Anda di halaman 1dari 16

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah : SMA Islam Cipasung


Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : X/Ganjil
Materi Pokok : Hakikat Fisika dan Prosedur Ilmiah
Alokasi Waktu : 6JP x 45 menit (1 pertemuan, 3JP)

A. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, dan mampu memnggunakan metode sesuai dengan kaidah
keilmuan.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar (KD)
Pengetahuan Keterampilan
3.1 Menjelaskan hakikat ilmu Fisika 4.1 Membuat prosedur kerja ilmiah dan
dan perannya dalam kehidupan, keselamatan kerja misalnya pada
metode ilmiah, dan keselamatan pengukuran kalor
kerja di laboratorium
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
3.1.1 Menjelaskan hakikat ilmu fisika 4.1.1 Mendiskusikan tentang fenomena
3.1.2 Menerapkan ilmu fisika dalam fisika dalam kehidupan
kehidupan 4.1.2 Mempresentasikan tentang
3.1.3 Menerapkan metode ilmiah dalam pemanfaatan fisika dalam kehidupan
melakukan kegiatan pengukuran 4.1.3 Membuat prosedur kerja ilmiah dan
besaran fisika keselamatan kerja di laboratorium
3.1.4 Menerapkan keselamatan kerja di 4.1.4 Mempresentasikan prosedur kerja
laboratorium. ilmiah dan keselamatan kerja di
laboratorium

C. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan ekspositori, mengamati video dan diskusi, siswa mampu menerapkan
hakikat ilmu fisika, metode ilmiah dan keselamatan kerja di laboratorium serta peran
fisika dalam kehidupan . Dan siswa mampu menunjukkan sikap bertanggung jawab,
teliti, jujur, percaya diri dan rasa ingin tahu.

D. Materi Pembelajaran
Fakta Prinsip Konsep Prosedur
• Gejala alam secara • Metode penelitian • Fisika • Prosedur
umum yang • Langkah-langkah • Metode ilmiah kerja
menunjukkan hakikat penelitian • Variabel penelitian
fisika dalam kehidupan • Macam-macam penelitian pengukuran
sehari-hari. variabel • Keselamatan kalor.
• Sumber data penelitian. penelitian kerja
E. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Pendekatan Saintifik (Scientific Approach)
Model : Discovery Learning
Metode : Ekspositori, diskusi, studi literatur, penugasan

F. Media dan Alat Pembelajaran


Media : Video pembelajaran (peran fisika dalam kehidupan) dan ppt
Alat : Papan tulis, spidol, laptop, proyektor, dll.

G. Sumber Belajar
1. Buku Fisika untuk SMA dan MA Kelas X kurikulum 2013.
2. Sumber lain yang relevan (misalnya internet).

H. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Struktur
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Pembelajaran
Pendahuluan 1. Guru membuka pelajaran dan mengucapkan salam. 10 menit
2. Siswa mengkondisikan dirinya masing-masing
untuk mengawali kegiatan pembelajaran:
merapikan tempat duduk dan berdoa.
3. Guru melakukan presensi.
4. Guru melakukan apersepsi melalui tanya jawab
membahas tentang fenomena fisika dalam
kehidupan sehari-hari :
 Kenapa pemasangan bingkai jendela diberi
celah?
 Megapa bintang berkelap-kelip?
5. Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi
dasar yang akan dicapai.
6. Peserta didik menerima informasi tentang cakupan
materi dan teknik penilaian.
Struktur
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Pembelajaran
Kegiatan Inti Fase 1 : Stimulation (member stimulus) 110 menit
7. Peserta didik memperhatikan dan mengamati
fenomena fisika dalam kehidupan sehari-hari,
yaitu: langit.
Fase 2 : Problem Statement (mengidentifikasi
masalah)
8. Perserta didik membagi diri dalam beberapa
kelompok (penentuan kelompok ditetapkan oleh
guru). Tiap kelompok terdiri 4–5 orang.
9. Dibagikan bahan bacaan tambahan disamping
buku-buku yang telah dimiliki peserta didik untuk
bahan diskusi perserta didik
10. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk
menentukan konsep fenomena fisika
Fase 3 : Data Collecting (mengumpulkan data)
11. Peserta didik mencari dan mengumpulkan data dari
hasil diskusi tentang:
 Hakekat fisika dalam kehidupan sehari-hari
 Metode ilmiah
 Penulisan laporan ilmiah
 Prosedur keselamatan kerja di laboratorium
12. Peserta didik terlibat aktif dalam diskusi dan
mengkaji peristiwa-peristiwa yang disajikan
kemudian menyelesaikan masalah yang ada,
peserta didik termotivasi untuk berdiskusi dalam
menggali informasi dari berbagai sumber maupun
hand-out yang telah dibagikan.
13. Peserta didik termotivasi untuk berdiskusi materi
fenomena fisika dan penulisan laporan ilmiah serta
prosedur keselamatan kerja di laboratorium
Struktur
Kegiatan Pembelajaran Waktu
Pembelajaran
Fase 4 : Data Processing (mengolah data)
14. Peserta didik menuliskan hasil pekerjaanya (untuk
masing-masing peserta didik) dan hasil diskusi
kelompok pada kertas folio bergaris.
15. Peserta didik menuliskan hasil diskusi pada LKPD
Fase 5 : Verification (memverifikasi)
16. Hasil diskusi kelompok dipresentaikn di depan
kelas dan kelompok lain menanggapi (apabila
waktu tidak cukup maka dilakukan pada pertemuan
berikutnya)
Fase 6 : Generalization (menyimpulkan)
17. Peserta didik mengkaji ulang dan menyimpulkan
hasil diskusi dalam kelompok tentang fenomena
fisika
Kegiatan 18. Guru memfasilitasi dalam menemukan kesimpulan 15 menit
Penutup tentang fenomana alam melalui review indikator
yang hendak dicapai pada hari itu.
19. Guru dan siswa melakukan refleksi atau umpan
balik untuk memberikan penguatan kepada peserta
didik.
20. Siswa mengumpulkan hasil diskusi kelompok yang
telah dituliskan pada kertas folio bergaris dan
lembar kerja, dan mengingatkan peserta didik
untuk mempelajari materi yang akan dibahas
dipertemuan berikutnya maupun mempersiapkan
diri menghadapi tes/ evaluasi akhir di pertemuan
berikutnya.
21. Guru menutup pembelajaran dan memberi salam.

Pertemuan Kedua : Presentasi hasil diskusi pada pertemuan sebelumnya dan Evaluasi
I. Penilaian
1. Penilaian Sikap : Observasi (dilampirkan)
2. Penilaian Pengetahuan : Tes tertulis (dilampirkan)
3. Penilaian Keterampilan : Presentasi (dilampirkan)

