Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH TEKNIK PENYEDIAAN AIR INDUSTRI

AMDK (AIR MINUM DALAM KEMASAN)

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas TPAI


Oleh :

1. Elin Siswati 21030115060047


2. Putri Noor Syahila Sutejo 21030115060053
3. Nofiyanti 21030115060056
4. Dwi Kristanto 21030115060058
5. Billie Dzaky Y 21030115060072
6. Qurrotun A’yuni Khoirun Nisa’ 21030115060083
7. Arganesa Erniko P 21030115060087

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA


DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI
SEKOLAH VOKASI
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2017

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan
Makalah ini yang berjudul “Air minum dalam kemasan” untuk memenuhi tugas
kelompok matakuliah Teknik Penyediaan Air Industri.

Harapan kami semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu
acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca, serta makalah ini membantu
menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami
harapkan demi kesempurnaan makalah ini, sehingga kami dapat memperbaiki
bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Akhir kata,
kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam
penyusunan makalah ini dari awal hingga akhir.

Semarang, 30 Oktober 2017

Penyusun

ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................................1
KATA PENGANTAR .............................................................................................2
1.1 DAFTAR ISI ................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN
1.2 Latar Belakang………………...………………………………………......4
1.3 Rumusan Masalah........................................................................................5
1.4 Tujuan...........................................................................................................5
BAB II ISI
2.1 Pengertian Air Minum dalam Kemasan.......................................................6
2.2 Dampak Air Minum dalam Kemasan...........................................................6
2.3 Cara Memilih AMDK yang Baik.................................................................7
BAB III PROSES PRODUKSI AIR MINUM DALAM KEMASAN PT
INDOTIRTA JAYA ABADI
3.1 Sejarah Perusahaan........................................................................................9
3.2 Lokasi Perusahaan.........................................................................................9
3.3 Spesifikasi Produk.......................................................................................10
3.4 Proses Produksi...........................................................................................11
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan..................................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Air merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat penting bagi
kehidupan manusia di dunia ini. Air digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup
sehari-hari di segala aspek misalnya pada pertanian dan industri. Dengan
demikian keberadaan air dalam kehidupan perlu dijaga dan dilestarikan untuk
kelangsungan kehidupan manusia itu sendiri. Air memiliki peranan yang sangat
penting bagi kelangsungan hidup manusia karena tanpa air tidaklah mungkin ada
kehidupan. Akan tetapi tidak semua orang dapat berpikir dengan bijak dalam
menggunakan dan mengolah air untuk kehidupannya.
Air minum kemasan atau dengan istilah AMDK (Air Minum Dalam
Kemasan), merupakan air minum yang siap dikonsumsi secara langsung tanpa
harus melalui proses pemanasan terlebih dahulu. Air minum dalam kemasan
merupakan air yang dikemas dalam berbagai bentuk wadah 19 ltr atau 5 galon ,
1500 ml / 600 ml ( bottle), 240 ml /220 ml (cup). Air kemasan diproses dalam
beberapa tahap baik menggunakan proses pemurnian air (Reverse Osmosis /
Tanpa Mineral) maupun proses biasa Water treatment processing (Mineral),
dimana sumber air yang digunakan untuk Air kemasan mineral berasal dari mata
air pengunungan, Untuk Air kemasan Non mineral biasanya dapat juga digunakan
dengan sumber mata air tanah / mata air pengunungan.
Saat ini air minum dalam kemasan (AMDK) masih mendominasi pangsa
pasar minuman ringan di Indonesia dengan persentase sebesar (84,1%) kemudian
diikuti oleh minuman teh cepat saji (8,9%), minuman berkarbonasi (3,5%) dan
minuman ringan lainnya (3,5%). Proses Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)
harus melalui proses tahapan baik secara klinis maupun secara hukum, secara
higines klinis biasanya disahkan menurut peraturan pemerintah memalui
Departemen Badan Balai Pengawasan Obat Dan Makanan ( Badan POM RI) baik
dari segi kimia , fisika, microbiologi, dll. Tahapan secara hukum biasanya melalui
proses pengukuhan merek dagang, hak paten, sertifikasi dan assosiasi yang mana
keseluruhannya mengacu pada peraturan pemerintah melalui DEPERINDAG,
Untuk SNI (Standar Nasional Indonesia), Merek Dagang dll. Untuk masalah air

