Anda di halaman 1dari 8

Perkembangan Inflasi Kota Bandar Lampung

No. 60/08/18/Th. XVIV, 1 Agustus 2019

BERITA
RESMI
STATISTIK PROVINSI LAMPUNG

KOTA BANDAR LAMPUNG,


JULI 2019 INFLASI 0,71 PERSEN
• Juli 2019, Kota Bandar Lampung mengalami inflasi sebesar 0,71 persen
karena adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 138,40 pada
Juni 2019 menjadi 139,38 pada Juli 2019. Dari tujuh kelompok pengeluaran,
enam kelompok mengalami inflasi atau kenaikan indeks di Kota Bandar
Lampung, yaitu kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 2,69
persen; kelompok sandang 0,39 persen; kelompok makanan jadi, minuman,
rokok dan tembakau 0,38 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan
Kelompok bahan bakar 0,17 persen; kelompok kesehatan 0,12 persen; dan kelompok
pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,09 persen. Sebaliknya, kelompok
Bahan Makanan transport, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi (penurunan
indeks) sebesar 0,62 persen.
mengalami Inflasi • Sumbangan kelompok pengeluaran umum dalam pembentukan inflasi

tertinggi sebesar bulan Juli 2019 adalah sebesar 0,71 persen. Lima kelompok pengeluaran
yaitu, kelompok bahan makanan memberikan andil pada pembentukan

2,69 persen pada inflasi sebesar 0,66 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan
tembakau 0,07 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan
Juli 2019 bakar 0,04 persen; kelompok sandang 0,02 persen; dan kelompok kesehatan
0,01 persen. Sebaliknya, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan
memberikan andil dalam pembentukan deflasi sebesar 0,09 persen.
Sementara, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak memberikan
andil dalam pembentukan inflasi maupun deflasi.
• Beberapa komoditi yang dominan memberikan andil dalam pembentukan
inflasi bulan Juli 2019 diantaranya: cabai merah 0,78 persen; beras 0,08
persen; cabai rawit 0,07 persen; siomay 0,06 persen; upah pembantu RT
0,04 persen; tarip pulsa ponsel 0,03 persen; pir 0,02 persen; ketimun 0,02
persen; tarip sewa motor 0,02 persen; dan cabe hijau 0,02 persen.
• Bulan Juli 2019, inflasi Kota Bandar Lampung menempati peringkat ke-8
dari 82 kota yang diamati perkembangan harganya. Dari 82 kota, 55 kota
mengalami inflasi dan 27 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di
Sibolga sebesar 1,88 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Makassar
sebesar 0,01 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 1,55 persen,
dan deflasi terendah terjadi di Gorontalo sebesar 0,02 persen.
• Kota Bandar Lampung, pada Juli 2019 berdasarkan penghitungan inflasi
tahun kalender (point to point) mengalami inflasi sebesar 3,13 persen, dan
inflasi year on year (yoy) adalah sebesar 3,58 persen.

Perkembangan Inflasi Kota Bandar Lampung 1


JULI 2019 INFLASI SEBESAR 0,71 PERSEN (IHK TAHUN DASAR 2012=100)

Perkembangan harga berbagai komoditi pada Juli 2019, secara umum mengalami peningkatan. Berdasarkan
hasil pemantauan harga oleh BPS, pada bulan ini terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 138,40 pada
bulan Juni 2019 menjadi 139,38 pada Juli 2019.
Adapun sepuluh komoditi yang memberikan andil inflasi terbesar selama bulan Juli 2019 adalah cabai merah
0,78 persen; beras 0,08 persen; cabai rawit 0,07 persen; siomay 0,06 persen; upah pembantu RT 0,04 persen; tarip pulsa
ponsel 0,03 persen; pir 0,02 persen; ketimun 0,02 persen; tarip sewa motor 0,02 persen; dan cabe hijau 0,02 persen.
Juli 2019, enam kelompok pengeluaran mengalami inflasi, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 2,69 pers-
en; kelompok sandang 0,39 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,38 persen; kelompok
perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,17 persen; kelompok kesehatan 0,12 persen; dan kelompok pendidikan,
rekreasi, dan olahraga 0,09 persen. Sebaliknya, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi
sebesar 0,62 persen.