J. Lampiran

Tasikmalaya, Juli 2019


Mengetahui
Kepala SMA Islam Cipasung, Guru Mapel Fisika

Hj. N. Ina Mutmainnah S. S.Pd., M.SI Sri Mulyani


NIP. 19820528200902 2 003

Lampiran 1. Isi Materi Pembelajaran

HAKIKAT FISIKA DAN PROSEDUR ILMIAH

A. Hakikat Fisika
Collette dan Chiappetta (1994) menyatakan bahwa “sains pada hakekatnya
merupakan sebuah kumpulan pengetahuan (“a body of knowledge”), cara atau jalan
berpikir (“a way of thinking”), dan cara untuk penyelidikan (“a way of investigating”)".
Pernyataan yang lebih tepat tentang hakekat sains adalah sebagai produk untuk
pengganti pernyataan sains sebagai sebuah kumpulan pengetahuan (“a body of
knowledge”), sains sebagai sikap untuk pengganti pernyataan sains sebagai cara
atau jalan berpikir (“a way of thinking”), dan sains sebagai proses untuk pengganti
pernyataan sains sebagai cara untuk penyelidikan (“a way of investigating”). Kesamaan
pandangan para guru dan pengajar tentang hakekat sains termasuk fisika di dalamnya
sangatlah penting, agar tidak terjadi disparitas dalam merencanakan dan
mengembangkan pembelajaran sains. Karena fisika merupakan bagian dari sains, maka
sampai pada tahap ini hakekat fisika adalah sama dengan hakekat sains. Jadi hakekat
fisika adalah sebagai produk (“a body of knowledge”), fisika sebagai sikap (“a way of
thinking”), dan fisika sebagai proses (“a way of investigating”).
Untuk memperjelas bagaimana fisika sebagi produk, fisika sebagai proses, dan fisika
sebagai sikap, masing-masing hakekat fisika tersebut dapat diuraikan sebagai berikut
(Sutrisno, 2006):
1. Fisika sebagai produk
Dalam rangka pemenuhan kebutuhan manusia, terjadi interaksi antara manusia
dengan alam lingkungannya. Interaksi itu memberikan pembelajaran kepada manusia
sehinga menemukan pengalaman yang semakin menambah pengetahuan dan
kemampuannya serta berubah perilakunya. Dalam wacan ilmiah, hasil-hasil penemuan
dari berbagai kegiatan penyelidikan yang kreatif dari pada ilmuwan diinventarisir,
dikumpulkan dan disusun secara sistematik menjadi sebuah kumpulan pengetahuan
yang kemudian disebut sebagai produk atau “a body of knowledge”. Pengelompokkan
hasil-hasil penemuan itu menurut bidang kajian yang sejenis menghasilkan ilmu
pengetahuan yang kemudian disebut sebagai fisika, kimia dan biologi. Untuk fisika,
kumpulan pengetahuan itu dapat berupa fakta, konsep, prinsip, hukum, rumus, teori
dan model.
a. Fakta
Fakta adalah keadaan atau kenyataan yang sesungguhnya dari segala peristiwa
yang terjadi di alam. Fakta merupakan dasar bagi konsep, prinsip, hukum, teori atau
model. Sebaliknya kita juga dapat menyatakan bahwa, konsep, prinsip, hukum, teori,
dan model keberadaannya adalah untuk menjelaskan dan memahami fakta. Seperti
misalnya air selalu mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih
rendah. Fenomena alam tersebut adalah sebagian contoh peristiwa fisika yang terjadi
di alam ini, sebuah fakta yang dapat dibuktikan lalu dikembangkan dan dievaluasi
lalu dirumuskan.
b. Konsep
Konsep adalah ide abstrak yang digunakan untuk mengklarifikasikan obyek-
obyek dan dinyatakan dengan suatu istilah atau rangkaian kata. Konsep menunjukkan
pengertian tentang suatu objek, disebut juga sebagai pembawa arti. Konsep dipakai
untuk mendeskripsikan objek yang diamati, baik materi atau energi. Contoh konsep
Fisika adalah: Suhu, Kecepatan, Momentum, dll. Menurut Bruner, Goodnow dan
Austin 4 (collette dan chiappetta: 1994) konsep memiliki lima elemen atau unsur
penting yaitu nama, definisi, atribut, nilai (value) dan contoh. Yang dimaksud dengan
atribut itu misalnya adalah warna, ukuran, bentuk, bau dan sebagainya. Sesuai
dengan perkembangan intelektual anak, keabstrakan dari setiap konsep adalah
berbeda bagi setiap anak. Menurut Herron dan kawan-kawan (dalam Collette dan
Chiappetta 1994), konsep fisika dapat dibedakan atas konsep yang baik contoh
maupun atributnya dapat diamati, konsep yang contohnya dapat diamati tetapi
atributnya tidak dapat diamati dan konsep yang baik contoh maupun atributnya tidak
dapat diamati.
c. Prinsip dan Hukum
Istilah prinsip dan hukum sering sering digunakan secara bergantian karena
dianggap sebagai sinonim. Prinsip dan hukum dibentuk oleh fakta atau fakta-fakta
dan konsep atau konsep-konsep. Ini sangat perlu dipahami bahwa hukum dan prinsip
fisika tidaklah mengatur kejadian alam (fakta), melainkan kejadian alam (fakta) yang
dijelaskan keberadaannya oleh prinsip dan atau hukum.
d. Rumus
Rumus adalah pernyataan matematis dari suatu fakta, konsep, prinsip, hukum
dan teori. Dalam rumus kita dapat melihat saling keterkaitan antara konsep-konsep
dan variable-variabel. Pada umumnya prinsip dan hukum dapat dinyatakan secara
matematis.
e. Teori
Teori adalah seperangkat konsep yang menjelaskan hubungan sistematis
suatufenomena alamiah dengan memerinci hubungan sebab-akibat yang terjadi.
Teori dirumuskan, dikembangkan dan dievaluasi menurut metode ilmiah. Penelitian
merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menguji suatu teori dengan fakta empiris.
Teori disusun untuk menjelaskan sesuatu yang tersembunyi atau tidak dapat
langsung diamati, misalnya teori atom, teori kinetik gas, teori relativitas. Teori
tetaplah teori tidak mungkin menjadi hukum atau fakta. Teo bersifat tentatif sampai
terbukti tidak benar dan diperbaiki. Hawking (1988) yang dikutip oleh Collette dan
Chiappetta (1994) menyatakan bahwa “Kita tidak dapat membuktikan kebenaran
suatu teori meskipun banyak hasil eksperimen mendukung teori tersebut, karena kita
tidak pernah yakin bahwa pada waktu yang akan datang hasilnya tidak akan
kontradiksi dengan teori tersebut, sedangkan kita dapat membuktikan ketidakbenaran
suatu teori cukup dengan hanya satu bukti yang menyimpang.Jadi, teori memiliki
fungsi yang berbeda dengan fakta, konsep maupun hukum”.
f. Model
Misalnya model gelombang cahaya, dalam kenyataannya cahaya bersifat
gelombang dan hal ini telah dibutikan melalui eksperimen di laboratorium.
Walaupun demikian, cahaya yang kita lihat langsung dengan mata tidak
menunjukkan bentuk sebagai gelombang. Untuk mengatasi hal ini, para fisikawan
menggunakan analogi (perbandingan) gelombang cahaya dengan gelombang air
karena kita sudah mengetahui dan sering melihat gelombang air. Jadi kita bisa
membayangkan bahwa cahaya seolah-olah terbuat dari gelombang-gelombang,
karena dalam berbagai eksperimen di laboratorium para fisikawan mengamati bahwa
cahaya juga berperilaku sebagai gelombang. Maka dari itu model adalah sebuah
presentasi yang dibuat untuk sesuatu yang tidak dapat dilihat. Model sangat berguna
untuk membantu memahami suatu fenomena alam juga berguna untuk membantu
memahami suatu teori. Sebagai contoh lain, model atom Bohr membantu untuk
memahami teori atom.

