Anda di halaman 1dari 96

Spektroskopi

Raman
K u l iFakultas
a h AFarmasi
n a l iUniversitas
s i s F aAirlangga
rmasi I
Fakultas Farmasi Unair 2017
yuwono05@yahoo.com

Mochammad Yuwono
Spektroskopi Raman
• Diambil dari nama penemunya:
Chandrasekhara Venkata Raman
– Ahli Fisika India (1888-1970)
– Penemu Fenomena “Raman
scattering” pada tahun 1928
– Penerima Hadiah Nobel Bidang Fisika
tahun 1930
• Termasuk teknik/metode analisis
spektroskopi
• Dalam bidang farmasi dimanfaatkan
untuk identifikasi dan kuantitasi bahan
kimia/obat
Spektroskopi dan Spektrometri
Spektroskopi:
Ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang
interaksi antara materi dengan radiasi
elektromagnetik (REM).

Spektrometri:
Metode analisis yang didasarkan pada
pengukuran jumlah/intensitas radiasi yang
dihasilkan atau diserap oleh molekul atau atom
analit
Radiasi Elektromagnetik (REM)
 REM Mempunyai sifat ganda, sebagai GELOMBANG dan
PARTIKEL
– Energi radiasi elektromagnetik dipancarkan dalam bentuk
kwanta (atau foton)
Gelombang Partikel
Paramater: Amplitudo (A), Frekuensi
Paramater: Energi (pancaran foton)
(ν), Panjang gelombang (λ)
E  h
E = Enegi Foton (Joules)
 = Frekuansi (sec-1)
h = Tetapan Planck (6.626x10-34J-s)

  c/
c = kecepatan cahaya
 = Frekeunsi (sec-1 = Hertz)
 = Panjang gelombang

Energy (E) REM berbanding lurus dengan


frekuensi () , berbanding terbalik dengan panjang
gelombang ()
4
Radiasi Elektromagnetik
Radiasi Elektromagnetik

Pada Spektroskopi Raman :


Radiasi yang digunakan adalah Infra merah (IR)
6
Klasifikasi Spektroskopi

Ultra Violet – Sinar Tampak Atas dasar


(UV-VIS) A
Sumber Energi
Radiasi

Infra merah (IR), NIR B

C
Raman
Spektroskopi Sinar x D

Resosansi Magnet Inti (NMR) E


Klasifikasi Spektroskopi
Molecular Spectroscopy

Molekul Contoh:
Spektroskopi UV-Vis, IR, Raman
dll.

Spektroskopi

Atomic Spectroscopy
Atom
Contoh: AAS, AES,
Untuk spesi atom; ICP
Digunakan suhu tinggi untuk
proses atomasi
Klasifikasi Spektroskopi
Berdasarkan sifat radiasinya, spektroskopi dikelompokkan
menjadi:

• spektroskopi absorpsi
• spektroskopi emisi
• spektroskopi fluoresensi
• Spektroskopi berbasis hamburan

9
Klasifikasi Spektroskopi
Berdasarkan sifat hamburan (scattering), spektroskopi
dikelompokkan menjadi:
•Spektroskopi Raman
•Turbidimetry
•Nephelometry

Turbidimeter

Nefelometer
10
Interaksi REM dan Materi

Terjadi Transisi:
• Elektronik
Energi • Vibrasi
• Rotasi
• Spin
Materi
Interaksi REM dan Materi

12
Vibrational
Spectroscopy

Infrared (IR) Raman


Near IR (NIR)
Sejarah Spektroskopi Raman

• Sejarah perkembangan spektroskopi Raman


berkaitan erat dengan observasi sinar matahari

Galileo Galilei
Ibnu Al Hasan (965 – 1039) 1564 - 1642
Ilmuwan Arab Muslim
“Father of Optics” In 1608, Observasi planet
Eksperimen: lensa, kaca, refleksi, refraksi, berdasarkan teleskop
aspek elektromagnetik cahaya
16
Sejarah Spektroskopi Raman

