Anda di halaman 1dari 27

Bagian Tata Pemerintahan

BAB I
PENDAHULUAN

A. Gambaran Umum

Secara teoritis, birokrasi Pemerintahan memiliki tiga fungsi utama,

yaitu; fungsi Pelayanan berhubungan dengan unit organisasi pemerintahan

yang berhubungan langsung dengan masyarakat ( public service), Fungsi

Pembangunan yang berhubungan dengan unit oganisasi pemerintahan yang

menjalankan salah satu bidang tugas tertentu disektor pembangunan

(development function), dan Fungsi pemerintahan umum, berhubungan

dengan rangkaian kegiatan organisasi pemerintahan yang menjalankan

tugas-tugas pemerintahan umum (regulation and function), temasuk di

dalamnya menciptakan dan memelihara ketentraman dan ketertiban.

Ketiga fungsi birokrasi pemerintahan tersebut, menunjukan bahwa

pelayanan publik yang dilaksanakan oleh pemerintahan daerah, cakupannya

sangat luas yaitu pelayanan yang menghasilkan public good, seperti jalan,

jembatan, pasar dan lainlain, dan pelayanan yang menghasilkan peraturan

perundang-undangan atau kebijakan yang harus dipatuhi oleh masyarakat

(fungsi regulasi).

Dengan demikian, terdapat 3 unsur penting dalam pelayanan publik,

yaitu unsur pertama, adalah organisasi pemberi (penyelenggara) pelayanan

yaitu Pemerintah Daerah, unsur kedua, adalah penerima layanan (pelanggan)

yaitu orang atau masyarakat atau organisasi yang berkepentingan, dan unsur

ketiga, adalah kepuasan yang diberikan dan/atau diterima oleh penerima

layanan (pelanggan).

Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam

rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan

1|
Bagian Tata Pemerintahan

perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang,

jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara

pelayanan publik dan salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat, yang

menganut prinsip-prinsip transparan, partisipatif dan akuntabel, dimana

masyarakat sebagai kelompok yang dilayani akan mendapatkan pelayanan

yang prima.

Bagian Tata Pemerintahan adalah salah satu unit kerja Pemerintah

Tulang Bawang Barat yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah

Kabupaten Tulang Bawang Barat Peraturan Daerah Kabupaten Tulang

Bawang Barat Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan

Perangkat Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat.

B. Tugas Pokok dan Fungsi :

Bagian Tata Pemerintahan mempunyai tugas pokok Fasilitasi perumusan

kebijakan, koordinasi program dan pelayanan urusan adminstrasi

kependudukan dan pencatatan sipil, pemberdayaan masyarakat Desa,

ketenteraman ketertiban umum dan perlindungan masyarakat sub urusan

bencana dan kebakaran, komunikasi dan informatika, statistik dan

persandian, perpustakaan dan kearsipan, urusan penunjang pemerintahan

dibidang perencanaan, penelitian dan pengembangan, keuangan,

kepegawaian dan diklat, otonomi dan pengembangan daerah serta

menyiapkan bahan fasilitasi penyusunan kebijakan dan petunjuk teknis

pembentukan, penghapusan, Pemindahan, perubahan Nama Daerah,

Kecamatan, Kelurahan dan Tiyuh serta Nama Ibu Kota Wilayah/Daerah.

Fungsi :

a. penyiapan bahan dan materi, penyusunan dan perumusan

kebijaksanaan, koordinasi, pembinaan dan monitoring di bidang

2|
Bagian Tata Pemerintahan

adminstrasi kependudukan dan pencatatan sipil, pemberdayaan

masyarakat dan Tiyuh;

b. penyiapan bahan dan materi, penyusunan dan perumusan

kebijaksanaan, koordinasi, pembinaan dan monitoring di bidang

kerjasama antar wilayah;

c. menyiapkan bahan koordinasi dalam rangka penyelenggaraan

pencalonan, pengusulan, pengangkatan dan pemberhentian Bupati dan

Wakil Bupati;

d. penyiapan bahan dan materi, penyusunan dan perumusan

kebijaksanaan, koordinasi, pembinaan, monitoring dan evaluasi di bidang

pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan tiyuh;

e. penyiapan bahan dan materi, penyusunan dan perumusan

kebijaksanaan, koordinasi, pembinaan dan monitoring evaluasi di bidang

ketenteraman ketertiban umum dan perlindungan masyarakat sub urusan

bencana dan kebakaran;

f. penyiapan bahan dan materi, penyusunan dan perumusan

kebijaksanaan, koordinasi, pembinaan, monitoring dan evaluasi di bidang

komunikasi dan informatika, statistik dan persandian, perpustakaan dan

kearsipan;

g. penyiapan bahan dan materi, penyusunan dan perumusan

kebijaksanaan, koordinasi, pembinaan, monitoring dan evaluasi di bidang

kerjasama antar wilayah dan lembaga;

h. penyiapan bahan dan materi, penyusunan dan perumusan

kebijaksanaan, koordinasi, pembinaan, monitoring dan evaluasi di bidang

otonomi daerah;

i. penyiapan bahan dan materi, penyusunan dan perumusan

kebijaksanaan, koordinasi, pembinaan, monitoring dan evaluasi di bidang

pertanahan;
3|
Bagian Tata Pemerintahan

j. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan

bidang tugasnya.

Struktur Organisasi

Susunan Organisasi Bagian Tata Pemrintahan terdiri dari :

a. Kepala Bagian

b. Kasubbag Perencanaan Kebijakan

c. Kasubbag Evaluasi Kebijakan

d. Kasubbag Layanan Administrasi

Kasubbag Perencanaan Kebijakan mempunyai tugas tugas pokok


penyiapan perumusan kebijakan dan koordinasi urusan adminstrasi
kependudukan dan pencatatan sipil, pemberdayaan masyarakat Desa,
ketenteraman ketertiban umum dan perlindungan masyarakat sub urusan
bencana dan kebakaran, statistik dan persandian, perpustakaan dan
kearsipan, urusan penunjang pemerintahan dibidang perencanaan,
penelitian dan pengembangan daerah, penataan wilayah, kepegawaian dan
diklat.

