Anda di halaman 1dari 117

Pemahaman Estimasi Ketidakpastian Pengukuran

Laboratorium Pengujian Kimia

Jakarta, 8 – 10 Agustus 2017

MATERI

Badan Standardisasi Nasional


2017

http://www.bsn.go.id
AGENDA PELATIHAN ESTIMASI KETIDAKPASTIAN
LABORATORIUM PENGUJIAN KIMIA
8 – 10 Agustus 2017
Waktu Materi Instruktur
Selasa, 8 Agustus 2017
08.00 – 08.30 Registrasi dan Pembukaan
08.30 – 08.45 Pre Test
08.45 – 10.15 Dasar Estimasi Ketidakpastian Pada Pengujian (01)
10.15 – 10.30 Rehat Kopi
10.30 – 12.00 Pendekatan yg berbeda dalam Estimasi Ketidakpastian (02)
12.00 – 13.00 Istirahat (makan siang)
13.00 – 14.00 Menghitung Ketidakpastian Baku asal reprodusibilitas (03)
14.00 – 15.15 Menghitung Ketidakpastian Baku asal bias (04)
15.15 - 15.30 Rehat Kopi
15.30 – 16.00 Exercise -1 (05)
Rabu, 9 Agustus 2017
Menghitung Ketidakpastian Baku asal neraca, alat gelas,
08.30 – 10.00
kemurnian standar & berat molekul (06)
10.00 – 10.15 Rehat Kopi
Menghitung Ketidakpastian Baku asal kurva kalibrasi, linearitas
10.15 – 12.15
dan homogenitas (07)
12.15 – 13.15 Istirahat (makan siang)
13.15 – 13.45 Exercise-2 (08)
Studi Kasus 1: perhitungan estimasi ketidakpastian dengan cara
13.45 – 15.00
top down (09)
15.00 – 15.15 Rehat Kopi
15.15 – 16.00 Studi Kasus 1: (lanjutan)
Kamis, 10 Agustus 2017
Studi Kasus 2: perhitungan estimasi ketidakpastian dengan cara
08.30 – 10.15
bottom up untuk metode titrasi (10)
10.15– 10.30 Rehat Kopi
Studi Kasus 3: estimasi ketidakpastian dengan cara bottom up,
10.30 – 12.00
untuk metode spektrometri UV/Vis (11)
12.00 – 13.00 Istirahat (makan siang)
13.00 – 13.30 Exercise-3 (12)
Studi Kasus 4 perhitungan estimasi ketidakpastian dengan cara
13.30 – 15.00
bottom up untuk metode GC (13)
15.15 – 15.30 Rehat Kopi
15.30 – 16.00 Post Test dan Penutupan
DASAR KETIDAKPASTIAN
Dasar Estimasi PADA
Ketidakpastian
PENGUJIAN
Pada Pengujian

KETIDAKPASTIAN
 Ketidakpastian adalah suatu parameter yang
menetapkan rentang nilai yang didalamnya
diperkirakan nilai benar yang diukur berada.

 Menghitung rentang tersebut dikenal sebagai


pengukuran ketidakpastian.

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 1


Pengujian Kimia
Melalui Pengujian AAS diperoleh Kadar Fe
dalam suatu Mineral adalah

11, 55 + 0, 05 %

Istilah yang digunakan pada EK


 Komponen : Setiap kontribusi terpisah pada ketidakpastian
disebut sebagai komponen ketidakpastian

 Ketidakpastian baku u(xi) : komponen ketidakpastian yang


dinyatakan sebagai standar deviasi

 Ketidakpastian baku gabungan uc(y): akar dari jumlah kuadrat


dari seluruh ketidakpastian baku

 Ketidakpastian diperluas (U): Perkalian dari uc(y) dan faktor


pencakupan k

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 2


Pengujian Kimia
Perbandingan Hasil Analisis

Lab B

Lab A

Perbandingan Hasil Analisis

Lab B
Lab B

Lab A
Lab A

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 3


Pengujian Kimia
Perbandingan Hasil Analisis

% Lab D
Lab C

Lab B

Lab A

Kaitan Antara Ketidakpastian Dan Kesalahan

Ketidakpastian Memadukan Semua Kesalahan

Yang Diketahui Menjadi Suatu Rentang Tunggal

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 4


Pengujian Kimia
Ketidakpastian

Kesalahan dlm + Kesalahan dlm + …..


=
menimbang memipet larutan

Kalibrasi. + Pembacaan Kalibrasi. + Pembacaan + Faktor Muai


neraca skala Vol pipet meniskus larutan

Ketidak- KP asal KP asal KP


KP asal
pastian Presisi Kalibrasi asal
Presisi
(KP) asal Efek
Kalibrasi Temp
9

Sumber-sumber Ketidakpastian

 Sampling

 Preparasi Contoh

 Kalibrasi Peralatan

 Instrumen

 Kesalahan random

 Kesalahan sistematik

 Personil

10

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 5


Pengujian Kimia
Sampling
Homogenkah contoh?

Ketidakseragaman harus
diperhatikan

KP asal Homogenitas

11

Preparasi Contoh
Apakah Analit terekstraksi 100%
dari matrik contoh?

Recovery harus diperhatikan

KP asal Recovery

12

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 6


Pengujian Kimia
Kalibrasi Peralatan
Temperatur oven 100  3 oC
Volume labu takar 100 mL  0.08 mL

KP asal Kalibrasi

13

Instrumen

Misal: Spektrofotometer

KP asal Kurva Kalibrasi

14

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 7


Pengujian Kimia
Kesalahan Random
Penimbangan berulangkali dari standar massa 10 g
memberikan data (g) :
10,0001 10,0000 10,0002 10,0002
10,0001 10,0000 10,0001 10,0000
10,0002 10,0000

KP asal Presisi Penimbangan

15

Kesalahan Sistematik
 Penimbangan bahan yang bersifat higroskopis
tidak menyatakan berat bahan yang
sebenarnya.

 Titik akhir suatu titrasi tidak menyatakan titik


ekivalensi

KP asal bias penentuan TA titrasi


16

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 8


Pengujian Kimia
Personil

Ketrampilan dan Ketelitian seorang analis


akan memberikan pengaruh pada
besar kecilnya nilai ketidakpastian pengukuran

KP asal Presisi Metode

17

Dari mana Sumber Informasi untuk


Pengukuran Ketidakpastian dapat
diperoleh?

 Spesifikasi Pabrik atau Sertifikat Kalibrasi Alat

 Data Pustaka atau data dari Handbook

 Log Book Laboratorium atau Data Validasi Metode

18

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 9


Pengujian Kimia
Spesifikasi Pabrik

Spesifikasi pabrik untuk labu takar 100 mL kelas A


adalah + 0,08 mL

Spesifikasi pabrik untuk vol pipet 2 mL kelas A adalah


+ 0,01 mL

19

Data Pustaka
Dalam hand book dinyatakan nilai koefesien muai
volume dari air adalah 1 x 10-3 oC-1.

Dari pustaka dapat diperoleh data bahwa


ketidakpastian berat atom H adalah + 0,00007
- Tabel IUPAC: Berat Atom H = 1,00794 (7)
- Artinya: Berat Atom H = 1,00794 + 0,00007

20

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 10


Pengujian Kimia
Log Book Laboratorium atau data Validasi Metode yang
menyimpan data-data mengenai

Repeatability
• Presisi
Reproducibility – Uji Profisiensi

• Akurasi – bias analisis terhadap CRM

• Recovery - % perolehan kembali

• Kurva kalibrasi
21

Komponen Ketidakpastian
Komponen ketidakpastian dikelompokkan kedalam 2 tipe
 Tipe A
 Tipe B

Tipe A
Berdasarkan pekerjaan eksperimental dan dihitung
dari rangkaian pengamatan berulang.

Tipe B
Berdasarkan informasi yang dapat dipercaya.

22

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 11


Pengujian Kimia
Contoh Tipe A dan Tipe B

23

Perhitungan Ketidakpastian Baku Tipe A dan B


Untuk Tipe A:
u =
s s = simpangan baku
n n = jumlah pengamatan
Untuk Tipe B:
 Apabila Informasi datanya disertai dengan keterangan:
Tingkat Kepercayaan 95%
u (x) = s / 2 atau s / 1,96
Tingkat Kepercayaan 99%
u (x) = s / 3 atau s/ 3,090
 Apabila Informasi datanya tidak disertai dengan keterangan
apapun, maka dianggap distribusi rectangular:
u(x) = s / 3
 Untuk distribusi triangular u(x) = s / 6 24

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 12


Pengujian Kimia
Ketidakpastian Baku Gabungan
 Untuk menghitung ketidakpastian gabungan, semua
komponen ketidakpastian baku (u) yang memberikan
kontribusi pada hasil akhir pengujian harus dijumlahkan
untuk menghasilkan ketidakpastian baku gabungan sebagai
ketidakpastian hasil pengujian secara keseluruhan.
 Apabila komponen-komponen ketidakpastian tersebut
mempunyai satuan yang sama
 Dikuadratkan
 Dijumlahkan
 Ketidakpastian gabungan adalah akar pangkat dua dari
jumlah

uGabungan =  u2a + u2b + …..


25

Perhitungan Ketidakpastian Gabungan (uGabungan)

 Apabila komponen-komponen ketidakpastian tersebut


tidak mempunyai satuan yang sama maka:
 Komponen tsb diubah terlebih dahulu hingga

mempunyai satuan yang sama


 Dikuadratkan

 Dijumlahkan

 Ketidakpastian gabungan adalah akar pangkat dua dari

jumlah

uGabungan relatif = (u /a)


a
2 + (ub/b)2 + ….
26

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 13


Pengujian Kimia
Aturan Yang Berlaku
1. Untuk penjumlahan atau pengurangan, misal y = a + b
(dalam hal ini satuan harus sama)
u2y = u2a + u2b atau uy =  u2a + u2b
2. Untuk perkalian dan pembagian, misal y = a/b
contoh pada konsentrasi: C=W/V
uC/C =  (uw/W)2 + (uv/V)2
3. Untuk rumus y = Bx dimana B adalah konstanta
uy = B ux
4. Untuk rumus y = xn
uy/y = n ux/x

27

Ketidakpastian Diperluas
 Untuk mendapatkan probabilitas yang memadai bahwa nilai
hasil uji berada dalam rentang yg diberikan oleh ketidak-
pastian, maka ketidakpastian baku gabungan (uGabungan)
dikalikan dengan sebuah faktor pencakupan (k).

 Faktor 2 memberikan ketidakpastian diperluas dengan


tingkat kepercayaan sekitar 95%

U = k. uG

28

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 14


Pengujian Kimia
Pelaporan
Melaporkan hasil pengujian lengkap dengan nilai
ketidakpastian diperluas.

Hasil Analisis + U

Hati-hati! Ini bukan uGabungan relatif


29

Pendekatan yang dilakukan dalam


Mengestimasi Ketidakpastian
 Pendekatan Top Down: Mengevaluasi komponen-komponen
ketidakpastian menggunakan real data dari suatu seri
pengukuran/pengujian yang dilakukan laboratorium

 Pendekatan Bottom Up
Mengevaluasi komponen-komponen ketidakpastian
menggunakan model matematik (rumus yang dipakai untuk
menghitung measurand) dan ketidakpastian dihitung dari
semua sumber yang memberikan kontribusi pada
ketidakpastian

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 15


Pengujian Kimia
Pendekatan Estimasi Ketidakpastian (EK)
 Pendekatan Top Down: Mengevaluasi komponen-
komponen ketidakpastian menggunakan real data
dari suatu seri pengukuran/pengujian yang
dilakukan laboratorium

 Pendekatan Bottom Up
Mengevaluasi komponen-komponen ketidakpastian
menggunakan model matematik (rumus yang dipakai
untuk menghitung measurand) dan ketidakpastian
dihitung dari semua sumber yang memberikan
kontribusi pada ketidakpastian

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 1


Pengujian Kimia
Pendekatan Top Down
 Tetapkan parameter yang akan diukur.
 Hitung intra reprodusibitas
 Hitung Bias
 Konversi semua komponen ketidakpastian menjadi
ketidakpastian baku relatif
 Hitung ketidakpastian baku gabungan
 Hitung ketidakpastian diperluas

Pada Pendekatan Top Down


Ketidakpastian Baku Gabungan

Berasal dari intra


reprodusibitas

Ketidakpastian Diperluas

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 2


Pengujian Kimia
Ketidakpastian bias, ubias dapat dihitung menurut
rumus:

Dimana :

RMSbias = Root Mean Square dari bias


RMSbias dapat dihitung apabila laboratorium menggunakan
lebih dari satu CRM, misal CRM konsentrasi rendah, sedang
dan tinggi

Akan tetapi apabila laboratorium hanya menggunakan


satu CRM, maka sbias harus dimasukkan dan ubias dihitung
menurut rumus berikut:

Bias dari sbias adalah standar


1 CRM deviasi relatif dari
bias dalam %
Apabila ternyata antara hasil analisis laboratorium dan
nilai benar CRM tidak berbeda signifikan (nyata) maka
bias dapat tidak diperhitungkan dalam rumus ubias dan
rumus dapat dikoreksi menjadi:

Bagaimana cara mengetahuinya

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 3


Pengujian Kimia
Rumus yang digunakan apabila ternyata antara
hasil analisis laboratorium dan nilai benar CRM
tidak berbeda signifikan (nyata)

Pada Pendekatan Top Down


 Ketidakpastian yang berkaitan dengan reprodusibilitas
dan bias di evaluasi menggunakan data statistik (yang
biasanya diperoleh dari QC-chart dan percobaan
validasi/verifikasi).

 Perhitungan presisi (reprodusibilitas) dan bias sudah


mencakup pengaruh dari set-up instrumen, kalibrasi,
QC, faktor lingkungan dan personil.

 Satu-satunya komponen external yang masih perlu


dimasukkan adalah ketidakpastian yang berkaitan
dengan bahan acuan.

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 4


Pengujian Kimia
Pada Pendekatan Bottom Up
 Komponen-komponen ketidakpastian
dikarakterisasi menggunakan
 Data pengukuran sebelumnya
 Pengalaman dengan/pengetahuan umum dari sifat
bahan atau instrumen yang berkaitan
 Spesifikasi pabrik
 Data yang diberikan pada sertifikat kalibrasi /
sertifikat lain.
 Ketidakpastian yang ditetapkan dari data acuan yang
diambil dari handbook.

Tahapan yang dilakukan pada


Pendekatan Bottom Up
 Estimasi semua komponen yang memberikan kontribusi
pada ketidakpastian.
 Ubah komponen ketidakpastian tersebut menjadi
ketidakpastian baku relatif (u).
 Hitung gabungan ketidakpastian baku relatif (uc(y))
sebagai akar dari jumlah kuadrat setiap ketidakpastian
baku relatif (u1, u2, u3, u4).
 Tetapkan ketidakpastian diperluas (U) menggunakan
faktor pencakupan yang sesuai.

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 5


Pengujian Kimia
Contoh Estimasi Ketidakpastian pada
Penyiapan Bahan Acuan

Estimasi Ketidakpastian Penyiapan Bahan Acuan


Komponen ux x Satu ux/x (ux/x)2
-an
Neraca (massa) 0,0577 50 mg 0,0012 1,33172E-06
Ketidakpastian 0,0693 18,34 mg 0,0038
Bahan Acuan 1,4278E-05
Labu Takar 0,0731 100 mL 0,0007
(100 mL) 5,34361E-07
∑= 1,61441E-05
∑ = 0,004

uc(bahan acuan) = 0,004


uc(bahan acuan) = 0,4 %

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 6


Pengujian Kimia
Pada Prakteknya
 Umumnya dilakukan menggunakan kombinasi dari keduanya ,
top down dan bottom-up

 Presisi dan bias merupakan komponen utama dari estimasi


ketidakpastian dan dapat dengan mudah dihitung menggunakan
data validasi dari kedua parameter tersebut (pendekatan top
down)

 Akan tetapi pendekatan bottom up perlu diterapkan untuk:


– Penyiapan bahan acuan yang digunakan selama validasi.
– Tahap pengenceran atau pemekatan yang digunakan pada
pernyiapan bahan acuan atau sampel.

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 7


Pengujian Kimia
Menghitung Ketidakpastian Baku
asal Reprodusibiltas (within
reproducibility) Laboratorium - uR

Rumus Menghitung Ketidakpastian Baku untuk


Cara Top-Down

Bagaimana cara menghitung uR ?

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 1


Pengujian Kimia
uR (Ketidakpastian Baku asal Reprodusibiltas)

uR dapat dihitung dari:


1. Kontrol sampel yang stabil yang dianalisis mengikuti IK
analisis sampel (meliputi seluruh tahap proses analisis)
 Umumnya terdiri dari 1 kontrol sampel dengan tingkat
konsentrasi rendah dan 1 kontrol sampel lain dengan
tingkat konsentrasi tinggi
2. Analisis duplikat dari sampel sebenarnya dengan
berbagai variasi tingkat konsentrasi
3. Kontrol sampel yang tidak stabil

1. Kontrol Sampel yang Stabil dianalisis mengikuti


IK analisis sampel menghasilkan
Quality Control Chart
X̄ + 3s UCL
C
X + 2s UWL
B
X + 1s
A
X
A
X - 1s
B
X - 2s LWL
C
X - 3s LCL

Apa yang digambarkan oleh titik-titik pada


quality control chart?

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 2


Pengujian Kimia
Menghitung uR dari Data pada QC Chart
 Diandaikan kontrol sampel yang dimiliki laboratorium
pernah ditetapkan konsentrasinya melalui 7 kali
pengulangan dengan data sbb:

Analisis ppm
1 20,3
2 19,5
3 20,2
4 20,4
5 19,5
6 20,1
7 20,0

Pemakaian kontrol sampel selama bulan Oktober 2015


memberikan data sbb:

Tanggal ppm Tanggal ppm


01/10/2015 20,7 12/10/2015 20,8
02/10/2015 19,2 13/10/2015 20,7
02/10/2015 20,6 14/10/2015 20,9 Apa yang dapat
05/10/2015 20,9 15/10/2015 19,3 dihitung dari tabel
06/10/2015 20,5 16/10/2015 20,8 disebelah kiri ?
06/10/2015 20,8 19/10/2015 19,4
07/10/2015 20,4 19/10/2015 19,5 Bagaimana
08/10/2015 19,1 20/10/2015 20,7 menghitungnya ?
09/10/2015 20,9 21/10/2015 20,8
12/10/2015 19,3 22/10/2015 19,8

uR = 3,4%

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 3


Pengujian Kimia
Data Penggunaan CRM-BOD (206 + 5 mg/L)
untuk IQC melalui analisis duplikat
Tanggal X1 X2 • Dapatkah CRM dipakai
12/9/2000 218.90 214.77
1/3/2001 206.46 220.83
sebagai kontrol
13/3/2001 221.18 210.18 sampel?
2/4/2001 215.00 206.50 • Kadang laboratorium
14/8/2001 194.96 218.03 melakukan analisis
5/9/2001 218.65 216.55 duplikat untuk kontrol
19/9/2001 223.86 212.19
16/10/2001 215.58 213.01
sampelnya.
7/11/2001 196.26 214.93
28/11/2001 210.89 206.89 Hitung berapa uR (%)
11/12/2001 228.40 222.73
13/12/2001 206.73 229.03
15/1/2002 207.00 208.47
22/1/2002 224.49 213.66
30/1/2002 201.09 214.07
11/2/2002 218.83 223.13
6/3/2002 216.69 218.22
18/9/2002 206.36 227.96
2/10/2002 215.21 226.18

2. Menghitung uR dari Analisis Duplikat


uR dapat juga dihitung dari range (r) analisis duplikat sampel
sebenarnya dengan berbagai variasi tingkat konsentrasi
 Diandaikan laboratorium mempunyai 73 data duplikat dari
analisis contoh dengan berbagai matriks air berbeda dan
berbagai konsentrasi NH4 (2 – 16000 µg/L) yang juga
berbeda
 Mula-mula pisahkan 73 data tersebut dalam 2 kelompok data
 Data dengan konsentrasi NH4 < 15 µg/L
 Data dengan konsentrasi NH4 > 15 µg/L
 Hitung kemudian X, d, r (range dalam % = drel) dan sr
(standar deviasi repeatabilitas)

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 4


Pengujian Kimia
73 data duplikat dari analisis contoh dari berbagai matriks air
berbeda dengan berbagai konsentrasi NH4 berbeda
(2 – 16000 µg/L)
Sample X1 X2 Sample X1 X2 Sample X1 X2 Sample X1 X2
1 7.46 7.25 21 130.3 126.9 41 40.60 42.23 61 4.24 3.62
2 9.01 9.17 22 5.84 6.19 42 80.36 86.36 62 5.10 4.61
3 3.60 3.10 23 2.12 2.50 43 78.22 73.76 63 2.78 2.62
4 37.62 36.85 24 2.30 2.11 44 48.89 50.91 64 8.52 6.81
5 16.18 16.56 25 29.35 29.19 45 17.65 16.72 65 12.82 14.05
6 28.82 28.65 26 1372 1388 46 1576 1854 66 3.17 2.40
7 6.48 6.48 27 36.55 44.74 47 4.24 4.24 67 11.28 11.43
8 14.49 14.12 28 2.52 2.89 48 10.49 10.64 68 14.31 13.82
9 10.84 9.89 29 3.71 3.71 49 36.56 35.30 69 4.01 4.48
10 4490 4413 30 7.43 7.43 50 51.89 52.20 70 3.27 3.58
11 1357 1247 31 22.57 23.37 51 197.5 206.5 71 9.98 10.29
12 62.56 62.25 32 34.75 33.15 52 3.68 3.52 72 12.56 13.66
13 4.61 5.00 33 92.93 94.01 53 9.37 9.37 73 3.35 2.88
14 2.60 2.42 34 8.83 8.51 54 2.22 2.06
15 2.80 2.62 35 9.12 8.79 55 70.32 69.22
16 158.9 159.2 36 8.24 7.90 56 29.99 30.62
17 16540 16080 37 2.62 2.78 57 31.90 32.36
18 31.26 30.12 38 3.33 3.33 58 6.10 6.10
19 58.49 60.11 39 2.69 2.69 59 2.96 2.86
20 740.5 796.2 40 12.09 12.09 60 14.02 13.7

Tabel Data dengan Konsentrasi NH4 < 15 µg/L


Sample X1 X2 Sample X1 X2
1 7.46 7.25 23 4.24 4.24
2 9.01 9.17 24 10.49 10.64
3 3.60 3.10 25 3.68 3.52
4 6.48 6.48 26 9.37 9.37
5 14.49 14.12 27 2.22 2.06
6 10.84 9.89 28 6.10 6.10
7 4.61 5.00 29 2.96 2.86
8 2.60 2.42 30 14.02 13.7
9 2.80 2.62 31 4.24 3.62
10 5.84 6.19 32 5.10 4.61
11 2.12 2.50 33 2.78 2.62
12 2.30 2.11 34 8.52 6.81
13 2.52 2.89 35 12.82 14.05
14 3.71 3.71 36 3.17 2.40
15 7.43 7.43 37 11.28 11.43
16 8.83 8.51 38 14.31 13.82
17 9.12 8.79 39 4.01 4.48
18 8.24 7.90 40 3.27 3.58
19 2.62 2.78 41 9.98 10.29
20 3.33 3.33 42 12.56 13.66
21 2.69 2.69 43 3.35 2.88
22 12.09 12.09

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 5


Pengujian Kimia
Tabel Data dengan Konsentrasi NH4 > 15 µg/L
Sample X1 X2 Sample X1 X2
1 37.62 36.85 16 22.57 23.37
2 16.18 16.56 17 34.75 33.15
3 28.82 28.65 18 92.93 94.01
4 4490 4413 19 40.60 42.23
5 135.7 124.7 20 80.36 86.36
6 62.56 62.25 21 15.76 18.54
7 158.9 159.2 22 78.22 73.76
8 16540 16080 23 48.89 50.91
9 31.26 30.12 24 17.65 16.72
10 58.49 60.11 25 36.56 35.30
11 740.5 796.2 26 51.89 52.20
12 130.3 126.9 27 197.5 206.5
13 29.35 29.19 28 70.32 69.22
14 1372 1388 29 29.99 30.62
15 36.55 44.74 30 31.90 32.36

Rumus yang Digunakan


 Hitung X

 Hitung d (difference) = X1 – X2

 Hitung r (%) = ( d /X ). 100

 Hitung uR = s(r) (%) = r/d2

 dimana d2 = faktor dalam tabel untuk mengestimasi s


(standar deviasi) dari r (range)

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 6


Pengujian Kimia
Tabel Faktor d2 untuk Estimasi Standar Deviasi dari Range

Jumlah ulangan (n) Faktor d2


2 1.128
3 1.693
4 2.059
5 2.326
6 2.534
7 2.704
8 2.847
9 2.970
10 3.078
Sebagai perbandingan
Rectangular interval 3.464
95% confidence limit 3.92

Menghitung uR lewat r (range) dan sr


Sample X1 X2 X d r (%) Sample X1 X2 X d r (%)
1 37.62 36.85 37.235 0.77 2.068 17 34.75 33.15 33.95 1.6 4.713
2 16.18 16.56 16.37 -0.38 2.321 18 92.93 94.01 93.47 -1.08 1.155
3 28.82 28.65 28.735 0.17 0.592 19 40.6 42.23 41.415 -1.63 3.936
4 4490 4413 4451.5 77 1.730 20 80.36 86.36 83.36 -6 7.198
5 135.7 124.7 130.2 11 8.449 21 15.76 18.54 17.15 -2.78 16.210
6 62.56 62.25 62.405 0.31 0.497 22 78.22 73.76 75.99 4.46 5.869
7 158.9 159.2 159.05 -0.3 0.189 23 48.89 50.91 49.9 -2.02 4.048
8 16540 16080 16310 460 2.820 24 17.65 16.72 17.185 0.93 5.412
9 31.26 30.12 30.69 1.14 3.715 25 36.56 35.3 35.93 1.26 3.507
10 58.49 60.11 59.3 -1.62 2.732 26 51.89 52.2 52.045 -0.31 0.596
11 740.5 796.2 768.35 -55.7 7.249 27 197.5 206.5 202 -9 4.455
12 130.3 126.9 128.6 3.4 2.644 28 70.32 69.22 69.77 1.1 1.577
13 29.35 29.19 29.27 0.16 0.547 29 29.99 30.62 30.305 -0.63 2.079
14 1372 1388 1380 -16 1.159 30 31.9 32.36 32.13 -0.46 1.432
15 36.55 44.74 40.645 -8.19 20.150 rata-rata = 816.331 4.0843
16 22.57 23.37 22.97 -0.8 3.483 sr (%) = 3.62

Dengan cara yang sama dapat dihitung sr(%) dari 43 data untuk
konsentrasi NH4 < 15 µg/L

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 7


Pengujian Kimia
3. Untuk Kontrol Sampel yang Tidak Stabil
 Jika laboratorium tidak dapat mempunyai kontrol sampel yang
stabil, uR dapat diestimasi menggunakan analisis duplikat dari
sampel alam.
 Studi Kasus: analisis Oksigen dalam Air Laut
 Apakah mungkin laboratorium membuat kontrol sampel
untuk O2 dalam air?
 Dari data hasil analisis duplikat terhadap sampel dibuat:
 grafik-R, dimana perbedaan hasil analisis 1 dan 2 diplot
langsung (lihat gambar)
 uR diestimasi dari rata-rata range duplikat sampel
 uR = rata-rata range/d2

Grafik R
0,15
Difference
(mg/L)
0,10

0,05

0,00

-0,05

-0,10

-0,15 No Analisis

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 8


Pengujian Kimia
50 Data Hasil Analisis Duplikat Sampel
(untuk analisis Oksigen dalam Air Laut)
Sample X1 X2 Sample X1 X2 Sample X1 X2
1 8.90 8.91 18 5.88 5.88 35 8.38 8.29
2 8.99 9.01 19 6.03 6.06 36 9.23 9.29
3 8.90 8.90 20 6.33 6.33 37 9.09 9.08
4 9.11 9.12 21 5.90 5.90 38 9.37 9.36
5 8.68 8.64 22 6.24 6.27 39 9.38 9.37
6 8.60 8.51 23 6.02 6.02 40 9.32 9.25
7 8.81 8.81 24 9.13 9.11 41 8.47 8.49
8 8.02 8.00 25 9.10 9.14 42 8.27 8.28
9 7.05 7.08 26 8.50 8.44 43 8.37 8.31
10 6.98 7.01 27 6.73 6.71 44 8.09 8.15
11 7.13 7.16 28 8.09 8.09 45 8.05 8.03
12 6.79 6.78 29 7.56 7.58 46 7.38 7.40
13 6.55 6.53 30 6.30 6.32 47 7.49 7.49
14 4.68 4.68 31 6.43 6.44 48 4.52 4.49
15 5.28 5.33 32 7.25 7.34 49 4.45 4.44
16 7.42 7.40 33 7.28 7.31 50 4.29 4.27
17 7.62 7.63 34 8.00 8.03

Hasil Perhitungan:
Oksigen dalam air laut (mg/L) Oksigen dalam air laut (mg/L) Oksigen dalam air laut (mg/L)
X1 X2 X range X1 X2 X range X1 X2 X range
8.90 8.91 8.905 0.01 5.9 5.9 5.9 0 8.47 8.49 8.48 0.02
8.99 9.01 9 0.02 6.24 6.27 6.255 0.03 8.27 8.28 8.275 0.01
8.90 8.90 8.9 0 6.02 6.02 6.02 0 8.37 8.31 8.34 0.06
9.11 9.12 9.115 0.01 9.13 9.11 9.12 0.02 8.09 8.15 8.12 0.06
8.68 8.64 8.66 0.04 9.1 9.14 9.12 0.04 8.05 8.03 8.04 0.02
8.60 8.51 8.555 0.09 8.5 8.44 8.47 0.06 7.38 7.4 7.39 0.02
8.81 8.81 8.81 0 6.73 6.71 6.72 0.02 7.49 7.49 7.49 0
8.02 8.00 8.01 0.02 8.09 8.09 8.09 0 4.52 4.49 4.505 0.03
7.05 7.08 7.065 0.03 7.56 7.58 7.57 0.02 4.45 4.44 4.445 0.01
6.98 7.01 6.995 0.03 6.3 6.32 6.31 0.02 4.29 4.27 4.28 0.02
7.13 7.16 7.145 0.03 6.43 6.44 6.435 0.01
6.79 6.78 6.785 0.01 7.25 7.34 7.295 0.09 rata-rata range = 0.026
6.55 6.53 6.54 0.02 7.28 7.31 7.295 0.03 sr (mg/L) = 0.023
4.68 4.68 4.68 0 8 8.03 8.015 0.03 sr(%) = ??
5.28 5.33 5.305 0.05 8.38 8.29 8.335 0.09
7.42 7.40 7.41 0.02 9.23 9.29 9.26 0.06
7.62 7.63 7.625 0.01 9.09 9.08 9.085 0.01
5.88 5.88 5.88 0 9.37 9.36 9.365 0.01
6.03 6.06 6.045 0.03 9.38 9.37 9.375 0.01
6.33 6.33 6.33 0 9.32 9.25 9.285 0.07

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 9


Pengujian Kimia
Menghitung Ketidakpastian
Baku asal Bias

Bagaimana menghitung ubias ?


 Bias CRM
 Bias UP

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 1


Pengujian Kimia
Data dari CRM
 Apabila laboratorium menggunakan lebih dari satu
CRM (CRM konsentasi rendah, sedang dan tinggi),
maka ketidakpastian bias CRM dihitung menurut
rumus berikut ini:

Dimana:

RMSbias = Root Mean Square dari bias

 Apabila laboratorium hanya mempunyai 1 CRM,


maka lab tidak dapat menghitung RMSbias .
ubias dicari melalui rumus:

Bias dari CRM

 Kedalam rumus dimasukkan selain bias dari CRM


(yg hanya 1) juga sbias sebagai pengganti RMSbias
 sbias adalah standar deviasi bias (diperoleh dari
pengukuran CRM yang dilakukan berulang kali)

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 2


Pengujian Kimia
Bias dari rumus (dimana laboratorium hanya mempunyai 1 CRM)
dapat tidak diperhitungkan, apabila ternyata antara hasil analisis
laboratorium dan nilai benar CRM tidak berbeda signifikan (nyata)

Untuk itu rumus dapat dikoreksi menjadi:

Bagaimana mengetahui apakah hasil analisis laboratorium


dan nilai benar CRM berbeda signifikan (nyata) atau tidak ?

Uji-t untuk Suatu Kumpulan Data Dibandingkan


Terhadap Suatu Nilai Tunggal
Rumus yang digunakan untuk menghitung t :

Di mana x = nilai rata-rata


 = nilai acuan
n = jumlah data
s = standar deviasi

Ctt: derajat bebas = n-1

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 3


Pengujian Kimia
Mengestimasi uBias bias, sbias dan uc(ref) dari CRM

Nilai CRM = 11.5 + 0.5 mg/L dengan k = 1.96


u(Cref) = 0.26 mg/L
u(Cref) = 2.22 %

X Lab terhadap CRM = 11.9 mg/L dengan s =0.26 mg/L dari 12 X ulangan
bias = 0.4 mg/L
3.48 %

sbias = 0.26 mg/L


sbias = 2.26 %
n= 12
n = 3.46
sbias/n = 0.65 %

uBias = 4.2 % Bagaimana menghitungnya?

Apabila Laboratorium mempunyai lebih dari 1


CRM, maka yang dihitung RMSbias

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 4


Pengujian Kimia
CRM Cd dlm Beras (LMH)
Nilai tersertifikasi Ketidakpastian Hasil Analisis
mg/kg mg/kg k mg/kg
Cd-Low 0,0517 0,0024 1.96 0,0499
Cd-Medium 0,290 0,020 1.96 0,305
Cd-High 1,61 0,07 1.96 1,578

Hitung
u(Cref) % u(Cref) % Bias % RMSbias %
Rata-rata
Cd-Low ? ?
Cd-Medium ? 2.7 ? 3.78
Cd-High ? ?

u(bias) = 4.6 %

Bias dari Uji Profisiensi


 Laboratorium mengikuti uji profisiensi sebanyak 3
kali dengan hasil sebagai berikut:

PT bias
PT-1 2 %
PT-2 12 %
PT-3 5 %

Dari mana angka 2, 12 dan 15 % dapat laboratorium peroleh ?

Bagaimana menghitungnya hingga diperoleh angka 2% ?

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 5


Pengujian Kimia
Apabila hasil diurut
Hasil dari Kode Lab
1
ppm
18,50
Kode Lab
1
ppm
18,50
suatu Uji 2 19,85 2 19,85
3 21,00 6 20,30
Profisiensi 4 20,90 11 20,70
5 20,75 5 20,75
6 20,30 4 20,90
7 21,65 3 21,00
8 21,80 9 21,00
9 21,00 13 21,00
10 21,65 12 21,50
11 20,70 7 21,65
12 21,50 10 21,65
13 21,00 8 21,80
14 22,00 15 21,80
15 21,80 18 21,90
16 22,40 17 21,95
17 21,95 14 22,00
18 21,90 16 22,40
19 22,50 19 22,50
20 24,10 20 24,10

Calculate median 21,575 AlgA-mean 21,37956 iterations: 10


Reset s(MAD) 0,852725 AlgA-std 0,898402
number 20
data abs. dev.
18,50 3,075 20,03206
19,85 1,725 20,03206
20,30 1,275 20,3
20,70 0,875 20,7
20,75 0,825 20,75
20,90 0,675 20,9
21,00 0,575 21
21,00 0,575 21
21,00 0,575 21
21,50 0,075 21,5
21,65 0,075 21,65
21,65 0,075 21,65
21,80 0,225 21,8
21,80 0,225 21,8
Bias = 2%
21,90 0,325 21,9 Bagaimana cara menghitungnya?
21,95 0,375 21,95
22,00 0,425 22
22,40 0,825 22,4
22,50 0,925 22,5
24,10 2,525 22,72709

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 6


Pengujian Kimia
RMSbias = Root Mean Square dari bias

PT bias bias2
PT-1 2 % 4
PT-2 12 % 144
PT-3 5 % 25
∑= 173
n= 3
∑/n = 57.67
= 7.6 %

RMSbias = 7.6 %

Menghitung u(Cref) dari UP


Untuk menghitung u(Cref) perlu diketahui standar deviasi antar
laboratorium (between laboratory standard deviations) sR dan
jumlah peserta UP rata-rata.

=

Dimana:
sR = standar deviasi rata-rata dari beberapa kali UP dan
n = jumlah peserta UP rata-rata

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 7


Pengujian Kimia
Menghitung ubias dari UP
u(bias) = + ( )

 Laboratorium mengikuti 6 kali UP dan bias laboratorium adalah


2%, 7%, -2%, 3%, 6% dan 5%
 Apa yang dapat dihitung dari data tersebut ?
 Jumlah peserta rata-rata UP = 12
 Standar deviasi rata-rata antar laboratorium (sR) = 9%
 Hitung berapa u(bias)

u(bias) = 5.3 %

Menghitung ubias dari Data UP


Tahun Nilai Konsensus Nilai Lab SR Juml Lab
mg/L mg/L % Peserta UP
2014 152.1 149.1 12 14
2015 215.6 189.8 10 14
2016 169.8 161.3 11 14

ubias = 8.1 %
ubias = 2.72 %

Tahun Nilai Konsensus Nilai Lab SR Juml Lab


mg/L mg/L % Peserta UP
2014 81 83 10 31
2014 73 75 7 36
2015 264 269 8 32
2015 210 213 10 35
2016 110 112 11 36
2016 140 144 7 34

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 8


Pengujian Kimia
Ketidakpastian Baku
(part-3)

Ketidakpastian Baku – Part 3

 Ketidakpastian baku yang berasal dari berbagai


macam sumber ketidakpastian yang diperlukan
untuk perhitungan dgn cara bottom up
 Penggunaan neraca
 Pemakaian alat gelas
 Kemurnian standar
 Berat molekul

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 1


Pengujian Kimia
Penggunaan Neraca

 Pada penggunaan neraca ada 2 komponen


ketidakpastian yang harus dihitung
 Ketidakpastian asal kalibrasi neraca
 Ketidakpastian asal presisi neraca

Kalibrasi Neraca
 Pada sertifikat kalibrasi neraca (yang dilakukan oleh pihak
luar) tertulis ketidakpastiannya adalah + 0,05 mg dengan
tingkat kepercayaan 95%

 Ketidakpastian kalibrasi = 0,05 mg / 1,96


= 0,026 mg

 Ketidakpastian kalibrasi ini harus dihitung dua kali karena


mencakup dua kali penimbangan, yaitu penimbangan
wadah sebelum dan sesudah ditambahkan Cu

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 2


Pengujian Kimia
Presisi Neraca
 Ketidakpastian ini berasal dari penimbangan yang
berulang kali

 10 kali pengulangan pengukuran berat memberikan nilai


simpangan baku sebesar 0,06 mg pada rentang
pengukuran antara 20 g sampai 100 g

 Ketidakpastian presisi = s = 0,06 mg

 Ketidakpastian presisi ini hanya dihitung satu kali karena


perhitungannya sudah didasarkan pada selisih berat (s
dari perbedaan berat)

Ketidakpastian Baku Gabungan Dari Tahap


Penimbangan
Karena satuan dari kedua komponen yang menyumbang
ketidakpastian(ketidakpastian kalibrasi dan ketidakpastian
presisi) sudah sama yaitu mg, maka ketidakpastian gabungan
dari tahap menimbang dapat langsung dihitung sbb:

um =  2 (0,026)2 + (0,06)2
= 0,065 mg

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 3


Pengujian Kimia
Pemakaian Alat Gelas

 Pada pemakaian alat gelas ada 3 komponen


ketidakpastian yang harus dihitung
 Ketidakpastian asal kalibrasi labu takar/vol
pipet/buret
 Ketidakpastian asal presisi labu takar/vol
pipet/buret
 Ketidakpastian asal efek temperatur/muai

Kalibrasi Volume Labu Takar

 Pabrik menyatakan bahwa untuk labu takar 500 mL,


kesalahannya adalah + 0,15 mL pada temp 20oC

 Ketidakpastian baku dari volume labu takar =

0,15 /  3
= 0,087 mL

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 4


Pengujian Kimia
Presisi

 10 kali pengisian dan penimbangan pada labu


takar 500 mL memberikan nilai simpangan baku
sebesar + 0,04 mL

 Ketidakpastian baku presisi = s = 0,04 mL

Efek Temperatur
 Ketidakpastian karena efek temperatur harus
diperhitungkan karena temperatur laboratorium pada
saat labu takar dipakai mungkin berbeda dengan
temperatur kalibrasi labu takar tersebut.

 Ketidakpastian ini dapat dihitung dari perbedaan


antara temperatur laboratorium dengan temperatur
kalibrasi dan koefesien volum muai.

 Karena muai volum cairan lebih besar dari muai volum


labu, maka hanya muai volum cairan saja yang
dihitung.
10

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 5


Pengujian Kimia
Efek Temperatur

Ketidakpastian dari volume cairan dalam labu akibat


efek temperatur, (VT) dihitung menurut rumus:

u(VT) = V x u(T) x 

dimana:
V = volume labu
u(T) = simpangan baku dari variasi temperatur kamar
dibandingkan terhadap temperatur kalibrasi.
 = Koefesien muai volum dari cairan dalam labu

11

Efek Temperatur
(Ketidakpastian dari Perbedaan Temperatur)

 Menurut keterangan pabrik, labu takar telah dikalibrasi


pada 20oC, sedangkan temperatur laboratorium
bervariasi + 4oC.

 Koefesien muai volum dari air = 0,00021 oC-1

 Ketidakpastian baku dari Variasi Temperatur =


(500 mL) x (4oC/3) x (0,00021oC-1)
= 0,24 mL

12

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 6


Pengujian Kimia
Ketidakpastian Baku Gabungan Dari Tahap
Pengenceran (Pengukuran Volume)

u(V) =  (0,087)2 + (0,04)2 + (0,24)2


volume labu takar presisi efek temperatur

=  0,007569 + 0,0016 + 0,0576

=  0,066769

= 0,258 mL
13

Kemurnian Standar
 Kemurnian standar didalam sertifikat-nya tercantum sebesar
99,99 + 0,01% , tanpa menyebutkan berapa tingkat
kepercayaan-nya.
 Berarti kemurnian standar adalah:
0,9999 + 0,0001

 Karena tidak ada informasi mengenai tingkat kepercayaan,


maka diasumsikan bahwa distribusi-nya rektangular dan
ketidakpastian baku asal kemurnian:

uPurity = 0,0001 /  3 = 0,000058

14

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 7


Pengujian Kimia
Berat Molekul
Ketidakpastian baku asal berat molekul misal KHP
(C8H5O4K) merupakan gabungan ketidakpastian asal
atom-atom penyusunnya.
Data ketidakpastian berat atom dapat diperoleh dari
IUPAC.

Unsur Berat Atom (g) Quoted Uncertainty (g) Q.U/ 3 (g)


C 12,0107  0,0008 0,00046
H 1,00794  0,00007 0,000040
O 15,9994  0,0003 0,00017
K 39,0983  0,0001 0,000058

Ketidakpastian Baku
Asal Berat Molekul (Lanjutan)
Untuk KHP (C8H5O4K) Standard Uncertainty (g)
8C 8 x 12,0107 = 96,0856 8 x 0,00046 = 0,0037
5H 5 x 1,00794 = 5,0397 5 x 0,000040 = 0,0002
4O 4 x 15,9994 = 63,9967 4 x 0,00017 = 0,00068
1K 1 x 39,0983 = 39,0983 1 x 0,000058= 0,000058
MKHP = 204,2212 g/mol u (MKHP) = 0,0038 g/mol (*)

(*) u (MKHP) =  (0,00372 + 0,00022 + 0,000682 + 0,0000582)

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 8


Pengujian Kimia
Menghitung Ketidakpastian dari BMla

Rumus Molekul Asam Linoleat: C18H32O2


Dari daftar Berat Atom Unsur diperoleh:
C = 12,0107 + 0,0008
H = 1,00794 + 0,00007
O = 15,9994 + 0,0003
Ketidakpastian Baku: uBAC = 0,0008/3 = 0,00046
uBAH = 0,000040
uBAO = 0,00017

uBM la =  (18 x 0,00046)2 + (32 x 0,000040)2 + (2 x 0,00017)2


= 0,0084309

Menghitung Ketidakpastian dari BMla

Rumus Molekul Asam Linoleat: C18H32O2


Dari daftar Berat Atom Unsur diperoleh:
C = 12,0107 + 0,0008
H = 1,00794 + 0,00007
O = 15,9994 + 0,0003
Ketidakpastian Baku: uBAC = 0,0008/3 = 0,00046
uBAH = 0,000040
uBAO = 0,00017

uBM la =  (18 x 0,00046)2 + (32 x 0,000040)2 + (2 x 0,00017)2


= 0,0084309

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 9


Pengujian Kimia
Menghitung Ketidakpastian dari BMml

Rumus Molekul Metil Linoleat C19H34O2


Dari daftar Berat Atom Unsur diperoleh:
C = 12,0107 + 0,0008
H = 1,00794 + 0,00007
O = 15,9994 + 0,0003
Ketidakpastian Baku: uBAC = 0,0008/3 = 0,00046
uBAH = 0,000040
uBAO = 0,00017
uBM la =  (19 x 0,00046)2 + (34 x 0,000040)2 + (2 x 0,00017)2
= 0,0088999

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 10


Pengujian Kimia
Ketidakpastian Baku
(part-4)

Ketidakpastian Baku – Part 3

 Ketidakpastian baku yang diperlukan pada cara


bottom up, yang berasal dari:
 Kurva Kalibrasi
 Linearitas
 Homogenitas contoh
 Presisi metode

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 1


Pengujian Kimia
Kurva Kalibrasi
 Untuk menghitung konsentrasi analit menggunakan kurva
kalibrasi, perlu dihitung ketidakpastian asal kurva kalibrasi.
 Contoh pada analisis dengan kromatografi gas.
Kons Luas puncak Luas puncak
(mg/mL) terdeteksi terkoreksi
0 2 0
1 135 133
2 280 278
4 560 558
10 1194 1192

 Diandaikan dari kumpulan data tersebut akan ditarik


persamaan garis regresi yang dipaksakan lewat titik 0,0

Persamaan Garis Regresi

Umum Lewat Titik Nol


y = bx + a y = bx

xiyi -  ( xi yi ) / n ] b = xiyi / xi2


b=
xi2 -  (xi)2 / n ]

a = [yi - (b xi )] / n

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 2


Pengujian Kimia
Persamaan Garis Regresi Lewat Titik 0,0
b = xiyi / x2

Residual Standard Deviation (rsd)

• Berdasarkan persamaan garis regresi, untuk setiap nilai


x yang diketahui, kita dapat menghitung nilai yhitung (yc).

• Perbedaan antara yc dengan ypengamatan (yi) disebut


sebagai residual

• Besar kesalahan dari persamaan dapat dihitung melalui


besar residual

• Besar kesalahan ini disebut sebagai residual standard


deviation (rsd)

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 3


Pengujian Kimia
Menghitung yc untuk setiap nilai x yang diketahui

y = 122,6529 x

Ketidakpastian dari Kurva Kalibrasi


rsd (= Sy/x) dari pers grs dihitung melalui rumus:
rsd =  (yi-yc)2/(n-2)
=  6909,4215 / (5-2)
=  2303,14 = 47,99

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 4


Pengujian Kimia
Ketidakpastian Konsentrasi (sx) pada
persamaan garis lewat titik nol (y = bx)

sx = 47,99 / 122,6529

sx = 0,391 mg/mL

Model lain dari Kurva Kalibrasi


 Kurva Kalibrasi yang mempunyai intersep misal pada
spektrometri UV/Vis:
Y = bx + a

 Kemiringan Garis
xiyi -  ( xi yi ) / n ]
(Slope) dapat dihitung
b=
dengan persamaan: xi2 -  (xi)2 / n ]

n xiyi - ( xi yi )


b=
n  xi2 - (xi )2

 {( xi - x ) ( yi - y )}
b=
 ( xi - x )2

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 5


Pengujian Kimia
Contoh Analisis Spektrofluorometri

Kons (pg/mL) Intensitas


fluoresensi
0 2,1
2 5,0
4 9,0
6 12,6
8 17,3
10 21,0
12 24,7

Mencari Persamaan Garis Regresi

y = bx + a
b = 216.2/112 = 1.93
a = 13.1-(1.93x6) = 1.52
Persamaan Garis Regresi-nya : y = 1.93 x + 1.52

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 6


Pengujian Kimia
Menghitung Ketidakpastian Garis Regresi (Sy/x)

Sy/x dihitung menurut rumus

Menghitung RSD (Residu Standar Deviation)


y = 1.93 x + 1.52
x yi yc [yi-yc] [yi-yc]2
0 2.1 1.52 0.58 0.3389
2 5.0 5.38 -0.38 0.1433
4 9.0 9.24 -0.24 0.0573
6 12.6 13.10 -0.50 0.2500
8 17.3 16.96 0.34 0.1151
10 21.0 20.82 0.18 0.0319
12 24.7 24.68 0.02 0.0003
= 0.9368

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 7


Pengujian Kimia
Menghitung Ketidakpastian Konsentrasi (Sx)

Sx untuk pembacaan ysample sebesar masing – masing

a. 2,9 b. 13,5 c. 23,0

dapat dihitung menurut rumus berikut ini:

Untuk sample 1 ; y = 2.9

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 8


Pengujian Kimia
Untuk sample 2 ; y = 13.5

Untuk sample 3 ; y = 23.0

Liniaritas
 Kadang-kadang dalam suatu analisis tidak digunakan
kurva kalibrasi, melainkan perbandingan satu titik.
 Dalam perhitungan seperti ini, selalu diasumsikan
bahwa perbandingan antara contoh dan standar bersifat
linier.
 Padahal belum tentu perbandingan tersebut 100%
linier.
 Dalam hal ini perlu dihitung ketidakpastian asal
liniaritas.
 Untuk itu perlu didesign suatu percobaan kecil

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 9


Pengujian Kimia
Bagaimana Design Percobaannya?
 Buat larutan analit (menggunakan standar murni) dgn
berbagai C berbeda misal: 10, 20, 25, 30, 40 dan 50 ppm
 Perlakukan larutan dengan konsentrasi 25 ppm sebagai
standar, sedangkan 5 larutan sisanya sebagai contoh.
 Lakukan analisis terhadap larutan diatas ( 10, 20, 30, 40 dan
50 ppm) menggunakan metode pengujian yang sama seperti
pada analisis contoh, menggunakan larutan standar 25 ppm
 Hitung Canalit dengan membandingkannya terhdp C25.
 Amati perbedaan dari Canalit hasil analisis dengan kons-nya
yang diketahui (10, 20, 30, 40 dan 50 ppm)
 Cari nilai deviasi maksimum dari Canalit terhdp kons sebenar-
nya yang diketahui.
 Nilai deviasi maksimum inilah yang diambil sebagai nilai
ketidakpastian asal liniaritas

Contoh Perhitungan

Cdibuat (ppm) Canalisis (ppm) Deviasi (ppm)


10,346 9,496 - 0,85
20,691 21,691 1,0 maksimum
31,037 32,017 0,98
41,382 40,632 - 0,75
51,728 52,288 0,56

Ketidakpastian liniaritas
u = 1,0 /  3
= 0,577 ppm

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 10


Pengujian Kimia
Homogenitas dan Presisi Metode
 Ketidakpastian asal homogenitas dapat dihitung
bersamaan dengan ketidakpastian asal presisi metode.
 Design Percobaan-nya:
 Ambil minimal 10 (boleh lebih misal 12) contoh secara
random
 Lakukan analisis untuk setiap contoh sebanyak 2 kali
(duplo)
 Hitung MSB dan MSW.
 Hitung variansi sampling dan variansi analisis
 Hitung ssampling dan sanalisis

Rumus MSB dan MSW :

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 11


Pengujian Kimia
Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 12
Pengujian Kimia
Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 13
Pengujian Kimia
Studi Kasus 1: Perhitungan Estimasi Ketidakpastian
Dengan Cara Top Down
 Suatu laboratorium mineral mempunyai CRM untuk Ag dalam
mineral berupa powder dengan konsentrasi Ag sebagaimana tertulis
pada Certificate Of Analysis –nya sebesar 18,34 + 0,12 mg/kg
 Sebanyak 1 g CRM tersebut diatas ditimbang, dilarutkan dengan
asam dan larutannya dipindahkan kuantitatif dalam labu takar 100
mL
 Pada sertifikat kalibrasi neraca tercantum ketidakpastian neraca (U) =
0,0017 g dengan tingkat kepercayaan 95%, k =2.
 Apa yang dapat diestimasi dari data diatas?
 Berapa besarnya?

 Presisi penimbangan anak massa 1 g memberikan data seperti pada


tabel dibawah ini:

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 1


Pengujian Kimia
Ulangan Massa 1 g
 Apa yang dapat diestimasi dari data
1 1,0004
pada tabel?
2 1,0005
3 1,0002  Berapa besarnya?
4 1,0005  Berapa ketidakpastian baku asal
5 1,0003 penimbangan 1 gr CRM?
6 1,0006
 uasal penimbangan = 0,0012 g.
 CRM sebanyak 1 g ini kemudian dilarutkan dalam labu takar
100 mL
 Dari sertifikat kalibrasi labu takar 100 ml, diperoleh data keti-
dakpastian labu + 0,1627 ml dengan faktor pencakupan k =2
 Apa yang dapat diestimasi dari data diatas?
 Berapa besarnya?
 6 kali pengisian dan penimbangan pada labu takar 100 mL
memberikan data seperti pada Tabel

Ulangan Vol LT (mL)  Apa yang dapat diestimasi dari data


1 100,06 pada tabel?
 Berapa besarnya?
2 100,05
 Perbedaan temp kalibrasi dan temp lab 4OC
3 99,94
 Koefesien muai air = 0,00021 0C-1
4 100,04
 Berapa ketidakpastian baku gabungan asal
5 100,03
penggunaan Labu Takar 100 ml?
6 99,96
 u(CLT-100 mL) = 0,1073 mL

 Berapa ketidakpastian Baku Gabungan asal Penyiapan CRM?


 Komponen ketidakpastian apa saja yang berkontribusi pada
ketidakpastian Baku Gabungan asal Penyiapan CRM
 ?
 ?
 ?

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 2


Pengujian Kimia
Menghitung ketidakpastian baku gabungan asal penyiapan CRM

Komponen ux sat x sat ux/x (ux/x)2


asal Neraca 0.0012 g 1 g 0.0012 0.00000144
asal CRM 0.06 ppm 18.34 ppm 0.003272 1.0703E-05
asal Labu Takar 0.1073 mL 100 mL 0.001073 1.1513E-06
∑= 1.3294E-05
uc (ref) = 0.0036

uc (ref) relatif = 0.36 %

 Laboratorium menguji CRM sebanyak 8 kali dan hasil uji yang


diperoleh diberikan pada tabel berikut ini:

Hasil Hasil
Ulangan (mg/kg) Ulangan (mg/kg)  Apa yang dapat diestimasi
5 18.7 dari data pada tabel
1 18.9
disamping, untuk dapat
2 19.1 6 19.1
dimasukkan kedalam
3 17.9 7 18.4
rumus-rumus dibawah ini:
4 18.7 8 18.3

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 3


Pengujian Kimia
Ulangan Hasil (mg/kg)
Rata-rata = 18.638 mg/kg 1 18.9
CRM = 18.34 mg/kg 2 19.1
bias = 1.62214 % 3 17.9
4 18.7
5 18.7
ux/x sat (ux/x)2
6 19.1
bias = 1.62214 % 2.6313 7 18.4
sbias /n = 0.79155 % 0.6265 8 18.3
uc (ref) = 0.36 % 0.13 Rata-rata
∑ = 3.3908 = 18.638
 = 1.8414 SD = 0.417
ubias = 1.8414% n= 8
CRM = 18.34 mg/kg
sbias = 2.238827526%
Kedalam rumus mana ubias digabungkan? sbias /n = 0.791545063%

 Konsentrasi kontrol sampel yang dimiliki Analisis ppm


laborato-rium telah ditetapkan melalui 7 kali 1 20,3
pengulangan dengan data sbb: 2 19,5
3 20,2
QC chart Kontrol Sampel 4 20,4
laboratorium Tanggal Ag (ppm) Tanggal Ag (ppm) 5 19,5
memberikan 04/01/2016 21,29 18/01/2016 20,79 6 20,1
data sbb: 05/01/2016 20,35 19/01/2016 21,35 7 20,0
06/01/2016 19,58 20/01/2016 19,78
07/01/2016 20,65 21/01/2016 19,35
Bagaimana
08/01/2016 19,52 22/01/2016 19,32
mengesti-
11/01/2016 19,75 25/01/2016 20,75
masi uR (%)
12/01/2016 19,60 26/01/2016 19,69
13/01/2016 20,32 27/01/2016 20,62
14/01/2016 20,47 28/01/2016 21,37
15/01/2016 19,65 29/01/2016 19,65

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 4


Pengujian Kimia
Dari QC Chart

x̅ = 20 mg/kg
sR = 3.4 %
uR = 3.4 %

Nilai sat Nilai2


uR = 3.4 % 11.56
ubias = 1.8414 % 3.390816
∑= 14.95082
= 3.866629
uc = 3.866629
U= 7.733257

Ketidakpastian penetapan Ag dalam mineral


CAg = 18.638 + 1.441 mg/kg

Catatan
Dalam rumus:

uBias =  bias2 + (sbias/n)2 + uc(ref)2

 Komponen bias dapat tidak diikutsertakan dalam perhitungan


apabila ternyata nilai benar CRM (18,34 mg/kg) dan nilai rata-
rata analisis CRM yang dilakukan laboratorium (18,638 mg/kg)
tidak berbeda nyata.
 Kedua nilai tersebut diatas harus dibandingkan terlebih dahulu
menggunakan uji t.

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 5


Pengujian Kimia
Uji t terhadap nilai benar CRM

Nilai CRM = 18.34 mg/kg


U= 0.12 mg/kg sCRM = 0.06

µCRM = 18.34 mg/kg


sCRM = 0.06 mg/kg

Masih perlu dicari berapa nilai µx̅ , sx dan n untuk dapat


menghitung tcalc

µCRM = 18.34mg/kg
U = 0.12mg/kg sCRM = 0.06

1 18.9
2 19.1 s2CRM 0.004
3 17.9 s2x 0.174
4 18.7 s x/n
2 0.022
5 18.7 s2x/n + s2CRM 0.025
6 19.1 s2x/n + s2CRM 0.159 tcalc = 1.868028
7 18.4 DF = 7
8 18.3 tcrict = 2.365
Hasil analisis tidak berbeda signifikan dari CRM
µx̅ = 18.638
sx̅ = 0.417
n= 8
Karena tidak berbeda signifikan (nyata), maka perhitungan
sebelumnya dapat dikoreksi sbb:

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 6


Pengujian Kimia
Menghitung uBias tanpa memasukkan bias karena hasil
analisis tidak berbeda signifikan dari CRM
(dalam hal ini dianggap tidak ada bias)

uBias =  (sbias/n)2 + uc(ref)2

Nilai sat Nilai2


sbias /n = 0.79155 % 0.626544
uc (ref) = 0.36 % 0.13
∑ = 0.759486
 = 0.871485
ubias = 0.87%

Menghitung uBias tanpa memasukkan bias karena


hasil analisis tidak berbeda signifikan dari CRM
(dalam hal ini dianggap tidak ada bias)(lanjutan)

Nilai sat Nilai2


uR = 3.4 % 11.56
ubias = 0.87 % 3.3908
∑ = 11.5600
= 3.4
uc = 3.4
U= 6.8
Ketidakpastian penetapan Ag dalam mineral
18.638 + 1.267 mg/kg

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 7


Pengujian Kimia
Perhitungan Estimasi Ketidakpastian
dengan Cara Bottom Up, untuk
Metode Titrasi

Model Pengujian
• KHP, Kalium Hidrogen Phtalat ditimbang (m KHP),
sesudah dikeringkan 120 oC, 2 jam

Larutkan dalam 50 mL air

Titrasi dengan VT1 mL NaOH (*)

• Pipet VHCl (konsentrasi larutan HCl = CHCL mol/L)

Titrasi dengan VT2 mL NaOH (*)

Hasil (CHCl)

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 1


Pengujian Kimia
Formula
Pada titik ekuivalen titrasi,
 ekuivalen HCl =  ekuivalen NaOH
 mol HCl =  mol NaOH

VHCl x CHCl = CNaOH x VT2 ….(1)

Konsentrasi NaOH diperoleh dari standardisasi dengan KHP


1000 x mKHP x PKHP
CNaOH = mol/L …..(2)
VT1 x MKHP

Dengan mensubstitusi persamaan (2) ke persamaan (1)


diperoleh,
1000 x mKHP x PKHP x VT2
CHCl = mol/L …..(3)
VT1 x MKHP x VHCL
3

Formula (lanjutan)
SIMBOL KETERANGAN NILAI SATUAN
mKHP Massa (berat) KHP 0,3888 gram

PKHP Kemurnian KHP 1,0 -

VT1 Vol. NaOH untuk titrasi KHP 18,64 mL

VT2 Vol. NaOH untuk titrasi HCl 14,89 mL

MKHP Massa molar KHP 204,2212 g/mol


VHCl Vol. Larutan HCl yang dititrasi 15 mL

Menggunakan data-data diatas, CHCl dapat dihitung:

CHCl Konsentrasi larutan HCl 0,10139 mol/L


4

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 2


Pengujian Kimia
Diagram Fish-Bone
PKHP mKHP
Kalibrasi Neraca Kalibrasi Neraca

Repetibilitas Repetibilitas

mwadah kosong mwadah+KHP


CHCl
Kalibrasi Buret Kalibrasi Buret
Kalibrasi Pipet
Temperatur Temperatur
Repetibilitas Repetibilitas Temperatur

Titik Akhir Titik Akhir Repetibilitas


Bias Bias
Repetibilitas Repetibilitas

VT1 VT2 MKHP VHCl


5

Diagram Fish-Bone (Revisi)


Repetibilitas
PKHP mKHP
Metode
Rep. mKHP Kalibrasi Neraca Kalibrasi Neraca
Rep. VT1
Rep. Titik Akhir VT1
Rep. VT2
Rep. Titik Akhir VT2 mwadah kosong mwadah+KHP
Rep. VHCl
CHCl
Kalibrasi Buret Kalibrasi Buret
Kalibrasi Pipet
Temperatur Temperatur
Temperatur

Titik Akhir Titik Akhir


Bias Bias

VT1 VT2 MKHP VHCl


6

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 3


Pengujian Kimia
Ketidakpastian Baku
Asal Repetibilitas Metode
Dari data validasi metode titrasi larutan HCl dengan
NaOH diperoleh data repetibilitas metode sebesar
0,1% (RSD).

Komponen ini sudah mencakup:

•Repetibilitas mKHP •Repetibilitas VT2


•Repetibilitas VT1 •Repetibilitas T. Akhir VT2
•Repetibilitas T. Akhir VT1 •Repetibilitas VHCl

Ketidakpastian Baku Asal PKHP

Kemurnian KHP tercantum pada sertifikat dari


suplier sebesar: 99,95 – 100,05 % atau 100%
 0,05%, atau 1,0000 ± 0,0005

Maka ketidakpastian baku kemurnian KHP


u (PKHP) = 0,0005/ 3 = 0,00029

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 4


Pengujian Kimia
Ketidakpastian Baku
Asal mKHP

Ketidakpastian asal penimbangan standar merupakan


gabungan dari dua komponen ketidakpastian, yaitu:

• Massa wadah kosong (mWadah Kosong)


• Massa wadah berisi standar (mWadah+KHP)

Ketidakpastian Baku
Asal Kalibrasi Neraca
Pada sertifikat kalibrasi neraca diperoleh
data ketidakpastian sebesar  0,174 mg,
dengan k = 2.

Maka ketidakpastian bakunya,


u (Kalibrasi) = 0,174 / 2 = 0,087 mg
= 0,000087 g

10

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 5


Pengujian Kimia
Ketidakpastian Baku
Asal mKHP (lanjutan)

Maka ketidakpastian baku dari massa standar,

u (mKHP) =  0,0000872 + 0,0000872 = 0,00012 g

11

Ketidakpastian Baku
Asal VT1
Ketidakpastian asal pengukuran volume titran
yang terpakai untuk standardisasi ini
merupakan gabungan dari tiga komponen
ketidakpastian:
• kalibrasi buret
• temperatur
• bias end-point

12

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 6


Pengujian Kimia
Ketidakpastian Baku Asal
Kalibrasi Buret
Pabrik pembuat autoburette mencantumkan
angka ketidakpastian sebesar  0,03 mL.

Maka ketidakpastian baku asal kalibrasi


burette:

u (Kalibrasi Burette) = 0,03 / 6


= 0,012 mL
13

Ketidakpastian Baku Asal


Temperatur

Temperatur laboratorium bervariasi  4 oC dari


temperatur kalibrasinya.
Maka ketidakpastian baku volume titran (18,64  19
mL) akibat variasi temperatur,

u (VTemperatur) = 4oC/3 x 2,1x10-4 0C-1 x 19 mL


= 0,009 mL

14

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 7


Pengujian Kimia
Ketidakpastian Baku
Asal Bias Titik Akhir

Ketidakpastian asal bias penentuan titik


akhir titrasi oleh sistem autotitrator
diabaikan.
Jika menggunakan buret biasa:
 0,5 tetes = 0,05 mL
 bagi akar 3

15

Ketidakpastian Baku
Asal VT1 (lanjutan)
Maka besar ketidakpastian baku asal volume
titran yang terpakai untuk standardisasi,

u (VT1) =  0,012 2 + 0,0092 = 0,015 mL

u (Kalibrasi Burette) u (Temperatur)

16

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 8


Pengujian Kimia
Ketidakpastian Baku
Asal VT2
Ketidakpastian asal pengukuran volume titran
yang terpakai untuk standardisasi ini
merupakan gabungan dari tiga komponen
ketidakpastian:
• kalibrasi buret
• temperatur
• bias end-point

17

Ketidakpastian Baku Asal


Kalibrasi Buret
Pabrik pembuat autoburette mencantumkan
angka ketidakpastian sebesar  0,03 mL.

Maka ketidakpastian baku asal kalibrasi


burette:

u (Kalibrasi Burette) = 0,03 / 6


= 0,0122 mL
18

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 9


Pengujian Kimia
Ketidakpastian Baku Asal
Temperatur

Temperatur laboratorium bervariasi  4 oC dari


temperatur kalibrasinya.
Maka ketidakpastian baku volume larutan penitrasi
(14,89  15 mL) akibat variasi temperatur,

u (VTemperatur) = 4oC/3 x 2,1x10-4 0C-1 x 15 mL


= 0,007 mL

19

Ketidakpastian Baku
Asal Bias Titik Akhir

Ketidakpastian asal bias penentuan titik


akhir titrasi oleh sistem autotitrator
diabaikan.

20

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 10


Pengujian Kimia
Ketidakpastian Baku
Asal VT2

Maka besar ketidakpastian baku asal volume


titran yang terpakai untuk titrasi larutan
contoh,

u (VT2) =  0,0122 2 + 0,0072 = 0,0141 mL

µ (Kalibrasi Burette) µ (Temperatur)

21

Ketidakpastian Baku
Asal MKHP

Dari tabel IUPAC diperoleh data:

Unsur Berat Atom (g) Ketidakpastian (g) Ketidakpastian Baku (g)


C 12,0107  0,0008 0,00046
H 1,00794  0,00007 0,000040
O 15,9994  0,0003 0,00017
K 39,1983  0,0001 0,000058

22

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 11


Pengujian Kimia
Ketidakpastian Baku
Asal MKHP (Lanjutan)
Untuk KHP (C8H5O4K) Ketidakpastian Baku (g)
8C 8 x 0,00046 = 0,0037
5H 5 x 0,000040 = 0,0002
4O 4 x 0,00017 = 0,00068
1K 1 x 0,000058= 0,000058
MKHP = 204,2212 g/mol µ (MKHP) = 0,0038 g/mol (*)

(*) u (MKHP) =  (0,00372 + 0,00022 + 0,000682 + 0,0000582)

23

Ketidakpastian Baku
Asal VHCl

Ketidakpastian asal pemipetan larutan HCl ini


merupakan gabungan dari dua komponen
ketidakpastian:
• kalibrasi pipet
• temperatur

24

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 12


Pengujian Kimia
Ketidakpastian Baku
Asal Kalibrasi Pipet

Batas akurasi pengukuran larutan pada pipet 15 mL


yang digunakan, dinyatakan oleh pabrik pembuatnya
sebesar  0,02 mL.

Maka ketidakpastian baku asal kalibrasi burette:

u (Kalibrasi Pipet) = 0,02 / 3


= 0,0115 mL

25

Ketidakpastian Baku Asal


Temperatur
Temperatur laboratorium bervariasi  4 oC dari
temperatur kalibrasinya.

Maka ketidakpastian baku volume larutan HCl yang


dipipet akibat variasi temperatur,

u (VTemperatur) = 4oC/3 x 2,1x10-4 0C-1 x 15 mL


= 0,007 mL

26

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 13


Pengujian Kimia
Ketidakpastian Baku
Asal VHCl (lanjutan)

Maka ketidakpastian baku asal pemipetan larutan


HCl,

u (VHCl) =  0,0115 2 + 0,0072 = 0,0135 mL

u (Kalibrasi Pipet) u (Temperatur)

27

Ketidakpastian Baku Gabungan CHCl

Ketidakpastian konsentrasi larutan contoh HCl ini


merupakan gabungan dari komponen-komponen:
• kemurnian KHP (PKHP)
• penimbangan KHP (mKHP)
• repetibilitas metode
• volume titran pada standardisasi (VT1)
• volume titran pada titrasi larutan contoh (VT2)
• berat molekul KHP (MKHP)
• volume larutan contoh yang dititrasi

28

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 14


Pengujian Kimia
Ketidakpastian Baku Gabungan CHCl
(Lanjutan)

Nilai x Ketidakpastian Ketidakpastian Rank


Baku µ(x) Baku Relatif µ(x)/x
Rep. 0,001 1
PKHP 1,0000 0,00029 0,00029 6
mKHP 0,3888 g 0,00012 g 0,00031 5
MKHP 204,2212 g/mol 0,0038 g/mol 0,000019 7
VT1 18,64 mL 0,015 mL 0,00080 3
VT2 14,89 mL 0,0141 mL 0,000947 2
VHCl 15 mL 0,0135 mL 0,0009 4
CHCl 0,10139 mol/L

29

Ketidakpastian Baku Gabungan


Relatif CHCl
uC (CHCl/CHCl) = 0,0012 + 0,000292 + 0,000312
 + 0,0000192 + 0,000802
+ 0,0009472 + 0,00092

= 0,00187

30

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 15


Pengujian Kimia
Ketidakpastian Baku Gabungan
CHCl

uC (CHCl) = CHCl x uC (CHCl/CHCl)


= 0,10139 mol/L x 0,00187
= 0,00019 mol/L

31

Perhitungan Ketidakpastian Diperluas


(Expanded Uncertainty)

Untuk tingkat kepercayaan = 95%


digunakan faktor pencakupan, k = 2.
Sehingga,
U (CHCl) = k x µC (CHCl)
= 2 x 0,00019
= 0,00038 mol/L
32

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 16


Pengujian Kimia
Pelaporan Hasil

Konsentrasi larutan contoh HCl adalah:


0,10139  0,00036 mol/L
Dengan tingkat kepercayaan 95%

33

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 17


Pengujian Kimia
Perhitungan Estimasi Ketidakpastian
dengan Cara Bottom Up untuk Metode
Spektrometri UV/Vis

MODEL PENGUJIAN
Cs
V1 Pipet 50 mL sampel

+ H2SO4 p & 1 mL H2O2,


Std fosfat 50 mg/L panaskan!
Larutan jernih

Saring, mskkan dlm


labu takar 50 mL
Pipet V3 Tepatkan volume
0.25; 0.5; 1; 1.5 mL

Pipet 5 mL V2
Masukkan dlm labu takar 50 mL
+ 5 mL reagen Molibdat &
2 mL Hidrazin sulfat V4
Pnskan pd waterbath 10’
kmd dinginkan Tepatkan vol
Tepatkan volume

Ukur Serapan (A) pada Cx


 840.5 nm

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 1


Pengujian Kimia
Formula yang digunakan

Kurva kalibrasi; y = a + bx

Ax = a + bCx

Dari kurva Ax–a


kalibrasi Cx =
b

V4 V2 V2
Csp = Cx = Cx f
V3 V1 V1

fpengenceran

Identifikasi Sumber Ketidakpastian

Csp V labu takar V sampel


Kali Kali
brasi brasi
Kurva Temp
kalibrasi Temp

Kons fosfat
dlm larutan
K Cs
Pipet K
5 mL Labu tkr
T 50 mL
T

fPengenceran Presisi
metode

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 2


Pengujian Kimia
Estimasi Ketidakpastian asal V sampel (50mL)

• Dari spek pabrik, pipet 50  0.05 mL

0.05
uKalibrasi = = 0.0289 mL
3
• Efek Temperatur
Variasi dari temperatur kalibrasi =  3oC
Koefisien muai air = 0.00021 oC-1

uefek temp = V x (T)/3 x koef muai air


= 50 mL x 3 oC/3 x 0.00021 oC-1
= 0.0182 mL

upipet =  (0.0289)2 + (0.0182)2 mL


=  0.001164 mL
= 0.03412 mL

Estimasi Ketidakpastian asal volume Labu takar

• Dari spek pabrik, labu takar 50  0.05 mL

0.05
uKalibrasi = = 0.0289 mL
3
• Efek Temperatur

Variasi dari temperatur kalibrasi =  3oC


Koefisien muai air = 0.00021 oC-1

uefek temp = V x (T)/3 x koef muai air


= 50 mL x 3 oC/3 x 0.00021 oC-1
= 0.0182 mL

ulabu takar =  (0.0289)2 + (0.0182)2


=  0.001164 mL
= 0.03412 mL

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 3


Pengujian Kimia
Kurva Kalibrasi Std Fosfat

xi(g/mL) yi yc yi - yc (yi – yc)2 xi - x (xi – x)2

0.25 0.1149 0.12205 -0.00715 5.1x10-5 -0.563 0.316

0.5 0.2749 0.26828 0.006615 4.4x10-5 -0.312 0.098

1 0.5654 0.56075 0.004651 2.2x10-5 0.188 0.035

1.5 0.8491 0.85321 -0.004114 1.69x10-5 0.688 0.473

 3.25 1.8043 1.35x10-4 0.922

Rata2 0.813 0.4511

A = -0.0242 ; B = 0.5849 ; Persamaan y = -0.0242 + 0.5849 x

sy/x =   (yi – yc)2/ (n – 2) = (1.35 x 10-4 /(4-2)) ½

= 0.00817

ysampel = 0.5179 ; setelah diplot diperoleh Cx = 0.9267 g/mL

 Ketidakpastian asal Cx dari kurva kalibrasi

s y/x =   (yi – yc)2/ (n – 2) = 0.00817

s y/x (Ysample – Yrata-rata)2


sx =
b  1 + 1/n +
b2   xi – xrata-rata2

0.00817 (0.5179 – 0.4511)2


=
0.5849  1+¼+
(0.5849)2 x 0.922

= 0.0169 ( g/mL)

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 4


Pengujian Kimia
Ketidakpastian Baku
asal faktor pengenceran (f)
• Dari spek pabrik, pipet 5  0.02 mL
0.02
uKalibrasi = = 0.0116 mL
3
• Efek Temperatur
Variasi dari temperatur kalibrasi =  3oC
Koefisien muai air = 0.00021 oC-1

uefek temp = V x (T)/3 x koef muai air


= 5 mL x 3 oC/3 x 0.00021 oC-1
= 0.00182 mL

• uabu takar =  (0.0116)2 + (0.00182)2 mL


=  0.000136 mL
= 0.01164 mL

Ketidakpastian Baku
asal faktor pengenceran (f) lanjutan

Kuantitas X(Nilai) (mL) x(mL)

Pemipetan 5 0.01164

Labu takar 50 0.03412

uf = √ [(0.01164)/5 ]2 + [(0.03412)/50]2 = 0.00243


f

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 5


Pengujian Kimia
Ketidakpastian baku
asal Presisi Metode
sumber: data log book  dari data validasi metode
menggunakan working standar dengan
pengulangan 10 x diperoleh;

SD = 0.2105

Pada saat ini penentuan fosfat dilakukan 1 kali,


maka:
0.2105
upresisi metode = = 0.2105 g/mL
1

Ketidakpastian Gabungan Penentuan Fosfat


Dalam Air

Terdiri atas komponen:

• Pemipetan contoh
• Volume labu takar
• Cx (dari kurva kalibrasi)
• fpengenceran
•Presisi metode analisis

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 6


Pengujian Kimia
Ringkasan Ketidakpastian Baku Penentuan Fosfat
Dalam Air

Sumber Nilai (X) Sat (X) Sat (X) /X


Vol spl (V1) 50 mL 0.03412 mL 0.00068

Vol labu 50 mL 0.03412 mL 0.00068


takar spl
(V2)
Cx 0.9267 g/mL 0.0169 g/mL 0.01824

fpengenceran 0.00243
Presisi met 0.2105 g/mL

Konsentrasi Fosfat
dalam sampel
Persamaan kurva kalibrasi yang diperoleh; y = -0.0242 + 0.5849 x

ysampel = 0.5179 ; setelah diplot diperoleh Cx = 0.9267 g/mL

V2
Cs = Cx f = 0.9267 x 10 x (50/50)
V1
= 9.267 g/mL

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 7


Pengujian Kimia
Ketidakpastian Gabungan Penentuan Fosfat Dalam Air
(tanpa presisi metode)

uCs
Cs
=  (u V1/V1)
2 + (uV2/V2)2 + (uCX/CX)2 + (uf/f)2

uCs (0.00068)2 + (0.00068)2 + (0.01824)2 + (0.00243)2

Cs
= 
uCs
= 0.018423
Cs

uCs = 0.018423 x 9.267 (g/mL)

= 0.17073 g/mL

Ketidakpastian Gabungan Penentuan Fosfat Dalam Air


(dengan presisi metode)

uCs+presisi =  ( 0.17073)2 + (0.2105)2

= 0.30312 g/mL

KETIDAKPASTIAN DIPERLUAS

U = 2 x 0.30312 g/mL

= 0.6062 g/mL

PELAPORAN

( 9.267  0.606 ) g/mL

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 8


Pengujian Kimia
PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

Perhitungan Estimasi Ketidakpastian dengan


Cara Bottom Up, untuk Metode Gas
Chromatography

RCChem Learning Centre

Analisis Biphenyl dalam Benzen

 Seorang analis menggunakan teknik GC untuk melakukan


analisis ketidakmurnian biphenyl didalam benzen
PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

 Untuk itu disiapkan larutan standar biphenyl dengan


konsentrasi + 50 mg/mL dan larutan blanko (0 mg/mL)

 Konsentrasi biphenyl dalam benzene (mg/mL) pada contoh


dihitung dengan cara memban-dingkan luas puncak yang
dihasilkan contoh terhadap luas puncak yang dihasilkan
larutan standar biphenyl.

RCChem Learning Centre

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 1


Pengujian Kimia
Model Sistim Pengujian

Dibuat larutan standar biphenyl dalam benzen (C50)


PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

Dibuat larutan blanko

Injeksikan larutan blanko kedalam kolom (A0)

Injeksikan larutan standar kedalam kolom (A50)

Injeksikan larutan contoh (Aspl)

Hitung konsentrasi biphenyl dalam contoh (Cspl)

RCChem Learning Centre

Rumus (Formula)

Aspl
Cspl = C50
A50 - A0
PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

Dimana:
Cspl = konsentrasi biphenyl dalam contoh
C50 = konsentrasi biphenyl dalam standar
Aspl = luas puncak yang diperoleh dari larutan contoh
A50 = luas puncak yang diperoleh dari larutan standar
A0 = luas puncak yang diperoleh dari larutan blanko

RCChem Learning Centre

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 2


Pengujian Kimia
Rumus (Formula)

Aspl Mengapa Aspl


Cspl = C50 tidak dikoreksi
PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

A50 - A0 terhdp A0 ??

A50 - A0 = X

Aspl
Cspl = C50
X

RCChem Learning Centre

1. Membuat Grafik Tulang Ikan


Gambarkan mula-mula tulang punggung ikannya
Letakkan apa yang dicari dlm pengujian sebagai kepala
ikannya
PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

Cspl

RCChem Learning Centre

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 3


Pengujian Kimia
3. Gambarkan apa yang ada dalam rumus sebagai tulang
tulang utama

Aspl C50
PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

Cspl
A50

A0
X

RCChem Learning Centre

4. Tulang utama terdiri dari rumus ++


(apa yang tidak ada dalam rumus, tetapi memberi
kontribusi pada ketidakpastian, misal: homogenitas contoh,
presisi metode, recovery, liniaritas, efek temperatur dll)
PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

RCChem Learning Centre

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 4


Pengujian Kimia
Apa yang dimaksud dengan Liniaritas ?

 Pada cara perbandingan konsentrasi menggunakan dua


PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

konsentrasi berbeda selalu diasumsikan perbandingan

tersebut linier dalam range konsentrasi yang ditentukan

 Padahal belum tentu perbandingan tersebut linier

 Untuk itu perlu diperhitungkan ketidakpastian asal liniaritas

RCChem Learning Centre

5. Lengkapi tulang utama C50 dengan duri-durinya


PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

RCChem Learning Centre

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 5


Pengujian Kimia
6. Lengkapi tulang utama A50, A0, dan Aspl, dengan duri-
durinya
PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

RCChem Learning Centre

7. Bagaimana ketidakpastian baku untuk presisi metode


dicari ?
- Bagaimana design percobaannya ?
- Apakah karenanya akan ada double counting pada
grafik tulang ikan ini?
PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

RCChem Learning Centre

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 6


Pengujian Kimia
Melalui Grafik Tulang Ikan Ini,
Dihitung Kemudian Ketidakpastian Baku Dari Setiap
Tulang Utama
PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

RCChem Learning Centre

Ketidakpastian Baku Liniaritas


Untuk menentukan ketidakpastian baku linearitas perlu
dibuat percobaan kecil:
PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

 Buat lar BP dgn berbagai C berbeda yang konsentrasinya


diketahui
 Injeksikan setiap larutan BP tsb diatas pada GC
 Hitung CBP dengan membandingkannya terhdp C50.
 Amati perbedaan dari CBP hasil analisis dengan konsentrasinya
yang diketahui
 Cari nilai deviasi maksimum dari CBP hasil analisis terhdp
konsentarasi sebenarnya yang diketahui

RCChem Learning Centre

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 7


Pengujian Kimia
Data dari Percobaan Kecil untuk Liniaritas

Diperoleh kumpulan data sebagai berikut:


PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

Cdibuat (g/mL) Canalisis (g/mL) Deviasi (g/mL)

10,346 9,496 - 0,85

20,691 21,691 1,0

31,037 32,017 0,98

41,382 40,632 - 0,75

51,728 52,288 0,56

RCChem Learning Centre

ulinearitas

Percobaan menunjukkan bahwa pada pengukuran berbagai


PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

konsentrasi biphenyl yang berbeda, deviasi maksimum dari


harga yang sebenarnya adalah

1,0 mg/mL

uliniaritas = 1,0 /  3
= 0,577 g/mL

RCChem Learning Centre

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 8


Pengujian Kimia
PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI Masukkan nilai uliniaritas yang telah dihitung

RCChem Learning Centre

Ketidakpastian Baku Luas Puncak


PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

RCChem Learning Centre

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 9


Pengujian Kimia
Data dari Pengulangan Analisis sebanyak 10 X

Pengukuran berulang kali memberikan hasil sbb:


PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

RCChem Learning Centre

Ketidakpastian Luas Puncak (uA )


uA = s /n

Pengukuran berulang kali memberikan hasil sbb:


PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

RCChem Learning Centre

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 10


Pengujian Kimia
Menghitung X

Aspl
Cspl = C50
PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

A50 - A0

A50 - A0 = X

uX = (uA50)2 + (uA0)2
=  (0,833)2 + (0,277)2
= 0,8778

RCChem Learning Centre

Masukkan nilai uAspl dan uX yang telah dihitung


PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

RCChem Learning Centre

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 11


Pengujian Kimia
PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI Ketidakpastian Baku C50

RCChem Learning Centre

Ketidakpastian Baku V1000


PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

RCChem Learning Centre

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 12


Pengujian Kimia
Menghitung uV1000

 Dalam spesifikasi labu takar 1 Liter yang digunakan tercatat


ketidakpastiannya adalah 1000,00 + 0,20 mL
PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

 10 kali pengisian dan penimbangan pada labu takar 1000 mL


memberikan nilai simpangan baku sebesar + 0,15 mL
 Menurut keterangan pabrik, labu takar telah dikalibrasi pada
20oC, sedangkan temperatur laboratorium bervariasi antara 20
– 24oC. Rata-rata temperatur laboratorium 22 + 2oC.
 Tidak diperoleh data mengenai Koefesien Muai Volume
(KMV) dari pelarut benzen. Pada hand-book hanya terdapat
data dari KMV dari air = 0,00021 oC-1. Dalam hal ini
diasumsikan bahwa KMV benzen = 2 kali KMV air.

RCChem Learning Centre

Menghitung Ketidakpastian Baku Volume Labu Takar

Asal Kalibrasi
PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

 Ketidakpastian Labu Takar + 0,20 mL


 uK labu takar = 0,20 / 3 = 0,1156 mL

Asal Presisi
 10 kali pengisian dan penimbangan pada labu takar
1000 mL memberikan nilai simpangan baku sebesar
+ 0,15 mL
 up labu takar = 0,15 mL

RCChem Learning Centre

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 13


Pengujian Kimia
Asal Efek Muai
(Ketidakpastian akibat Perubahan Temperatur)

 KMV dari benzen = 0,00042 oC-1


PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

 Muai volume = (1000,00 mL) x (4oC)x (0,00042oC-1)


= 1,68 mL

 Ketidakpastian dari Variasi Temperatur =


1,68 /  3
= 0,97 mL

RCChem Learning Centre

Ketidakpastian Baku Gabungan dari uV1000


PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

u(V1000) =  (0,1156)2 + (0,15)2 + (0,97)2

=  0,013363 + 0,0225 + 0,9409

=  0,976763

= 0,9883 mL

RCChem Learning Centre

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 14


Pengujian Kimia
PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI Masukkan nilai uV1000 yang telah dihitung

RCChem Learning Centre

Ketidakpastian Baku WBp


PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

RCChem Learning Centre

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 15


Pengujian Kimia
Menimbang Standar Biphenyl

 Berat standar biphenyl = 0,052 g = 52 mg (pada sertifikat


PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

standar dinyatakan kemurnian standar = 99,5 + 0,5%),


dilarutkan dalam labu takar 1 L
 Pada sertifikat kalibrasi neraca yang digunakan tertulis + 0,05
mg dengan tingkat kepercayaan 95%
 Dari logbook neraca diperoleh data bahwa 10 kali pengulangan
pengukuran berat pada neraca memberikan nilai simpangan
baku sebesar 0,06 mg

RCChem Learning Centre

Menghitung Ketidakpastian baku asal kemurnian


standar Biphenyl

 Didalam sertifikat analysis dari standar Bp dinyatakan


PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

kemurnian Bp adalah 99,5 + 0,5 % tanpa menyebutkan


berapa tingkat kepercayaan-nya.

 Karena tidak ada informasi mengenai tingkat kepercayaan,


maka diasumsikan bahwa distribusi-nya rektangular dan
ketidakpastian baku:

uPBp= 0,005 /  3 = 0,00289

RCChem Learning Centre

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 16


Pengujian Kimia
Menghitung Ketidakpastian Baku asal Kalibrasi
dan Presisi Neraca

 Pada sertifikat kalibrasi neraca (yang dilakukan oleh pihak


PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

luar) tertulis ketidakpastiannya adalah + 0,05 mg dengan


tingkat kepercayaan 95%
ukalibrasi = 0,05 mg / 1,96
= 0,026 mg
 10 kali pengulangan pengukuran berat memberikan nilai
simpangan baku sebesar 0,06 mg
upresisi = 0,06 mg

RCChem Learning Centre

Ketidakpastian Baku Akurasi dan Presisi

 Ketidakpastian baku kalibrasi harus dihitung dua kali karena


PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

mencakup dua kali penimbangan, yaitu penimbangan wadah

sebelum dan sesudah ditambahkan Bp

 Ketidakpastian baku presisi umumnya dihitung satu kali

karena perhitungannya sudah didasarkan pada selisih berat

(s dari berat biphenyl-nya saja)

RCChem Learning Centre

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 17


Pengujian Kimia
Ketidakpastian Baku Gabungan hanya dari Ww
dan W(w+Bp)
PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

(Belum memperhitungkan ketidakpastian asal kemurnian)

u(Wbp) =  (2 (0,026)2)+ (0,06)2

= 0,07 mg

RCChem Learning Centre

Tabel Perhitungan Ketidakpastian Baku WBp


(Dengan memperhitungkan ketidakpastian asal kemurnian Biphenyl)
PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

RCChem Learning Centre

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 18


Pengujian Kimia
Ketidakpastian Baku Gabungan Dari WBp
PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

uWBp/WBp =  (0,002905)2 + (0,001346)2


= 0,0032

RCChem Learning Centre

Menggabungkan uWBp dengan uV1000


PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

u(C50)/C50 =  [u(WBp)/WBp]2 + [u(V1000)/V1000]2


=  (0,0032)2 + (0,000988)2

= 0,003349

RCChem Learning Centre

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 19


Pengujian Kimia
PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI Masukkan nilai uC50/C50 yang telah dihitung

RCChem Learning Centre

Menggabungkan Semua Ketidakpastian Baku Untuk


Menghitung Ketidakpastian Cspl

Asal uX Satu- X Satu ux/X (ux/X)2


an -an
0,869 SLP 265 SLP 0,003279 0,00001075
PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

Aspl

X 0,8778 SLP 393,5 SLP 0,002230 0,00000500


(A50-A0)
C50 0,003349 0,00001122

Liniari- 0,577 mg/mL ?


tas
S = 0,00002697
uCspl/Cspl = 0,00519
RCChem Learning Centre

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 20


Pengujian Kimia
u(Cspl)/Cspl =  0,00002723

u(Cspl)/Cspl = 0,00519 (tanpa satuan)


Cspl = 34,8363 g/mL
PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

u(Cspl) = 0,1808 g/mL

ulinearitas = 0,577 g/mL


Ketidak pastian total:
(dengan memperhitungkan liniaritas)
(0,577)2 + (0,1808)2
= 0,60466 g/mL

RCChem Learning Centre

Ketidakpastian diperluas

U(Cspl) = 2 . 0,60466
PUSAT PENELITIAN KIMIA - LIPI

= 1,20932 g/mL

Hasil Analisis kandungan Biphenyl dalam Contoh


Benzen:
34,8363 + 1,20932 g/mL

RCChem Learning Centre

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran Laboratorium Halaman 21


Pengujian Kimia