Anda di halaman 1dari 12

PROYEK PEMBANGUNAN WASKITA RAJAWALI TOWER

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Ramp


1
Endah Purnama Sari
2
Ega Julia Fajarsari, ST.,MT.
1
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan,
Universitas Gunadarma
(purnamaendah.s@gmail.com)
2
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Universitas Gunadarma
(egajulia@staff.gunadarma.ac.id)

ABSTRACT

The Waskita Rajawali Tower construction project is located on M.T Haryono Kav. 12-
13. RT 04 / RW 011, Kel.Bidara Cina, Jatinegara District, East Jakarta City. This
office building was built on an area of ± 7025 m2 consisting of 15 floors, 1 semi
basement and 1 roof. KSO RNI - Waskita Karya Realty as project owner, structural
planning consultant, PT. Limajabat Jaya, architect planner consultant, namely PT.
Gujo Batavia, consultant MEP planner (Mechanical, Electrical, and Plumbing) PT.
Eltameco Karya Mandiri, construction management consultant, namely PT. Arkindo
Artifacts as Construction Management and PT. Waskita Karya (PERSERO) Tbk as an
executing contractor. The type of contract performed is lump sum, with a contract value
of Rp. 277,001,000,000.00 by way of payment monthly progress. This project has an
implementation period of 18 months and a maintenance period of 365 calendar days.
One of the basic things needed in a building is the ramp as road access to or out of the
parking lot. The method of implementation carried out at the ramp work includes land
preparation, marking, installation of scaffolding and formwork, installation and
checking of reinforcement, casting, curing and finishing.

Keywords: Implementation Method, Ramp, Parking Area

ABSTRAK

Proyek pembangunan Waskita Rajawali Tower terletak di jalan M.T Haryono Kav.
12-13. RT 04/RW 011, Kel.Bidara Cina Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur.
Gedung perkantoran ini dibangun di atas lahan seluas ±7025 m2 yang terdiri dari 15
lantai, 1 semi basement dan 1 atap. KSO RNI – Waskita Karya Realty selaku pemilik
proyek, konsultan perencana struktur yaitu PT. Limajabat Jaya, konsultan perencana
arsitek yaitu PT. Gujo Batavia, konsultan perencana MEP (Mechanical, Electrical,
and Plumbing) PT. Eltameco Karya Mandiri, konsultan manajemen konstruksi yaitu
PT. Artefak Arkindo sebagai Manajemen Konstruksi dan PT. Waskita Karya

1
(PERSERO) Tbk sebagai kontraktor pelaksana. Jenis kontrak yang dilakukan adalah
lumpsum, dengan nilai kontrak sebesar Rp. 277.001.000.000,00 dengan cara
pembayaran monthly progress. Proyek ini mempunyai masa pelaksanaan 18 bulan
dan masa pemeliharaan 365 hari kalender. Salah satu hal mendasar yang dibutuhkan
dalam suatu gedung adalah ramp sebagai akses jalan menuju atau keluar dari lahan
parkir. Adapun metode pelaksanaan yang dilakukan pada pekerjaan ramp meliputi
persiapan lahan, marking, pemasangan perancah dan bekisting, pemasangan dan
pengecekan tulangan, pengecoran, curing dan finishing.

