Anda di halaman 1dari 8

Esterifikasi Sintesis Metil Salisilat

Masnan, Yati Al Adawiyah, Valdo Hana Fuad Pradana, Findinia Delvana, Andre Tripama
Malau, Alda Sadilillah R, Niken Susilowati, Kharina Andriani, Izzudin Fikri Albar, Inggrid
Ardhiani, Meilita Nur Aisyah, Sofyan Rizal
Chemical Engineering, Departement of Engineering, Sultan Ageng Tirtayasa University

ABSTRAK

Metil salisilat adalah cairan bening kemerahan dengan bau Wintergreen. Tidak larut dalam air
tetapi larut dalam alkohol dan eter. Sintesis metil salisilat dibuat dengan mereaksikan asam karbosilat
dan alkohol sehingga membentuk ester yang di sebut dengan reaksi esterifikasi. Tujuan dari
percobaan ini adalah untuk mempelajari reaksi esterifikasi pembuatan metil salisilat dan melakukan
uji organoleptik pada produk yang dihasilkan. Aplikasi industri dari pembuatan metil salisilat sendiri
banyak digunakan dalam bidang farmasi contohnya dalam pembuatan balsem dan aspirin. Adapun
prinsip dari percobaan ini yaitu mensintesis metil salisilat dengan mereaksikan antara Asam Salisilat
dan metanol absolut serta menambahkan H 2SO4 sebagai katalisator dengan metode refluks dan
destilasi kemudian menghitung rendamennya. Kemudian melakukan uji mutu metil salisilat dengan
mereaksikan sampel metil salisilat dengan larutan basa NaOH dengan metode refluks kemudian
menitrasi dengan H2SO4 dengan menambahkan indikator fenolptalein dan melakukan uji organoleptik
dengan mengoleskan sebagian pada kulit. Percobaaan ini menggunakan beberapa variasi pada massa
asam salisilat dan volume katalis serta lamanya waktu destilasi. Dari percobaan ini maka didapat
pembuatan metil salisilat yang baik adalah dengan menggunakan 12 gr asam salisilat, 20 ml etanol, 2
ml H2SO4, serta lama destilasi 1,5 jam. Hasil yang didapat adalah metil salisilat dengan volume 7,2
ml , % rendemen 63,52 %, kadar 4,3 %, serta densitas yang mendekati literatur sebesar 1,1667 gr/ml
dimana densitas literatur adalah sebesar 1,17 gr/ml.

Kata Kunci : Destilasi, Esterifikasi, Metil Salisilat, Refulks

ABSTRACT

Methyl salicylate is a clear reddish liquid with a Wintergreen odor. Insoluble in air and air in alcohol
and ether. The synthesis of methyl salicylate is prepared by reacting carboxylic acid and alcohols to
form an esterified esterification reaction. The purpose of this experiment is to. Accumulated
processes. The application of methyl salicylate industry itself is widely used in the pharmaceutical
field for example in the manufacture of balm and aspirin. As the principle of this experiment is to
synthesize methyl salicylate by reacting between Salicylic Acid and absolute methanol and adding
H2SO4 as a catalyst by reflux and distillation method and then the rendemennya hit. Then tested
methyl salicylate by reacting methyl salicylate sample with NaOH base solution by reflux method
then mined with H2SO4 by adding phenolptalein indicator and doing organoleptic test by applying
partially to skin. This experiment uses some variation on salicylic acid mass and catalyst volume as
well. From this experiment, good methyl salicylate was obtained by using 12 grams of salicylic acid,
20 ml of ethanol, 2 ml of H2SO4, and 1.5 hours of distillation duration. The results obtained are
methyl salicylate with 7.2 ml volume, 63.52% rendement rate, 4.3% concentration, and density
approaching the literature of 1.1667 gr / ml where the literature density is 1.17 g / ml.

