Anda di halaman 1dari 24

RPP Mata Pelajaran Kimia - Kelas X

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

MATA PELAJARAN : KIMIA


KELAS /SEMESTER : X MIPA/GANJIL
MATERI : GAYA ANTAR MOLEKUL
PENYUSUN : ATMI SUINDARTI, S.Si, M.Pd

SMA SANTO BONAVENTURA MADIUN


2019

KIMIA-X-Ganjil-SMA Bona-2019 1
RPP Mata Pelajaran Kimia - Kelas X

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)


Sekolah : SMA ST. BONAVENTURA
Mata pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : X/1
Materi Pokok : Gaya Antar Molekul
Alokasi Waktu : 3 kali 45 menit

A. Kompetensi Inti
KI 1 dan KI 2
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya dengan menunjukkan perilaku
jujur, tanggung jawab, kerjasama, dan santun.

KI 3 KI 4
Memahami, menerapkan, menganalisis Mengolah, menalar, dan menyaji dalam
pengetahuan faktual, konseptual, ranah konkrit dan ranah abstrak terkait
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya dengan pengembangan dari yang
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
budaya, dan humaniora dengan wawasan dan mampu menggunakan metode sesuai
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, kaidah keilmuan.
dan peradaban terkait penyebab fenomena
dan kejadian, serta menerap-kan
pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk memecahkan
masalah.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


KOMPETENSI DASAR DARI INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
KI 3 dan 4
3.7 Menghubungkan interaksi 3.7.1 Memahami kekuatan relatif paku dan
antar ion, atom dan tembaga dengan diameter yang sama dengan
molekul dengan sifat cara membenturkan kedua logam tersebut.
fisika zat 3.7.2 Menganalisis sifat-sifat logam dikaitkan
4.7 Menerapkan prinsip dengan proses pembentukan ikatan logam.
interaksi antar
3.7.3 Menyimpulkan bahwa jenis ikatan kimia
ion, atom dan molekul
dalam menjelaskan sifat- berpengaruh kepada sifat fisik materi.
sifat fisik zat di 3.7.4 Menjelaskan perbedaan bentuk tetesan air di
sekitarnya. atas kaca dan di atas kaca yang dilapisi lilin.
3.7.5 Menganalisis penyebab air di atas daun talas
berbentuk butiran.
3.7.6 Menjelaskan interaksi antar molekul dan
konsekuensinya terhadap sifat fisik senyawa.
3.7.7 Memahami jenis-jenis interaksi antar
molekul(gaya London, interaksi dipol-dipol,
dan ikatan hidrogen) serta kaitannya dengan
sifat fisik senyawa.
4.7.1 Menerapkan prinsip interaksi antar ion,
atom dan molekul dalam menjelaskan sifat-
sifat fisik zat di sekitarnya
KIMIA-X-Ganjil-SMA Bona-2019 2
RPP Mata Pelajaran Kimia - Kelas X

C. Tujuan Pembelajaran
Melalui model pembelajaran Discovery Learning dengan menggali informasi dari berbagai
sumber belajar, penyelidikan sederhana dan mengolah informasi, diharapkan peserta didik
terlibat aktif selama proses belajar mengajar berlangsung, memiliki sikap ingin tahu, teliti
dalam melakukan pengamatan dan bertanggung jawab dalam menyampaikan pendapat,
menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik, serta dapat Menjelaskan interaksi antar
molekul (ikatan hidrogen, gaya Van-Der Walls), Menjelaskan kaitan interaksi antar molekul
(ikatan hidrogen, gaya Van-Der Walls) dengan sifat fisik senyawa serta Menerapkan konsep
kepolaran untuk menentukan kelarutan suatu zat dalam pelarut.

D. Materi Pembelajaran
Gaya antar molekul

E. Pendekatan, Metode dan Model Pembelajaran


Pendekatan : saintifik
Model Pembelajaran : Discovery Learning
Metode Pembelajaran : Diskusi, eksperimen, presentasi, tanya jawab, dan ceramah

F. Media Pembelajaran
Media/Alat : Lembar Kerja, Papan Tulis/White Board, LCD, alat Lab

G. Sumber Belajar
1. Buku Kimia Kelas X, Erlangga, PR Intan Pariwara
2. Internet.
3. Buku/ sumber lain yang relevan.

H. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1

Pendahuluan (15 menit)


1. Memberi salam dan berdoa sebelum pembelajaran dimulai;
2. Mencek kehadiran peserta didik
3. Mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan;
4. Guru mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari
(bentuk Molekul)
5. Guru menyampaikan manfaat materi pembelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan
sehari-hari
6. Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai
7. Guru menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan.

Kegiatan Inti (90 menit)


a. Stimulation (memberi stimulus)
1. Peserta didik memperhatikan dan mengamati titik didih beberapa bahan kimia di
laboratorium, yaitu : air (H2O), asam klorida (HCl), asam Florida (HF) yang disajikankan
lewat LCD. Contoh bahan pengamatan:

Pernahkah kalian pernah melihat dan memperhatikan material berupa garam gapur,
gula dan air? Perbedaan apakah yang dapat dikemukakan dari ketiga zat tersebut? Bagaimana
atom-atom tersebut saling berikatan sehingga terbentuk senyawa.

