Anda di halaman 1dari 36

RANCANGAN AKTUALISASI

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI SEBAGAI MEDIA


INFORMASI PERSYARATAN PENGAMBILAN PASPOR DAN
NOTIFIKASI STATUS PERMOHONAN PASPOR BERMASALAH
BAGI TENAGA KERJA INDONESIA (TKI)
PADA PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (PTSP) SURABAYA

Disusun Oleh:

Taufiqurrahman, S.Kom
NIP. 19880218 201712 1 001
NDH : A-02/8

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA


PROVINSI JAWA TIMUR
2018

i
LEMBAR PENGESAHAN
RANCANGAN AKTUALISASI

Pemanfaatan Teknologi Informasi Sebagai Media Informasi Persyaratan


Pengambilan Paspor Dan Notifikasi Status Permohonan Paspor
Bermasalah Bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Pada Pelayanan
Terpadu Satu Pintu (PTSP) Surabaya

Telah disempurnakan berdasarkan masukan dari Pembimbing, Mentor, dan


Penguji pada Seminar Rancangan Aktualisasi, Hari Senin Tanggal 24 September
2018

Di Pusdik Gasum Sabhara Porong


Provinsi Jawa Timur

Sidoarjo, 24 September 2018

Pembimbing, Mentor,

Dr. T.Kuncoro, Drs, M.Si Angga Mahardika Bagus Widjaja, SH.


Widyaiswara Ahli Utama Kepala Seksi Perizinan Keimigrasian
NIP. 19580311 198603 1 009 NIP. 19810814 200003 1 002

i
BERITA ACARA

Sehubungan dengan penyelenggaraan Diklat Pelatihan Dasar CPNS Kementerian


Hukum dan HAM Tahun 2018 di Pusdik Gasum Sabhara Porong Provinsi Jawa
Timur, Hari Senin 24 September 2018, telah melaksanakan Seminar Laporan
Rancangan Aktualisasi

Nama : Taufiqurrahman, S.Kom


NDH : A-02/8
Judul : Pemanfaatan Teknologi Informasi Sebagai Media Informasi
Persyaratan Pengambilan Paspor Dan Notifikasi Status
Permohonan Paspor Bermasalah Bagi Tenaga Kerja Indonesia
(TKI) Pada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Surabaya

Demikian berita acara ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan ditandatangi oleh:

Sidoarjo, 24 September 2018

Penguji, Peserta,

Dr. Fajar Supanto M.si Taufiqurrahman, S.Kom


NIP. 19880218 201712 1 001

Mentor, Pembimbing,

Angga Mahardika Bagus Widjaja, SH. Dr. T. Kuncoro, Drs, M.Si


Kepala Seksi Perizinan Keimigrasian Widyaiswara Ahli Utama
NIP. 19810814 200003 1 002 NIP. 19580311 198603 1 009

ii
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat,
rahmat, dan hidayah-Nya rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS di
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya dapat terselesaikan dengan
baik.Rancangan aktualisasi ini ditulis untuk memenuhi persyaratan kelulusan
Pendidikan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III angkatan 7 tahun 2018.
Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-
pihak yang telah membantu dalam penulisan rancangan aktualisasi ini. Ucapan
terima kasih tersebut penulis tujukan kepada:
1. M.T. Satiawan, S.Sos, MM, selaku Kepala Kator Imigras Kelas I Khusus
Surabaya;
2. Dr. T. Kuncoro, M.Si sebagai pembimbing (coach) yang telah banyak
meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, masukan, dan arahan
kepada penulis selama penyelesaian rancangan aktualisasi ini;
3. Angga Mahardika Bagus Widjaja, SH. Selaku mentor yang telah memberikan
saran guna memperbaiki tulisan ini agar menjadi lebih baik.
4. Para Widyaiswara dan Pendamping yang dengan sabar memberikan
pengetahuan selama kegiatan diklat pelatihan dasatelah membagi ilmunyar;
5. Rekan-rekan seperjuangan pelatihan dasar CPNS golongan III angkatan 8 dan
9 tahun 2018.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan rancangan aktualisasi ini
masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun
dari pembaca dan pemerhati sangat diharapkan untuk penyempurnaan rancangan
aktualisasi ini.

Sidoarjo, 24 September 2018

Penulis

DAFTAR ISI

iii
LEMBAR PENGESAHAN i
BERITA ACARA..................................................................................................ii
KATA PENGANTAR..........................................................................................iii
DAFTAR ISI.........................................................................................................iv
BAB I......................................................................................................................1
1.1Latar Belakang................................................................................................1
1.2 Tujuan dan Manfaat Aktualisasi....................................................................5
1.2.1 Tujuan.........................................................................................................5
1.2.2 Manfaat.......................................................................................................6
1.3 Ruang Lingkup Aktualisasi...........................................................................7
BAB II....................................................................................................................8
2.1 Deskripsi Organisasi......................................................................................8
2.1.1 Profil Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya.......................................8
2.1.2 Visi..............................................................................................................9
2.1.3 Misi.............................................................................................................9
2.1.4 Tata Nilai....................................................................................................9
2.2 Tugas Pokok, Fungsi, dan Struktur Organisasi Kantor Imigrasi Kelas I
Khusus Surabaya................................................................................................10
2.2.1 Tugas Pokok..............................................................................................10
2.2.2 Fungsi........................................................................................................10
2.2.3 Struktur Organisasi...................................................................................11
2.3 Uraian Tugas Jabatan Peserta......................................................................14
BAB III.................................................................................................................16
3.1 Penetapan Isu yang
Diangkat............................................................................................................16
3.2 Gagasan Pemecahan Isu..............................................................................20
3.3 Matrik Rancangan Rencana Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar.........................22

Daftar Tabel

iv
Tabel 1. Seleksi Isu Menggunakan Metode AKPL.............................................. 17
Tabel 2. Seleksi Isu Menggunakan Metode USG.................................................18
Tabel 3. Matrik Rancangan Rencana Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar.....................23
Tabel 4. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi...............................................30

Daftar Bagan

Bagan 1. Struktur Organisasi ...............................................................................11

v
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan sebuah profesi dimana
seseorang harus mengabdikan dirinya kepada negara dan menjadi pelayan
masyarakat karena mendapat amanat dari Undang Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 untuk melaksanakan cita-cita bangsa dan
mewujudkan tujuan negara. Oleh sebab itu, seorang ASN dituntut untuk
memiliki karakter sebagai pelayan masyarakat yang baik dengan memiliki
nilai-nilai PASTI, seperti Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan
Inovatif. Selain itu ASN harus memiliki integritas yang tinggi, netral, bebas
dari intervensi politik, bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Atas dasar
nilai-nilai tersebut ASN diharapkan mampu untuk melaksanakan fungsinya
sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, perekat dan pemersatu
bangsa yang sesuai dengan Undang Undang Nomer 5 Tahun 2014 tentang
Aparatur Sipil Negara.

