Anda di halaman 1dari 14

RENCANA USULAN KEGIATAN (RUK)

PROGRAM KESEHATAN LINGKUNGAN


UPT PUSKESMAS SINGOSARI
TAHUN 2017

I. PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Derajat Kesehatan Masyarakat dipengaruhi oleh 4 (empat) faktor, yaitu : faktor
lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan keturunan. Faktor lingkungan
mempunyai pengaruh yang paling besar terhadap kesehatan masyarakat.
Puskesmas mempunyai misi untuk menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat
yang bermutu, merata dan terjangkau sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk
meningkatkan status kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. Untuk itu perlu
dilakukan melalui cara membina peran serta upaya kesehatan yang inovatif dan
pemanfaatan tehnologi tepat guna. Upaya Kesehatan Lingkungan merupakan salah
satu upaya yang dapat dilakukan untuk menyelanggarakan upaya kesehtan
masyarakat yang bermutu.
Faktor lingkungan dan perilaku mempunyai pengaruh terbesar terhadap
status kesehatan, disamping faktor pelayanan kesehatan dan genetik. Untuk
itu cara pencegahan dan pemberantasan penyakit-penyakit tersebut harus
melalui upaya perbaikan lingkungan/sanitasi dasar dan perubahan perilaku
kearah yang lebih baik. Hal ini sesuai dengan paradigma sehat yang lebih
menonjolkan aspek pencegahan dan promosi. Salah satu pendekatan yang
menekankan pada upaya preventif dan promotif berupa perbaikan lingkungan
dan perilaku adalah ‘Pelayanan Kesehatan Lingkungan

B. TUJUAN
Membantu terwujudnya Kecamatan Singosari sehat melalui kegiatan
Program Kesehatan Lingkungan

C. VISI, MISI, TUPOKSI PUSKESMAS DAN TATA NILAI


I. VISI MISI
Visi misi dan program Puskesmas Singosari merupakan turunan dan
implementasi dari visi misi RPJMD Kabupaten Malang dan Renstra Dinas
Kesehatan Kabupaten Malang.
Visi Kabupaten Malang periode 2016-2021 adalah ”MADEP MANTEB
MANETEB”.Dilihat dari Visi Kabupaten Malang tersebut, dari bidang
kesehatan yang berkaitan erat dengan tupoksi Bidang Kesehatan yaitu
”MANETEB” yang dimaknai dengan semakin meningkatnya kualitas
sumberdayamanusia dan hasil-hasil pembangunan yang ditandai
dengan semakin meningkatnya indeks pembangunan manusia strategi
diarahkan pada penguatan lembaga pelayanan kesehatan untuk
kemudahan masyarakat mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang
mudah dijangkau. P embangunan manusia mempunyai empat elemen yaitu
produktifitas, pemerataan, berkelanjutan dan pemberdayaan. Dengan
peningkatan kemampuan, kreatifitas dan produktifitas manusia akan
meningkat sehingga mereka akan menjadi agen pertumbuhan yang efektif.
Kemudian Misi 3 RPJMD Kabupaten Malang yang mempunyai kaitan
erat dan juga menjadi tupoksi Dinas Kesehatan adalah Melakukan
percepatan pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan,
danekonomi guna meningkatan Indeks Pembangunan Manusia
dengan salah satu indikatornya adalah Indeks Pembangunan Manusia
(IPM) khususnya di bidang kesehatan. Semakin meningkatnya indeks
kesehatan masyarakat dapat menggambarkan juga semakin produktif dan
semakin masyarakat mempunyai tingkat daya saing yang tinggi.
Strategi yang digunakan oleh UPT Puskesmas Singosari adalah:
Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Singosari dan
jaringannya; meningkatkan kemandirian Masyarakat Kecamatan Singosari
di Bidang Kesehatan melalui pemberdayaan masyarakat, swasta dan
kerjasama l;intas sektor; meningkatkan kualitas manajemen dan sumber
daya manusia secara berkelanjutan.

