Anda di halaman 1dari 31

UNIVERSITAS WARMADEWA

TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU


MASYARAKAT TERHADAP MINUMAN
BERALKOHOL DI DESA ABIANSEMAL, BADUNG

OLEH :
IGAM ADITYA PRASADA
NIM : 1470121013

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS WARMADEWA
2016
ABSTRAK

Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung alkohol (C2H5OH) diproses dari bahan
hasil pertanian dengan cara fermentasi dan destilasi atau fermentasi tanpa destilasi . Alkohol
berpengaruh pada prevalensi kanker, penyakit kardiovaskular, neuropsikiatri, saluran pencernaan,
infeksi, cedera, dan kelainan neaonatal. Penduduk dunia berusia 15th keatas 38,3% mengonsmsi
alkohol dengan jumlah 6,2 liter dalam setahun. Seperempat dari konsumsi (24,8%) ilegal, yaitu
alkohol buatan sendiri yang diproduksi atau dijual diluar kontrol pemerintah. Penelitian ini
dirancang sebagai penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi
target dalam penelitian ini adalah semua kepala keluarga (KK) dari delapan banjar di Desa
Abiansemal, Badung, dan Populasi terjangkau adalah semua KK dari tiga banjar. Pengambilan
sampel menggunakan teknik multistage random sampling, jumlah sampel sebanyak 96 yang
didapat dengan rumus. Sampel banjar mengunakan teknik simple random sampling sedangkan
pengambilan unit sampel dengan systematic random sampling. Pengumpulan data dilakukan
dengan wawancara menggunakan kuesioner yang berisikan pertanyaan mengenai pengetahan,
sikap, dan perilaku. Dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat, data yang didapat akan
diolah menggunakan program komputer yaitu program SPSS (Statistical Package for the Social
Science). Data akan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan narasi. Penelitian ini
diharapkan menjadi dasar untuk memperbaiki dan mengawasi penyebaran minuman beralkohol di
Bali.

Kata Kunci: Alkohol, Minuman Beralkohol, Tingkat Pengetahuan, Sikap, Perilaku.

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis sampaikan ke hadapan Tuhan yang Maha Esa karena berkat rahmat
dan karunia-Nya, proposal skripsi yang berjudul “ Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan
Perilaku Masyarakat Terhadap Minuman Beralkohol di Desa Abiansemal, Badung
” dapat penulis selesaikan, guna memenuhi prasyarat dalam memperoleh gelar Sarjana
Kedokteran di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa. Penulis
menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari sempurna karena keterbatasan yang penulis
miliki. Namun berkat dorongan dan bimbingan dari dosen-dosen, teman-teman serta
keluarga maka proposal ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Dalam kesempatan ini, tidak lupa penulis juga ingin menyampaikan terima kasih atas
bantuan dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada:
1. Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP & E, Sp.ParK selaku Rektor Universitas
Warmadewa;
2. dr. I Gusti Ngurah Anom Murdhana, Sp.FK selaku Dekan Fakultas Kedokteran
dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa;
3. dr. I Ketut Tangking Widarsa, MPH selaku ketua Blok Studi Elektif II yang telah
mengembangkan dan menyusun blok ini dengan sangat baik;
4. Ni Made Hegard Sukmawati, S.Si, MPH, Apt selaku sekertaris blok yang telah
menyusun blok ini dengan sangat baik;
5. dr. I Wayan Darwata, MPH selaku pembimbing yang telah banyak memberikan
gambaran, bimbingan dan masukan kepada penulis sehingga proposal ini bisa
diselesaikan dengan baik;
6. Keluarga, dan teman-teman yang selalu memberikan dukungan dan saran di
dalam menyelesaikan proposal ini.
Kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan oleh penulis untuk
membantu dalam penyempurnaan proposal penelitian ini.
Akhir kata, semooga proposal ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang
memerlukan.

Denpasar, 3 Januari 2017

Penulis

DAFTAR ISI

LEMBAR PERNYATAAN............................................................................... ii
LEMBAR PENGESAHAN............................................................................. iii
ABSTRAK....................................................................................................... iv
KATA PENGANTAR....................................................................................... v
DAFTAR ISI.................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL.......................................................................................... viii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang............................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah....................................................................................... 2
1.3 Tujuan Penelitian........................................................................................ 2
1.3.1 Tujuan umum...................................................................................... 2
1.3.2 Tujuan khusus...................................................................................... 2
1.4 Manfaat Penelitian...................................................................................... 3
1.4.1 Manfaat teoritis................................................................................... 3
1.4.2 Manfaat praktis.................................................................................... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA....................................................................... 4
2.1 Minuman Beralkohol.................................................................................. 4
2.2 Dampak Minuman Beralkohol.................................................................... 5
2.3 Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Masyarakat Terhadap Minuman
Beralkohol................................................................................................... 7
BAB III METODE PENELITIAN................................................................... 8
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian...................................................................... 8
3.2 Rancangan Penelitian.................................................................................. 8
3.3 Populasi dan Sampel................................................................................... 8
3.3.1 Populasi............................................................................................... 8
3.3.2 Sampel................................................................................................. 8
4.4 Variabel dan Definisi Operasional.............................................................. 9
3.4.1 Variabel................................................................................................ 9
3.4.2 Definisi operasional............................................................................ 9
3.5 Instrumen dan Cara Pengumpulan Data.................................................... 11
3.6 Rencana Analisis Data.............................................................................. 12
JADWAL PENELITIAN.................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 14
Lampiran