Untuk membentuk prinsip dan nilai yang sesuai dengan Undang-


undang Nomer 5 Tahun 2014. Sebelum diangkat menjadi ASN, Calon
Aparatur Sipil Negara (CASN) diwajibkan untuk mengikuti pendidikan dan
pelatihan dasar. Hal ini sesuai dengan peraturan yang tertuang dalam
Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara (PERKALAN) RI nomor 38
dan 39 tahun 2014 tentang Pedoman Penyelenggaraan Prajabatan Golongan
III, serta Golongan I dan II, sehingga Penyelenggaraan Pendidikan dan
Pelatihan (DIKLAT) Prajabatan dilaksanakan dengan Pola Baru. Adanya
DIKLAT Prajabatan pola baru ini juga diharapkan dapat membentuk kader
ASN berkualitas yang berlandaskan pada nilai-nilai dasar yang meliputi:
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti
Korupsi yang dapat disingkat menjadi ANEKA serta mengetahui kedudukan
dan peran ASN dalam NKRI, dan menguasai kompetensi teknis bidang tugas,
sehingga mampu melaksanakan tugas dan perannya secara professional
sebagai pelayan masyarakat. Dengan demikian peserta diklat prajabatan dapat

1
menjadi Aparatur Sipil Negara yang profesional sebagai pelaksana kebijakan
publik, pelayan publik, dan perekat serta pemersatu bangsa.

Pelatihan yang memadukan pembelajaran klasikal dengan


pembekalan materi nilai-nilai dasar profesi PNS yaitu Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA)
ditambah Pelayanan Publik, Manajemen ASN, Whole of Government dan non
klasikal di tempat kerja masing-masing memungkinkan peserta mampu untuk
menginternalisasi, menerapkan, mengaktualisasikan serta membuatnya
menjadi kebiasaan (habituasi) sehingga terpatri dari dalam dirinya menjadi
Pegawai Negeri Sipil yang profesional.

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya merupakan Unit Pelaksana


Teknis di bawah Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Provinsi Jawa Timur yang menjalankan sebagian tugas pokok dan
fungsi Kemenkumham di bidang Imigrasi. Salah satu tugas dan fungsi Kantor
Imigrasi kelas I Khusus Surabaya adalah memberikan pelayanan pembuatan
Surat Perjalanan Republik Indonesia (SPRI) atau yang lebih dikenal dengan
Paspor.

Undang-undang Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan publik


mengamanatkan bahwa penyelenggara pelayanan publik berkewajiban untuk
memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai dengan asas penyelenggaraan
pelayanan publik dan melaksanakan pelayanan sesuai dengan standar
pelayanan. Pelayanan prima adalah pelayanan terbaik, melebihi, melampaui,
mengungguli pelayanan yang diberikan pihak lain atau daripada pelayanan
waktu yang lalu. Seperti dikutip oleh Tjiptono dalam bukunya Total Quality
Service, pelayanan prima tersebut mempunyai 4 (empat) sasaran pokok yaitu :
kecepatan, ketepatan, keramahan dan kenyamanan.

Untuk dapat memberikan pelayanan prima kepada seluruh


masyarakat, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya selalu berinovasi.
Misalnya, dengan menggunakan sistem antrian online, menyediakan ruang
khusus lansia dan disabilitas, ruang menyusui, dsb. Selain itu, untuk mengurai
jumlah pemohon yang membeludak, maka Kantor Imigrasi Kelas I Khusus
Surabaya membuka unit layanan paspor di Graha Pena dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu (PTSP).

2
Pendirian PTSP merupakan bentuk kerjasama antara Kantor Imigrasi
Kelas I Khusus Surabaya dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Provinsi Jawa Timur. Adapun tujuan dari pendirian loket keimigrasian di
PTSP tersebut tidak lain adalah untuk memudahkan para calon tenaga kerja
untuk mengurus parpor tanpa harus berpindah-pindah tempat. Selain itu, juga
untuk mempersingkat waktu mengingat kebanyakan calon tenaga kerja
berasal dari seluruh pelosok Jawa Timur.

Apabila ditinjau ulang kembali, pelayanan penerbitan paspor bagi


Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) di PTSP sudah cukup baik karena
sumberdaya manusia dianggap cukup mumpuni dalam melayani para
pemohon paspor. Selain itu, fasilitas berupa sarana dan prasarana di loket
keimigrasian PTSP juga dianggap cukup memadai. Meski demikian, bukan
berarti bahwa di PTSP tidak terdapat kekurangan khususnya dalam hal
pemberian informasi kepada para CTKI sebagai pemohon paspor. Hal
tersebut dikarenakan kurangnya media yang pas sebagai sarana untuk
menyebarkan informasi kepada masyarakat. Untuk itulah, Aparatur Sipil
Negara (ASN) sebagai pelayan publik memiliki peran yang sangat vital untuk
memecahkan masalah tersebut.

Permasalahan yang terjadi di PTSP saat ini adalah banyaknya


pemohon yang kurang mengetahui persyaratan pengambilan paspor
sehingga menyebabkan terjadinya penolakan pemberian paspor kepada
pemohon yang bersangkutan, Jika dilihat dari sudut pandang
masyarakat, hal ini dapat menimbulkan kesan negatif terhadap petugas
karena dianggap menghambat proses penyerahan paspor. sebagai contoh
agen pengurus CTKI ketika mengambil paspor tidak melampirkan surat
tugas pengambilan paspor dari pihak kantor penyalur tenaga kerja yang
bersangkutan dan mengambil paspor tidak sesuai pada waktu dan
jadwalnya, menyebabkan petugas menolak memberikan paspor.