1. TUGAS POKOK DAN FUNGSI


Dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 128/MENKES/SK/II/ 2004
tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat dinyatakan bahwa
fungsi Puskesmas adalah :
1. Pusat Penggerak Pembangunan Berwawasan Kesehatan
2. Pusat Pemberdayaan Masyarakat
3. Pusat Pelayanan Kesehatan Strata Pertama
a) Pelayanan Kesehatan Perorangan
b) Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 tahun
2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, Puskesmas mempunyai tugas
melaksanakan kebijakan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan
di wilayah kerjanya dalam rangka mendukung terwujudnya kecamatan
sehat.
Dalam melaksanakan tugas, puskesmas menyelenggarakan fungsi
1. Penyelenggara UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya,
2. Penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya
Dalam menyelenggarakan fungsi, Puskesmas berwenang untuk:
1. Melaksanakan perencanaan berdasarkan analisis masalah kesehatan
masyarakat dan analisis kebutuhan pelayanan yang diperlukan.
2. Melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan
3. Melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi, dan pemberdayaan
masyarakat dalam bidang kesehatan
4. Menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan
masalah kesehatan pada setiap tingkat perkembangan masyarakat yang
bekerjasama dengan sektor lain terkait.
5. Melaksanakan peningkatan kompetensi sumberdaya manusia
puskesmas.
6. Memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan.
7. Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap akses,
mutu, dan cakupan pelayanan Kesehatan.
8. Memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat,
termasuk dukungan terhadap sistem kewaspadaan dini dan respon
penanggulangan penyakit.
Tugas Pokok dan Fungsi Puskesmas Pembantu adalah Membantu
melakukan kegiatan yang dilakukan puskesmas dalam ruang lingkup
wilayah yang lebih kecil.

2. TATA NILAI
Budaya kerja Puskesmas dapat dilaksanakan dengan memegang nilai-
nilai dasar sebagai acuan bagi UPT Puskesmas Singosari dalam
berperilaku yang menunjang tercapainya Visi dan Misi.Nilai dasar tersebut,
nantinya diharapkan dapat menjadi budaya organisasi. Nilai dasar tersebut
adalah :CANDI
Cekatan : Bertindak secara Cepat dan tepat
Amanah : Dapat dipercaya, setia, Mampu mengemban
tanggung jawab
Netral : Melayani tanpa mmembedakan ras, suku, agama dan
status sosial
Disipli : Taat terhadap aturan yang berlaku
Ikhlas : Melayani dengan sepenuh hati
I. ANALISIS SITUASI
A. DATA
1. Data Umum
a. Peta wilayah Puskesmas Singosari terletak di Kelurahan Pagentan
dengan ketinggian + 478 DPL mempunyai Wilayah Kerja yang dibatasi :
 Sebelah Utara : Wilayah Puskesmas Ardimulyo
 Sebelah Selatan : Kota Malang
 Sebelah Timur : Wilayah Puskesmas Pakis
 Sebelah barat : Wilayah Puskesmas Karangploso

Gambar. 1. Peta Wilayah UPT Puskesmas Singosari

b. Wilayah Kerja Puskesmas Singosari terdiri dari :


 502 RT
 94 RW
 2 Kelurahan ( Pagentan dan Candirenggo )
 7 Desa (Watugede, Banjararum, Tunjungtirto, Langlang, Purwoasri,
Klampok dan Gunungrejo)
 30 Dusun
Jalur perhubungan sertiap desa ke Puskesmas dapat dilalui oleh
kendaraan roda 2 maupun roda 4
c. Jumlah Penduduk

NO DESA/ Luas Jumlah Jumlah Kepadatan


KELURAHAN Wilayah Penduduk Rumah Penduduk/
(km2) Tangga km2
1 Pagentan 419,8 13973 3493 38
2 Candirenggo 348,9 17301 4325 41
3 Watugede 306,8 15395 3848 29
4 Banjararum 427,9 8538 2134 38
5 Tunjungtirto 334,9 5728 1432 29
6 Langlang 419,8 9349 2337 13
7 Purwoasri 368,8 6041 1510 16
8 Klampok 472,2 8310 2077 21
9 gunungrejo 449,3 10722 2680 19
Jumlah 3521,4 95357 23839 27

d. Data sumber daya


1) Tenaga
No Jenis Tenaga Kebutuhan Ketersediaan Kesenjangan
.
1. Dokter Umum 2 2 -
2. Dokter GigI 1 1 -
3. Perawat 16 15 -1
4. Bidan 14 16 +2
5. Perawat Gigi 1 1
6. Tenaga kesehatan 1 - -1
Masyarakat
7. Tenaga Kesehatan 1 2 +1
Lingkungan

8.. Ahli Teknologi 1 2 +1


Laboratorium Medik
9. Tenaga Gizi 2 1 -1
10. Tenaga kefarmasian 1 1 -
11. Tenaga Administrasi 2 2 -
12. Pekarya 2 2 +1
2) Sarana dan Prasarana
 Jumlah RS SWASTA :2
 Jumlah PUSTU :2
 Jumlah PONKESDES :7
 Jumlah Posyandu :95
 Jumlah TK :47
 Jumlah Bidan Induk :7 (1 orang PPD)
 Jumlah Bidan Di Desa :8 Orang.
 Jumlah Bidan Praktek Mandiri :26 Orang.
 Jumlah Dukun Bayi :10 Orang.

2.1.4 Tingkat Pendidikan Pengelola Upaya kesehatan Lingkungan


 DIII Kesehatan Lingkungan : 0 orang
 S1 Kesehatan Lingkungan : 1 orang

2.1.5 Sasaran Program Kesehatan Lingkungan Tahun 2019


 Jumlah Penduduk : 95.357
 Jumlah sarana air minum : 18878 sarana
 Jumlah jamban : 21.181 sarana
 Jumlah Tempat-tempat umum (TTU) : 66 lokasi
 Jumlah Tempat Pengolahan Makanan (TPM) : 404 lokasi

2. Data Khusus
a. Status Kesehatan
 Jumlah rumah sehat : 21.431 unit
 Jumlah KK dengan akses air bersih : 18.878 KK
 Jumlah depo Air minum : 33 unit
 Jumlah KK dengan akses jamban : 21.281 KK
 Jumlah Tempat-tempat Umum (TTU) : 66 Lokasi
 Jumlah TPM memenuhi syarat : 214 lokasi
∑ Sub Jumlah
Target
satuan Total Target Variabel Variabel
Upaya Tahun Pencapaian
No. Kegiatan sasaran Sasaran Sasaran Riil (terhadap dan Total Analisa tindak Lanjut
Kesehatan 2017 (T) (P)
(S) (ToS) (TS) target nilai
dalam (%)
sasaran) Program
2.1.2 Upaya Kesehatan Lingkungan
2.1.2.1 Penyehatan Air
membagi waktu
1 Pengawasan sarana air tidak dengan
Bersih (SAB) 40% unit 18697 7478,8 9318 49,8 124,6 88,3 tercapai kegiatan lain
sarana belum
2 SAB yang memenuhi tidak memenuhi
Syarat Kesehatan 83% unit 95357 79146,3 18216 19,1 23,0 tercapai syarat
Rumah tangga yang
3 memiliki Akses terhadap
SAB 85% KK 18735 15924,8 18697 99,8 117,4 tercapai
2.1.2.2 Penyehatan Makanan dan Minuman
Pembinaan tempat belum ada
1 Pengelolaan Makanan perubahan dari
(TPM) 80% TPM 404 323,2 107 26,5 33,1 62,1 pengelola TPM
TPM yang Memenuhi
2
Syarat Kesehatan 57% TPM 404 230,28 210 52,0 91,2
2.1.2.3 Penyehatan Perumahan dan Sanitasi Dasar
Pembinaan sanitasi
1 Perumahan dan sanitasi
dasar 74% Rumah 2440 1805,6 2440 100,0 135,1 130,5
Rumah yang memenuhi
2
Syarat Kesehatan 72% Rumah 23691 16939,1 21317 90,0 125,8
2.1.2.4 Pembinaan Tempat-Tempat Umum (TTU)
1 Pembinaan Sarana TTU 87% Lokasi 65 56,55 45 69,2 79,6 130,4
belum
dilakukan
2
TTU yang memenuhi perbaikan
Syarat Kesehatan 59% Lokasi 43 25,37 46 107,0 181,3 sarana oleh
pengelola TTU

