Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

ANALISIS ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) UNTUK MENGUKUR KINERJA


KEUANGAN PT. MAYORA INDAH, Tbk

Disusun oleh :
SITI NUR INDA HABIBI (32.16.2164)

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 BANYUWANGI


FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
2018
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pertumbuhan ekonomi nasional didukung oleh tersedianya kesempatan berusaha
yang cukup terbuka pada semua perusahaan sehingga menciptakan tumbuh dan
berkembangnya dunia usaha di berbagai sektor. Keberadaan perusahaan, baik
perusahaan negara maupun perusahaan swasta semakin memegang peran penting
dalam pembangunan ekonomi. Perusahaan dalam menjalankan kegiatannya akan
selalu diarahkan pada pencapaian tujuan tersebut, dimana perusahaan memerlukan
suatu strategi yang tepat yang kemudian akan menjadi prestasi bagi pihak
manajemen apabila tujuan tersebut dapat dicapai. Prestasi itu ditunjukan dengan
kinerja perusahaan melalui laporan keuangannya.
Analisis keuangan sangat bergantung pada informasi yang diberikan oleh
laporan keuangan perusahaan tersebut. Laporan keuangan perusahaan merupakan
informasi yang penting selain informasi lainnya yakni dengan megukur kinerja
keuangan.
Penilaian kinerja merupakan suatu kebutuhan dan keharusan bagi
organisasi/perusahaan. Pengukuran kinerja tersebut digunakan untuk menilai
keberhasilan perusahaan dan juga untuk mengevaluasi kelemahannya. Untuk
mengukur kinerja perusahaan, investor biasanya melihat kinerja yang tercermin dari
berbagai macam rasio keuangan.
Kelebihan dari analisis rasio keuangan adalah dapat dilakukan perbandingan
kinerja dan kondisi keuangan secara tepat. Adapun kelemahan dari alat analisis ini
diantaranya yaitu alat analisis ini belum dapat memuaskan pihak manajemen,
khususnya bagi para penyandang dana. Selama ini pengukuran kerja manajerial
jarang menggunakan pendekatan perhitungan nilai tambah terhadap biaya modal
yang ditanamkan.
Dengan keterbatasan rasio itulah maka muncul konsep/pendekatan yang
dinamakan Economic Value Added (EVA) yang di Indonesia lebih dikenal dengan
istilah konsep nilai tambah ekonomi (NITAMI). EVA dilandasi oleh konsep bahwa
dalam pengukuran laba suatu perusahaan harus dengan dalil mempertimbangkan
harapan sistem penyedia dana (Kreditur, pemegang saham), dan karyawan serta
manajer. Tujuan perusahaan hanya untuk menghasilkan laba yang sebesar-besarnya
sudah kurang relevan dimasa sekarang karena tanggung jawab perusahaan tidak
hanya untuk para pemilik saja.
Pada perusahaan publik nilai perusahaan dikaitkan dengan nilai saham yang
beredar di pasar, penetapan tujuan yang benar akan berpengaruh pada proses
penilaian kinerja nantinya, karena kesalahan pengukuran kinerja akan
mengakibatkan kesalahan dalam memberi imbalan atas prestasi yang ada.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka yang
menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Bagaimana keadaan kinerja
keuangan PT. Mayora Indah, Tbk, diukur dengan pendekatan Economic Value
Added (EVA) ?
BAB 2. PEMBAHASAN

2.1 Perhitungan Biaya Hutang (Cost of Debt)


Biaya hutang menunjukkan besarnya biaya yang harus ditanggung perusahaan
karena menggunakan dana yang berasal dari pinjaman. Data yang diperlukan untuk
menghitung biaya modal hutang adalah tingkat suku bunga pinjaman dan besarnya
tarif atau tingkat pajak.
 Tahun 2016
𝐵𝑒𝑏𝑎𝑛 𝑃𝑎𝑗𝑎𝑘
1. Tingkat Pajak (t) = 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑏𝑒𝑏𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘 𝑥 100%
457.007.141.573
=1.845.683.269.238 𝑥 100%

=0,2476 x 100%
=24,76%
2. Faktor Koreksi (1-t) = 1 – 0.2476
= 0.7524
𝐸𝐴𝑇 1.388.676.127.665
(1-t) = 𝐸𝐵𝑇 = 1.845.683.269.238 = 0.7523