Selain itu, proses penerbitan paspor untuk CTKI tidak selalu bisa
selesai tepat waktu, normalnya sesuai prosedur yang berlaku paspor bisa
diambil setelah 3 hari dilakukan pembayaran. Namun terkadang karena
suatu hal paspor tidak bisa diterbitkan tepat pada waktunya, contohnya
ketika status permohonan paspor masuk ke alur adjudikator. Alur ini

3
membutuhkan persetujuan dari adjudikator baik dari tingkat lokal
kantor imigrasi sampai tingkat pusat dan membutuhkan waktu ekstra,
masalah ini disebabkan oleh terdapat kesamaan/ kemiripan data
pemohon baru dengan duplikasi yang telah ada pada sistem, atau
adanya perbedaan data dengan duplikasi yang telah ada pada sistem dan
lain sebagainya. Hal ini dapat menyebabkan proses penerbitan paspor
tertunda, sedangkan pemohon tidak mengetahui akan hal ini. jadi
banyak pemohon yang datang ke PTSP untuk mengambil paspor pada
waktunya namun ternyata paspor belum jadi dikarenakan status
permohonan paspor tersebut bermasalah.

Berdasarkan permasalahan tersebut diatas, dapat ditarik


kesimpulan bahwa masalah utamanya adalah minimnya informasi yang
diberikan kepada pemohon tentang persyaratan pengambilan paspor
dan belum adanya notifikasi terhadap status permohonan paspor yang
bermasalah. Oleh karena itu, inovasi yang akan diterapkan terhadap
permasalahan tersebut adalah dengan memanfaatkan teknologi
informasi sebagai media penyampaian informasi, yaitu membuat banner
yang bertujuan untuk memberikan informasi yang jelas tentang
persyaratan pengambilan paspor dan menerapkan notifikasi sms
menggunakan sistem sms gateway yang bertujuan untuk memberikan
informasi kepada pemohon tentang penundaan penerbitan paspor
karena status permohonan paspor bermasalah. Sehingga pemohon
mendapatkan informasi yang akurat bahwa paspor belum bisa diambil
tepat pada waktunya.

penerapan sistem sms gateway digunakan karena sms merupakan


teknologi yang paling mudah dan murah serta paling terjangkau dalam
menyampaikan informasi, hampir semua perangkat komunikasi saat ini
(handphone) mendukung fitur sms dan tidak membutuhkan koneksi
internet dalam menerima pesan sms. Serta sistem ini juga berfungsi
sebagai sebuah media pengelolaan sms yang terpusat (sms centre).

Inovasi yang dibuat ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat


dalam memahami persyaratan pengambilan paspor sehingga tidak terjadi lagi
penolakan pada proses penyerahan paspor dikarenakan kurangnya persyaratan

4
yang harus dipenuhi dalam melakukan pengambilan paspor. Selain itu dengan
adanya notifikasi sms, pemohon mendapatkan kepastian informasi akan status
permohonan paspornya. Khususnya pada pemohon yang permohonan
paspornya bermasalah, pemohon akan mendapatkan informasi berupa sms
bahwa paspornya mengalalami penundaan dalam penerbitannya. hal ini
berguna untuk menghindari rasa kecewa pemohon yang melakukan
pengambilan paspor sudah sesuai pada waktunya namun ternyata paspor
belum bisa diserahkan karena status permohonan paspornya bermasalah. Jika
inovasi tersebut berhasil dilaksanakan, maka selanjutnya diharapkan kualitas
pelayanan penyerahan paspor di PTSP akan meningkat.

Berdasarkan permasalahan diatas maka penulis mengambil judul


"Pemanfaatan Teknologi Informasi Sebagai Media Informasi Persyaratan
Pengambilan Paspor Dan Notifikasi Status Permohonan Paspor Bermasalah
Bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Pada Pelayanan Terpadu Satu Pintu
(PTSP) Surabaya". Sebagai CASN yang porfesional, maka penulis akan
berusaha untuk menjawab permasalahan yang terjadi di PTSP dengan
mengaktualisasikan nilai-nilai akuntabilitas, etika publik, komitmen mutu,
dan anti korupsi (ANEKA) ditambah dengan, whole of government.

1.2 Tujuan dan Manfaat Aktualisasi


1.2.1 Tujuan
Tujuan dari pemanfaatan teknologi informasi sebagai media
informasi persyaratan pengambilan paspor dan notifikasi status
permohonan bermasalah bagi tenaga kerja indonesia pada pelayanan
terpadu satu pintu Surabaya adalah :
a. Pemberian informasi kepada pemohon tentang persyaratan
pengambilan paspor di PTSP Surabaya menjadi lebih jelas.
b. Pemberian informasi kepada pemohon melalui notifikasi sms
mengenai penundaan penerbitan paspor karena status permohonan
bermasalah.
c. Peningkatan kualitas pelayanan penyerahan paspor di PTSP
Surabaya.

1.2.2 Manfaat

5
Manfaat yang akan diperoleh dari pemanfaatan teknologi
informasi sebagai media informasi persyaratan pengambilan paspor dan
notifikasi status permohonan bermasalah bagi tenaga kerja indonesia
pada pelayanan terpadu satu pintu Surabaya, dapat dilihat dari dua sisi
yaitu secara internal dan eksternal :
Bagi Internal
a. Mempercepat kinerja petugas dalam melakukan penyerahan
paspor di PTSP.
b. Menaikkan citra baik bagi institusi dengan adanya kepastian
informasi tentang penundaan penerbitan paspor dikarenakan
status permohonan bermasalah.
c. Meminimalisir komplain dari pemohon karena penundaan
penerbitan paspor.
Bagi Eksternal
a. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang persyaratan
pengambilan paspor di PTSP.
b. Meningkatkan kepuasan para pemohon paspor yang bermasalah
karena mendapat notifikasi tentang penundaan penerbitan
paspor.
c. Meningkatkan kepercayaan masayarakat akan kualitas layanan
penyerahan paspor di PTSP Surabaya.

