Anda di halaman 1dari 12

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)

“TERAPI AKTIVITAS STIMULASI PERSEPSI HALUSINASI”

Nama Kelompok:

1. M. Beny Khaeroni (P1337420317087)


2. Tiyas Sastian (P1337420317088)
3. Fitria Putri Berlian N. J (P1337420317089)
4. Putri Aisyah Rahmania (P1337420317090)

3 Reguler B

POLTEKKES KEMENKES SEMARANG


PRODI D III KEPERAWATAN PEKALONGAN
2019
A. Latar belakang

Pada pasien gangguan jiwa dengan dengan kasus skizofrenia selalu diikuti
dengan gangguan persepsi sensori, halusinasi. Terjadinya halusinasi dapat menyebabkan
klien menjadi menarik diri terhadap lingkngan sosialnya, hanyut dengan kesendirian dan
halusinasinya sehingga semakin jauh dari sosialisasi dengan lingkungan disekitarnya.
1
Atas dasar tersebut, maka kami menganggap dengan therapy aktifitas kelompok
(TAK) klien dengan gangguan persepsi sensori dapat tertolong dalam hal sosialisasi
dengan lingkungan sekitarnya, tentu saja klien yang mengikuti terapi ini adalah klien yang
sudah mampu mengontrol dirinya dari halusinasi sehingga pada saat TAK klien yang
sudah mampu mengontrol dirinya dari halusinasi sehingga pada saat TAK klien dapat
berkerja sama dan tidak mengganggu anggota kelompok yang lain.

B. Tujuan

1. Tujuan umum

Klien dapat meningkatkan kernampuan dalam mempersepsikan simulasi yang


dilakukan Sehingga dapat mengontrol halusinasinya.

2. Tujuan khusus

a. Klien mengenal isi halusinasi


b. Klien mengenal waktu terjadinya halusinasi
c. Klien mengenal frekuensi halusinasi
d. Klien mengenal perasaan bila mengalami halusinasi
e. Klien mampu menghardik halusinasi

C. Waktu dan tempat


Hari/tanggal : Sabtu, 20 Juli 2019
Jam : 09.00 – 10.00 WIB
Tempat : Ruang 10 Kresno

D. Metode
1. Dinamika Kelompok
2. Diskusi dan Tanya Jawab

E. Media dan alat

2
1. Buku catatan dan pulpen
2. Jadwal kegiatan harian klien
3. Lembar observasi
4. Kursi

F. Setting tempat

1. RIPD / RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah


2. Peserta dan terapis duduk bersama dalam lingkaran
Uraian Struktur Kelompok

Keterangan

= leader

= co leader

= fasilitator

= observer

= klien

G. Pengorganisasian
I. Pelaksanaan
Tempat : RIPD RSJD. Amino Gondohutomo
Hari /tanggal : Jum’at, 19 Juli 2019
Waktu : 30 menit

II. Tim terapis


 Leader : Satria Maulana saputra
 Co Leader : Endro Prabowo
 Fasilitator : Fuziyyatun khasanah
 Observer : Nihayatul Illah

III. Tugas Tim Terapis


1. Leader
 Membuka acara TAK
 Menjelelaskan maksud dan tujuan terapi aktivitas kelompok
 Memperkenalkan anggota terapi aktivitas kelompok
 Kontrak waktu
 Mengatur jalannya aktivitas
3
 Menetapkan jalannya tata tertib
 Menyimpulkan dan mengambil keputusan
 Memotivasi anggota untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya
 Mengatasi masalah yang mungkin timbul dalam kelompok
 Menutup acara terapi aktivitas kelompok

2. Co leader
 Menyampaikan informasi fasilitator kepada leader
 Mengingatkan leader bila aktivitas menyimpang
 Mengingatkan leader tentang lama waktu pelaksanaan kegiatan
 Mengamati lamanya proses kegiatan sebagai acuan evaluasi
 Mengamati jalannya kegiatan, kekurangan, dan kelebihan sesuai dengan tujuan
 Mencatat perilaku verbal dan nonverbal pasien selama berlangsungnya
kegiatan dan di laporkan kepada leader.
3. Fasilitator
 Memotivasi klien yang kurang dan kurang aktif dalam kegiatan
 Berperan sebagai role play bagi klien selama kegiatan
 Mendampingi peserta TAK
4. Observer
 Menyimpulkan tentang kegiatan TAK
 Mencatat hasil TAK