Animasi dispersi sinar matahari melalui prisma

Sir Isaac Newton


1643 - 1727
1672, Newton mengarahkan sinar matahari melalui prisma gelas.
Sinar matahari terurai menjadi berbagai warna yang disebut Spektrum
17
Sejarah Spektroskopi Raman

Joseph von Fraunhofer


(March 6, 1787 – June 7, 1826)
• Ilmuwan optik dari Jerman
• 1814 mengembangkan spektroskop untuk
mempelajari spectrum
• Menemukan spektrum garis sebagai hasil
absorpsi frekuensi tertentu dari radiasi
elektromagnet
18
Sejarah Spektroskopi Raman

Gustav Robert Kirchhoff Robert Wilhelm Eberhard Bunsen


(1824-1887) (1811 – 1899)
Ilmuwan Fisika Jerman Ilmuwan Kimia Jerman

Bunsen dan Kirchhoff mengembangkan Spektroskop dan Bunsen


Burner sebagai sumber energi untuk memanaskan unsur-unsur kimia.
Setiap elemen jika dipanaskan pada nyala api Pemanas Bunsen
memberikan warna cahaya yang karakteristik. Melalui prisma pada
panjang gelombang tertentu dihasilkan spektrum emisi yang spesifik.
19
Sejarah Spektroskopi Raman

– Kirchhoff and Bunsen

Ba Na
20
Tyndall Effect vs. Rayleigh scattering
Tyndall Effect Rayleigh scattering

John William Strutt, 3rd Baron Rayleigh


John Tyndall (1820-1893), (Lord Rayleigh)
Ahli Fisika/Kimia Irlandia Ilmuwan Inggris (1842-1919)

Mengapa Langit berwarna biru??


James Clerk Maxwell
(1831-1879)

Albert Einstein
(1879-1955)
Adolf Gustav Stephan
Smekal (1895-1959) Ahli Fisika
Austria (memprediksi hamburan
tak elastis)

Niels Bohr and C.V. Raman


Interaksi REM dan Materi
• Teori spektroskopi berdasarkan proses absopsi,
emisi, fluoresensi dan hamburan (scattering) dari
radiasi elektromagnetik oleh materi (molekul/atom)

Refleksi Scattering
Difraksi
Radiasi/ Absorpsi
sinar Transmisi
• Sinar ultra violet
• Sinar tampak
• Sinar infra merah Refleksi Difraksi
• Dll. Materi
24
Transmisi Refleksi Refraksi

a) b) c)

Defraksi Absorpsi Hamburan


(scattering)

d) e) f)
Fenomena penghamburan (scattering)

• Spektroskopi IR  berdasarkan absorpsi, refleksi dan emisi


• Spektroskopi Raman  berdasarkan penghamburan
(scattering)
Fenomena “scattering”
• Penghamburan cahaya dapat diamati apabila radiasi
dengan panjang gelombang λ dilewatkan pada suatu
medium yang mengandung partikel dengan ukuran
tertentu.
• Berbeda dengan refleksi, efek hamburan ke segala arah.
• Macam penghamburan:
• Hamburan elastis (Rayleigh scattering, Mie scattering)
• Hamburan tidak elastis (Raman scattering)

Gustav Mie
(1868-1927),
Ahli Fisika
Jerman
Rayleigh Scattering
• Rayleigh scattering  Jenis scattering yang paling
sederhana
• Efek hamburan Rayleigh
– Cahaya panjang gelombang lebih pendek Efek
penghamburan lebih kuat
– Mengapa langit berwarna biru?
• Efek penghamburan cahaya warna biru lebih kuat (4 kali) daripada
warna merah
C.V. Raman
• “When a beam of strong radiation frequency
is passed through a transparent substance,
the radiation scattered at right angles has not
only the original frequency (Rayleigh
Scattering) but also some other frequencies,
which are generally lower (Stokes lines) and
occasionally higher (anti-Stokes line) than that
of the incident radiation”
Efek Raman (Raman Effect)
• Jika REM mengenai molekul, maka dapat
terjadi transisi antara keadaan awal dan akhir
• Proses hamburan terdiri dari sekurang-
kurangnya dua langkah
– Foton berenergi tertentu diserap  terjadi
eksitasi molekul
– Terjadi de-eksitasi dengan memancarkan foton
Interaksi REM dan Materi