2.1.2.5 YANKESLING (Klinik Sanitasi)


1 Konseling Sanitasi 10% Orang 324 32,4 57 17,6 175,9 58,6
belum dilakukan
2 kunjungan
Inspeksi Sanitasi PBL 20% Lokasi - - - 0,0 0,0 rumah penderita
belum
Intervensi dilakukan
3
terhadapPasien PBL kunjungan
yang di IS 20% Lokasi - - - 0,0 0,0 rumah penderita
2.1.2.6 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
(STBM)= Pemberdayaan Masyarakat
Rumah Tangga memiliki
1 akses terhadap Jamban
sehat 77% Jamban 23839 18356 17154 72,0 93,5 80,3
sarana
pembuangan
2
Desa/Kelurahan yang tidak memenuhi
sudah ODF 77% Desa - - - - 0,0 syarat
3 Jamban Sehat 82% Jamban 17909 14685,4 16645 92,9 113,3
pilar STBM
4 Pelaksanaan kegiatan belum tercapai
STBM di Puskesmas 68% Desa 9 6,12 7 77,8 114,4 seluruhnya
1. Prioritas Masalah
Mengingat adanya keterbatasan kemampuan dalam mengatasi masalah,
ketersediaan teknologi yang memadai atau adanya keterkaitan satu masalah
dengan masalah lainnya, maka perlu dipilih masalah prioritas dengan jalan
kesepakatan tim. Bila tidak dicapai kesepakatan dapat ditempuh dengan
menggunakan kriteria lain. Dalam penetapan urutan prioritas masalah
dipergunakan metode metode USG ( Urgency, Seriousness, Growth ).

U S G
NO KRITERIA TOTAL
(URGENCY) (SERIOUSNESS) (GROWTH)
1 Pembinaan 5 4 2 11
TPM

2 Kunjungan 3 4 3 11
rumah
belum
memenuhi
target
3 Desa ODF 4 5 3 12
0%

Ket:
5 = Sangat Besar
4 = Besar
3 = Sedang
2 = Kecil
1 = Sangat Kecil

Rumusan Masalah

1. Pembinaan TPM di wilayah kerja UPT Puskesmas Singosari Tahun 2017


belum memenuhi target.
2. Kunjungan rumah pasien dengan penyakit berbasis lingkungan di Wilayah
Kerja UPT Puskesmas Singosari Tahun 2017 belum tercapai
3. Desa ODF masih 0% di wilayah kerja UPT Puskesmas Singosari tahun 2017
2. Analisis Akar Penyebab Masalah
a. Pembinaan TPM belum memenuhi target karena kunjungan ke TPM belum
maksimal

dana
manusia
sarana
Sarana TPM belum Pengelola TPM belum semua Tenaga pembinaan
dilakukan perbaikan saat merangkap tugas
setuju untuk pemeriksaan kual
kunjungan kedua
makananan

Pembinaan
TPM belum
memenuhi
lingkungan TPM belum Belum mencoba metode pembinan target
memenuhi syarat sebagai TPM yang lain
sehat kurang adekuat
Pembinaan hanya sebatas
kunjungan ke TPM

metode
lingkungan

b. Konseling klinik sanitasi belum memenuhi target

dana
manusia
sarana Masyarakat belum memahami
perlunya konsultasi di klinik
Alat pemantauan sanitasi
kualitas fisik lapangan
tidak lengkap Belum dianggarkan
untuk penggandaan
blanko Kunjungan
Rumah Belum
memenuhi
target
Perilaku penghuni berpotensi Peserta konsultasi pasif
untuk timbulnya PBL

Kondisi lingkungan rumah Hasil konsultasi tidak langsung


merupakan salah satu pemicu dipraktekkan
PBL
metode
lingkungan
c. Cakupan Desa ODF 0%

sarana
manusia
Punya jamban tidak Tidak merasakan dampak
punya septictank langsung BAB sembarangan

Mengumpulkan
dana untuk
membangun
jamban

Desa ODF
0%
Pemicuan berlangsung satu
arah
Air tanah tinggi
Metode penyuluhan tidak efektif