1.3 Ruang Lingkup Aktualisasi


Ruang lingkup yang dibahas pada pemanfaatan teknologi informasi
sebagai media informasi persyaratan pengambilan paspor dan notifikasi status
permohonan bermasalah bagi tenaga kerja indonesia pada pelayanan terpadu
satu pintu Surabaya, yaitu :

6
1. Melakukan konsultasi dan diskusi dengan Kasi Perizinan dan Kasi PTSP
terkait inovasi yang akan dibuat.
2. Membuat banner berisikan informasi yang jelas tentang persyaratan
pengambilan paspor.
3. Merancang sistem notifikasi sms gateway berisikan informasi yang jelas
tentang penundaan penerbitan paspor karena status permohonan
bermasalah.
4. Melakukan uji coba terhadap sistem notifikasi sms gateway.
5. Melakukan sosialisasi kepada petugas penyerahan paspor terkait sistem
notifikasi sms gateway.
6. Melakukan evaluasi terhadap sistem notifikasi sms gateway dan
pemasangan banner.
7. Melakukan implementasi atau aktualisasi sistem notifikasi sms gateway
dan pemasangan banner.
8. Menyusun laporan Kegiatan

7
BAB II
PROFIL LEMBAGA/INSTITUSI

2.1 Deskripsi Organisasi


2.1.1 Profil Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya
Terhitung sejak tanggal 10 Mei 2006, Kantor Imigrasi Kelas I
Khusus Surabaya termasuk salah satu Kantor Imigrasi yang ditingkatkan
kelasnya dari Kelas I menjadi Kelas I Khusus berdasarkan Keputusan
Menteri Hukum dan HAM RI No. M.01-PR.07.04 Tahun 2006.
Perubahan status ini tentunya diharapkan dapat mengantisipasi
peningkatan beban kerja dalam rangka memberikan pelayanan jasa
keimigrasian kepada masyarakat yang dapat dipertanggung jawabkan
kepada pemerintah dan masyarakat itu sendiri.
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya adalah kantor Unit
Pelaksanaan Teknis Keimigrasian berada di bawah Kantor Wilayah
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Timur, dipimpin
oleh seorang Kepala Kantor dengan jabatan Struktural setingkat Eselon
II b. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya terdiri dari Kantor
Imigrasi di Jalan Raya Juanda KM 3-4, Sedati, Sidoarjo dan Tempat
Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Bandar Udara Juanda Surabaya.Wilayah
kerja Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya meliputi:
a. Kota Surabaya
1. Surabaya Selatan; 10 (sepuluh) Kecamatan
2. Surabaya Tengah; 8 (delapan) Kecamatan
3. Surabaya Utara; 3 (tiga) Kecamatan
4. Luas wilayah Surabaya sekitar 355 km2 dengan jumlah penduduk
sekitar 8063 jiwa.
b. Kabupaten Sidoarjo; Terdiri dari 17 (tujuh belas) Kecamatan. Luas
wilayah Kabupaten Sidoarjo sekitar 715 km2 dengan jumlah
penduduk sekitar 2842 jiwa.
c. Kota Mojokerto; Terdiri dari 2 (dua) Kecamatan. Luas wilayah Kota
Mojokerto 16 km2 dengan jumlah penduduk sekitar 6885 jiwa.

8
d. Kabupaten Mojokerto; Meliputi 17 (tujuh belas) Kecamatan. Luas
wilayah Kabupaten Mojokerto 969 km2 dengan jumlah penduduk
sekitar 1645 jiwa.
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya memiliki unit layanan
paspor yang berada di Gedung Graha Pena Lantai 1, Jalan Frontage
Ahmad Yani Siwalankerto No. 88 Surabaya. Tujuan pembentukan unit
layanan ini adalah untuk mempermudah warga Surabaya yang ingin
membuat paspor tanpa harus datang jauh ke kota Sidoarjo. Kantor
Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya juga mempermudah pelayanan untuk
TKI yang ingin mengurus perizinan atau dokumen penempatan kerja ke
luar negeri secara mandiri, maupun peserta program penempatan TKI
melalui perusahaan pelaksana penempatan TKI swasta/atau PPTKIS
melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu Penempatan dan Perlindungan
TKI (PTSP P2TKI) Jatim yang berlokasi di Jalan Bendul Merisi No 2
Surabaya.

2.1.2 Visi
Masyarakat memperoleh kepastian pelayanan dan penegakan hukum
keimigrasian

2.1.3 Misi
1) Memperkuat penegakan hukum keimigrasian yang adil dan
akuntabel
2) Mendukung terciptanya keamanan negara yang stabil
3) Meningkatkan pelayanan keimigrasian yang prima
4) Mendukung pembangunan kesejahteraan masyarakat yang
berkesinambungan

2.1.4 Tata Nilai

a. Profesional
Aparat Kementerian Hukum dan HAM adalah aparat yang bekerja
keras untuk mencapai tujuan organisasi melalui penguasaan bidang
tugasnya, menjunjung tinggi etika dan integritas profesi.
b. Akuntabel
Setiap kegiatan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dapat
dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sesuai dengan
ketentuan atau peraturan yang berlaku.

9
c. Sinergi
Komitmen untuk membangun dan memastikan hubungan kerjasama
yang produktif serta kemitraan yang harmonis dengan para
pemangku kepentingan untuk menemukan dan melaksanakan solusi
terbaik, bermanfaat dan berkualitas.
d. Transparan
Kementerian Hukum dan HAM menjamin akses kebebasan bagi
setiap orang untuk memperoleh informasi tentang penyelenggaraan
pemerintahan, yakni informasi tentang kebijakan, proses pembuatan
dan pelaksanaannya, serta hasil-hasil yang dicapai.
e. Inovatif
Kementerian Hukum dan HAM mendukung kreativitas dan
mengembangkan inisiatif untuk selalu melakukan pembaharuan
dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya.

2.2 Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi Kantor Imigrasi Kelas I
Khusus Surabaya
2.2.1 Tugas Pokok
Melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi Kementerian Hukum
dan HAM di Bidang Keimigrasian di wilayah kerjanya.

2.2.2 Fungsi
Untuk menyelenggarakan tugas tersebut, Kantor Imigrasi mempunyai
fungsi :
1) Melaksanakan tugas di bidang Tata Usaha
2) Melaksanakan tugas Keimigrasian di bidang Lalu Lintas dan Status
Keimigrasian
3) Melaksanakan tugas Keimigrasian di bidang Pengawasan dan
Penindakan Keimigrasian
4) Melaksanakan tugas Keimigrasian di bidang Informasi dan Sarana
Komunikasi
5) Melaksanakan tugas Keimigrasian di bidang Pendaratan dan Izin
Masuk Keimigrasian

10
2.2.3 Struktur Organisasi

a. Bagan Struktur Organisasi

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus


Surabaya

b. Susunan Organisasi dan Tugas Fungsi Pejabat Imigrasi

Eselonisasi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus adalah sebagai berikut :


1) Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus adalah Jabatan Eselon
IIb.
2) Kepala Bagian dan Kepala Bidang pada Kantor Imigrasi Kelas I
Khusus adalah Jabatan Eselon III b.

