Anda di halaman 1dari 4

Sinopsis: Selesai menonton sebuah film action, Arthur kemudian terlelap.

Di dalam mimpi, ia
merasakan kejanggalan. Arthur berada di sebuah ruangan di depan kaca. Terdengar suara
seorang wanita dari michrophone yang terpasang di telinganya. Wanita itu menjelaskan
tentang keadaan yang akan dihadapi oleh Arthur. Arthur diharuskan menyelesaikan misi dan
menghadapi setiap musuh.
SCENE : 001
INT. RUANG TAMU – SIANG HARI
CAST : Arthur
(Arthur tengah menonton film action di laptopnya bersama Vin. Wajahnya menunjukan
keseriusan serta kekaguman.)
ARTHUR
Ini keren!
VIN
Menurutku biasa (Vin pergi meningalkan Arthur sendiri)
.(Arthur mulai mengantuk dan membaringkan diri di kasur. Akhirnya ia tertidur)
SCENE : 002
INT. SEBUAH RUANGAN = SIANG HARI
CAST : Arthur
(Arthur tiba-tiba berada di sebuah ruangan dan berdiri tepat di depan kaca dan mendengar
suara wanita dari michrophone)
RENA
Selamat datang, Arthur! Hahaha, hari yang cerah, ya.
ARTHUR
S-siapa kau!?
RENA
Aku adalah bentuk dari imajinasimu. Namaku Rena Brezhnev. Di sini, aku akan
membantumu, Arthur. Bersiaplah!
ARTHUR
Apa maksudnya? H-hoi!
RENA
Demi mempersingkat waktu, cepatlah ambil barang dalam box. Kau sudah melihatnya, kan?
(Arthur megambil sebuah senjata dalam box) Sekarang, kau hanya perlu mengikuti intruksi
dariku. Keluarlah dari ruangan. Cepat. Waktu kita tidak banyak, Arthur.
SCENE : 003
EXT. KORIDOR – SIANG HARI
CAST : Arthur, Rena dan extras
(Arthur keluar dari ruangan dengan sorotan wajah kebingunan)
ARTHUR
Apa maksudnya ini semua, Rena?
RENA
Kau hanya perlu menikmati ini. Kau hanya perlu menyelesaikan misi ini. Ada tiga benda
yang harus kau cari. Masing- masing benda itu dijaga ketat. Jika benda itu tidak berhasil
didapat, kau tidak akan pernah bisa kembali sadar.
ARTHUR
Terjebak? Selamanya di sini?
RENA
Ya. Sekarang, belok kiri. Kau akan menemukan musuh pertama. Berjuanglah. Ingat, di
dalam senjata itu amunisinya terbatas. Gunakan dengan baik.
SCENE 04
EXT. PINGGIR DANAU – SIANG HARI
CAST : Arthur, Meliza dan Rena
(Arthur melihat sesosok wanita tengah duduk, awalnya berniat ingin bertanya)
ARTHUR
Permisi...
MELIZA
(Tatapan sinis dan langsung menodongkan senjata. Arthur terkejut dan mengambil langkah
mundur)
ARTHUR
A-aku hanya ingin bertanya.
MELIZA
Kau pasti ingin merebut benda itu!
ARTHUR
Hah?
(Meliza menembak Arthur, dan Arthur reflek menghindar ke balik pohon.)
RENA
Itu musuh yang harus kau lawan, Arthur. Benda pertama ada di tangannya. Lawan dia.
Sekarang.
(Arthur mencoba menembak Meliza dari balik pohon, namun meleset. Terjadi duel antara
Arhur dan Meliza. Akhirnya, Arthur mendapatkan benda do dalam box.)
RENA
Misi pertama selesai. Kuucapkan selamat atas keberhasilanmu. Musuh berikutnya menunggu.
Jaraknya tidak jauh, luruslah terus.
SCENE : 05
EXT – PINGGIR DANAU – SIANG HARI
Cast : Arthur, Rena, Seila dan Rara
(Arthur berjalan ditepian danau, ia mendengar suara gadis meminta tolong.)
SEILA
Tolong! Siapa saja, tolong aku!
(Arthur melihat dari kejauhan Seila tengah diikat dipohon. Langsung, Arthur bergegas ingin
menolongnya, namun Rena segera memperingati karena itu adalah jebakan)
RENA
Arthur! Jangan! Itu jebakan. Kau harus fokus menyelesaikan game ini.
(Arthur tidak menggubris. Ia melanjutkan membebaskan Seila. Setelah dibebaskan, gadis itu
menghilang, dan datang gadis lain)
RARA
Wah, akhirnya datang juga! Aku Rara. Salam kenal, ya.
ARTHUR
Hah? Adik kecil jangan main di tempat seperti ini. Lebih baik pulang dan tidur siang.
RARA
Enak saja! Yang akan menghancurkanmu adalah aku!
RENA
Dia musuhmu, Arthur.
ARTHUR
Yang benar saja, Ren. Mana mungkin aku menghadapi anak kecil.
RARA
Aku bukan anak kecil!
(Terjadi pertarungan sengit antar keduanaya. Terjadi banyak ledakan dan tembakan. Setelah
itu, Arthur berhasil mengambil box.)
RENA
Selamat, Arthur. Tinggal satu misi lagi. Agar mempermudah, kau bisa menggunakan
kelebihanmu. Tekan tombol di jam tanganmu, pejamkan mata lalu berputar.
(Arthur menghilang)

SCENE : 06
EXT. ROOFTOP – SIANG HARI
CAST : ARTHUR, RENA DAN VIN
(Arthur tiba di sebuah rooftop. Melirik sekitar)
ARTHUR
Rena. di mana musuhnya?
RENA
Di belakangmu, Arthur.
(Vin berjalan sembari mebawa senjata mendekati Arthur.)
ARTHUR
Vin? (Arthur tertawa)

VIN
(Vin meledakkan bom menggunakan jam tangannya.) Aku bukan Vin. Aku Versailus.
(Arthur dan Vin bertarung sengit. Tangan Arthur terluka dan Vin mati; menghilang. Arthur
masih terbaring.)
ARTHUR
Rena?
RENA
(Berjalan pelan menghampiri Arthur.) Aku Rena, serpihan imajinasi yang kau ciptakan.
Terima kasih dan selamat sudah menyelesaikan game ini.
ARTHUR
Apa kita tidak akan pernah bertemu lagi?
RENA
Aku hanyalah serpihan imajinasimu, Arthur. Selamat tinggal (Mereka berjabatan. Rena
berbalik badan dan pergi meningalkan Arthur. Kamera mulai meredup)
SCENE: 007
INT. RUANG TAMU – SIANG HARI
CAST : ARTHUR DAN VIN
(Vin membangunkan Arthur lantaran Mie Kuahnya sudah siap)
VIN
Thur, Arthur. Bangun.
ARTHUR
TIDAKKK!!! (Arthur terlonjak bangun dan tangannya mengenai wajah Vin.)
VIN
Kenapa, sih, Thur? Itu Mienya sudah matang.
ARTHUR
Kamu bukan Versailus, kan?
VIN
Apaan, sih? Kamu bangun kok malah jadi bego.