Anda di halaman 1dari 48

Bab 2

DAMPAK PENCEMARAN UDARA


Dr. Burhan Muslim, SKM.,M.Si
Kuat Prabowo, SKM.,M.Kes.

Pendahuluan

P
ernahkah Saudara mendengar atau membaca bertita tentang bencana kabut asap
yang melanda sebagian besar Pulau Sumatera tahun 2015 yang silam? Sebagian
besar mungkin pernah. Peristiwa tersebut menyebabkan beberapa Bandara di
Sumatera dan Kalimantan tidak beroperasi. Peristiwa tersebut juga meningkatkan kejadian
penyakit gangguan saluran pernafasan di Kota Pekanbaru, Jambi, dan sebagian Kota di
Sumatera Barat. Peristiwa tersebut merupakan sebagian kecil contoh dampak dari sebuah
pencemaran udara yang berasal dari kebakaran hutan gambut di bagian Timur Pulau
Sumatera.
Masih sangat banyak peristiwa pencemaran udara lain yang pernah terjadi di dunia
ini baik dalam skala kecil maupun dalam skala regional, dan global yang mungkin pernah
Saudara baca dan dengar. Kita juga sering mendengar dan membaca berita tentang
pasangan muda-muda ditemukan sudah meninggal di dalam mobilnya akibat menghirup gas
beracun dari asap kendarannya. Asap kebakaran hutan di Sumatera tahun 2015 menyebar
sampai ke Malaysia dan Singapura yang mengganggu aktivitas penerbangan. Radiasi nuklir
akibat peristiwa meledaknya reaktor atom Chernobyl di Uni Sovyet tahun 1986 menyebar
sampai ke kutub utara yang meracuni rusa kutub. Erupsi Gunung Sinabung tahun 2015
sampai sekarang (2017) yang mengeluarkan abu vulkanik mengakibatkan kerusakan ribuan
hektar lahan pertanian di Kabupaten Tanah Karo Sumatera Utara.
Peristiwa-peristiwa yang dikemukakan tadi sudah cukup memberikan kesadaran pada
kita bahwa pencemaran udara memberikan dampak yang sanat beragam bagi kehidupan
manusia. Pencemaran udara dapat berdampak pada kesehatan masyarakat, ekonomi, dan
kerusakan ekosistem
Bab yang Saudara baca ini merupakan kelanjutan dari Bab 1 sebelumnya yang
membahas tentang pencemaran udara, menyangkut komposisi udara normal, pencemaran
udara, jenis dan sumber pencemaran udara. Bab ini akan membahas tentang berbagai
dampak pencemaran udara. Pembahasan tersebut akan dikelompokkan menjadi dua
kelompok besar, yaitu dampak terhadap lingkungan dan dampak terhadapkesehatan.
Dampak terhadap kesehatan akan dibahas menyangkut berbagai jenis penyakit dan
gangguan kesehatan akibat kualitas fisik, kimia, dan mikrobiologi udara yang tidak baik.

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 1


Gangguan terhadap lingkungan yang akan dibahas menyangkut gangguan terhadap
ekosistem yang berakibat pada terganggunya keseimbangan ekologis dalam ekosistem.
Secara umum setelah mempelajari Bab 2 diharapkan mahasiswa mampu
menguraikan dan menjelaskan berbagai dampak yang dapat terjadi akibat pencemaran
lingkungan. Sedangkan secara khusus setelah mempelajari Bab 2, diharapkan mahasiswa
mampu menjelaskan dampak pencermaran udara terhadap lingkungan dan kesehatan yang
berdampak pada masing-masing faktor, yaitu faktor fisik, faktor kimia, dan faktor
mikrobiologi. Penguasaan materi pada Bab 2 juga akan memudahkan Saudara untuk
mempelajari dan menguasai materi pada Bab 3 yang membahas tentang standar teknik
pengendalian kualitas udara. Kemampuan menguraikan dan menjelaskan ini nantinya
merupakan kemampuan yang sangat dibutuhkan dalam tugas sebagai sanitarian yang
dituntut untuk mampu memberikan penjelasan yang baik dan benar pada masyarakat
tentang dampak pencemaran udara.
Untuk memahami Bab 2 dengan baik, Saudara harus membacanya secara berurutan
secara seksama masing-masing bagian. Saudara boleh bersitirahat dan melakukan relaksasi
jika sudah merasa lelah. Pada bagian akhir dari Bab ini, Saudara akan menemukan soal utuk
latihan dan melihat tingkat penguasaan materi pada Bab ini. Kerjakanlah latihan tersebut
secara sungguh-sungguh sesuai dengan alokasi waktu yang disediakan. Saudara tidak
dibenarkan menjawab soal latihan sambil berdiskusi dan mencari jawaban soal pada Bab ini.
Setelah selesai mengerjakan soal, cocokkanlah jawaban Saudara dengan kunci jawaban yang
disediakan pada bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban Saudara yang betul kemudian
tentukan skor dengan menggunakan rumus seperti yang telah dikemukakan pada bagian
pengantar modul ini. Saudara dapat melanjutkan mempelajari Bab 3 bila skor Saudara telah
mencapai 75%. Bila skor yang Saudara peroleh masih kurang dari 75%, maka Saudara harus
membaca kembali modul ini dari awal sampai akhir dan mengerjakan test kembali.

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 2


Topik 1
Dampak Pencemaran Udara
terhadap Lingkungan
A. Pengertian Dampak
Dampak menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah benturan atau pengaruh
yang kuat yang mendatangkan akibat (baik negatip maupun positip). Dalam konteks
pencemaran udara, maka dampak dapat diartikan sebagai pengaruh yang kuat dari
pencemaran udara yang mendatangkan akibat. Pengaruh yang kuat dalam hal ini adalah
hadirnya berbagai bahan, energi, dan mikroorganisme ke dalam udara yang tidak
semestinya. Akibat yang terjadi adalah segala bentuk gangguan yang diakibatkan oleh
kehadiran bahan, energi dan mikroorganisme.
Terdapat banyak model pengelompokan akibat yang timbul dari peristiwa
pencemaran udara. Afif Budiyono (2001) mengelompokkan dampak pencemaran udara
ke dalam lima kelompok, yaitu (1) Dampak terhadap kesehatan manusia, (2) dampak
terhadap kesehatan flora, (3) dampak terhadap kesehatan fauna, (4) dampak terhadap
material, dan (5) dampak terhadap terjadinya hujan asam. Sementara itu Tri Cahyono
(2017) mengelompokkan dampak tersebut menjadi (1) penurunan kualitas udara, (2)
hujan asam, (3) pemanasan global, (4) Penipisan lapisan ozon, (5) perubahan ekosistem,
(6) gangguan kesehatan manusia.

B. Dampak Pencemaran Udara Terhadap Lingkungan


Pada bagian ini bisa ditambahkan lagi materinya agar lebih dalam. Sebelum
membicarakan dampak bisa dikupas dulu tentang penyebab pencemaran udara.
Pada topik ini akan dijelaskan tentang dampak pencemaran udara terhadap lingkungan.
Dari berbagai literatur dampak terhadap lingkungan sangat banyak, namun pada topik
ini akan dibahas lima bentuk dampak. Pembagian dampak menjadi lima kelompok ini
merupakan hasil sintesis dari beberapa literatur, antara lain pembagian yang dilakukan
Dix, 1982, Miller, 1982, dan Cahyono, 2017 yaitu: (1) Pemanasan Global, (2) Kerusakan
Ekosistem (3) Penipisan Lapisan Ozon, (4) Hujan Asam, Dan (5) Gangguan Estetika
Lingkungan. Kelima dampak tersebut akan dijelaskan dalam lima sub topik yang
berbeda.

1. Pemanasan Global
Penulis pernah melakukan perbincangan dengan beberapa manula di Kota Bukittinggi
yang terkenal sebagai Kota yang berhawa sejuk di Sumtera Barat. Dari hasil
perbincangan tersebut dapat disimpulkan bahwa suhu udara di Bukittinggi saat ini jauh
lebih hangat jika dibandingkan dengan masa-masa sebelum kemerdekaan, sekitar 70
tahun yang lalu. Pada masa tersebut, orang-orang tidak sanggup keluar rumah pada

Farmakologi 1
malam hari tanpa mengunakan jaket atau kain sarung. Namun pada saat ini kita dapat
melihat orang-orang disekitar jam gadang hanya memakai kaos oblong sampai dini hari
tanpa merasa kedinginan. Ini merupakan salah bukti bahwa bumi makin panas atau
dalam istilah yang lain disebut dengan pemanasan global (global warming)
Pemanasan global (global warming) mulai menjadi topik yang sering didiskusikan
sejak awal abad XX. Hal tersebut menarik karena telah dirasakan di berbagai belahan
bumi. Data mengenai hal tersebut juga telah banyak dikemukakan dalam berbagai buku
dan media komunikasi lainnya.
Terdapat beberapa teori yang dapat menjelaskan fenomena pemanasan global,
antara lain adalah semakin berkurangnya permukaan bumi yang ditutup oleh vegetasi
dan perairan, yang terjadi akibat konversi hutan dan rawa menjadi lahan permukiman.
Hal ini mengakibatkan energi matahari yang sampai ke permukaan bumi tidak
diamnfaatkan oleh vegetasi atau mebguapkan air, tatapi dipantulkan kembali dalam
bentuk panas. Teori lain yang dianggap pengaruhnya paling signifikan adalah adalah
fenomena “rumah kaca”.
Istilah rumah kaca digunakan dalam dunia pertanian, yaitu rumah yang dibuat
dengan atap dan dinding terbuat dari kaca untuk melakukan penelitian di bidag
pertanian. Masalah yang terjadi dalam rumah kaca adalah ketika sinar matahari
mengenai rumah kaca, maka suuhu udara dalam rumah kaca jauh lebih tinggi dari suhu
udara di luarnya. Fenomena ini juga dapat terjadi ketika kita memarkir mobil di tempat
yang terkena sinar matahari langsung, maka ketika kita membuka pintu mobil akan
terasa udara dalam kabin juah lebih panas dari pada di luar mobil. Kondisi ini terjadi
karena sinar matahari yang terdiri dari gelombang pendek mampu menembus kaca
masuk ke dalam rumah kaca. Setelah sampai di dalam rumah kaca, sinar matahari
tersebut sebagian dipantulkan kembali dalam bentuk gelombang yang lebih panjang,
yakni panas. Sinar matahari yang dipantulkan tadi dan berobah menjadi gelombang
panjang tidak mampu lagi menembus atap atau dinding kaca sehingga terkurung dan
terakumulasi dalam rumah kaca.
Fenomena rumah kaca juga terjadi dalam skala global, yakni pada bumi yang kita
tempati ini. Bumi kita secara alami diselimuti oleh berbagai jenis unsur dan senyawa
kimia yang berbentuk gas, antara lain N2, O2, CO2, CH4, NO2,. Sebagian dari gas tersebut
ada yang bersifat seperti kaca (selanjutnya disebut sebagai gas rumah kaca) dalam
konteks menahan sinar matahari. Hal ini sebenarnya sangat diperlukan untuk menjaga
agar Bumi kita tidak mengalami penurunan suhu yang berlebihan pada malam hari.
Beberapa dekade terakhir konsentrasi gas yang bersifat seperti kaca tadi semakin
meningkat.

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 2


Gambar 1: Ilustrasi terjadinya akumulasi panas dalam rumah kaca
Sumber: http://www.plengdut.com/wp-content/uploads/2016/05/2016-05-13_182142.jpg

Gas-gas yang mengalami peningkatan secara siginifikan adalah gas Karbon Dioksida
(CO2) dan gas metan (CH4). Akibat dari hal tersebut adalah semakin banyak panas yang
terkurung di sekitar permukaan bumi, sehingga suhu bumi meningkat.

Gambar 2: Ilustrasi kejadian efek rumah kaca pada skala global


Sumber: http://1.bp.blogspot.com/-x_86_vn8tLg/VZ1XTiPvrEI/AAAAAAAABSA/Q-M7oOlYI6M/s1600/Efek-Rumah-Kaca.jpg

Beberapa dekade terakhir konsentrasi gas yang bersifat seperti kaca tadi semakin
meningkat. Gas-gas yang mengalami peningkatan secara siginifikan adalah gas Karbon
Dioksida (CO2) dan gas metan (CH4). Dari pemantauan yang dilakukan oleh berbagai

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 3


stasiun pemantauan atmosfer global dapat diperoleh kecenderungan peningkatan
konstrasi beberapa gas rumah kaca, antara lain Karbon Dioksida dan Metan. Akibat dari
peningkatan konstrasi gas rumah kaca di atmosfer adalah semakin banyak panas yang
terkurung di sekitar permukaan bumi, sehingga suhu bumi meningkat.

Gambar 3: Tren Konsentrasi Gas Karbon Dioksida dan Metan di atmosfer


Sumber: https://energisurya.files.wordpress.com/2013/11/gambar-1c.jpg

Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer berkorelasi positip


dengan peningkatan suhu udara global yang menununjukkan kecenderungan
peningkatan dari waktu ke waktu, seperti pada gambar berikut:

Gambar 4: Tren anomali temperatur udara global dalam satu abad terakhir
Sumber: https://caturratnawati10.files.wordpress.com/2015/05/suhu-naek.png

2. Kerusakan Ekosistem
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk akibat hubungan timbal balik
yang tidak dapat terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 4


dapat juga dikatakan sebagai suatu tatanan kesatuan secara utuh serta menyeluruh
antara unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Ekosistem merupakan
penggabungan dari unit biosistem yang melibatkan hubungan interaksi timbal balik
antara organisme serta lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju struktur biotik
tertentu sehingga terjadi siklus materi antara organisme dan anorganisme. Matahari
adalah sumber dari semua energi yang ada dalam ekosistem.

Gambar 5: Unsur dalam suatu ekosistem


Sumber: http://makalahkita.com/wp-content/uploads/2017/04/Contoh-Makalah-IPA-Ekosistem.jpg

Sebuah ekosistem dibentuk oleh unsur abiotik dan unsur biotik. Unsur abiotik atau
komponen tak hidup merupakan komponen fisik dan kimia yang medium atau substrat
sebagai tempat berlangsungnya kehidupan atau lingkungan tempat hidup. Sebagian
besar dari komponen abiotik memiliki beragam variasi dalam ruang dan waktu.
Komponen abiotik berupa bahan organik, senyawa anorganik, serta faktor yang
memengaruhi eksistensi dan distribusi organisme.
Gangguan ekosistem akibat pencemaran udara adalah terjadinya salam satu unusur
ekosistem. Gangguan tersebut berawal dari gangguan terhadap unsur abiotik sebagai
faktor pembatas yang berakhir pada gangguan unsur abiotis yang berpengaruh pada
aliran energi dan siklus materi. Gangguan terhadap unsur abiotik dapat terjadi ntara lain
pada suhu, air, tanah, udara. Gangguan pada unsur biotik dapat terjadi tingkat
produsen, konsumer atau pengurai.

a. Gangguan terhadap komponen abiotik ekosistem


Pencemaran udara dapat menjadi awal kerusakan komponen abiotik dari
ekosistem. Bahan-bahan kimia, atau energi yang masuk ke dalam udara ambien akan
merubah sifat fisik dan kimia udara. Gangguan fisik yang terjadi dapat berupa
perubahan intensitas sinar matahari yang masuk ke dalam ekosistem, perubahan
suhu udara, dan perubahan kelembaban udara. Perubahan kimia udara yang dapat
terjadi antara lain adalah perubahan pH, dan perubahan komposisi kimia udara.
Perubahan suhu pada ekosistem merupakan dampak dari efek rumah kaca
yang terjadi secara global, akibat peningkatan konsentrasi gas rumaha kaca seperti
CO2 dan CH4 di atmosfer. Perubahan suhu ekosistem dapat bepengaruh terhadap

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 5


eksistensi dan vitalitas berbagai komponen biotik yang memiliki batas toleransi
terhadap perubahan suhu yang sempit, (disebut dengan organisme stenotermal).
Kehadiran berbagai bahan kimia di atmosfer juga dapat merobah sifat kimia
eksosistem. Sifat kimia yang dapat berubah antara lain pH, dan kandungan bahan
kimia beracun. Perubahan pH terjadi akibat bereaksinya bahan polutan udara seperti
CO2, SO2, dan NO2 dengan uap air menjadi senyawa asam seperti asam karbonat,
asam sulfat, dan asam Nitrat. Perubahan pH akan mengeliminasi organisme yang
rentan terhadap perubahan pH. Kehadiran bahan beracun di udara seperti timah
hitam (Pb) yang bersal dari pembakaran bahan bakar premium, dapat meracuni
floran dan fauna dalam sebuah ekosistem.
Bahan kimia yang ada di udara juga dapat turun ke permukaan bumi melalui
proses pengendapan atau tersuspensi dalam air hujan. Bahan kimia ini selanjutnya
akan menyebabkan pencemaran terhadap air dan tanah. Air yang tercemar akan
menyebabkan tereliminasinya organisme yang rentan. Kehilangan satu jenis
organisme akan menyebabkan terganggunya aliran energi dan siklus materi, yang
pda akhirnya menyebabkan ketidakseimbangan dalam ekosistem. Bahan kimia yang
terdeposit ke dalam tanah akan mendaur mengikuti naham kimia lain melalui
vegetasi, dan sebagian akan terakumulasi dalam biomassa. Bahan yang terakumulasi
dalam biomassa dapat menyebabkan keracunan bagi organisme herbivora.

Gambar 6: Terjadinya kerusakan ekosistem akibat pencemaran udara


Sumber: http://ilmulingkungan.com/wp-content/uploads/2014/12/hujan-asam.png

b. Gangguan terhadap flora


Flora memiliki reaksi yang besar dalam menerima pengaruh perubahan atau
gangguan akibat polusi udara dan perubahan lingkungan. Hal ini terjadi karena
banyak faktor yang berpengaruh, diantaranya spesies tanaman, umur, keseimbangan
nutrisi, kondisi tanaman, temperatur, kelembaban dan penyinaran. Beberapa contoh
kerusakan yang terjadi pada gangguan nutrisonal dan gangguan atraksional biologis
adalah terjadinya penurunan tingkatan kandungan enzym, gangguan pada respon
fisiologis adalah perubahan pada sistem fotosintesa, sedang gangguan yang nampak

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 6


secara visual adalah chlorosis (perusakan zat hijau daun/menguning), flecking (daun
bintik-bintik), reduced crop yield (penurunan hasil panen).

Gambar 7: Kerusakan flora akibat pencemaran udara


Sumber: http://butane.chem.uiuc.edu/pshapley/Environmental/L24/1a.png

c. Gangguan terhadap fauna


Dampak negatif pencemaran udara terhadap fauna (hewan) tidak berbeda
jauh dengan dampak-dampak lain seperti terhadap manusia dan tumbuhan. Dampak
terhadap hewan dapat terjadi secara langsung dan tidak langsung. Dampak secara
langsung terjadi bila ada interaksi melalui sistem pernafasan sebagaimana terjadi
pada manusia. Dampak tidak langsung terjadi melalui suatu perantara, baik
tumbuhan atau perairan yang berfungsi sebagai bahan makanan hewan. Terjadinya
emisi zat- zat pencemar ke atmosfer (udara) seperti partikulat, NOx, SO2, HF dan lain-
lain yang kemudian berinteraksi dengan tumbuhan dan perairan baik melalui proses
pengendapan atau pun penempelan, akan berpengaruh langsung terhadap vegetasi
dan biota perairan hingga dapat menjalar pada hewan- hewan melalui rantai
makanan yang telah terkontaminasi zat pencemar tersebut. Pengaruh Oksida
Nitrogen (NOx) pada dosis tinggi terhadap hewan berupa terjadinya gejala paralisis
sistem syaraf dan konvulsi.
Peningkatan suhu air sebagai akibat dari pemanasan global akan
menyebabkan terganggunya kehidupan organisme yang rentan terhadap perubahan
suhu (stenothermal) Salah satu contoh hewan stenothrmal adalah Ikan antartika
Trematomus Bernacchi. Ikan jenis ini hanya hidup di perairan antartika yang suhunya
berkisar -20 sampai 20 celsius, bila suhu air naik ke 00C maka laju metabolisme ikan ini
akan naik sedangkan bila suhu air 1,90 C ikan ini tidak dapat bergerak karena lesu
oleh hawa panas

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 7


3. Penipisan Lapisan Ozon
Ozon adalah senyawa kimia yang bisa dianggap baik dan bisa dianggap merusak
lingkungan. Ozon biasa dianggap baik bila berada pada tempat yang tepat, yaitu di lapisan
stratosfer. Pada tempat ini, ozon berfungsi melindungi bumi dari terpaan sinar ultra violet
yang berlebihan dari sinar matahari. Ozon biasa dianggap sebagai bahan polutan udara bila
dia berada pada lapisan troposfer. Alasan mengapa sangat berbahaya di udara yang kita
hirup adalah bahwa sebagai oksidan yang kuat, ozon dapat merusak jaringan mukosa dan
pernapasan manusia, binatang, dan tumbuhan saat konsentrasinya di atas 50 ppb.

Gambar 8: Lapisan Ozon yang melindungi bumi dari terpaan ultra violet
Sumber: http://www.m-science.net/wp-content/uploads/2017/03/Gas-Yang-Menyebabkan-Penipisan-Lapisan-Ozon.jpg

Fenomena yang terjadi saat ini adalah terjadinya penipisan lapisan ozon di
stratosfer dan meningkatnya keonsentrasi ozon di lapisan troposfer. Dengan kata lain
ozon yang baik semakin berkurang, tapi ozon yang jahat semakin meningkat. Perhatian
tentang menipisanya lapisan ozon di stratosfer sudah dimulai sejak tahun 70-an. Pada
saat itu penipisan ozon diduga disebabkan oleh gas NO2 yang dihasilkan oleh pesawat
supersonic.
Pada dekade berikutnya, perhatian mulai tertuju pada senyawa Chloro Fluoro
Carbon (CFC), yaitu senyawa kimia sintetis yang banyak digunakan sebagai propelen
pada berbagai spray dan juga untuk pendingin ruangan. CFC merupakan senyawa kimia
yang sangat stabil, tidak mudah terbakar, tidak mudah meledak. Karena sifatnya stabil,
CFC mengembara sampai pada lapisan stratosfer, tempat ozon baik berkumpul. Pada
lapisan stratosfer, ozon terkena sinar ultra violet dengan intensitas yang tinggi, sehingga
CFC melepaskan atom Cl. Atom Cl, selanjutnya beraksi dengan salah satu atom oksigen
pada Ozon menjadi CLO + O2. Ilustrasi rekasi penipisan lapisan ozon oleh CFC dapat
digambarkan sebagai berikut:

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 8


Gambar 9: Proses kimia terjadinya penipisan lapisan ozon di Stratosfer
Sumber: https://student.unud.ac.id/userfile/monikayani/file_news/e8a58b5ca7246394b6f1a0ee9b588aea.jpg

4. Hujan Asam
Air hujan secara alami relatif bersifat asam (pH<7). Hal ini disebabkan karena
secara alami udara mengandung gas yang bisa bereaksi dengan air membentuk senyawa
baru yang bersifat asam, antara lain Gas CO2, Gas NO2, dn gas SO2. Gas CO2 bereaksi
dengan air membentuk Asam Karbonat (H2CO3), Gas NO2 membetuk Asam Nitrat (HNO3,
dan Gas SO2 membentuk asam sulfat (H2SO4).
Hujan asam adalah hujan yang banyak mengandung senyawa asam akibat reaksi
bahan pencemar udara dengan air hujan pH-nya kecil dari 5,5. Hujan asam terjadi
sebagai akibat meningkatnya knsentrasi gas CO2, Gas NO2, dan gas SO2 di atmosfer. Gas
CO2 terbentuk dari pembakaran bahan bakar yang mengandung karbon, antara lain
seperti batu bara, premim, solar, dan kayu. Gas NO2, diantaranya terbentuk saat terjadi
pembakaran suhu tinggi yang menyebabkan bereaksinya unsur Nitrogen dan Oksigen di
titik pemkaran. Gas SO2, antara lain terbentuk dari pembakaran bahan bakar yang
mengandung sulfur, antara lain bahan bakar fosil. Wardani (2015) menyimpulkan dari
penelitian yang dilakukan bahwa CO2 merupakan gas yang memiliki kontribusi terbesar
terhadap keasaman air hujan di Pontianak.

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 9


Gambar 10: Proses terjadinya hujan asam akibat pencemaran udara
https://media.buzzle.com/media/images-en/gallery/earth-science/pollution/516-acid-
rain.jpg

Fenomena hujan asam telah banyak terjadi pada kota-kota di Indonesia. Penelitian
yang dilakukan oleh Budiwati (2009) di Bandung menunjukkan bahwa beberapa titik
pengamatan di Kota Bandung telah mengalami hujan asam. Disamping itu, beliau juga
menemukan adanya hubungan korelasional negatif konsentrasi CO2 dengan pH air hujan,
seperti digambarkan pada grafik berikut:

Gambar 11: Grafik hubungan konsentarsi CO2 di atmosfer dengan pH air hujan pada
beberapa titik pengamatan di Kota Bandung tahun 2004 (Sumber: Budiwati,
2009)

5. Gangguan estetika lingkungan


Kita tidak bisa mengingkari bahwa disamping membutuhkan lingkungan yang
sehat, kita juga membutuhkan lingkungan yang indah untuk dipandang, merdu
didengar, dan menyenangkan dan menyegarkan ketika dibaui. Tuntutan kita terhadap
lingkungan demikian merupakan tuntutan yang bersifat estetika lingkungan. Sugandhy,
(1999) menyebutkan bahwa ada enam wujud menyangkut estetika lingkungan, yaitu

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 10


(1)terjaganya arsitektural bangunan serta kesesuaian dengan lingkungan sekitar atau
bentang alam serta ketinggian bangunan; (2) terbinanya landscaping dengan adanya
pepohonan di setiap lingkungan perumahan dan kawasan kegiatan sesuai dengan
ekosistem wilayah; (3) lingkungan pemukiman yang bebas dari gangguan bau; (4)
lingkungan pemukiman yang bebas dari gangguan kebisingan; (5) lingkungan
pemukiman yang bebas dari gangguan getaran; (6) lingkungan pemukiman yang bebas
dari gangguan radiasi.
Keindahan suatu tempat sangat berkaitan dengan kualitas udara. Kehadiran
polutan di uadar seperti partikel debu, dapat menutupi keindahan warna atap dan
dinding bangunan. Kehadiran suara bising dalam lingkungan dapat mengganggu
pendengaran kemerduan dan keindahan musik kegemaran kita. Kehadiran bau dalam
lingkungan dapat menutupi wangi parfum yang kita gunakan. Kehadiran getaran di
lingkungan dapat mengikuti keempukan kasur yang kita tiduri. Masih banyak keindahan
dan kenyamanan lingkungan yang akan hilang atau tertutupi akibat pencemaran udara.
Gambar berikut ini akan menegaskan bahwa kehadiran pencemaran udara
dalam bentuk asap dapat menutupi keindahan.

Gambar 12: Asap yang menutupi keindahan Kelok 9 dan Bandara Sutan Syarif Kasim
Sumber: http://img.youtube.com/vi/iWCzQ9wwHOA/mqdefault.jpg
http://www.mcojaya.com/images/stories/pekanbaru.jpg

Kehadiram polutan di udara juga dapat merusak keindahan lingkungan


dengan merusak material lingkungan. SO2, NO2, dan CO2 juga dapat meneyebabkan
korosi bahan-bahan-bahan logam atau batu yang menghiasi suatu taman. Kerusakan
tersebut terjadi akibat sifat keasaman dari gas-gas tersebut ketika berekasi dengan
air. Polutan yang berbentuk partikel juga dapat menutupi permukaan daun tanaman
hias atau pohon pelindung dalam taman-taman kota.

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 11


Gambar 13: Keindahan daun tanaman hias ini tertutup oleh debu

Latihan
Untuk dapat memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah
Latihan berikut!

1. Ceritakan dengan ringkas proses terjadinya pemansan global akibat pencemaran udara
2. Ceritakan denganr ingkas terjadinya penipisan Ozon di lapisan stratosfer akibat
pencemaran udara
3. Ceritakan dengan ringkas terjadinya eksistem akibat pencemaran udara
4. Ceritakan dengan ringkas proses terjadinya hujan asam akibat pencemaran udara
5. Ceritakan dengan ringkas bentuk-bentuk dmpak setetika yang dapat terjadi akibat
pencemaran udara

Petunjuk Jawaban Latihan


Untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan menjelaskan dengan baik materi modul,
lakukanlah latihan dengan benar. Saudara harus berperan sebagai seorang guru atau dosen
yang menjelaskan materi modul pada siswa atau mahasiswanya. Lakukanlah dengan serius,
dengan penuh perhatian, bila dianggap perlu Saudara dapat merekam cara Saudara
menjelaskan materi. Setelah itu bandingkanlah inti penjelasan Saudara dengan materi
terkait dalam modul. Bila inti penjelasan Saudara telah sesuai dengan modul, berarti latihan
Saudara telah berhasil. Bila belum, sesuai maka Saudara harus mengulangi lagi latihan
tersebut. Selamat berlatih.

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 12


Ringkasan
Pencemaraan udara dapat berdampak pada lingkungan dengan berbagai bentuknya.
Dampak pencenaran udara terhadap lingkungan dapat digolongkan menjadi beberapaa
golongan, sebagai berikut:
1. Terjadinya pemanasan global akibat kehadiran gas CO2, dan CH4 yang berlebihan di
atmosfer, dimana kedua gas bersifat seperti kaca yaitu ini menahan panas di
permukaan bumi.
2. Pencemaran udara dapat berdampak pada kerusakan ekosistem, yakni mengganggu
keseimbangan komponen abiotik dan biotik akibat pencemaran faktor fisik maupun
kimia udara.
3. Kehadiran gas-gas seperti CO2, SO2, NO2 di udara secara berlebihan dapat
membentuk senyawa asam di atmosfer melalui rekasi gas-gas tersebut dengan air
hujan, yang menyebabkan terjadinya hujan asam.
4. Kehadiran CFC dari limbah sistem pendingin sampai ke lapistan stratosfer dapat
berekasi dengan Ozon membentuk O2 dan ClO, sehingga kadar Ozon di lapisan
stratosfer semakin menipis.
5. Kehadiran bahan pencemaran di udara seperti debu dan bahan kimia dapat
menurunkan nilai keindahan dari lingkungan, antara lain menurunkan jarak pandang,
menibulkan bau yang tidak sedap, merusakn keindahan vegetasi, dan merusakan
keindanhan bangunan.

Tes 1
Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!

1. Efek rumah kaca (greenhouse effect) merupakan salah satu dampak pencemaran
udara. Proses yang yang terjadi adalah....
a. Atap dan dinding rumah yang terbuat dari kaca memantulkan sinar matahari
b. Konsntrasi Gas CO2 dan CH4 di atmosfer bumi bersifat seperti kaca, yakni
menahan panas di permukaan bumi.
c. Semakin banyaknya bangunan rumah yang terbuat dari kaca yang merefleksikan
radiasi matahari ke atmosfer
d. Semakin menipisnya lapisan Ozon di Stratosfer yang menyebabkan tingginya sinar
amatahari sampai ke permukaan bumi.

2. Gas rumah kaca yang bersal dari dekomposisi bahan organik secara anaerob adalah....
a. Karbon Dioksida (CO2)
b. Nitrogen Diosksida (NO2)
c. Metan (CH4)
d. Sulfur Dioksida (SO2)

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 13


3. Peningkatan suhu sebuah ekosistem dapat menyebabkan kematian atau punahnya
organisme tertentu yang rentan terhadap perubahan lingkungan. Organisme yang
rentan terhadap perubahan suhu dikenal dengan....
a. Stenohalin
b. Stenothermal
c. Stenoceous
d. Stenobarik

4. Hujan asam dapat merobah sifat kimia sebuah ekosistem perairan. Perubahan yang
paling mungkin terjadi adalah....
a. Meningkatnya pH
b. Menurunnya pH
c. Meningkatnya kadar garam
d. Meningkatnya kadar pospat

5. Bahan kimia di udara yang dapat berekasi dengan air membentuk asam sulfat
adalah....
a. Karbon Dioksida (CO2)
b. Nitrogen Diosksida (NO2)
c. Metan (CH4)
d. Sulfur Dioksida (SO2)

6. Bahan polutan yang dapat menyebabkan kerusakan ozon di atmosfer adalah....


a. Karbon Dioksida (CO2)
b. Karbon Monosksida (CO)
c. Cloro Fluoro Carbon (CFC)
d. Metan (CH4)

7. Ozon yang berperan melindungi bumi dari terpaan sinar ulttra violet dari sinar
matahri terdapat pada lapisan....
a. Troposfer
b. Stratosfer
c. Tropopuase
d. Stratopoause
e. Thermosfer

8. Ozon ada yang baik dan ada yang tidak baik. Ozon yang dianggap tidak baik adalah....
a. Ozon yang ada di lapisan troposfer
b. Ozon yang ada di lapisan stratosfer
c. Ozon yang ada di lapisan thermosfer

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 2


d. Ozon yang ada di lapisan stratopause

9. Salah satu bentuk gangguan estetika lingkungan yang terjadi di sekitar pabrik karet
adalah....
a. Menurunnya jarak pandang
b. Gangguan bau
c. Keruskan warna bangunan
d. Terganggunya tanaman hias

10. Bahan polutan udara yang dapat mengurangi keindahan tanaman hias berikut ini
adalah....
a. Debu
b. Gas CO2
c. Gas CO
d. Gas NO2

Cocokkanlah jawaban Saudara dengan Kunci Jawaban Tes 1 yang terdapat di bagian
akhir Bab 2 ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk
mengetahui tingkat penguasaan Saudara terhadap materi Topik 1.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan = -------------------------------------------------- X 100 %
Jumlah Soal
Arti tingkat penguasaan : 90 – 100 % = Baik Sekali
80 – 89 % = Baik
70 – 79 % = Cukup
< 70 % = Kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih Bagus, artinya Saudara sudah
memahami dengan baik materi Topik 1 dan dapat meneruskan ke Topik 2. Jika masih
dibawah 80 %, Saudara harus mengulangi materi Topik 1, terutama bagian yang belum
dikuasai.

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 3


Topik 2
Dampak Pencemaran Udara terhadap Kesehatan
A. Dampak Kesehatan Pencemaran Udara terhadap Kesehatan
Dampak pencemaran udara terhadap kesehatan dapat dikaji dengan
menggunakan berbagai metode. Dix, 1982 mengkaji dampak kesehataan akibat
pencemaraan udara melalui dua metode. Metode pertama adalah dimulai dari gejala
klinis gangguan kesehatan yang terjadi akibat pencemaran udara. Gangguan tersebut
dikelompokkan antara lain menjadi gangguan saluran pernafasan, gangguan asluran
pencernaan, gangguan sistem syaraf, gangguan terhadap kulit. Metode lain yang
digunakan adalah pengkajian dampak mulai dari parameter atau faktor pencemaran
udara (fisik, kimia, dan mikrobiologi). Pengkajian yang digunakan dalam topik ini adalah
mengkaji dampak kesehatan berdasarkan paramater pencemaran atau faktor udara,
mulai dari parameter fisik, kimia dan mikrobilogi.
Setiap benda asing yang memasuki tubuh akan direspon oleh mekanisme
pertahanan tubuh. Bila mekanisme tubuh berhasil merespon dengan baik, maka tubuh
tidak akan merasakan gejala sakit. Bila pertahan tubuh tidak mampu merespon dengan
baik, maka menimbulkan gejala yang tidak menyenangkan yang kita kenal dengan sakit.
Diantara sekian banyak rasa tidak menyenangkan, ada yang dapat digunakan sebagai
petunjuk akan kehadiran benda asing di dalaam tubuh yang tidak berhasil direspon oleh
tubuh dengan baik. Contohnya, batuk merupakan respon dari tubuh untuk
mengeluarkan benda asing dari saluran pernafasan, iritasi saluran pernafasan dapat
menjadi petnjuk awal adanya bahan polutan yang bersifat asam yang memasuki saluran
pernafasan.
Beberapa bahan polutan udara telah dikenali sifat-sifatnya dengan baik,
sehingga kehadirannya dalam tubuh dapat dipastikan akan menimbulkan
ketidaknyamanan. Contohnya, CO telah diketahui mudah berikatan dengan
Haemoglobin (Hb) dalam darah. Dengan demikian kehadiran CO dalam darah dalam
jumlah yang banyak akan menyebabkan tubuh akan kekurangan oksigen, karena
kemampuan Hb untuk mensuplay oksigen ke seluruh jaringan tubuh akan menurun.

B. Dampak Faktor Fisik


1. Dampak Suhu Terhadap Kesehatan
Matahari merupakan sumber energi panas di permukaan bumi. Oleh
karenanya variasi suhu di permukaan bumi berkaitan langsung dengan intensitas sinar
matahari yang diterima bumi. Penyimpangan suhu dari batas toleransi yang dapat
diterima oleh tubuh akan memberikan dampak terhadap kesehatan manusia, baik di
atas maupun dibawah baku mutu. Berikut akan diuraikan dampak suhu terhadap
kesehatan, baik suhu tinggi maupun suhu rendah.
Dampak suhu tinggi terhadap kesehatan manusia secaraa beurutan dapat digambar
sebagai berikut:

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 4


Gambar 14: Dampak suhu tinggi terhadap kesehatan manusia

a. Heat Cramps
Heat Cramps (Kram Karena Panas) adalah kejang otot hebat akibat keringat
berlebihan, yang terjadi selama melakukan aktivitas pada suhu yang sangat panas.
Heat cramps disebabkan oleh hilangnya banyak cairan dan garam (termasuk natrium,
kalium dan magnesium) akibat keringat yang berlebihan, yang sering terjadi ketika
melakukan aktivitas fisik yang berat. Gejalanya adalah (1) Kram yang tiba–tiba mulai
timbul di tangan, betis atau kaki, (2) Otot menjadi keras, tegang dan sulit untuk
dikendurkan, terasa sangat nyeri. Penanganannya, adalah dengan meminum atau
memakan minuman / makanan yang mengandung garam.
b. Heat Syncope
Heat Syncope adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami pingsan atau
hampir pingsan karena pajanan suhu panas dalam jangka waktu tertentu, terutama
pada seseorang yang berdiri dengan satu posisi selama jangka waktu tertentu di
bawah teriknya sinar matahari. Namun, kondisi tersebut dapat terjadi di lingkungan
yang hangat. Posisi berdiri dalam waktu yang cukup lama akan menyebabkan darah
berkumpul di bagian bawah tubuh dan sulit untuk kembali menuju bagian atas tubuh,
terutama otak. Dengan demikian akan menyebabkan terjadinya peurunan kesadaran
dan pingsan.
Heat syncope dapat terjadi pada siapa saja. Tidak hanya orang awam, bahkan
seorang atlet dapat saja mengalami kondisi ini. Pekerja yang bekerja di lingkungan
terbuka, seperti bekerja di jalan dengan panas matahari yang terik juga dapat
mengalami kondisi ini. Orang yang terkena heat syncope sebaiknya dibaringkan di
tempat yang sejuk dan diberikan air minum.

c. Heat Exhausted
Heat Exhaustion (Kelelahan Karena Panas) adalah suatu keadaan yang terjadi
akibat terkena /terpajan panas selama berjam–jam, dimana hilangnya banyak cairan
karena berkeringat menyebabkan kelelahan, tekanan darah rendah dan kadang
pingsan. Gejalanya (1) kelelahan, (2) kecemasan yang meningkat, serta badan basah
kuyup karena keringat, (3) jika berdiri penderita akan merasa pusing karena darah
terkumpul di dalam pembuluh tungkai yang melebar akibat panas, (4) denyut jantung
menjadi lambat dan lemah, (5) kulit menjadi dingin, pucat dan lembab, (6) penderita
menadi linglung bahkan terkadang pingsan.

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 5


.
d. Heat Stroke
Heat Stroke adalah suatu keadaan yang bisa berakibat fatal, yang terjadi
akibat terpajan panas dalam waktu yang sangat lama, dimana penderita tidak dapat
mengeluarkan keringat yang cukup untuk menurunkan suhu tubuhnya. Jika tidak
segera diobati, Heat Stroke bisa menyebabkan kerusakan yang permanen atau
kematian. Suhu 41° Celsius adalah sangat serius, 1 derajat diatasnya seringkali
berakibat fatal. Kerusakan permanen pada organ dalam, misalnya otak bisa segera
terjadi dan sering berakhir dengan kematian.Gejalanya: (1) sakit kepala, (perasaan
berputar (vertigo), (2) kulit teraba panas, (3) tampak merah dan biasanya kering, (4)
denyut jantung meningkat dan bisa mencapai 160-180 kali/menit (normal 60-100
kali/menit), (5) laju pernafasan juga biasanya meningkat, tetapi tekanan darah jarang
berubah, (6) suhu tubuh meningkat sampai 40 – 41° Celsius, menyebabkan perasaan
seperti terbakar (7) penderita bisa mengalami disorientasi (bingung) dan bisa
mengalami penurunan kesadaran atau kejang.
Dampak suhu rendah terhadap kesehatan manusia adalah hypothermia.
Hipotermia adalah suatu kondisi di mana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu
kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Hipotermia juga dapat didefinisikan sebagai
suhu bagian dalam tubuh di bawah 35 °C. Tubuh manusia mampu mengatur suhu
pada zona termonetral, yaitu antara 36,5-37,5 °C. Hypothermia dibedakan menjadi:
a. Hypothermia ringan, suhu bagian dalam tubuh 33-36 oC, merasa dingin,
menggigil.
b. Hypothermia sedang, suhu bagian dalam tubuh 30-33 oC, gangguan berjalan,
gangguan bicara, perasaan bingung, otot keras.
c. Hypothermia berat, suhu bagian dalam tubuh 27-30 oC, gangguan kesadaran,
tidak bisa sembuh tanpa pertolongan.
d. Hypothermia sangat berat, suhu dalam tubuh <27 oC, pngsan, mata terlihat tidak
normal, nafas pelan, gangguan pada jantung, bisa meninggal.

2. Dampak KelembabanUdara terhadap Kesehatan


Kelembaban udara menunjukkan banyaknya kandungan uap air di udara. Ukuran
kelembaban udara, yaitu kelembaban absolut, kelambaban spesifik dan kelembaban
relatif. Kelembaban absolut menunjukkan banyaknya massa uap air per satuan volume
udara dinyatakan dengan kg/M3. Kelembaban spesifik menunjukkan perbandingan
antara massa uap air dengan massa udara lembab dalam satuan volume tertentu
dinyatakan dengan g/Kg. Kelembaban relatif menunjukkan perbandingan antara
tekanan uap air aktual (yang terukur) dengan tekanan uap air pada kondisi jenuh,
dinyakatan dengan persen (%).
Kelembaban udara memiliki dampak langsung dan tidak langsung terhadap
kesehatan manusia. Dampak langsung kelemban yang tinggi terhadap kesehatan adalah
tubuh berkeringat dan terasa gerah. Dampak langsung kelembaban rendah terhadap

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 6


kesehatan adalah kulit menjadi kering. Dampak tidak langsung kelembaban yang tinggi
terhadap terhadap keberadaan mikroba atau jamur di udara. Udara yang lembab
merupakan kondisi yang memudahkan mikroba atau jamur untuk bertahan hidup
sebelum meninfeksi atau menginfestasi manusia. Kelembaban udara yang rendah
menyebabkan polutan udara yang berbentuk partikel akan lebih lama bertahan dan
beterbangan di udara.

3. Dampak Pencahayaan terhadap Kesehatan


Dampak pencahayaan terhadap kesehatan secara langsung adalah pada mata.
Sistem pencahayaan yang baik akan memungkinkan kita bisa beraktivitas atau
pun bekerja dalam keseharian kita secara jelas, tepat tanpa upaya-upaya yang
tidak perlu. Pencahayaan yang tidak baik disamping berpengaruh terhadap kesehatan
mata, lebih jauh lagi terhadap keselamatan kerja, dan produktivitas
kerja. Cahaya juga mempunyai sifat dapat membunuh kuman atau bakteri. Bahkan,
cahaya matahari sering dimanfaatkan untuk mengobati penyakit rachitis. Tetapi
sebaliknya terlalu banyak kena sinar matahari dapat pula mengakibatkan
penyakit kanker pada kulit. Adapun, cahaya bisa membunuh kuman atau bakteri,
misalnya kaca hijau; 45 menit, kaca merah 20–30 menit, kaca biru 10-20 menit,
kaca putih (langsung) 5-10 menit
Pencahayaan yang tidak baik akan menimbulkan terjadinya stres pada
penglihatan. Stres pada penglihatan ini bisa menimbulkan dua tipe kelelahan, yaitu
kelelahan mata dan kelelahan syaraf (visual and nenlous fatique). Kelelahan mata yang
disebabkan oleh stres yang intensif pada fungsi tunggal (single function) dari mata. Stres
yang persisten pada otot akomodasi (ciliary muscle) dapat terjadi pada saat seseorang
mengadakan inspeksi pada obyek-obyek yang berukuran kecil dan pada jarak yang dekat
dalam waktu yang lama dan stres pada retina dapat terjadi bila terdapat “kontras” yang
berlebihan dalam lapangan penglihatan (visual field) dan waktu pengamatannya cukup
lama. Kelelahan pada mata ini ditandai oleh adanya iritasi pada mata atau konjungtivitis
(konjungtiva berwarna merah dapat mengeluarkan air mata), penglihatan ganda,
sakit kepala, daya akomodasi dan konvergensi menurun, ketajaman penglihatan
(visual acuity), kepekaan kontras (contras sensitivity) dan kecepatan persepsi
(speed of perception).

4. Dampak Kebisingan terhadap Kesehatan


Bising merupakan suara atau bunyi yang mengganggu. Bising dapat
menyebabkan berbagai gangguan terhadap kesehatan manusia. Gangguan lansung
bisng terhadap manusia terjadi pada sistem pendengan. Dari sistem pendengaran ini
selanjutnya berpengaruh pada sistem yang lain. Dampak bising terhadap kesehatan
dapat dikelompokkan menjadi (1) gangguan fisiologis, (2) gangguan psikologis, (3)
gangguan komunikasi, (4) gangguan keseimbangan, dan (5) gangguan pendengaran. Ada
juga penulis lain yang menggolongkan gangguannya berupa gangguan (1)

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 7


auditory, misalnya gangguan terhadap pendengaran dan gangguan (2) non
auditory seperti gangguan komunikasi, ancaman bahaya keselamatan, menurunya
performan kerja, stres dan kelelahan.
Lebih rinci dampak kebisingan terhadap kesehatan pekerja dijelaskan sebagai
berikut:
a. Gangguan Fisiologis
Pada umumnya, bising bernada tinggi sangat mengganggu, apalagi bila terputus-
putus atau yang datangnya tiba-tiba. Gangguan dapat berupa peningkatan tekanan
darah (± 10 mmHg), peningkatan nadi, konstriksi pembuluh darah perifer terutama
pada tangan dan kaki, serta dapat menyebabkan pucat dan gangguan sensoris.
Bising dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan pusing/sakit kepala. Hal ini
disebabkan bising dapat merangsang situasi reseptor vestibular dalam telinga dalam
yang akan menimbulkan evek pusing/vertigo. Perasaan mual,susah tidur dan sesak
nafas disbabkan oleh rangsangan bising terhadap sistem saraf, keseimbangan
organ, kelenjar endokrin, tekanan darah, sistem pencernaan dan keseimbangan
elektrolit.
b. Gangguan Psikologis
Gangguan psikologis dapat berupa rasa tidak nyaman, kurang konsentrasi, susah
tidur, dan cepat marah. Bila kebisingan diterima dalam waktu lama dapat
menyebabkan penyakit psikosomatik berupa gastritis, jantung, stres, kelelahan dan
lain-lain.
c. Gangguan Komunikasi
Gangguan komunikasi biasanya disebabkan oleh masking effect (bunyi yang
menutupi pendengaran yang kurang jelas) atau gangguan kejelasan suara.
Komunikasi pembicaraan harus dilakukan dengan cara berteriak. Gangguan ini
menyebabkan terganggunya pekerjaan, sampai pada kemungkinan terjadinya
kesalahan karena tidak mendengar isyarat atau tanda bahaya. Gangguan
komunikasi ini secara tidak langsung membahayakan keselamatan seseorang.
d. Gangguan Keseimbangan
Bising yang sangat tinggi dapat menyebabkan kesan berjalan di ruang angkasa atau
melayang, yang dapat menimbulkan gangguan fisiologis berupa kepala pusing
(vertigo) atau mual-mual.
e. Gangguan pada pendengaran
Pengaruh utama dari bising pada kesehatan adalah kerusakan pada indera
pendengaran, yang menyebabkan tuli progresif dan efek ini telah diketahui dan
diterima secara umum dari zaman dulu. Mula-mula efek bising pada pendengaran
adalah sementara dan pemuliahan terjadi secara cepat sesudah pekerjaan di area
bising dihentikan. Akan tetapi apabila bekerja terus-menerus di area bising maka
akan terjadi tuli menetap dan tidak dapat normal kembali, biasanya dimulai pada

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 8


frekuensi 4000 Hz dan kemudian makin meluas kefrekuensi sekitarnya dan akhirnya
mengenai frekuensi yang biasanya digunakan untuk percakapan.

Macam-macam gangguan pendengaran (ketulian), dapat dibagi atas :


1) Tuli sementara (Temporaryt Treshold Shift =TTS)
Diakibatkan pemaparan terhadap bising dengan intensitas tinggi. Seseorang akan
mengalami penurunan daya dengar yang sifatnya sementara dan biasanya waktu
pemaparan terlalu singkat. Apabila tenaga kerja diberikan waktu istirahat secara cukup,
daya dengarnya akan pulih kembali.
2) Tuli Menetap (Permanent Treshold Shift =PTS)
Tuli menetap adalah gangguan pendengaran Sensorineural (syaraf) yang terjadi akibat
pajanan bising yang keras dalam jangka waktu yang lama, kontinyu sehingga akan
mengakibatkan kerusakan secara mekanik dan metabolik pada organ manusia
khususnya organ telinga. Dampak yang terjadi bersifat menetap tidak memungkinkan
kembali pada fungsi pendengaran normal karena merusak sel sensoris pendengaran
manusia (sel rambut luar rumah siput). Untuk mencegah terjadinya hal tersebut
diperlukan upaya pengenalan dini kelainan tersebut guna melindungi fungsi
pendengaran mereka yang terpajan bising.
3) Trauma Akustik
Trauma akustik adalah setiap perlukaan yamg merusak sebagian atau seluruh alat
pendengaran yang disebabkan oleh pengaruh pajanan tunggal atau beberapa pajanan
dari bising dengan intensitas yang sangat tinggi, ledakan-ledakan atau suara yang sangat
keras, seperti suara ledakan meriam yang dapat memecahkan gendang telinga,
merusakkan tulang pendengaran atau saraf sensoris pendengaran.
4) Prebycusis
Penurunan daya dengar sebagai akibat pertambahan usia merupakan gejala yang
dialami hampir semua orang dan dikenal dengan prebycusis (menurunnya daya dengar
pada nada tinggi). Gejala ini harus diperhitungkan jika menilai penurunan daya dengar
akibat pajanan bising ditempat kerja.
5) Tinitus
Tinitus merupakan suatu tanda gejala awal terjadinya gangguan pendengaran . Gejala
yang ditimbulkan yaitu telinga berdenging. Orang yang dapat merasakan tinitus dapat
merasakan gejala tersebut pada saat keadaan hening seperti saat tidur malam hari atau
saat berada diruang pemeriksaan audiometri.

5. Dampak Radiasi terhadap Kesehatan

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 9


Radiasi dapat diartikan sebagai energi yang dipancarkan dalam bentuk partikel atau
gelombang. Pernakah Saudara melempar kerikil ke dalam kolam atau danau yang tenang?,
mungkin ada di antara kita pernah melakukannya. Dapat kita lihat bahwa pada lokasi
jatuhnya kerikil akan muncul riak, yang kemudian akan menyebar dalam bentuk lingkaran.
Riak-riak tersebut adalah gelombang dan memperlihatkan pergerakan energi yang diberikan
oleh kerikil, dan energi tersebut menyebar dari lokasi jatuhnya kerikil ke segala arah. Ketika
riak mencapai daun, daun tersebut akan terangkat naik ke puncak gelombang.
Berdasarkan kejadian tersebut dapat dilihat bahwa untuk mengangkat sesuatu
diperlukan energi. Karena itu, terangkatnya daun memperlihatkan bahwa gelombang
mempunyai energi, dan energi tersebut telah bergerak dari lokasi jatuhnya kerikil ke lokasi
terangkatnya daun. Hal yang sama juga berlaku untuk berbagai jenis gelombang dan radiasi
lain.
Salah satu karakteristik dari semua radiasi adalah radiasi mempunyai panjang
gelombang, yaitu jarak dari suatu puncak gelombang ke puncak gelombang berikutynya.
Radiasi terdiri dari beberapa jenis, dan setiap jenis radiasi tersebut memiliki panjang
gelombang masing-masing. Gambar berikut memperlihatkan jenis radiasi berdasarkan
panjang gelombangnya.

Gambar 15: Spektrum Panjang gelombang radiasi


Sumber: http://www.batan.go.id/pusdiklat/elearning/proteksiradiasi/pengenalan_radiasi/gbr/01-04.gif

Jika ditinjau dari "muatan listrik"nya, radiasi dapat dibagi menjadi radiasi pengion dan
radiasi non pengion. Radiasi pengion adalah radiasi yang apabila menumbuk atau menabrak
sesuatu, akan muncul partikel bermuatan listrik yang disebut ion. Peristiwa terjadinya ion ini
disebut ionisasi. Ion ini kemudian akan menimbulkan efek atau pengaruh pada bahan,
termasuk benda hidup. Radiasi pengion disebut juga radiasi atom atau radiasi nuklir.
Termasuk ke dalam radiasi pengion adalah sinar-X, sinar gamma, sinar kosmik, serta partikel

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 10


beta, alfa dan neutron. Partikel beta, alfa dan neutron dapat menimbulkan ionisasi secara
langsung. Meskipun tidak memiliki massa dan muatan listrik, sinar-X, sinar gamma dan sinar
kosmik juga termasuk ke dalam radiasi pengion karena dapat menimbulkan ionisasi secara
tidak langsung. Radiasi non-pengion adalah radiasi yang tidak dapat menimbulkan ionisasi.
Termasuk ke dalam radiasi non-pengion adalah gelombang radio, gelombang mikro,
inframerah, cahaya tampak dan ultraviolet.
Jika radiasi mengenai tubuh manusia, ada 2 kemungkinan yang dapat terjadi yakni
berinteraksi dengan tubuh manusia, atau hanya melewati saja. Jika berinteraksi, radiasi
dapat mengionisasi atau dapat pula mengeksitasi atom. Setiap terjadi proses ionisasi atau
eksitasi, radiasi akan kehilangan sebagian energinya. Energi radiasi yang hilang akan
menyebabkan peningkatan temperatur (panas) pada bahan (atom) yang berinteraksi dengan
radiasi tersebut. Dengan kata lain, semua energi radiasi yang terserap di jaringan biologis
akan muncul sebagai panas melalui peningkatan vibrasi (getaran) atom dan
struktur molekul. Ini merupakan awal dari perubahan kimiawi yang kemudian dapat
mengakibatkan efek biologis yang merugikan.
Satuan dasar dari jaringan biologis adalah sel. Sel mempunyai inti sel yang merupakan
pusat pengontrol sel. Sel terdiri dari 80% air dan 20% senyawa biologis kompleks. Jika radiasi
pengion menembus jaringan, maka dapat mengakibatkan terjadinya ionisasi dan
menghasilkan radikal bebas, misalnya radikal bebas hidroksil (OH), yang terdiri dari atom
oksigen dan atom hidrogen. Secara kimia, radikal bebas sangat reaktif dan dapat mengubah
molekul-molekul penting dalam sel.DNA (deoxyribonucleic acid) merupakan salah satu
molekul yang terdapat di inti sel, berperan untuk mengontrol struktur dan fungsi sel serta
menggandakan dirinya sendiri.
Setidaknya ada dua cara bagaimana radiasi dapat mengakibatkan kerusakan pada sel.
Pertama, radiasi dapat mengionisasi langsung molekul DNA sehingga terjadi perubahan
kimiawi pada DNA. Kedua, perubahan kimiawi pada DNA terjadi secara tidak langsung, yaitu
jika DNA berinteraksi dengan radikal bebas hidroksil. Terjadinya perubahan kimiawi pada
DNA tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat menyebabkan efek
biologis yang merugikan, misalnya timbulnya kanker maupun kelainan genetik.
Pada dosis rendah, misalnya dosis radiasi latar belakang yang kita terima sehari-hari, sel
dapat memulihkan dirinya sendiri dengan sangat cepat. Pada dosis lebih tinggi (hingga 1 Sv),
ada kemungkinan sel tidak dapat memulihkan dirinya sendiri, sehingga sel akan mengalami
kerusakan permanen atau mati. Sel yang mati relatif tidak berbahaya karena akan diganti
dengan sel baru. Sel yang mengalami kerusakan permanen dapat menghasilkan sel yang
abnormal ketika sel yang rusak tersebut membelah diri. Sel yang abnormal inilah yang akan
meningkatkan risiko tejadinya kanker pada manusia akibat radiasi.
Efek radiasi terhadap tubuh manusia bergantung pada seberapa banyak dosis yang
diberikan, dan bergantung pula pada lajunya; apakah diberikan secara akut (dalam jangka
waktu seketika) atau secara gradual (sedikit demi sedikit).Selain bergantung pada jumlah

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 11


dan laju dosis, setiap organ tubuh mempunyai kepekaan yang berlainan terhadap radiasi,
sehingga efek yang ditimbulkan radiasi juga akan berbeda.
Efek radiasi terhadap kesehatan bisa langsung terlihat ini disebut Efek deterministik dan
efek stikastik. Efek deterministtik hanya muncul jika dosis radiasinya melebihi suatu batas
tertentu, disebut Ambang batas.Efek deterministik bisa juga terjadi dalam jangka waktu yang
agak lama setelah terkena radiasi, dan umumnya tidak berakibat fatal. Sebagai contoh,
katarak dan kerusakan kulit dapat terjadi dalam waktu beberapa minggu setelah terkena
dosis radiasi 5 Sv atau lebih.
Efek stokastik adalah efek yang timbul jika dosisnya rendah, atau diberikan dalam jangka
waktu yang lama (tidak sekaligus), kemungkinan besar sel-sel tubuh akan memperbaiki
dirinya sendiri sehingga tubuh tidak menampakkan tanda-tanda bekas terkena radiasi.
Namun demikian, bisa saja sel-sel tubuh sebenarnya mengalami kerusakan, dan akibat
kerusakan tersebut baru muncul dalam jangka waktu yang sangat lama (mungkin berpuluh-
puluh tahun kemudian), dikenal juga sebagai periode laten.
Efek stokastik ini tidak dapat dipastikan akan terjadi, namun probabilitas terjadinya akan
semakin besar apabila dosisnya juga bertambah besar dan dosisnya diberikan dalam jangka
waktu seketika. Efek stokastik ini mengacu pada penundaan antara saat pemaparan radiasi
dan saat penampakan efek yang terjadi akibat pemaparan tersebut. Kecuali untuk leukimia
yang dapat berkembang dalam waktu 2 tahun, efek pemaparan radiasi tidak
memperlihatkan efek apapun dalam waktu 20 tahun atau lebih.
Salah satu penyakit yang termasuk dalam kategori ini adalah kanker. Penyebab
sebenarnya dari penyakit kanker tetap tidak diketahui. Selain dapat disebabkan oleh radiasi
pengion, kanker dapat pula disebabkan oleh zat-zat lain, disebut zat karsinogen, misalnya
asap rokok, asbes dan ultraviolet. Dalam kurun waktu sebelum periode laten berakhir,
korban dapat meninggal karena penyebab lain. Karena lamanya periode laten ini, seseorang
yang masih hidup bertahun-tahun setelah menerima pajanan radiasi ada kemungkinan
menerima tambahan zat-zat karsinogen dalam kurun waktu tersebut. Oleh karena itu, jika
suatu saat timbul kanker, maka kanker tersebut dapat disebabkan oleh zat-zat karsinogen,
bukan hanya disebabkan oleh radiasi

6. Dampak Partikel debu terhadap Kesehatan


Peraturan Pemernitah No. 66 tahun tahun 2014, pasal 17 memasukkan partikel
debu sebagai salah satu parameter kualitas fisk udara. Dampak debu terhadap kesehatan
bisa dikaji dari segi kadar dan ukuran debu, atau dikaji dari segi bahan kimia dari debu
tersebut. Apabila debu dikaji hanya sampak pada konsentrasi dan diameternya, maka debu
dapat digolongkan menjadi parameter fisik dari udara. Apabila kajian dampak debu dilihat
dari bahan kimia yang dikandungnya, maka debu termasuk parameter kimia udara.
Secara fisik, debu akan memberikan dampak pada saluran pernafasan manusia.
Dampak yang terjadi mulai dari bersin-bersin, batuk, penumpukan debu di sepanjang saluran
pernafasan. Dampak debu terhadap kesehatan sangat ditentukan oleh ukuran partikel serta

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 12


bahan kimia yang dikandungnya. Semakin kecil diamternya, maka semakin dalamlah debu
tersebut masuk sampai ke saluran pennafasan bagian bawah (alveoli). Dampak debu
berdasarkan bahan kimia yang dikandungnya akan dibahas dalam bagian lain dari modul ini,
yaitu pada dampak parameter kimia.

Gambar 16: Perjalan Partikel debu pada Saluran Pernafasan

Sumber:http://1.bp.blogspot.com/MA9D0acn8Jo/U6_2Yarn13I/AAAAAAAABi0/jw6dIGIDgSs/s1600/aeros
ol1.jpg

C. Dampak Faktor Kimia Udara terhadap Kesehatan


1. Karbon Monoksida (CO)
Konsentrasi Karbon Monoksida (CO) di udara secara alami relatif sangat kecil,
hanya sekitar 0,1 ppm. Di daerah perkotaan dengan lalu lintas yang padat konsentrasi
gas CO berkisar antara 10-15 ppm. Sudah sejak lama diketahui bahwa gas CO dalam
jumlah banyak (konsentrasi tinggi) dapat menyebabkan gangguan kesehatan bahkan
juga dapat menimbulkan kematian.
Karbon monoksida (CO) apabila terhirup ke dalam paru-paru akan ikut peredaran
darah dan akan menghalangi masuknya oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh. Hal ini
dapat terjadi karena gas CO merupakan kompetitor yang tidak seimbang O2, dimana
afinitas CO terhadap Haemoglobin (Hb) jauh lebih tinggi jika dibandingkan afinitas O 2
dengan Haemoglobin. WHO (1977) menyebutkan bahwa Karbon Monoksida (CO)
memiliki kemampuan berikatan dengan Haemoglobn (Hb) 240 kali lebih kuat daripada
Oksigen (O2). Akibat dari hal tersebut maka orang yang keracunan CO akan mengalami
kekuarangan Oksigen disebabkan karena peran Hb untuk mendistribusikan Oksigen ke
seluruh tubuh terganggu oleh kehadiran CO. Reaksi yang aterjadi ketika Haemoglobin
(Hb) membentuk Karboksihaemoglobin adalah sebagai berikut:

Hemoglobin + CO ———> COHb (Karboksihemoglobin)

Peterson dan Steward (1970) seperti dikutip WHO (1977) memberikan formula
menunjukkan hubungan empiris antara konsentrasi CO di udara ambien dengan
persentase COHb yang terbentuk menurut lamanya waktu pemajanan sebagai berikut:

%COHb = 0,051 x CO (ppm) 0,858 x t (menit)0,63

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 13


Tingkat keracunan CO diukur dari persentase Karboksihaemoglobin (COHb) yang
terbentuk dalam darah. Banyaknya COHb yang terbentuk dalam darah tergantung dari
kadar CO di udara Ambien dan lamanya waktu pemaparan. Dalam keadaan normal
konsentrasiCOHb di dalam darah berkisar antara 0,2% sampai 1,0%, dan rata-rata sekitar
0,5%. Disamping itu kadar COHb dalam darah dapat seimbang selama kadar CO di
atmosfer tidak meningkat dan kecepatan pernafasan tetap konstan.Keracunan gas
karbon monoksida dapat ditandai dari keadaan ringan, berupa pusing, rasa tidak enak
pada mata, sakit kepala, dan mual. Keadaan yang lebih berat dapat berupa detak jantung
meningkat, rasa tertekan di dada, kesukaran bernafas, kelemahan otot-otot, gangguan
pada sisten kardiovaskuler, serangan jantung sampai pada kematian.
Keracunan CO yang bersifat fatal pada umumnya terjadi di tempat tertutup, seperti
dalam kendaraan, dalam garase tertutup, dalam sumur, atau dalam terowongan. Hal ini
disebabkan karena molekul CO sedikit lebih ringan dari massa udara, akibatnya di daerah
terbuka, CO cenderung bergerak ke atas. Gambar berikut meruakaan salah satu contoh
keracunan CO yang menyebabkan kematian sepasang muda mudi dalam mobil di Kota
Medan.

Gambar 17: Kematian sepasang muda-mudi akibat keracunan CO


Sumber: https://www.garudaonline.co/wp-content/uploads/2017/02/POLISI-TEWAS-PERCUT.jpg

2. Oksida Nitrogen
Gas Nitrogen Oksida (NOx) ada dua macam yaitu gas nitrogen monoksida (NO)
dan gas nitrogen dioksida (NO2). Kedua macam gas tersebut mempunyai sifat yang
sangat berbeda dan keduanya sangat berbahaya bagi kesehatan. Udara yang
mengandung gas NO dalam batas normal relatif aman dan tidak berbahaya, kecuali bila
gas NO berada dalam konsentrasi tinggi.
Sifat racun (toksisitas) gas NO2 empat kali lebih kuat daripada toksisitas gas NO.
Organ tubuh yang paling peka terhadap pencemaran gas NO2 adalah paru-paru. Paru-
paru yang terkontaminasi oleh gas NO2 akan membengkak sehingga penderita sulit
bernafas yang dapat mengakibatkan kematian.
Konsentrasi NO2 lebih tinggi dari 100 ppm bersifat letal pada hewan percobaan,
dan 90% dari kematian tersebut disebabkan oleh gejala edema pulmonary. Pemberian
sebanyak 5 ppm NO2 selama 10 menit terhadap manusia mengakibatkan sedikit
kesukaran dalam bernafas.

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 14


Pencemaran udara oleh gas NOx juga dapat menyebabkan timbulnya Kabut Foto
Kimia (Photochemicalsmog). Kabut Foto Kimia terbentuk akibat terganggunya siklus
foto litik NO2 oleh Radikal bebas dari hidrokarbon yang ada di udara. Kabut foto kimia
merupakan polutan sekunder yang terdiri dari berbagai senyawa, yaitu Peroxy Acetil
Nitrates (PAN), Oksida (O3), Aldehid, dan Asam Nitrat (HNO3).

Gambar 18: Ilustrasi proses terbentuknya Kabut Foto Kimia


Sumber: http://energyeducation.ca/wiki/images/thumb/b/b6/Photochemsmog.png/800px-Photochemsmog.png

3. Oksida Sulfur
Sulfur yang ada di udara berasal dari sumber alami dan aktivitas manusia.
Diperkirakan sulfur yang berasal dari aktivitas alami lebih banyak daipada yang berasal
dari aktivitas manusia. Sulfur yang berasal dari alam, terutama berasaal dari aktivitas
volkano. Sedangkan yang berasal dari aktivitas manusia adalah dari pembakaran bahan
bakar yang mengandung sulfur, seperti batu bara, solar, dan premium atau sejenisnya.
Sulfur di dara dapat berbentuk H2S atau dalam bentuk Oksida (SOx).
Udara yang tercemar Sulfur Oksida (SOx) menyebabkan manusia akan mengalami
gangguan pada sistem pernafasannya. Hal ini karena gas SOx yang mudah menjadi asam
tersebut menyerang selaput lendir pada hidung, tenggorokan, dan saluran nafas yang
lain sampai ke paru-paru. Serangan gas SOx tersebut menyebabkan iritasi pada bagian
tubuh yang terkena.
Pengaruh utama polutan SOx terhadap manusia adalah iritasi sistem pernafasan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa iritasi tenggorokan terjadi pada konsentrasi
SO2 sebesar 5 ppm atau lebih, bahkan pada beberapa individu yang sensiti iritasi terjadai
pada konsentrasi 1-2 ppm. SO2 dianggap polutan yang berbahaya bagi kesehatan
terutama terhadap orang tua dan penderita yang mengalami penyakit kronis pada
sistem pernafasan dan kardiovaskular.
Sulfur dioksida (SO2) bersifat iritan kuat pada kulit dan lendir, pada konsentrasi 6-
12 ppm mudah diserap oleh selaput lendir saluran pernafasan bagian atas, dan pada
kadar rendah dapat menimbulkan spesme tergores otot-otot polos pada bronchioli,
speme ini dapat menjadi hebat pada keadaan dingin dan pada konsentrasi yang lebih
besar terjadi produksi lendir di saluran pernafasan bagian atas, dan apabila kadarnya
bertambah besar maka akan terjadi reaksi peradangan yang hebat pada selaput lendir

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 15


disertai dengan paralycis cilia, dan apabila pemaparan ini terjadi berulang kali, maka
iritasi yang berulang-ulang dapat menyebabkan terjadi hyper plasia dan meta plasia sel-
sel epitel dan dicurigai dapat menjadi kanker.

