Anda di halaman 1dari 6

Pelestarian Satwa

Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat terus berupaya membantu
pelestarian habitat hewan langka macan tutul dan tanaman gandaria.

“Kuantitas dan kualitas lingkungan kian memburuk sehingga habitat flora dan fauna semakin
langka dan terancam. Di Jabar sendiri, kami komit menjaga habitat macan tutul dan tanaman
gandaria,” kata Kepala BPLHD Jabar, Setiawan Wangsaatmaja, di Bandung, Sabtu (8/11).

Salah satu upaya dari BPLHD antara lain dengan turut serta mempertahankan kondisi hutan di
Taman Nasional Gunung Halimun di Kabupaten Sukabumi, di mana saat ini terdapat tiga pasang
macan tutul.

Macan tutul merupakan salah satu jenis hewan khas Jawa Barat yang dilindungi. Habitat macan
tersebut terus terdesak sehingga keaslian hutan Taman Nasional Gunung Halimun harus tetap
dipertahankan.

Setiawan menyebutkan, lahan kritis di Jawa Barat saat ini mencapai 400 ribu hektare tersebar di
seluruh tanah Pasundan. Kondisinya rusak berat, sedang dan ringan, namun kecenderungan
kerusakannya terus meningkat.

“Melihat kenyataan itu, perlu langkah-langkah penyelamatan satwa dan puspa langka yang
melibatkan semua pihak. Gerakan rehabilitasi lahan kritis (GRLK) perlu terus dilakukan,” kata
Setiawan.

Terkait penyelamatan satwa dan puspa khas daerah, kata Setiawan, harus melibatkan seluruh
komponen masyarakat. “Bila keberadaan jenis satwa dan puspa bisa dipertahankan, maka itu
akan berkontribusi terhadap potensi ekonomi daerah. Semuanya bisa menjadi potensi daerah,”
katanya.

Ia menyebutkan beberapa langkah yang harus diambil untuk menyelamatkan kelestarian satwa
dan puspa khas daeran, antara lain melakukan konservasi dan membina masyarakat untuk secara
sadar mengenal serta menjaga berbagai jenis satwa dan puspa yang ada di daerah masing-
masing.
Orangutan Sumatera Terancam Punah

Indonesia merupakan negara agraris yang kaya dengan sumber daya alam dan merupakan
negara kepulauan yang berada di iklim tropis. Hal ini menyebabkan Indonesia mempunyai
berbagai macam flora dan fauna. Selain itu di Indonesia juga terdapat beberapa hewan langka
dan hewan endemik serta tumbuh-tumbuhan langka yang tidak ada di negara lain. Tetapi spesies
langka tersebut sekarang sudah mulai terancam dan hampir punah. Kepunahan suatu jenis hewan
atau tumbuhan bukanlah hal baru lagi saat ini. Semua mahluk hidup pasti akan mengalami
kematian, baik itu manusia, tumbuhan maupun hewan. Kepunahan seluruh makhluk hidup hanya
akan terjadi pada hari kiamat kelak, tetapi kepunahan spesies tertentu sudah banyak terjadi.
Penyebab kepunahan satu spesies bisa disebabkan oleh alam berupa bencana alam, perubahan
iklim yang menyebabkan hewan tersebut tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya
dan bisa juga disebabkan oleh manusia. Peranan manusia dalam kepunahan hewan tidaklah kalah
besar pengaruhnya dengan peranan alam. Ironis bagi Indonesia, dari daftar sepuluh spesies
terancam punah yang dikeluarkan jurnal Live Science Agustus 2012, dua di antaranya berasal
dari Indonesia. Hewan yang terancam punah tersebut adalah badak sumatera dan orangutan
sumatera. Kemungkinan beberapa tahun ke depan hewan tersebut akan punah. Jika hal tersebut
terjadi akan berkurang lagi dari sekian banyak hewan yang ada di Nusantara.