KIMIA-X-Ganjil-SMA Bona-2019 3
RPP Mata Pelajaran Kimia - Kelas X

b. Problem Statement (mengidentifikasi masalah)


1. Perserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok (penentuan kelompok ditetapkan oleh
guru). Tiap kelompok terdiri 4–5 orang.
2. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menuliskan gaya antar molekul dan
pengaruhnya terhadap sifat fisik, baerupa kelarutan dalam air dan titik didih
3. Dibagikan bahan bacaan tambahan disamping buku-buku yang telah dimiliki peserta didik
untuk bahan diskusi perserta didik.

c. Data Collecting (mengumpulkan data);


1. Peserta didik mencari dan mengumpulkan data dari hasil diskusi maupun dari tanyangan
presentasi tentang
a. Jeenis interaksi
b. Ikstsn hidrogen
c. Gaya vanderwall
d. Pengaruh terhadap sifat fisik
2. Peserta didik terlibat aktif dalam diskusi dan mengkaji peristiwa-peristiwa yang disajikan
kemudian menyelesaikan masalah yang ada, peserta didik termotivasi untuk berdiskusi dalam
menggali informasi dari berbagai sumber maupun hand-out yang telah dibagikan.

3. Peserta didik termotivasi untuk berdiskusi dan melakukan percobaan sederhana perbedaan
sifat senyawa ion dan senyawa kovalen.

4. Peserta didik menuliskan hasil pekerjaanya (untuk masing-masing peserta didik) dan hasil
diskusi kelompok pada kertas manila yang telah disediakan dengan kreativitas masing-
masing.

d. Data Processing (mengolah data);


1. Peserta didik menuliskan hasil diskusi pada lembar aktivitas siswa
2. Guru memantau jalannya diskusi dan membimbing peserta didik untuk mempresentasikan
hasil diskusinya.
3. Masing-masing kelompok untuk mempresentasikan dengan menempelkan hasil-hasil kerja
kelompok di sekitar dinding ruang belajar.

e. Verification (memverifikasi);
1. Hasil-hasil kerja kelompok yang telah dituliskan (ditempelkan di dinding) untuk digunakan
sebagai bahan pada langkah berikutnya.

KIMIA-X-Ganjil-SMA Bona-2019 4
RPP Mata Pelajaran Kimia - Kelas X

2. Perwakilan kelompok memperhatikan sajian/paparan serta menilai hasil karya dari kelompok
lain yang telah ditempelkan pada dinding sekitar ruang belajar, mencermatinya dan
membandingkan dengan hasil dari kelompoknya sendiri kemudian mendiskusikan kembali
pada kelompok masing-masing.

3. Perwakilan kelompok untuk memberikan tanggapan dengan mengajukan pertanyaan,


meminta konfirmasi ataupun memberikan masukkan terhadap kelompok lainnya.

4. Guru mencatat hal-hal yang menyimpang atau tumpang tindih atau “unik” antara kelompok
yang satu dengan yang lain.

5. Guru menilai keaktifan peserta didik (individu dan kelompok) dalam kelas saat berdiskusi,
merancang/melakukan penyelidikan sederhana maupun presentasi berlangsung.

f. Generalization (menyimpulkan);
1. Peserta didik mengkaji ulang dan menyimpulkan hasil diskusi dalam kelompok tentang gaya
antar molekul dan pengaruhnya terhadap sifat fisik

2. Guru memberikan penguatan dengan memberikan penjelasan terhadap materi yang masih.

Penutup (30 menit)


1. Memfasilitasi dalam menemukan kesimpulan tentang gaya antar molekul dan pengaruhnya
terhadap sifat fisik melalui review indikator yang hendak dicapai pada hari itu.
2. Memberikan tugas kepada peserta didik, dan mengingatkan peserta didik untuk mempelajari
materi yang akan dibahas dipertemuan berikutnya maupun mempersiapkan diri menghadapi
tes/ evaluasi akhir di pertemuan berikutnya (kegiatan ini dilakukan di pertemuan ke-1).
3. Melakukan penilaian untuk mengetahui tingkat ketercapaian indikator (kegiatan ini
dilakukan di pertemuan ke-2).
4. Memberi salam.