νo, Io
Radiasi/ Absorpsi
sinar Materi
Vo, I < Io
• Sinar ultra violet Panjang gelombang tetap,
• Sinar tampak Intensitas berkurang
• Sinar infra merah
• Dll. hamburan
V = Vo Panjang gelombang tetap

V = Vo ± V’ Rayleigh
Panjang gelombang
scattering
berkurang atau bertambah) Raman
scattering
Efek Raman (Raman Effect)
• Hamburan Rayleigh (Rayleigh Scattering): Jika tidak ada
perubahan frekuensi (panjang gelombang)
– Hamburan Rayleigh  paling sering terjadi
• Hamburan Raman: Jika terjadi perubahan frekuensi
– Eksistensi hamburan Raman disebut Raman Effect
– Efek Raman sangat lemah:
• Hanya sekitar 1 dalam 1-100 juta foton yang mengenai sampel menunjukkan
efek Raman
Teori Kuantum/Partikel
• Raman Effect: Interaksi antara REM dan materi  dalam
bentuk tumbukan
• Elastic collision  jika dalam tumbukan tersebut
tidak melibatkan perubahan energi, sehingga tidak
ada perubahan frekuensi  Hamburan Rayleigh
• Inelastic Collision  Jika dalam tumbukan tsb terjadi
perubahan energi (Raman scattering)
Teori Kuantum/Partikel
• Molekul mengalami vibrasi (dan/atau rotasi)
pada saat eksitasi dan relaksasi  terjadi
perubahan frekuensi (Stokes dan anti Stokes)
• Stokes: Energi lebih rendah daripada radiasi
Rayleigh
• Anti Stokes: memiliki energi lebih tinggi
daripada radiasi Rayleigh
Teori Kuantum

METHANE
Jika REM mengenai
sampel  terjadi
eksitasi dan vibrasi.
Pengukuran terkait
dengan vibrasi

Radiasi Stokes dan anti


Stokes berkaitan erat
dengan vibrasi molekul
Teori Klasik atau Teori Gelombang

• Pada dasarnya sebuah molekul dapat memiliki momen dipol


listrik
• Jika interaksi REM menyebabkan perubahan momen dipol 
bersifat IR aktif (dapat terdeteksi IR)
• Jika suatu molekul bersifat aktif terhadap Raman  terjadi
perubahan Polarisabilitas (Polarizability)
• Polarisabilitas adalah suatu ukuran kecenderungan atau
kemudahan suatu molekul mengalami distorsi pada awan
elektronnya
– perbedaan awan elektron sebelum dan sesudah kesetimbangan

ɑ : polarizability (kemampuan mengalami polarisasi)


Raman Spectra vs IR
IR - Perubahan momen dipol
_ _ M- _
+ + + _ + M+
M+ M- M-
+ _ + _ + _ + _
M-

Raman - Perubahan
Change in Polarizabilitas
Molekul aktif IR dan Raman
Mengapa Spektroskopi Raman?
• Memberikan informasi tingkat rotasional dan vibrasional
• Efek Raman sangat sedikit tetapi dapat diakses melalui
penggunaan LASER
• Saling melengkapi (komplementer) dengan spektroskopi IR
• Dapat diaplikasikan untuk zat (larutan dalam air dan padat
(serbuk), gas (walau jarang)
• Glass/Quartz dapat digunakan sebagai system optik
• Sangat cepat dan akurat tanpa preparasi sampel atau tanpa
merusak sampel
Raman Spectrum
Spektrum Raman: Menyerupai spektrum IR
• Absis: Bilangan gelombang/cm-1 atau Raman
shift/cm-1)
• Ordinat: Intensitas