4. Hidro Karbon (HC)


Struktur Hidrokarban (HC) terdiri dari elemen hidrogen dan korbon dan sifat
fisik HC dipengaruhi oleh jumlah atom karbon yang menyusun molekul HC. HC adalah
bahan pencemar udara yang dapat berbentuk gas, cairan maupun padatan. Semakin
tinggi jumlah atom karbon, unsur ini akan cenderung berbentuk padatan. Hidrokarbon
dengan kandungan unsur C antara 1-4 atom karbon akan berbentuk gas pada suhu
kamar, sedangkan kandungan karbon diatas 5 akan berbentuk cairan dan padatan. HC
yang berupa gas akan tercampur dengan gas-gas hasil buangan lainnya. Sedangkan bila
berupa cair maka HC akan membentuk semacam kabut minyak, bila berbentuk padatan
akan membentuk asap yang pekat dan akhirnya menggumpal menjadi debu.
Berdasarkan struktur molekulnya, hidrokarbon dapat dibedakan dalam 3 kelompok yaitu
hidrokarban alifalik, hidrokarbon aromatik dan hidrokarbon alisiklis. Molekul
hidrokarbon alifalik tidak mengandung cincin atom karbon dan semua atom karbon
tersusun dalam bentuk rantai lurus atau bercabang

5. Oksidan (O3)
telah menjadi suatu issu aktual karena kaitannya dengan satu efek global
pencemaran udara yaitu penipisan lapisan Ozon di atmosfer atas bumi kita. Ozon
merupakan salah atu pencemar udara yang terus meningkat konsentrasinya.Dampak
ozon terhadap kesehatan manusia yaitu:
a. Dengan konsentrasi 0,3 ppm selama 8 jam akan menyebabkan iritasi pada
mata.
b. 0,3 – 1 ppm selama 3 menit s.d. 2 jam akan memberikan reaksi seperti
tercekik, batuk, kelesuan.
c. 1,5 – 2 ppm selama 2 jam akan mengakibatkan sakit dada batuk-batuk, sakit
kepala, kehilangan koordinasi serta sulit ekspresi dan gerak.
Ozon pada konsentrasi 0,3 ppm dapat berakibat iritasi terhadap hidung dan
tenggorokan. Kontak dengan ozon pada konsentrasi 1,0 – 3,0 ppm selama 2 jam
mengakibatkan pusing berat dan kehilanan koordinasi pada beberapa orang yang snsitif.
Sedangkan kontak dengan konsentrasi 9,0 ppm selama beberapa waktu dapat
mengakibatkan endema pulmonari pada kebanyakan orang.
Kombinasi ozon dengan SO2 sangat berbahaya karena akan menyebabkan
menurunnya fungsi ventilasi apabila terpajan dalam jumlah yang besar. Kerusakan
fungsi ventilasi dapat kembali baik mendekati fungsi paru-paru normal pada orang yang
terpajan dalam tingkat rendah.

6. Gas Chlorin (Cl2)

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 16


Gas klorin (chlorine gas) adalah seyawa yang umum digunakan dalam
industri.Gas ini juga bersifat sangat beracun dan pernah digunakan selama Perang
Dunia. Pada suhu kamar dan tekanan udara normal, unsur chlorin berbentuk gas dengan
warna hijau kekuningan dan memiliki bau seperti pemutih. Gas Chlorin memiliki
kepadatan lebih besar dari udara, sehingga cenderung melayang dekat permukaan
tanah.
Ketika didinginkan dan diberi takanan, Gas Chlorin menjadi cair sehingga
memudahkan transportasi dan penyimpanan. Gas Chlorin bersifat racun karena amat
reaktif dengan air yang terdapat selaput lendir paru-paru dan mata.Reaksi yang terjadi
akan menghasilkan Asam Chlorida (HCL) dan Hasan Hipochlorit yang memicu iritasi pada
mata dan paru-paru serta memicu korosi pada jaringan. Saat terpapar gas Chlorin,
seseorang harus segera mencari pertolongan medis. Belum ada penawar bagi gas ini
sehingga pengobatansegera menjadi kuncinya. Seseorang dapat terpajan dengan
Chlorin di rumah saat mencampur pemutih dengan bahan pembersih lainnya yang
mengandung asam atau amonia.
Senyawa Chlorin (Cl2) termasuk unsur Halogen yang memilikim ikatan lemah
antara dua atom Chlor. Kondisi ini menyebabkan gas ini sangat mudah bereaksi dengan
dengan senyawa lain. Chlorin merupakan oksidator kuat dan memicu oksidasi dengan
menerima elektron dari senyawa lain. Kondisi ini menyebabkan reaksi oksidasi dengan
senyawa organik lain, seperti amonia, terpentin, dan gas alam. Sifat reaktif ini membuat
Gas Chlorin digunakan dalam berbagai jenis industri kimia, antara lain seperti perantara
dalam sintesis berbagai bahan kimia, termasuk Polyvinylchloride (PVC), pestisida,
produk pembersih rumah tangga, serta pemutih kertas dan tekstil.
Senyawa Chlorin juga digunakan untuk desinfeksi air minum, kolam renang, dan
pengolahan limbah. Senyawa Chlorin yang sering digunakan dalam bentuk cair dan gas
adalah Clorin Dioksida (ClO2). Gas Chlorin juga digunakan sebagai disinfektan untuk
laboratorium dabn peralatan pabrik serta kamar bersih. Gas Chlorin Dioksida juga
berbahaya bagi manusia karena bertindak sebagi iritan mata dan paru-paru.

7. Amoniak (NH3)
Amonia adalah senyawa kimia dengan rumus NH3. Biasanya senyawa ini didapati
berupa gas dengan bau tajam yang khas (disebutbau amonia). Walaupun amonia
memiliki sumbangan penting bagi keberadaan nutrisi di bumi, amonia sendiri adalah
senyawakaustik dan dapat merusak kesehatan. Administrasi Keselamatan dan
Kesehatan Pekerjaan Amerika Serikat memberikan batas 15 menit bagi kontak dengan
amonia dalam gas berkonsentrasi 35 ppm volum, atau 8 jam untuk 25 ppm volum.
Kontak dengan gas amonia berkonsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan paru-
paru dan bahkan kematian. Sekalipun amonia di AS diatur sebagai gas tak mudah
terbakar, amonia masih digolongkan sebagai bahan beracun jika terhirup.

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 17


Gas ammonia adalah suatu gas yang tidak berwarna, dan menimbulkan bau yang
sangat kuat. Dalam udara, ammonia dapat bertahan kurang lebih satu minggu. Gas
ammonia terpajan melalui pernapasan dan dapat mengakibatkan iritasi yang kuat
terhadap sistem pernapasan. Karena sifatnya yang iritasi, polutan ini dapat merangsang
proses peradangan pada saluran pernapasan bagian atas yaitu saluran pemapasan mulai
dari hidung hingga tenggorokan. Terpajan gas ammonia pada tingkatan tertentu dapat
menyebabkan gangguan pada fungsi paru-paru dan sensitivitas indera penciuman.

8. Hidrogen Sulfida (H2S)


Hidrogen sulfida, H2S, adalah gas yang tidak berwarna, beracun, mudah terbakar
dan berbau seperti telur busuk. Gas ini dapat timbul dari aktivitas biologis
ketika bakteri mengurai bahan organik dalam keadaan tanpa oksigen (aktivitas
anaerobik), seperti di rawa, dan saluran pembuangan kotoran. Gas ini juga muncul pada
gas yang timbul dari aktivitas gunung berapi dan gas alam.Hidrogen sulfida juga dikenal
dengan nama sulfana, sulfur hidrida, gas asam (sour gas), sulfurated hydrogen, asam
hidrosulfurik, dan gas limbah (sewer gas).
Pajanan terhadap Hidrogen Sulifida dapat menimbulkan masalah kesehatan.
Paparan dengan konsentrasi rendah bisa mengiritasi mata, hidung, tenggorokan dan
sistem pernapasan (seperti mata perih dan terbakar, batuk, dan sesak napas). Orang
penderita asma bisa menjadi tambah berat penyakitnya. Efek ini bisa tidak secara
langsung dan baru terasa beberapa jam atau hari kemudian. Pajanan berulang ataupun
jangka panjang dapat menimbulkan gejala mata merah, sakit kepala, fatigue, mudah
marah, susah tidur, gangguan pencernaan, dan penurunan berat badan. Pajanan pada
konsentrasi Sedang bisa menyebabkan iritasi mata dan pernapasan yang berat(batuk,
susah bernapas, penumpukkan cairan di paru), sakit kepala, pusing, mual, muntah,
mudah marah. Pajanan pada konsentrasi Tinggi akan menyebabkan syok, kejang, tidak
bisa bernapas, tidak sadar, koma, dan akhirnya kematian. Efek lethal tersebut bisa
dalam beberapa hirupan ataupun hanya dalam satu hirupan.

9. Dioxin
Dioksin merupakan kelompok zat-zat berbahaya yang termasuk ke dalam
golongan senyawa CDD (Chlorinated Dibenzo-p-Dioxin), CDF ( Chlorinated Dibenzo
Furan ), dan PCB (Poly Chlorinated Biphenyl). Terdapat ratusan senyawa yang termasuk
dioksin, salah satunya adalah TCDD (2,3,7,8- tetrachlorodibenzo-p-dioxin ) yang dikenal
paling. Dioksin berasal dari proses sintesis kimia pada proses pembakaran zat organik
yang bercampur dengan unsur halogen pada temperatur tinggi. Dioksin berasal dari
pembakaran limbah rumah tangga maupun industri yang mengandung senyawa klor
seperti industri kimia, pestisida, plastik, dan pulp kertas. Pembakaran karbon yang tidak
sempurna menghasilkan karbon monoksida dan partially oxidized hydrocarbons. Adanya

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 18


suhu tinggi menyebabkan sebagian kecil nitrogen akan teroksidasi menjadi nitrat
oksidan dan nitrat dioksida.
Dioksin merupakan zat kimia yang berbahaya yang dapat menimbulkan berbagai
permasalahan kesehatan masayarakat. Dampak keracunan dioksin untuk jangka panjang
adalah kanker dan asterosklerosis sehingga menaikkan angka kematian sampai 46 %
pada beberapa kasus. Sedangkan efek jangka pendek, dapat menyebabkan lesi kulit
seperti chloracne. Chloracne adalah penyakit kulit yang parah dengan lesi menyerupai
acne yang terjadi terutama pada wajah dan tubuh bagian atas, serta ruam kulit lainnya,
perubahan warna kulit, dan kerusakan pada organ-organ tubuh lain, seperti hati, ginjal
dan saluran cerna.
Dalam sejarah, kasus dioxin yang paling terkenal adalah Agent Orange yang
terjadi di Vietnam saat Vietnam perang dengan Amerika Serikat. Saat ini, setelah 4
dekade dampak dioxin masih dapat kita temukan. Banyak anak yang mengalami
permasalahan tumbuh kembang. Misalnya pada gigi dan rambut. Agent Orange di
Vietnam ini telah membunuh jutaan orang karena dioxin telah bercampur dengan
tanah, mengendap di sungai-sungai sehingga tanaman dan air serta ikan yang mereka
makan telah tercemar bahan kimia tersebut. Permasalahan yang terjadi di Vietnam
akibat dari dioxin yang terkandung dalam Agent Orange adalah kelainan lahir bawaan
pada bayi yang orang tuanya dulunya merupakan veteran Vietnam adalah kelainan pada
otak, jantung, organ kelamin, dan saluran kencing, serta bibir sumbing (cleft palate),
club foot, spina bifida, kanker kongenital, dan sindroma Down’s.

Gambar 19: Pernggunaan Dioksin Dalam Perang dan Dampaknya Pada Mnausia
Sumber: http://static1.businessinsider.com/image/53d7b2b7ecad04376a50a104-3000-1908/ao2.jpg

10. Senyawa Organik Yang Mudah Menguap (Volatile Organic Compounds/VOCs)


VOC atau Volatile Organic Compounds adalah senyawa organik yang memiliki
sifat mudah menguap. Mudahnya senyawa ini untuk menguap pada akhirnya akan
menyebabkan lingkungan udara di sekitar bahan yang mengandung senyawa tersebut
bersifat toksik karena senyawa VOC memang memiliki sifat tersebut. Contoh senyawa
VOC adalah senyawa BTEX atau benzena, toulena, etilbenzena, dan xyelena. Salah satu
akibat Volatile Organic Compounds adalah fenomena sick building syndrome. Sick

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 19


building syndrome adalah fenomena yang terjadi dimana rumah bisa menyebabkan
penghuninya terganggu karena paparan biologis dan kimia seperti senyawa ini. Dalam
skala yang lebih luas, keberadaan VOC bahkan bisa menyebabkan ekosistem lingkungan
terganggu dengan terbentuknya ozon. Volatile organic compounds (VOCs) didefinisikan
sebagai semua kandungan komponen bahan kimia organik yang dapat menguap dan
dapat mencemari udara, baik pada saat proses produksi, aplikasi sampai dengan barang
jadi dan digunakan oleh end user.
Bahan yang banyak mengandung VOCs content antara lain : cat, coating, color,
lem, plywood dll. sedangkan produk akhir yang banyak mengandung VOC dan dalam
jangka panjang terus menerus mengeluarkan gas VOC antara lain: funiture, properti,
accesories, elektronik, bahkan rumah itu sendiri.
11. Asap Rokok
Rokok mengandung lebih dari 40 ribu zat kimia berbahaya yang terkandung di
dalamnya. Begitu pula dengan asap rokok, siapapun yang menghirupnya pasti
menghirup zat kimia berbahaya yang ada di dalam rokok. Residu asap rokok tetap ada
meskipun asap rokok sudah tidak terlihat, residu tersebut bisa menempel di mana saja.
Risiko yang ada pada residu tersebut bisa sama berbahayanya dengan menghirup asap
rokok secara langsung.
Residu asap rokok juga mengandung nikotin dan zat berbahaya yang dalam
jangka lama bisa mengganggu saluran pernapasan. Residu dari asap rokok ini dapat
menempel di kulit, pakaian, sofa, karpet, bahkan di dinding. Hal ini lah yang dapat
membahayakan orang-orang yang sebenarnya tidak merokok dan tidak terpapar
langsung asap rokok.Kelompok yang berisiko tinggi itu pada bayi dan anak-anak. Karena
sistem pernapasan dan paru-parunya masih dalam perkembangan. Organ-organ lain
juga masih dalam proses perkembangan dan fungsinya belum maksimal.Selain itu, ibu
hamil juga sangat rentan terhadap bahaya dari residu ini. Hal itu akan mengganggu
sitem vaskularisasi janin yang nantinya bisa mengakibatkan keguguran atau
pertumbuhan janin terhambat.