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etil alkohol atau etanol
(C2H5OH) yang diproses dari bahan hasil pertanian yang mengandung karbohidrat
dengan cara fermentasi dan destilasi atau fermentasi tanpa destilasi (Perpres 74,2013).
Konsumsi minuman beralkohol berlebih dapat berpengaruh pada seluruh organ tubuh .
Berdasarkan data World Health Organization ( WHO) 2014 minuman beralkohol
berpengaruh pada prevalensi kanker, penyakit kardiovaskular, neuropsikiatri, saluran
pencernaan, infeksi, cedera (kecelakaan), dan kelainan neaonatal. Selain berpengaruh
pada angka morbilitas dan mortalitas, alkohol juga mempengaruhi perkembangan
ekonomi, dan angka kriminalitas di suatu negara.
Dari keseluruhan penyakit di dunia 5,1% dikaitkan dengan minuman beralkohol, dan
Alkohol berpengaruh dalam jumlah kematian di seluruh dunia, 3,3 juta ( 5,9%) kematian
disebabkan oleh konsumsi alkohol. Data WHO mengambarkan konsumsi alkohol
diseluruh dunia meningkat setiap tahun. Dari keseluruhan jumlah penduduk dunia 38,3%
mengonsumsi alkohol pada tahun 2010. Berdasarkan laporan WHO tahun 2010 konsumsi
alkohol murni oleh penduduk dunia berusia 15 tahun keatas adalah 6,2 liter dalam
setahun. Seperempat dari konsumsi ini (24,8%) ilegal, yaitu alkohol buatan sendiri yang
diproduksi atau dijual diluar kontrol pemerintah (WHO,2014). Menurut pengelompokan
persentase jumlah konsumsi alkohol dalam setahun Indonesia berada pada urutan terakhir
dengan jumlah konsumsi alkohol dibawah 2,5 liter pada tahun 2010, sedangkan pada
tahun 2012 meningkat menjadi urutan ketiga dengan jumlah konsumsi alkohol 2,0-4,9
liter (WHO, 2014).
Laporan Survei Demografi dan Kependudukan Indonesia (SDKI) menunjukan bahwa
4,6% dari penduduk Indonesia mengonsumsi alkohol. Persentase peminum alkohol pada
pria berusia 15-19 tahun (30,2%) dan berusia 20-24 tahun (52,9%), sedangkan pada
wanita dengan usia yang sama berturut-turut (3,5%) dan (7,1%) (SDKI,2012). Penjual
minuman beralkohol di Bali cukup banyak, yang mempengaruhi konsumsi penduduk
terhadap minuman beralkohol. Tingkat konsumsi minuman beralkohol di Bali berada
pada urutan kelima di Indonesia yaitu 6,4% dari jumlah penduduk ( Depkes, 2008). Desa
Abiansemal termasuk wilayah Kabupaten Badung , terdiri dari 8 banjar dengan jumlah
penduduk 7.529 jiwa (2015). Distribusi minuman beralkohol di Desa Abiansemal cukup
tinggi dapat dilihat dari banyaknya warung yang menyediakan minuman beralkohol
berupa tuak, arak, bir, dll.
Penerapan peraturan pemerintah tentang pendistribusian minuman beralkohol masih
sangat kurang di daerah pedesaan, minuman beralkohol masih di jual bebas tanpa adanya
pengawasan. Berdasarkan wawancara langsung dengan masyarakat di Desa Abiansemal
telah terjadi dua kali bentrokan antara dua kelompok pemuda yang disebabkan oleh
pengaruh minuman beralkohol. Hal diatas mendorong peneliti untuk melakukan
penelitian mengenai tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap
minuman beralkohol di Desa Abiansemal, Badung. Penelitian ini diharapkan menjadi
dasar untuk memperbaiki dan mengawasi penyebaran minuman beralkohol di Bali.

1.2. Rumusan Masalah


Bagaimana tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap minuman
beralkohol di Desa Abiansemal, Badung ?

1.3. Tujuan Penelitian


1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat
terhadap minuman beralkohol di Desa Abiansemal, Badung.

1.3.2 Tujuan Khusus


1. Mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat di Desa Abiansemal
terhadap jenis, bahaya, kegunaan, aturan (UU) minuman beralkohol,
dan jumlah kandungan alkohol setiap minuman.
2. Mengetahui sikap yang dibentuk masyarakat di Desa Abiansemal
terhadap minuman beralkohol.
3. Mengetahui perilaku masyarakat di Desa Abiansemal terhadap
minuman beralkohol.
4. Mengetahui prevalensi masyarakat di Desa Abiansemal yang
mengonsumsi minuman beralkohol.

1.4. Manfaat Penelitian


1.4.1. Manfaat teoritis
1. Penelitian ini bermanfaat bagi penulis untuk mengetahui tingkat
pengetahuan sikap, dan perilaku, masyarakat mengenai alkohol, dan
bahaya alkohol di Desa Abiansemal, Badung.
2. Mahasiswa lain dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai acuan
dalam penelitian selanjutnya.