Keywords: Distillation, Esterification, Methyl Salicylate, Refulks


PENDAHULUAN mereaksikan antara Asam Salisilat dan
metanol absolut serta penambahan H2SO4
Dewasa ini sejalan dengan berjalannya sebagai katalisator dengan metode refluks
dengan pesat perkembangan peralihan dan ekstraksi menggunakan corong pisah
dibidang kesehatan khususnya obat yang kemudian dihitung rendamennya.
berperan sangat penting dalam pelayanan Hal yang melatarbelakangi praktikum
kesehatan. Penanganan dan pencegahan ini adalah mempelajari reaksi esterifikasi
berbagai penyakit tidak bisa dilepaskan dan agar dapat mengetahui metode yang
dari tindakan tetapi dengan obat. Obat digunakan dalam pembuatan metil salisilat
merupakan zat baik kimiawi maupun dan dari praktikum ini kita bisa
nabati yang dalam dosis layak dapat membandingkan hasilnya dengan literatur
menyembuhkan, meringankan, atau yang sudah ada.
mencegah penyakit berikut gejalanya,
contohnya metil salisilat. TINJAUAN PUSTAKA
Metil salisilat adalah cairan kuning
kemerahan dengan bau Wintergreen. Metil a. Ester
salisilat tidak larut dalam air tetapi larut Ester adalah senyawa-senyawa hasil
dalam alkohol dan eter. Dengan adanya reaksi asam karboksilat dengan alkohol.
metil ini dapat dimanfaatkan sumber daya Reaksi pembentukan ester disebut
alam yang ada di Indonesia. Tetapi, metil esterifikasi (pengesteran). Zat-zat
salisilat bisa dibuat dari berbagai pengharum (essen) yang terkandung dalam
campuran larutan zat kimia, sehingga tumbuh-tumbuhan tidak lain adalah ester.
dalam proses pembuatannya, karena dalam Pada buah-buahan keharumannya
tumbuhan metil salisilat sangat sedikit tergantung dari ester yang terkandung di
sedangkan metil salisilat yang dibutuhkan dalamnya. Gugus fungsional asam
dalam pengobatan tidak sebanding dengan karboksilat adalah gugus karboksil, yang
hasilnya. Oleh karena itu, metil salisilat hidrogennya bersifat asam lemah [1].
dibuat dalam proses buatan yang berasal
dari senyawa kimia. Metil salisilat Senyawa yang dianggap diturunkan
berperan penting dalam kehidupan sehari- dari asam karboksilat dengan
hari contohnya dalam pembuatan pasta menggunakan hidrogen dari gugus
gigi, kosmetik, balsem, dan sebagainya. hidroksilnya dengan suatu gugus
Reaksi pembentukan senyawa ester hidrokarbon disebut ester. Ester
dari asam karboksilat dan alkohol dengan mengalami hidroksil asam karboksilat dan
katalis asam disebut dengan reaksi alkohol, misalnya hidrolisis etil asetat yang
esterifikasi. Dalam ilmu kimia dan bidang menghasilkan asam asetat dan entanol.
farmasi reaksi esterifikasi ini cukup Ester sering yang digunakan adalah etil
penting karena reaksi tersebut merupakan asetat, biasanya digunakan sebagai pelarut
dasar sintesis banyak senyawa kimia yang cat atau cat kuku maupun perekat [2].
dapat berkhasiat sebagai obat. Salah satu
b. Metil Salisilat
penggunaannya adalah sintesis metil
Metil salisilat adalah cairan dengan
salisilat dari asam salisilat dengan metanol
bau khas yang diperoleh dari daun dan
absolut. Adapun prinsip dari percobaan ini
akar tumbuhan wangi. Zat ini juga dibuat