3. Tingkat Bunga (Kb) = 5.64%


4. Kd = 5.64% x 0.7524
= 4.24%
 Tahun 2017
𝐵𝑒𝑏𝑎𝑛 𝑃𝑎𝑗𝑎𝑘
1. Tingkat Pajak (t) = 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑏𝑒𝑏𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘 𝑥 100%
555.930.772.581
=2.186.884.603.474 𝑥 100%

=0,2542 x 100%
=25.42%
2. Faktor Koreksi (1-t) = 1 – 0.2542
= 0.7458
𝐸𝐴𝑇 1.630.953.830.893
(1-t) = 𝐸𝐵𝑇 = 2.186.884.603.474 = 0.7457

3. Tingkat Bunga (Kb) = 4.56%


4. Kd = 4.56% x 0.7458
= 3.400%
Tabel 2.1 Biaya Hutang (Cost of Debt)
Keterangan 2016 2017
Tingkat pajak (t) 24.76% 25.42%
Faktor koreksi (1-t) 75,24% 74.58%
Tingkat bunga (Kb) 5.64% 4.56%
Biaya Hutang (Kd) 4.24% 3.400%
Sumber : Data Diolah dan Lampiran 2
Berdasarkan hasil perhitungan pada table 2.1 diatas Cost of Debt PT. Mayora
Indah Tbk pada tahun 2016 sebesar 4.24% dan mengalami penurunan pada tahun
2017 yakni sebesar 3.400%. Naik turunnya biaya hutang tersebut disebabkan oleh
naik turunnya bebak pajak penghasilan PT. Mayora Indah Tbk. Pada tahun 2016
beban pajak penghasilannya sebesar Rp. 457.007.141.573 dan mengalami kenaikan
pada tahun 2017 sebesar Rp. 555.930.772.581, sehingga hal inlah yang
menyebabkan naik turunnya biaya hutang pada perusahaan.
2.2 Perhitungan Biaya Ekuitas (Cost of Equity)
Biaya modal saham biasa dihitung dengan menggunakan pendekatan Capital
Asset Pricing Modal (CAPM). Dengan pendekatan ini biaya saham diasumsikan
sebagai pengembalian atas saham biasa yang diinginkan oleh investor yang terdiri
dari tingkat bunga bebas resiko.
2.2.1 Perhitungan Tingkat Pengembalian Pasar (Rm)
𝐼𝐻𝑆𝐺𝑡 −𝐼𝐻𝑆𝐺𝑡−1
Rm = 𝐼𝐻𝑆𝐺𝑡−1

 Januari 2016
4615.02−4592.87
Rm = = 0.0048
4592.87

 Januari 2017
5294.10−5296.71
Rm = = - 0.00049
5296.71

Tabel 2.2 Hasil Perhitungan Tingkat Pengembalian Pasar (Rm)


2016 2017
Bulan
IHSG Rm IHSG Rm
Desember 2015 4592.871582 5296.710938
Januari 4615.025879 0.004823626 5294.103027 -0.000492364
Februari 4770.814453 0.033756815 5386.691895 0.017489057
Maret 4845.227051 0.015597462 5568.105957 0.033678195
April 4838.439453 -0.001400883 5685.297852 0.021046994
Mei 4796.726563 -0.008621145 5738.154785 0.009297126
Juni 5016.498535 0.045817073 5829.708008 0.015955168
Juli 5215.839355 0.039737043 5840.938965 0.001926504
Agustus 5385.922363 0.032608943 5864.059082 0.003958288
September 5364.64502 -0.003950548 5900.854004 0.006274651
Oktober 5422.381348 0.010762376 6005.78418 0.017782202
November 5148.910156 -0.050433781 5952.138184 -0.008932388
Desember 5296.710938 0.028705256 6355.653809 0.06779339
Jumlah 0.147402238 0.185776823
Sumber : Data Lampiran 3
Berdasarkan hasil perhitungan tingkat pengembalian pasar (Rm) pada table 2.2 diatas
mengalami peningkatan dan penurunan. Pada tahun 2016 jumlah Rm sebesar 0.147402238
dan mengalami peningkatan pada tahun 2017 sebesar 0.185776823. Hal ini disebabkan oleh
naik turunyya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setiap bulannya. Sebagai contoh
Indeks Harga Saham Gabungan bulan Februari 2016 sebesar Rp. 4.770,81 meningkat di
bulan maret 2016 sebesar Rp. 4.845,22, namun kemudian menurun kembali pada bulan April
2016 sebesar Rp. 4.838,43. Dari sebagian contoh perubahan Indeks Harga Saham Gabungan
(IHSG) inilah tentu akan berpengaruh pada perhitungan Rm setiap bulan dan jumlah Rm
setap tahun.
2.2.2 Perhitungan Tingkat Pengembalian Harga Saham (Ri)
𝑃𝑖,𝑡 −𝑃𝑖,𝑡−1 +𝐷𝑛
Ri = 𝑃𝑖,𝑡−1

