Anda di halaman 1dari 4

NAMA : NURHALIMAH

KELAS : 7 H

JANGKA SORONG

Jangka Sorong adalah suatu alat ukur yang mempunyai ketelitian tinggi hingga seperseratus
mm dan digunakan untuk mengukur satuan Panjang, diameter dan kedalaman. Biasanya
penggunaan Jangka Sorong dan ini dilakukan di manufaktur atau industri permesinan seperti
mesin bubut, CNC, skrap, industri otomotif dan juga industri elektronik.

Fungsi Jangka Sorong:

 Untuk mengukur Diameter Luar (Outside Diamater), Ketebalan, Panjang dan Lebar suatu
material menggunakan rahang luar.
 Diamater Dalam (Inside Diameter) menggunakan rahang dalam.
 Mengkukur Kedalaman dengan Depth Probe.
Cara Menggunakan Jangka Sorong:

1. Geser Rahang Sejauh Ukuran Benda.


Rahang yang tidak fix digeser sejauh ukuran benda, setelah itu geser lagi ke arah benda
dan pastikan tidak ada jarak atau kedua rahang menyentuh dan menjepit benda.
2. Kunci/Rapatkan Screw Lock.
Setelah posisi rahang sudah menyentuh benda, langkah selanjutnya adalah mengunci
screw lock. Tujuannya adalah agar hasil ukuran yang dilakukan ini tidak berubah jika ada
getaran, tersenggol dan dapat kita catat dengan nilai yang sesuai.
3. Membaca Nilai Jangka Sorong.
Langkah selanjutnya adalah membaca nilai yang ditunjukkan pada skala utama, lebih
lengkapnya simak ulasan berikut ini.

Cara Membaca Jangka Sorong:

Dalam membaca jangka sorong manual yang perlu diperhatikan adalah skala utama dan skala
nonius, selain itu nilai setiap 1 garis dari pada skala nonius. Pada contoh ini nilai setiap 1 garis
mewakili 0,02 mm, jadi setiap 1 garis nanti dikalikan dengan 0,02, berikut ini cara membacanya:

 Skala Utama.
Pada gambar di atas skala utama yang paling dekat atau berimpit dengan angka 0
menunjukkan angka pada angka 7, sehingga nilainya adalah 7 mm (untuk ukuran
tergantung dari satuan yang diberikan atau tercantum pada caliper).
 Skala Vernier atau Nonius
Pada contoh di atas garis skala nonius yang sejajar dengan skala utama adalah pada garis
ketiga, sehingga nilai 0,02 X 3 = 0,06 sehingga nilai gambar di atas menunjukkan nilai
7,06 mm. Untuk membaca ketelitian jangka sorong yang skala noniusnya berbeda tinggal
mengalikan saja, misalnya 0,05 berarti 0,05 dikalikan garis yang sejajar dengan skala
utama (7) berarti 7×0,05 = 0,35 mm.

MIKROMETER SEKRUP

Mikrometer sekrup adalah salah satu alat ukur yang biasa digunakan untuk mengukur besaran
panjang pada sebuah benda. Hampir sama dengan jangka sorong, tingkat ketelitian pengukuran
dengan mikrometer sekrup juga amatlah sangat tinggi bahkan mampu mengukur dengan tingkat
ketelitian mencapai 0,01mm. Dalam ilmu fisika alat ini biasa digunakan untuk mengukur
panjang, ketebalan serta diameter luar pada suatu benda. Alat ini memiliki bentuk yang terdiri
atas rahang utama untuk skala utama dan juga rahang putar untuk selubung pengukur (skala
nonius).
skala utama pada mikrometer sekrup terbagi dalam satuan millimeter (mm) dan pada setiap 5mm
diberi angka. Apabila selubung pengukur alat ini diputar satu kali putara penuh, maka rahang
akan bergeser sebesar 0.5mm dan apabila diputar dua putaran penuh, maka rahan akan bergeser
sebesar 1mm.

Cara Menggunakan Mikrometer Sekrup


Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang tepat dalam memakai mikrometer sekrup, ada
beberapa hal yang harus di perhatikan pada saat menggunakan mikrometer sekrup. Berikut ini
adalah hal hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan atau membaca alat ini.
1. Untuk melakukan pengukuran menggunakan mikrometer sekrup, salah satu hal yang
harus diperhatikan ialah cara memegang mikrometer sekrup serta memegang alat yang
ingin di ukur agar hasil pengukurannya tepat dan
benar.
Ambillah mikrometer sekrup kemudian peganglah
mikrometer sekrup dengan menggunakan tangan
kanan Anda lalu usahakan supaya tidak menutupi
skala pada posisi pengukuran agar hasil pengukuran
dapat terlihat jelas. Kemudian tahan bingkai
mikrometer sekrup menggunakan telapak tangan serta jari kelingking tangan kanan lalu
gunakan jari tengah untuk menahan bingkai pada bagian bawah selubung pengukur,
untuk telunjuk dan juga Ibu jari gunakan untuk memutar selubung pengukur dan juga gigi
geser.
Untuk lebih jelasnya Anda bisa lihat pada gambar dibawah ini.
Kalau tangan kanan kita digunakan untuk memegang mikrometer sekrupnya, tangan kiri
kita gunakan untuk memegang atau menggenggam benda yang yang ingin diukur.

2. Setelah mengetahui dengan benar cara memegang mikrometer sekrup tersebut


selanjutnya ialah perhatikan penggunaannya, Pada saat melakukan putaran pada
selubung, perhatikan lah pada pengukur kunci, pastikan pengukuran kunci dalam keadaan
terbuka. kemudian telunjuk dan Ibu jari tangan kanan memutar selubung pengukur yaitu
dengan cara memutar gigi geser. Pada saat melakukan pemutaran lakukan secara perlahan
dan harus dihentikan putarannya pada saat terdengar suara “klik”. Hal tersebut perlu
diperhatikan agar mikrometer sekrup tidak terjadi kerusakan.