12. Dampak Debu Kapas


Risiko terpajan dengan debu kapas banyak dialmi oleh pekerja pada insudtri
tenun atau pemintalan yang menggunakan bahan baku kapas. Pemajanan terhadap
debu kapas yang berlangsung lama dapat menimbulkan kerusakan paru-paru, yakni
menumpuknya debu kapas dalam paru-paru yang menyebabkan menurunya kapasitas
paru-paru dan terjadinya keracunan sistemik. Kerusakan paru-paru yang terjadi ini
disebut dengan Byssinosis.
Byssinosis adalah penyakit yang termasuk dalam Pneumaconiois dimana
penyebabnya adalah debu kapas. Masuknya debu kapas dalam udara pernapasan
terutama berukuran kecil akan mengakibatkan alveoli tertutupi oleh timbunan debu

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 20


kapas tersebut. Menurut berat ringannya penyakit, Byssinosis digolongkan kedalam
beberapa kelompok yaitu (1) Tingkatan Indikasi 1 Tingkat 0 Tidak ada gejala gejala (2)
Tingkat ½ Kadang kadang berat dada dan sesak napas pada hari senin atau rangsangan
rangsangan pada alat pernafasan pada hari senin (3) Tingkat 1 Berat dada atau sesak
napas pada hari Senin pada setiap minggu (4) Tingkat 2 Berat dada atau sesak napas
pada hari hari senin atau hari hari lainnnya (5) Tingkat 3 Byssinosis dan cacat paru paru 6
Beberapa reaksi diyakini sebagia penyebab munculnya gejala gejala Byssinosis
yang antara lain adalah : (1) Efek mekanis debu kapas yang dihurup ke dalam paru paru
(2) Akibat pengaruh endotoksin bakteri bakteri kepada alat pernapasan (3) Merupakan
gambaran reaksi alergi dari pekerja pekerja kepada debu kapas. (4) Akibat bekerjanya
bahan bahan kimia dari debu pada paru paru (5) Reaksi psikis pada para pekerja Dari
teori tersebut dapat diduga bahwa pengaruh debu kapas di tempat kerja akan berakibat
menurunnya kapasitas vital paru paru tenaga.

Gambar 20: Pekerja dengan risiko tinggi terkena Byssinosis


Sumber:http://2.bp.blogspot.com/-UuWpgbIAqB8/VfoIDr63ivI/AAAAAAAAAOA/ky8fW007skI/s1600/pekerja-tekstil.jpg

13. Debu Asbes


Asbes merupakan bahan kimia yang baynak digunakan dalam kehidupan
manusia. Asbes digunakan antara lain sebagai atap bangunan, loteng (plavon) kanvas
rem pada kendaraan, pipa air, serta peralatan lainnya. Asbes terdiri dari serat yang
tahan terhadap api dan memiliki kelenturan yang menyebabkannya dapat dibentuk
untuk berbagai berbagai keperluan.
Dibalik keunggulan-keunggulan sifat fisik yang dimiliki oleh asbes, ternyata ada
temuan yang mengejutkan yang menyatakan bahwa debu asbes memiliki efek
karsiogenik yang mematikan (Kematian Mendadak). Ketika asbes mengalami kerusakan,
baik itu pada saat penambangan maupun pada saat penggunaannya, hal tersebut akan
membuat serat asbes (debu asbes) terlepas ke udara. Dan jika serat atau debu tersebut
terhirup atau tertelan, debu-debu tersebut akan mengendap dibagian paru-paru atau
bagian perut yang nantinya dapat menimbulkan iritasi. Gejala yang dialami oleh mereka
yang berpotensi mengembangkan penyakit yang berhubungan dengan asbes mungkin

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 21


tidak akan dirasakan langsung setelah terpajan, akan tetapi kondisi tersebut dapat
terjadi dalam jangka waktu bertahun-tahun lamanya.
Kebanyakan dari orang-orang terkena pajanan debu asbes di tempat kerja
mereka seperti di pertambangan, galangan kapal, lokasi konstruksi, kilang minyak,
pabrik baja, pembangkit listrik, industri otomotif, dan lain sebagainya.Tidak semua
pajanan debu asbes terjadi di tempat kerja, beberapa kondisi bisa saja menyebabkan
terjadinya pajanan tersebut, seperti : mengkonsumsi air yang telah terkontaminasi oleh
debu asbes, menggunakan produk-produk yang terbuat dari asbes, dan lain sebagainya.
Seseorang yang terkena pajanan debu asbes baik itu di baju, sepatu, kulit, rambut, atau
bagian tubuh lainnya dapat meningkatkan risiko orang lain seperti anggota keluarganya
untuk ikut terkena pajanan tersebut, yaitu pada saat mereka melakukan kontak dengan
object-object yang terkena pajanan debu asbes.
Pemajanan terhadap debu asbes dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru
dan organ lainnya. Penyakit-penyakit tersebut antara lain adalah kanker paru-paru,
Mesothelioma, asbestosis, plak pleura, dan efusi pleura
Mesothelioma terjadi akibat pajanan dengan intensitas tinggi dan dalam jangka
waktu yang cukup lama (sekitar 30 hingga 40 tahun), debu asbes bisa bermanifestasi
untuk menimbulkan mesothelioma, yaitu sejenis kanker yang menyerang bagian
mesothelium yang merupakan lapisan pelindung yang mengelilingi bagian perut, paru-
paru, dada, dan organ internal tubuh lainnya. Debu asbes dapat merusak DNA dari
mesothelium tersebut, sehingga kondisi tersebut akan mengganggu pertumbuhan sel.
Jika dilihat dari organ-organ yang dipengaruhinya, mesothelioma dibedakan menjadi 3
jenis, yaitu :
Asbestosis merupakan suatu penyakit yang terjadi akibat timbulnya jaringan
parut di bagian paru-paru yang menyebabkan gangguan pernafasan seperti sesak nafas,
serta terganggunya oksigen saat masuk ke dalam darah. Belum ada obat untuk penyaki
ini. Namun, dokter akan membantu pasien untuk mengatasi gejala-gejala yang mungkin
timbul, seperti terapi oksigen bagi pasien yang mengalami sesak nafas serta memiliki
kadar oksigen dalam darah yang.

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 22


Gambar 21: Kerusakan Paru-paru akibat debu asbes
Sumber: //www.airphysio.com/NaturallyBetterBreathing/wp-content/uploads/2016/01/505278-Asbestosis-X-Ray-300x300.jpg

Dampak berbahaya lain dari pajanan asbes adalah terjadinya plak pleura, yaitu
timbulnya bercak pada lapisan paru-paru. Saat seseorang terpajan oleh debu asbes,
maka akan menyebabkan timbulnya jaringan parut serta peradangan pada paru-paru.
Kondisi tersebut pada akhirnya akan mengarah pada timbulnya plak pleura. Pajanan
asbes yang terjadi secara terus menerus akan membuat plak pleura menjadi terus
berkembang dan kondisi tersebut dapat menyebabkan kapasitas paru-paru menjadi
berkurang. Pada umumnya, penyakit ini timbul di pleura parietal, seperti bagian bawah
dada, hemat apeks, serta kostofrenikus. Namun plak pleura juga sering ditemukan di
pleura mediastinal, dan jarang terjadi di pleura visceral.
Dampak pajanan terhadap debu asbes yang lain adalah terjadinya efusi pleura,
yaitu suatu penyakit yang disebabkan oleh akumulasi cairan pada rongga pleural yang
terjadi secara abnormal atau berlebihan. Kondisi ini merupakan salah satu komplikasi
dari penyakit mesothelioma. Rongga pleura merupakan bagian yang terletak diantara
selaput yang melapisi paru-paru. Penyakit ini bisa menyebabkan terhambatnya fungsi
paru-paru, sehingga pasien akan mengalami kesulitan dalam bernafas.Timbulnya rasa
nyeri pada bagian dada, terutama di bagian dinding dada (diatas terjadinya
peradangan). Namun rasa nyeri juga bisa timbul di perut bagian atas, leher, serta
bagian bahu. Rasa nyeri tersebut dapat menghilang seiring dengan bertambahnya
cairan dalam rongga pleura.

14. Dampak Debu Batubara Terhadap Kesehatan


Debu batubara adalah material batubara yang terbentuk bubuk (powder), yang
berasal dari hancuran batubara ketika terjadi pemrosesannya (breaking, blending,
transporting, and weathering). Debu batubara yang dapat meledak adalah apabila
debu itu terambangkan di udara sekitarnya. Debu batu bara merupakan salah satu

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 23


partikel padat yang terbentuk karena proses pembakaran batu bara. Batu bara
merupakan salah satu bahan bakar fosil yang terbentuk oleh batuan sedimen yang
dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik yang berasal dari sisa tumbuhan dan
terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur utamanya terdiri dari karbon,
hidrogen dan oksigen. Batu bara adalah batuan organik yang memiliki sifat fisika dan
kimia kompleks yang dapat ditemui dalam berbagai bentuk.
Batubara dan produk buangannya, berupa abu ringan, abu berat, dan kerak
sisa pembakaran, mengandung berbagai logam berat; seperti arsenik, timbal, merkuri,
nikel, vanadium, berilium, kadmium, barium, cromium, tembaga, molibdenum, seng,
selenium, dan radium, yang sangat berbahaya jika dibuang di lingkungan. Batubara
juga mengandung uranium dalam konsentrasi rendah, torium, dan isotop radioaktif
yang terbentuk secara alami yang jika dibuang akan mengakibatkan kontaminasi
radioaktif. Meskipun senyawa-senyawa ini terkandung dalam konsentrasi rendah,
namun akan memberi dampak signifikan jika dibung ke lingkungan dalam jumlah yang
besar.
Dampak debu batubara pada lingkungan kerja perlu diwaspadai karena debu
yang ada pada lingkungan tersebut berada di udara dan selalu tehirup oleh tenaga
kerja pada tempat dan tenaga kerja di sekiarnya setiap hari. Apabila tenaga kerja yang
bekerja pada lingkungan dengan konsentrasi debu yang tinggi dalam waktu yang lama
akan memiliki risiko terkena penyakit gangguan pernapasan, apalagi dengan tenaga
kerja yang sudah bekerja lebih dari 5 tahun pada ligkungan kerja dengan debu
berkonsentrasi tinggi.

Gambar 22: Kerusakan Paru-paru akibat mengirup debu batu bara

Sumber:http://4.bp.blogspot.com/_MCdLOttsqWw/TGNHfHQyfZI/AAAAAAAADv8/KMA2gXJ1FVI/s160
0/diseased-lung.jpg

15. Dampak Debu Silika terhadap Kesehatan

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 24


Pajanan terhadap debu silika dapat berdampak pada terhadinya penyakit silikosis.
Silikosis adalah penyakit saluran pernafasan akibat menghirup debu silika, yang
menyebabkan peradangan dan pembentukan jaringan parut pada paru-paru. Debu yang
masuk ke dalam paru-paru mengalami masa inkubasi sekitar 2-4 tahun. Terdapat 3 jenis
silikosis, yakni silikosis akut, Silikosis kronis, dan Silikosis akselerata.
Silikosis akut terjadi akibat pemaparan silikosis dalam jumlah yang sangat besar,
dalam waktu yang lebih pendek. Pada silikosis kronis dan akselerata bisa terjadi fibrosif
masif progresif. Fibrosis ini terjadi akibat pembentukan jaringan parut dan
menyebabkan kerusakan pada struktur paru yang normal akibat pemaparan sejumlah
kecil debu silika dalam jangka panjang (lebih dari 20 tahun). Nodul-nodul peradangan
kronis dan jaringan parut akibat silika terbentuk di paru-paru dan kelenjar getah bening
dada. Silikosis akselerata, terjadi setelah terpapar oleh sejumlah silika yang lebih
banyak selama waktu yang lebih pendek (4-8 tahun). Peradangan, pembentukan
jaringan parut dan gejala-gejalanya terjadi lebih cepat.
Etiologi Silikosis terjadi pada orang-orang yang telah menghirup debu silika
selama beberapa tahun. Silika adalah unsur utama dari pasir, sehingga pemaparan
biasanya terjadi pada buruh tambang logam, pekerja pemotong batu dan granit, pekerja
pengecoran logam, pembuat tembikar. Silika bebas biasanya terjadi karena peledakan,
penghancuran, pengeboran, dan penggilingan batuan. Bisa juga terdapat dari usaha
komersial yang menggunakan granit, batu pasir serta pasir giling atau pembakaran
diatomit. Oleh karena silika bebas terdapat pada batu, maka pekerja yang berisiko
terkena silikosis adalah para penambang dan ekstraksi batu-batu keras, pekerjaan teknik
sipil dengan batu keras,penghalusan serta pemolesan batu, percetakan, pembentukan,
dan penyemprotan pasir di tempat pengecoran dan pembersihan bangunan. Juga
terdapat pada pengerokan wadah rebus, pabrik keramik, porselin dan enamel, serta
pekerjaan-pekerjaan yang menggunakan pasir sebagai amplas.
Partikel-partikel silika yang berukuran 0.5-5 µm akan tertahan di alveolus. Partikel
ini kemudian di telan oleh sel darah putih yang khusus. Banyak dari partikel ini dibuang
bersama sputum sedangkan yang lain masuk ke dalam aliran limfatik paru-paru,
kemudian mereka ke kelenjar limfatik. Pada kelenjar, sel darah putih itu kemudia
berintegrasi, meninggalkan partikel silika yang akan menyebabkan damapak yang lebih
luas. Kelenjar itu menstimulasi pembentukan bundel-bundel nodular dari jaringan parut
dengan ukuran mikroskopik, semakin lama semakin banyak pula nodul yang terbentuk,
mereka kemudian bergabung menjadi nodul yang lebih besar yang kemudian akan
merusak jalur normal cairan limfatik melalui kelenjar limfe. Ketika ini terjadi, jalan
lintasan yang lebih jauh dari sel yang telah tercemar oleh silika akan masuk ke jaringan
limfe paru-paru. Sekarang, foci baru di dalam pembuluh limfatik bertindak sebagai
gudang untuk sel-sel yang telah tercemar oleh debu, dan parut nodular terbentuk
terbentuk pada lokasi ini juga. Kemudian, nodul-nodul ini akan semakin menyebar

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 25


dalam paru-paru. Gabungan dari nodul-nodul itu kemudian secara berangsur-angsur
menghasilkan bentuk yang mirip dengan masa besar tumor.