I. Penilaian

1. Teknik Penilaian:
a. Penilaian Sikap : Observasi/pengamatan/Jurnal
b. Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis
c. Penilaian Keterampilan : Unjuk Kerja/ Praktik, Portofolio

2. Bentuk Penilaian :
a. Observasi : lembar pengamatan aktivitas peserta didik
b. Tes tertulis : uraian dan lembar kerja
c. Unjuk kerja : lembar penilaian presentasi
d. Portofolio : penilaian laporan

3. Instrumen Penilaian (terlampir)

4. Remedial
a. Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang capaian KD nya belum tuntas

KIMIA-X-Ganjil-SMA Bona-2019 5
RPP Mata Pelajaran Kimia - Kelas X

b. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remidial teaching (klasikal), atau


tutor sebaya, atau tugas dan diakhiri dengan tes.
c. Tes remedial, dilakukan sebanyak 2 kali dan apabila setelah 2 kali tes remedial belum
mencapai ketuntasan, maka remedial dilakukan dalam bentuk tugas tanpa tes tertulis
kembali.

5. Pengayaan
a. Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran
pengayaan sebagai berikut:
- Siwa yang mencapai nilai n(ketuntasan)  n  n(maksimum) diberikan materi
masih dalam cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan
- Siwa yang mencapai nilai n  n(maksimum) diberikan materi melebihi cakupan
KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.

Madiun, 15 Juli 2019


Mengetahui
Kepala SMA St. Bonaventura Guru Mata Pelajaran,

Drs. Y. Agung Sriyanto Atmi Suindarti, S.Si, M.Pd

KIMIA-X-Ganjil-SMA Bona-2019 6
RPP Mata Pelajaran Kimia - Kelas X

LAMPIRAN-LAMPIRAN RPP
1. Contoh Uraian Materi
GAYA ANTAR MOLEKUL

Dalam kehidupan sehari-hari, kita menemukan berbagai jenis zat yangpartikelnya berupa
molekul dan berbeda fasa. Dalam fasa gas, pada suhu tinggi dan tekanan yang relatif rendah (jauh di
atas titik didihnya), molekul-molekul benar-benar berdiri sendiri, tidak ada gaya tarik antarmolekul.
Akan tetapi, pada suhu yang relatif rendah dan tekanan yang relatif tinggi, yaitu mendekati titik
embunnya, terdapat suatu gaya tarik-menarik antarmolekul. Gaya tarik menarik antar molekul itulah
yang memungkinkan suatu gas dapat mengembun(James E. Brady, 1990).
Molekul-molekul dalam zat cair atau dalam zat padat diikat oleh gaya tarikmenarik antar molekul.
Oleh karena itu, untuk mencairkan suatu zat padat atau untuk menguapkan suatu zat cair diperlukan
energiuntuk mengatasi gaya tarik-menarik antar molekul. Makin kuat gaya tarik antar molekul, makin
banyak energi yang diperlukan untuk mengatasinya, maka semakin tinggi titik cair atau titik didih.

1. Ikatan Hidrogen
Antara molekul-molekul yang sangat polar dan mengandung atom hydrogen terjadi ikatan
hidrogen. Titik didih senyawa “hidrida” dari unsur-unsur golongan A, VA, VIA, dan VIIA,
diberikan pada gambar berikut.

Gambar : Titik didih senyawa hidrida dari unsur-unsur golongan IVA, VA, VIA, dan VIIA. Sumber: Chemistry,
The Molecular Nature of Matter and Change, Martin S. Silberberg.2000.

Perilaku normal ditunjukkan oleh senyawa hidrida dari unsur-unsur golongan IVA, yaitu titik
didih meningkat sesuai dengan penambahan massa molekul. Kecenderungan itu sesuai dengan yang
diharapkan karena dari CH ke SnH massa molekul relatif meningkat, sehingga gaya Van der Waals
juga makin kuat. Akan tetapi, ada beberapa pengecualian seperti yang terlihat pada gambar, yaitu HF,
H2O, dan NH3. Ketiga senyawa itu mempunyai titik didih yang luar biasa tinggi dibandingkan anggota
lain dalam kelompoknya. Fakta itu menunjukkan adanya gaya tarik-menarik antarmolekul yang
sangat kuat dalam senyawa-senyawa tersebut. Walaupun molekul HF, H2O, dan NH bersifat polar,
gaya dipol-dipolnya tidak cukup kuat untuk menerangkan titik didih yang mencolok tinggi itu.
Perilaku yang luar biasa dari senyawa-senyawa yang disebutkan di atas disebabkan oleh
ikatan lain yang disebut ikatan hidrogen (James E. Brady,2000). Oleh karena unsur F, O, dan N
sangat elektronegatif, maka ikatan F – H, O – H, dan N – H sangat polar, atom H dalam senyawa-
senyawa itu sangat positif. Akibatnya, atom H dari satu molekul terikat kuat pada atom unsur yang
sangat elektronegatif (F, O, atau N) dari molekul tetangganya melalui pasangan elektron bebas pada
atom unsur berkeelektronegatifan besar itu. Ikatan hidrogen dalam H2O disajikan pada gambar berikut
:

KIMIA-X-Ganjil-SMA Bona-2019 7
RPP Mata Pelajaran Kimia - Kelas X

Gambar : Molekul polar air (kiri) dan ikatan hidrogen pada air (kanan). Sumber:Chemistry, The Molecular Nature of
Matter and Change, Martin S. Silberberg. 2000.