1.4.2. Manfaat praktis


1. Hasil penelitian ini bermanfaat sebagai bahan masukan data dan
informasi Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) dan akan
menjadi dasar melakukan penyuluhan maupun sosialisasi minuman
beralkohol.
2. Penelitian ini juga dapat sebagai pertimbangan pemerintah untuk
perancangan dan pengawasan aturan terhadap penyebaran maupun
produksi minuman beralkohol di masyarakat.
BAB II
TINJUAN PUSTAKA

2.1 Minuman Beralkohol


Alkohol merupakan cairan transparan yang dapat diperoleh dari fermentasi kabohidrat
dan ragi, mudah menguap, dapat bercampur dengan air, eter atau kloroform dengan
rumus kimia CnH2n+1OH ( Bender DA, 2006). Minuman Beralkohol adalah minuman
yang mengandung etil alkohol atau etanol (C2H5OH) diproses dari bahan hasil pertanian
yang mengandung karbohidrat dengan cara fermentasi dan destilasi atau fermentasi tanpa
destilasi. Minuman beralkohol yang dibuat secara turun temurun, dikemas secara
sederhana dan pembuatannya dilakukan sewaktu-waktu, serta dipergunakan untuk
kebutuhan adat istiadat atau upacara keagamaan disebut dengan minuman beralkohol
tradisional (Perpres 74, 2013).
Minuman beralkohol dapat dibedakan berdasarkan bahan, teknik pembuatnya, dan
kandungan alkohol dalam setiap kemasan. Bir dengan kadar alkohol 4–6% berbahan
dasar ragi, sedangan wine (9–13%) berbahan dasar buah anggur kedua minuman ini
hanya memerlukan fermentasi bahan pokok dalam pembuatannya .Whisky dengan bahan
dasar ragi dan vodka berbahan dasar kentang. Kadar alkohol whisky, vodka (37-45%) ,
dan memerlukan tahap destilasi setelah dilakukan proses fermentasi ( Bender DA, 2006).
Minuman beralkohol tradisional termasuk didalam minuman beralkohol ilegal
karena kandungannya tidak diketahui sepenuhnya dan peredarannya diluar kontrol
pemerintah. Masyarakat Bali mengonsumsi minuman tradisional berupa berupa tuak dan
arak dengan bahan dasar berupa aren atau enau dan dalam bahasa daerah Bali disebut
jake. Arak dalam tahap pembuatannya memerlukan proses destilasi, sedangkan tuak tidak
(Law, S et al, 2011 ). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2011 di
Sumatera Utara kandungan alkohol pada tuak aren sebesar 12-21% (herlina,2011) . Arak
bali mengandung alkohol sebesar 37-50% (BPOM, 2014 ). Berdasarkan kandungan
alkohol di setiap kemasan minuman beralkohol dapat diklasifikasikan menjadi tiga.
Golongan A minuman dengan kadar alkohol sampai 5%, Golongan B 5%-20%, dan
Golongan C 20%-55%. Tempat penjualan minuman beralkohol ditentukan berdasarkan
golongan dari minuman beralkohol tersebut (Perpres 74, 2013).
Tingkat konsumsi minuman beralkohol dapat di tinjau dari orang, tempat, dan waktu.
Berdasarkan laporan WHO tahun 2010 konsumsi alkohol murni oleh penduduk dunia
berusia 15 tahun keatas adalah 6,2 liter dalam setahun (WHO, 2014). Laporan Survei
Demografi dan Kependudukan Indonesia (SKDI) persentase peminum alkohol pada pria
berusia 15-19 tahun (30,2%) dan berusia 20-24 tahun (52,9%), sedangkan pada wanita
dengan usia yang sama berturut-turut (3,5%) dan (7,1%) (SKDI,2012). Menurut tempat
konsumsi, daerah eropa, rusia, dan amerika berada pada peringkat teratas, sedangkang
asia tenggara termasuk indonesia berada diposisi terakhir (WHO,2014). Suhardi (2011)
menyatakan tingkat konsumsi alkohol di Bali tinggi pada daerah pedesaan. Berdasarkan
waktu alkohol dapat dikonsumsi kapan saja. Peningkatan konsumsi alkohol terjadi pada
saat pesta, perayaan, maupun liburan ( Suhardi, 2011).