Gambar 23: Kerusakan Paru-paru akibat menghirup debu silika


Sumber: https://nuruddinmh.files.wordpress.com/2012/11/xray.jpg

16. Dampak partikel Pb terhadap Kesehatan


Diantara semua sistem pada organ tubuh, sistem syaraf merupakan sistem yang
paling sensitif terhadap daya racun yang dibawa oleh logam Pb. Pengamatan yang
dilakukan pada pekerja tambang dan pengolahan timbal menunjukkan bahwa pengaruh
dari keracunan Pb dapat menimbulkan kerusakan otak, penyakit-penyakit yang
berhubungan dengan otak, sebagai akibat dari keracunan Pb adalah epilepsy, halusinasi,
kerusakan pada otak besar.
Pemaparan Pb secara terus menerus melalui saluran pernafasan dapat
mempengaruhi sistem haemapoistik. Salah satu akibat yang sering terjadi adalah
anemia. Anemia yang berasal dari Pb tersebut merusak dan menyerang sel darah
merah, memendekkan umur sel darah merah, menurunkan kadar retikulosit,
meningkatkan kandungan logam Fe dalam plasma darah dan merusak sintesis heme.
Senyawa-senyawa Pb yang terlarut dalam darah akan dibawa oleh darah ke
seluruh sistem tubuh, pada peredarannya, darah akan terus masuk ke glomerulus yang
merupakan bagian ginjal. Dalam glomerulus tersebut terjadi proses pemisahan akhir
dari semua bahan yang dibawa oleh darah, apakah masih berguna bagi tubuh atau harus
dibuang karena tidak diperlukan lagi. Dengan ikut sertanya senyawa timbal yang terlarut
dalam darah ke sistem urinaria akan mengakibatkan terjadinya kerusakan pada saluran
ginjal.
Keracunan timbal yang parah menyebabkan ketidaksuburan, keguguran, bayi
meninggal dalam kandungan, dan kematian bayi baru lahir. Sedangkan pada pria akan
menyebabkan penurunan kemampuan reproduksi sperma. Organ lain yang dapat
diserang karena keracunan timah hitam adalah jantung.

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 26


D. Dampak Kontaminan Biologi terhadap Kesehatan
1. Bakteri dan Virus
Udara bukan merupakan habitat miroorganisme. Mikroorganisme di uadra
hanya bersifat sementara, bila tidak mendapatkan habitat yang cocok, maka
mikroorganisme akan segera matiKeberadaan mikroorganisme di udara antara lain
melalui perantara perlengkapan dalam bangunan (karpet, AC, dan sebagainya) yang
dapat mempengaruhi keberadaan mikroorganisme di dalam ruangan misalnya bakteri,
virus dan spora jamur. Selain itu kondisi bangunan, suhu, kelembaban, dan pertukaran
udara juga dapat menjadi sumber pencemaran udara oleh mikroorganisme.
Penularan bakteri dan virus di udara dapat terjadi melalui droplet atau percikan
dan debu udara, droplet dan debu udara dapat mempengaruhi jumlah mikroorganisme
udara, terutama bakteri. Droplet dengan ukuran kecil akan tersuspensi di udara untuk
periode waktu yang lama, sedangkan droplet yang lebih besar akan dengan cepat
menjadi debu. Selama di dalam ruangan tersebut ada aktivitas, debu akan terus
melayang-layang sebagai akibat dari gerak udara sehingga dapat menyebabkan
terjadinya gangguan saluran pernafasan seperti TB paru dan Infeksi Saluran Pernafasan
Akut. kelembaban juga turut mempengaruhi penularan jumlah bakteri udara,
kelembaban biasanya lebih banyak membawa bakteri udara pada musim panas/kering
daripada musim dingin atau hujan.
Dampak dari keberadaan kuman di udara terutama adalah terjadinya penyakit
infeksi/gangguan saluran pernafasan seperti :
a. Melalui debu udara yang mengandung bibit penyakit misalkan penularan penyakit
Tubercolosa paru-paru yang disebabkan oleh Mycrobacterium tubercolosis
b. Melalui tetes atau percikan ludah (Droplet Infections) dan udara pernafasan
misalkan penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut
(ISPA) Misalkan Bakteri Pneumococcus, Streptococus dan Staphylococcus aureus.

Selain itu Bibit penyakit dapat menular dengan perantaraan percikan ludah pada waktu
penderita batuk dan bercakap-cakap. Misalnya penularan:
a. Penyakit diphteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium
b. Penyakit pertussis disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis.

2. Jamur
Spora-spora yang berukuran sangat kecil dari jamur bermigrasi dari dalam ke luar
rumah atau sebaliknya, dengan mengikuti aliran udara. Jamur dapat tumbuh di berbagai
media, mulai dari kayu, kertas, dinding, karpet, sampai makanan. Penampilannya pun
bermacam-macam, ada yang berwarna hijau, abu-abu, hitam, merah, atau kuning.
Umumnya, jamur baru dapat terlihat oleh mata telanjang bila sudah berkembang biak
dengan pesat dan membentuk koloni.

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 27


Spora jamur yang beterbangan di udara dapat masuk ke dalam tubuh manusia
melalui jalur pernafasan. Orang yang mengidap alergi dan gangguan saluran nafas
lainnya seperti asma, merupakan kelompok yang paling rentan terhadap bahaya jamur.
Walaupun demikian orang yang sehat pun tak luput dari serangan jamur. Hal ini
tergantung pada ketahanan tubuh masing-masing. Serangan jamur yang kronis dapat
menimbulkan infeksi paru juga gatal-gatal pada kulit. Hal ini terjadi karena jamur itu
menyebar dengan cepat melalui udara atau air.

Latihan
1. Ceritakan dengan ringkas dampak kesehatan akibat perubahan suhu tinggi
2. Ceritakan dengan ringkas dampak kesehatan akibat pencenaraan oleh Karbon
Monoksida
3. Ceritakan dengan ringkas dampak kesehatan akibat oksida nitrogen
4. Ceritakan dengan ringkas dampak kesehatan akibat terpajan debu batu bara
5. Ceritakan dengan ringkas dampak kesehatan akibat terpajan dengan debu kapas
6. Ceritakan dengan ringkas dampak kesehatan akibat terpajas dengan timbal
7. Ceritakan dengan ringkas dampak kesehatan akibat terpajan dengan kebisingan
8. Ceritakan dengan ringkas dampak kesehatan akibat terpajan dengan debu asbes
9. Ceritakan dengan ringkas dampak kesehatan akibat terpajan dengan debu silika
10. Ceritakan dengan ringkas dampak kesehatan akibat terpajan dengan Oksida Nitrogen

Petunjuk Jawaban Latihan


Saudara, untuk mendapatkan hasil yang baik latihan ini, maka Saudara diminta untuk berdiri
dimuka cermin dan berperan seolah-olah menjadi seorang guru atau dosen yang sedang
menjelaskan kepada murid atau mahasiswanya tentang hal-hal yang diperintahkan dalam
latihan tersebut. Cocokkanlah cerita Saudara dengan apa yang diuraikan dalam modul. Jika
inti cerita Saudara sudah sesuai dengan apa yang diuraikan dalam modul, berarti Saudara
telah berhasil dalam latihan tersebut. Selamat berlatih!

Ringkasan
Pencemaran udara berdampak pada kesehatan masyarakat, baik akut maupun kronis.
Pecrmaran udara oleh faktor fisik, seperti suhu tinggi atau rendah, kelembaban tinggi atau
rendah, intensitas kebisingan, intensitas penerangan yang terlalu tingi atau kurang,
semuanya akan menimnbulkan gangguan kesehatan. Pencemaran udara oleh faktor kimia,
seperti Oksida Nitrogen, Oksida Sulfur, Oksida Karbon, Oksidan, Hidro Karbon juga dapat
meneyabkan gangguan pada berbagai organ tubuh manusia. Pencemaran oleh partikel kimia
seperti debu batu bara, debu kapas, debu asbes, debu silika, juga dapat menimbulkan
gangguan pada paru-paru yang bersifat menahun.

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 28


Tes 2
1. Dampak kesehatan akibat menghirup udara yang mengandung CO yang tinggi adalah....
a. Kekurangan oksigen
b. Iritasi asluran pernafasan
c. Kerusakan Ginjal
d. Kerusakan hati

2. Debu yang dapat menyebabkan kerusakan paru-paru yang disebut dengan Antracosis
adalah....
a. Debu kapas
b. Debu Batubara
c. Debu Asbes
d. Debu Silika

3. Health cramps merupakan dampak kesehatan yang diakibatkan oleh....


a. Suara bising
b. Suhu dingin
c. Suhu panas
d. Tekanan udara tinggi

4. Organ yang paling peka terhadap NO2 adalah....


a. Ginjal
b. Paru-paru
c. Jantung
d. Otak

5. Gas yang pernah dipakai dalam perang dunia II berikut ini adalah....
a. Karbon Monoksida
b. Nitrogen Dioksida
c. Sulfur Dioksida
d. Chlorin

6. Organ yang menjadi target utama keracunan Pb yang terkandung di udara adalah....
a. Sistem syaraf
b. Sistem pencernaan
c. Sistem peredaran darah
d. Sistem pernafasan

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 29


7. Organ yang menjadi target kerusakan akibat keracunan silika adalah....
a. Sistem syaraf
b. Sistem pencernaan
c. Sistem peredaran darah
d. Sistem pernafasan

8. Barang-barang seperti cat, plywood, lem, dll. dalam rumah ada yang mengandung bahan
kimia berbahaya. Bahan tersebut adalah....
a. Volatile organic compounds (VOCs)
b. Aldehid dan formal dehid
c. Photo chemical smog
d. Radon

9. Dampak dari pajanan terhadap Hidrogen Sulfida (H2S)….


a. Kegagalan ginjal
b. Kekurangan oksigen
c. Kekakuan otot
d. Iritasi saluran pernafasan

10. Bila Ozon berkombinasi dengan gas lain, dapat menyebabkan gangguan ventilasi pada
paru-paru. Gas tersebut adalah....
a. Gas CO
b. Gas NO2
c. Gas CO2
d. Gas SO2

Cocokkanlah jawaban Saudara dengan Kunci Jawaban Tes 1 yang terdapat di bagian
akhir Bab I ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk
mengetahui tingkat penguasaan Saudara terhadap materi Topik 1.

Jumlah Jawaban yang Benar


Tingkat penguasaan = -------------------------------------------------- X 100 %
Jumlah Soal
Arti tingkat penguasaan : 90 – 100 % = Baik Sekali
80 – 89 % = Baik
70 – 79 % = Cukup
< 70 % = Kurang

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 2


Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebihBagus,artinya Saudara sudah
memahami dengan baik materi Topik 2. Jika masih dibawah 80 %, Saudara harus mengulangi
materi Topik 2, terutama bagian yang belum dikuasai.

Kunci Jawaban Tes


Tes 1 Tes 2
1) = B 1) = A
2) = C 2) = B
3) = C 3) = C
4) = B 4) = B
5) = D 5) = D
6) = C 6) = A
7) = B 7) = D
8) = A 8) = A
9) = B 9) = D
10) = A 10) = D

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 3


Daftar Pustaka

Anonim.http://www.batan.go.id/pusdiklat/elearning/proteksiradiasi/pengenalan_radiasi/1-
1.htm
Batan. T.t. Radiasi dan dunia yang kita huni. http://www.batan.go.id/pusdiklat/elearning/
proteksiradiasi/pengenalan_radiasi/1-1.htm, diakses 26 November 2017

Budiwati, Tuti. 2009, Analisis Hujan Asam dan CO2 di atmosfer. Prosiding Seminar Nasional
Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri
Yogyakarta, 16 Mei 2009

Budiyono, Afif. 2001. Dampak Pencemaran Udara, dalam Berita Dirgantara Volume 2 No. 1
Mai 2001.

Cahyono, Tri. 2017. Penyehatan Udara. Penerbit Andi. Yogyakarta

Chanlett, Emil T. 1979. Environmental Protection Second Edition. McGraw-Hill. New York

Darmono. 2001. Lingkungan Hidup dan Pencemaran. UI Press. Jakarta

Dix, HM. 1982. Environmental Pollution. John Willey & Son. New York.

Lutgens, Frederick K and Edward J. Tarbuck. 1982. The Atmosphere an Introduction to


Meteorology. Prentice-Hall, Inc. New Jersey

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 4


Miller, G. Tyller. 1982. Living In the Environment. John Willey & Sons. New York.

Mukono, 1997. Pencemaran Udara dan Pengaruhnya Terhadap Gangguan Saluran


Pernafasan, Jakarta.

Muslim, Burhan.1997.Kadar Karbon Monoksida (CO) di Dalam dan Di Luar Bangunan Toko di
Di Kotamadya Yogyakarta. Tesis. Program Studi Ilmu Lingkungan Program
Pascasarjana UGM Yogyakarta.

Palar,H.2004. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. PT. Rineka Cipta. Jakarta
Peraturan Pemerintah No. 66 tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan
Peraturan Pemerintah No. 41 tahun 1999, tentang Pengendalian Pencemaran Lingkungan.
Wardani, Nurul Kusuma, dkk. 2015, Studi Tingkat Keasaman Air Hujan Berdasarkan
Kandungan Gas CO2, SO2Dan NO2 Di Udara (Studi Kasus Balai Pengamatan Dirgantara
Pontianak) PRISMA FISIKA, Vol. III, No. 01(2015), Hal.09-14
Soemirat, Juli. 2011. Kesehatan Lingkungan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta
Sugandhy, Aca. 1999). Penataan Ruang dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup
Wardhana, Wisnu Arya. 2004. Dampak Pencemaran Lingkungan. Penerbit Andi. Yogyakarta

Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 5


Penyehatan Udara-Dampak Pencemaran Udara 6