2. Gaya Tarik Dipol-dipol


Molekul yang sebaran muatannya tidak simetris, bersifat polar dan
mempunyai dua ujung yang berbeda muatan (dipol). Dalam zat polarmolekulnya cenderung
menyusun diri dengan ujung (pol) positif berdekatan dengan ujung (pol) negatif dari molekul di
dekatnya. Suatu gaya tarik-menarik yang terjadi disebut gaya tarik dipol-dipoldibandingkan gaya
dispersi (gaya London), sehingga zat polar cenderung mempunyai titik cair dan titik didih lebih tinggi
dibandingkan zat nonpolar yang massa molekulnya kira-kira sama. Contohnya normal butana dan
aseton
Gaya-gaya antarmolekul, yaitu gaya dispersi (gaya London) dan gaya dipoldipol, secara
kolektif disebut gaya Van Der Waals. Gaya dispersi setiap zat, baik polar maupun nonpolar zat polar
menambah gaya dispersi dalam zat itu. Dalam membandingkan zat -zat yang mempunyai massa
molekul relatif (Mr) kira-kira sama, adanya gaya dipol-dipol dapat menghasilkan perbedaan sifat yang
cukup nyata. Misalnya,normal butana dengan aseton. Akan tetapi dalam membandingkan zat dengan
Massa molekul relatif (Mr) yang berbeda jauh, gaya dispersi menjadi lebih penting. Misalnya, HCl
dengan HI, HCl (momen dipol = 1,08) lebih polar dari HI (momen dipol = 0,38). Kenyataannya, HI
mempunyai titik didih lebih tinggi dari pada HCl. Fakta itu menunjukkan bahwa gaya Vlebih kuat
daripada HCl. Berarti, lebih polarnya HCl tidak cukup untuk mengimbangi kecenderungan
peningkatan gaya dispersi akibat pertambahan massa molekul dari HI.

3. Gaya Tarik-Menarik Dipol Sesaat – Dipol Terimbas (Gaya London)


Antarmolekul nonpolar terjadi tarik-menarik yang lemah akibat terbentuknya dipol sesaat.
Pada waktu membahas struktur elektron, kita mengacu pada peluang untuk menemukan elektron di
daerah tertentu pada waktu tertentu. Elektron senantiasa bergerak dalam orbit. Perpindahan elektron
dari suatu daerah ke daerah lainnya menyebabkan suatu molekul yang secara normal bersifat nonpolar
menjadi polar, sehingga terbentuk suatu dipol sesaat. Dipol yang terbentuk dengan cara itu disebut
dipol sesaat karena dipol itu dapat berpindah milyaran kali dalam 1 detik. Pada saat berikutnya, dipol
itu hilang atau bahkan sudah berbalik arahnya. Suatu saat yang mungkin terjadi digambarkan pada
gambar berikut :

Gaya London

Dipol sesaat pada suatu molekul dapat mengimbas pada molekul di sekitarnya, sehingga
membentuk suatu dipol terimbas. Hasilnya adalah suatu gaya tarik-menarik antarmolekul yang lemah.
Penjelasan teoritis mengenai gaya-gaya ini dikemukakan oleh Fritz London pada tahun 1928. Oleh
karena itu gaya ini disebut gaya London (disebut juga gaya dispersi).

KIMIA-X-Ganjil-SMA Bona-2019 8
RPP Mata Pelajaran Kimia - Kelas X

Kemudahan suatu molekul untuk membentuk dipol sesaat atau untuk mengimbas suatu
molekul disebut polarisabilitas. Polarisabilitas berkaitan dengan massa molekul relatif (M
) dan bentuk molekul. Pada umumnya, makin banyak jumlah elektron dalam molekul, makin mudah
mengalami polarisasi. Oleh karena jumlah elektron berkaitan dengan massa molekul relatif, maka
dapat dikatakan bahwa makin besar massa molekul relatif, makin kuat gaya London. Misalnya, radon
(Ar = 222) mempunyai titik didih lebih tinggi dibandingkan helium (A = 4), 221 K untuk Rn
dibandingkan dengan 4 K untuk He. Molekul yang bentuknya panjang lebih mudah mengalami
polarisasi dibandingkan molekul yang kecil, kompak, dan simetris. Misalnya, normal pentana
mempunyai titik cair dan titik didih yang lebih tinggi dibandingkan neopentana. Kedua zat itu
mempunyai massa molekul relatif yang sama besar.
r

KIMIA-X-Ganjil-SMA Bona-2019 9
RPP Mata Pelajaran Kimia - Kelas X

1. Penilaian

INTRUMEN PENILAIAN SIKAP


Nama Satuan pendidikan : SMA Negeri AGAM CENDEKIA
Tahun pelajaran : 2016/2017
Kelas/Semester : X / Semester I
Mata Pelajaran : Kimia
KEJADIAN/ BUTIR POS/
NO WAKTU NAMA TINDAK LANJUT
PERILAKU SIKAP NEG
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

KIMIA-X-Ganjil-SMA Bona-2019 10
RPP Mata Pelajaran Kimia - Kelas X

INSTRUMEN PENUGASAN MANDIRI TERSTRUKTUR


Satuan Pendidikan : SMA St. Bonaventura
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas : X
Kompetensi dasar : 3. 7 Menghubungkan interaksi antar ion, atom dan molekul dengan
sifat fisika zat
4.7 Menerapkan prinsip interaksi antar
ion, atom dan molekul dalam menjelaskan sifat-sifat fisik zat di
sekitarnya

Materi : Ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi dan ikatan logam.