Tabel 1.
Laju Inflasi Bandar Lampung Juli 2019, Tahun Kalender, dan
Year on Year menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)
Laju Inflasi
Inflasi Tahun
IHK IHK IHK Juni IHK Inflasi Juli Tahun
Kelompok Pengeluaran ke Tahun
2019 2019 *) Kalender
***)
Jul-18 Des-18 Jul-19 2019 **)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)


UMUM 134,56 135,15 138,40 139,38 0,71 3,13 3,58
Bahan Makanan 151,55 146,13 156,78 160,99 2,69 10,17 6,23

Makanan Jadi, Minuman,


133,93 137,61 140,50 141,03 0,38 2,49 5,30
rokok dan Tembakau
Perumahan, Air, Listrik, Gas
132,39 133,36 133,30 133,52 0,17 0,12 0,85
dan Bahan Bakar
Sandang 114,42 115,51 117,00 117,46 0,39 1,69 2,66
Kesehatan 132,44 135,31 137,09 137,26 0,12 1,44 3,64
Pendidikan, Rekreasi dan
137,32 143,86 143,59 143,72 0,09 -0,10 4,66
Olah Raga
Transpor, Komunikasi dan
122,65 123,88 125,80 125,02 -0,62 0,92 1,93
Jasa Keuangan
*) Persentase perubahan IHK bulan Juli 2019 terhadap IHK bulan sebelumnya
**) Persentase perubahan IHK bulan Juli 2019 terhadap IHK bulan Desember 2018
***) Persentase perubahan IHK bulan Juli 2019 terhadap IHK bulan Juli 2018

Tabel 2.
Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Bandar Lampung, Juli 2019
Andil Inflasi
Kelompok Pengeluaran
(%)
[1] [2]
UMUM 0,71
Bahan Makanan 0,66
Makanan Jadi, Minuman, rokok dan Tembakau 0,07
Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 0,04
Sandang 0,02
Kesehatan 0,01
Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga 0,00
Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan -0,09

2 Perkembangan Inflasi Kota Bandar Lampung


URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan
Kelompok bahan makanan pada Juli 2019 mengalami inflasi sebesar 2,69 persen atau terjadi peningkatan
indeks dari 156,78 pada Juni 2019 menjadi 160,99 pada Juli 2019. Terjadinya inflasi pada kelompok ini disebabkan oleh
naiknya harga pada beberapa komoditi pada subkelompok bumbu-bumbuan sebesar 19,84 persen; subkelompok
padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya 1,53 persen; dan subkelompok kacang-kacangan 0,04 persen. Sebaliknya,
subkelompok sayur-sayuran mengalami deflasi sebesar 3,63 persen; subkelompok bahan makanan lainnya 3,25
persen; subkelompok daging dan hasil-hasilnya 0,95 persen; subkelompok buah-buahan 0,63 persen; subkelompok
ikan segar 0,43 persen; subkelompok ikan diawetkan 0,13 persen; subkelompok lemak dan minyak 0,10 persen; dan
subkelompok telur, susu dan hasil-hasilnya 0,02 persen.
Kelompok bahan makanan pada Juli 2019 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,66 persen. Komoditi yang
dominan memicu terjadinya inflasi diantaranya: cabai merah, beras, cabai rawit, pir, ketimun, dan cabe hijau.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau


Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada Juli 2019 mengalami inflasi sebesar 0,17 persen
atau terjadi peningkatan indeks dari 140,50 pada Juni 2019 menjadi 141,03 pada Juli 2019. Dari tiga subkelompok
dalam kelompok ini, subkelompok makanan jadi mengalami inflasi sebesar 0,64 persen, Sebaliknya, subkelompok
minuman yang tidak beralkohol mengalami deflasi sebesar 0,02 persen. Sementara, subkelompok tembakau dan
minuman beralkohol tidak mengalami perubahan indeks.
Juli 2019, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau memberikan andil dalam pembentukan
inflasi sebesar 0,07 persen. Komoditi yang dominan memicu terjadinya inflasi adalah siomay.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar


Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada Juli 2019 mengalami inflasi sebesar 0,17 persen,
atau terjadi peningkatan indeks dari 133,30 pada Juni 2019 menjadi 133,52 pada Juli 2019. Dari empat subkelompok
dalam kelompok ini, subkelompok penyelenggaraan rumahtangga mengalami inflasi sebesar 1,85 persen.
Sebaliknya, subkelompok biaya tempat tinggal mengalami deflasi sebesar 0,01 persen. Sementara, subkelompok
bahan bakar, penerangan dan air dan subkelompok perlengkapan rumah tidak mengalami perubahan indeks.Juni
2019, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar tidak memberikan andil dalam pembentukan inflasi
maupun deflasi.
Juli 2019, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberikan andil dalam pembentukan
inflasi sebesar 0,04 persen. Komoditi yang dominan memicu terjadinya inflasi adalah upah pembantu rumah tangga.