 Januari 2016
845.33−954.91+0
Ri = = - 0.11475
954.91

 Januari 2017
1721.66−1600.08+0
Ri = = 0.07598
1600.08

Tabel 2.3 Hasil Perhitungan Tingkat Pengembalan Harga Saham (Ri)


2016 2017
Bulan
Price Deviden Ri Price Deviden Ri
Desember 2015 954.911194 1600.080322
Januari 845.331238 0 -0.11475408 1721.667114 0 0.07598793
Februari 939.256897 0 0.111111071 2003.748047 0 0.163841738
Maret 985.437134 0 0.04916678 2071.83667 0 0.033980631
April 1103.626953 0 0.119936437 1974.567383 0 -0.04694834
Mei 1205.379639 0 0.092198442 2071.83667 0 0.049261062
Juni 1219.468628 0 0.011688425 2149.6521 21 0.047694604
Juli 1242.950073 300 0.265264261 1838.895508 0 -0.14456134
Agustus 1468.766724 0 0.181677974 1982.636719 0 0.078167145
September 1454.176392 0 -0.00993373 1942.984009 0 -0.01999999
Oktober 1478.493652 0 0.016722359 2032.202637 0 0.045918354
November 1527.128418 0 0.032894809 2032.202637 0 0
Desember 1600.080322 0 0.047770641 2002.463013 0 -0.01463418
Jumlah 16025.00726 300 0.803743389 25424.77283 21 0.268707616
Sumber: Data Lampiran 4
Berdasarkan hasil perhitungan tingkat pengembalian harga saham (Ri) pada table 2.3
diatas mengalami peningkatan dan penurunan. Pada tahun 2016 jumlah Ri sebesar
0.803743389, mengalami penurunan pada tahun 2017 sebesar 0.268707616. Hal ini
disebabkan oleh naik turunnya harga penutupn saham dan deviden stiap bulannya. Sebagai
contoh, harga penutupan saham bulan juni 2016 sebesar Rp. 1219.468628 dengan deviden 0
mengalami peningkatan pada bulan juli 2016 dengan harga penutupan saham sebesar Rp.
1242.950073 dan deviden 300. Karena hal inilah tentu akan berpengaruh pada perhitungan Ri
setiap bulan dan jumlah Ri setiap tahunnya
2.2.3 Koefisien Beta
Beta adalah faktor resiko dari perusahaan yang merupakan suatu parameter pengukur
perubahan yang diharapkan pada return suatu saham jika terjadi perubahan pada return pasar.
Tabel 2.4 Data-data untuk perhitungan Beta Saham tahun 2016
Bulan Rm (X) Ri(Y) XY X^2
Januari 0.004823626 -0.11475408 -0.000553531 2.32674E-05
Februari 0.033756815 0.111111071 0.003750756 0.001139523
Maret 0.015597462 0.04916678 0.000766877 0.000243281
April -0.001400883 0.119936437 -0.000168017 1.96247E-06
Mei -0.008621145 0.092198442 -0.000794856 7.43241E-05
Juni 0.045817073 0.011688425 0.000535529 0.002099204
Juli 0.039737043 0.265264261 0.010540817 0.001579033
Agustus 0.032608943 0.181677974 0.005924327 0.001063343
September -0.003950548 -0.00993373 3.92437E-05 1.56068E-05
Oktober 0.010762376 0.016722359 0.000179972 0.000115829
November -0.050433781 0.032894809 -0.00165901 0.002543566
Desember 0.028705256 0.047770641 0.001371268 0.000823992
Jumlah 0.147402238 0.803743389 0.019933377 0.009722931
Sumber : Tabel 2.2 dan 2.3 diolah
Tabel 2.5 Data-data untuk Perhitungan Beta Saham tahun 2017
Bulan Rm (X) Ri(Y) XY X^2
Januari -0.000492364 0.07598793 -3.74137E-05 2.42423E-07
Februari 0.017489057 0.163841738 0.002865437 0.000305867
Maret 0.033678195 0.033980631 0.001144406 0.001134221
April 0.021046994 -0.046948337 -0.000988121 0.000442976
Mei 0.009297126 0.049261062 0.000457986 8.64366E-05
Juni 0.015955168 0.047694604 0.000760975 0.000254567
Juli 0.001926504 -0.144561342 -0.000278498 3.71142E-06
Agustus 0.003958288 0.078167145 0.000309408 1.5668E-05
September 0.006274651 -0.019999988 -0.000125493 3.93712E-05
Oktober 0.017782202 0.045918354 0.000816529 0.000316207
November -0.008932388 0 0 7.97876E-05
Desember 0.06779339 -0.014634182 -0.000992101 0.004595944
Jumlah 0.185776823 0.268707616 0.003933116 0.007274999
Sumber : Tabel 2.2 dan 2.3 diolah
Setelah hasil perhitungan Rm dan Ri diketahui, maka Beta dapat dihitung dengan
menggunakan formulasi sebagai berikut :
𝑛 ∑𝑋𝑌− ∑𝑋∑𝑌
β= 𝑛 ∑𝑋 2 −(∑𝑋)2

