Anda di halaman 1dari 2

Luqman Rofif Muntashir

18/425314/TK/47009

Peran Mahasiswa dalam Pencegahan Ajaran Radikalisme dan Intoleransi di


Indonesia

Indonesia saat ini sangat mewaspadai ancaman radikalisme dan juga teroris yang kerap
muncul dan juga membahayakan banyak orang. Sebab dengan adanya paham radikalisme
tersebut maka persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia terancam terpecah-belah. Lalu
usaha para pendahulu Indonesia yang berjuang untuk menyatukan masyarakat Indonesia akan
menjadi sia-sia. Jika masyarakat Indonesia berada dalam kondisi terpecah belah, maka negara
Indonesia akan hancur dan sangat mudah dijajah kembali.
Sebenarnya apakah radikalisme itu. Radikalisme dalam KBBI memiliki arti paham atau
aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara
kekerasan atau drastis. Dari pengertian radikalisme sendiri, dapat dilihat bahwa paham
radikalisme sendiri sangatlah berbahaya, ditambah lagi dalam penyebaran radikalisme
menggunakan kedok suatu agama supaya paham radikalisme bisa diterima oleh masyarakat.
Dengan penyebaran paham radikalisme dengan kedok suatu agama, bisa mengubah pandangan
masyarakat terhadap agama tersebut yang cenderung dengan kekerasan. Salah satu contoh
tindakan yang mencerminkan radikalisme adalah tindakan terorisme Tindakan terorisme yang
sering terjadi dalam masyarakat tidak hanya menghancurkan persatuan dan kesatuan. tetapi
juga bisa mengancam nyawa dari orang-orang yang tidak bersalah. Sebagai contoh adalah pada
kasus Bom Bali 1, Ibu Chusnul Chotimah menjadi korban dari aksi terorisme tersebut. Padahal
ia tidak tahu menahu tentang kasus tersebut. Ia hanya berjalan pada malam hari untuk mencari
makan, tetapi ia malah terkena bom.
Munculnya paham radikalisme di tengah-tengah kehidupan masyarakat akan
menimbulkan berbagai dampak dalam kehidupan sosial berbangsa. Pertama, perekonomian
masyarakat akan turun drastis, karena dari berbagai aksi terorisme, semuanya akan
menimbulkan kerugian uang yang tidak sedikit. Kedua, masyarakat Indonesia tidak akan
merasakan kenyamanan dan ketentraman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sebab
masyarakat akan merasa bahwa diri mereka akan selalu terancam. Ketiga, bisa menghancurkan
rasa nasionalisme bangsa. Paham radikalisme yang ada akan disebarkan oleh sebagian
kelompok, dengan tujuan agar orang-orang yang berpaham radikalisme menjadi semakin
banyak. Lalu paham tersebut akan mulai mengubah pola pikir orang-orang, kemudian rasa
nasionalisme dan juga rasa kepercayaan terhadap pemerintah akan menghilang.
Lantas apa yang menjadi penyebab munculnya pandangan intoleran dan juga
radikalisme. Pandangan atau paham tersebut muncul, diawali dari timbulnya pertanyaan-
pertanyaan dari dalam diri seseorang. Kemudian orang tersebut akan mencoba mencari
jawaban dari pertanyaan tersebut baik dari ilmu yang sudah diperoleh atau dengan bertanya
dengan orang lain. Lalu karena rendahnya ilmu yang dimiliki atau bertanya kepada orang yang
salah maka akan menimbulkan pola pikir yang salah. Setelah itu orang yang pola pikirnya
sudah salah tersebut akan berusaha untuk mencari orang-orang yang memiliki pola pikir yang
sama. Kumpulan orang-orang dengan pola pikir yang salah ini akan menjadi penyebab
munculnya komunitas atau gerakan yang berpaham radikalisme. Kemudian orang-orang
dengan paham radikalisme tersebut akan berusaha menyebarkan paham tersebut kepada orang
lain. Biasanya target yang mudah dipengaruhi adalah pelajar atau mahasiswa yang masih dalam
masa mencari jati diri. Karena pada masa itu mahasiswa memiliki rasa keingintahuan yang
tinggi, sehingga pada masa pencarian jati diri tersebut pelajar sangat mudah diberikan
pemahaman yang salah, apalagi saat mencari jati diri, tiba-tiba menemui paham radikalisme.
Mahasiswa yang merupakan agen perubahan dan juga calon pemimpin masa depan
bangsa ini haruslah berhati-hati dengan adanya paham radikalisme tersebut. Oleh karena itu
mahasiswa harus bisa membentengi diri dari radikalisme dari diri sendiri terlebih dahulu. Cara
untuk membentengi diri dari radikalisme bisa dengan lebih menyaring informasi atau ilmu
yang didapat. Dalam proses penyaringan tersebut mahasiswa harus bisa berpikir apakah ilmu
yang didapat benar atau tidak, apakah sesuai dengan nilai-nilai Pancasila atau tidak, apakah
sesuai dengan ajaran agama yang dianut atau tidak. Sehingga mahasiswa tidak langsung
menerima ilmu yang bisa menjerumuskan dirinya ke dalam paham radikalisme. Tidak hanya
cerdas salam menyeleksi ilmu yang diperoleh mahasiswa juga harus cerdas dalam hal spiritual.
Maksudnya adalah mahasiswa mengetahui siapa dirinya sebenarnya, dan apa tujuannya
sebenarnya. Dengan kecerdasan spiritual yang dimiliki maka SQ (Spiritual Quotient), EQ
(Emotional Quotient), IQ (Intelligence Quotient) seseorang bisa seimbang, sehingga hal
tersebut bisa membentengi dirinya dari paham radikalisme
Setelah membentengi diri sendiri dari paham radikalisme, mahasiswa harus bisa
mencegah tersebarnya paham radikalisme dan sikap intoleran. Salah satu caranya adalah
mahasiswa bisa lebih memahami tentang agama yang dianutnya, dan juga harus mulai
menanamkan pola pikir dalam dirinya bahwa tidak ada agama manapun yang mengajarkan
tentang kekerasan, tidak hanya itu mahasiswa juga harus memahami dengan benar nilai-nilai
yang terkandung dalam Pancasila. Dengan begitu setiap perilaku yang dijalani akan
berlandaskan pada agama dan juga nilai-nilai Pancasila. Setelah itu mahasiswa juga harus
senantiasa mengingatkan dan mengajak orang lain untuk senantiasa mengamalkan ajaran
agama dan juga nilai-nilai Pancasila.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa munculnya paham radikalisme dan juga
sikap intoleran merupakan ancaman bagi bangsa Indonesia. Mahasiswa sebagai kelompok
terdidik seharusnya bisa berpartisipasi dalam mencegah proses penyebaran paham radikalisme
bukan malah menjadi aktor dalam proses penyebaran paham radikalisme. Untuk bisa
melakukan hal tersebut seorang mahasiswa harus bisa membentengi dirinya sendiri terlebih
dahulu dari paham radikalisme. Sehingga mahasiswa bisa berperan aktif dalam mencegah
penyebaran paham radikalisme, sikap intoleran dan tindakan terorisme dalam masyarakat.