2.2 Dampak Minuman Beralkohol


Efek alkohol pada kesehatan pada umumnya bergantung pada seberapa sering orang
tersebut mengonsumsi alkohol dan berapa jumlah alkohol yang dikonsumsi. Alcohol
Advisory Council of New Zealand (ALAC) 2012 menetapkan Standard Drink (SD)
sebagai minuman yang mengandung 10 gram(g) alkohol murni. Batasan konsumsi
alkohol dapat dibedakan berdasarkan jenis kelamin dan kondisi seseorang. Pria
dibolehkan mengonsumsi 3 SD (30g) sehari dan 15 SD (150g) seminggu, sedangkan
wanita 2 SD (20g) sehari dan 10 SD (100g) seminggu, dan untuk ibu hamil maupun
pasien penyakit kronis dilarang mengonsumsi alkohol (ALAC, 2012). Peminum alkohol
dikelompokan menjadi tiga, yaitu ringan dengan jumlah konsumsi 1-13 SD per minggu,
sedang (4-14 SD per minggu ), dan untuk kelompok berat lebih dari 2 SD per hari (Erick,
2012).
Kadar alkohol dalam darah mempengaruhi keadaan klinis, alkohol <50mg/dL
menyebabkan gangguan motorik, berfikir, dan efek relaksasi. Dengan kadar alkohol
dalam darah sebesar 50-300mg/dL dapat menyebabkan gangguan mood, sexual,
kardiovaskular, pengelihatan, memori, mual dan muntah. Jika alkohol melebihi 400mg/dL
peminum alkohol akan mengalami gangguan pernafasan, koma, dan kematian
(ALAC,2012).
Dampak dari alkohol dibedakan menjadi dua macam, yaitu dampak penyakit dan
dampak kecalakaan. Berdasarkan penelitian Rehm J tahun 2010. Konsumsi minuman
beralkohol dengan jumlah rendah maupun tinggi memiliki efek peningkatan sekresi asam
lambung dan mempercepat pengosongan pada lambung. Efek tersebut dapat
menyebabkan terjadinya gastritis maupun ulkus. Selain itu, konsumsi alkohol dapat
menyebabkan fibrosis perivenular berlanjut menjadi sirosis panlobular dan akan
merangsang pembentukan kolagen yang mengakibatkan terjadinya sirosis hati alkoholik.
Terganggunya proses produksi enzim pankreas akibat alkohol dapat memicu terjadinya
pankreatitis (PAPDI,2006).
Minuman beralkohol menjadi salah satu penyebab penurunan sistem imun, dan
alkohol memiliki efek obat penenang yang mengakibatkan menurunnya tekanan
orofaring, berkurangnya reflek batuk dan pembersihan mukulosiliar . Seorang yang
meminum alkohol dengan jumlah melebihi batas memiliki resiko lebih tinggi terinfeksi
tuberculosis (TB) dan pneumonia, dikarenakan tidak maksimalnya respon tubuh terhadap
agent infeksi tersebut. ( Rehm et al, 2010).
Hasil penelitian dari International Agency for Research on Cancer (IARC)
membuktikan alkohol memiliki karsinogenisitas yang berpengaruh pada perkembangan
sel kanker maupun mutasi gen di tubuh hewan. Pada penelitian yang dilakukan oleh Park
JE (2016) terdapat peningkatan kejadian kanker pada populasi peminum dan mantan
peminum alkohol. Oleh sebab itu, diputuskan bahwa minuman beralkohol sebagai
karsinogenik pada manusia. Efek alkohol terhadap kanker hanya ditemukan pada kanker
rongga mulut, faring, laring, esofagus, hati, kolorektal, usus, pankreas, dan kanker
payudara wanita ( Rehm et al,2010 ; Park JE et al,2016).
Terdapat dua efek berbeda antara hubungan alkohol dengan risiko terjadinya
penyakit kardiovaskular. Tingkat konsumsi alkohol ringan sampai sedang mengurangi
angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit jantung iskemik maupun stroke dan
dapat meningkatkan kadar HDL. (Panggabean, 2015 ; Blomser et al,2014). Konsumsi
alkohol berlebih meningkatkan kadar triglesirida darah, dan menghambat oksidasi lemak.
Hal tersebut dapat mengakibatkan terjadinya pembentukan plak dan akan mempengaruhi
peredaran darah menuju organ target. Kondisi diatas sering mengakibatkan hipertensi,
dan Ischemic hearth disease (IHD) (Rehm et al, 2010).
Konsumsi alkohol memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap peningkatan Body
Mass Index (BMI). Orang dengan konsumi alkohol tinggi tetapi menjalankan pola hidup
sehat memiliki BMI yang stabil. (French MT, et al 2010). Pada kasus diabetes militus tipe
dua, konsumsi alkohol ringan sampai sedang mempengaruhi penurunkan angka kejadian
diabetes mellitus tipe dua. Walaupun demikian konsumsi alkohol tidak dapat
direkomendasikan untuk penyembuhan DM tipe 2 (Blomser et al,2014).
Konsumsi alkohol pada saat kehamilan dapat menyebabkan Fetal alcohol spectrum
disorder (FASD). Efek yang dapat ditimbulkan antara lain retardasi mental, mikrosefali,
gangguan koordinasi, abnormalitas bentuk tubuh, dan penyakit jantung kongenital
(ALAC, 2012).
Pengaruh alkohol terhadap SSP (Sistem Saraf Pusat) berupa gangguan pelepasan
neurotransmitter, ketidakseimbangan ion, infark serebrovaskular, dan atrofi otak. Hal
tersebut dapat menyebabkan epilepsi, gangguan memori, gangguan mood, cenderung
menarik diri dari lingkungan yang melarang konsumsi alkohol, dan terjadinya penurunan
kesadaran yang mengakibatkan kecelakaan (Rehm et al, 2010). Dampak kecelakanan oleh
alkohol dibedakan menjadi dua . Intentional Injury terdiri dari bunuh diri, dan tindakan
kekerasan, sedangkan unintentional injury yaitu kecelakaan lalu lintas, jatuh, tenggelam,
dan keracunan (Cremonte M & Cherphitel C,2014).
Berdasarkan pernyataan dari National health and medical research council
(NHMRC) dampak yang ditimbulkan oleh alkohol lebih cepat terjadi pada wanita, karena
tingkat alkohol dalam darah lebih tinggi daripada pria setelah minum alkohol dengan
jumlah sama. Hal tersebut disebabkan oleh total jumlah air dalam tubuh wanita lebih
sedikit (ALAC,2012).

2.3 Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Masyarakat Terhadap Minuman


Beralkohol
Pengetahuan merupakan hasil dari tidak tahu menjadi tahu. Seseorang memperoleh
pengetahuan melalui pengalaman, logika, dan kegiatan mencoba (Notoatmodjo, 2012).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Sukoharjo mendapatkan hasil 68% dari seluruh
jumlah populasi memiliki pengetahuan yang baik terhadap minuman beralkohol
(sulistyowati,2012).
Sikap adalah reaksi atau respon yang belum dilakukan, kesiapan atau kesediaan
bertindak, dan merupakan predisposisi perilaku seseorang terhadap suatu stimulus atau
objek (Notoatmodjo, 2012). Sikap masyarakat menghadapi penyebaran minuman
beralkohol illegal masih kurang, berdasarkan data WHO 24,8% minuman beralkohol
masih illegal. Pengamatan di daerah Denpasar dan Badung memperlihatkan penjualan
alkohol illegal berupa tuak, arak masih sangat banyak dan tanpa kontrol pemerintah.
Perilaku manusia adalah respon atau reaksi seseorang terhadap suatu rangsangan dari
luar baik yang dapat diamati langsung maupun yang tidak dapat diamati (Notoatmodjo,
2014). Jika dilihat dari laporan WHO konsumsi alkohol di Indonesia tidak begitu tinggi
jika dibandingkan negara-negara eropa. Penelitian tahun 2012 di Sukoharjo melaporkan
61% dari jumlah populasi tidak pernah mengonsumsi alkohol sedangkan 7% sering
mengonsumsi alkohol (sulistyowati,2012).
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1. Tempat dan Waktu Penelitian


Tempat pelaksanaan penelitian berada di tiga banjar yang termasuk dalam wilayah
Desa Abiansemal, Badung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai
dengan November 2017.

3.2. Rancangan Penelitian


Rancangan pada penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif
dengan pendekatan cross-sectional yaitu melakukan pengukuran pada satu saat atau satu
periode tertentu dan pengamatan subjek studi hanya dilakukan satu kali. Bertujuan untuk
mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap minuman
beralkohol di Desa Abiansemal, Badung.

3.3. Populasi dan Sampel


3.3.1. Populasi
Populasi target dalam penelitian ini adalah semua kepala keluarga (KK) yang
terdata dari delapan banjar di Desa Abiansemal, Badung, dan populasi terjangkau
adalah semua kepala keluarga (KK) yang terdata dari tiga banjar.

3.3.2. Sampel
Sampel pada penelitian ini diambil dari populasi terjangkau menggunakan
teknik multistage random sampling. Untuk tingkat pertama yaitu pemilihan tiga
banjar di Desa Abiansemal menggunakan teknik simple random sampling. Tingkat
kedua adalah memilih unit sampel secara systematic random sampling, dengan
sampling frame adalah daftar KK di tiga banjar. Interval(I) sampel ditentukan
dengan rumus I= N/n, kemudian memilih sampel pertama dengan cara
menentukan starting point (SP) menggunakan undian. Memilih sampel kedua
dengan cara nilai SP ditambahkan dengan nilai interval (SP + I), dan seterusnya
dengan cara menambahkan nilai sampel sebelumnya dengan I. Sampel harus
memenuhi kriteria inklusi, dan tidak termasuk kiteria ekslusi. Kriteria inklusi
meliputi KK terdata sebagai warga Desa Abiansemal tahun 2016, dan KK bersedia
menjadi responden, sedangkan kriteria ekslusinya adalah KK yang tidak bersedia
menjadi responden.
Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini dihitung berdasarkan
asumsi proporsi (P) kejadian di populasi yaitu 50%, besar bias (d) sebesar 10% dan
tingkat kepercayaan sebesar 95% (Z= 1,96) Rumus yang akan dipergunakan untuk
menentukan besar sampel pada penelitian deskriptif cross-sectional adalah:

Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan dengan rumus diatas, maka
didapatkan besar sampel yang akan diteliti sebesar 96. Sampel yang tidak memenuhi
kriteria dan tidak berada di rumah setelah dilakukan dua kali kunjungan ulang akan
diganti. Penggantian sampel dilakukan dengan cara menjadikan urutan KK
berikutnya sebagai sampel.

3.4. Variabel dan Definisi Operasional


3.5.1. Variabel
Variabel pada penelitian ini adalah pengetahuan, sikap, dan perilaku minum-
minuman beralkohol.
3.5.2. Definisi Operasional
Tabel 1.1 Definisi Operasional

Skala
No. Variabel Definisi Operasional Kategori
Pengukuran
1. Umur Umur dilihat pada tanggal Interval a. Remaja (13-
lahir di Kartu Tanda 21 th)
b. Dewasa (22-
Penduduk (KTP)
44 th)
c. Pra lansia
(45-59 th)
d. Lansia (≥60
th)
2. Jenis Jenis kelamin disesuaikan Nominal a.Laki-laki
Kelamin dengan Kartu Tanda b.Perempuan
Penduduk (KTP)
3. Pekerjaan Kegiatan yang dilakukan Ordinal 1. Petani
2. Pegawai
responden untuk mencukupi
Swasta
kebutuhan hidup
3. Pegawai
Negeri Sipil
(PNS)
4. Buruh/Kuli
Bangunan
5. Lain-lain
4. Pendidikan Ijazah tertinggi yang diterima Ordinal 1.Tidak
responden dari instansi Sekolah
pendidikan formal. 2.SMP/
sederajat
3.SMA/SMK/
sederajat
4.Sarjana
5. Sumber Sumber dimana responden Ordinal 1. Tenaga
informasi mendapatkan informasi medis
2. Poster
tentang minuman beralkohol
3. Teman
4. Internet
5. Televisi
6. Radio
7. Koran
8. Majalah

