Anda di halaman 1dari 3

1.

DD Mumps dan Sialosis


2. Pada pemeriksaan penunjang mumps yg menjadi gold standar yg mana dan knp?
3. Jelaskan sdikit tentang bacterial sialadenitis kronis
4. Prognosis dari sialdenitis
5. Perawatan bacterial sialadenitis kronis

1. DD Mumps dan Sialosis


Sialosis (deskuamasi sel epitel kelenjar saliva dan disertai perubahan unsur-unsur kimia seperti
peningkatan kalsium dan penurunan natrium)

Mumps Sialosis
• Etiologinya disebabkan oleh RNA virus • Etiologinya disebabkan oleh perjalanan
yaitu paramyxovirus penyakit yang mendasari
• Bersifat self limitting • Penyakit yang dapat menyebabkannya
• Tidak diawali sakit gigi yaitu serosis hati, diabetes militus,
• Ada gejala prodromal malnutrisi, pecandu alkohol, def. vit C, B2
• Cuping telinga terangkat dan zat besi
• Lokasi pembengkakkan sangat khas • Ada benjolan seperti batu didasar mulut
jika dipalpasi
• Pembesaran kelenjar saliva asimptomatik
tanpa inflamasi
• Ada riwayat xerostomia
• Pembengkakkan kelenjar saliva bilateral
yang mengeras atau desquamasi sel epitel
kelenjar saliva
• Bengkak berulang

2. pemeriksaan gold standard


ELISA atau singkatan dari Enzyme-linked Immunosorbent Assay merupakan jenis immunoassay (uji
imun) yang telah digunakan secara luas. ELISA merupakan rapid test atau uji cepat dalam mendeteksi
antibodi atau antigen melawan virus, bakteri, atau bahan lain. Metode ELISA untuk mengukur reaksi
Antigen (Ag). Antibodi(Ab) meningkat penggunaannya dalam pendeteksian antigen (dari agen infeksius)
atau antibodi karena metodenya yang sederhana tapi sensitif.

Uji ELISA lebih peka karena dapat mendeteksi sejumlah kecil protein antibodi dalam serum. Hanya
membutuhkan serum dalam jumlah sedikit dibandingkan pemeriksaan yang lainya

4. Prognosis
Prognosis sialadenitis sangat baik. Kebanyakan kasus mudah diobati dan sembuh jika masalah yang
mendasari pada penyakit tersebut cukup dikendalikan. biasanya akan sembuh 1 minggu selama masa
perawatan, namun, edema di daerah tersebut dapat berlangsung beberapa minggu.

3. Bakterial Sialadenitis kronis


bacterial sialadenitis kronis terjadi setelah fase akut. Biasanya terjadi pada kelenjar submandibular,
pasien tidak merasakan sakit, kelenjar menjadi jaringan fibrous, terjadi peradangan akut eksaserbasi, ,
hyperplasic ductal epitelium dan puing-puing selular , kadang kadang gumpalan bakteri terlihat

5.perawatan bacterial sialadentis kronis


Probing atau pelebaran duktus akan sangat membantu jika terjadi penyempitan duktus sehingga
menghalangi aliran bebas dari saliva. Bila kasus infeksi kronis ini berulang-ulang terjadi, maka
diperlukan sialografi dan palpasi untuk mengevaluasi fungsi glandula. Jika terlihat adanya kerusakan
glandula yang cukup besar, perlu dilakukan ekstirpasi glandula

Catatan

Setelah masa viremia virus tidak ditemukan di darah.

Viremia adalah masa dimana virus berada di dalam aliran darah

Pada sekelompok virus (misalnya bakteriofag), RNA merupakan bahan genetik. Ia berfungsi sebagai
penyimpan informasi genetik, sebagaimana DNA pada organisme hidup lain. Ketika virus ini
menyerang sel hidup, RNA yang dibawanya masuk ke sitoplasma sel korban, yang
kemudian ditranslasi oleh sel inang untuk menghasilkan virus-virus baru.
Ribonukleoprotein (RNP) adalah kompleks RNA dan protein.Beberapa virus hanya memiliki
ribonukleoprotein sederhana, mengandung satu molekul RNA dan beberapa molekul protein yang
identik. Virus-virus lain memiliki ribonukleoprotein atau deoksiribonukleoprotein kompleks yang
mengandung sejumlah protein yang berbeda dan mempunyai jumlah molekul asam ribonuklet yang
banyak.

RNA duta (messenger-RNA, mRNA) adalah RNA yang sintesisnya diarahkan oleh gen pada berkas
DNA sebagai pembawa pesan[1]. Dengan kata lain, mRNA adalah RNA yang merupakan
hasil transkripsi DNA dan menjadi perantara pembawa urutan protein dalam proses translasi.
Molekul mRNA kemudian berinteraksi dengan perangkat pensintesis protein dalam sel untuk
memproduksi polipeptida.[1] mRNA memiliki tugas utama menjadi "pembawa pesan" kode dari DNA
kepada rRNA untuk "dibaca" dan selanjutnya diterjemahkan (translasi) menjadi urutan protein.

Polipeptida merupakan polimer yang tersusun dari beberapa peptida hasil pengikatan gugus
karboksil (COOH) dengan gugus amino. Satu atau lebih polipeptida dapat membentuk protein,
contohnya enzim. Polipeptida terbentuk melalui proses ekspresi gen yang terjadi di dalam sel.

Virus, anggota keluarga Paramyxoviridae, adalah partikel yang diselimuti yang mengandung molekul
RNA untai negatif non-segmented dari 15.384 nukleotida.
Paramyxovirus penting lainnya yang menginfeksi manusia dan ternak termasuk virus campak, virus
canine distemper, virus parainfluenza, virus penyakit Newcastle, virus syncytial pernapasan, dan
metapneumovirus

Genom yang dienkapsulasi (Gambar 1) berisi tujuh unit transkripsi yang terhubung secara tandem,
dalam urutan: nukleo- (N), V / P / I (protein V / fosfo- / I), matriks (M), fusi (F), kecil protein hidrofobik
(SH), haemagglutinin-neuraminidase (HN) dan besar (L)

Template untuk replikasi dan transkripsi virus adalah kompleks ribonucleoprotein (RNP), yang terdiri
dari viral load RNA negatif yang dienkapsulasi oleh protein N.

RNA polimerase yang bergantung pada RNA, suatu kompleks dari protein L dan P, bertindak
sebagai replikasi untuk menyalin indra negatif (-) RNA ke indra positif (+) RNA dan sebagai
transcriptase untuk menghasilkan mRNA dari (-) RNP dengan memasukkan pada satu promotor di
ujung 3 gen genom.

Dalam sel yang terinfeksi, glikoprotein HN dan F diangkut melalui retikulum endoplasma dan
kompleks Golgi ke permukaan sel. Protein M terlibat dalam melokalisasi RNP virus ke daerah
membran sel inang yang mengekspresikan glikoprotein F dan HN, memfasilitasi pertumbuhan virion
infeksi dari sel yang terinfeksi.

Glikoprotein HN bertanggung jawab atas perlekatan virus yang baru tumbuh ke sel tetangga melalui
reseptornya, asam sialat, yang banyak terdapat di permukaan sebagian besar sel hewan.