Rincian tugas Sub Bagian Perencanaan Kebijakan adalah sebagai berikut :

a. menyiapkan bahan perumusan kebijakan dan koordinasi urusan

pemerintahan di bidang adminstrasi kependudukan dan pencatatan

sipil, pemberdayaan masyarakat Desa, ketenteraman ketertiban umum

dan perlindungan masyarakat sub urusan bencana dan kebakaran,

statistik dan persandian, perpustakaan dan kearsipan, urusan

penunjang pemerintahan di bidang perencanaan, penelitian dan

pengembangan daerah, penataan wilayah, kepegawaian dan diklat;

b. menyiapkan bahan penyusunan kebijakan dan petunjuk teknis

pembinaan di bidang pemilihan umum, dan pemilihan kepalo tiyuh;

c. menyiapkan bahan koordinasi dalam rangka penyelenggaraan

pemerintahan di bidang pemerintahan umum, pemilihan umum, dan

pemilihan kepalo tiyuh;


4|
Bagian Tata Pemerintahan

d. menyiapkan bahan dan materi dalam rangka kunjungan kerja DPRD

Provinsi Lampung, DPR RI, DPD RI dan tamu dari Pemerintah Pusat;

e. meneliti dan memproses administrasi usulan Pergantian Antar Waktu

(PAW) Anggota DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat;

f. menyiapkan bahan kebijakan urusan kerjasama antar

daerah/lembaga/pihak ketiga di bidang pemerintahan dan

pengembangan daerah;
g. menyiapkan bahan koordinasi dalam rangka penyelenggaraan

pencalonan, pengusulan, pengangkatan dan pemberhentian Bupati

dan Wakil Bupati;


h. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan

bidang tugasnya.

Kepala Sub Bagian Evaluasi Kebijakan mempunyai tugas pokok

Pengendalian evaluasi kebijakan urusan adminstrasi kependudukan dan

pencatatan sipil, pemberdayaan masyarakat Desa, ketenteraman,

komunikasi dan informatika, statistik dan persandian, perpustakaan dan

kearsipan, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat sub urusan

bencana dan kebakaran, urusan penunjang pemerintahan dibidang

perencanaan, penelitian dan pengembangan, serta penyelenggaraan

pemilihan Kepalo Tiyuh, fasilitasi pembentukan dan pengangkatan Badan

Permusyawaratan Tiyuh serta menyiapkan bahan fasilitasi penyusunan

kebijakan dan petunjuk teknis pembentukan, penghapusan, Pemindahan,

perubahan Nama Daerah, Kecamatan, Kelurahan dan Tiyuh serta Nama Ibu

Kota Wilayah/Daerah.

Rincian tugas Sub Bagian Evaluasi Kebijakan adalah sebagai berikut:

a. menyiapkan bahan evaluasi kebijakan urusan adminstrasi

kependudukan dan pencatatan sipil, pemberdayaan masyarakat dan

5|
Bagian Tata Pemerintahan

tiyuh, ketenteraman ketertiban umum dan perlindungan masyarakat

sub urusan bencana dan kebakaran, komunikasi dan informatika,

statistik dan persandian, perpustakaan dan kearsipan, , urusan

penunjang pemerintahan dibidang perencanaan, penelitian dan

pengembangan, keuangan, kepegawaian dan diklat, otonomi daerah;


b. menyusun laporan hasil evaluasi kebijakan urusan adminstrasi

kependudukan dan pencatatan sipil, pemberdayaan masyarakat dan

tiyuh, ketenteraman ketertiban umum dan perlindungan masyarakat

sub urusan bencana dan kebakaran, komunikasi dan informatika,

statistik dan persandian, perpustakaan dan kearsipan, urusan

penunjang pemerintahan dibidang perencanaan, penelitian dan

pengembangan, keuangan, kepegawaian dan diklat, otonomi daerah;


c. menyiapkan bahan fasilitasi penyusunan kebijakan dan petunjuk teknis

pembentukan, penghapusan, Pemindahan, perubahan Nama Daerah,

Kecamatan, Kelurahan dan tiyuh serta Nama Ibu Kota

Wilayah/Daerah;
d. menyiapkan bahan laporan dan evaluasi penyelenggaraan tugas

pemerintahan di bidang pemilihan umum, dan pemilihan kepala tiyuh;


e. menyiapkan bahan koordinasi dalam rangka pelaksanaan

penyelenggaraan pemilihan Kepalo Tiyuh;


f. memfasilitasi pembentukan dan pengangkatan Badan

Permusyawaratan Tiyuh sesuai ketentuan perundang-undangan yang

berlaku;
g. meneliti, memproses berkas usulan pengangkatan, dan

pemberhentian Kepalo Tiyuh dan Perangkat Tiyuh;

h. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan

bidang tugasnya.

Kepala Sub Bagian Layanan Administrasi mempunyai tugas pokok

melaksanakan layanan administrasi urusan administrasi kependudukan dan

pencatatan sipil, pemberdayaan masyarakat Desa, ketenteraman ketertiban


6|
Bagian Tata Pemerintahan

umum dan perlindungan masyarakat sub urusan bencana dan kebakaran,

komunikasi dan informatika, statistik dan persandian, perpustakaan dan

kearsipan, urusan penunjang pemerintahan di bidang kepegawaian dan

diklat, kerjasama antar wilayah dan lembaga.

Rincian tugas Sub Bagian Layanan Administrasi adalah sebagai berikut:

a. melaksanakan layanan administrasi urusan pemerintahan di bidang

adminstrasi kependudukan dan pencatatan sipil, pemberdayaan

masyarakat Desa, ketenteraman ketertiban umum dan perlindungan

masyarakat sub urusan bencana dan kebakaran, komunikasi dan

informatika, statistic dan persandian, perpustakaan dan kearsipan, ,

urusan penunjang pemerintahan dibidang perencanaan, penelitian dan

pengembangan, keuangan, kepegawaian dan diklat, kerjasama antar

wilayah dan lembaga

b. melaksanakan layanan adminstrasi dalam rangka kunjungan kerja

DPRD Provinsi Lampung, DPR RI, DPD RI dan tamu dari Pemerintah

Pusat;

c. melaksanakan layanan adminstrasi dalam rangka proses usulan

Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Kabupaten Tulang

Bawang Barat;

d. menyiapkan bahan penyusunan Laporan Penyelenggaraan

Pemerintah Daerah (LPPD);

e. melaksanakan layanan adminstrasi dalam rangka Kerjasama antar

daerah/lembaga/pihak ketiga dibidang pemerintahan dan

pengembangan daerah;

f. melaksanakan tugas-tugas lain dari atasan sesuai dengan bidang

tugasnya.