Contoh Tugas:

Buatlah tugas dalam bentuk laporan kelompok yang memuat tentang:

1. Pada kehidupan sehari-hari produk -produk yang mengandung senyawa


ion dan dan produk yang mengandunf senyawa kovalen

2. Tuliskan perbedaan cara pembentukan senyawa ion dan senyawa kovalen

3. Analisis cara membedakan senyawa ion dan senyawa kovalen ditinjau dari
sifat fisika dan sifat kimia

4. Atomunsur atom X dengan atom unsur Y dengan nomor atom secara


berturut-turut 17 dan 12.
a. Tuliskan rumus kimia dan jenis ikatan yang terbentuk
b. Bila arus listrik dialirkan pada larutan senyawa yang terbentuk dari X
dan Y, apakah larutan dapat menghantarkan listrik. Jelaskan
c. Untuk senyawa X dan Y, perkirakan :
1) Apakah titik didihnya relative tinggi/rendah
2) Kelarutannya dalam air (mudah/sukar)

KIMIA-X-Ganjil-SMA Bona-2019 11
RPP Mata Pelajaran Kimia - Kelas X

Rubrik Penilaian

Nama peserta didik/kelompok : …………………………………………………


Kelas : ………………………………………………….
Tanggal Pengumpulan : .................................................................

No Kategori Skor Alasan


1. 1. Apakah tugas dikerjakan lengkap dan sesuai
dengan tanggal pengumpulan yang telah
disepakati?
2. 3. Apakah terdapat daftar pustaka sumber
infomasi dalam penyelesaian tugas yang
dikerjakan?
3. Apakah terdapat gambar / tabel dibuat yang
menarik sesuai dengan konsep?
4. Apakah bahasa yang digunakan untuk
menginterpretasikan lugas, sederhana, runtut
dan sesuai dengan kaidah EYD?
5. Apakah laporan yang dikerjakan sesuai
dengan konsep yang telah dipelajari?
6. Apakah dibuat kesimpulan?
Jumlah

Kriteria:
5 = sangat baik, 4 = baik, 3 = cukup, 2 = kurang, dan 1 = sangat kurang

SkorPerolehan
Nilai Perolehan = × 100
skor maksimal

KIMIA-X-Ganjil-SMA Bona-2019 12
RPP Mata Pelajaran Kimia - Kelas X

Kisi-kisi soal

Rubrik
No
No Aspek IPK Teknik Bentuk Instrumen Penilaian/ Kunci
IPK Penilaian penilaian Penilaian Jawaban

1 Pengetahuan 3.5.7 Diberikan data sifat fisik dan daya hantar zat A dan zat B, Tertulis PG Terlampir E
peserta didik dapat menentukan jenis ikatan yang terdapat pada
kedua zat tersebut dengan benar
3.5.3 Diberikan data no atom beberapa unsur, peserta didik dapat Tertulis PG Terlampir A
menentukan pasangan unsur yang dapat membentuk ikatan ion
3.5.8 Diberikan data keelektronegatifan beberapa unsur, peserta Tertulis PG Terlampir A
didik dapat menentukan pasangan unsur yang membentuk
senyawa paling polar
3.5.2 Diberikan beberapa rumus senyawa dan data nomor atom, Tertulis PG Terlampir B
peserta didik dapat mengelompokkan senyawa yang memenuhi
kaidah Lewis
3.5.4 Diberikan beberapa rumus senyawa, peserta didik dapat Tertulis PG Terlampir D
mengelompokkan ke dalam kelomok senyawa ion/kovalen
3.5.6 Diberikan data nomor atom dua unsur, peserta didik dapat Tertulis PG Terlampir C
memprediksi rumus kimia dan jenis ikatan yang terbentuk bila
dua unsur tersebut membentuk ikatan
2 Diberikan gambar gelas berisi campuran oli dan air serta data Tertulis PG Terlampir Terlampir
keelektronegatifan beberapa unsur, peserta didik dapat
memprediksi jenis ikatan, kepolaran dan kelarutan senyawa
yang terbentuk dalam air

KIMIA-X-Ganjil-SMA Bona-2019 13
RPP Mata Pelajaran Kimia - Kelas X

INSTRUMEN TES TERTULIS

Satuan Pendidikan : SMA St. Bonaventura Madiun


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas : X
Kompetensi dasar : 3.7 Menghubungkan interaksi antar ion, atom dan molekul dengan sifat
fisika zat

Soal:

