Anda di halaman 1dari 6

TUGAS UJIAN TENGAH SEMESTER

ANALISA BERITA MASALAH PADA KELUARGA


“Sadis, Hanya Gara-gara Main HP Iwan Setrum Putri dan Istrinya”
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Keluarga
Dosen Pengampu Puji Lestari, S.kep.,Ns.,M.kep

Disusun oleh :

Khoirun Nisa

(010116A0048)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
2019
Sadis,
Hanya Gara-gara Main HP Iwan Setrum Putri dan Istrinya
LAMONGAN - Perbuatan Iwan Kurniawan (41), warga Perumda Deket Gang V No 7,
Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, ini benar-benar tidak boleh
dicontoh. Aparatur sipil negara (ASN) yang berdinas di kantor Badan Pusat Statistik
(BPS) Kabupaten Lamongan ini tega menganiaya sang buah hati dan istri yang
dinikahinya 14 tahun lalu. Iwan diketahui sudah berulang kali menganiaya istrinya MKN
(39). Terakhir ia menyiksa MKN dan putrinya AA (14) dengan menggunakan sengatan
aliran listrik PLN (setrum). Akibatnya, korban mengalami luka di sekujur tubuh. Tidak
terima dengan perbuatan Iwan, istrinya akhirnya melaporkan pelaku ke Polres Lamongan.
Mendapat laporan itu polisi langsung meringkus pelaku yang sedang berada di kantor.

Kapolres Lamongan AKBP Febby Hutagalung mengatakan, kondisi AA saat ini masih
trauma. “Perlu dilakukan konseling untuk menyembuhkan trauma korban,” ujar AKBP
Febby saat merilis penangkapan pelaku berserta barang bukti di ruangan Reskrim Polres
Lamonga, Kamis (29/3/2018).

Aksi Iwan ini bermula saat istrinya, MKN, baru saja pulang salat magrib berjamaah di
masjid pada Selasa (27/3/2018) lalu. Saat itu ia melihat putrinya AA yang masih duduk di
bangku SMP, terikat tangan dan kakinya dengan sabuk beladiri yang dikaitkan ke kursi
sofa. Iwan tega mengikat anaknya itu hanya gara-gara AA bermain ponsel.

Entah kenapa, kemarahan Iwan malah semakin menjadi-jadi dan tiba-tiba mengambil
kabel lsitrik. Iwan kemudian menyentrum anaknya hingga berkali-kali selama tujuh
menit. Istrinya yang berusaha menghalangi malah turut menjadi sasaran. Selama empat
tahun belakangan, MKN memang kerap menjadi sasaran kekerasan fisik saat Iwan marah.
Pemicu kemarahan Iwan pun susah ditebak dan dipahami. Selama ini MKN selalu
berusaha sabar ketika mendapat penganiayaan. Namun kesabarannya habis ketika melihat
sang putri juga mendapat tindakan kekerasan. Ia pun memutuskan melaporkan suami nya
ke Polres Lamongan. Di hadapan petugas pelaku mengakui perbuatannya. Entah air mata
buaya, ia pun menangis dengan alasan menyesal. Meski demikian, untuk
mempertanggung jawabkan perbuatannya, Iwan dijerat Pasal 44 Ayat 1 Undang-Undang
Nomor 23/ 2014 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman
hukuman lima tahun penjara.
Referensi :

Artikel ini telah tayang di sindonews.com dengan judul Sadis, Hanya Gara-gara
Main HP Iwan Setrum Putri dan Istrinya.

https://daerah.sindonews.com/read/1293835/23/sadis-hanya-gara-gara-main-hp-
iwan-setrum-putri-dan-istrinya-1522345928.
ANALISA KASUS

A. Tipe Bentuk Keluarga


Berdasarkan kasus diatas, tipe keluarga Tn.I adalah Nuclear Family
(keluarga inti), dimana dalam keluarga tersebut terdiri dari ayah (Tn.I), Ibu
(Ny.MKN), dan anaknya yang remaja (An.AA). Yang tinggal dalam satu
rumah, terpisah dari keluaga yang lainnya.

B. Fungsi Keluarga
Fungsi keluarga yang belum terpenuhi, yaitu:
1. Fungsi Ekonomi
Berdasarkan kasus diatas,tidak dijelaskan mengenai masalah
perekonomian dalam keluarga tersebut. Pekerjaan Tn. I juga tidak
disebutkan. Peristiwa bermula pada tanggal 27 Maret 2018, Aksi Tn.I.
ini bermula saat istrinya, MKN, baru saja pulang salat magrib
berjamaah di masjid pada Selasa (27/3/2018) lalu. Saat itu ia melihat
putrinya AA yang masih duduk di bangku SMP, terikat tangan dan
kakinya dengan sabuk beladiri yang dikaitkan ke kursi sofa. Tn.I. tega
mengikat anaknya itu hanya gara-gara AA bermain ponsel. Terakhir ia
menyiksa MKN dan putrinya AA (14) dengan menggunakan sengatan
aliran listrik PLN (setrum).
2. Fungsi afektif
Berdasarkan kasus diatas ,keluarga Tn.I. tidak menunjukkan cinta dan
kasih sayang antar anggota keluarga, hal ini terbukti saat Tn.I.
menganiyaya istri dan anaknya tanpa sebab yang belum diketahui.
tiba-tiba mengambil kabel lsitrik. Tn.I. kemudian menyentrum
anaknya hingga berkali-kali selama tujuh menit. Istrinya yang
berusaha menghalangi malah turut menjadi sasaran. Selama empat
tahun belakangan, MKN memang kerap menjadi sasaran kekerasan
fisik saat Tn.I. marah.
3. Fungsi psikologi
Fungsi ini belum teratasi dikarenakan kondisi AA saat ini masih
trauma. “Perlu dilakukan konseling untuk menyembuhkan trauma
korban,” ujar AKBP Febby saat merilis penangkapan pelaku berserta
barang bukti di ruangan Reskrim Polres Lamonga, Kamis (29/3/2018).
AA masih trauma akibat penganiyayan dari bapaknya(Tn.I) yang tiba-
tiba marah.

C. Tugas Perkembangan Keluarga


Tahapan tugas perkembangan keluarga Tn. I adalah Keluarga dengan
anak remaja. Adapun tugas perkembangan keluarga untuk usia anak
remaja yaitu:
1. Mengembangkan kebebasan dengan tanggung jawab ketika remaja
menjadi dewasa dan semakin mandiri.
2. Memfokuskan kembali hubungan perkawinan.
3. Berkomunikasi secara terbuka antara orangtua dan anak-anak.

D. Dukungan keluarga
Berdasarkan kasus diatas, Dukungan keluarga di dapat dari pihak ibu (Ny.
MKN) untuk sang anaknya. Dimana dukungan ini didapat secara langsung
yaitu dengan melaporkan suaminya(Tn.I.) yang telah menganiyaya
anaknya dan istrnya dengan menyetrum.
E. Tugas Keluarga
- Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya.
- Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga
- Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan
kedudukannya masing-masing.
- Sosialisasi antar anggota.
- Pengaturan jumlah anggota keluarga.
- Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga.
- Penempatan anggota anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih
luas.
- Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya.