Anda di halaman 1dari 18

Edisi 1

BUKU PETUNJUK SKILLS LAB MODUL 6.3


Dental Health Care Management

MODUL 6.3
Dental Health Care Management

BUKU PETUNJUK SKILLS LAB

Fakultas Kedokteran Gigi


Universitas Islam Sultan Agung

1
Copyright @ by Faculty of Dentistry, Islamic Sultan Agung University.
Printed in
Semarang
Edisi: 1st
Designed by: team Blok
Cover Designed by: team Blok
Published by Faculty of Dentistry, Islamic Sultan Agung University
All right reserved

This publication is protected by Copyright law and permission should be obtained from
publisher prior to any prohibited reproduction, storage in a retrieval system, or transmission in
any form by any means, electronic, mechanical, photocopying, and recording or likewise
2
Tim Modul :
1. drg. Kusuma Arbianti, MM
2. drg. Moh. Husnun Niam, Amd. Kom

Reviewer :
1. drg. Rahmawati Sri Praptiningsih, M.Med.Ed

Tutor Modul :
1. SGD 1: drg Tahta Danifatis Sunnah
2. SGD 2: drg Shella Indri Novianty, Sp. Ort
3. SGD 3: drg Moh. Yusuf, Sp. Rad.O.M
4. SGD 4: drg Muhamat Muhtar S. A., M. Biomed
5. SGD 5: drg Budi Suhartono, Sp. Ort
6. SGD 6: drg Niluh Ringga W., M. Kes
7. SGD 7: drg Rahmat Hidayat, Sp. Pros
8. SGD 8: drg Muh. Dian Firdausy, M. Sc (DMS)

KONTRIBUTOR
Disiplin Ilmu :
1. Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat dan Pencegahan

3
KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrohim

Alhamdulillahirobbil’alamin, segala puji bagi Allah SWT, Robb seluruh alam yang telah
memberikan karunia kepada kami hingga kami dapat menyelesaikan modul 6.3 Dental Health Care
Management.

Pada modul 6.3 Dental Health Care Management ini mahasiswa akan belajar tentang Perencanaan
Kesehatan, Root Cause Analysis, Risk Grading Matrix, Strategi Perencanaan Praktek Dokter Gigi dan Unit
Cost untuk menentukan tarif, serta magang di Puskesmas dan RS untuk melakukan penilaian dan
rekomendasi strategi Puskesmas dan RS berdasarkan Balanced Score Card.

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan modul ini. Oleh karena itu,
saran-saran dari tutor maupun dari mahasiswa akan kami terima dengan terbuka. Semoga materi dalam
modul 6.3 Dental Health Care Management ini dapat bermanfaat dan membantu siapa saja yang
membutuhkannya.

Jazakumullhahi khoiron.

Tim Penyusun Modul

4
TATA TERTIB SKILLS LAB DAN PRAKTIKUM

1. Mahasiswa harus hadir di ruang skill lab/praktikum pada waktu yang telah ditentukan
dengan batas toleransi keterlambatan maksimal 20 menit.
2. Mahasiswa WAJIB berpakaian dan bersepatu rapi serta memakai jas praktikum.
3. Mahasiswa tidak diperkenankan meninggalkan ruangan tanpa seizin pembimbing.
4. Mahasiswa yang tidak hadir harus izin pada pembimbing.
5. Sebelum skills lab/ praktikum dilakukan, mahasiswa WAJIB membaca petunjuk
praktikum.
6. Setiap praktikum/skills lab harus membawa kain bersih (putih) +/- ukuran 40 x 40 cm yang
akan digunakan untuk alas pada meja praktikum.
7. Selama skills lab berlangsung, mahasiswa WAJIB menjaga kebersihan dan ketenangan
ruangan.
8. Mahasiswa wajib menjaga peralatan yang disediakan
9. Kerusakan / kehilangan yang terjadi harus segera dilaporkan kepada petugas. Bila tidak
dilaporkan, kemudian diketahui oleh petugas/pembimbing, mahasiswa yang bersangkutan
akan menerima sanksi tambahan.
10. Sebelum bekerja menggunakan alat-alat, wajib mempelajari terlebih dahulu serta mengerti
cara penggunaannya

TATA TERTIB PERMINTAAN BAHAN DAN PEMINJAMAN ALAT

1. Permintaan bahan praktikum dilakukan maksimal 2 kali aplikasi/permintaan, jika lebih dari
itu maka mahasiswa WAJIB menyediakan sendiri.
2. Bahan dapat diambil pada petugas.
3. Mahasiswa harus menulis nota peminjaman alat yang dibutuhkan dan mengambilnya pada
petugas yang telah ditunjuk. Jika mengembalikan harus tanda tangan pada nota
pengembalian. Setiap peminjaman dan pengembalian alat, dilakukan pengecekan alat oleh
petugas dan disaksikan mahasiswa.
4. Selama pemakaian / praktikum, alat menjadi tanggung jawab mahasiswa sepenuhnya,
apabila terdapat kerusakan atau kehilangan maka mahasiwa WAJIB menghadap Kepala
Laboratrium dan MENGGANTI alat yang hilang/rusak.

SANKSI

Mahasiswa yang tidak mematuhi tata tertib diatas akan diberikan sanksi akademik sesuai dengan
jenis pelanggarannya.

5
BOBOT NILAI SKILL LAB

Selama kegiatan ketrampilan medik harian, mahasiswa akan dinilai penguasaan tekhniknya
(sistematis dan lege artis). Hasil penilaian harian ketrampilan medik akan dipakai sebagai syarat
untuk mengikuti ujian OSCE yang pelaksanaannya akan dilaksanakan pada akhir semester.
Kelulusan OSCE didasarkan pada kelulusan tiap station. Jika mahasiswa tidak lulus pada
station tertentu, mahasiswa diwajibkan mengulang dan nilai skill belum dapat dikeluarkan
sebelum mahasiswa lulus skill tersebut.
Ketentuan bagi mahasiswa :
1. Bobot nilai Skill Lab
a. Nilai skills lab harian 50% dari nilai akhir skill lab
b. Nilai ujian OSCE 50% dari total nilai akhir skill lab
2. Mahasiswa dapat mengikuti ujian OSCE setelah menyelesaikan administrasi.
3. Apabila mahasiswa berhalangan hadir pada kegiatan Skills Lab dikarenakan:
a. Menjadi delegasi atau utuan mewakili institusi dalam sebuah acara dengan
menunjukkan Surat Tugas dari Fakultas
b. Rawat inap di rumah sakit dengan menunjukkan Surat Keterangan Rawat Inap
c. Melaksanakan ibadah Umroh/Haji dengan menunjukkan surat keterangan peserta
Umroh/haji dari biro yang digunakan serta menunjukkan copy paspor setelah
pelaksanaan ibadah umroh/haji
d. Duka cita dengan menunjukkan copy surat keterangan Kematian dari RT/RW
setempat
Maka mahasiswa diberikan penggantian kegiatan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
4. Prosedur penggantian KBM
Pengajuan permohonan penggantian dilakukan maksimal 1 minggu setelah ketidakhadiran dengan
regulasi sbb:

Mengambil form Surat keterangan (Surat


penggantian di TU Tugas/SKRI/dll)

Kaprodi PSPDG

ACC form
penggantian KBM

Pengajuan penggantian KBM


oleh PJ modul/pengampu
mata kuliah
6
DAFTAR SKILL LAB MODUL 6.3

Durasi
No Materi Skill Lab Departemen
(menit)
1 Perencanaan Kesehatan (PMPK) IKGMP 1 x 170 menit
2 RGM dan RCA IKGMP 1 x 170 menit
3 Perhitungan Biaya IKGMP 1 x 170 menit
4 Perencanaan Strategik Praktek drg IKGMP 1 x 170 menit
5 Pencarian data dan observasi di Puskesmas IKGMP 1 x 170 menit
6 Presentasi Hasil Analisis Data Puskesmas IKGMP 1 x 170 menit
7 Analisis dengan BSC IKGMP 1 x 170 menit
8 Pencarian data di Rumah Sakit IKGMP 1 x 170 menit

7
PETUNJUK SKILL LAB
MODUL 6.3

Perencanaan Kesehatan
PMPK

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
SEMARANG
2019

8
SASARAN BELAJAR
1. Mahasiswa mampu melakukan analisis data
2. Mahasiswa mampu menentukan masalah dari data yang tersedia
3. Mahasiswa mampu menentukan prioritas masalah menggunakan Tabel Teknik Matriks
Penetapan Prioritas Masalah
4. Mahasiswa mampu menyusun alternative jalan keluar
5. Mahasiswa mampu memilih prioritas jalan keluar dengan Table Prioritas Jalan Keluar
6. Mahasiswa mampu menyusun aplikasi / program pemecahan masalah kesgimul

ALAT DAN BAHAN YANG DIPERLUKAN MAHASISWA


DISEDIAKAN MAHASISWA DISEDIAKAN KAMPUS
1 ATK
2 Kalkulator
3 Teksbook tentang PMPK

KETERAMPILAN YANG HARUS DISELESAIKAN


1. Menentukan masalah dari data yang tersedia
2. Menentukan prioritas masalah menggunakan Tabel Teknik Kriteria Matriks Penetapan
Prioritas Masalah (Matriks Komparasi)
3. Membuat aternative jalan keluar
4. Menentukan prioritas jalan keluar denga tabel
5. Membuat pemecahan masalah Kesgimul
6. Menentukan prioritas masalah dengan matriks USG dan alternatif jalan keluar dengan
matriks Uji Kepner dan Tregoe

TAHAPAN KETERAMPILAN

A. Penetapan Prioritas Masalah


1. Teknik Kriteria Matriks (Criteria Matrix Technique)

Dalam teknik penentuan prioritas masalah ini kriteria yang paling banyak digunakan adalah
Pentingnya masalah, kelayakan teknologi dan Sumber daya yang tersedia.

a. Pentingnya masalah
Makin penting (importancy) masalah tersebut, makin diprioritaskan penyelesaiannya.
9
Beberapa ukuran pentingnya masalah sebagai berikut:

 Prevalence (P): Besarnya masalah


 Severity (S): akibat yang ditimbulkan oleh masalah
 Rate of Increase (RI): Kenaikan besarnya masalah
 Degree of Unmeet Need (DU): Derajat keinginan masyarakat yang tidak dipenuhi
 Social Benefit (SB): Keuntungan sosial karena selesainya masalah
 Public Concern (PB): Rasa prihatin masyarakat terhadap masalah
 Political Climate (PC): Suasana politik

Pemberian nilai untuk I yaitu :

 Nilai 5 : Sangat penting


 Nilai 4 : Penting
 Nilai 3 : Agak penting
 Nilai 2 : Kurang penting
 Nilai 1 : Tidak penting
b. Kelayakan teknologi
Makin layak teknologi yang tersedia dan yang dapat dipakai untuk mengatasi masalah
(technical feasibility), makin diprioritaskan masalah tersebut. Kelayakan teknologi yang
dimaksudkan disini adalah menunjuk pada penguasaan ilmu dan teknologi yang sesuai.

Pemberian nilai untuk T yaitu :

 Nilai 5 : Sangat Mudah


 Nilai 4 : Mudah
 Nilai 3 : Agak Mudah
 Nilai 2 : Kurang Mudah
 Nilai 1 : Tidak Mudah
c. Sumber daya yang tersedia
Sumber daya yang dimaksudkan disini adalah yang menunjuk pada tenaga (man), dana
(money) dan sarana (material ). Makin tersedia sumberdaya yang dapat dipakai seperti tenaga,
dana dan sarana untuk mengatasi masalah (resource ability) makin diprioritaskan masalah
tersebut.

10
Pemberian nilai untuk R yaitu :

 Nilai 5 : Sangat tersedia


 Nilai 4 : tersedia
 Nilai 3 : Agak tersedia
 Nilai 2 : Kurang tersedia
 Nilai 1 : Tidak tersedia
Untuk menetukan prioritas masalah adalah yang jumlah nilainya paling besar dari hasil
perhitungan Jumlah I X T X R

No Daftar masalah I T R Jml

P S RI DU SB PB PC (Dikal
ikan)

1. Masalah A

2. Masalah B

3. Masalah C

B. Menetapkan alternatif jalan keluar

Masalah Penyebab Alternatif Jalan keluar

Masalah A 1. Penyebab A 1. Alternatif jalan keluar 1


2. Penyebab B 2. Alternatif jalan keluar 2
3. Alternatif jalan keluar 3
C. Prioritas jalan keluar
Ada 2 metoda yang lazim digunakan dalam penetapan prioritas alternative pemecahan masalah yaitu
metoda Analisis Pembiayaan yang lebih dikenal cara efektifitas dan efisiensi dan metoda USG.

1. Metoda Analisis Pembiayaan (Cost Analysis) atau lebih dikenal Efektifitas Efisiensi.
Penggunaan metoda ini dengan memperhitungkan efektifitas dan efisiensi dalam penetapan
pilihan jenis intervensi yang dilakukan dengan menggunakan rumus penetapan prioritas
kegiatan sebagai berikut:

11
Keterangan:

 M = Magnitude (besarnya masalah yang dihadapi)


 I = Important (pentingnya jalan keluar menyelesaikan masalah)
 V= Vunerability (ketepatan jalan keluar untukmasalah)
 C = Cost (biaya yang dikeluarkan) dimana kriterinya ditetapkan:
Nilai l =Biaya sangat murah

Nilai 2 =Biaya murah

Nilai 3 =Biaya cukup murah

Nilai 4 =Biaya mahal

Nilai 5 =Biaya sangat mahal

No Daftar Alternatif Jalan Efektivitas Efisiensi Jumlah


keluar
M I V C MxIxV

1 Alternatif 1

2 Alternatif 2

2. Metode USG
Urgency, Seriousness, Growth (USG) adalah salah satu alat untuk menyusun urutan prioritas
isu yang harus diselesaikan. Caranya dengan menentukan tingkat urgensi, keseriusan, dan
perkembangan isu dengan menentukan skala nilai 1 – 5 atau 1 – 10. Isu yang memiliki total
skor tertinggi merupakan isu prioritas. Untuk lebih jelasnya, dapat diuraikan sebagai berikut:

1) Urgency: Seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas dikaitkan dengan waktu yang
tersedia dan seberapa keras tekanan waktu tersebut untuk memecahkan masalah yang
menyebabkan isu tadi. Urgency dilihat dari tersedianya waktu, mendesak atau tidak
masalah tersebut diselesaikan.
12
2) Seriousness: Seberapa serius isu tersebut perlu dibahas dikaitkan dengan akibat yang
timbul dengan penundaan pemecahan masalah yang menimbulkan isu tersebut atau
akibat yang menimbulkan masalah-masalah lain kalau masalah penyebab isu tidak
dipecahkan. Perlu dimengerti bahwa dalam keadaan yang sama, suatu masalah yang
dapat menimbulkan masalah lain adalah lebih serius bila dibandingkan dengan suatu
masalah lain yang berdiri sendiri. Seriousness dilihat dari dampak masalah tersebut
terhadap produktifitas kerja, pengaruh terhadap keberhasilan, dan membahayakan
sistem atau tidak.
3) Growth: Seberapa kemungkinannya isu tersebut menjadi berkembang dikaitkan
kemungkinan masalah penyebab isu akan makin memburuk kalau dibiarkan.
Data atau informasi yang dibutuhkan dalam pelaksanaan metode USG, yakni sebagai berikut:

1) Hasil analisa situasi


2) Informasi tentang sumber daya yang dimiliki
3) Dokumen tentang perundang-undangan, peraturan, serta kebijakan pemerintah yang
berlaku.

Matrik USG Masalah Spesifik

Penilaian Kriteria
No Total Peringkat
U S G
Isu/

Masalah Pokok

Keterangan: berdasarkan skala likert 1-5

1 = sangat kecil

2 = kecil

3 = sedang

4 = besar

5 = sangat besar

13
D. Aplikasi pemecahan masalah kesehatan gigi dan mulut
Contoh Analisa Kasus

a) Masalah
- Prevalensi karies gigi meningkat
- Prevalensi penyakit pulpa dan periodontal meningkat
- UKGS belum berjalan
b) Prioritas masalah menggunakan Tabel Teknik Kriteria Matriks Penetapan Prioritas Masalah

Penetapan Prioritas Masalah

No Daftar masalah INDIKATOR T R Jml

P S RI DU SB PB PC (Dikalikan)

1. Prevalensi karies gigi 5 4 5 2 3 2 2 3 3 21.600


meningkat

2. Prevalensi penyakit pulpa 4 4 4 3 3 2 1 2 3 6.912


dan periodontal meningkat

3. UKGS belum berjalan 4 3 2 2 3 2 1 2 3 1.728

Kesimpulan dari matrik penetapan masalah diatas bahwa yang menjadi prioritas
utama masalah adalah kasus karies di masyarakat masih tinggi
c) Alternatif jalan keluar

Alternatif Jalan Keluar

Masalah Penyebab Alternatif Jalan keluar

Kasus karies yang 3. Kurang pengetahuan a. Pemberian edukasi kepada


masih tinggi masyarakat ttg kesehatan masyarakat ttg perawatan gigi
gigi dan mulut b. Penyelenggaraan Sikat gigi
masal rutin

14
4. Kurang ketersediaan alat c. Penyelenggaraan Program
bantu penyuluhan Fissure Selant bagi anak
kesehatan gigi dan mulut d. Pengusulan sarana DHE
di mayarakat

d) Prioritas jalan keluar dengan Tabel Prioritas Jalan Keluar

Metoda Analisis Pembiayaan

No Daftar Alternatif Jalan keluar Efektivitas Efisiensi Jumlah

M I V C MxIxV

1 Pemberian edukasi kepada 5 3 4 2 30


masyarakat ttg perawatan gigi

2 Penyelenggaraan sikat gigi masal 3 3 3 3 9


rutin

3 Penyelenggaraan Program Fissure 3 3 3 4 6,75


Selant bagi anak

4 Pengusulan sarana DHE 2 2 2 2 4

Matrik USG Masalah Spesifik

No Penilaian Kriteria Total Peringkat

U S G

Isu/

Masalah Pokok

1 Prevalensi karies gigi meningkat 5 4 5 14 I

15
2 Prevalensi penyakit pulpa dan 5 4 4 12 II
periodontal meningkat

3 UKGS belum berjalan 3 3 3 9 III

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa yang menjadi masalah spesifik adalah prevalensi karies
meningkat, sehingga menjadi prioritas untuk dicari alternatif pemecahannya.

e) Aplikasi Pemecahan Masalah Kesehatan gigi dan mulut

Dari matriks di atas dapat dilihat bahwa prioritas utama permasalahan kesehatan gigi dan mulut adalah
angka kasus karies masih tinggi