 Tahun 2016
12 (0.019933377)−(0.147402238)(0.803743389)
β= 12 ( 0.009722931)−(0.147402238)2
0.239200524 – 0.11847357431
β= 0.116675172−0.0217274198

β = 1.2715

 Tahun 2017
12 (0.003933116)−(0.185776823)(0.268707616)
β= 12 ( 0.007274999)−(0.185776823)2
0.047197392 – 0.04991964721
β= 0.087299988−0.034513028

β = -0.0515
Pada perhitungan di atas beta saham pada tahun 2016 menggambarkan bahwa tingkat
pengembalian pasar (Rm) lebih besar dari tingkat pengembalian saham (Ri). Sedangkan, pada
tahun 2017 beta saham menggambarkan bahwasanya tingkat pengembalian pasar (Rm) lebih
kecil dari tingkat pengembalian saham (Ri). Dari koofesien beta diatas dapat dilihat bahwa
beta PT. Mayora Indah Tbk. Mengalami penurunan di tahun teliti 2016 dan 2017. Hasil
perhitungan pada tahun-tahun yang diteliti tampak pada tabel2.6 berikut :
Tabel 2.6 Hasil Perhitungan Biaya Modal Saham (Cost of Equity)
Keterangan 2016 2017
Rf (1) 0.0564 0.0456
Beta (2) 1.2715 -0.0515
Rm – Rf (3) 0.0910 0.1401
Ks = (1) + (3 x 2) 17.21% 4.34%

2.3 Perhitungan Struktur Modal


Modal merupakan jumlah dana yang digunakan oleh suatu perusahan untuk
membiayai kegiatan usahanya. Modal yang diinvestasikan sama dengan jumlah ekuitas
pemegang saham dan kewajiban jangka panjang. Struktur modal merupakan komposisi dari
sumber dana jangka panjang suatu perusahaan yang digunakan untuk membiayai aktifitas
usahanya baik dari modal sendiri maupun pihak luar. Jumlah total modal diperoleh dengan
menjumlahkan hutang jangka panjang dan ekuitas pemegang saham.

