Anda di halaman 1dari 14

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA

PADA TN. F DENGAN HARGA DIRI RENDAH


DI RUANG 10 KRESNO RSJD Dr. AMINO GONDOHUTOMO PROVINSI JAWA TENGAH

A. PENGKAJIAN
Ruang rawat : Ruang 10 Kresno
Tanggal masuk RS : 14 Juli 2019 pukul 13.30
Tanggal pengkajian : 22 Juli 2019
1. Identitas Pasien
Nama : Tn. F Alamat : Semarang
Umur : 28 tahun Pekerjaan : Tidak bekerja
Jenis Kelamin : laki - laki Suku Bangsa : Jawa – Indonesia
Agama : Islam No. RM : 00143258
Pendidikan : SMP
Diagnosa Medis : Gangguan mental dan disfungsi oak

2. Identitas Penanggung jawab

Nama : Tn. N
Hubungandenganpasien : Ayah Kandung
Alamat : Semarang

3. Alasan Masuk Rumah Sakit


Pasien mengatakan malu apabila berbicara dengan orang lain,suka marah-marah,
memaki-maki, bicara kacau dan kejang.

4. Faktor Predisposisi
Pasien belum pernah dirawat di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah,
pasien tidak pernah mengalami aniaya fisik, seksual, maupun kekerasan dalam rumah
tangga. Dalam keluarga tidak ada yang mengalami gangguan jiwa. .
5. Faktor Presipitasi
Pasien mengatakan malu jika diajak berkenalan dengan orang lain, dan mengatakan tidak
mau berkenalan dengan orang lain

6. PemeriksaanFisik
a. Tanda-tanda
TekananDarah : 120/80 mmHg Suhu : 36,80C
Nadi : 78 x/menit RR : 20x/menit
b. Ukuran
TB : 160 cm
BB : 58 kg
c. Head to toe
1) Kepala
a) rambut : Rambut tampak bersih, lurus, berwatna hitam
b) telinga : Tampak simetris antara kanan dan kiri, sedikit serumen, tampak
mendengarkan saat diajak bicara walaupun sesekali tampak tidak
mendengarkan.
c) Mata : simnetris antara kanan dan kiri, tidak menggunakan kacamata
d) Hidung : simetris, tidak ada polip
e) Mulut : mukosa bibir lmbab, gigi kurang bersih
2) Leher : tidak ada pembengkakan thyroid
3) Tangan dan kaki : tidak ada kelainan anggota gerak, ada bekas luka
d. Keluhan fisik : pasien mengatakan “mboten gadah” saat ditanyakan keluhan fisiknya.
7. Psikososial
a. Genogram

tn. f adalah anak ke 1 dari 4 bersaudara, ia tinggal bersama orang tua nya dan ketiga
adiknya.

Keterangan :
: perempuan

: laki-laki : pasien

: tinggal satu rumah

b. Konsep diri
1) Citra tubuh : Pasien merasa tidak puas terhadap kondisi tubuhnya
2) Identitas diri : Pasien bernama tn f usia 28 tahun seorang lulusan smp, dan tidak
berkerja.
3) Peran diri : Pasien mengatakan “ saya yang anak pertama ini, suka membantu
ibu yaitu mencuci piring”.
4) Ideal diri : Pasien menyatakan pasien ingin cepat pulang ke rumah
5) Harga diri : Pasien merasa malu karena kondisinya sekarang yang sedang di
rawat di RS padahal merasa sehat.

8. Hubungan sosial
a. Orang terdekat : Ayah
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok : Pasien tidak mengikuti kegiatan kelompok
disekitar rumahnya karena pasien merasa malu ketika bersama orang yang beelum di
kenalnya. Selama observasi di RS, pasien tidak suka berinteraksi dengan orang lain
bahkan dengan teman sekamarnya, serta perlu untuk dimotivasi untuk berhubungan
dengan orang lain.
c. Hambatan dalam berhubungan
Pasien merasa malu saat berinteraksi dengan banyak orang