7|
Bagian Tata Pemerintahan

C. Program Kerja Prioritas 2012-2017

Program kerja dan kegiatan prioritas Bagian Tata Pemerintahan tahun 2012-
2017 adalah sebagai diterangkan dalam kolom berikut :

NO NAMA KEGIATAN LATAR BELAKANG


1 Pengadaan Tanah untuk Kurangnya anggaran pengadaan tanah
Kepentingan Pemerintah untuk pembangunan Tugu Titik Nol,
Fasilitas Pemerintah Kabupaten, Rumah
Sakit dan Tim Penilai Harga Tanah.
2 Rapat Koordinasi Unsur Perlunya koordinasi secara berkala bagi
Muspida (Forkopimda) anggota Forkorpimda Kabupaten Tulang
Kabupaten Tuba Barat Bawang Barat
3 Penataan Administrasi Peningkatan tertib administrasi
Kecamatan/Kampung/Kelura penyelengga-raan pemerintahan,
han pembangunan dan pembinaan sosial di
Kelurahan
4 Penyusunan Pembakuan Unsur rupabumi Kab. Tuba Barat yang
Nama Rupa Bumi (Topomini) sudah bernama memerlukan pembakuan
sesuai amanat Perpres Nomor 112 Tahun
2006 tentang Tim Nasional Pembakuan
Nama Rupabumi
5 Penataan/Penetapan Batas Terbentuknya Kab. Tuba Barat sebagai
Daerah DOB masih banyak batas wilayahnya yang
bermasalah & belum jelas status
kepemilikannya.
6 Fasilitasi Penyelesaian Maraknya konflik di wilayah Kabupaten
Sengketa Pertanahan di Tulang Bawang Barat, baik antar warga
Kabupaten Tuba Barat maupun warga dengan perusahaan
7 Evaluasi Perkembangan Penyusunan EPDOB adalah amanat
Daerah Otonomi Baru konstitusi, dimana DOB diwajibkan
(EPDOB) ke-3 Kabupaten melaporkan penyelenggaraan
Tulang Bawang Barat pemerintahan kepada Mendagri dan
Gubernur
8 Fasilitasi Penyelenggaran Perlunya koordinasi antar anggota dalam
APKASI Forum Asosiasi Pemerintah
Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia
(APKASI)
9 Penyusunan Laporan Penyusunan LPPD adalah amanat
Penyelengaraan Pemerintah Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Daerah (LPPD) Daerah Nomor 3 tahun 2007, dimana daerah
Otonomi Baru diwajibkan melaporkan penyelenggaraan
pemerintahan kepada Mendagri dan
Gubernur
10 Fasilitasi kerjasama dengan Perlunya kerjasama Pemkab Tulang
dunia usaha/lembaga Bawang Barat dengan daerah/lembaga
untuk percepatan pembangunan
11 Fasilitasi Pembentukan Perlunya penataan dan pengembangan
Kecamatan/Kelurahan/Tiyuh wilayah di Kabupaten Tulang Bawang
Barat
12 Fasilitasi Pemilihan Kepalo Perlu berjalannya sistem demokrasi di
Tiyuh tingkat tiyuh serta berjalannya pergantian
pemimpin tiyuh

8|
Bagian Tata Pemerintahan

13 Fasilitasi Pejabat Daerah- Perlunya koordinasi dengan Pemerintah


Negara Pusat dan Pemerintah Provinsi dalam
rangka pengurusan pejabat negara
(kepala daerah, anggota DPRD, dll)

9|
Bagian Tata Pemerintahan

BAB II

A. Deskrpsi Kemajuan dan Keberhasilan Pelaksanaan Program Kerja


Prioritas 2012-2017

Bagian Tata Pemerintahan mempunyai tugas pokok Fasilitasi perumusan


kebijakan, koordinasi program dan pelayanan urusan adminstrasi
kependudukan dan pencatatan sipil, pemberdayaan masyarakat Desa,
ketenteraman ketertiban umum dan perlindungan masyarakat sub urusan
bencana dan kebakaran, komunikasi dan informatika, statistik dan
persandian, perpustakaan dan kearsipan, urusan penunjang pemerintahan
dibidang perencanaan, penelitian dan pengembangan, keuangan,
kepegawaian dan diklat, otonomi dan pengembangan daerah serta
menyiapkan bahan fasilitasi penyusunan kebijakan dan petunjuk teknis
pembentukan, penghapusan, Pemindahan, perubahan Nama Daerah,
Kecamatan, Kelurahan dan Tiyuh serta Nama Ibu Kota Wilayah/Daerah.

Sebagai bahan evaluasi pelaksanaan telah dilakukan Pengukuran


terhadap capaian/realisasi program kerja dan sasaran Bagian Tata
Pemerintahan. Evaluasi dilakukan dalam rangka melakukan pengendalian
terhadap kebijakan perencanaan dan pelaksanaan rencana pembangunan
sehingga program dan kegiatan sesuai dengan kebijakan pembangunan
daerah. Evaluasi yang dilakukan meliputi realisasi pencapaian target,
penyerapan dana, dan kendala yang dihadapi sehingga tercapainya
konsistensi antar kebijakan.

Rekapitulasi Program Prioritas Bagian Tata Pemerintahan Tahun


2012-2017 dijelaskan sebagai berikut :

1. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian

Kinerja dan Keuangan.