1
kemasan tentang Hak Cipta, Hak Paten Merek dll biasanya melalui instansi
KEHAKIMAN untuk pengurusan paten merekjenis barang dll.
(Arwaniyyah,2012)
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa itu Air AMDK?
1.2.2 Bagaimana proses pengolahan air minum dalam kemasan?
1.2.3 Dari mana sumber bahan baku air minum dalam kemasan?
1.2.4 Apa saja dampak yang ditimbulkan dari AMDK?
1.2.5 Bagaimana cara memilih AMDK yang baik?
1.3 Tujuan
1.3.1 Dapat mengetahui apa itu AMDK
1.3.2 Dapat mengetahui proses pengolahan air minum dalam kemasan
1.3.3 Dapat mengetahui dampak yang ditimbulkan dari AMDK
1.3.4 Dapat mengetahui cara memilih AMDK dengan baik

2
BAB II
ISI

2.1 Pengertian Air Minum Dalam Kemasan


Air minum kemasan atau dengan istilah AMDK (Air Minum Dalam
Kemasan), merupakan air minum yang siap di konsumsi secara langsung tanpa
harus melalui proses pemanasan terlebih dahulu. Air minum dalam kemasan
merupakan air yang dikemas dalam berbagai bentuk wadah 19 ltr atau 5 galon ,
1500 ml / 600 ml ( bottle), 240 ml /220 ml (cup).
Hal ini tentu mendorong berkembangnya industri produk Air Minum
Dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia yang notabene lebih menarik, lebih
praktis dan lebih disukai masyarakat dengan berbagai macam rasa. Sehingga
banyak terjadi persaingan bagaimana memproduksi air minum yang layak
dikonsumsi masayarakat. Di masyarakat AMDK sering disebut air mineral
maupun air murni yang masih dianggap sama oleh beberapa kalangan masyarakat.
Berdasarkan SNI 01-3553-2006 Air minum Dalam Kemasan (AMDK)
adalah air baku yang telah diproses, dikemas, dan aman diminum mencakup air
mineral dan demineral/air murni. Air Mineral adalah AMDK yang mengandung
mineral dalam jumlah tertentu tanpa menambahkan mineral. Sedangkan Air
Demineral/Air Murni/Non Mineral adalah air minum dalam kemasan yang
diperoleh melalui proses pemurnian seperti destilasi, deionisasi, reverse osmosis
dan proses setara. Dari definisi tersebut jelas bahwa keduanya merupakan air baku
yaitu air yang telah memenuhi persyaratan kualitas air bersih sesuai aturan yang
berlaku.
(Triwidyawati,2009)
2.2 Dampak dari Air Minum Dalam Kemasan
Pada dasarnya, kebutuhan air minum yang bersih dan sehat dapat dipenuhi
sendiri yaitu dengan cara memasak air bersih sampai mendidih. Namun, memasak
air minum sendiri dinilai tidak praktis dan ketinggalan zaman, tuntutan masyrakat
sekarang ini adalah mendapatkan air minum yang siap pakai bersih dan sehat
dengan harga murah. Maka dari itu masyarakat zaman sekarang pasti lebih
memilih air minum dalam kemasan untuk kebutuhan air minum sehari-hari