yaitu mensintesis metil salisilat dengan
dengan sintesis. Khasiat analgetisnya pada
penggunaan lokal sama dengan salisilat – analgesik serta pembuatan bahan baku
salisilat lainnya. Metil salisilat adalah untuk keperluan farmasi.
cairan bening kemerahan dengan bau
Wintergreen. Tidak larut dalam air tetapi d. Reaksi Esterifikasi
larut dalam alkohol dan eter. Metil salisilat Reaksi esterifikasi adalah suatu reaksi
(wintergreenoil ) adalah suatu ester antara asam karboksilat dan alkohol
organik yang secara alami diproduksi oleh membentuk ester. Turunan asam
banyak spesies tanaman. Metil salisilat karboksilat membentuk ester asam
sering digunakan sebagai bahan farmasi, karboksilat. Ester asam karboksilat ialah
penyedap rasa pada makanan, minuman, suatu senyawa yang mengandung gugus
gula-gulaan, pasta gigi, antiseptik dan -CO2 R dengan R dapat berupa alkil
kosmetik serta parfum. Metil salisilat telah maupun aril. Esterifikasi dikatalisis asam
digunakan untuk pengobatan sakit syaraf, dan bersifat dapat balik.[4]
sakit pinggang, radang selaput dada dan Ester dihasilkan apabila asam
rematik, juga sering digunakan sebagai karboksilat dipanaskan bersama alkohol
obat gosok dan balsam. Secara teknik dengan bantuan katalis asam. Katalis ini
metil salisilat pun digunakan sebagai biasanya adalah asam sulfat pekat.
bahan pencelup pada fiber polyester, fiber Terkadang juga digunakan gas hidrogen
tracetate dan fiber sintetik lainnya.[3] klorida, tetapi katalis-katalis ini cenderung
Metal salisilat dapat dibuat melalui melibatkan ester-ester aromatik (yakni
esterifikasi asam karboksilat menghasilkan ester yang mengandung sebuah cincin
cairan kuning kemerahan dengan bau benzen).[5]
wintergreen. Mekanisme reaksinya: e. Destilasi
Destilasi merupakan suatu perubahan
cairan menjadi uap dan uap tersebut di
dinginkan kembali menjadi cairan. Unit
operasi distilasi merupakan metode yang
digunakan untuk memisahkan komponen-
Gambar 1. Reaksi Pembentukan Metil komponen yang terdapat dalam suatu
Salisilat larutan atau campuran dan tergantung pada
c. Asam Salisilat distribusi komponen-komponen tersebut
antara fasa uap dan fasa air. Destilasi
Asam salisilat (asam sederhana atau destilasi biasa adalah
ortohidroksibenzoat) merupakan asam teknik pemisahan kimia untuk
yang bersifat iritan lokal, yang dapat memisahkan dua atau lebih komponen
digunakan secara tropikal. Terdapat yang memiliki perbedaan titik didih yang
berbagai turunan yang digunakan sebagai jauh. Suatu campuran dapat dipisahkan
obat luar, yang terbagi atas 2 kelas, ester dengan destilasi biasa ini untuk
dari asam salisilat dan ester salisilat dari memperoleh senyawa murni.
asam organik. Asam salisilat merupakan
senyawa kimia yang penting bagi METODOLOGI PENELITIAN
kehidupan sehari-hari begitu juga metil  Diagram alir
salisilat. Asam salisilat bermanfaat sebagai  Sintesis Metil Salisilat
Adapun diagram alir dari  Uji Mutu Metil Salisilat
percobaan Sintesis Metil Salisilat adalah Metil Salisilat 1 mL
sebagai berikut.
25 mL NaOH 0.1 M
Labu leher tiga
H2SO4 3 mL Magnetic Stirrer