1. Baik:
6. Pengetahuan Kemampuan responden Ordinal
masyarakat menjawab pertanyaan tentang 75%
2. Cukup:
terhadap minuman beralkohol,
56%-74%
minuman meliputi:
3. Kurang:
beralkohol
a. Definisi <55%
b. Jenis
c. Kegunaan
d. Dampak
e. Aturan
f. Kandungan Alkohol
7. Sikap Reaksi atau respon Ordinal
1. Baik: 75%
masyarakat masyarakat terhadap hal yang
2. Cukup:
terhadap berhubungan dengan
56%-74%
minuman minuman beralkohol, 3. Kurang:
beralkohol meliputi sangat setuju, setuju, <55%
tidak setuju, dan sangat tidak
setuju terhadap:

a. Aturan pendistribusian
b. Aturan konsumsi
c. Keluarga yang
mengonsumsi alkohol
d. Dampak
8. Perilaku Tindakan terwujud atas dasar Ordinal
1. Baik: 75%
masyarakat sikap yang diambil kepala
2. Cukup:
terhadap keluarga terkait dengan
minuman beralkohol 56%-74%
minuman 3. Kurang:
beralkohol <55%

3.5. Instrumen dan Cara Pengumpulan Data


3.5.1. Instrumen
Penelitian ini menggunakan instrumen dalam bentuk kuesioner dengan tipe
pertanyaan tertutup yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap,
dan perilaku masyarakat terhadap minuman beralkohol. Kuesioner terdiri dari
beberapa bagian yaitu identitas responden, dan beberapa pertanyaan yang
disajikan menjadi 3 kategori yaitu. Pada kategori pengetahuan terdapat 8 butir
pertanyaan, kategori sikap terdapat 8 butir pernyataan, dan pada kategori perilaku
terdapat 6 butir pertanyaan. Kuesioner akan divalidasi terlebih dahulu sebelum
digunakan.

3.5.2. Cara Pengumpulan Data


Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara
terstruktur dengan alat bantu kuesioner yang sudah tervalidasi, dan atas persetujuan
responden. Wawancara akan dilakukan di rumah responden.

3.6. Rencana Analisis Data


Rencana analisi menggunakan analisis univariat, data yang didapat akan diolah
menggunakan program komputer yaitu program SPSS (Statistical Package for the
Social Science) untuk mempermudah menghitung frekuensi dan persentase dari data
yang diperoleh. Variabel pengetahuan diukur dengan cara jawaban benar akan diberi
skor 1-4 dan jawaban salah diberi nilai 0, variabel sikap terdiri atas pernyataan positif
dan negatif dengan skor 1-5, dan variabel perilaku dengan skor 1 untuk perilaku positif,
0 untuk perilaku negatif. Kemudian akan dihitung skor total masing-masing variabel
dan dihitung proporsinya dalam bentuk persentase dengan rumus:

Keterangan:
P = proporsi
n = jumlah skor total ( jumlah jawaban benar)
N = jumlah skor tertinggi ( semua jawaban benar).
Setelah diperoleh proporsi pencapaian setiap responden berdasarkan variabel-
variabel yang dinilai, maka dilakukan interpretasi hasil kedalam beberapa kategori

yaitu, pengetahuan, sikap, dan perilaku tergolong baik ( 75%), cukup (56%-74%) dan

kurang (<55%) (Susilo, 2012). Data akan disajikan dalam bentuk tabel distribusi
frekuensi dan narasi.

JADWAL PENELITIAN

Kegiatan Penelitian Mg 1 Mg 2 Mg 3 Mg 4 Mg 5 Mg 6

A. Persiapan
1. Pengurusan surat-surat
2. Uji Instrumen
3. Uji Validitas
4. Listing dan Sampling
B. Pelaksanaan
1. Pengumpulan Data
2. Pengolahan dan
Analisis Data
3. Penulisan Laporan
4. Seminar Hasil
DAFTAR PUSTAKA

Alcohol Advisory Council of New Zealand (ALAC). 2012


Alcohol- The Body & Effect. ALAC 3-29. Available at :
http://www.hpa.org.nz/sites/default/files/documents/HealthEffects.pdf (Accessed
on : 2016, December 15)

Bender, DA. 2006


Dictionary Of Nutrition And Food Technology. Ed ke-8. England: Woodhead
Publishing Ltd.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). 2014


Menilik Regulasi Minuman Beralkohol di Indonesia. InfoPOM 15:1-12. Available
at : http://perpustakaan.pom.go.id/KoleksiLainnya/Buletin%20Info
%20POM/0314.pdf (Accessed on : 2016, December 12)

Blomster JL, Zoungas S, Chalmers J. 2014


The relationship Between Alcohol Consumtion and Vascular Complications and
Mortality in Individuals with Type 2 Diabetes. Diabetes Care 37(5): 1353-1359.
Available at : http://care.diabetesjournals.org/content/diacare/37/5/1353.full.pdf
(Accessed on : 2016, December 10)

Cremonte M, Cherphitel C. 2014


Alcohol Intake and Risk Injury. Medicina (B Aires) 74(4): 287–292. Available at :
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4161955/ (Accessed on : 2016,
December 5)