3
dibandingkan dengan air yang dimasak. Tetapi dalam menggunakan air minum
dalam kemasan, kita perlu mengetahui sisi positif dan negatif AMDK tersebut.
Adapun sisi positifnya adalah:
a) Praktis
b) Lebih higienis
c) Mudah didapat
d) Karena dengan adanya perkembangan teknologi, maka lebih diyakini
kebersihannya.
Sisi negatif dari AMDK adalah:
a) Prosesnya yang menggunakan kimia plastic
b) Adanya bakteri berbahaya
c) Kualitas buruk
d) Harga yang terlalu mahal
e) Membuat bibir cepat keriput
f) Memicu obesitas
(Aulya,2016)
2.3 Cara Memilih AMDK Yang Baik
Tidak semuanya air minum dalam kemasan memiliki kualitas baik dan
layak minum. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika kita bersikap hati-hati atau
waspada jika ingin mengonsumsi air minum dalam kemasan. Berikut beberapa
tips yang mungkin berguna saat membeli produk air minum dalam kemasan,
antara lain:
a. Pilihlah produk minuman yang tidak memiliki banyak gelembung kecil
udara di dalam kemasannya. Karena gelembung udara bisa menjadi
indikator bahwa kemasan minuman tersebut terbuat dari bahan yang murah
dan tidak berkualitas baik.
b. Untuk minuman dari kotak karton, seperti susu, teh, atau jus buah, pastikan
mereka dibungkus dengan menggunakan kemasan tetrapak. Mengapa?
Karena kemasan tetrapak telah mengalami proses pensterilan yang terpisah
antara bahan dan kemasan, sehingga dapat menekan risiko pencemaran
oleh zat tertentu. Selain itu, produk dengan kemasan tetrapak mampu

4
bertahan selama 8-12 bulan setelah tanggal produksi, meski tanpa disimpan
di dalam lemari pendingin sekalipun.
c. Hindari meletakkan minuman kemasan (terutama untuk kemasan dari
plastik) kita di tempat yang bisa terpapar sinar matahari atau panas dalam
waktu yang lama. Sebab peningkatan suhu dapat membuat monomer lebih
cepat melakukan pencemaran pada minuman.
d. Pastikan bentuk kemasan minuman yang kita beli tidak rusak. Sebab
bentuk yang tidak sempurna bisa mengartikan produk tersebut sering
terpaparan panas dalam waktu yang lama.
e. Pilihlah produk dengan kemasan yang terbuat dari botol gelas berkualitas
tinggi. Selain lebih aman bisa digunakan ulang dan bisa mengurangi
sampah juga.
f. Selalu perhatikan tanggal kadaluarsa produk terlebih dahulu sebelum
membelinya.
Jika sudah selesai meminum-minuman kemasan tersebut, jangan lupa untuk
membuang sampahnya di tempat sampah yang sesuai. Dan lebih bagus lagi
kalau botol atau gelas bekas kemasannya bisa kita daur ulang.
(Ridwan,2013)

5
BAB III
PROSES PRODUKSI AIR MINUM DALAM KEMASAN
PT INDOTIRTA JAYA ABADI

3.1 Sejarah Perusahaan


PT. Indotirta Jaya Abadi didirikan oleh Oenny Jauwhannes pada tanggal
25 April 1984. Pada awalnya perusahaan ini memproduksi teh dalam botol merk
“Indoteh Crown”. Teh dalam kemasan botol kaca ini diproduksi secara manual
dan sederhana dengan penjualan sebagian Jawa Tengah. PT. Indotirta Jaya Abadi
merupakan salah satu perusahaan yang berada di bawah naungan Inti Indomulti
Corpora (IMC) yang memproduksi minuman ringan. Anak cabang Inti Indomulti
Corpora (IMC) selain PT. Indotirta Jaya Abadi yaitu PT. Johannes Traco sebagai
distributor satu-satunya untuk produk “Aguaria”, PT. Indomulti Plasindo yang
memproduksi plastik untuk cup, botol, handle botol, dll untuk kemasan AMDK,
PT. Indotirta Sejuk Abadi sebagai produsen “Aguaria” di Sukabumi, PT.
Indoagung Surya Motor, serta PT. Mitra Kian Mandiri sebagai produsen
“Aguaria” di Makassar. Hingga saat ini PT. Indotirta Jaya Abadi telah
mendistribusikan produk-produk di pulau Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Irian
Jaya, dan Timor timur, serta didukung oleh kekuatan distribusi lebih dari 60
cabang tersebar di seluruh indonesia. Bapak Oenny ingin menjaga kualitas produk
“Aguaria” agar tetap menjadi milik nasional karena banyak brand nasional yang
sekarang jatuh ke tangan orang asing.

