Anda di halaman 1dari 6

PEMERINTAHKOTASURAKARTA

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS SETABELAN
Jl.Dr. P. Lumban Tobing No. 10 telp. (0271)641033
Email : pusk.setabelan@gmail.com

KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS SETABELAN


DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA

NOMOR : 445.4 / 129.B / VII / 2016

TENTANG

KEWAJIBAN TENAGA KLINIS DALAM PENINGKATAN MUTU KLINIS DAN


KESELAMATAN PASIEN

KEPALA PUSKESMAS SETABELAN


DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA

Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu klinis dan


keselamatan pasien puskesmas, perlu disusun aturan
tentang kewajiban tenaga klinis dalam peningkatan mutu
klinis dan keselamatan pasien;

b. bahwa sehubungan dengan butir a tersebut diatas maka


perlu menetapkan Surat Keputusan Kepala UPTD
Puskesmas Setabelan tentang Kewajiban Tenaga Klinis
Dalam Peningkatan Mutu Klinis dan Keselamatan Pasien;

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan


(Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3495);

2. Undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik


Kedokteran (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 116,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 4431);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang


Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor
49, Tambahan Lembaran Negara 3637);
MEMUTUSKAN

Menetapkan :

KESATU :Kepala Puskesmas menetapkan Kewajiban tenaga Klinis dalam


peningkatan mutu klinis dan keselamatan Pasien
KEDUA : Setiap Tenaga Klinis wajib melakukan upaya peningkatan mutu
klinis.
KETIGA :Setiap Tenaga klinis harus memperhatikan keselamatan pasien
dalam memberikan pelayanan kesehatan.
KEEMPAT : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Surakarta
Pada tanggal 12 Juli 2016

KEPALA PUSKESMAS SETABELAN


DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA

SRI RAHAYU SUSILOWATI


LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN KEPALA UPTD
PUSKESMAS SETABELAN
NOMOR 445.4 / 129.B / VII / 2016
TANGGAL 12 JULI 2016
TENTANG KEWAJIBAN TENAGA KLINIS
DALAM PENINGKATAN MUTU
KLINIS DAN KESELAMATAN
PASIEN

PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KLINIS


PUSKESMAS SETABELAN

I. PENDAHULUAN
Pelayanan Prima sebagai visi yang ingin dicapai oleh puskesmas ini pada
tahun 2016 mendatang mengharuskan seluruh stakeholder-nya untuk segera
memperbaiki pelayanan mereka. Salah satu aspek penting dalam pelayanan
puskesmas adalah pelayanan medis yang dilakukan oleh dokter dan dokter gigi.
Itulah sebabnya, program peningkatan mutu pelayanan medis perlu mendapat
perhatian yang memadai dari pihak puskesmas.

II. TEMA
Pemenuhan akreditasi pelayanan medik akan meningkatkan mutu pelayanan
medis

III. TUJUAN
A. Terlaksananya kegiatan pemantauan terhadap indikator klinis yang meliputi
keefektifan klinis, fokus pada pasien, keamanan pasien dan orientasi staf
B. Terlaksananya kegiatan audit medis
C. Terlaksananya 7 langkah keselamatan pasien
D. Termanfaatkannya alat kedokteran
E. Terlaksananya kegiatan pendidikan dan pelatihan
F. Terlaksananya kegiatan survey kepuasaan pasien

IV. SASARAN
1. Dokter umum
2. Dokter gigi
3. Bidan
4. Perawat
5. Analis Laboratorium
6. Tenaga teknis Kefarmasian
7. Sanitarian
8. Petugas gizi

V. BENTUK KEGIATAN
A. Pemantauan Indikator Klinis
1. Kepala puskesmas membentuk Unit Penilai Indikator Pelayanan Puskesmas
(yang diantaranya akan menilai indikator medik)
2. Unit Penilai melakukan pemantauan terhadap indikator-indikator sebagai
berikut :
a. Keefektifan klinis yang meliputi :
i. Tingkat pasien yang pernah berobat
ii. Angka komplikasi
iii. Kesesuaian
iv. Kemajuan perbaikan kualitas
v. Proses berbasis bukti

b. Berpusat pada pasien


i. Waktu tunggu
ii. Kesetaraan akses
iii. Hak-hak pasien
iv. Persepsi pasien
c. Keamanan pasien
i. Infeksi nosokomial
ii. Jatuh
d. Orientasi staf
i. Pergantian pegawai
ii. Tingkat ketidakhadiran
3. Hasil pemantauan indikator klinis disusun dalam bentuk laporan
4. Laporan hasil pemantauan indikator klinis disampaikan kepada seluruh
stakeholder puskesmas
5. Membuat notulen dan surat tindak lanjut dari hasil evaluasi

VI. Audit Medis


A. Kepala puskesmas membentuk Tim Audit Medis
B. Tim Audit Medis menyelenggarakan kegiatan audit medis, paling sedikit tiga
kali dalam setahun
C. Hasil kegiatan audit medis dibuat notulen dan yang hadir diabsen
D. Bila ada yang perlu ditindaklanjuti dibuat surat keputusan kepala puskesmas

VII. Keselamatan Pasien


A. Kepala puskesmas membentuk Komite Keselamatan Pasien Puskesmas
B. Komite menerapkan tujuh langkah menuju keselamatan pasien puskesmas
1. Bangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien
2. Pimpin dan dukung staf anda
3. Integrasikan aktivitas resiko
4. Kembangkan sistem pelaporan
5. Libatkan dan berkomunikasi dengan pasien
6. Belajar dan berbagi pengalaman tentang keamanan pasien
7. Cegah cedera melalui implementasi sistem keamanan pasien

VIII. Pendidikan dan Pelatihan Kelompok Staf Medis Fungsional


A. Masing-masing Kelompok Staf Medis Fungsional mengajukan usulan
pelatihan yang akan dilakukan oelh masing-masing dokter dan asistennya
B. Usulan pelatihan direkapitulasi oleh komite medis
C. Komite medis mengajukan usulan pelatihan kepada kepala puskesmas
melalui unit pendidikan dan pelatihan puskesmas
D. Kegiatan diklat dievaluasi untuk perbaikan usulan diklat tahun berikutnya

XI. Survey Kepuasan Pasien


A. Tim survey di SK-kan oleh kepala puskesmas
B. Tim survey menyusun kuesioner untuk survey
C. Tim survey melakukan uji coba terhadap kuesioner
D. Tim survey melakukan revisi terhadap kuesioner
E. Tim survey melaksanakan survey dalam waktu 30 hari (pengumpulan data
dan analisa)
F. Hasil survey dipresentasikan dihadapan stakeholder puskesmas
G. Dibuat rekomendasi untuk tindak lanjut survey

X. Evaluasi dan Tindak Lanjut


Evaluasi dilakukan dalam masing-masing tim. Hasil dari evaluasi yang
memerlukan tindak lanjut, diajukan kepada kepala puskesmas.

XI. Penutup
Demikian program ini disusun untuk memberikan gambaran mengenai program
peningkatan mutu pelayanan medik di Puskesmas Setabelan

Ditetapkan di Surakarta
Pada tanggal 12 Juli 2016

KEPALA PUSKESMAS SETABELAN


DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA

dr. Sri Rahayu Susilowati