Orangutan merupakan satu-satunya dari empat taksa kera besar yang hidup di Asia, sementara
tiga kerabatnya yang lain, yaitu; gorila, chimpanzee dan bonobo hidup di benua Afrika. Terdapat
dua jenis orangutan, yaitu orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang penyebarannya terbatas pada
bagian utara Sumatera dan orangutan Borneo (Pongo pygmaeus), yang masih terdapat di
beberapa tempat yang merupakan kantong-kantong habitat di Sabah dan Sarawak terutama di
daerah rawa gambut serta hutan dipterokarp dataran rendah di bagian barat daya Kalimantan
antara Sungai Kapuas dan Sungai Barito (propinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah),
serta sebelah timur Sungai Mahakam ke arah utara (provinsi Kalimantan Timur dan Sabah).
Indonesia memiliki posisi yang sangat penting dalam konservasi orangutan di dunia, karena
sebagian besar populasi orangutan yang masih bertahan hidup hingga saat ini berada di wilayah
Republik Indonesia.
Arboretum Nyaru Menteng Kaya Akan Flora & Fauna

GriyaWisata.Com-Arboretum Nyaru Menteng adalah sebuah kawasan hutan yang di dalamnya


terdapat banyak spisies flora dan fauna, yang menjadi objek wisata menarik di kota tersebut ,Di
lokasi ini banyak terdapat koleksi kehutanan dengan berbagai jenis seperti tanaman geronggang,
meranti, cemara, dan tampan ,terdapat juga proyek reintroduksi sekitar 200 ekor
orangutan.Sebagai objek wisata alam yang juga sebagai wilayah konservasi dan penelitian
tanaman langka, yang berlokasi di Kelurahan Tumbang Tahay Kecamatan Bukit Batu Palangka
Raya (Km 28 dari Palangkaraya menuju Kabupaten Katingan).

Arboretum Nyaru Menteng dengan luas 65,2 hektare yang merupakan bagian dari bumi
perkemahan pramuka adalah kawasan pelestarian plasma nutfah ekosistem hutan rawa di
Propinsi Kalteng.Flora dan Fauna hidup kawasan Arboretum Nyaru Menteng ini adalah jenis-
jenis yang tumbuh dalam ekosistem hutan rawa.

Flora dan Fauna


Jenis pohon yang tumbuh di Arboretum Nyaru Menteng dapat digolongkan ke dalam 43 famili
dengan jumlah species sebanyak 139 jenis.antara lain Ramin (Gonistylus bancanus), Meranti
rawa (Shorea spp), Mahang (Macaranga maingayi), Geronggang (Cratoxylon arborescens),
Makakang (Melastoma sp), Kapur Naga (Dryobalanop sp), Kempas (Koompasia malaccensis),
Rengas (Gluta Rengas), Palawan (Tristania maingayi), Belangiran (Shorea balangeran), Punak
(Tretramerista glabra). Pohon yang tergolong langka di Arboretum Nyaru Menteng adalah
Terentang (Camnospermum sp), Mentibu (Dactylocladus stenostachys), Bintangur
(Callophyllum sp), Jelutung (Dyera costulata), Agathis (Agathis sp), Bangkirai (Hopea sp),
Gelam Tikus (Melaleuca leucadendron), Jambu-jambu (Eugenia sp) dan Tumih (Combretocarpus
rotundotus).
Pembentukan Team Ekspedisi Penyelamat Fauna dan Flora
di Gunung Api Purba

Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran yang merupakan tempat


tujuan wisata baru (the new destination) yang berada di Desa Nglanggeran,
Patuk, Gunungkidul, DIY ternyata memiliki berbagai aneka macam jenis flora
dan fauna. Hal tersebut menjadikan sumber inisiatif bagi karang taruna
setempat (karang Taruna Bukit Putra Mandiri) untuk bisa menginventarisir
dan juga selalu menjaga keunikan dan selalu melestarikannya tanpa
diganggu oleh orang-orang tidak bertanggungjawab.

Sebagai upaya untuk penyelamatan lingkungan dan juga petugas pendata


dari keaneka ragaman flora dan fauna yang ada maka Karang Taruna Bukit
Putra Mandiri secara inisiatif sendiri membentuk sebuah team pencari fakta
dan juga team penyelamat. Disebut team pencari fakta karena karang
taruna selaku pengelola kawasan ekowisata ingin membuktikan dan
mencoba mendapatkan gambar harimau, fauna langka yang masih sering
disebut-sebut oleh warga masyarakat masih ada di Gunung Api Purba. Tidak
hanya satu atau dua orang menyebutkan masih adanya “harimau loreng”
yang berada di sekitar Gunung Api Purba sebelah timur didalam gua. Namun
hanya orang-orang tertentu yang sedang mencari rumput saja secara tidak
sengaja melihatnya karena lokasi yang diyakini tempat tinggal dari harimau
ini jauh dari jalur pendakian dan rute menuju puncak Gunung Api Purba.