3) Kepala Sub Bagian dan Kepala Seksi pada Kantor Imigrasi


Kelas I Khusus adalah Jabatan Eselon IV b.

Susunan Organisasi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya


1) Bagian dan bidang
a) Bagian Tata Usaha;
b) Bidang Informasi dan Sarana Komunikasi Keimigrasian;

c) Bidang Lalu Lintas dan Status Keimigrasian;

11
d) Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian;

e) Bidang Pendaratan dan Izin Masuk.

2) Tugas bagian dan bidang


a) Bagian Tata Usaha
(1) Sub. Bagian Kepegawaian dan Umum

Sub Bagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas


melakukan urusan kepegawaian, urusan surat menyurat,
perlengkapan dan rumah tangga di lingkungan kantor
imigrasi sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh
Menteri dan berdasarkan Peraturan perundang –
undangan yang berlaku.
(2) Sub Bagian Keuangan;
Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melakukan
urusan keuangan KANIM berdasarkan peraturan
perundang – undangan yang berlaku.

b) Bidang Informasi dan Sarana Komunikasi Keimigrasian


(1) Seksi Informasi Keimigrasian

Seksi Informasi Keimigrasian mempunyai tugas


melakukan penyebaran dan pemanfaatan informasi
mengenai warga negara Indonesia dan orang asing dalam
rangka kerja sama tukar menukar informasi untuk
pengamanan teknis operasional keimigrasian;
(2) Seksi Sarana Komunikasi Keimigrasian.
Seksi Sarana Komunikasi Keimigrasian mempanyai
tugas melakukan pemeliharaan dan pengamanan
dokumentasi keimigrasian serta melakukan penggunaan
pemeliharaan sarana komunikasi.

c) Bidang Lalu Lintas dan Status Keimigrasian


(1) Seksi Perizinan Keimigrasian

Seksi Perizinan Keimigrasian mempunyai tugas


melakukan urusan perizinan pemberian Surat Perjalanan

12
RI, izin masuk/keluar berdasarkan ketentuan yang
berlaku.
(2) Seksi Status Keimigrasian
Seksi Status Keimigrasian mempunyai tugas melakukan
urusan penyaringan, penelitian, penyelesaian
permohonan izin tinggal, alih status izin keimigrasian
dan penelitian terhadap kebenaran bukti-bukti
kewarganegaraan seseorang dan memberikan surat
keterangan keimigrasian dalam rangka kelengkapan
permohonan pewarganegaraan.

d) Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian


(1) Seksi Pengawasan Keimigrasian

Seksi Pengawasan Keimigrasian mempunyai tugas


melakukan pemantauan terhadap pelanggaran perizinan
keimigrasian dan mengadakan kerjasama antar instansi
di bidang pengawasan orang asing.
(2) Seksi Penindakan Keimigrasian
Seksi Penindakan Keimigrasian mempunyai tugas
melakukan penyidikan dan penindakan, pencegahan dan
penangkalan, penampungan sementara dan perawatan
orang asing yang belum dapat dipulangkan, pemulangan
dan pengusiran terhadap pelanggaran keimigrasian
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.

e) Bidang Pendaratan dan Izin masuk


(1) Seksi Unit A;

Seksi Unit A mempunyai tugas melakukan penelitian


terhadap penggunaan dokumen perjalanan, pemberian
tanda bertolak dan atau izin masuk serta penolakan
pemberian tanda bertolak dan atau izin masuk bagi setiap
orang yang masuk/keluar wilayah di Indonesia sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

13
(2) Seksi Unit B;
Seksi Unit B mempunyai tugas melakukan penelitian
terhadap penggunaan dokumen perjalanan, pemberian
tanda bertolak dan atau izin masuk serta penolakan
pemberian tanda bertolak dan atau izin masuk bagi setiap
orang yang masuk/keluar wilayah di Indonesia sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
(3) Seksi Unit C;
Seksi Unit C mempunyai tugas melakukan penelitian
terhadap penggunaan dokumen perjalanan, pemberian
tanda bertolak dan atau izin masuk serta penolakan
pemberian tanda bertolak dan atau izin masuk bagi setiap
orang yang masuk/keluar wilayah di Indonesia sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.

2.3 Uraian Tugas Jabatan Peserta


Jabatan Peserta:
Analis Keimigrasian Pertama
Sesuai dengan Peraturan Menteri Pemberdayaan Negara dan Reformasi
Birokrasi Indonesia Nomor 7 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Analis
Keimigrasian dan Angka Kreditnya dan Peraturan Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Petunjuk
Teknis Jabatan Fungsional Analis Keimigrasian dan Angka Kreditnya,
disebutkan bahwa Jabatan Fungsional Analis Keimigrasian adalah jabatan
yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak
untuk melakukan kegiatan analis keimigrasian.
Uraian Tugas:
Sesuai dengan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), tugas Analis Keimigrasian
Pertama di Seksi Perizinan Bidang Lalu Lintas dan Status Keimigrasian yaitu:
1. Menyiapkan bahan pelayanan paspor
2. Menyiapkan perlengkapan yang diperlukan untuk melancarkan tugas
pelayanan paspor
3. Mencatat kebutuhan bahan dalam pelayanan paspor
4. Mencatat permasalahan yang muncul dalam pelayanan paspor
5. Mencatat pekerjaan pelayanan paspor yang telah selesai dilaksanakan
6. Mencatat pengaduan dalam pelayanan paspor
7. Melaksanakan penertiban antrean paspor

14
8. Menyiapkan bahan penyerahan paspor pada pemohon
9. Membuat laporan pelaksanaan tugas harian

15
BAB III

RANCANGAN AKTUALISASI

3.1 Penetapan Isu yang Diangkat


Unit Kerja:
Seksi Perizinan Bidang Lalu Lintas dan Status Keimigrasian Kantor Imigrasi
Kelas I Khusus Surabaya.
Jabatan :
Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Analis Keimigrasian Pertama
Pekerjaan/ Uraian Tugas:
1. Menyiapkan perlengkapan yang diperlukan untuk melancarkan tugas

pelayanan paspor.
2. Menyiapkan bahan penyerahan paspor pada pemohon.
Identifikasi Isu:
Berdasarkan pengalaman melaksanakan tugas dalam melayani pemohon pada
bagian penyerahan paspor di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Surabaya,
terdapat beberapa isu diantaranya yaitu:
1. Minimnya informasi tentang persyaratan pengambilan paspor dan status
permohonan paspor yang bermasalah.
2. Banyaknya pemohon yang kurang mengetahui persyaratan pengambilan
paspor dan belum adanya informasi kepada pemohon terkait status
permohonan paspor yang bermasalah dan berakibat pada mundurnya
penerbitan paspor.
3. Banyak terjadinya penolakan pengambilan paspor dikarenakan kurang
lengkapnya persyaratan yang harus dipenuhi ketika akan mengambil
paspor.
4. Belum tertibnya antrian pemohon saat melakukan pengambilan paspor

pada loket pengambilan paspor.


5. Masih adanya penumpukan berkas permohonan paspor pada loket

pengambilan paspor yang disimpan secara manual dan diurutkan dari


nomor terkecil sampai yang terbesar.
Isu-isu tersebut dianalisis menggunakan metode AKPL untuk mengetahui isu
yang paling dominan.Analisis tersebut dapat dilihat pada tabel 3.1.

Tabel 3.1 Seleksi Isu Menggunakan Metode AKPL

No Isu A K P L Total
Minimnya informasi tentang persyaratan pengambilan 5 5 4 4 18
1 paspor dan status permohonan paspor yang bermasalah.

2 Banyaknya pemohon yang kurang mengetahui 5 5 5 5 20

16
persyaratan pengambilan paspor dan belum adanya
informasi kepada pemohon terkait status permohonan
paspor yang bermasalah dan berakibat pada mundurnya
penerbitan paspor.

Banyak terjadinya penolakan pengambilan paspor 5 4 4 4 17

3 dikarenakan kurang lengkapnya persyaratan yang harus


dipenuhi ketika akan mengambil paspor.

Belum tertibnya antrian pemohon saat melakukan 5 3 2 2 12


4 pengambilan paspor pada loket pengambilan paspor.

Masih adanya penumpukan berkas permohonan paspor 5 4 2 2 13


pada loket pengambilan paspor yang disimpan secara
5 manual dan diurutkan dari nomor terkecil sampai yang
terbesar.

Kriteria penetapan:
Aktual
1: pernah benar-benar terjadi
2: benar-benar sering terjadi
3: benar-benar terjadi dan bukan menjadi pembicaraan
4: benar-benar terjadi terkadang menjadi bahan pembicaran
5: benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan
Khalayak
1: tidak menyangkut hajat hidup orang banyak
2: sedikit menyangkut hajat hidup orang banyak
3: cukup menyangkut hajat hidup orang banyak
4: menyangkut hajat hidup orang banyak
5: sangat menyangkut hajat hidup orang banyak
Problematik
1: masalah sederhana
2: masalah kurang kompleks
3: masalah cukup kompleks namun tidak perlu segera dicarikan solusi
4: masalah kompleks
5: masalah sangat kompleks sehingga perlu dicarikan segera solusinya
Kelayakan

17
1: masuk akal.
2: realistis.
3: cukup masuk akal dan realistis.
4: masuk akal dan realistis.
5: masuk akal, realistis, dan relevan untuk dimunculkan inisiatif
pemecahan masalahnya.
Dari lima isu di atas, dikerucutkan menjadi tiga isu. Dengan
menggunakan metode Urgency (U), Seriousness (S) dan Growth (G).

Tabel 3.2 Seleksi Isu Menggunakan Metode USG


No Isu U S G Total
1 Minimnya informasi tentang persyaratan 5 4 4 13
pengambilan paspor dan status permohonan
paspor yang bermasalah
2 Banyaknya pemohon yang kurang mengetahui 5 5 5 15
persyaratan pengambilan paspor dan belum
adanya informasi kepada pemohon terkait status
permohonan paspor yang bermasalah dan
berakibat pada mundurnya penerbitan paspor.
3 Banyak terjadinya penolakan pengambilan paspor 4 4 3 11
dikarenakan kurang lengkapnya persyaratan yang
harus dipenuhi ketika akan mengambil paspor

Kriteria penetapan:
Urgency
1 : tidak penting
2 : kurang penting
3 : cukup penting
4. : penting
5. : sangat penting
Seriousness
1 : akibat yang ditimbulkan tidak serius
2 : akibat yang ditimbulkan kurang serius
3 : akibat yang ditimbulkan cukup serius
4. : akibat yang ditimbulkan serius
5. : akibat yang ditimbulkan sangat serius

18
Growth
1 : tidak berkembang
2 : kurang berkembang
3 : cukup berkembang
4. : berkembang
5 : sangat berkembang

Berdasarkan pendekatan analisis teknik USG tersebut, maka kesimpulan


yang diperoleh mengarah pada isu: “Banyaknya pemohon yang kurang
mengetahui persyaratan pengambilan paspor dan belum adanya
informasi kepada pemohon terkait status permohonan paspor yang
bermasalah dan berakibat pada mundurnya penerbitan paspor.”

Penetapan Isu
Berdasarkan hasil uji isu dengan pendekatan teknik USG, maka dapat
disimpulkan bahwa “Banyaknya pemohon yang kurang mengetahui
persyaratan pengambilan paspor dan belum adanya informasi kepada
pemohon terkait status permohonan paspor yang bermasalah dan
berakibat pada mundurnya penerbitan paspor.” merupakan hal yang
mendesak, sehingga jika tidak ditangani maka akan berdampak pada:
1. Lambatnya proses layanan penyerahan paspor bagi CTKI.
2. Menurunnya tingkat kepuasan pemohon karena pemohon harus bolak-balik
untuk melengkapi berkas dan tidak adanya informasi yang akurat tentang
penundaan penerbitan paspor karena bermasalah.
3. Stagnansi permasalahan yang berkelanjutan.
4. Menurunnya kualitas pelayanan publik di mata masyarakat..