Modal yang diinvestasikan = Kewajiban Jangka Panjang + Ekuitas pemegang saham

Hasil perhitungan struktur permodalan menunjukkan komposisi dana hutang jangka


panjang dan modal saham yang digunakan perusahaan akan digunakan sebagai dasar
perhitungan Weighted Average Cost of Capital (WACC). Adapun komposisi dari masing-
masing sumber pendanaan yang digunakan oleh PT. Mayora Indah Tbk dapat dilihat pada
tabel 2.7 dibawah ini :
Tabel 2.7 Proporsi Hutang dan Modal Saham Periode 2016-2017 (Dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2016 2017
Jumlah Hutang Jangka Panjang (1) 2.773.114.553.072 3.087.875.111.223
Jumlah Pemegang Saham (2) 447.173.994.500 447.173.994.500
Jumlah Modal yg diinvestasikan 3 = 1+2 3.220.288.547.572 3.535.049.105.723
Proporsi Hutang Jangka Panjang (Wd) 1 : 3 86.11% 87.35%
Proporsi Modal Saham (Ws) 2 : 3 13.88% 12.64%
Sumber : Data Lampiran 1
Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 2.7 diatas proporsi hutang jangka panjang
mengalami kenaikan setiap tahunnya, sedangkan proporsi modal saham mengalami
penurunan. Proporsi hutang jangka panjang (Wd) pada tahun 2016 adalah sebesar 86.11%
meningkat di tahun 2017 sebesar 87.34%. Hal ini disebabkan oleh jumlah hutang jangka
panjang PT. Mayora Indah Tbk, yang setiap tahun mengalami kenaikan sehingga
mengakibatkan proporsi hutang jangka panjangnya. Sedangkan untuk proporsi modal saham
(Ws) mengalami penurunan pada tahun 2016 sebesar 13.88% dan menurun di tahun 2017
sebesar 12.64%.

2.4 Net Operating After Tax (NOPAT)


NOPAT diperoleh dari perhitungan laba operasional dikurangi pajak. Dalam
penelitian ini nilai NOPAT di dapat dari data yang sudah tersedia pada laporan keuangan PT.
Mayora Indah Tbk. Perhitungannya dapat dilihat pada tabel 2.8 berikut :
Tabel 2.8 Hasil Perhitungan NOPAT periode 2016-2017
Tahun Laba Operasi sebelum pajak Beban pajak NOPAT
1 2 3=1-2
2016 1.845.683.269.238 457.007.141.573 1.388.676.127.665
2017 2.186.884.603.474 555.930.772.581 1.630.953.830.893
Sumber : Data Lampiran 1
Berdasarkan hasil perhitungan NOPAT PT. Mayora Indah Tbk dengan rincian yang
terlihat pada tabel 2.8 menunjukkan jumlah peningkatan kinerja keuangan. NOPAT tahun
2016 sebesar Rp. 1.388.676.127.665 meningkat pada tahun 2017 sebesar Rp.
1.630.953.830.893. Hal ini menunjukkan terjadi peningkatan kinerja keuanagan manajemen,
sehingga perusahaan mampu menghasilkan laba yang lebih tinggi.

2.5 Perhitungan Biaya Modal Rata-rata Tertimbang (WACC)


Biaya modal rata-rata tertimbang (WACC) merupakan perhitungan rata-rata
tertimbang biaya modal dari hutang dan modal sendiri yang mencerminkan tingkat
pengembalian investasi minimum bagi para penyandang dana yaitu pemegang saham dan
kreditur. Nilai WACC didapat melalui perkalian antara komponen biaya modal (Cost of
Capital) dengan struktur modal yang berhubungan. Rumus yang digunakan untu menghitung
WACC adalah :
WACC = Wd.Kd + Ws.Ks
Tabel 2.9 Hasil perhitungan WACC (Weight Average Cost of Capital) periode 2016-2017
Keterangan 2016 2017
Wd (1) 86.11% 87.35%
Ws (2) 13.88% 12.64%
Kd (3) 4.24% 3.400%
Ks (4) 17.21% 4.34%
WACC = (1)(3) + (2)(4) 6.03% 3.51%
Sumber : Data tabel 2.7 dan 2.8
Berdasarkan hasil perhitungan WACC PT. Mayora Indah Tbk, dengan rincian yang
terlihat pada tabel 2.9 menunjukkan penurunan. Pada tahun 2016 nilai WACC sebesar 6.03%
mengalami penurunan di tahun 2017 sebesar 3.51% . Hal ini terjadi karena ketidak
konsistenan nilai biaya hutang (Kd) dan biaya modal saham (Ks). Biaya hutang tahun 2016
sebesar 4.24% menurun pada tahun 2017 sebesar 3.400%. Begitupun dengan biaya modal
saham tahun 2016 sebesar 17.21% menurun jauh pada tahun 2017 sebesar 4.34%.

