Anda di halaman 1dari 8

Senam Irama (Senam Ritmik)

Pengertian Senam Ritmik.

Senam ritmik disebut juga dengan senam irama yang merupakan salah satu jenis
senam yang didiringi musik dan mengandung suatu unsur keindahan gerakan
sehingga senam ritmik. Secara sederhananya, senam irama diartikan sebagai suatu
rangkaian gerakan senam yang diiringi dengan alunan irama musik. Senam yang
juga dikenal dengan nama senam ritmik ini pada dasarnya memiliki gerakan yang
kurang lebih sama dengan jenis senam biasa. Gerakan pada senam ritmik
membutuhkan kelenturan, keseimbangan, keluwesan, kontuinitas, fleksibelitas dan
ketepatan dengan irama musik pengiring senam.

Letak perbedaannya hanya pada penambahan fitur music yang bagi beberapa orang
semakin membuat semangat untuk melakukan senam menjadi-jadi. Gerakan yang
ada pada senam irama ini memerlukan kelenturan tubuh serta kontinuitas. Senam
irama ini biasa dilakukan dengan dua cara, yakni menggunakan alat dan tanpa
tambahan alat apapun.

Melakukan senam irama secara rutin akan memilik tubuh yang lebih sehat dan juga
daya tahan tubuh yang lebih kuat. Selain itu, senam irama juga akan melatih tubuh
untuk lebih lentur, lebih seimbang, lebih luwes, lebih fleksibel, dan juga dapat
memahami ritmik irama dengan benar.

Prinsip Senam Ritmik (Senam Irama).

Untuk dapat melakukan senam ritmik dengan baik tentu harus menguasai setiap
gerakan sehingga menghasilkan rangkaian gerakan yang indah dan bermanfaat
bagi kesehatan jasmani. Dalam melakukan senam ritmik terdapat prinsip-prinsip
yang digunakan sebagai dasar untuk melakukan gerakan.

Prinsip-prinsip senam ritmik di antaranya :

Irama.
Setiap gerakan senam irama selalu diiringi dengan irama musik, sehingga setiap
gerakan yang kita lakukan harus mengikuti irama musik pengiringnya agar
menghasilkan gerakan yang lentur dan luwes sesuai irama. Umumnya musik yang
digunakan sebagai pengiringnya menggunakan irama 2/3, 4/4 dan sebagainya.

Fleksibelitas.
Fleksibelitas atau kelenturan tubuh diperoleh dengan rajin berlatih senam ritmik.
Kelenturan tubuh diperoleh dalam waktu yang cukup lama sehingga anda
disarankan untuk rajin berlatih.

Kontuinitas Gerakan.

Kontuinitas gerakan ini merupakan rangkaian gerakan yang terdapat dalam senam
ritmik. Kontinuitas gerakan sudah disusun atau dirancang sebelum senam
dilaksanakan. Untuk memperoleh kontuinitas gerakan ini diperlukan ketekunan
dalam berlatih.

Gerakan Dasar Senam Irama (Senam Ritmik).


Gerakan Dasar Senam Irama

1. Gerakan Langkah Kaki

Gerakan langkah kaki meliputi sebagai berikut.

a. Langkah biasa (looppas)


Berdiri dengan sikap tegak. Langkahkan kaki kiri dan kedua lengan di
samping badan. Melangkahkan kaki kanan dan jatuhkan pada tumit,
dilanjutkan melangkah dengan kaki kiri secara
bergantian. Pada gerakan melangkah biasa harus diperhatikan faktor-faktor
sebagai berikut.
1) Kaki mengeper pada sendi lutut.
2) Gerakan dilakukan dengan rileks.
3) Gerakan disesuaikan dengan irama.

b. Langkah rapat
Berdiri dengan sikap tegak. Langkahkan kaki kanan di depan kaki
kiri. Kemudian, melangkahkan kaki kiri di depan kaki kanan, dilanjutkan
kedua kaki rapat. Langkah kaki rapat dilakukan dengan hitungan 1 kanan,
hitungan 2 kiri, dan hitungan 3 rapat.
Secara prinsip, sikap langkah jatuh pada tumit dengan ketentuan sebagai
berikut.
1) Gerakan kaki mengeper pada lutut.
2) Dilakukan dengan rileks dan luwes.
3) Gerakan disesuaikan dengan irama.

c. Langkah keseimbangan (ballanspas)


Berdiri dengan sikap tegak. Hitungan satu, melangkahkan kaki kiri ke depan.
Hitungan dua, kaki kanan menyusul melangkah ke depan. Sebelum kaki
kanan menapak (tumit masih terangkat) kaki kiri mundur diikuti kaki kanan
mundur merapat.
Secara prinsip, langkah ini dilakukan sebagai berikut:
1) Tidak ada saat berhenti;
2) Dilakukan dengan gerakan kaki mengeper;
3) Lebih tepat gunakan irama 3/4 atau 4/4.

d. Langkah depan (galoppas)


Sikap tegak anjur kiri. Pada hitungan 1, silangkan kaki kiri di muka kaki
kanan. Kraissprong dapat pula dilakukan ke belakang. Langkah silang ini
dilakukan dengan irama 2/4.

2. Gerakan Ayunan Tangan

a. Ayunan satu lengan depan belakang.


b. Ayunan satu lengan ke samping bersamaan dengan memindahkan berat
badan.
c. Variasi ayunan satu lengan ke samping bersamaan dengan memindahkan
berat badan.
d. Ayunan dua lengan depan belakang.
e. Ayunan dua lengan silang depan di muka badan.