4. Sandang
Kelompok sandang pada Juli 2019 mengalami inflasi sebesar 0,39 persen, atau mengalami peningkatan
indeks dari 117,00 pada Juni 2019 menjadi 117,46 pada Juli 2019. Terjadi inflasi pada subkelompok barang pribadi
dan sandang lain sebesar 1,22 persen; dan subkelompok sandang wanita 0,43 persen. Sementara, subkelompok
sandang laki-laki dan subkelompok sandang anak-anak tidak mengalami perubahan indeks.
Juli 2019, kelompok sandang memberikan andil dalam pembentukan inflasi sebesar 0,02 persen. Komoditi
yang memberikan andil dalam pembentukan inflasi adalah emas perhiasan.

5. Kesehatan
Kelompok kesehatan pada Juli 2019 mengalami inflasi sebesar 0,12 persen, atau mengalami kenaikan indeks
dari 137,09 pada Juni 2019 menjadi 137,26 pada Juli 2019. Dari empat subkelompok dalam kelompok ini, hanya
subkelompok perawatan jasmani dan kosmetik yang mengalami inflasi, yaitu sebesar 0,29 persen. Sementara,
subkelompok jasa kesehatan; subkelompok obat-obatan; dan subkelompok jasa perawatan jasmani tidak mengalami
perubahan indeks.
Pada Juli 2019, kelompok kesehatan memberikan andil dalam pembentukan inflasi sebesar 0,01 persen.
Komoditi yang memberikan andil dalam pembentukan inflasi adalah hand body lotion.

Perkembangan Inflasi Kota Bandar Lampung 3


6. Pendidikan, Rekreasi & Olahraga
Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada Juli 2019 mengalami inflasi sebesar 0,09 persen, atau
mengalami kenaikan indeks dari 143,59 bulan Juni 2019 menjadi 143,72 pada Juli 2019. Dari lima subkelompok
pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga, hanya subkelompok jasa Pendidikan yang mengalami inflasi
sebesar 0,14 persen. Sementara, empat subkelompok yang lainnya tidak mengalami perubahan indeks.
Pada Juli 2019, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak memberikan andil dalam pembentukan
inflasi maupun deflasi.

7. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan


Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Juli 2019 mengalami deflasi sebesar 0,62 persen
atau mengalami penurunan indeks yaitu dari 125,80 pada Juni 2019 menjadi 125,02 pada Juli 2019. Dari empat
subkelompok dalam kelompok ini, subkelompok transpor mengalami deflasi (penurunan indeks) sebesar 1,19
persen. Sebaliknya, subkelompok komunikasi dan pengiriman mengalami inflasi (kenaikan indeks) sebesar 0,85
persen. Sementara, subkelompok sarana penunjang transport dan subkelompok jasa keuangan tidak mengalami
perubahan indeks.
Pada Juli 2019, kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan memberikan andil dalam pembentukan
deflasi sebesar 0,09 persen. Komoditi yang dominan memicu terjadinya deflasi yaitu angkutan antar kota dan
kendaraan carter/rental.

Tabel 3.
Sumbangan Inflasi Beberapa Komoditi di Kota Bandar Lampung, Juli 2019
Persentase
No. Kode Jenis Barang Sumbangan Inflasi
Perubahan
(1) (2) (3) (4) (5)
1 109029 CABAI MERAH 46,8307 0,7808
2 101001 BERAS 1,8174 0,0769
3 109030 CABAI RAWIT 63,6583 0,0663
4 201054 SIOMAY 25,0000 0,0591
5 304024 UPAH PEMBANTU RT 3,5168 0,0370
6 702012 TARIP PULSA PONSEL 1,4400 0,0328
7 108018 PIR 11,8501 0,0233
8 106038 KETIMUN 8,4402 0,0151
9 701016 TARIP SEWA MOTOR 22,2221 0,0148
10 106049 CABE HIJAU 22,6463 0,0146
11 202006 GULA PASIR -2,1333 -0,0117
12 106054 PETAI -17,9625 -0,0147
13 701012 KENDARAAN CARTER/RENTAL -12,7589 -0,0152
14 106031 JENGKOL -12,1212 -0,0228
15 108010 JERUK -3,7723 -0,0340
16 106069 TOMAT SAYUR -9,7371 -0,0355
17 109003 BAWANG MERAH -4,5271 -0,0393
18 109004 BAWANG PUTIH -10,3732 -0,0647
19 106078 CUNG KEDIRO -32,2148 -0,0708
20 701002 ANGKUTAN ANTAR KOTA -10,8598 -0,1163

4 Perkembangan Inflasi Kota Bandar Lampung


Tabel 4.
Indeks Harga Konsumen Kota Bandar Lampung bulan Juni 2019 dan Juli 2019
Perubahannya, serta Sumbangan Inflasi (2012=100)

Bandar Lampung
Kelompok/Sub Kelompok IHK Juli Sumbangan
IHK Juni 2019 Perubahan (%)
2019 Inflasi
[1] [2] [3] [4] [5]
UMUM 138,40 139,38 0,71 0,71
I. BAHAN MAKANAN 156,78 160,99 2,69 0,66
Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 134,43 136,49 1,53 0,07
Daging dan Hasil-hasilnya 153,11 151,65 -0,95 -0,02
Ikan Segar 141,97 141,36 -0,43 -0,01
Ikan Diawetkan 144,64 144,45 -0,13 0,00
Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 135,31 135,28 -0,02 0,00
Sayur-sayuran 179,82 173,29 -3,63 -0,10
Kacang – kacangan 132,31 132,36 0,04 0,00
Buah – buahan 192,40 191,18 -0,63 -0,01
Bumbu – bumbuan 272,11 326,11 19,84 0,74
Lemak dan Minyak 110,24 110,13 -0,10 0,00
Bahan Makanan Lainnya 170,93 165,37 -3,25 -0,01
II. MAKANAN JADI,MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 140,50 141,03 0,38 0,07
Makanan Jadi 142,32 143,23 0,64 0,07
Minuman yang Tidak Beralkohol 123,61 123,58 -0,02 0,00
Tembakau dan Minuman Beralkohol 148,74 148,74 0,00 0,00
III. PERUMAHAN 133,30 133,52 0,17 0,04
Biaya Tempat Tinggal 126,46 126,45 -0,01 0,00
Bahan Bakar, Penerangan dan Air 157,10 157,10 0,00 0,00
Perlengkapan Rumahtangga 129,29 129,29 0,00 0,00
Penyelenggaraan Rumahtangga 129,54 131,94 1,85 0,04
IV. SANDANG 117,00 117,46 0,39 0,02
Sandang Laki-laki 127,37 127,37 0,00 0,00
Sandang Wanita 112,78 113,26 0,43 0,01
Sandang Anak-anak 115,48 115,48 0,00 0,00
Barang Pribadi dan Sandang Lain 111,68 113,04 1,22 0,01
V. JASA KESEHATAN 137,09 137,26 0,12 0,01
Jasa Kesehatan 137,09 137,09 0,00 0,00
Obat-obatan 118,00 118,00 0,00 0,00
Jasa Perawatan Jasmani 131,98 131,98 0,00 0,00
Perawatan Jasmani dan Kosmetik 146,15 146,58 0,29 0,01
VI. PENDIDIKAN, REKREASI, DAN OLAHRAGA 143,59 143,72 0,09 0,00
Jasa Pendidikan 159,71 159,93 0,14 0,00
Kursus-kursus/Pelatihan 155,22 155,22 0,00 0,00
Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 124,37 124,37 0,00 0,00
Rekreasi 104,60 104,60 0,00 0,00
Olah Raga 101,87 101,87 0,00 0,00
VII. TRANSPOR DAN KOMUNIKASI 125,80 125,02 -0,62 -0,09
Transpor 131,75 130,18 -1,19 -0,12
Komunikasi Dan Pengiriman 104,16 105,05 0,85 0,03
Sarana Penunjang Transpor 154,35 154,35 0,00 0,00
Jasa Keuangan 109,89 109,89 0,00 0,00

Perkembangan Inflasi Kota Bandar Lampung 5


INFLASI TAHUNAN
Bila dilihat perbandingan inflasi tahunan secara umum, menurut penghitungan inflasi tahun kalender 2019
(Januari-Juli) adalah terjadi inflasi sebesar 3,13 persen, menunjukkan peningkatan dibanding tahun 2018 (pada
periode yang sama mengalami inflasi sebesar 2,48 persen). Sejalan dengan hal tersebut, untuk inflasi ”year on year”
pada tahun 2019 adalah sebesar 3,58 persen (lebih tinggi dibandingkan tahun 2018 yang sebesar 3,11 persen).
Berikut tabel perbandingan inflasi tahun kalender dan inflasi tahun ke tahun (year on year) tahun 2014– 2019.