2.6 Perhitungan Economc Value Added (EVA)


Nilai Economic Value Added (EVA) didapat dari perhitungan pendapatan operasi
setelah pajak (Net Operating Profit After Tax / NOPAT) dikurangi dengan total biaya modal
(Total Cost of Capital). Perhitungan EVA yaitu :
EVA = NOPAT – Cost of Capital
Tabel 2.10 Hasil Perhitungan EVA periode 2016-2017
Keterangan 2016 2017
NOPAT (1) 1.388.676.127.665 1.630.953.830.893
WACC (2) 6.03% 3.51%
Modal yang diinvestasikan (3) 3.220.288.547.572 3.535.049.105.723
Cost of Capital (2 x 3) 194.183.399.419 124.080.223.611
EVA = 1 – (2 X 3) 1.194.492.728.246 1.506.873.607.282
Sumber : Data tabel 2.9
Berdasarkan hasil perhitungan EVA yang ditunjukkan dalam tabel 2.10 pada PT.
Mayora Indah Tbk, untuk tahun 2016 sebesar Rp. 1.194.492.728.246 hal ini menunjukan
bahwa manajemen telah menciptakan laba yang positif. Pada tahun 2017 nilai EVA
mengalami kenaikan sebesar Rp. 1.506.873.607.282 hal ini juga menunjukkan bahwa
manajemen telah menghasilkan laba positif pada tahun 2016 dan 2017.
BAB 3. PENUTUP

KESIMPULAN
Dari hasil perhitungan dan analisis sebelumnya secara umum PT. Mayora Indah Tbk
memiliki nilai Economic Value Added (EVA) yang baik. Hal ini dapat dilihat dari 2 tahun
perhitungan yaitu tahun 2016-2017. Dimana pada hasil perhitungan EVA tahun 2016 dan
2017 menunjukkan hasil penilaian EVA yang memiliki nilai positif. Hal ini sangat erat
kaitannya dengan nilai deviden per saham dan beban bunga dari perusahaan dimana hal ini
akan berpengaruh pada nilai NOPAT dan EVA. Nilai EVA kemudian dapat dijadikan
pedoman untuk para investor untuk berinvestasi pada PT. Mayora Indah Tbk. Karena
semakin tinggi nilai EVA semakin tinggi pula nilai perusahaan, yang menandakan semakin
tinggi keuntungan yang akan diperoleh oleh pemegang saham.
Lampiran

Lampiran 1 : Laporan Keuangan PT. Mayora Indah Tbk


Lampiran 2 : Sertifikat Bank Indonesia (SBI) Tingkat Suku Bunga Bebas Resiko Tahun
2016-2017

Bulan 2016 2017


Januari 7.25% 4.75%
Februari 7.25% 4.75%
Maret 7.25% 4.75%
April 5.50% 4.75%
Mei 5.50% 4.75%
Juni 5.25% 4.75%
Juli 5.25% 4.75%
Agustus 5.25% 4.50%
September 5.00% 4.25%
Oktober 4.75% 4.25%
November 4.75% 4.25%
Desember 4.75% 4.25%
Rata-rata 5.64% 4.56%
Sumber : Yahoo Finance
Lampiran 3 : Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Tahun 2016-2017
2016 2017
Bulan
IHSG IHSG
Desember 2015 4592.871582 5296.710938
Januari 4615.025879 5294.103027
Februari 4770.814453 5386.691895
Maret 4845.227051 5568.105957
April 4838.439453 5685.297852
Mei 4796.726563 5738.154785
Juni 5016.498535 5829.708008
Juli 5215.839355 5840.938965
Agustus 5385.922363 5864.059082
September 5364.64502 5900.854004
Oktober 5422.381348 6005.78418
November 5148.910156 5952.138184
Desember 5296.710938 6355.653809
Sumber : Yahoo Finance

Lampiran 4 : Harga Penutupan Saham PT. Mayora Indah Tbk, Periode 2016-2017
2016 2017
Bulan
Price Deviden Price Deviden
Desember 2015 954.911194 1600.080322
Januari 845.331238 0 1721.667114 0
Februari 939.256897 0 2003.748047 0
Maret 985.437134 0 2071.83667 0
April 1103.626953 0 1974.567383 0
Mei 1205.379639 0 2071.83667 0
Juni 1219.468628 0 2149.6521 21
Juli 1242.950073 300 1838.895508 0
Agustus 1468.766724 0 1982.636719 0
September 1454.176392 0 1942.984009 0
Oktober 1478.493652 0 2032.202637 0
November 1527.128418 0 2032.202637 0
Desember 1600.080322 0 2002.463013 0
Sumber : Yahoo Finance