Anda di halaman 1dari 5

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMPN 160 Jakarta


Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VII/I
Materi : Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel
Alokasi Waktu : 2×40 menit

A. Kompetensi Inti
KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan
prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian
tampak mata.
KI 4 : Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak
(menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang)
sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)


Kompetensi Dasar (KD)
3.6 Menjelaskan persamaan dan 4.6 Menyelesaikan masalah
pertidaksamaan linear satu yang berkaitan dengan
variabel dan penyelesaiannya. persamaan dan
pertidaksamaan linear
satu variabel.
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
3.6.2 Menyelesaikan Persamaan 4.6.2 Menyelesaikan masalah
Linear Satu Variabel sehari-hari yang
Menggunakan Penjumlahan berkaitan dengan
atau Pengurangan persamaan linear satu
variabel

C. Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran, peserta didik dapat:
1. Menyelesaikan Persamaan Linear Satu Variabel Menggunakan
Penjumlahan Atau Pengurangan dengan benar
2. Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan persamaan dan
pertidaksamaan linear satu variable dengan tepat.
D. Materi Ajar
Fakta: Sebanyak 24 siswa tereliminasi dalam babak penyisihan pada
pemilihan siswa berprestasi. Babak penyisihan ini menyisakan 96
siswa untuk babak berikutnya. Tuliskan persamaan yang dapat kalian
gunakan untuk menentukan banyak siswa yang mengikuti pemilihan
siswa berprestasi semula.
Konsep: Persamaan Linear satu variable adalah kalimat terbuka yang
dihubungkan dengan tanda samadengan (=) dan hanya mempunyai
satu variable berpangkat satu. Bentuk umum persamaan linear satu
variable adalah 𝑎𝑥 + 𝑏 = 0, dengan 𝑎 dan 𝑏 bilangan bulat bukan nol.
Prosedural:
1. Menyelesaikan persamaan dengan penjumlahan atau pengurangan
2. Menyelesaikan masalah sehari-hari menggunakan konsep
penyelesaian PLSV

E. Metode Pembelajaran
1. Model Pembelajaran : Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan)
2. Pendekatan : Scientific Learning
3. Metode : Diskusi dan Penugasan

F. Media Pembelajaran
1. LCD projector,
2. Laptop,
3. Bahan Tayang
4. LKPD
5. Alat Peraga

G. Sumber Belajar
a. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Buku Siswa Mata
Pelajaran Matematika. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan. Hal 245-274
b. Modul/bahan ajar,

H. Langkah-langkahPembelajaran
Kegiatan Pendahuluan Waktu
Orientasi 10
1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa Menit
untuk memulai pembelajaran
2. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
3. Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam
mengawali kegiatan pembelajaran dengan cara meminta
peserta didik membersihkan papan tulis dan merapikan
tempat duduk dan menyiapkan buku pelajaran dan buku
referensi yang relevan serta alat tulis yang diperlukan.
Apersepsi
4. Melalui kegiatan tanya jawab guru mengingatkan kembali
materi prasyarat tentang konsep variable, koefisien dan
konstanta yang telah di pelajari pada materi bentuk aljabar.
Motivasi
5. Memotivasi peserta didik dengan menyampaikan tujuan
pembelajaran yaitu setelah mengikuti kegiatan
pembelajaran dengan aktif Peserta didik dapat :
a. Menyelesaikan persamaan linier satu variabel dengan
penjumlahan atau pengurangan
b. Menyelesaikan masalah sehari-hari, menggunakan
konsep PLSV
6. Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari
materi PLSV dalam kehidupan sehari-hari. Dengan
memahami konsep penyelesaian PLSV dapat memudahkan
dalam menghitung harga satuan dari barang yang kita beli.
Contoh : Rico dan Rino memiliki uang masing-masing
Rp.20.000,- dan keduanya membelanjakan uang tersebut di
koperasi sekolah. Rico membeli empat pena dan mendapat
kembalian Rp.4.000,- kemudian Rino membeli 3 pena dan
mendapatkan kembalian Rp.8.000,-.Berapakah harga
sebuah pena tersebut?
Dari permasalahan tersebut, dapat diselesaikan
menggunakan konsep penyelesaian PLSV.