2. Fisika sebagai proses


Fisika sebagai proses atau juga disebut sebagai “a way of investigating” memberikan
gambaran mengenai bagaimana para ilmuwan bekerja melakukan penemuan-penemuan,
jadi fisika sebagai proses memeberikan gambaran mengenai pendekatan yang
digunakan untuk menyusun pengetahuan. Dalam fisika dikenal banyak metoda yang
menunjukkan usaha manusia untuk menyelesaikan masalah. Para ilmuwan astronomi
misalnya, menyusun pengetahuan mengenai astronomi dengan berdasarkan kepada
observasi dan prediksi. Ilmuwan lain banyak yang menyusun pengetahuan dengan
berdasarkan kepada kegiatan laboratorium atau eksperimen yang terfokus pada
hubungan sebab akibat. Sampai pada tahap ini kiranya cukup jelas bahwa, untuk
memahami fenomena alam dan hukum-hukum yang berlaku perlu dipelajari objek-
objek dan kejadian-kejadian di alam itu. Objek-objek dan kejadian-kejadian alam itu
harus diselidiki dengan melakukan eksperimen dan observasi serta dicari penjelasannya
melalui proses pemikiran untuk mendapatkan alasan dan argumentasinya. Jadi
pemahaman fisika sebagai proses adalah pemahaman mengenai bagaimana informasi
ilmiah dalam fisika diperoleh, diuji dan divalidasikan. Dari uraian di atas kiranya dapat
disimpulkan bahwa pemahaman fisika sebagai proses sangat berkaitan dengan kata-kata
kunci fenomena, dugaan, pengamatan, pengukuran, penyelidikan dan publikasi.

3. Fisika sebagai sikap


Dari penjelasan mengenai hakekat fisika sebagai produk dan hakekat fisika sebagai
proses di atas, tampak terlihat bahwa penyusunan pengetahuan fisika diawali dengan 9
kegiatan-kegiatan kreatif seperti pengamatan, pengukuran dan penyelidikan atau
percobaan, yang kesemuanya itu memerlukan proses mental dan sikap yang berasal dan
pemikiran. Jadi dengan pemikirannya orang bertindak dan bersikap, sehingga akhirnya
dapat melakukan kegiatan-kegiatan ilmiah itu. Pemikiran-pemikiran para ilmuwan yang
bergerak dalam bidang fisika itu menggambarkan, rasa ingin tahu dan rasa penasaran
mereka yang besar, diiringi dengan rasa percaya, sikap objektif, jujur dan terbuka serta
mau mendengarkan pendapat orang lain. Sikap-sikap itulan yang kemudian memaknai
hakekat fisika sebagai sikap atau “a way of thinking”. Oleh para ahli psikologi kognitif,
pekerjaaan dan pemikian para ilmuwan IPA termasuk fisika di dalmnya, dipandang
sebagai kegiatan kreatif, karena ide-ide dan penjelasan-penjelasan dari suatu gejala alam
disusun dalam fikiran. Oleh sebab itu, pemikiran dan argumentasi para ilmuwan dalam
bekerja menjadi rambu-rambu penting dalam kaitannya dengan hakekat fisika sebagai
sikap.
Lampiran 2. Instrumen Penilaian Sikap

INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP PADA KEGIATAN DISKUSI

Sekolah : SMA PGRI Parakan Muncang


Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : X/Ganjil
Materi Pokok : Hakikat Fisika dan Prosedur Ilmiah
1. Format Penilaian Sikap

Kerjasama
Sikap

Rasa Ingin
Tanggung

Percaya
jawab

Teliti

tahu
diri
No
Nama

1
2
3
4
5
...

2. Rubrik Penilaian Sikap


Sikap Skor Indikator
Tanggung 3 Siswa bertanggung jawab dengan aktif mengikuti diskusi.
jawab 2 Siswa kurang bertanggung jawab dengan kurang mengikuti
aktivitas diskusi.
1 Siswa tidak bertanggung jawab dengan tidak ikut serta dan
mengganggu aktivitas diskusi.
Teliti 3 Siswa melakukan praktikum dan menghitung data hasil
praktikum dengan teliti.
Siswa menghitung jawaban permasalahan dengan teliti.
2 Siswa melakukan praktikum dan menghitung data hasil
praktikum dengan kurang teliti.
Siswa menghitung jawaban permasalahan dengan kurang
Sikap Skor Indikator
teliti.
1 Siswa melakukan praktikum dan menghitung data hasil
praktikum dengan tidak teliti.
Siswa menghitung jawaban permasalahan dengan tidak teliti.
Jujur 3 Siswa mengerjakan praktikum dengan jujur (data yang
didapatkan benar berdasarkan hasil praktikum).
Siswa menyelesaikan permasalahan dengan jujur.
2 Siswa mengerjakan praktikum dengan kurang jujur (data
yang didapatkan beberapa berasal dari hasil praktikum
kelompok lain/internet).
Siswa menyelesaikan permasalahan dengan kurang jujur.
1 Siswa mengerjakan praktikum dengan tidak jujur (data yang
didapatkan berasal dari hasil praktikum kelompok
lain/internet).
Siswa menyelesaikan permasalahan dengan tidak jujur.
Percaya Diri 3 Siswa menyampaikan hasil praktikum dan diskusi kelompok
dengan percaya diri.
2 Siswa menyampaikan hasil praktikum dan diskusi kelompok
dengan kurang percaya diri.
1 Siswa menyampaikan hasil praktikum dan diskusi kelompok
dengan tidak percaya diri.
Rasa Ingin 3 Siswa aktif dalam bertanya atau melakukan pengamatan
Tahu dengan baik selama proses pembelajaran
2 Siswa kurang aktif dalam bertanya atau kurang melakukan
pengamatan selama proses pembelajaran
1 Siswa tidak aktif dalam bertanya atau tidak melakukan
pengamatan selama proses pembelajaran
Lampiran 3. Imstrumen Penilaian Pengetahuan

