasar negara Indonesia adalah Pancasila, maka penting bagi kita
mengetahui pengertian nasionalisme sesuai dengan Pancasila.

Pengertian Nasionalisme Berdasarkan Nilai Pancasila


Bangsa Indonesia sudah paham betapa pentingnya rasa nasionalisme
bahkan sebelum merdeka. Rasa nasionalisme ini telah tertuang dalam
peristiwa sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.

Kala itu, Indonesia mengaku jika berbangsa satu, bertanah air satu dan
berbahasa satu. Hal ini menandakan bahwa bangsa Indonesia adalah
bangsa yang kuat dan menjunjung tinggi nilai nasionalisme.

Setelah Indonesia merdeka, nilai nasionalisme dituangkan pada


pancasila dan pembukaan UUD 1945. Namun pada pembukaan UUD
1945 juga ditekankan jika Indonesia yang mencintai negaranya dan juga
ikut menjaga ketertiban dunia.

Hal ini jelas menjauhkan bangsa Indonesia dari paham


chauvisme. Pemimpin dunia yang menganut paham chauvisme adalah
Hitler. Hitler menganggap mencintai negara berarti bersedia melakukan
apapun untuk negara bahkan bila perlu dengan menghancurkan negara
lain.

Jadi, jika merujuk pada paham pancasila dan pembukaan UUD 1945,
nasionalisme adalah sikap cinta tanah air dan menjaga persatuan
bangsa dengan tetap menjaga perdamaian yang ada di dunia.

Dengan demikian bangsa Indonesia adalah bangsa yang menjunjung


tinggi rasa kebangsaan tanpa harus menghancurkan dan mengganggu
kedaulatan bangsa lain. Jika semua negara menerapkan nasionalisme
dengan benar, perdamaian dunia mudah di wujudkan.
Itulah pengertian nasionalisme secara lengkap dari beberapa aspek.
Dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air, warga negara yang baik
adalah warga negara yang memiliki sikap nasionalisme yang tinggi.
Nasionalisme yang tinggi ini bisa dipupuk dari kegiatan-kegiatan yang
kecil. Dampak dari nasionalisme ini tentu sangat besar.