Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Fraktur adalah suatu diskontinuitas susunan yang disebabkan oleh trauma atau
keadaan patologis (Dorland, 2011). Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan
tulang dan atau rawan yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa (Sjamsuhidajat, 2007).
Penyebab fraktur antebrachii pada orang dewasa biasanya disebabkan oleh
kecelakaan lalu lintas atau perkelahian (Sjamsuhidajat, 2017). Data dinas Kesehatan
Provinsi Sumatera Barat (DINKES SUMBAR) tahun 2009 didapatkan sekitar 2700 orang
mengalami fraktur, 56% penderita mengalami kecacatan 24% mengalami kematian, 15%
mengalami kesembuhan dan 5% mengalami gangguan psikologis atau depresi terhadap
adanya kejadian fraktur (Djamil, 2017).
Gejala klasik fraktur adalah riwayat trauma, rasa nyeri dan bengkak dibagian
tulang yang patah, deformitas, nyeri tekan, krepitasi, gangguan fungsi muskuloskeletal
akibat nyeri , putusnya kontinuitas dan gangguan neurovaskuler (Sjamsuhidajat, 2017).
Penegakan diagnosis fraktur dilakukan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik,
yang ditunjang dengan pemeriksaan radiologis. Pemeriksaan radiologis diperlukan
untuk membantu menegakkan diagnosis fraktur dan mengevaluasi komplikasi yang
terjadi dalam rangka menunjang pengambilan keputusan terapi pada pasien.

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Bagaimana etiologi, patogenesis, pemeriksaan fisik, diagnosis dan
penatalaksanaan fraktur radius ulna?

1.3 Tujuan
1.3.1 Mengetahui patofisiologi etiologi, patogenesis, pemeriksaan fisik, diagnosis
dan penatalaksanaan fraktur radius ulna

1
1.4 Manfaat
1.4.1 Menambah wawasan mengenai penyakit bedah khususnya fraktur radius ulna
1.4.2 Sebagai proses pembelajaran bagi dokter muda yang sedang mengikuti
kepaniteraan klinik bagian ilmu penyakit bedah orthopedi.