Dalam program ini Indikatornya adalah tersusunnya Laporan

Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahunan Kabupaten Tulang

Bawang Barat setiap tahunnya dan bahkan Skor LPPD Kabupaten

Tulang Bawang Barat tahun 2017 memperoleh peringkat ke-9 dari

seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung.


10 |
Bagian Tata Pemerintahan

2. Program Penyelesaian Konflik-konflik Pertanahan.

Dalam program ini indikator capaian kinerja adalah terfasilitasinya konflik

pertanahan di Kabupaten Tulang Bawang Barat, seperti yang diterangkan

sebagai berikut :

No POKOK KASUS URAIAN MASALAH KESIMPULAN/UPAYA


PENYELESAIAN/HASIL
PENANGANAN SEMENTARA
1. Sengketa Lahan 1. Berdasarkan Surat 1. Pada Tanggal 30 Maret 2012
Perkantoran Pernyataan Tokoh- Pemerintahan Kabupaten
Antara Pemda tokoh Masyarakat Tulang Bawang Barat Telah
dan Kepala Suku
Kabupaten Mengirim Surat Ke
Tiyuh Panaragan
Tulang Bawang tanggal 17 Februari Kementerian Tenaga Kerja
Barat dengan 2006 yang Dan Transmigrasi RI sesuai
Kelompok Kapak menyatakan ; Lahan surat No.
Belah Tiyuh eks Perternakan milik 593.3/100.A/1.01/TBB/2012
Penumangan. Tiyuh Panaragan. Tentang Permohonan
Penyerahan Tanah Eks.
2. Surat Pernyataan Catleranch Kepada Pemda
jaminan tokoh-tokoh
Kabupaten Tulang Bawang
dan Kepala Tiyuh
Panaragan, Kepala Barat.
Tiyuh Menggala Mas,
dan Kepala Tiyuh 2. Terhadap Upaya
Bandar Dewa tanggal Penyerobotan lahan dan
12 November 2009 upaya penghentian kegiatan
yang menyatakan
pembangunan perkantoran
bahwa lahan eks
perternakan adalah Pemda Kabupaten Tulang
tanah Ulayat Tiyuh Bawang Barat oleh Kelompok
Panaragan Warga Kapak Belah (Burhanuddin
Tegamo’an. Cs), Pemerintah Kabupaten
Tulang Bawang Barat telah
3. Peraturan Kepala berupaya mencari solusi
Tiyuh Panaragan No. dengan mengirimkan surat
02 Tahun 2007
kepada kelompok Kapak
tanggal 3 Agustus
2007 tentang Belah pada tanggal 24
penyerahan/Hibah September 2012 sesuai
Tanah Tiyuh dengan surat No.
Panaragan untuk 100/287/1.01/TBB/2012 yang
lokasi Perkantoran berisikan pemberitahuan
Calon Kabupaten
kepada kelompok Kapak
Tulang Bawang Barat
yakni Akte Hibah Belah untuk tidak melakukan
Tiyuh Panaragan kegiatan apapun di Lokasi
kepada Pemerintah Perkantoran Pemda
Kabupaten Tulang Kabupaten Tulang Bawang
Bawang Barat Barat karena sesuai dengan
Nomor 48/2007 SK Bupati Tuba Barat Nomor
tanggal 7 Agustus
B/08/BG.III/HK/TBB/2009
2007 seluas 30

11 |
Bagian Tata Pemerintahan

Hektar, serta Akte tentang penetapan Lokasi


Hibah Nomor 67/2007 Perkantoran serta Akte Hibah
tanggal 11 September No.48/2007 dan Akte Hibah
2007 seluas 25 No. 67/2007 tanah seluas 55
Hektar.
Ha adalah milik Pemda Kab.
4. Tanggal 26 November Tuba Barat, dan seluruh
2008 DPR RI aktivitas pembangunan
mengesahkan UU dilokasi perkantoran tidak
No. 50/2008 tentang dapat dihentikan, apabila
pembentukan tidak puas dengan keputusan
Kabupaten Tulang ini Pemda Tulang Bawang
Bawang Barat dan
Barat memberikan ruang
Tanggal 03 April 2009
dilantik PJ Bupati kepada kelompok Kapak
Tulang Bawang Barat Belah untuk menempuh jalur
an. Syaefulloh hukum.
Sesunan, SH,MH.
Selanjutnya Tanggal 3. Terhadap surat Bupati Tulang
19 Juni 2009 Pejabat
Bawang Barat tersebut
Bupati Tulang
Bawang Barat Kelompok Kapak Belah
menerbitkan mengirimkan surat
Keputusan Bupati Sanggahan pada tanggal 5
Tulang Bawang Barat November 2012 yang
No. Berisikan bahwa kelompok
16/28/BG/III/HK/TBB/ kapak Belah tetap mengklaim
2009 tentang
lahan perkantoran Pemda
penetapan
Lokasi/lahan Kabupaten Tulang Bawang
Perkantoran Barat adalah milik Keturunan
Pemerintahan Daerah Kapak Belah sehingga segala
Kabupaten Tulang aktivitas pembangunan di
Bawang Barat seluas lahan perkantoran harus di
55 Hektar yang hentikan serta Akte Hibah
terletak Di Tiyuh
Tiyuh Panaragan Bukanlah
Panaragan
berdasarkan Akte Dasar Hukum untuk
Hibah No.48/2007 penguasaan lahan tersebut.
dan 67/2007.
4. Adanya upaya penghentian
5. Pemerintah pembangunan dilahan
Kabupaten Tulang perkantoran oleh keturunan
Bawang Barat telah Kapak Belah, Pemerintahan
memberikan ganti Kabupaten Tulang Bawang
rugi Tanam Tumbuh Barat membuat pengaduan
kepada pengguna kepada pihak kepolisian
tanah tersebut Resort Tulang Bawang sesuai
sebanyak 35 orang. surat pengaduan Bupati No.
130/69.A/1.01/TBB/2012,
6. Terhadap
penguasaan lahan selanjutnya pada tanggal 16
perkantoran 55 Ha Juli 2013 pemerintahan
oleh pemda Kabupaten Tulang Bawang
Kabupaten Tulang Barat melalui tim Faslisitasi
Bawang Barat, penyelesaian Sengketa
kelompok Kapak Tanah, mengadakan
12 |
Bagian Tata Pemerintahan