3.2 Gagasan Pemecahan Isu


Merujuk pada permasalahan di atas, maka penulis mengusulkan beberapa
gagasan untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan membuat banner
berisikan informasi yang jelas tentang persyaratan pengambilan paspor serta
penerapan sistem notifikasi sms gateway berisikan informasi tentang
penundaan penerbitan paspor karena status permohonan paspor bermasalah
bagi calon tenaga kerja indonesia (CTKI) di PTSP Surabaya.

19
Untuk mewujudkan gagasan di atas, maka dibutuhkan beberapa rangkaian
kegiatan dalam pelaksanaan aktualisasi nilai-nilai dasar di tempat kerja.
Berikut adalah rangkaian kegiatan aktualisasi nila-nilai dasar.
1. Melakukan konsultasi dan diskusi dengan Kasi Perizinan dan Kasi PTSP
terkait inovasi yang akan dibuat.
2. Membuat banner berisikan informasi yang jelas tentang persyaratan
pengambilan paspor.
3. Merancang sistem notifikasi sms gateway yang berisikan informasi yang
jelas tentang penundaan penerbitan paspor karena status permohonan
bermasalah.
4. Melakukan uji coba terhadap sistem notifikasi sms gateway.
5. Melakukan sosialisasi kepada petugas penyerahan paspor terkait sistem
notifikasi sms gateway.
6. Melakukan evaluasi terhadap sistem notifikasi sms gateway dan banner.
7. Melakukan implementasi atau aktualisasi sistem notifikasi sms gateway
dan pemasangan banner.
8. Menyusun laporan Kegiatan

Diagram Alur Kerja

20
21
3.3 Matriks Rencana Kegiatan Aktualisasi
Nama : Taufiqurrahman, S.Kom
Unit Kerja : Seksi Perizinan, Bidang Lalu Lintas dan Status Keimigrasian, Pelayanan Terpadu satu Pintu (PTSP),
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya
Identifikasi isu :
1. Minimnya informasi tentang persyaratan pengambilan paspor dan status permohonan paspor yang bermasalah.
2. Banyaknya pemohon yang kurang mengetahui persyaratan pengambilan paspor dan belum adanya informasi kepada
pemohon terkait status permohonan paspor yang bermasalah dan berakibat pada mundurnya penerbitan paspor.
3. Banyak terjadinya penolakan pengambilan paspor dikarenakan kurang lengkapnya persyaratan yang harus dipenuhi
ketika akan mengambil paspor.
4. Belum tertibnya antrian pemohon saat melakukan pengambilan paspor pada loket pengambilan paspor.
5. Masih adanya penumpukan berkas permohonan paspor pada loket pengambilan paspor yang disimpan secara manual
dan diurutkan dari nomor terkecil sampai yang terbesar.

Isu yang diangkat : Minimnya Informasi tentang Persyaratan Permohonan Pengambilan Paspor dan belum adanya informasi
mengenai status permohonan paspor yang bermasalah Bagi CTKI di PTSP Surabaya.
Gagasan pemecahan isu : Pembuatan banner berisikan informasi yang jelas mengenai persyaratan pengambilan paspor serta penerapan
notifikasi sms gateway yang bertujuan memberikan informasi tentang penundaan penerbitan paspor karena status
permohonan paspor bermasalah bagi CTKI di PTSP Surabaya.

Tabel 3.3 Matriks Rencana Kegiatan Aktualisasi


Keterkaitan Kontribusi Penguatan
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Substansi Mata Terhadap Visi Nilai
Pelatihan Misi Organisasi Organisasi

22
1 2 3 4 5 6 7
1. Melakukan 1) Menghubungi 1) Terlaksananya konsultasi Nasionalisme Misi Kantor Tata nilai
(menyampaikan dan
konsultasi dan supervisor dan Kasi dengan supervisor, Kasi Imigrasi Kelas I Sinergi dapat
menghargai pendapat)
diskusi dengan Kasi Perizinan serta Kasi Perizinan dan Kasi PTSP Khusus Surabaya diperkuat
Perizinan dan Kasi PTSP untuk 2) Terlaksananya pemaparan untuk
Etika Publik
PTSP terkait inovasi konsultasi. tentang rencana “Meningkatkan
(hormat, komunikatif,
yang akan dibuat. 2) Memaparkan rencana pembuatan dan penerapan pelayanan
jelas,sopan santun)
pembuatan banner sistem notifikasi sms keimigrasian
dan penerapan sistem gateway yang prima “
Komitmen mutu
notifikasi sms 3) Mendapatkan saran dan dapat terwujud
(inovatif, kreatifitas)
gateway persetujuan dari
3) Meminta saran, supervisor, Kasi
Whole of Government
masukan dan Perizinan dan kasi PTSP.
(Koordinasi)
persetujuan dari
supervisor dan Kasi
Perizinan serta Kasi
PTSP
1 2 3 4 5 6 7

23
2. Membuat banner 1) Berkonsultasi dengan 1) Terlaksananya konsultasi Nasionalisme Misi ketiga Tata nilai
berisikan informasi supervisor dan kasi dengan (saling menghargai) Kantor Imigras Profesional
Supervisor dan kasi
yang jelas tentang perizinan tentang Kelas I Khusus dan Inovatif
perizinan tentang
persyaratan persyaratan Komitmen mutu Surabaya untuk dapat
persyaratan pengambilan
pengambilan paspor. pengambilan paspor (inovatif, kreatifitas) “Meningkatkan diperkuat.
2) Mendesain banner paspor
pelayanan
2) Terealisasinya pembuatan
bersama dengan Whole of Government
keimigrasian
desain banner.
tenaga IT (Komunikasi,koordina
3) Terealisasinya pencetakan yang prima “
3) Mencetak banner
si, kolaborasi)
banner berisikan dapat terwujud
berisikan informasi
informasi yang jelas
yang jelas tentang
tentang persyaratan
persyaratan
pengambilan paspor
pengambilan paspor

1 2 3 4 5 6 7
3. Merancang sistem 1) Berkonsultasi dengan 4) Terlaksananya konsultasi Akuntabilitas Misi Kantor Tata nilai
(Transparan,
notifikasi sms tenaga IT terkait dengan Imigras Kelas I Profesional
tenaga IT terkait bahan pertanggungjawaban)
gateway yang bahan yang Khusus dan Inovatif
yang dibutuhkan dalam
berisikan informasi dibutuhkan untuk Komitmen mutu Surabaya“Menin dapat
membuat sistem
yang jelas tentang membuat sistem (inovatif, kreatifitas) gkatkan diperkuat
24
penundaan notifikasi sms notifikasi sms gateway pelayanan
5) Terealisasinya Whole of Government
penerbitan paspor gateway (Komunikasi,koordina keimigrasian
2) Mendesain format perancangan desain
karena bermasalah. si, kolaborasi) yang prima “
sms yang berisikan format sms yang
dapat terwujud
informasi tentang berisikan informasi
penundaan penerbitan tentang penundaan
paspor karena penerbitan paspor karena
bermasalah. bermasalah.