3.2 Lokasi Perusahaan


PT. Indotirta Jaya Abadi terletak di Jalan Majapahit Nomor 765 Km 11,
Semarang dengan luas area 7,2 hektar. Selain PT. Indotirta Jaya Abadi,
perusahaan lain dibawah naungan IMC seperti PT. J. Traco yang bergerak di
bidang distribusi produk PT. Indotirta Jaya Abadi, dan PT. Indomulti Plasindo
yang bergerak di bidang produksi plastik untuk kemasan produk AMDK PT.
Indotirta Jaya juga menempati lokasi yang sama. PT. Indotirta Jaya Abadi sendiri
menempati sekitar 2 hektar dari keseluruhan area. Pemilihan lokasi PT. Indotirta
Jaya Abadi didasarkan pada pertimbangan berupa lokasinya yang dinilai dekat

6
dengan Pantai Utara Jawa yang juga sebagai alur distribusi sebagian besar produk
PT. Indotirta Jaya Abadi.

3.3 Spesifikasi Produk


PT. Indotirta Jaya Abadi merupakan produsen minuman ringan di Jawa
Tengah yang telah mengeluarkan berbagai macam produk, seperti AMDK
(Aguaria dan Sega), teh botol, teh wangi kering, dan minuman rasa buah siap
minum. Berikut ini merupakan beberapa produk yang diproduksi oleh PT
Indotirta Jaya Abadi seperti yang dapat dilihat di Tabel 1 :
Tabel 1. Air Minum Dalam Kemasan

No Nama Gambar keterangan


1. Galon Galon 19 liter yang
hanya di produksi di
pabrik yang terletak di
Ungaran

2. Botol Aguaria botol 600 ml.

Aquaria botol 330 ml


dengan desai bentuk
khusus.
Sasaran pasaranya
adalah cafe,restoran dan
hotel.

7
3. Cup Aquaria cup 240 ml

3.4 Proses Produksi


1) Pengolahan Air
Proses produksi Air Minum Dalam Kemasan yang di PT. Indotirta Jaya
Abadi dilakukan dalam beberapa tahapan. Berikut ini merupakan diagram
alir proses produksi AMDK yang dapat dilihat pada Gambar dibawah ini

Gambar 1 Diagram Alir Proses produksi AMDK

8
Alur proses produksi AMDK dimulai dari water treatment. Prinsip dari
pengolahan air ini adalah dengan filtrasi dan desinfeksi. Water treatment meliputi
bak penampungan, klorinasi, sand filter, carbon filter, filter micron, Reverese
Osmosis, injeksi ozon, tanki reaksi, tangki spiral dan gravity. Air baku ini
diangkut dari mata air dengan menggunakan tanki yang terbuat dari stainless steel
yang tidak mudah berkarat. Selain dari air sumber Gunung Keji, pada pertengahan
tahun 2012 PT. Indotirta Jaya Abadi juga membangun sebuah sumur artetis. Air
artetis akan digunakan juga sebagai bahan baku produk AMDK. Proses produksi
air yang digunakan berasal dari 2 sumber ini akan dicampur dan digunakan
sebagai bahan baku produk. Awal proses di water treatment adalah dengan
memompa air artetis masuk ke sand filter untuk disaring partikelnya yang
berukuran besar menggunakan pasir silika. Pasir silika ini diletakkan di atas
stainer dan air yang sudah bebas dari kontaminan akan lolos saring.