Etanol 20 mL

Labu leher tiga


Asam Salisilat 10 gr Merefluks selama 20 menit pada suhu 80o-90oC

Magnetic Stirrer
5 tetes Indikator PP
Erlenmeyer

Merefluks selama 45 menit pada suhu 80o- Menitrasi dengan asam sulfat 0.1 N hingga berubah
90oC warna menjadi bening

Mendestilasi selama 90 menit 80o- Menentapkan blangko dan menghitung


90oC normalitas

25 mL Aquades air
Dekanter
Gambar 4. Uji Mutu Metil Salisilat
hangat

 Alat dan bahan


14 mL NaHCO3 Alat-alat yang digunakan dalam
Lapisan Atas Lapisan Bawah
percobaan ini adalah labu leher tiga,
komdensor bubble, hot plate, pipa T,
Mengeluarkan Mengocok dan akan terbentuk dua erlenmeyer, kondensor lurus, dekanter,
lapisan thermometer, kaca arloji, spatula, kertas
saring, corong, gelas ukur 25 dan 10 ml,
Lapisan Atas
elbow, magnetic stirrer, neraca analitik,
Lapisan
Bawah
buret dan statif. Adapun bahan yang
4 gr MgSO4 digunakan adalah asam salisilat, Metanol
Mengeluarkan Menyaring dengan kertas
saring absolut, asam sulfat pekat, larutan
NaHCO3 jenuh, MgSO4 heptahidrat,
Metil Salisilat NaOH 0,1 N dan aquadest.

Gambar 2. Diagram Alir Proses Pembuatan  Prosedur percobaan


Sintesis Metil Salisilat  Proses Sintesis Metil Salisilat
Memasukkan 10 gram Asam Salisilat,
 Uji Organoleptik 20 mL Metanol, 2 mL Asam Sulfat Pekat,
dan batu didih ke dalam Labu Alas Bulat
Cuplikan Metil Salisilat dan menggojoknya. Melengkapi labu
dengan pendingin balik, kemudian
Mengoleskan pada tangan merefluks campuran selama 1 jam diatas
water bath. Kemudian memindahkan
campuran ke dalam Labu Destilasi.
Menentukan sifat fisik Mendestilasi kelebihan Metanol Absolut
pada 65 ˚C, lalu mendinginkannya. Setelah
Gambar 3. Uji Organoleptik Metil Salisilat
lapisan ester mengendap, mencuci ester
berturut - turut dengan 25 mL aquades.  Hasil Percobaan
Menambahkan NaHCO3 sampai netral.
Memisahkan esternya dengan mendekanter Berikut ini merupakan hasil yang didapat
atau dengan corong pemisah. pada percobaan sintesis metil salisilat.
Mengeringkan dengan 5 Tabel 2. Data Hasil Percobaan Sintesis
gram MgSO4 heptahidrat dalam Metil Salisilat
erlenmeyer selama 30 menit. Menyaring Volume Waktu Rendeman densitas Massa
ester dengan kertas saring, menampung H2SO4 Destilasi Produk
cairan ke dalam labu destilasi. Melakukan 3 ml 1,5 jam 45,43 % 1,087 5 gr
destilasi dengan kondensor lurus pada gr/ml
penangas air dengan suhu 80˚C.
3 ml 1 jam 52,20 % 1,089 6,1 gr
gr/ml
 Uji Mutu Kadar Metil Salisilat
2 ml 1,5 jam 63,52 % 1,1667 7,2 gr
a. Uji Mutu Kimiawi
gr/ml
Mempersiapkan alat dan bahan.
Memasukkan sampel ke dalam Labu Leher 3 ml 1 jam 30,25 % 1,053 3,8 gr
gr/ml
3, menambahkan NaOH 0,1 N sebanyak
25 mL. Mendidihkan perlahan - lahan 3 ml 1 jam 45 72,69 % 1,151 9,9 gr
dengan merefluks selama 45 menit dengan menit gr/ml