Belah Tiyuh pertemuan di Ruang Rapat


Penumangan Sekda Tuba Barat dengan
Mengklaim bahwa mengundang pihak Kepolisian
lokasi tersebut milik Resort Tulang Bawang yang
keturunan Kapak diwakili WAKAPOLRES
Belah (Burhanuddin) Tulang Bawang, Dandim 0412
berdasarkan surat Lampung Utara ,KEJARI
perjanjian pinjam Menggala, BPN Menggala
pakai tanah areal Eks dengan Agenda Rencana
catleranch seluas 300 Pelaksaan Land
Ha antara Clearin/pembersihan lahan
Burhanuddin perkantoran Kab. Tuba Barat
glr.Sesunan Stan dengan kesepakatan Land
dengan Clearing akan di laksanakan
Drs.Soedarsono pada tanggal 19 Agustus 2013
tanggal 12 April 1979. serta melibatkan personil
Kepolisian, TNI AD serta POL.
PP.
5. Pada tanggal 15 Agustus
2013 dilakukan rapat
lanjutan persiapan Land
Clearing yang menghasilkan
kesepakatan Sebagai Berikut
:
a. Kegitan Land Clearing
dilaksanakan dengan
carapembuatan siring/
parit sepanjang batas
tanah.
b. Alat berat yang
digunakan 2 Eksapator
dan 2 Glader.
c. Sebelum Land Clearing
harus dipasang tanda
batas.
d. Personil yang diturunkan
sebanyak 250 personil
yang terdiri dari 100
personil Kepolisian, 100
personil POL.PP, serta
50 personil TNI AD.
e. Land Clearing diralat
pelaksanaannya menjadi
tanggal 26 Agustus 2013
s/d selesai.
6. Pada tanggal 26 Agustus
2013 bertempat dilahan
perkantoran pemda
Kabupaten Tulang Bawang
Barat dilakukan kegiatan
Land Clearing dibawah
pengamanan dari petugas

13 |
Bagian Tata Pemerintahan

Gabungan, terhadap kegitan


Land Clearing tersebut
Keturunan Kapak Belah
membuat laporan
pengaduan kepada
OMBUDSMAN RI, yang
ditindaklanjuti dengan
adanya surat undangan
kepada pemda Kabupaten
Tulang Bawang Barat untuk
mengklarifikasi persoalan
lahan perkantoran.
7. Pada tanggal 4 September
2013 Pemerintahan
Kabupaten Tulang Bawang
Barat yang di wakili Asiten
Bidang Pemerintahan dan
Kesra beserta Kabag Tata
Pemerintahan menghadiri
undangan OMBUDSMAN RI
untuk mengklarifikasi
persoalan lahan perkantoran
dengan membawa dokumen
yang menjadi dasar pemda
untuk menguasai lahan 55
Ha lokasi perkantoran.
8. Dari hasil pertemuan
tersebut OMBUDSMAN RI
memutuskan akan
mengadakan gelar
Lapangan Ke Kabupaten
Tulang Bawang Barat yang
jadwalnya akan diatur
kemudian,terhadap agenda
Gelar Lapangan oleh
OMBUDSMAN RI
pemerintah Kabupaten
Tulang Bawang Barat pada
tanggal 25 September 2013
telah melaksanakan Rapat
Persiapan Gelar Lapangan
oleh OMBUDSMAN RI.

2. Kasus sengketa 1. Persoalan sengketa 1. Upaya penyelesaian


tanah antara tanah antara PT.HIM persoalan sengketa tanah
PT.HIM dengan dengan Masyarakat 5 antara PT.Huma Indah
Masyarakat 5 (Lima) Keturun Tiyuh Mekar (PT.HIM) dengan
(lima) Keturunan Bandar Dewa telah Masyarakat 5 (Lima)
Tiyuh Bandar berlangsung sejak keturun Tiyuh Bandar Dewa
Dewa tahun 1982 (28 Tahun), telah dilakukan beberapa
inti persoalannya kali termasuk melibatkan

14 |
Bagian Tata Pemerintahan

Komisi Nasional Hak Azasi


adalah Masyarakat 5 Manusia (KOMNAS HAM
(Lima) Keturun yang RI), BPN RI, dari stake
saat ini di usahakan Holder terkait. Salah satu
oleh PT. Huma Indah upaya yang dilakukan
Mekar untuk usaha adalah dengan
perkebunan karet yakni memediasikan kedua belah
areal tanah yang pihak. Pada tanggal 22 Juni
terletak di PAL 133 2012 bertempat di Hotel
dengan PAL 139 seluas Grand Anugerah Bandar
± 1.470 Ha (masuk Lampung telah dilakukan
kedalam areal HGU pertemuan yang
PT.HIM) adalah tanah menghasilkan nota
milik adat,milik kesepakatan sebagai
masyarakat 5 (lima) berikut; .
Keturunan Tiyuh Badar a. Bahwa para pihak
Dewa sebagai mana sepakat untuk
surat Keterangan hak mengupayakan
kekuasaan Tanah penyelesaian sengketa
Hukum No. ini melalui program
79/Kampoeng / 1992. corporate social
2. Selain itu masyarakat 5 responsibility (CSR)
(Lima) keturun, Sebagai bentuk
mempertanyakan pemberdayaan
Kuota tanah 20% dari masyarakat 5 (lima)
keseluruhan areal keturunan Tiyuh Bandar
tanah HGU PT. Huma Dewa.
Indah Mekar yang
seharusnya dikelola b. Bahwa pihak masyarakat
oleh masyarakat 5 (lima) keturunan Tiyuh
menjadi tanaman Bandar Dewa akan
produktif yang bermusyawarah dengan
berdasarkan praturan melibatkan pihak
Menteri Pertanian pemerintah Tiyuh Bandar
Nomor Dewa dalam membuat
26/Permentan/ot.142/2 proposal pengajuan
/2007 tentang program pemberdayaan
pedoman perizinan masyarakat untuk
usaha perkebunan. diberikan kepada pihak
3. Disamping itu, pihak PT. HIM yang akan dikaji
PT. Huma Indah Mekar bersama dengan
telah mengajukan pemerintahan kabupaten
beberapa opsi kepada Tulang Bawang Barat.
masyarakat 5 (Lima)
Keturunan kampung c. Bahwa hasil kajian
Bandar Dewa yakni proposal pemberdayaan
dengan program masyarakat 5 (lima)
pemberdayaan melalui keturunan dan
jalur Corporate Social masyarakat bandardewa
Responsibility (CSR). akan diputuskan
bersama dalam Forum
Musyawarah PPM-HIM

15 |
Bagian Tata Pemerintahan

yang melibatkan PT.