Departemen Kesehatan (Depkes) .2008


Riset Kesehatan Dasar 2007 . Available at :
http://labdata.litbang.depkes.go.id/images/download/laporan/RKD/2007/lap_rkd07.p
df (Accessed on : 2016, December 12)

Departemen Kesehatan. 2013


Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI)2012. Available at :
http://kesga.kemkes.go.id/images/pedoman/SDKI-2012-Remaja-Indonesia.pdf
(Accessed on : 2016, December 10)

Frech MT, Norton EC, Maclean JC. 2010


Alcohol Consumtion and Body Weight. Health Econ 19(7): 814–832. Available at :
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3082959/pdf/nihms-279650.pdf
(Accessed on : 2016, December 17)

Erick. 2012
Hubungan Antara Konsumsi Alkohol Dengan prevalensi Tuberkulosis Paru Pada
Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 I Rumah Sakit CIpto Mangunkusumo Tahun 2010
[Skripsi]. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Available at :
http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20319750-S-PDF-Erick.pdf (Accessed on : 2016,
December 19)

Herlina, M. 2011
Pengaruh Pemberian Vitamin E Terhadap Gambaran Histologi Testis dan Jumlah Sel
Sperma Mencit ( Mus musculus,L ) yang Dipaparkan Tuak. [Tesis]. Medan: Fakultas
Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Available at :
http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/22957 (Accessed on : 2016, December
15)

Law, S. V., Abu Bakar, F., Mat Hashim, D. and Abdul Hamid, A. 2011
Popular fermented foods and beverages in Southeast Asia. International Food
Research Journal 18: 475-484 . Available at :
http://www.ifrj.upm.edu.my/18%20%2802%29%202011/%282%29%20IFRJ-2010-
122.pdf (Accessed on : 2016, December 12)

Notoatmojo,S. 2012
Metodelogi Penelitian Kesehatan. Ed ke-1. Jakarta : Rineka Cipta

Notoatmoji, S. 2014
Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Park JE, Ryu Y, Cho S.2016


The Association Between Health Changes and Cessation of Alcohol Consumption.
Alcohol and Alcoholism. 1-7. Diakses dari
http://alcalc.oxfordjournals.org/content/early/2016/12/03/alcalc.agw089 (Accessed
on : 2016, December 11)

Penggabean, SM. 2015


Analisis Konsumsi Tuak Pada Peminum Tuak di Desa Lumban Jakarta : Fakultas
Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayahtullah
Siagian Jae Kecamatan Siatas Barita kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2015
[Skripsi]. Available at :
http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/29599/3/SUKMA
%20MARDIYAH%20PANGABEAN-FKIK.pdf (Accessed on : 2016, December
19)
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomber 74 Tahun 2013
Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol. Available at :
http://peraturan.go.id/perpres/nomor-74-tahun-2013-
11e44c4f51ff22808c31313232303238.html (Accessed on : 2016, December 18)

Perhimpuna Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). 2006


Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Ed ke-IV. Jakarta : Pusat Penerbitan Departemen
Ilmu Penyakit Dalam FKUI.

Rehm J, Baliunas D, Borges GL. 2010


The Relation Between Different Dimensions Of Alcohol Consumtion and Burden Of
Diseas- an Overview. Addiction 105(5): 817–843. Available at :
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3306013/pdf/nihms188506.pdf
(Accessed on : 2016, December 14)

Suhardi. 2011
Referensi Peminum Alkohol di Indonesia Menurut Riskesdas 2007. Bul Penelitian
Kesehatan 39: 154-164. Available at :
http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/BPK/article/view/47/158 (Accessed on
: 2016, December 12)

Sulistyowati D. 2012
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Usia Pertengahan Tentang
Bahaya Minuman Keras Dengan Perilaku Minum-Minuman Keras di Desa Klumprit
Sukoharjo [Skripsi]. Surakarta : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas
Muhammadiyah. Available at :
http://eprints.ums.ac.id/20584/27/NASKAH_PUBLIKASI_DESI_OKE.pdf
(Accessed on : 2016, December 14)

WHO. 2014
Global Status report on alcohol and health. Available at :
http://www.who.int/substance_abuse/publications/global_alcohol_report/msb_gsr_2
014_1.pdf?ua=1 (Accessed on : 2016, Decembe15 )

Susilo WH. 2012


Statistik dan Aplikasi Untuk Penelitian Ilmu Kesehatan. Jakarta: Trans Info Media
LAMPIRAN
YAYASAN KESEJAHTERAAN KORPRI PROVINSI BALI
FAK. KEDOKTERAN & ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS
WARMADEWA
Bermutu, Berintegritas dan Berwawasan Lingkungan

Web : http//www.kedokteran-warmadewa.ac.id, e-mail : pspd_warmadewa@yahoo.co.id


Sekretariat : Jl. Terompong No.24 Denpasar (80235) Telp: 240727, Fax.264555

FORMULIR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama :
Alamat :
menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa saya telah mendapat penjelasan

mengenai tujuan, manfaat dan prosedur dari penelitian “ TINGKAT PENGETAHUAN,

SIKAP, DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP MINUMAN BERALKOHOL DI

DESA ABIANSEMAL, BADUNG ” yang dilakukan oleh Igam Aditya Prasada,

mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa.


Selanjutnya saya secara sukarela menyatakan ikut serta untuk berpartisipasi

dalam penelitian ini sebagai responden.