suhu hingga sampel larut. Setelah larut,


mendinginkan dan membilas Labu Leher 3
dengan beberapa mL air.  Pembahasan
b. Uji Organoleptik
Metil salisilat adalah cairan bening
Mengambil sedikit cuplikan metil
kemerahan dengan bau Wintergreen. Tidak
salisilat yang telah jadi. Mengoleskannya
larut dalam air tetapi larut dalam alkohol
pada tangan. Menentukan apakah metil
dan eter. Metil salisilat (wintergreenoil )
salisilat yang telah dioleskan di tangan
adalah suatu ester organik yang secara
memiliki ciri – ciri sesuai dengan literatur
alami diproduksi oleh banyak spesies
yang ada, seperti baunya, rasanya, dan
tanaman. Beberapa tanaman yang
efek yang ditimbulkan pada bagian tubuh
memproduksinya disebut wintergreens.
yang terpapar.
Sintesis metil salisilat dibuat dengan
mereaksikan asam karbosilat dan akohol
 Variabel percobaan
sehingga membentukk ester yang di sebut
Pada percobaan ini yang menjadi variable
dengan reaksi esterifikasi. Turunan asam
tetapnya adalah massa Asam Salisilat yang
karboksilat membentuk ester asam
digunakan, volume metano, indikator PP,
karboksilat. Ester asam karboksilat ialah
NaHCO3, MgSO4.7H2O , NaOH. Sedangkan
suatu senyawa yang mengandung gugus
variable berubahnya adalah Waktu
-CO2 R dengan R dapat berupa alkil
mendistilasi campuran, volume titran
maupun aril. Esterifikasi dikatalisis asam
H2SO4, Aquades.
dan bersifat reversible. Ester dihasilkan
apabila asam karboksilat dipanaskan
bersama alkohol dengan bantuan katalis
HASIL DAN PEMBAHASAN asam. Katalis ini biasanya adalah asam
sulfat pekat. Terkadang juga digunakan gas
hidrogen klorida, tetapi katalis-katalis ini selesai merefluks, kemudian mendinginkan
cenderung melibatkan ester-ester aromatik larutan, lalu melalukan proses destilasi.
(yakni ester yang mengandung sebuah Destilasi adalah suatu metode pemisahan
cincin benzen). campuran yang didasarkan pada perbedaan
Pada percobaan ini melakukan sintesis tingkat volatilitas (kemudahan suatu zat
metal salisilat dengan reaksi esterifikasi untuk menguap) pada suhu dan tekanan
dengan menggunakan metode refluks. tertentu. Destilasi merupakan proses fisika
Metode ini digunakan karena perangkatnya dan tidak terjadi adanya reaksi kimia
lebih sederhana, lebih mudah dalam selama proses berlangsung. Prinsip kerja
mengerjakannya dan menjaga jumlah destilasi adalah memurnikan zat cair pada
metanol yang akan direaksikan dengan titik didihnya, dan memisahkan cairan
asam salisilat bereaksi dengan sempurna tersebut dari zat padat yang terlarut atau
(terkondensasi dengan baik) sehingga dari zat cair lainnya yang mempunyai
diperoleh hasil yang juga sempurna. Pada perbedaan titik didih cairan murni. Waktu
proses ini mencampurkan asam salisilat destilasi terbaik pada praktikum metil
dan metanol pada labu leher tiga, salisilat ini adalah 1 jam 30 menit dengan
Kemudian menambahkan asam sulfat temperatur ideal yaitu pada suhu 80o-90oC,
pekat yang berfungsi sebagai katalis yang karena katalis yang dipakai lebih sedikit
sifatnya asam dan untuk mempercepat laju dan menghasilkan produk 8,4 gr
reaksi dengan menurunkan energi dibandingkan dengan waktu 1 jam 45
aktivasinya. Asam salisilat terbaik yang menit dengan katalis lebih banyak hanya