A. Pilihlah satu jawaban yang paling benar!


1. Perhatikan data sifat fisik dari 2 buah zat berikut!

No Sifat fisik Zat A Zat B


1 Daya hantar listrik lelehan Menghantar listrik Tidak menghantar listrik
2 Daya hantar listrik larutan Menghantar listrik Tidak menghantar listrik
3 Titik didik dan titik leleh Tinggi Rendah

Data berikut ini sifat fisis dari 2 jenis zat : Berdasarkan data tersebut, jenis ikatan yang
terdapat dalam zat A dan B berturut-turut adalah.
A. logam dan kovalen polar
B. kovalen non polar dan kovalen non polar
C. kovalen polar dan ion
D. hidrogen dan kovalen polar
E. ion dan kovalen non polar

2. Diketahui beberapa unsur dengan nomor atom: 17X, 3Y, 16Z, 19A, dan 20B. Pasangan
unsur yang dapat membentuk ikatan ion adalah....
A. A dan X
B. X dan Z
C. A dan Y
D. B dan Y
E. A dan B

3. Tabel berikut berisi data keelektronegatifan lima buah unsur:


Unsur Keelektronegatifan
M 3,98
P 3,16
Q 2,96
R 2,66
T 2,20
Senyawa yang paling polar adalah ….
A. MT
B. QR
C. QT
D. MR
E. RT

KIMIA-X-Ganjil-SMA Bona-2019 14
RPP Mata Pelajaran Kimia - Kelas X

4. Perhatikan beberapa senyawa berikut :


(1) CO2
(2) NH3
(3) CH4
(4) BCl3
(5) H2O
Diketahui nomor atom : H = 1, B = 5, C = 6, N = 7, O = 8, dan Cl = 17
Berdasarkan struktur Lewisnya senyawa memenuhi kaidah oktet adalah ……..
A. (1), (2), dan (4)
B. (2), (3), dan (5)
C. (2), (4), dan (5)
D. (3), (4), dan (5)
E. (1), (3), dan (4)
,
5. Kelompok senyawa berikut yang merupakan kelompok senyawa ion adalah.....
A. NaCl dan HCl
B. H2O dan CO2
C. MgCl2 dan NH3
D. BaCl2 dan MgCl2
E. NaClO2 dan H2O

6. Unsur 11X23 berikatan dengan unsur 8Y16 membentuk suatu senyawa. Rumus kimia dan jenis
ikatan pada senyawa yang terbentuk adalah…
A. XY, ionik
B. XY2, ionik
C. X2Y, ionik
D. XY, kovalen
E. X2Y, kovalen

KIMIA-X-Ganjil-SMA Bona-2019 15
RPP Mata Pelajaran Kimia - Kelas X

Critical Thinking, HOTS

B. Selesaikan permasalahan berikut:

Minyak dan Air

Senyawa dibedakan menjadi dua berdasarkan kepolarannya, yaitu senyawa yang polar dan senyawa
yang non polar. Salah satu contoh senyawa polar adalah air, sedangkan senyawa non polar adalah oli.

Air
(senyawa kovalen
polar)

Oli
(senyawa kovalen non
polar)

Sumber : www.pertamax7.net

Data kelektronegatifan

No Unsur No atom Kelektronegatifan


1 H 1 2,1
2 C 6 2,5
3 O 8 3,5
4 X 7 3,0
Keterangan : Perbedaan keelektronegatifan antar atom dalam suatu senyawa :
 Jika kurang dari atau sama dengan 0,4 tergolong senyawa non polar,
 Jika perbedaan keelektronegatifannya di atas 0,4 s.d. 1,7 tergolong senyawa polar.

Berdasarkan data di atas :


Bagaimana pendapat kamu jika senyawa yang terbentuk dari atom unsur X berikatan dengan atom
unsur H membentuk senyawa dicampur dengan air?

KIMIA-X-Ganjil-SMA Bona-2019 16
RPP Mata Pelajaran Kimia - Kelas X

Pedoman pensekoran :

Alternatif Penyelesaian Skor

 Ikatan pada molekul air adalah ikatan kovalen polar karena memiliki
perbedaan keelektronegatifan O dan H = 3,5 – 2,1 = 1,4 1
 Ikatan pada oli adalah ikatan kovalen non polar karena selisih
keelektronegatifan C dan H = 2,5 – 2,1 = 0,4 1
 Ikatan antara 7X : 2,5 dengan 1H : 1 akan membentuk XH3 yang bersifat
polar 1
 Dengan selisih keelektronegatifan = 3,0 – 2,1 = 0,9 1
 Karena senyawa XH3 bersifat polar maka akan larut baik bila dicampur
dengan air. 1

Total skor 5

SkorPerolehan
Nilai Perolehan = × 100
skor maksimal

KIMIA-X-Ganjil-SMA Bona-2019 17
RPP Mata Pelajaran Kimia - Kelas X

INSTRUMEN PENILAIAN PRESENTASI


Nama Satuan pendidikan : SMA
Tahun pelajaran :
Kelas/Semester : X / Semester I
Mata Pelajaran : Kimia
Kelengkapan Penulisan Kemampuan
Total Nilai
No Nama Siswa Materi Materi Presentasi
Skor Akhir
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
1