Selanjutnya dari tabel alternatif jalan keluar dan tabel prioritas jalan keluar maka program yang
diharapkan menyelesaikan permasalahan yaitu:

a. Pemberian edukasi kepada masyarakat ttg perawatan gigi


b. Penyelenggaraan Sikat gigi masal rutin
c. Penyelenggaraan Program Fissure Selant bagi anak
d. Pengusulan sarana DHE
f) Gambaran problem solving dan permasalahan kesgilut
No. Input Proses Output
1 Pemberian edukasi Kegiatan dilakukan dengan -Meningkatkan
kepada masyarakat ttg melakukan penyuluhan pengetahuan masyarakat
perawatan gigi kesgilut secara rutin tentang kesgilut.
Tenaga : dokter gigi, perawat -Kesadaran akan
gigi, kader UKGM pentingnya menjaga
kesehatan gigi meningkat.
2 Penyelenggaraan sikat Kegiatan dilakukan dengan Meningkatnya
gigi masal rutin melakukan sikat gigi masal pengetahuan masyarakat
kepada masyarakat dan tentang bagaimana
kader UKGM menyikat gigi yang benar

16
Tenaga : dokter gigi, perawat serta meningkatkan peran
gigi,l masyarakat dan kader
UKGM dalam mengurangi
permasalahan kesehatan
gigi dan mulut di
masyarakat dan sekolah
4 Penyelenggaraan Kegiatan dilakukan dengan Menurunnya angka karies
Program Fissure Selant pemberian aplikasi fissure pada anak.
bagi anak sealant bagi anak 5 s.d. 12
tahun

5 Pengusulan sarana DHE Mengusulkan pengadaan Meningkatnya


sarana DHE contohnya pemahaman masyarakat
poster gigi. tentang kesehatan gigi dan
mulut

Dengan menggunakan Matrik Uji Kapner dan Tregoe yang mempertimbangkan segi hasil,
kemudahan pelaksanaan biaya, tenaga dan waktu, diperoleh hasil bahwa altenratif kegiatan yang paling
memungkinkan dan dipilih untuk direkomendasikan adalah Pemberian edukasi kepada masyarakat
tentang perawatan gigi, sebagaimana dijelaskan dalam tabel berikut :

Tabel Uji Kepner dan Tregoe

Alternatif Alternatif Alternatif Alternatif

Bobot I II III

Kriteria N NT N NT N NT

Hasil 5 70 350 60 350 50 250

Pelaksanaan 5 80 400 70 400 60 300

Biaya 5 80 400 80 400 60 300

17
Tenaga 5 60 300 50 300 50 250

Waktu 3 60 150 50 180 50 150

Jumlah 1630 1450 1250

Keterangan :

Alternatif I : Pemberian edukasi kepada masyarakat ttg perawatan gigi

Alternatif II : Penyelenggaraan Sikat gigi masal rutin

Alternatif III : Penyelenggaraan Program Fissure Selant bagi anak

Bobot :

Nilai 1 : Tingkatnya sangat kecil

Nilai 2 : Tingkatnya kurang

Nilai 3 : Tingkatnya cukup

Nilai 4 : Tingkatnya besar

Nilai 5 : Tingkatnya sangat besar

N : Nilai satuan nilainya 1 sampai 100, tergantung penilaian

NT : Nilai Umum adalah perkalian bobot dengan N (nilai satuan )

Dari alternatif pemecahan masalah yang nilainya paling besar adalah alternatif I yaitu melaksanakan
Pemberian edukasi kepada masyarakat ttg perawatan gigi

TUGAS UNTUK MAHASISWA


1. Lakukan Analisis Skenario
2. Tentukan masalah dari skenario
3. Tentukan prioritas masalah menggunakan Tabel Teknik Matriks Penetapan Prioritas
Masalah
4. Susun alternative jalan keluar
7. Tentukan prioritas jalan keluar dengan Table Prioritas Jalan Keluar
8. Susun aplikasi / program pemecahan masalah kesgimul

18