dipakai adalah 2 ml karena jika katalis menghasilkan produk 9,9 gr yang berbeda
ditambahkan berlebih maka akan menjadi sedikit jumlah produknya. Hal ini juga
inhibitor yang menyebabkan suasana dikarenakan pada pemanasan selama 1,5
reaksi tidak mendukung untuk berjalannya jam entropi sudah mencapai maksimum.
suatu reaksi. Pada pencampuran ketiga Pada keadaan ini jumlah molekul-molekul
bahan ini terjadi reaksi eksoterm karena yang bertumbukan tersebut sudah
dalam pencampuran ketiga bahan tersebut mencapai energi potensial yang sama atau
menyebabkan adanya transfer panas dari lebih dari energi pengaktifan sehingga
sistem ke lingkungan. Karena itu, agar menyebabkan terjadinya reaksi dan agar
reaksi esterifikasi dapat terus berlanjut bisa menghasilkan rendemen dan densitas
hingga tercapai kesetimbangan, maka yang optimal. Fenomena yang terjadi pada
suasana lingkungan harus dibuat panas. proses ini adalah metanol akan menguap
Proses selanjutnya adalah merefluks karena pada suhu tersebut titik didih
larutan. Refluks adalah suatu metode untuk metanol lebih rendah dari suhu yang diatur
mencampurkan dua zat atau senyawa kemudian destilat menetes kedalam labu
dengan cara pemanasan tanpa adanya erlenmeyer dan hasil yang didapat dalam
senyawa yang hilang. Refluks dilakukan proses ini adalah minyak metil salisilat.
dengan mendidihkan cairan dalam wadah Reaksi yang terjadi pada proses ini yaitu
yang disambung dengan kondensor sebagai berikut.
sehingga cairan yang teruapkan akan
mengembun kembali ke wadah. Merefluks C7H6O3 + CH3OH C7H6O3CH3 + H2O
larutan berfungsi untuk memurnikan
larutan dengan volume yang tetap. Setelah
Proses destilasi pada percobaan ini MgSO4.7H2O digunakan karena sifat
bertujuan untuk memisahkan metil salisilat MgSO4 yang sangat larut dalam air dan
dan metanol berdasarkan penguapan cairan hidratnya bersifat hidrokopis (mudah
dan pengembunan kembali uap tersebut menyerap air), maka dari itu penambahan
pada suhu titik didih. Setetah mendestilasi, MgSO4.7H2O adalah untuk mengikat air
kemudian mendekantasi larutan tersebut (polar) yang masih terbawa ketika
dengan menambahkan aquades hangat pemisahan lapisan organik ke dalam labu
bersuhu 70˚C, fungsinya agar kelebihan Erlenmeyer, dan juga karena air bersifat
H2O saat proses esterifikasi dapat polar sehingga akan terpisah dengan
terangkat. Prinsip dekantasi adalah sendirinya dengan senyawa metil salisilat
memisahkan campuran berdasarkan setelah mengocok dan mendiamkannya
perbedaan wujud zat dalam campuran. karena metil salisilat bersifat non polar.
Fenomena yang terjadi pada proses ini Setelah menambahkan MgSO4.7H2O
adalah terbentuknya dua lapisan antara kemudian menyaring larutan yang sudah
metil salisilat dan H2O. Setelah kelebihan didekanter, hal ini dilakukan agar residu
H2O terangkat, kemudian memipet sisa- tidak terbawa dalam larutan. Setelah
sisa H2O yang masih tersisa dalam menyaring larutan, kemudian mendapatkan
campuran. Kemudian menambahkan hasil produknya yaitu metil salisilat.
larutan NaHCO3, fungsi penambahan Setelah didapatkan produk metil
NaHCO3 adalah untuk menghilangkan H+ salisilatnya, kemudian melakukan uji mutu
yang berperan sebagai katalis. Tujuan dari metil salisilat dengan cara merefluks