HIM, pemda kabupaten
Tulang Bawang Barat,
Masyarakat 5 (lima)
Keturunan Tiyuh
Bandardewa serta
Pemerintah Tiyuh
Bandar Dewa.

d. Bahwa terkait
permasalahan hak
tanah, KOMNAS HAM
akan memfasilitasi
dengan mengundang
para pihak terkait untuk
mencari penyelesaian
selambat-lambatnya 45
hari kerja sejak tanggal
ditetapkan.

2. Ditindaklanjuti dengan
pertemuan tanggal 16 Juli
2012 bertempat di Ruang
Pleno Utama KOMNAS
HAM RI Jakarta yang
menghasilkan kesepakatan
sebagai berikut :
a. Pemda Kabupaten
Tulang Bawang Barat
diharapkan membuat TIM
untuk melihat aspek
kelayakan tanah ulayat
dalam lahan yang diklaim
oleh masyarakat 5 (lima)
keturunan Bandar Dewa
agar mendapat
pengakuan bahwa tanah
tersebut adalah tanah
ulayat.
b. Pemerintah kabupaten
Tulang Bawang Barat
diharapkan menerbitakan
peraturan daerah terkait
dengan tanah ulayat
diwilayahnya.

3. Persoalan ini telah ditangani


oleh pihak pemerintah
Kabupaten Tulang Bawang
Barat namun sampai scat ini
belum ada penyelesaian
yang kongkrit.

16 |
Bagian Tata Pemerintahan

3. Kasus sengketa 1. Persoalan sengketa 1. Upaya mediasi terhadap


tanah antara tanah PTPN VII (eks. permasalahan ini telah
PTPN VII (eks. Areal PT. Arya dilakukan oleh Pemerintah
Areal PT. Arya Dwipantara/PT.AD) Kabupaten Tulang Bawang
Dwipantara/PT.A Barat dengan
dengan masyarakat
DP) dengan
pemukim kampung mempertemukan kedua
Masyarakat Tiyuh
Bujung Dewa bujung dewa berawal belah pihak, dengan
Dewa dari adanya kegiatan kesimpulan bahwa pihak
pengelolaan lahan PTPN VII tetap bersikeras
PTPN VII (eks. Areal untuk mengambil alih lahan
PT. Arya yang saat ini di kuasai oleh
Dwipantara/PT.ADP) masyarakat pemukim, Pihak
oleh masyarakat PTPN VII tetap menawarkan
pemukim Tiyuh opsi kompensasi kepada
bujung dewa yang masyarakat dan pemberian
dilakukan sudah uang kerohiman untuk
bertahun-tahun relokasi. Masyarakat
sampai pada pemukim diharapkan untuk
akhirnya masyarakat berfikir kembali, apabila
pemukim Tiyuh tidak ada keputusan pihak
bujung dewa ini PTPN VII akan melakukan
sampai bertempat tindakan tegas dengan cara
tinggal secara penggusuran.
permanen di areal
PTPN VII. (eks. Areal 2. saat ini persoalan sengketa
PT.Arya tanah tengah di lakukan
Dwipantra/PT.ADP), pendekatan persuasif oleh
yang mana lahan pihak PTPN VII terhadap
tersebut adalah milik masyarakat pemukiman
PTPN VII sesuai Tiyuh Bujung Dewa.
dengan HGU seluas
3. Pemerintahan Kabupaten
3.138,81 Ha
Tulang Bwang Barat
(sertifikasi Nomor 36
menunggu hasil serta
tahun 1996 dan
progres kemajuan dari
Nomor 48 Tahun
proses penyelesaian
1997) yang sah di
permasalahan sengketa ini
peroleh berdasarkan
dari pihak PTPN VII.
pemenang lelang
Aset Negara sebagai
mana tertuang dalam
Risalah Lelang
Nomor 264/2009
tanggal 04 Desember
2009.

2. Selain itu, dari pihak


masyarakat
pemukiman Tiyuh
Bujung Dewa
mempunyai
argumentasi alasan

17 |
Bagian Tata Pemerintahan

pengelolaan lahan
yaitu adanya
peraturan yang
menyatakan bahwa
apabila tanah
perkebunan dalam
hal ini PTPN VII
ditelantarkan maka
masyarakat dapat
mengelolanya untuk
kesejahteraan, selain
itu masyarakat
pemukiman telah
mengirimkan surat
permohonan kepada
manager distrik
PTPN VII tentang
permintaan untuk
dapat menepati
lahan PTPN VII (Eks.
Areal PT. ARYA
Dwipantara/PT.ADP)
untuk pemukiman
dan peladangan.

3. Terhadap surat
permohonan itu
pihak PTPN VII telah
mengirimkan surat
balasan
No.D.SPT/1/176/201
3 tentang penolakan
atas permintaan
untuk menepati lahan
milik PTPN VII (eks.
Areal PT. Arya
Dwipantra/PT.ADP).
dengan alasan PTPN
VII adalah BUMN
yang wajib menjaga
aset negara yang
diusahakan dari
segala bentuk
gangguan dan upaya
dari pihak lain yang
ingin menguasai aset
milik negara serta
melakukan upaya
hukum yang optimal
baik secara pidana
dan perdata.