Gambar 2. Sumber Mata Air di Gunung Keji dan


Truk Pengangkut Air Baku
Kemudian air dialirkan menuju bak penampungan pertama. Pada bak
penampungan pertama ini terdapat proses pengendapan dan klorinasi. Setelah
melewati bak penampungan air dialirkan menuju ke filter micron yang berukuran
5 mikron yang mempunyai fungsi untuk menyaring mikroorganisme yang masih
ada dalam air. Selanjutnya, air dialirkan ke carbon filter untuk menghilangkan
warna, rasa dan bau yang tidak diinginkan. Air dalam carbon filter ini juga harus
dipastikan telah terbebas dari klorin. Carbon filter merupakan karbon aktif yang
berfungsi untuk menyerap racun, bau, rasa dan warna yang ditimbulkan akibat
klorinasi. Lalu masuk ke tahap RO (Reverse Osmosis) yaitu proses dimana air

9
yang berasal dari sumur artetis tadi dipisahkan dari mineralnya. Tahap ini
merupakan tahapan terakhir sebelum nantinya air ini dicampur dengan air sumber.
Sedangkan untuk proses yang terjadi pada air sumber adalah mula-mula air
baku yaitu yang berasal dari Gunung Keji yang diangkut menggunakan truk tanki.
Sesampainya di pabrik, setiap tangki harus melalui pos satpam dan setiap tangki
harus melalui uji laboratorium Quality Control (QC). Jika telah lulus uji maka
sampel dapat dituang ke dalam bak penampung. Dalam bak penampung ini terjadi
klorinasi untuk membunuh bakteri dan mengendapkan kotoran yang berukuran
kecil. Air sumber yang telah mengalami klorinasi dialirkan menuju filter yang
berukuran 5 mikron, lalu dialirkan ke carbon filter untuk menghilangkan warna,
rasa dan bau yang tidak diinginkan. Tahap terakhir sebelum dicampur dengan air
artetis yaitu air masuk ke filter 5 mikron lain lalu ke filter ukuran 1 ukuran.
Tahapan selanjutnya adalah pencampuran air artetis dan air sumber yang telah
melalui proses awal. Pencampuran dilakukan dengan mengalirkan kedua air
kedalam static mixer I bertujuan untuk mencampur air artetis dan air sumber dan
injeksi dengan ozon lalu masuk ke static mixer II untuk agar ozon tercampur
sempurna.

Apabila terjadi kelebihan volume air yang akan dialirkan ke tanki reaksi,
maka setelah air dari static mixer I air langsung dialirkan menuju tangki spiral.
Tangki spiral ini berfungsi sebagai tangki penampung air. Air yang ada dalam
tangki spiral ini belum diinjeksikan ozon. Setelah air steril, air masuk ke tanki
gravity untuk menampung air sebelum dialirkan ke bagian produksi AMDK dan
sebagian masuk ke tanki cucian untuk mencuci botol sebelum diisi. Setelah proses
water treatment selesai, air tersebut dialirkan ke ruang filling untuk dikemas ke
dalam cup plastic dan botol.

10
2) Codding
Coding adalah pemberian kode produksi dan tanggal kadaluarsa
produk dengan menggunakan mesin jet ink printer. Coding pada kemasan
produksi ini menunjukkan tanggal kadaluarsa, jam saat produksi dan
mesin yang digunakan saat produksi. Masa kadaluarsa untuk produk
AMDK adalah selama 2 tahun. Dengan demikian untuk mengetahui
tanggal produksinya, coding tanggal yang tertera pada kemasan tinggal
dikurangi 2 tahun.

11
BAB IV

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

12
DAFTAR PUSTAKA

Arwaniyyah,2012 Air minum dalam kemasan.


http://www.academia.com/html?m=1
Aulya,2016. Dampak Air AMDK. http://www.wedaran.com/2519/bahaya-air-
minum-dalam-kemasan/html?m=1
Hartomo, R. S. & Widiatmoko. (1994). Teknologi Membran Pemurnian Air. Andi
Offset.Yogyakarta.

Indotirta Jaya Abadi. 2008. Pedoman Instrumen Kerja Pengujian Air Baku dan
AMDK. Semarang

Triwidyawati,2009 Air minum dalam kemasan.


http://triwidyaedelwis.co.id/2009/12/air-minum-dalam- kemasan.html

13