Pemberian Acuan
7. Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada
pertemuan saat itu yaitu menyelesaikan persamaan linear
satu variable dengan penjumlahan atau pengurangan
8. Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar
sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
9. Membagi Peserta didik kedalam beberapa kelompok
belajar yang beranggotakan 4 – 5 siswa lalu membagikan
bahan ajar dan LKPD dan alat peraga yang telah disipkan.
Kegiatan Inti Waktu
Fase I : Pemberian Rangsangan 55’
10. Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk
memusatkan perhatian pada topik materi menyelesaikan
PLSV dengan penjumlahan atau pengurangan dengan cara
Mengamati Tayangan power point tentang contoh –
contoh penyelesaian PLSV dengan penjumlahan atau
pengurangan yaitu mengamati timbangan.

Fase II : Identifikasi Masalah


11. Guru memberikan kesempatan pada setiap kelompok untuk
mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang
berkaitan dengan tayangan power point yang disajikan
dan akan dijawab melalui kegiatan belajar.
12. Guru memberikan konfirmasi atas pertanyaan atau
tanggapan siswa tersebut
Fase III : pengumpulan Data
13. Setiap kelompok mendiskusikan permasalahan yang ada
pada LKPD berbantuan alat peraga papan kesetimbangan
14. Peserta didik dibawah bimbingan pendidik mengumpulkan
data/informasi melalui diskusi kelompok, membaca buku
siswa, membaca bahan ajar untuk menemukan solusi
terkait pertanyaan-pertanyaan dalam lembar kerja.

Fase IV : Pengolahan Data


15. Pendidik membimbing peserta didik untuk menentukan
penyelesaian masalah yang paling tepat dari berbagai
alternatif pemecahan masalah
16. Pendidik mendorong peserta didik untuk secara aktif
terlibat dalam diskusi kelompok serta saling bantu untuk
menyelesaikan masalah
17. Selama peserta didik bekerja di dalam kelompok, pendidik
memperhatikan dan mendorong semua peserta didik untuk
terlibat diskusi, dan mengarahkan bila ada kelompok yang
melenceng jauh pekerjaannya dan bertanya apabila ada
yang belum dipahami, bila diperlukan pendidik
memberikan bantuan secara klasikal

Fase V : Pembuktian
18. Salah satu kelompok dipilih secara acak untuk
menyampaikan hasil diskusi berupa kesimpulan kelompok
secara lisan.
19. Pendidik dan peserta didik lainnya memberikan umpan
balik terhadap kelompok yang mempresentasikan hasil
kerjanya di depan kelas.
20. Dengan bimbingan guru peserta didik menuliskan
rangkuman dari kegiatan pembelajaran yang telah
dilakukan.
21. Memberikan penghargaan kepada kelompok yang
memiliki kinerja dan kerjasama yang baik
22. Untuk memberi penguatan materi yang telah dipelajari,
guru memberikan arahan untuk mencari referensi terkait
materi yang telah dipelajari baik melalui buku-
buku di perpustakaan atau mencari di internet.

Kegiatan Penutup Waktu


23. Peserta didik mengerjakan soal tes Formatif yang 15’
dibagikan pendidik dengan teliti.
24. Dengan arahan Pendidik, peserta didik memeriksa
jawaban soal tes formatifnya dan memberikan skor sesuai
dengan pembobotan dengan jujur.
25. Pendidik menginformasikan tentang materi pada
pertemuan berikutnya.
26. Kegiatan pembelajaran ditutup dengan doa dan diakhiri
dengan salam penutup.
I. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
1. Teknik Penilaian
a. Sikap
Obeservasi ( Jurnal )
b. Pengetahuan
Tes Tertulis (uraian)
c. Keterampilan
Portofolio / unjuk kerja Laporan tertulis hasil diskusi kelompok

2. Instrumen Penilaian
Pertemuan Pertama (Terlampir)

Jakarta, 22 November 2018


Guru Pamong Mahasiswa PPL,

Neneng Sutiah, S.Pd. Rico Septiawan, S.Pd.


Nip.196604021994122001 No.pes. 18120618010064

Mengetahui,
Kepala SMP Negeri 160 Jakarta

Herda Linda Sirait, M.Pd.


Nip. 196206301987032006