Kisi-kisi Tes Bab 1


IPK Materi Indikator Butir Soal Level Bentuk Nomor
Kognitif Soal Soal
3.1.1 Menjelas Hakikat Peserta didik dapat C2 Uraian 1
kan hakikat Ilmu menjelaskan hakikat–hakikat
ilmu fisika Fisika ilmu fisika
3.1.2 Menerap Peranan Peserta didik dapat C2 Uraian 2
kan ilmu Ilmu menjelaskan ruang lingkup
fisika dalam Fisika fisika dalam berbagai bidang
kehidupan
3.1.3 Menerap Metode Peserta didik dapat C2 Uraian 3
kan metode ilmiah menentukan langkah-
ilmiah dalam langkah metode ilmiah
melakukan
kegiatan
pengukuran
besaran fisika
3.1.4 Menerap Keselama Peserta didik dapat C2 Uraian 4
kan tan kerja menentukan simbol
keselamatan keselamatan kerja yang tepat
kerja di Peserta didik dapat C2 Uraian 5
laboratorium. menjelaskan prinsip
keselamatan kerja di
laboratorium
Peserta didik dapat C2 Uraian 6
menjelaskan 3 hal yang tidak
boleh dilakukan saat
melakukan percobaan di
Laboratorium
Lembar Instrumen
1. Jelaskan hakikat–hakikat ilmu fisika!
2. Jelaskan ruang lingkup fisika dalam berbagai bidang!
3. Tentukan langkah-langkah metode ilmiah!
4. Tentukan arti simbol keselamatan kerja berikut!

5. Jelaskan prinsip keselamatan kerja di laboratorium!


6. Jelaskan 3 hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan percobaan di
Laboratorium!

Contoh pedoman penskoran


No Uraian Jawaban Skor
1 Hakekat Ilmu Fisika adalah sebuah kumpulan pengetahuan dan jalan berpikir 20
untuk mengadakan penyelidikan.
Hakekat ilmu Fisika :
a. Fisika sebagai Produk
Manusia dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya terjadi interaksi antara
manusia dan lingkungannya. Adanya interaksi akan memberikan
pembelajaran sehingga dapat menemukan pengalaman yan akan
menambah pengetahuan atau wawasan dan kemampuan yang dapat
merubah perilakunya.
b. Fisika sebagai Proses
Fisika sebagai proses akan memberikan gambaran mengenai pendekatan
yang digunakan untuk menyusun pengetahuan.
c. Fisika sebagai Sikap
Adalah keingin tahuan manusia dengan melakukan kegiatan kreatif
melalui pengamatan ,pengukuran ,penyelidikan dan percobaan untuk
mendapatkan hasil atau tujuan.
Total Skor 20
Lampiran 5. Instrumen Penilaian Keterampilan

INSTRUMEN PENILAIAN PRESENTASI

Nama Satuan pendidikan : SMA PGRI Parakan Muncang


Tahun pelajaran : 2019/2020
Kelas/Semester : X / Ganjil
Mata Pelajaran : Fisika
Kelengkapan Penulisan Kemampuan
Total Nilai
No Nama Siswa Materi Materi Presentasi
Skor Akhir
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
1
2
3
4
...

SkorPerolehan
Nilai Perolehan = × 100
Skor maksimal

RUBRIK PENSKORAN:

NO ASPEK KRITERIA YANG DINILAI SKOR

 Presentasi terdiri atas, Judul, Isi Materi dan


Daftar Pustaka
 Presentasi sistematis sesuai materi
4
 Menuliskan rumusan masalah
Kelengkapan
1  Dilengkapi gambar / hal yang menarik yang
Materi
sesuai dengan materi
 Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3
 Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2
 Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1
NO ASPEK KRITERIA YANG DINILAI SKOR

 Materi dibuat dalam bentuk charta / Power Point


 Tulisan terbaca dengan jelas
4
 Isi materi ringkas dan berbobot
Penulisan
2  Bahasa yang digunakan sesuai dengan materi
Materi
 Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3
 Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2
 Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1
 Percaya diri, antusias dan bahasa yang lugas
 Seluruh anggota berperan serta aktif
 Dapat mengemukanan ide dan berargumentasi 4
Kemampuan dengan baik
3
presentasi  Manajemen waktu yang baik
 Hanya 3 kriteria yang terpenuhi 3
 Hanya 2 kriteria yang terpenuhi 2
 Hanya 1 kriteria yang terpenuhi 1
Skor Maksimal 12