menghilangkan H+ karena katalis tidak produk metil salisilat dan larutan NaOH
boleh bereaksi dengan bahan awalnya 0,1M, tujuan merefluks dalam proses ini
untuk mempercepat reaksi, namun setelah adalah untuk menghomogenkan metil
reaksi selesai katalis harus melepaskan salisilat dan larutan NaOH 0,1M. Reaksi
reaksinya dengan bahan awal tersebut. yang terjadi pada proses ini adalah
Fenomena yang terjadi pada saat
penambahan NaHCO3 adalah munculnya
gelembung-gelembung CO2 dari bawah ke C8H8OH + NaOH C8H7O3Na +
permukaan dan terbentuknya dua lapisan H2O
antara NaHCO3 yang mengikat asam dan Lalu menambahkan larutan indikator
produk metil salisilat. Lalu, menyaring PP kedalam larutan, fungsi penambahan
NaHCO3 dengan kertas saring pada saat indikator pp adalah untuk mengetahui titik
mendekanter. Fungsi penyaringan adalah akhir titrasi dan titik ekuivalen. Rentan pH
untuk memisahkan larutan yang indikator pp adalah 8.3-10. Fenomena
mengadung asam dengan metil salisilat, yang terjadi pada saat indikator pp di
hasil atau produknya ada yang ikut tambahkan adalah warna larutan berubah
terbawa maka menyaringnya sehingga dari bening ke merah muda konstan. Hal
produknya tidak terbuang. Kemudian ini menandakan bahwa metil salisilat
menambahkan MgSO4.7H2O kedalam bersifat basa karena terjadi perubahan
campuran larutan. warna dari bening ke merah muda konstan.
Lalu kemudian menitrasikan campuran
larutan dengan larutan H2SO4 sampai
terjadi perubahan warna dari merah muda Supardani, dkk., 2006 Perancangan Pabrik
konstan menjadi putih bening. Perubahan Asam Salisilat dari Phenol.Jurusan
ini menandakan bahwa larutan sudah Teknik Kimia FTI Institut Teknologi
berada di titik akhir titrasi dan titik Nasional:Bandung.
ekuivalen. Keenan, Kleinferter. ” Kimia Untuk
Densitas terbaik dari beberapa variasi Universitas”. Edisi ke enam jilid 2.
yaitu 1,1667 gr/ml mendekati literatur yaitu Erlangga. Jakarta.1992.
1,17 gr/ml K. B. A. Walangare, A. S. M. Lumenta, J.
O. Wuwung, B. A.
KESIMPULAN
Sugiarso, Rancang Bangun Alat
Kesimpulan dari hasil penelitian yang Konversi Air Laut Menjadi Air
telah dilakukan untuk menghasilkan Minum Dengan Proses Destilasi
produk dengan rendeman dan densitas Sederhana Menggunakan Pemanas
yang mendekati literatur yaitu Elektrik (Manado: Teknik Elektro-
menggunakan katalis asam sulfat pekat 2 FT. UNSRAT, 2013), h. 1.
ml, waktu destilasi serta temperatur Hedricson, 1988. Penuntun Praktikum
optimum yaitu 1 jam 30 menit dengan Kimia Organik Sintetik. Fakultas
suhu 80o-90oC. Farmasi, UMI: Makassar.
Ganiswarna. 1995. Farmakologi dan
Terapi Edisi IV. Universitas
DAFTAR PUSTAKA Indonesia: Jakarta.
Dirjen POM. 1979. Farmakope Indonesia
Halim, 1990. Analisis Kimia Kuantitatif
Edisi III. Depkes RI : Jakarta.
edisi 1. Erlangga: Jakarta.

Putranto, Dody.2009. Kimia Dasar Prinsip


dan Terapan Modern. Erlangga.
Jakarta.

Fatah, M.A. dan Y. Bachtiar. (2004).


Membuat Aneka Manisan Buah.
Agro Media Pusataka. Jakarta.

Fessenden, J. R. Dan Fessenden, S. J.,


1981, Kimia Organik, Erlangga,
Jakarta.

Clark, 2007). Pembuatan Ester.


(http://www.chem-is-
try.org/materi_kimia/sifat_senyawa_
organik/ester1/pembuatan_ester/) di
akses pada 30 april 2017