• Interpretasi Spektrum Raman sama dengan


spektrum IR
• Tetapi peak yang lemah pada Spektrum IR umumnya
kuat pada spektrum Raman, demikian sebaliknya
Raman spectra for CCl4 using 488 nm laser source

Frequency difference is constant and characteristics of the substance exposed


to radiation and is completely independent of the incident radiation
Raman vs IR
Raman Spectrum
Raman Spectrum
The IR and Raman Activities of the Vibration Mode
Table
Some group
frequencies for
functional groups
in organic
compounds.
Table
Some group
frequencies for
functional groups
in organic
compounds.

1 s : strong, m: medium, w: weak, v: very).


2. Vibrations of the bonds in an amide function can not be considered independently.
The amide I and III bands are the most important Raman active
vibrations of this functional group. Group frequencies of this functional group
can be defined more precisely when primary, secondary or tertiary amides are
considered separately.
Instrumentasi
• Terdapat dua macam teknik berdasarkan cara mengumpulkan
spektra:
– Raman dispersive (Dispersive Raman Spectrometer)
– Fourier Transform Raman (FT Raman Spectrometer)
• Instrumen Spektrometer Raman terdiri dari:
– Sumber Radiasi (Laser)
– Sistem Handling Unit
– Monokromator atau Inteferometer
– Detector (Contoh PDA, CCD atau PMT)
Dispersive vs FT Raman spectroscopy
Sumber Radiasi
• Umumnya digunakan LASER
• Setelah penemuan Laser tahun 1970-an, spektroskopi Raman
berkembang pesat
• Sampel disinari dengan Laser pada energi, panjang
gelombang dan stabilitas yang sesuai.
• Ada beberapa pilihan laser yang digunakan.
• Contoh laser yang sering digunakan
– Laser diode NIR (780-820 nm)
– Nd-YAG (1064nm)
Sumber Radiasi
Dispersive Raman Spectrometer
Spektrometer FT Raman
Spektrometer FT Raman
• Sinar dikenakan pada sampel melalui sistem optik dan lensa
atau melalui fiber optic (panjang dapat mencapai puluhan
meter).
• Sistem lensa
– berfungsi untuk pemfokusan sinar menuju sampel dan mengulkan
sinar hasil biasan Raman
• Filter
– memiliki peran penting untuk menghilangkan Rayleigh scattering.
Spektrometer FT Raman
Detektor
• Dapat berupa Photodetector (PMT) atau CCD (Cooled charged
couple devices)
• CCD  Detector of choice
• Hasil biasan ditujukan ke interferometer yang mengubah
sinyal Raman menjadi Interferogram, dan membiarkan
detektor mengumpulkan spectrum Raman secara simultan
• Pada FT Raman, detektor yang digunakan lebih sensitive
• Perkembangan terakhir: Indium phosphide/indium gallium
arsenide array detector
Selain sebagai penemu Raman Effect:
Penelitian C.V Raman: X-Ray Diffractions,
Acoustics, Optics, Dielectrics, Ultrasonics,
Photo electricity, colloidal particles.
More Specialized Raman Technique
• Resonance Raman (RR)
• Surface-enhanced Raman Spectroscopy (SERS)
• Raman Optical Activity (ROA)
• Coherent Anti-Stokes Raman Spectroscopy (CARS)
• Raman gain and loss spectroscopy
• Hyper Raman Spectroscopy

