Anda di halaman 1dari 3

A.

Analisis Masalah
1. Seorang laki-laki berumur 28 tahun sekitar jam 19.00 WIB terminum cairan cuka para
sehingga mengerang kesakitan hebat di dada dan kesulitan bicara.
a. Bagaimana mekanisme pasien mengalami kesulitan bicara? Jalan nafas, ada
kemungkinan oedem (dibagian mana)

b. Organ apa saja yang terganggu?

2. Os tampak kesakitan berat, gelisah, tidak bisa bicara dan kesulitan bernafas walaupun
os telah diberikan intravena fluid drip dan oksigen.
a. Apa makna klinis dari kalimat diatas?

B. Learning Issue
1. Trauma kapitis
a. Algoritma Penegakan Diagnosis
b. Diagnosis banding
c. Pemeriksaan penunjang
d. Diagnosis kerja
e. Definisi
f. Epidemiologi
g. Etiologi
2. Intoksikasi cairan kimia
a. Klasifikasi

b. Tatalaksana
c. Edukasi dan Pencegahan
d. Komplikasi
e. Prognosis
f. SKDI
3. Anatomi sistem pernafasan

C. Daftar Pustaka

KLASIFIKASI TRAUMA KEPALA

Klasifikasi trauma kepala dibagi berdasarkan mekanisme trauma, beratnya trauma, dan morfologi trauma.

1. Mekanisme:

 Tumpul : kecepatan tinggi (kecelakaan lalu lintas) dan kecepatan rendah (jatuh, dipukul)
 Tembus/penetrasi : cedera peluru dan cedera tembus lainnya.

2. Beratnya:

 Ringan (GCS 14-15)


 Sedang (GCS 9-13)
 Berat (GCS 3-8)

3. Morfologinya:

 Fraktur tengkorak : kalvaria (linier/steleate, depresi/nondepresi, terbuka/tertutup), basis


kranii(dengan/tanpa kebocoran LCS, dengan/tanpa parese CN VII).
 Lesi intrakranial : fokal (epidural, subdural, intraserebral), difus (komosio ringan, komosio klasik, cedera
akson difus)
 PATOFISIOLOGI
 Otak terlindungi oleh lapisan tulang yang bersifat rigid. Peningkatan volume ringan pada kompartemen
intrakranial dapat ditoleransi, walaupun pada akhirnya akan meningkat secara dramatis. Terdapat
persamaan yang menggambarkan keadaan volume intrakranial, yaitu persamaan Monro-Kellie:
 V (intrakranial) = V (otak) + V (cairan serebrospinal) + V (darah)
 Pada dewasa normal, volume intrakranial adalah 1500 mL yang terdiri dari komponen otak (85-90%),
volume darah intravaskular serebral (10%), dan sisanya adalah cairan serebrospinal (<3%).
 Pada trauma kepala, edema serebral sering terjadi yang mengakibatkan peningkatan relatif dari volume
otak. Tekanan intrakranial akan meningkat kecuali terjadi kompensasi, seperti terjadi penurunan volume
dari salah satu komponen volume intrakranial lainnya. Hal ini berkaitan dengan konsep intracranial
compliance:
 Compliance = Change in volume / change in pressure

 Compliance bergantung pada index tekanan volume, pressure volume index (PVI), yang terjadi pada
kompartemen intrakranial. PVI adalah perubahan tekanan intrakranial yang terjadi saat sedikit cairan
ditambahkan ke atau ditarik dari kompartemen intrakranial. Singkatnya, otak tidak dapat mentoleransi
peninmgkatan volume intrakranial yang signifikan yang dapat disebabkan oleh suatu keadaan edema
serebral difus ataupun adanya massa seperti hematom.
 Konsep patofisiologi trauma kepala kedua adalah konsep tekanan perfusi serebral, cerebral perfusion
pressure (CPP). CPP adalah perbedaan antara tekanan rerata arterial, mean arterial pressure (MAP)
dengan tekanan intrakranial, Intracranial Pressure (ICP).
 CPP = MAP - ICP
 Aliran darah serebral (CBF) orang dewasa normal adalah konstan berkisar pada nilai MAP 50-150 mmHg.
Hal ini karena adanya otoregulasi dari arteriol yang akan berkontriksi ataupun berdilatasi. Bila MAP
kurang dari 50 mmHg atau lebih dari 150 mmHg, arteriol tak dapat melakukan otoregulasi. Hal ini
menyebabkan CBF menjadi tidak konstan, tetapi bergantung pada CPP. Bila MAP < 50 mmHg berlangsung
lama dapat menyebabkan keadaan iskemia karena insufisiensi aliran darah ke otak, sedangkan bila MAP >
160 mmHg dapat menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial.