Anda di halaman 1dari 3

CHATEAU DE VERSAILLES :

Warisan Kemegahan Perancis Bagian Depan Istana Versailles Sebuah Estate yang
dibangun oleh Louis XIV sebagai simbol monarki absolut pada area seluas 800 hektar.
Bangunan megah ini juga dikenal luas sebagai testimony of Sun King’s extravaganza.
Tempat ini terletak hanya 15 mil atau sekitar 25 km sebelah barat daya kota Paris.
Bangunan itu dinamakan Chateau de Versailles Bangunan Istana Versailles berdiri di
atas lahan 250 meter persegi dengan total 1.300-an ruang. Dibangun selama 40 tahun
lebih dan menyedot puluhan ribu pekerja yang sebagian besar adalah pekerja paksa
dari wilayah jajahan. Interior istana tersebut dipenuhi dekorasi yang megah menawan.

Ruang-ruangan di seantero istana memiliki tatanan yang berbeda dengan peruntukan


yang beragam. Beberapa yang terkenal di antaranya adalah ruang pribadi raja dan ratu,
ruang Hercules (Room of Hercules), dan aula kaca (Hall of Mirrors). Hall of Mirrors
Khusus Hall of Mirrors merupakan karya desain asli Charles Le Brun. Seniman
kesayangan Louis XIV yang mulai dikerjakan tahun 1678. Ruang tersebut terdiri dari
sebuah lorong panjang yang dihias sejumlah besar cermin di bagian depannya.
Plafonnya didekor khusus dengan lukisan yang menggambarkan kebesaran Louis XIV.
Istana Versailles juga dilengkapi dengan kapel besar dan theater pribadi untuk keluarga
kerajaan dan tamu negara. Kamar Marie Antionette Keindahan rancang bangun Istana
Versailles dilengkapi dengan tatanan taman istana yang tak kalah indahnya. Taman ini
pertama kali dirancang oleh Andre Le Notre pada kurun 1660-an. Ia melakukan
perbesaran lahan beberapa kali hingga mencapai luasan 101 hektar. Taman Istana
Versailles Taman itu dilengkapi dengan aneka jenis bunga, tanaman berbuah,
pepohonan, air mancur, kolam, serta patung-patung artistik. Taman terdiri dari
beberapa bidang tematis, termasuk dua bangunan peristirahatan yang disebut Grand
Trianon, hasil karya artistik JH Mansard (1687), serta satu bangunan lain yang disebut
Petit Trianon. Di sana juga terdapat istal kuda, sebuah rumah kaca pembibitan jeruk
impor. Juga dilengkapi kebun mini yang didesain khusus buat Ratu Marie Antoinette.
Sumber Sejarah Sejarah istana ini berawal sejak abad ke-11.

Pada awalnya Versailles merupakan kota yang melingkupi sebuah istana dan gereja
Saint-Julien. Setelah mengalami peperangan, tempat ini hanya ditinggali segelintir
orang saja. Aslinya, istana Versailles adalah bekas pondok berburu yang dibangun oleh
Raja Louis XIII di wilayah barat Kota Versailles. Pada abad ke-16, calon Raja Louis XIII
terpikat saat mengunjungi daerah ini. Ia pun membeli tanah di daerah tersebut lalu
membangun sebuah pondok kecil di tahun 1622. Ia kemudian memperluas pondok
tersebut dengan membangun benteng sederhana di sekitarnya. Louis XIII kerap
mampirke pondok berburu itu disela kesibukannya mengurus pemerintahan. Sepuluh
tahun kemudian ia menjadi Raja Versailles dan tak lama kemudian mulai membeli
banyak lahan di daerah kekuasaannya itu. Louis XIII meninggal pada 1643. Setelah
Raja Louis XIII wafat, putranya Louis XIV bertekad untuk membangun istana di lokasi
tersebut untuk mengenang ayahnya. Pekerjaan pembangunan itu dimulai pada 1661 di
bawah arahan arsitek Perancis terkenal di masanya, Louis Le Vau. Tujuh belas tahun
kemudian, arsitek Jules Hardouin Mansart turut membantu desain arsitektur istana
tersebut. Setelah kematian Louis Le Vau, Jules Hardouin Mansart ditugaskan untuk
melakukan ekspansi istana hingga tiga kali lipat dari ukuran semula. Di bawah
pengawasan ketatnya, dibangunlah The Orangerie, The Grand Trianon dan The Royal
Chapel di sayap utara dan selatan istana. Pada tahun 1761-1765, Louis XV dan
Madame de Pompadour menambah pembangunan istana dengan The Opera and The
Petit Trianon. Selama Revoluisi Perancis bergulir, banyak koleksi luar biasa berupa
lukisan, barang antik dan karya seni lainnya yang dipindah dari Versailes ke Louvre.
Sedangkan aneka koleksi penting lainnya disimpan dalam The National Library and
Conservatory of Arts and Crafts. Sayangnya, sebagian besar furniture di sanatelah
terjual dalam proses lelang. Setelah revolusi Perancis berlalu, Napoleon menghabiskan
musim panas di Versailles hingga ia turun tahta. Pada tahun 1830, Louis – Phillipe
mengubah fungsi istana menjadi sebuah grand museum. Selain The Chapel, Opera dan
Hall of Mirrors, banyak apartemen kecil di sekitar istana yang akhirnya dihancurkan
untuk dibuat ruang pameran yang luas. Pada tahun 1960, seorang Kurator bernama
Pierre Verlet bertanggung jawab untuk mengembalikan beberapa perabot penting
istana yang hilang dan melakukan sejumlah restorasi pada apartemen kerajaan. Hingga
saat ini, wisatawan yang berkunjung ke Versailles masih dapat menikmati interior istana
yang spektakuler dilengkapi dengan sebuah taman terkenal di dunia bernama
Geometric Garden. Sumber
Mine coins - make money: http://bit.ly/money_crypto