• USP: These techniques are not widely employed in


pharmaceutical laboratories.
Aplikasi Spektroskopi Raman
• Dapat dimanfaatkan untuk berbagai bidang
– Farmasi
– Forensik
– Biomedical/Life sciences
• Analisis DNA/RNA
• Interaksi obat/sel
• Photodynamic therapy
– Geologi dan Mineralogi
– Arkeologi
– Material sciences
– Dll.
Contoh Spektrometer Raman
Aplikasi Analisis Raman
• Keunggulan Portable spectrometer Raman untuk Industri
Farmasi
– Menyajikan sidik jari spectra yang sangat unik dengan akurasi yang
tinggi
– Non destruktif
– Tanpa kontak secara langsung dengan sampel
– Tidak memerlukan preparasi sampel (pengukuran in situ)
– Dibutuhkan sampel yang sangat sedikit
– Dapat dipalikasikan untuk sampel dalam kemasan gelas dan plastic,
blister
Keterbatasan Spektroskopi Raman

• Diganggu oleh fluoresensi


• Panjang gelombang dan internsitas laser yang
kurang stabil
• Harga relative mahal karena menggunakan
sumber radiasi laser
• Probabilitas eksitasi yang rendah (1 dalam 10-
100 juta)
Aplikasi Analisis Raman
• Portable spectrometer Raman untuk Industri Farmasi
bermanfaat untuk
– Konfirmasi bahan baku
• Setiap bahan baku yang dating dapat diverifikasi dan diperiksa identitas
termasuk adanya pemalsuan dan kontaminan
– Identifikasi dan pemeriksaan kesesuaian bahan/produk
pada saat saat produksi, penyimpanan di gudang dan saat
distribusi (post market)
Analisis kualitatif

• Pengukuran kualitatif spektroskopi Raman


menghasilkan informasi spektra dari gugus
fungsi dalam sampel.
• Karena spektrum Raman sangat spesific untuk
senyawa tertentu  spektroskopi Raman
dapat digunakan untuk uji identitas atau
elusidasi struktur
Quantitative Raman Measurements

• Sinyal puncak sebanding dengan konsentrasi


• Untuk instrumen menggunakan detektor Fourier
Transform berlaku rumus

• S (Signal); C: Concentration of analytes. K is a constant; L is the laser


wavenumber; Po is the laser power. The Raman cross section, v, is
characteristic of the nature of the particular vibrational mode.
Quantitative Raman Measurements

• Untuk spektrometer Raman yang menggunakan


detektor yang mengukur foton per detik (misal CCD)
berlaku rumus:
Faktor yang Mempengaruhi Pengukuran Kuantitatif

• Fluoresensi
• Pemanasan sampel
• Absorpsi oleh matriks sampel
• Efek Polarisasi
Efek Fluoresensi
• Jika matriks sampel mengandung senyawa
berfluoresensi  berpengaruh terhadap signal yang
diukur
• Fluoresensi teramati hanya jika panjang gelombang
eksitasi Laser overlap dengan pita absorpsi dari
senyawa berfluoresensi
• Efek fluoresensi dapat dikurangi dengan
menggunakan sumber eksitasi pada panjang
gelombang misalnya 765 nm atau 1064 nm
Efek Pemanasan Sampel
• Sebagai Penyebab adalah sinar Laser
• Menimbulkan efek seperti perubahan bentuk
fisik (meleleh) atau sampel terbakar
• Dapat dikurangi dengan cara menggerakkan
sampel atau Laser
Kalibrasi/Verifikasi Kinerja Instrumen

• Panjang gelombang primer (sumbu X)


• Panjang gelombang laser
• Intensitas (sumbu X)

• Frekuensi/Energi Laser (Akurasi dan Presisi)


Contoh aplikasi untuk Analisis Farmasi
Contoh aplikasi untuk Analisis Farmasi
Aplikasi untuk Analisis Farmasi
Aplikasi untuk Analisis Farmasi
Aplikasi untuk Analisis Farmasi
Aplikasi untuk Analisis Farmasi
Suggested Reading
6 Types of Vibrational Modes
Symmetric Assymmetric Wagging
Stretch Stretch

Twisting Scissoring Rocking

94