Tabel 5. Inflasi Bulanan, Tahunan, Year on Year Bandar Lampung, 2014-2019

Inflasi 2014 2015 2016 2017 2018 2019


[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]
1. Juli (M to M ) 1,1 1,08 0,53 -0,09 -0,04 0,71
2. Januari - Juli
2,51 2,78 0,82 2,51 2,48 3,13
(Tahun Kalender)
3. Juli thp Juli (YoY)
3,78 8,64 2,65 4,47 3,11 3,58
(tahun n) (tahun n-1)

PERBANDINGAN ANTAR KOTA


Pada Juli 2019, dari 82 kota yang diamati perkembangan harganya, 55 kota IHK mengalami inflasi dan 27 kota
mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,88 persen, dan inflasi terendah terjadi di Makassar
sebesar 0,01 persen. Sedangkan, deflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 1,55 persen, dan deflasi terendah terjadi
di Gorontalo sebesar 0,02 persen.
Dari 23 kota IHK di pulau Sumatera 21 kota mengalami inflasi dan hanya 2 kota yang mengalami deflasi.
Inflasi tertinggi dialami Sibolga sebesar 1,88 persen, inflasi terendah dialami Padangsidempuan sebesar 0,06
persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di kota Pangkal Pinang sebesar 0,41 persen dan deflasi terendah terjadi
di Banda Aceh sebesar 0,24 persen.

6 Perkembangan Inflasi Kota Bandar Lampung


Tabel 7.
Urutan Inflasi 82 Kota, Juli 2019 (2012=100)

Inflasi Inflasi Inflasi Inflasi Inflasi Inflasi


Kota Rank Rank Rank Kota Rank Rank Rank
MtoM Kalender YoY MtoM Kalender YoY

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1 MEULABOH 0,21 41 3,66 6 3,87 16 42 KEDIRI 0,44 24 1,16 72 2,13 63