10

11

12

SkorPerolehan
Nilai Perolehan = × 100
Skor maksimal

KIMIA-X-Ganjil-SMA Bona-2019 18
RPP Mata Pelajaran Kimia - Kelas X

PEDOMAN PENSKORAN:

SKOR
NO ASPEK KRITERIA YANG DINILAI
MAKS
 Presentasi terdiri atas, Judul, Isi Materi dan
Daftar Pustaka
 Presentasi sistematis sesuai materi
4
 Menuliskan rumusan masalah
1 Kelengkapan Materi  Dilengkapi gambar / hal yang menarik yang
sesuai dengan materi
 Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3
 Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2
 Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1
 Materi dibuat dalam bentuk charta / Power Point
 Tulisan terbaca dengan jelas
4
 Isi materi ringkas dan berbobot
2 Penulisan Materi  Bahasa yang digunakan sesuai dengan materi
 Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3
 Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2
 Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1
 Percaya diri, antusias dan bahasa yang lugas
 Seluruh anggota berperan serta aktif
 Dapat mengemukanan ide dan berargumentasi 4
dengan baik
3 Kemampuan presentasi
 Manajemen waktu yang baik
 Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3
 Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2
 Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1
SKOR MAKSIMAL 12

KIMIA-X-Ganjil-SMA Bona-2019 19
RPP Mata Pelajaran Kimia - Kelas X

LEMBAR KEGIATAN SISWA


(LKS)
Nama Siswa :..................................
Kelas/No :..................................

Kompetensi Dasar :
Menghubungkan interaksi antar ion, atom dan molekul dengan sifat fisika zat
INTERAKSI ANTAR MOLEKUL
Nama

Kelas

Indikator :
Menjelaskan interaksi antar molekul (gaya antar molekul) dengan sifatnya.
Materi :
Gaya Antar Molekul
 Dalam kehidupan sehari-hari, kita menemukan berbagai jenis zat yang partikelnya berupa
molekul dan berbeda fasa. Dalam fasa gas, pada suhu tinggi dan tekanan yang relatif rendah
(jauh di atas titik didihnya), molekul-molekul benar-benar berdiri sendiri, tidak ada gaya tarik
antarmolekul.
 Akan tetapi, pada suhu yang relatif rendah dan tekanan yang relatif tinggi, yaitu mendekati
titik embunnya, terdapat suatu gaya tarik-menarik antarmolekul. Gaya tarik menarik antar
molekul itulah yang memungkinkan suatu gas dapat mengembun (James E. Brady, 1990).
 Molekul-molekul dalam zat cair atau dalam zat padat diikat oleh gaya tarikmenarik antar
molekul. Oleh karena itu, untuk mencairkan suatu zat padat atau untuk menguapkan suatu zat
cair diperlukan energi untuk mengatasi gaya tarik-menarik antar molekul.
 Makin kuat gaya tarik antar molekul, makin banyak energi yang diperlukan untuk
mengatasinya, maka semakin tinggi titik cair atau titik didih.

Jenis Gaya Tarik Antar Molekul


1. Gaya Dipol – dipol
 Merupakan gaya tarik – menarik listrik antara ujung (pol) negative dari satu molekul dengan
ujung (pol) positif molekul lain disekitarnya
 Terdapatnya dalam senyawa kovalen polar

2. Gaya Dipol – dipol Terimbas


 Merupakan gaya tarik-menarik antara dipole dari suatu molekul polar dengan dipole terimbas
dari molekul lain disekitarnya.

KIMIA-X-Ganjil-SMA Bona-2019 20
RPP Mata Pelajaran Kimia - Kelas X

 Terdapatnya antara zat polar dengan zat nonpolar

3. Gaya Dipol Sesaat Dipol Terimbas (Gaya London = Gaya Dispersi)


 Antar molekul nonpolar terjadi tarik-menarik yang lemah akibat terbentuknya dipol sesaat.
 Pada waktu membahas struktur elektron, kita mengacu pada peluang untuk menemukan
elektron di daerah tertentu pada waktu tertentu.
 Elektron senantiasa bergerak dalam orbit. Perpindahan electron dari suatu daerah ke daerah
lainnya menyebabkan suatu molekul yang secara normal bersifat nonpolar menjadi polar,
sehingga terbentuk suatu dipol sesaat.
 Dipol yang terbentuk dengan cara itu disebut dipol sesaat karena dipol itu dapat berpindah
milyaran kali dalam 1 detik. Pada saat berikutnya, dipol itu hilang atau bahkan sudah berbalik
arahnya. Suatu saat yang mungkin terjadi digambarkan pada gambar berikut :