Kata kunci: Metode Pelaksanaan, Ramp, Area Parkir

PENDAHULUAN
Lahan parkir merupakan suatu kebutuhan yang harus diperhatikan ketika
melakukan perencanaan suatu gedung. Umumnya perencanaan gedung akan
memanfaatkan lahan parkir didalam gedung, terutama apabila lahan yang dimiliki
terbatas. Perencanaan lahan parkir akan membutuhkan ramp sebagai akses masuk dan
keluar dari area parkir. Ramp yang direncanakan pada proyek pembangunan Waskita
Rajawali Tower ini menghubungkan antara lantai ground floor sampai lantai 7. Lahan
parkir yang disediakan oleh gedung ini terdiri dari 8 lantai yang akan difungsikan
sebagai tempat parkir mobil. Adapun jenis ramp yang dibangun pada proyek ini yaitu
ramp lurus dan spiral. Namun yang akan dibahas adalah ramp lurus dari lantai 2 sampai
lantai 6.
Ramp merupakan bagian penting dalam pembangunan gedung. Hampir disemua
gedung membutuhkan lahan parkir untuk menyimpan kendaraan dengan aman.
Semakin banyak gedung yang dibangun, lahan pun menjadi semakin kecil dan sempit
diikuti oleh harga lahan/tanah yang mahal. Dengan begitu pembangunan biasanya akan
menjulang tinggi keatas untuk meminimalisir lahan yang akan terpakai. Oleh sebab itu
ramp dibutuhkan untuk lahan parkir dari lantai 1 ke lantai lain diatasnya. Ramp
merupakan suatu sistem yang terdiri dari struktur pelat, balok dan dinding parapet yang
berfungsi untuk menahan beban kendaraan yang melewatinya. Ramp pada proyek ini
dibangun untuk mobilisasi kendaraan dari dan ke tempat parkir.
Ramp merupakan suatu sistem yang terdiri dari struktur pelat, balok dan dinding
parapet yang berfungsi untuk menahan beban kendaraan yang melewatinya. Ramp
pada proyek ini dibangun untuk mobilisasi kendaraan dari dan ke tempat parkir. Ramp
adalah bidang miring yang pada dasarnya digunakan untuk menggantikan fungsi
tangga, untuk memindahkan manusia atau barang dari lantai bawah ke lantai atas.
Biasanya ramp berfungsi sebagai sarana untuk parkir mobil dari lantai 1 ke lantai
lainnya. Pengecoran ramp menggunakan sistem cor ditempat (cast insitu), proses kerja
ramp terlebih dahulu dengan membuat bekisting ramp yang dibawahnya sudah diberi
scaffolding untuk menyangga bekisting, kemudian proses penulangan ramp yang
disesuaikan dengan shop drawing dan proses selanjutnya pengecoran kemudian
perawatan.

2
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan Waskita Rajawali Tower.
Waktu pelaksanaan penelitian yaitu dalam 60 hari pertemuan dan dilaksanakan selama
jam kerja proyek. Metode yang digunakan pada proses penelitian ini menggunakan
metode observasi. Metode observasi adalah metode penelitian yang dilakukan dengan
pengamatan secara langsung terhadap objek penelitian. Objek tersebut yaitu ramp
sebagai elemen struktur.
Metode penelitian tersebut digunakan untuk membahas mengenai langkah-
langkah pelaksanaan pekerjaan ramp pada lantai P2A-P6B yang akan dijelaskan lebih
detail pada sub bab pembahasan.

PEMBAHASAN
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Ramp
Metode pelaksanaan pekerjaan ramp dimulai dari pekerjaan persiapan yang terdiri dari
pembersihan lahan serta marking and surveying, pemasangan perancah, pemasangan
bekisting, pekerjaan pembesian, checklist MK, pekerjaan pengecoran, proses
perawatan, pelepasan bekisting dan finishing. Masing-masing akan dijelaskan dengan
rinci yaitu sebagai berikut :

Pekerjaan Persiapan
pekerjaan persiapan merupakan tahap pekerjaan yang harus direncanakan
sebelum pelaksanaan pekerjaan pokok suatu proyek konstruksi. Bahkan pekerjaan ini
harus sudah dipersiapkan pada saat tender proyek dan dijadikan bagian dari penawaran
tender proyek yang bersangkutan. Pekerjaan persiapan terdiri dari dua pekerjaan yaitu
sebagai berikut :
1. Pembersihan Lahan
Pembersihan lahan dilakukan untuk memudahkan pelaksanaan pekerjaan ramp.
Pada keadaan eksisting, lokasi sekitar ramp masih terhalang oleh perancah dan
strutting sehingga menyulitkan pekerjaan.
2. Marking and Surveying
Marking merupakan proses pengukuran dan penandaan lokasi yang akan dibuat
ramp agar sesuai dengan gambar rencana. Proses marking ini juga untuk
menentukan elevasi pelat ramp. Proses marking and surveying ini menggunakan
alat theodolite.