2 BANDA ACEH -0,24 70 1,43 64 2,44 56 43 MALANG 0,2 42 1,3 66 2,37 57

3 LHOKSEUMAWE 0,22 40 1,02 75 1,84 69 44 PROBOLINGGO -0,05 59 1,13 73 1,73 73

4 SIBOLGA 1,88 1 5,57 2 6,71 1 45 MADIUN 0,17 45 1,8 48 2,37 59

5 PEMATANG SIANTAR 0,29 33 2,9 16 3,93 14 46 SURABAYA 0,11 50 1,31 65 2,73 42

6 MEDAN 0,95 5 5,61 1 6,68 2 47 TANGERANG 0,27 35 2,1 38 3,51 25

7 PADANGSIDIMPUAN 0,06 52 2,75 20 3,84 17 48 CILEGON 0,64 9 2,72 21 3,32 31

8 PADANG 0,89 7 3,42 8 3,82 19 49 SERANG 0,42 26 2,78 19 3,84 18

9 BUKITTINGGI 0,46 20 2,28 32 4,48 7 50 SINGARAJA 1,03 4 2,33 30 2,73 41

10 TEMBILAHAN 0,31 32 3,81 4 3,99 13 51 DENPASAR 0,6 13 1,54 62 2,27 60

11 PEKANBARU 0,91 6 2,97 14 4,04 11 52 MATARAM -0,03 57 1,7 58 2,61 47

12 DUMAI 0,41 27 2,34 29 3,18 33 53 BIMA -0,52 77 1,16 71 2,48 54

13 BUNGO 0,15 46 3,7 5 4,99 5 54 MAUMERE -0,19 68 0,54 79 1,24 76

14 JAMBI 0,48 19 2,03 39 3,61 20 55 KUPANG 0,26 36 0,18 81 1,76 71

15 PALEMBANG 0,39 29 1,78 51 2,52 53 56 PONTIANAK -0,1 64 2,23 33 2,58 51

16 LUBUKLINGGAU 0,45 22 2,17 36 2,58 50 57 SINGKAWANG 0,13 49 2,42 24 1,83 70

17 BENGKULU 0,56 16 3,39 9 2,37 58 58 SAMPIT -0,26 72 1,24 69 2,9 36

18 BANDAR LAMPUNG 0,71 8 3,13 12 3,58 21 59 PALANGKARAYA -0,24 71 1,27 67 2,47 55

19 METRO 0,42 25 2,19 35 2,98 35 60 TANJUNG 0,18 44 1,7 57 0,96 77

20 TANJUNG PANDAN 1,23 2 2,87 17 3,3 32 61 BANJARMASIN -0,09 63 3,11 13 4,21 9

21 PANGKAL PINANG -0,41 73 2,79 18 3,34 28 62 BALIKPAPAN -0,08 62 2,31 31 1,86 67

22 BATAM 0,61 12 2,41 25 3,53 24 63 SAMARINDA 0,59 14 1,54 61 2,25 61

23 TANJUNG PINANG 0,57 15 2,17 37 3,32 30 64 TARAKAN -0,64 79 1,56 60 3,89 15

24 DKI JAKARTA 0,25 37 2,38 28 3,48 26 65 MANADO -1,21 81 3,5 7 4,53 6

25 BOGOR 0,14 47 2,41 26 3,48 27 66 PALU -0,68 80 1,43 63 4,4 8

26 SUKABUMI 0,28 34 1,98 42 2,57 52 67 BULUKUMBA -0,07 60 1,77 52 1,91 66

27 BANDUNG 0,55 17 1,98 43 3,32 29 68 WATAMPONE -0,16 67 0,84 78 0,8 79

28 CIREBON 0,24 38 1,26 68 1,75 72 69 MAKASSAR 0,01 55 1,97 45 2,6 48

29 BEKASI 0,63 10 3,27 10 4,04 10 70 PARE-PARE -0,48 75 2,49 23 1,99 65

30 DEPOK 0,05 54 2,96 15 4,01 12 71 PALOPO -0,13 66 1,73 56 1,48 75

31 TASIKMALAYA 0,19 43 1,73 55 1,65 74 72 KENDARI -0,24 69 5,1 3 3,55 22

32 CILACAP 0,14 48 1,74 54 2,67 44 73 BAU-BAU 1,18 3 1,98 44 0,8 78

33 PURWOKERTO 0,45 21 1,79 50 2,76 39 74 GORONTALO -0,02 56 2,02 41 2,9 37

34 KUDUS 0,44 23 1,75 53 2,63 46 75 MAMUJU 0,1 51 0,44 80 0,5 81

35 SURAKARTA 0,38 31 2,39 27 2,65 45 76 AMBON -0,03 58 3,21 11 5,5 4

36 SEMARANG 0,39 30 2,03 40 2,88 38 77 TUAL -1,55 82 1,64 59 2,74 40

37 TEGAL 0,54 18 2,21 34 3,07 34 78 TERNATE -0,12 65 1,81 47 2,71 43

38 YOGYAKARTA 0,05 53 1,79 49 2,59 49 79 MANOKWARI -0,57 78 2,53 22 5,87 3

39 JEMBER 0,24 39 1,11 74 2,07 64 80 SORONG 0,63 11 1,19 70 0,53 80

40 BANYUWANGI 0,39 28 1,86 46 2,22 62 81 MERAUKE -0,49 76 -1,4 82 -0,24 82

41 SUMENEP -0,08 61 0,96 76 1,85 68 82 JAYAPURA -0,41 74 0,85 77 3,55 23

NASIONAL 0,31 2,36 3,32

Perkembangan Inflasi Kota Bandar Lampung 7


Diterbitkan oleh:

Badan Pusat Statistik


Provinsi Lampung Konten Berita Resmi Statistik dilindungi oleh
Jl. Basuki Rahmat No. 54 Undang-Undang, hak cipta melekat pada
Bandar Lampung-35215 Badan Pusat Statistik. Dilarang mengumumkan,
mendistribusikan, mengomunikasikan, dan/atau
Riduan, M.Si menggandakan sebagian atau seluruh isi tulisan ini
Kepala Bidang Statistik Distribusi
Telepon: (0721) 482909, Pesawat 126 untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Badan
E-mail: bps1800@bps.go.id Pusat Statistik.

8 Perkembangan Inflasi Kota Bandar Lampung