1 2 3 4 5 6 7
4. Melakukan uji coba 1) Melakukan instalasi 1) Terlaksananya instalasi Akuntabilitas Misi ketiga Tata nilai
terhadap sistem semua bahan terkait semua bahan terkait (pertanggungjawaban) Kantor Imigras Inovatif dan
notifikasi sms sistem notifikasi sms sistem notifikasi sms Kelas I Khusus Transparan
gateway. gateway gateway Etika Publik Surabaya untuk dapat
2) Melakukan ujicoba 2) Terlaksananya uji coba
(memberikan “Meningkatkan diperkuat
berupa pengiriman pengiriman sms berisikan
informasi secara pelayanan
sms berisikan informasi penundaan
benar) keimigrasian
informasi penundaan penerbitan paspor karena
yang prima “
penerbitan paspor status permohonan
Komitmen mutu dapat terwujud
karena status bermasalah.
25
permohonan 3) Pemohohon menerima (inovatif, kreatifitas,
bermasalah. notifikasi sms berisikan orientasi mutu)
informasi penundaan
penerbitan paspor karena Whole of Government
status permohonan (komunikasi,
bermasalah. koordinasi)

Pelayanan Publik
(Responsif, efektif dan
efisien)
1 2 3 4 5 6 7
5. Melakukan Sosialisasi teknis sistem Terlaksananya sosialisasi Nasionalisme Misi ketiga Tata nilai
sosialisasi kepada notifikasi sms gateway teknis sistem notifikasi sms (saling menghargai) Kantor Imigras Sinergi dan
petugas penyerahan kepada petugas gateway kepada petugas Kelas I Khusus Transparan
paspor terkait sistem penyerahan paspor penyerahan paspor Etika Publik Surabaya untuk dapat
notifikasi sms (komunikatif, “Meningkatkan diperkuat
gateway. konsultasi, kerjasama) pelayanan
keimigrasian
Whole Of Goverment yang prima “
(koordinasi) dapat terwujud
6. Melakukan evaluasi Mengumpulkan saran Terlaksananya evaluasi Akuntabilitas Misi ketiga Tata nilai
terhadap sistem dan masukan dari terhadap sistem notifikasi (Kejelasan target, Kantor Imigras Sinergi dan
notifikasi sms petugas penyerahan sms gateway dan banner. pertanggungjawaban) Kelas I Khusus Profesional
gateway dan banner. paspor dan pemohon Surabaya untuk dapat

26
Nasionalisme “Meningkatkan diperkuat
(saling menghargai pelayanan
pendapat) keimigrasian
yang prima “
Komitmen Mutu dapat terwujud
(Berorientasi Mutu)
1 2 3 4 5 6 7
7. Melakukan 1) Meletakkan banner 1) Banner terpajang di Akuntabilitas Misi ketiga Tata nilai
implementasi atau di depan loket depan loket penyerahan (Transparan, Kantor Imigras Profesional
aktualisasi sistem penyerahan paspor paspor PTSP Surabaya pertanggungjawaban) Kelas I Khusus dan Inovatif
2) Pemohon menerima
notifikasi sms PTSP Surabaya Surabaya untuk dapat
2) Mengirimkan notifikasi sms berisikan
gateway dan Etika Publik “Meningkatkan diperkuat
notifikasi sms kepada informasi penundaan
pemasangan banner. (Integritas Tinggi) pelayanan
pemohon berisikan penerbitan paspor karena
keimigrasian
informasi penundaan status permohonan
Komitmen Mutu yang prima “
penerbitan paspor bermasalah
(Inovasi, berorientasi dapat terwujud
3) Terlaksananya evaluasi
karena status
mutu)
dan pengamatan
permohonan
berkesinambungan
bermasalah
Pelayanan Publik
3) Mengadakan evaluasi
(Partisipatif, aksesibel,
dan monitoringsecara
akuntabel, responsif)
berkesinambungan

27
1 2 3 4 5 6 7
8. Menyusun laporan 1) Mengumpulkan data 1) Terealisasinya laporan Akuntabilitas Misi ketiga Tata nilai
kegiatan dan bukti pendukung kegiatan (Transparan, Kantor Imigras Sinergi,
2) Terkumpulnya data dan
laporan pertanggungjawaban) Kelas I Khusus Akuntabel
2) Konsultasi dengan bukti pendukung laporan
Surabaya dan
3) Terlaksananya konsultasi
Kasi Perizinan
“Meningkatkan Transparan
3) Meminta persetujuan dengan Kasi Perizinan
Nasionalisme pelayanan dapat
Kasi Perizinan 4) Terealisasinya proses
(Menghargai pendapat keimigrasian diperkuat
meminta persetujuan Kasi
orang lain) yang prima “
Perizinan
dapat terwujud

Tabel 3.4 Jadwal Kegiatan Rencana Aktualisasi

September Oktober November Desember


No Kegiatan
4 1 2 3 4 1 2 3 4 1
Melakukan konsultasi dan diskusi dengan Kasi
1 Perizinan dan Kasi PTSP terkait inovasi yang akan
dibuat.
28
Membuat banner berisikan informasi yang jelas
2
tentang persyaratan pengambilan paspor.
Merancang sistem notifikasi sms gateway yang
3 berisikan informasi yang jelas tentang penundaan
penerbitan paspor karena bermasalah.
Melakukan uji coba terhadap sistem notifikasi sms
4
gateway.
Melakukan sosialisasi kepada petugas penyerahan
5
paspor terkait sistem notifikasi sms gateway.
Melakukan evaluasi terhadap sistem notifikasi
6
sms gateway dan banner.
Melakukan implementasi atau aktualisasi sistem
7
notifikasi sms gateway dan pemasangan banner.
8 Menyusun laporan kegiatan.

29