Pemasangan Perancah
Perancah dirakit mulai dari perletakan jack base di bagian bawah, kemudian jack
base dimasukan kedalam main base, antara main base yang satu dengan main base yang
satu dihubungkan dengan crossbrace. Untuk menghubungkan scaffolding ke atas, main
base disambung menggunakan join pin, di bagian atas main base di beri u-head untuk
peletakan balok kayu sebagai suri-suri.

3
Gambar 1. Pemasangan Perancah

Pemasangan Bekisting
Papan tersebut dirakit diatas perancah dengan bentuk seperti sisi-sisi balok, sisi
atasnya dibiarkan terbuka untuk proses pengecoran, pemasangan bekisting harus
sangat kuat karena saat melakukan pengecoran, bekisting mengalami tekanan yang
sangat kuat saat pemadatan dan oleh berat beton itu sendiri. Apabila papan bekisting
tidak kuat menahan beban yang diberikan atau mengalami kebocoran, maka akan
mengakibatkan berubahnya dimensi hasil pengecoran atau mempengaruhi kualitas
hasil pengecoran itu sendiri. Pengecekan leveling menggunakan waterpass dilakukan
apabila pemasangan bekisting telah selesai.

Gambar 2. Pemasangan Bekisting

4
Pemasangan Tulangan
Pemasangan tulangan ramp dilakukan sesuai dengan shop drawing. Tulangan
yang digunakan menggunakan baja tulangan deform dengan ukuran dan jarak sesuai
shop drawing. Penulangan ramp berupa tulangan dua lapis, dalam pemasangan
tulangan ramp terlebih dahulu dilakukan penulangan lapis pertama setelah itu tulangan
lapis kedua, kedua lapis tulangan diberi jarak 5cm, lalu beton decking dipasang di
bawah dan samping tulangan dan setelah semua tulangan terpasang dan terkait oleh
kawat bendrat selanjutnya proses pengecoran.

Gambar 3. Pemasangan Tulangan

Pengecekan dengan MK
Setelah proses pembesian, selanjutnya adalah proses pengecekan / checklist
untuk kesiapan sebelum melakukan pengecoran. Pengecekan meliputi jumlah tulangan,
diameter, jarak antar tulangan, beton decking, kawat pengikat, dan lain sebagainya.

5
Gambar 4. Pengecekan dengan MK

Pengecoran Ramp
Pengecoran ramp adalah proses pengisian beton segar yang berasal dari concrete
mixer truck dengan persyaratan pelaksanaan yang sesuai dengan standar. Setelah
pemasangan tulangan pada bekisting selesai, dan bekisting ramp dinyatakan bersih dari
kotoran yang menempel dan ramp siap di cor. Pengecoran ramp dimulai dengan
pengisian beton segar yang berasal dari mixer truck kedalam papan bekisting yang
sudah terpasang tulangan. Selanjutnya beton tersebut dipadatkan dengan vibrator agar
tidak terdapat rongga udara yang mengurangi kekuatan beton.

6
Gambar 5. Pengecoran Ramp

Pemberian Floor Hardener


Pemberian floor hardener dilakukan saat beton dalam keadaan setengah kering
setelah proses pengecoran. Cara menggunakannya adalah dengan menaburkan floor
hardener lalu diratakan dengan trowel.

Gambar 6. Pemberian Floor Hardener

7
Proses Perawatan (curing)
Proses perawatan beton pada ramp dilakukan setelah beton kering menggunakan
karung basah / curing compound. curing compound adalah material berbahan dasar
syntetic rubber yang ditambah pelarut dan bahan-bahan yang lain untuk melindungi
beton selama masa pengikatan awal dari kehilangan air akibat panas matahari maupun
angina dari udara bebas. Fungsi dari proses perawatan dengan menggunakan karung
basah adalah untuk mempertahankan jumlah air dalam beton selama proses pengerasan
awal dan untuk mencegah kerusakan pada permukaan ramp.