18 |
Bagian Tata Pemerintahan

4. Pihak PTPN VII


menekan bahwa
segala bentuk
perlawanan dan
upaya penyerobotan
adalah tindakkan
melawan hukum dan
akan diproses sesuai
dengan ketentuan
yang berlaku,
selanjutnya untuk
persoalan relokasi
pihak PTPN VII
menawarkan opsi
kepada masyarakat,
bahwa PTPN VII
akan memberikan
kopensasi berupa
ganti rugi tanam
tumbuh
dan uang relokasi.

4. Kasus sengketa 1. Pada hari Selasa, 6


tanah antara PT. November 2012 bertempat
Umas Jaya diruang Rapat SetdaKab
Agrotama dengan
Tulang Bowang Barat,
Masyarakat Tiyuh
Gunung Katun dipirnpin langsung oleh Wakil
Kee. Tuba Udik Bupati Tulang Bawang Barat
telah dilaksionakan Mediasi
penyelemian sengketa
%main antara PT. Umas Jaya
Agrotama dengan
Masyarakat Tiyuh Gunung
Katun Kec. Tuba Udik
dengan hasil kesimpulan
sebagai berikut:
a. Bahwa areal lahan
permasalohan antara PT.
Umas Jaya Agrotama
dengan Masyarakat
Gunung Katun berada di
Tiyuh Gunung Katun
Malay dan Gunung Katun
Tanjungan.
b. Bahwa lahan 1.100
Hektare adalah lahan PT.
Umas Jaya Agrotama
yang diambil alih dari PT.
Aria Pelangi yang
berlokasi di Gunung
Katun Malay dan Lahan
800 Hektare adalah lahan
19 |
Bagian Tata Pemerintahan

yang Iangsung dibeli oleh


PT. Umas Jaya Agrotama
dari masyarakat yang
berlokasi di Gunung
Katun Tanjungan.

c. Disepakati bahwa
Pemerintah Kabupaten
Tulang Bawang Barat
meminta agar pihak PT.
Umas Jaya Agrotama dan
Masyarakat Tiyuh
Gunung Katun untuk
mengukur lahan 800
Hektare terlebih dahulu
untuk mempertegas
legalitas tanah PT. Umas
Jaya Agrotama agar
pihak PT. Umas Jaya
Agrotama bisa bekerja
dengan tenang,
diharapkan saudara
Abdul Hakim dapat
membantu proses
pengukuran Lahan
tersebut selaku pelaku
sejarah sengketa lahan
tersebut,! tetapi yang
bersangkuta meminta
waktu 1-2 hari untuk
menyampaikan kepada
masyarakat.

d. Agar masyarakat di
fasilitasai oleh kepalo
Tiyuh menginventarisir
pemilik lahan dilokasi
1,100 Hektare sebagai
dasar kepemilikan hak
dan lahan tersebut
memang merupakan hak
masyarakat.

2. Pemerintah Kabupaten Tulang


Bawang Barat, telah
menganggap permasalahn
ini selesai dan menunggu
hasil Laporan dari PT. Umas
Jaya Agrotama dan
Perangkat Kampung
Gunung Katun.

20 |
Bagian Tata Pemerintahan

3. Pada Tahun 2016 Kasus ini


mencuat kembali.

3. Program Peningkatan Kelembagaan Aparatur Pemerintah Desa

Capaian keberhasilan dalam Program ini adalah sebagai berikut :

a. Terbentuknya 3 (tiga) Tiyuh baru di Tahun 2011 dan 14 (empat belas)

Tiyuh baru di tahun 2012 serta 1 (satu) kecamatan baru di tahun

2016.

b. Terselenggaranya pemilihan kepalo tiyuh dan terpilihnya kepalo tiyuh

di seluruh tiyuh di Kabupaten Tulang Bawang Barat dalam kurun

waktu 2012-2017

c. Meningkatnya kualitas SDM dan administrasi kecamatan dan tiyuh.

4. Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi

Dalam program ini indikator capaian kinerja adalah :

a. Tersusunnya dokumen Nama Rupa Bumi Kabupaten Tulang Bawang

Barat.

5. Program Penataan Daerah Otonomi Baru

Dalam program ini indikator capaian kinerja adalah :

a. Terfasilitasinya percepatan penyelesaian tapal batas wilayah

administrasi antar daerah dengan Kabupaten Tulang Bawang di Tiyuh

Cahyow Randu.

6. Program Penataan, Penguasaan, Kepemilikan, Penggunaan dan

Pemanfaatan Tanah Bagi Kepentingan Umum

Dalam program ini indikator capaian keberhasilan adalah sebagai berikut:

21 |
Bagian Tata Pemerintahan

PENGADAAN TANAH ( KIB.A)


BAGIAN TATA PEMERINTAHAN

NO PEMBANGUNAN TAHUN ALAMAT HAK LUAS JUMLAH


TANAH
1 RSUD 2014 PANARAGAN MILIK 42,490 M2 1.391.250.000
ISLAMIC PANARAGAN 103,040
2014 MILIK 4.481.450.000
2 CENTER JAYA M2
3 TANAH TPA 2014 PENUMANGAN MILIK 8,531M2 114.000.000
KAWASAN
PULUNG
4 PENDIDIKAN 2015 MILIK 50,000M2 400.000.000
KENCANA
TERPADU

JEMBATAN WAY
2015 TIRTA KENCANA MILIK 1,647M2 142.000.000
5 TUNIK
PANARAGAN
6 TUGU RATO 2015 MILIK 1,647M2 1.537.430.000
JAYA
8.066.130.000

PELEBARAN JALAN ( KIB.B)


BAGIAN TATA PEMERINTAHAN

NO HAK
PEMBANGUNAN TAHUN OBJEK JUMLAH
ALAMAT TANAH
Candra Mukti, Pulung
PELEBARAN
1 2016 kencana,panaragan,kagungan 90
JALAN TAHAP I 1.442.235.778
Ratu OBJEK

Panaragan, Candra Mukti


2 PELEBARAN 2016 19
277.767.834
JALAN TAHAP II OBJEK

3 PELEBARAN 2016 Pulung


6
JALAN TAHAP III Kencana,Panaragan,Tirta 66.969.218
OBJEK
Makmur,Candra Mukt
1.786.972.830

PENGADAAN TANAH (KIB.A)