H. Tata tertib dan antisipasi masalah

1. Tata tertib pelaksanaan

a. Peserta bersedia mengikuti kegiatan TAK

b. Peserta wajib hadir lima menit sebelum acara


dimulai c. Peserta berpakaian rapi, bersih dan sudah
mandi
d. Tidak diperkenankan makan, minum, merokok selama kegiatan TAK

e. Jika ingin mengajukan atau menjawab pertanyaan, peserta mengangkat tangan


kanan dan berbicara setelah dipersilahkan oleh pembimbing
f. Peserta dilarang keluar sebelum acara TAK selesai

g. Apabila waktu TAK sesuai kesepakatan telah habis, namun TAK belum selesai,
maka pemimpin akan meminta persetujuan anggota untuk memperpanjang waktu
TAK
4
2. Antisipasi kejadian yang tidak diinginkan pada prose TAK

a. Apabila ada klien yang sudah bersedia mengikuti TAK, namun pada saat
pelaksanaan TAK tidak bersedia, maka langkah yang di ambil adalah:
mempersiapkan klien cadangan yang telah diseleksi sesuai dengan criteria dan
telah disepakati oleh anggota kelompok lainnya
b. Apabila ada anggota kelompok yang melakukan kekerasan, leader
memberitahukan kepada anggota TAK bahwa perilaku kekerasan tidak boleh
dilakukan
c. Apabila dalam pelaksaan dalam anggota kelompok ada yng tidak mentaati tata
tertib yang telah disepakati, maka berdasarkan kesepakatan ditegur terlebih dahulu,
dan bila masih tidak kooperatif maka dikeluarkan dari kegiatan.
I. Aktivitas dan Indikasi
Aktivitas TAK Stimulasi Persepsi Halusinasi dilakukan dua sesi yang melatih
kemampuan kliean dalam mengontrol halusinasi. Kedua sesi tersebut akan peneliti
paparkan dalam pedoman pelaksanaan TAK Stimulasi Persepsi Halusinasi sebagai
berikut.

5
TAK STIMULASI PERSEPSI MENGONTROL
HALUSINASI

A. Langkah-langkah kegiatan

1. Persiapan

a. Memilih klien sesuai dengan indikasi yaitu klien dengan perubahan sensori
persepsi: Halusinasi
b. Membuat kontrak dengan klien
c. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
a. Salam terapeutik: terapis mengucapkan salam
b. Evaluasi validasi: terapis menanyakan perasaan peserta hari
ini.
c. Kontrak
1). Terapis menjelaskan tujuan kegiatan
2). Terapis Menjelaskan aturan main
a). Masing-masing kliean memperkenalkan diri : nama, nama panggilan
b). Jika ada klien yang mau meninggalkan kelompok harus meminta izin pada
aterapis
6
c). Lama kegiatan 45 menit

d). Setiap Klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir

3. Kerja

a. Terapi memperkenalkan diri (nama, dan nama paggilan) terapi meminta klien
memperkenalkan nama dan nama panggilan secara berurutan, dimulai dari klien yang
berada di sebelah kiri terapis, searah jarum jam
b. Terapis menjelaskan yang akan dilaksanakan, yaitu masing-masing klien membagi
pengalaman tentang halusinasi yang mereka alami dengan menceritakan.:

1) Isi halusinasi
2) Waktu terjadinya
3) Frekuensi halusinasi
4) Perasaan yang timbul saat mengalami halusinasi
5) Cara menghardik halusinasi

c. Meminta klien menceritakan halusinasi yang dialami secara berurutan.


d. Memberi pertanyaan mengenai halusinasi oleh praktikan
e. Lakukan kegiatan (b) sampai semua klien selesai mendapat giliran.

f. Setiap kali klien bisa menceritakan halusinasinya, terapis memberikan pujian.


g. Ajari Klien melatih cara menghardik halusinasi

4. Terminasi

a. Evaluasi

1) Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK

2) Terapis memberikan pujian atas keberhasilan anggota kelompok.

7
b. b . Rencana tindakan lanjut
1) Terapi menganjurkan kepada peserta jika mengalami halusinasi segera
menghubungi perawat atau teman lain .
c. Kontrak yang akan datang

1) Terapi membuat kesepakatan dengan klien kegiatan TAK berikutnya yaitu belajar
mengontrol halusinasi.
2) Terapis membuat kesepakatan dengan klien dan tempat TAK berikutnya.

B. Evaluasi dan dokumentasi

No Aspek yang dinilai Nama peserta TAK


A B C D
1. Menyebutkan isi halusinasi
2. Menyebutkan waktu halusinasi
3. Menyebutkan frekuensi halusinasi
4. Menyebutkan perasaan bila halusinasi timbul
5. Melakukan cara menghardik halusinasi

Petunjuk: dilakukan= 1 tidak dilakukan= 0

C. Kriteria Anggota Kelompok


1. Jumlah : 5 orang
2. Jenis Kelompok : Laki-laki dan Perempuan
3. Usia : Dewasa

8
D. Struktur Kelompok
1. Tempat Sesi : RIPD
2. Waktu Sesi : 30 menit
3. Jumlah Anggota : 5 orang
4. Jumlah Sesi : 1 sesi