Demikian lembar persetujuan ini saya buat dengan sebenarnya dan tanpa ada

paksaan dari pihak manapun.


………….…,…………………2017
Peneliti Responden

Igam Aditya Prasada (…………………………………..)

KUESIONER
PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU MASYARAKAT
TERHADAP MINUMAN BERALKOHOL DI DESA
ABIANSEMAL, BADUNG

No Pertanyaan
1. Nama
2. Umur
3. Jenis kelamin
4. Pekerjaan 6. Petani
7. Pegawai Swasta
8. Pegawai Negeri Sipil (PNS)
9. Buruh / Kuli Bangunan
10. Lain-lain

5. Pendidikan Terakhir 1. Tidak Sekolah

2. SMP/sederajat

3. SMA/SMK/sederajat

4. Sarjana

6. Alamat
7. Jumlah Anggota Keluarga Peminum *(format :…Anak/istri…..umur(Peminum/Tidak))
Alkohol

A.Identitas Responden
B. Gambaran Pengetahuan
Berilah tanda (√) pada kolom yang disediakan sesuai dengan jawaban anda.
No Pertanyaan BENAR SALAH
1. Apa yang bapak ketahui tentang minuman beralkohol ?
Jawaban:
1. Minuman yang memabukan
2. Minuman yang membahayakan kesehatan jika
dikonsumsi secara berlebih

2. Coba sebutkan jenis-jenis minuman beralkohol ?


Jawaban: Arak, Tuak, Bir, whiskey, wine, vodka
3. Berapa gelas minuman beralkohol yang sebaiknya dikonsumsi
setiap hari ? ( contoh gelas : 1 gelas aqua (250ml) )
Jawaban :
1. Arak : 60 ml (1/4 gelas)
2. Tuak :140 ml (1/2 gelas)
3. Bir : 500 ml (2 gelas)
4. Wine :300 ml (1,2 gelas)* dijawab 1 atau 1,5 benar
5. Vodka & whiskey : 90 ml ( 1/3 gelas)
4. Menurut anda apakah penyakit yang disebabkan oleh konsumi
minuman beralkohol berlebih ?
Jawaban:
1. Darah tinggi
2. Penyakit jantung
3. Diabetes mellitus
4. Kanker
5. Apa dampak kejiwaan dari minuman beralkohol ?
Jawaban:
1. Hilang kesadaran,
2. Gangguan ingatan
3. Perubahan emosi
4. Kecanduan
6. Mimuman beralkohol jenis apakah yang memiliki kandungan
alkohol terendah ?
Jawaban: Bir
7. Mimuman beralkohol jenis apakah yang memiliki kandungan
alkohol tertinggi ?
Jawaban: Arak
8. Apakah menurut bapak terdapat UU yang mengatur tentang
minuman beralkohol ?
Jawaban: Terdapat

C. Sikap
Berilah tanda (√) pada kolom yang disediakan sesuai dengan jawaban anda.
SS : Sangat Setuju
S : Setuju
R : Ragu-Ragu
TS : Tidak Setuju
STS : Sangat Tidak Setuju
No Pernyataan SS S R TS STS

1. Seandainya minuman beralkohol


dilarang, bagaimana pendapat bapak ?
2. Jika penjual minuman beralkohol illegal
(tuak, arak) di tangkap, dan diproses
hukum. Bagaimana pendapat bapak ?

3. Jika pajak penjualan minuman


beralkohol ditingkatkan, Bagaimana
pendapat bapak ?

4. Teman bapak mengajak orang


disekitarnya untuk ikut minum
minuman beralkohol, bagaimana
pendapat bapak ?

5. Bapak X menderita hipertensi sejak


mengonsumsi minuman beralkohol.
Tetapi bapak X tetap meminum
minuman beralkohol. Bagaimana
pendapat Bapak ?

6. Harga minuman beralkohol sangat


mahal, tetapi bapak X tetap membeli
minuman tersebut. Bagaimana pendapat
bapak ?

7. Anggota keluarga bapak mengonsumsi


minuman beralkohol. Bagaimana
pendapat bapak ?

8. Bapak X menjual barang berharga


milik istrinya demi membeli minuman
beralkohol. Pendapat bapak terhadap
bapak X ?

C.Perilaku
Berilah tanda (√) pada kolom yang disediakan sesuai dengan jawaban anda.
No Pertanyaan YA TIDAK

1 Apakah bapak mengonsumsi alkohol setiap hari ?


2 Apakah bapak mengajak orang disekitar bapak untuk
minum minuman beralkohol ?

3 Apakah bapak meminum minuman beralkohol saat


perayaan agama dan pesta ?

4 Apakah dilingkungan keluarga bapak memiliki tradisi


meminum minuman beralkohol ?

5 Apakah bapak pernah menegur penjual minuman


beralkohol illegal dilingkungan rumah bapak ?

6. Apakah bapak memiliki kelompok peminum alkohol ?

D.Sumber Informasi
Selama ini darimana anda mendapatkan informasi/penjelasan mengenai
minuman beralkohol ? Beri tanda (√) pada kolom jawaban (bisa diisi lebih dari
satu)
No. Sumber Informasi Jawaban

1. Tenaga medis (dokter, bidan atau perawat)

2. Poster

3. Teman

4. Televisi

5. Radio

6. Internet (media sosial)

7. Koran
8. Majalah