PEMBANGUN
TAHUN
NO AN ALAMAT HAK SERTIFIKAT LUAS
TANAH
1 LETER S 2016 Panaragan Milik Sporadik 6.196.535 M2 206.320.000
JALAN 2016 Panaragan Milik
1.000.000.00
TEMBUS - 32.670 M2
0
2 STADION
2016 Panaragan Milik SHM 996/128/PANARAGAN/2013
PERLUASAN SHM 998/130/PANARAGAN/2013 2.500.000.00
3 50.000M2
RSUD SHM 999/131/PANARAGAN/2013 0
SHM 1000/132/PANARAGAN/ 2013

4 RUSUNAWA 2016 Panaragan Milik SHM 14.000M2 700.000.00


998/130/PANARAGAN/2013 0

22 |
Bagian Tata Pemerintahan

SHM
999/131/PANARAGAN/2013
PERLUASAN 2016 Panaragan Milik 593.2/03/PPAT/TBT/1996 453.700.00
632.25M2
5 TUGU RATO Jaya 504.4/608/AKTA/TBT/2015 0
KAWASAN 2016 Panaragan Milik NO 7/TBT DAN 08/TBT
700.000.00
6 PENDIDIKAN Jaya 50.000M2
0
TERPADU
5.560.020.00
0

B. Permasalahan Yang Dihadapi

Beberapa masalah dan kendala yang dihadapi Bagian Tata Pemerintahan


dalam melaksanakan program dan kegiatan, adalah sebagai berikut :

1. Penanganan permasalahan pertanahan :

Dalam masalah klaim lahan perkantoran Pemkab Tulang Bawang Barat,


pihak pengklaim dalam hal ini kelokpok Kapak Belah tidak sepakat
dengan opsi penyelesaian masalah lahan perkantoran yakni melalui Jalur
Hukum.

Pihak pengklaim berkeinginan agar upaya penyelesaian dengan cara


Ganti Rugi namun disisi lain pihak Pemerintah Daerah bersiakap tidak
ada Ganti Rugi sepanjang belum ada keputusan Pengadilan yang
Berkekuatan Hukum tetap yang menyatakan Pemerintah Daerah harus
Mengganti Rugi.

Dalam masalah sengketa tanah PT. HIM, pihak penggugat / pengklaim


dalam hal ini masyarakat 5 Keturunan Tiyuh Bandar Dewa tidak mau
melakukan gugatan secara Hukum sesuai dengan Rekomendasi Tim
Fasilitasi penyenyelesaian Konflik Pertanahan.

Masyarakat 5 Keturunan Tiyuh Bandar Dewa, Berpendapat upaya


Penyelesaian Secara Hukum dinilai lambat dan berteletele dan akan
mengeluarkan Biaya yang besar.

Dalam masalah HGU PTPN, Masyarakat tiyuh Bujung Dewa, selaku


masyarakat pemukim bersikeras tetap tinggal di lahan HGU PT.PTPN VII,
dan tidak mau menerima opsi kompensasi dari pihak PTPN VII.

23 |
Bagian Tata Pemerintahan

Belum adanya progres penyelesaian yang dilakukan untuk pihak PT.


Umas Jaya Agrotama dalam mengamankan aset perusahaan, sehingga
oknum masyarakat tetap melakukan penanaman dan pendudukan lahan
PT. Umas Jaya Agrotama.

2. Pembentukan Kecamatan dan Tiyuh

Dalam program penataan wilayah, yakni pembentukan Kecamatan Batu


Putih Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kementrian Dalam Negeri telah
menerbitakan kode wilayah kecamatan tersebut, yakni melalui
Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 146.9753-X-TM 2016 tentang
Rincian Nama dan Kode Desa Tahun 2016 dimana kode wilayah Tiyuh di
Batu Putih telah memisah dari Kecamatan Gunung Terang.

Sementara untuk pembentukan Tiyuh Persiapan, Perda yang telah


dibuat oleh Pemkab dan disetujui oleh DPRD saat ini telah disampaikan
ke Gubernur Lampung dan Kementrian Dalam Negeri untuk
mendapatkan persetujuan menjadi Tiyuh Definitif.

C. Upaya yang telah dilakukan dalam mengatasi persoalan

Upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang


Barat dalam mengatasi persoalan adalah dengan meningkatkan kerjasama
dengan stakeholder terkait, pemerintah pusat, pemerintah provinsi,
pemerintah kabupaten terkait serta unsur forum komunikasi pimpinan
daerah (Fokorpimda), tokoh masyarakat, adat dan agama sehingga
persoalan yang ada dapat dipecahkan bersama-sama serta untuk
mengurangi ekses negatif yang timbul.

BAB IV
24 |
Bagian Tata Pemerintahan

PENUTUP

Demikian bahan yang memuat kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan


baik yang dilaksanakan langsung oleh Pemerintah Daerah maupun yang ditempuh
dengan mendorong partisipasi masyarakat.

Esensinya, dengan mempedomani Rencana Kerja ini dalam pelaksanaan kegiatan


pembangunan sebagaimana telah tertuang dalam DPA-SKPD Bagian
Pemerintahan Setda, diharapkan Tupoksi Bagian Pemerintahan dapat terlaksana
dalam upaya meningkatkan kinerja SKPD, terutama dalam mengoptimalkan
koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kegiatan program Pemerintah Kabupaten
Tulang Bawang Barat.

Panaragan, Maret 2018


KEPALA BAGIAN TATA PEMERINTAHAN
SETDAKAB TULANG BAWANG BARAT,

dto

SOMAD, SP
Pembina TK I (IV/b)
NIP. 19740410 200003 1 005

25 |
Bagian Tata Pemerintahan

BAHAN PIDATO
BUPATI
TAHUN 2018

BAGIAN TATA PEMERINTAHAN


SEKRETARIAT DAERAH
KABUPATEN TULANG BAWANG
BARAT

26 |
Bagian Tata Pemerintahan

27 |