Karang Taruna Bukit Putra Mandiri membentuk team ekspedisi ini sejak
Minggu 4 April 2010 (disekretariat karang taruna) pada saat rapat koordinasi
dan melakukan pembahasan program kerja serta evaluasi dalam
pengelolaan kawasan Ekowisata Gunung Api Purba yang semakin rame
dikunjungi oleh wisatawan. Team Ekspedisi Pencari fakta dan Penyelamat ini
terdiri dari 8 orang yang diketuai oleh Triyanto dan beranggotakan Suranto,
Sugeng Handoko, Triana, Aris Budiyono, Heru Purwanto, Sutoyo, dan Sutikno.
Adapun tugas dari team ini adalah :

a. Mengidentifikasi dan mencatatat beberapa hasil temuan dari flora dan


fauna di Gunung Api Purba Nglanggeran.
b. Melakukan pengawasan dan juga perlindungan terhadap segala flora
dan fauna yang ada di Kawasan Ekowisata dan umumnya di Desa
Nglanggeran.
c. Menyusun aturan-aturan terkait perlindungan dari flora dan fauna yang
ada.
d. Menginformasikan segala macam bentuk informasi tentang flora dan
fauna yang ada kepada pengunjung dan wisatawan serta mengajak
untuk selalu melestarikan lingkungan karena dari anggota team ini
juga termasuk dalam pemandu wisata.
e. Melakukan kerjasama dengan berbagai pihak terkait penyelamatan
lingkungan
f. Memberikan motifasi dan ajakan kepada seluruh anggota karang
taruna untuk menjaga dan selalu merawat dari tanaman yang ditanam
wisatawan yang merupakan salah satu paket wisata dan juga tanaman
yang ditanam oleh anggota karang taruna.
g. Dll

UPAYA PELESTARIAN HEWAN DAN TUMBUHAN


Flora dan fauna adalah kekayaan alam yang dapat diperbaharui dan sangat berguna bagi
kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya di bumi. Untuk melindungi binatang dan
tanaman yang dirasa perlu dilindungi dari kerusakan maupun kepunahan, dapat dilakukan
beberapa macam upaya manusia dengan Undang-Undang, yaitu seperti :

1. Suaka Margasatwa
Suaka margasatwa adalah suatu perlindungan yang diberikan kepada hewan/binatang yang
hampir punah. Contoh : harimau, komodo, tapir, orangutan, dan lain sebagainya. contoh suaka
margastwa Muara Angke.

2. Cagar Alam
Pengertian/definisi cagar alam adalah suatu tempat yang dilindungi baik dari segi tanaman
maupun binatang yang hidup di dalamnya yang nantinya dapat dipergunakan untuk berbagai
keperluan di masa kini dan masa mendatang. Contoh : cagar alam ujung kulon, cagar alam way
kambas, dsb.

3. Perlindungan Hutan
Perlindungan hutan adalah suatu perlindungan yang diberikan kepada hutan agar tetap terjaga
dari kerusakan. Contoh : hutan lindung, hutan wisata, hutan buru, dan lain sebagainya.

Hutan Wisata Punti Kayu di Sumsel


Hutan Wisata Malino,Kab. Gowa – Sulsel

4. Taman Nasional
Taman nasional adalah perlindungan yang diberikan kepada suatu daerah yang luas yang
meliputi sarana dan prasarana pariwisata di dalamnya. Taman nasional lorentz, taman nasional
komodo, taman nasional gunung leuser, dll.
5. Taman Laut
Taman laut adalah suatu laut yang dilindungi oleh undang-undang sebagai teknik upaya untuk
melindungi kelestariannya dengan bentuk cagar alam, suaka margasatwa, taman wisata, dsb.
Contoh : Taman laut bunaken, taman laut taka bonerate, taman laut selat pantar, taman laut
togean, dan banyak lagi contoh lainnya.

6. Kebun Binatang / Kebun Raya


Kebun raya atau kebun binatang yaitu adalah suatu perlindungan lokasi yang dijadikan sebagai
tempat obyek penelitian atau objek wisata yang memiliki koleksi flora dan atau fauna yang
masih hidup.