Anda di halaman 1dari 4

1.

Hasil EKG ST elevasi di lead II, III, aVF


ST elevasi merupakan sebuah tanda adanya injuri pada otot jantung yang
mengenai lapisan otot jantung sampai ke bagian lapisan otot jantung terluar, yaitu
epikardium.
Kriteria untuk mendiagnosa AMI ( acut myocardiac infarction) dengan ST
segmen elevasi atau (STEMI) yaitu :
a. Terdapat nyeri dada khas miokard infark (MI)
Yaitu nyeri dada khas yang tidak bisa dilokalisir (menyebar ke bahu, lengan,
leher), dada terasa berat, tertekan, berkeringat dan terkadang disertai mual
muntah. Serta didukung dengan data PQRST (pengkajian nyeri)
b. Adanya peningkatan enzim jantung CKMB, Troponin
c. Adanya ST segmen elevasi dengan atau tanpa adanya gel Q patologis. Gel Q patologis
cirinya yaitu dalamnya lebih dari 1/3 gelombang R.

Macam-macam letak AMI, yaitu:

1. Septal —> ST segmen elevasi di lead V1 dan V2,


2. Anterior —> ST segmen elevasi di lead V1 sampai V4, reciprocal dengan di tandai
ST segment depresi di lead II,III, aVF.
3. Anterolateral (ektensif) —> ST segmen elevasi di lead V1 s/d V6, lead I dan aVL,
reciprocal dengan ditandai ST segmen depresi di lead II, III, aVF
4. Lateral —> ST segmen elevasi di lead V5 & V6, lead I & aVL
5. Inferior —> ST segmen di lead II, III, aVF, reciprocal dengan ditandai ST segmen
depresi di lateral.
6. Posterior —> ST segmen di lead V8 & V9
7. Ventrikel kanan —> ST segmen elevasi di lead V1, V2R, V3R, V4R, reciprocal
dengan ditandai ST depresi di lead inferior

ST elevasi di lead II, III, aVF menunjukkan bahwa AMI terletak pada bagian
inferior
Enzim Jantung:

1. Enzim CKMB
Adalah isoenzim Creatine Kinase (CK) yang terdapat pada berbagai jaringan terutama
miokardium dan ±20% pada skeletal. Enzim CKMB diperiksa dengan cara enzymatic
immunoassay with serum start (Prasetyo, Syafri & Efrida, 2014). Kenaikan aktivitas
CKMB dapat mencerminkan kerusakan miokardium. Jika kadar CKMB lebih dari
normal, maka telah terjadi cedera atau kerusakan pada miokard. Namun enzim CKMB
ini tidak spesifik dan sensitif dalam mendeteksi kerusakan otot jantung dibandingkan
Troponin T. Rentang normal CKMB adalah <24 U/L.
2. Troponin
Troponin T adalah suatu protein jantung yang terdapat pada otot lurik yang berfungsi
sebagai regulator kontraksi otot yang spesifik terhadap otot jantung (Prasetyo, Syafri
& Efrida, 2014). Troponin T dalam sirkulasi merupakan penanda yang sangat sensitif
dan spesifik bila terdapat kerusakan sel miokard. Pada saat miokardium cidera, troponin
jantung segera dilepaskan oleh sel-sel miokardium dan masuk ke dalam sirkulasi,
sehingga munculnya troponin secara akut didalam serum mengisyaratkan IMA. Pada
orang sehat troponin T tidak dapat dideteksi atau terdeteksi dalam kadar yang sangat
rendah dalam serum. Kadar troponin T darah meningkat dalam 4 jam setelah kerusakan
miokardium. Troponin jantung memiliki sensitivitas yang baik dalam mendeteksi
kerusakan miokard baik pada awal kerusakan sampai beberapa hari kemudian (10-14
hari). Troponin T sebagai penanda kimia lebih dipilih dalam menentukan cidera
miokard karena lebih sensitif, spesifik dan lebih lama waktunya dalam mendeteksi
IMA. troponin jantung dapat menunjukkan adanya kerusakan yang kecil pada miokard
(microscopic zone). Rentang normal Troponin T adalah <0,1.
Pengkajian

1. Riwayat kesehatan
a. Riwayat kesehatan masa lalu
Pengkajian riwayat kesehatan masa lalu untuk mendukung dan mengetahui apakah
klien sebelumnya pernah menderita nyeri dada, darah tinggi, diabetes mellitus, dan
sebagainya (Arif, 2012).
- Riwayat pemakaian obat : obat yang biasa diminum oleh klien, misalnya:
angina nitrat dan penghambat beta, obat-obat hipertensi
- Riwayat alergi : alergi pada suatu makanan, lingkungan, maupun
obat tertentu dan reaksi apa yang timbul.
b. Riwayat kesehatan sekarang
Pengkajian nyeri PQRST (Arif, 2012):
P (provoking incident) : nyeri setelah beraktivitas dan nyerinya tidak berkurang
dengan istirahat atau setelah diberikan nitrogliserin
Q (quality) : nyeri seperti tertekan
R (region) : nyeri dada sebelah kiri yang menyebar ke lengan dan
punggung, nyeri di daerah substernal atau nyeri diatas perikardium.
S (severity/scale) : skala nyeri terdiri dari skala 1-10. Klien ditanya terkait
skala nyeri yang dirasakan dan klien akan memilih berapa rentang skala nyeri yang
dirasakan. Ketika klien mengalami angina, biasanya skala nyeri berkisar antara 4-
5.
T (time) : mula timbulnya (onset). Gejala dapat timbul secara
mendadak atau hilang timbul. Nyeri AMI dapat timbul ketika istirahat dan dapat
berlangsung lama. Gejala yang dirasakan bisa disertai keringat, ansietas, pingsan,
ataupun dispnea.
c. Riwayat kesehatan keluarga
Perawat menanyakan kepada klien terkait riwayat penyakit yang pernah diderita
oleh keluarga klien. Pada klien dengan penyakit jantung, biasanya dalam
keluarganya juga ada yang memiliki penyakit jantung sebelumnya. Penyakit
jantung iskemik pada orang tua yang dimiliki pada usia muda menjadi faktor resiko
utama untuk penyakit jantung iskemik pada keturunannya (Arif, 2012).

Keluhan utama
Keluhan utama biasanya nyeri dada, sulit bernapas, serta pingsan (Arif, 2012).

Sumber:

Muttaqin, Arif. (2012). Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Kardiovaskular
dan Hematologi. Jakarta: Salemba Medika

Namzah, Abu. (2012).Panduan Belajar Membaca EKG (Cetakan ke-1). Jakarta: Trans Info
Media

Buku Saku Dokter. (2017). Acut Myocardiac Infarction (AMI) atau Serangan Jantung. Diakses
pada 14 Mei 2018, dari: https://bukusakudokter.org/category/referensi-medis/jantung/

Prasetyo, R. D., Syafri, M., & Efrida. (2014). Gambaran Kadar Troponin T dan Creatinin
Kinase Myocardial Band pada Infark Miokard Akut. Jurnal Kesehatan Andalas, 3 (3), 445-
449.