Gambar 7. Proses Perawatan (curing)

Pelepasan Bekisting
Proses pelepasan / pembongkaran bekisting pada ramp dilakukan setelah beton
berumur 14 hari dengan cara melepaskan bekisting balok sisi tembereng dengan hati-
hati. Tujuannya agar bisa dipakai berulang atau lebih dari sekali. Adapun persyaratan
yang digunakan sebelum bekisting dilepas sebagai berikut :
1. Seluruh bekisting harus dibongkar dalam rangka penyelesaian struktur bangunan
dan dilakukan setelah mendapat persetujuan pengawas.
2. Bekisting untuk suatu bagian struktur hanya boleh dibongkar apabila bagian
struktur tersebut telah mencapai kekuatan yang cukup untuk memikul berat
sendiri dan beban pelaksanaan pembangunan.
3. Pembongkaran bekisting harus hati-hati mencegah terjadinya pengelupasan atau
cacat pada beton.
4. Apabila hasil pengecoran terjadi cacat maka dilakukan penambalan dengan
campuran beton yang hampir sama karakteristik kekuatannya.

8
Gambar 8. Pelepasan Bekisting

Pekerjaan Finishing
Pekerjaan finishing terdiri dari 2 pekerjaan yaitu grooving dan gutter pada lantai
ramp dan pekerjaan plesteran serta acian untuk memperindah ramp. Berikut penjabaran
dari pekerjaan grooving dan gutter :
1. Grooving Ramp
Groove atau yang biasa disebut sersan ini berfungsi untuk mengurangi tingkat
kelicinan pada ban kendaraan yang melewati ramp. Pekerjaan groove diawali
dengan pembersihan lokasi serta marking sesuai dengan shop drawing kemudian
dilanjutkan dengan cutter. Pekerjaan cutter harus mempertimbangkan ketebalan
selimut beton agar tidak sampai memotong besi tulangan.

9
Gambar 9. Grooving Ramp
2. Gutter
Gutter yang berfungsi sebagai saluran air untuk mengalirkan air yang ada pada
area parkir atau ramp agar tidak ada air yang menggenang. Proses pembuatan
gutter sama dengan proses pembuatan grooving ramp/groove yang dimulai dari
marking hingga proses cutter.

Gambar 10. Gutter

10
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan selama kerja praktek pada Proyek
Waskita Rajawali Tower, dapat ditarik kesimpulan bahwa metode pekerjaan ramp di
proyek Waskita Rajawali Tower sesuai dengan teori yang dipelajari selama masa
perkuliahan dengan tetap mengikuti standar-standar yang sudah ditetapkan. Tahapan
pekerjaan ramp yang dimulai dari pekerjaan persiapan, pemasangan perancah,
pemasangan bekisting, pemasangan tulangan, pengecekan dengan MK, pengecoran
ramp pemberian floor hardener, perawatan (curing), pelepasan bekisting hingga
pekerjaan finishing.

Saran
Berdasarkan kesimpulan penelitian, maka saran yang dapat disampaikan adalah
mahasiswa hendaknya membuat jadwal mengenai kegiatan apa saja yang ingin diamati
di proyek untuk memudahkan saat melakukan pengamatan di proyek agar lebih jelas
dan terarah.

11
DAFTAR PUSTAKA
Robert D. Gilbreath. 1992, Managing Construction Contracts, edisi kedua.
Robbins, Stephen P. Judge, Timothy A. 2008, Perilaku Organisasi Buku 1. Salemba
Empat, Jakarta.
R. Park and T.Paulay. 1975, Reinforced Concrete Structures.
Stephens. 1985, Pengertian Bekisting, http://e-journal.uajy.ac.id. Diakses pada tanggal
15 september 2018.

12