9. Status mental
a. Penampilan
Pasien berpakaian dengan rapi, dngan rambut pendek dan tertata.
b. Pembicaraan
Pasien bebicara terbatas, dan sering mengalihkan pembicaraan
c. Aktivitas motorik
Tik, ada gerakan kecil di muka pasien seperti mengernyitkan dahi.
d. Alam perasaan
Alam perasaan pasien sedih, karena ingin segera pulang ke rumah.
e. Afek
Afek pasien labil, terkadang terlihat tenang lalu langsung berubah menjadi sedih dan
gelisah
f. Interaksi selama wawancara
Pasien kurang kooperatif, mudah mengalihkan perhatian.
g. Persepsi
Pasien mengalami gangguan persepsi pendengaran. Pasien merasa mendengar suara
wayang sewaktu waktu.
h. Proses pikir
Proses pikir pasien blocking, saat diajak mengobrol tiba-tiba pasien berhenti dan
kemudian melanjutkannya kembali.
i. Isi pikir
Isi pikir klien belum bisa dinilai
j. Tingkat Kesadaran
Pasien mengatakan sadar dan mengetahui keberadaanya sekarang ada dimana.
k. Memori
Pasien mengalami gangguan daya ingat jangka pendek.
l. Tingkat konsentrasi dan berhitung
Pasien tidak mampu berkonsentrasi, klien selalu minta pertanyaan diulang
m. Kemampuan Penilaian
Pasien dapat mengambil keputusan yang tepat, saat ditanya untuk memilih antara
mandi atau makan, klien menjawab makan karena sudah waktunya makan.
n. Daya tilik diri
Pasien mengatakan tidak menyadari gejala penyakit, pada dirinya

3. Kebutuhan Persiapan Pulang


a. Makan
Pasien makan 3x sehari habis 1 porsi makanan yang di sediakan RS dan mampu
menata/ merapikan alat makan yang klien pakai.
b. Defekasi
Pasien mampu BAB/ BAK pada tempatnya serta dapat menyiram sendiri tanpa ada
keluhan.
c. Mandi
Pasien mandi 2x sehari pada pagi dan sore hari, namun perlu di motivasi untuk sikat
gigi.
d. Berpakaian/ Berdandan
Pasien mampu mengenakan pakaian dengan rapi secara mandiri dan mampu mengikat
rambutnya dengan rapi.
e. Istirahat  Tidur
Pasien mengatakan tidur siang 1-2 jam, tidur malam 6-8 jam
f. Aktivitas diluar rumah
Pasien mengaakan lebih senang di dalam rumah
9. Mekanisme koping
Koping maladaptif, dan , klien mengatakan “tidak apa-apa”
10. Masalah psikososial dan lingkungan
Saat observasi dalam melakukan interaksi dengan kelompok pasien perlu di motivasi
11. Pengetahuan
Klien tidak mengetahui tentang penyakitnya dan tidak tahu tentang obat-obatan yang
diminumnya.
12. Aspek medik
a. Diagnosa medik : skizofrenia tak terinci
b. Terapi
- Risperidone 2 x 0,5 mg

B. Analisa Data
Hari,
Tanggal Data Fokus Masalah
Senin, DS :
22 Juli Pasien mengatakan malu jika diajak
2019 berkenalan dengan orang lain, dan
mengatakan tidak mau berkenalan
dengan orang lain. Harga Diri Rendah
DO :
- pasien berbicara dengan menutup
mulutnya
- pasien tampak geleng-geleng kepala

Selasa, DS : Koping Individu Tidak Efekif


23 Juli Pasien mengatakan sulit berfikir untuk
2019 menyelesaikan suatu
DO :
- Pasien bingung
- Pasien tidak bisa menjawab jika
diberi pertanyaan
Rabu, 24 DS : Isolasi Sosial : Menarik Diri
Juli, Pasien mengatakan lebih suka
2019 sendirian karena takut dengan orang
yang belum dikenali

DO :
- Pasien tampak ketakutan
- Pasien tampak gelisah

Pohon masalah

Menarik Diri

Harga Diri Rendah

Koping Individu Tidak Efektif

Daftar Masalah Keperawatan :

1. Harga Diri Rendah

2. Koping Individu Tidak Efekif

3. Menarik Diri

C. Diagnosa Keperawatan

1. Harga Diri Rendah


D. Rencana Keperawatan

TGL DIAGNOSA PERENCANAAN INTERVENSI


KEPERAWATAN TUJUAN KRITERIA EVALUASI
22 Harga diri rendah TUM: Setelah dilakukan
Juli Pasien dapat interaksi, diharapkan
1.1.1 Bina hubungan
2019 berhubungan pasien dapat membina saling percaya
dengan orang lain hubungan saling percaya dengan
secara optimal dengan kriteria hasil : mengungkapkan
TUK 1: 1.1. Ekspresi wajah prinsip komunikasi
Pasien dapat bersahabat, menunjuk ra terapeutik:
membina sa senang, ada kontak a. Sapa klien
hubungan saling mata, mau berjabat dengan ramah
percaya. tangan, mau baik verbal
menyebutkan nama, mau maupun non
menjawab salam, klien verbal.
mau duduk b. Perkenalkan
berdampingan dengan diri dengan
perawat, mau sopan
mengutarakan masalah c. Tanyakan nama
yang dihadapi. lengkap klien
dan nama
panggilan yang
disukai klien
d. Jelaskan tujuan
pertemuan
e. Jujur dan
menepati janji
f. Tunjukkan
sikap empati
dan menerima
klien apa
adanya.
g. Beri perhatian
kepada klien
dan perhatian
kebutuhan dasar
klien.