 Dipol sesaat pada suatu molekul dapat mengimbas pada molekul di sekitarnya, sehingga
membentuk suatu dipol terimbas. Hasilnya adalah suatu gaya tarik-menarik antarmolekul
yang lemah.
 Penjelasan teoritis mengenai gaya-gaya ini dikemukakan oleh Fritz London pada tahun
1928. Oleh karena
 itu gaya ini disebut gaya London (disebut juga gaya dispersi) (James E. Brady,1990).
 Kemudahan suatu molekul untuk membentuk dipol sesaat atau untuk mengimbas suatu
molekul disebut polarisabilitas.
 Polarisabilitas berkaitan dengan massa molekul relatif (Mr) dan bentuk molekul. Pada
umumnya, makin banyak jumlah elektron dalam molekul, makin mudah mengalami
polarisasi.
 Oleh karena jumlah elektron berkaitan dengan massa molekul relatif, maka dapat dikatakan
bahwa makin besar massa molekul relatif, makin kuat gaya London.
 Misalnya, radon (Ar = 222) mempunyai titik didih lebih tinggi dibandingkan helium (Ar = 4),
221 K untuk Rn dibandingkan dengan 4 K untuk He.
 Molekul yang bentuknya panjang lebih mudah mengalami polarisasi dibandingkan molekul
yang kecil, kompak, dan simetris.
 Misalnya, normal pentana mempunyai titik cair dan titik didih yang lebih tinggi dibandingkan
neopentana.
 Kedua zat itu mempunyai massa molekul relatif yang sama besar.
 Gaya dispersi (gaya London) merupakan gaya yang relatif lemah. Zat yang molekulnya
bertarikan hanya berdasarkan gaya London, yang mempunyai titik leleh dan titik didih yang

KIMIA-X-Ganjil-SMA Bona-2019 21
RPP Mata Pelajaran Kimia - Kelas X

rendah dibandingkan dengan zat lain yang massa molekul relatifnya kira-kira sama. Jika
molekul-molekulnya kecil, zat-zat itu biasanya berbentuk gas pada suhu kamar, misalnya
hidrogen (H2), nitrogen (N2), metana (CH4), dan gas-gas mulia.

4. Ikatan Hidrogen
 Antara molekul-molekul yang sangat polar dan mengandung atom hydrogen (senyawa
hidrida) terjadi ikatan hidrogen.
 Titik didih senyawa “hidrida” dari unsur-unsur golongan IVA, VA, VIA, dan VIIA, diberikan
pada gambar

 Perilaku normal ditunjukkan oleh senyawa hidrida dari unsur-unsur golongan IVA, yaitu titik
didih meningkat sesuai dengan penambahan massa molekul.
 Kecenderungan itu sesuai dengan yang diharapkan karena dari CH4 ke SnH4 massa molekul
relatif meningkat, sehingga gaya Van der Waals juga makin kuat.

KIMIA-X-Ganjil-SMA Bona-2019 22
RPP Mata Pelajaran Kimia - Kelas X

 Akan tetapi, ada beberapa pengecualian seperti yang terlihat pada gambar, yaitu HF, H2O,
dan NH3. Ketiga senyawa itu mempunyai titik didih yang luar biasa tinggi dibandingkan
anggota lain dalam kelompoknya.
 Fakta itu menunjukkan adanya gaya tarik-menarik antarmolekul yang sangat kuat dalam
senyawa-senyawa tersebut. Walaupun molekul HF, H2O, dan NH3 bersifat polar, gaya dipol-
dipolnya tidak cukup kuat untuk menerangkan titik didih yang mencolok tinggi itu.
 Perilaku yang luar biasa dari senyawa-senyawa yang disebutkan di atas disebabkan oleh
ikatan lain yang disebut ikatan hidrogen (James E. Brady, 2000). Oleh karena unsur F, O, dan
N sangat elektronegatif, maka ikatan F – H, O – H, dan N – H sangat polar, atom H dalam
senyawa-senyawa itu sangat positif. Akibatnya, atom H dari satu molekul terikat kuat pada
atom unsur yang sangat elektronegatif (F, O, atau N) dari molekul tetangganya melalui
pasangan elektron bebas pada atom unsur berkeelektronegatifan besar itu.
 Ikatan hidrogen dalam H2O disajikan pada gambar

Soal :
1. Gaya Van Der Walls adalah

............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
2. Gaya London adalah
............................................................................................................................................................

............................................................................................................................................................
3. Ikatan Hidrogen adalah
............................................................................................................................................................

............................................................................................................................................................
4. Bagaimana pengaruh gaya tarik antar molekul terhadap sifat molekul ?

............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................

KIMIA-X-Ganjil-SMA Bona-2019 23
RPP Mata Pelajaran Kimia - Kelas X

............................................................................................................................................................
5. Kenapa titik didih H2O lebih tinggi dibanding dengan HF ? padahal HF merupakan molekul
polar yang mempunyai perbedaan keelektronegatifan lebih besar dibanding H2O, Jelaskan !

............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................

KIMIA-X-Ganjil-SMA Bona-2019 24

Anda mungkin juga menyukai