1. Mengayun Satu Lengan


a. Mengayun tangan ke atas
Pelaksanaannya:
 Berdiri tegak kedua tangan di samping badan.
 Hitungan 1–2 = Ayunkan tangan kanan ke atas 2× hitungan, kembali
ke sikap semula.
 Hitungan 3–4 = Ayunkan tangan kiri ke atas 2× hitungan, kembali ke
setiap semula.
 Lakukan gerakan ini bergantian 2×8 hitungan.
b. Mengayun tangan ke samping
Pelaksanaannya:
 Berdiri kedua kaki dibuka selebar bahu.
 Kedua tangan ditekuk di depan dada.
 Hitungan 1–2 = Ayunkan tangan kiri ke kiri 2× hitungan.
 Hitungan 3–4 = Kembali tangan kiri ditekuk.
 Hitungan 5–6 = Ayunkan tangan kanan ke kanan 2× hitungan.
 Hitungan 7–8 = Kembali tangan kanan ditekuk di depan dada.
 Lakukan gerakan ini bergantian 2×8 hitungan.

2. Mengayun Dua Lengan


a. Mengayun kedua lengan ke atas
Pelaksanaannya:
 Berdiri, kedua kaki dibuka selebar bahu.
 Kedua tangan di samping badan.
 Hitungan 1–3 = Ayun kedua lengan ke atas 3× hitungan.
 Hitungan 4 = Kembali ke sikap awal.
 Hitungan 5–7 = Ayun lagi kedua lengan ke atas.
 Hitungan 8 = Kembali ke sikap awal.
 Lakukan berulang-ulang 2×8 hitungan.

b. Ayunan kedua lengan ke samping

Pelaksanaannya:

a. Berdiri.
b. Kedua tangan diluruskan ke depan.
c. Hitungan 1–3 = Ayun kedua tangan ke samping kiri 3× hitungan.
d. Hitungan 4 = Kedua tangan kembali ke posisi semula.
e. Hitungan 5–7 = Ayun kedua tangan ke samping kanan 3× hitungan.
f. Hitungan 8 = Kedua tangan kembali ke posisi semula.
g. Lakukan gerakan mengayun kedua lengan ke kiri dan ke kanan
2×8hitungan.

Melangkah dan Mengayun

Gerakan ini merupakan gabungan antara gerakan melangkahkan kaki dan


mengayun lengan yang diiringi irama.

Tujuannya:
- Merangkaikan gerakan secara harmonis.

- Menampilkan gerakan yang indah.

Gerakan melangkah dan mengayun terdiri atas:

1. Melangkah dan Mengayun Kedua Lengan ke Atas


a. Sikap aural berdiri tegak, kedua tangan di samping badan.
b. Hitungan 1–3 = Kaki kiri melangkahkan serong ke depan diikuti gerakan
mengayun kedua tangan ke belakang 3× hitungan
c. Hitungan 4 = Kembali ke sikap berdiri tegak, kedua kaki rapat kedua
tangan disamping badan.
d. Hitungan 5–7 = Kaki kanan melangkah serong kanan lutut ditekuk,
diikuti ayunan kedua lengan ke atas belakang 3× hitungan.
e. Hitungan 8 = Kembali ke sikap semula.
f. Lakukan bergantian 2×8 hitungan.

2. Melangkah dan Mengayun Kedua Lengan ke Samping


Pelaksanaannya:
a. Berdiri tegak, kedua kaki rapat, dan kedua lengan ke samping badan.
b. Hitungan 1–2 = Kaki kiri melangkah ke depan dua langkah.
c. Hitungan 3–4 = Ayun kedua tangan ke samping kanan 2× hitungan.
d. Hitungan 5–6 = Kaki kanan mundur dua langkah.
e. Hitungan 7–8 = Ayun kedua tangan ke samping kiri 2× hitungan.
f. Lakukan bergantian 2×8 hitungan.

Alat digunakan dalam Senam Irama.


Jika dalam melakukan senam irama dengan menggunakan alat berupa tali maka
ada beberapa gerakan khusus yang harus dikuasai antara lain gerakan melingkar
tangan, gerakan melingkar badan mengeper, gerakan melingkar duduk, melingkar
di atas kepala, melingkar dan berpindah serta masih banyak lagi lainnya. Senam
irama dengan menggunakan alat tali atau pita ini sangat menarik disimak sebab
kombinasi pita yang bergerak mengikuti tubuh membentuk gerakan yang artistik
dan lebih tampak seperti sebuah tarian ketimbang gerakan olahraga.

Senam ritmik dilakukan dengan menggunakan alat maupun tanpa menggunakan


alat. Beberapa alat yang biasa digunakan dalam melakukan senam ritmik, antara
lain :

 Bola, bola yang biasanya digunakan dalam senam ritmik biasanya terbuat
dari bahan plastik dan karet dan berukuran sedang agar dapat dipegang dan
dikuasai oleh jari-jari tangan serta tidak terjatuh.

 Tali, tali yang biasa digunakan pada senam ritmik terbuat dari bahan yang
halus dan tidak mempunyai pegangan yang khusus sehingga dapat dipegang
dibagian mana saja. Tali yang digunakan disesuaikan dengan tinggi badan
peserta senam. Cara mengukur tali dengan menginjak tali pada bagian
tengah kemudian kedua ujung tali dipegang dan diletakkan di depan bahu
pesenam.

 Simpai, simpai yang biasa digunakan pada senam ritmik umumnya terbuat
dari bahan plastik atau yang berasal dari kayu. Peserta senam dapat memilih
warna simpai sesuai dengan selera masing-masing. Berat simpai yang
digunakan untuk senam ritmik tidak boleh melebihi 300 gram.
 Pita, pita yang biasa digunakan untuk senam ritmik umumnya terbuat dari
kain saten yang dilengkapi dengan stick atau pegangan tongkat

 Gada, gada merupakan alat yang bentuknya seperti botol dan biasanya
terbuat dari kayu atau plastik.