TUK 2: 2.1 Pasien mengidentifikasi


2.1.1.Diskusikan
Pasien dapat kemampuan dan aspek kemampuan dan
mengindentifikasi positif yang dimiliki : aspek positif yang
kemampuan dan
§ - Kemampuan yang dimiliki klien.
aspek positif yang dimiliki pasien, Aspek
2.1.2.Setiap bertemu
dimiliki positif keluarga, Aspek pasien dihindarkan
positif lingkungan yang dari memberi
dimiliki pasien. penilaian negatif.
2.1.3.Utamakan memberi
pujian yang
realistik.

TUK 3: 3.1 Pasien menilai 1. Diskusikan


Pasien dapat kemampuan yang dapat dengan pasien
menilai digunakan. kemampuan
kemampuan yang yang masih
digunakan. dapat digunakan
selama sakit.

2. Diskusikan
kemampuan
yang dapat
dilanjutkan
penggunaan.
TUK 4: 4.1 Pasien membuat rencana 1. Rencanakan
Pasien dapat kegiatan harian. bersama klien
(menetapkan) aktivitas yang
merencanakan dapat dilakukan
kegiatan sesuai setiap hari sesuai
dengan kemampuan:
kemampuan yang · Kegiatan mandiri
dimiliki · Kegiatan dengan
bantuan sebagian
· Kegiatan yang
membutuhkan
bantuan total.
2. Tingkatkan
kegiatan sesuai
dengan toleransi
kondisi pasien.
3. Beri contoh cara
pelaksanaan
kegiatan yang boleh
pasien lakukan.

TUK 5: 5. Pasien melakukan


5.1.1. Beri kesempatan
Pasien dapat kegiatan sesuai kondisi pada klien untuk
melakukan sakit dan mencoba kegiatan
kegiatan sesuai kemampuannya. yang telah
kondisi sakit dan direncanakan.
kemampuannya. 5.1.2. Beri pujian atas
keberhasilan pasien
5.1.3.Diskusikan
kemungkinan
pelaksanaan
dirumah.
TUK 6 : 6.1 Pasien memanfaatkan 1. Beri pendidikan
Pasien dapat sistem pendukung yang kesehatan pada
memanfaatkan ada di keluarga. keluarga tentang
sistem pendukung cara merawat pasien
yang ada. dengan harga diri
rendah.
2. Bantu keluarga
memberikan
dukungan selama
pasien dirawat.
3. Bantu keluarga
menyiapkan
lingkungan di
rumah.

D. Implementasi dan Evaluasi

Hari, Tanggal Implementasi Evaluasi TTD

Senin, 22 Juli SP 1 P S:
2019
1. Membina hubungan - Pasien mengatakan
saling percaya merasa malu, minder.
- Pasien memiliki hobi
2. Mengidentifikasi
menonton sinetron, rajin
kemampuan dan aspek
berdzikir dan sholat 5
positif
waktu dengan tepat
3. Menilai kemampuan waktu.
yang masih bisa
digunakan memilih
kemampuan yang akan O:
dilakukan
- Pasien tampak menutup
4. Melatih kemampuan mulut saat berbicara
yang dipilih. - Pasien mampu
mengidentifikasi
5. Mengukur tanda dan
kemampuan dan aspek
gejala harga diri rendah
positif dengan dibantu

A:

Masalah harga diri rendah belum


teratasi

P:

- Evaluasi SP 1 P
- Lanjutkan SP 2 P
1. Melatih kemampuan
pertama yang dipilih

Selasa, 22 Juli SP 2 P S:
2019
1. Melatih kegiatan pasien - Pasien mengatakan bisa
melakukan latihan nafas
2. Memasukkan ke jadwal
harian pasien O:

- Pasien tampak ragu


untuk melakukan
kemampuannya
- Pasien mengisi jadwal
kegiatannya

A : Masalah teratasi sebagian


Masalah harga diri rendah
teratasi sebagian.

P:

- Evaluasi SP 2 P
- Lanjutkan SP 3 P
1. Mengenal dan
menyusun jadwal
kegiatan yang dapat
dilakukan di rumah sakit.

Rabu, 23 Juli SP 3 P S:
2019
1. Membuat jadwal - Pasien mengatakan
kegiatan yang dapat senang menulis,
dilakukan di rumah sakit olahraga, menyapu.

O:

- Pasien tampak menulis


- Pasien tampak berlari
saat pagi hari setelah
sarapan.

A : Masalah teratasi.

Masalah harga diri rendah


teratasi sebagian.

P:

- Evaluasi SP 3 P
- Lanjutkan SP 4 P
1. Bercakap-cakap tentang
sistem pendukung.