Rumah dekat dengan sungai

lingkungan metode
d. Pemecahan masalah
Untuk menetapkan cara pemecahan masalah dapat dilakukan kesepakatan di
antara tim dengan didahului brainstorming (curah pendapat)
No Prioritas Penyebab Alternatif Pemecahan
Masalah Masalah Pemecahan Masalah
Masalah Terpilih
KESEHATAN LINGKUNGAN
1. Pembinaan 1. Jumlah TPM 1. Membuat Membuat jadwal
TPM belum terdaftar prioritas TPM pembinaan TPM
seluruhnya yang akan secara berkala
2. Pembagian dibina agar seluruh
jadwal 2. Membuat TPM terbina
pembinaan jadwal
belum merata pembinaan
TPM secara
berkala
3. Mendata ulang
jumlah TPM
2. Kunjungan 1. Belum 1. Melakukan Menjadwal
rumah dilakukan konseling di kunjungan
pasien klinik penjadwalan dalam gedung rumah pasien
sanitasi dan membuat 2. Membuat janji konsultasi
belum janji kunjungan penyakit
memenuhi pelaksanaan rumah dengan berbasis
target kunjungan penderita lingkungan
rumah
3. Desa ODF 1. Kondisi 1. Melakukan Melakukan
0% lapangan pemicuan pemicuan
belum siap kepada warga disertai dengan
untuk ODF 2. Bekerjasama advokasi kepada
2. Masih banyak dengan pemangku
saluran perangkat desa keputusan di
pembuangan untuk membuat desa
tinja yang kebijakan
langsung ke mengenai
sungai kebersihan
3. Merubah lingkungan
perilaku dan 3. Melakukan
pola pikir verifikasi
membutuhkan
waktu dan
proses yang
panjang

II. EVALUASI
Evaluasi dilaksanakan dengan menggunakan indikator - indikator
keberhasilan untuk tiap kegiatan (Target Kinerja Puskesmas).Evaluasi
dilakukan baik bulanan, tribulan, semester dan tahunan.

III. PENUTUP
Demikian rencana usulan kegiatan Upaya Kesehatan Lingkungan tahun
2019. Matriks kegiatan secara lengkap dilampirkan.
BAB IV
RENCANA USULAN KEGIATAN

4.1. Matriks Rencana Usulan Kegiatan Upaya Kesehatan Lingkungan

No Kebutuhan sumber daya Indikator keberhasilan Sumber


dana
Kegiatan Tujuan Sasaran Target Dana Alat Tenaga

1 Inspeksi sanitasi Mengetahui kulitas Pemandian Perbaikan 2x2x Form Petugas Didapatkan hasil BOK
tempat wisata sanitasi tempat wisata Kendedes kualitas 100.000 inspeksi kesehatan kualitas sanitasi
sanitasi tempat lingkungan
wisata

2 Inspeksi sanitasi Mengetahui kualitas Hotel grage adanya 1 x 3x Form Petugas didapatkan hasil BOK
hotel sanitasi hotel perbaikan 300.000 inspeksi kesehatan kualitas sanitasi dan
kualitas hotel lingkungan upaya perbaikan
sanitasi

3 Pemeriksaan mengetahui angka  Kran dapur angka 2x2x Botol steril, Petugas kualitas mikrobiologi BOK
kualitas kuman di air bersih UPT kuman 0 100.000 coolbox, kesehatan air terpantau
mikrobiologi air UPT Puskesmas Puskesmas coolpack lingkungan
Singosari pas Singosari 2x 75.000
Ponkesdes  Air bersih
Ponkesdes
Watugede

4 Pemeriksaan Mengetahui kualitas Air limbah IPAL Kualitas 1x3x Jerigen untuk Petugas Kualitas fisik, kimia BOK
Effluent limbah fisik, kimia, dan UPT fisik, mikro 100000 sampling kesehatan dan mikrobiologi
cair mikrobilogi air limbah Puskesmas dan kimia air lingkungan terpantau
Singosari memenuhi 3x 400000
syarat

5 Kunjungan rumah Meningkatkan kualitas Pasien dengan 50% dari Transport Blanko klinik Petugas Kondisi rumah BOK
pasien Klinik lingkungan rumah penyakit jumlah petugas: sanitasi di kesehatan penderita lebih sehat
Sanitasi penderita klinik sanitasi berbasis kunjungan 100.000 x 5 lapangan lingkungan
lingkungan PBL = 500.000
6 Pembinaan TPM Meningkatkan kualitas Pengelola TPM 78,5% dari 9 x 24 x 30 Blanko Petugas TPM di wilayah kerja BOK
kesehatan lingkungan di wilayah Kerja jumlah TPM 000 inspeksi kesehatan UPT Puskesmas
TPM UPT yang belum sanitasi lingkungan Singosari
Puskesmas memenuhi TPM dan perawat
Singosari syarat desa
kesehatan

7 Sampling air Memantau kualitas air Air minum pada kualitas air Pembayara ATK Petugas Kualitas air minum BOK
minum pada minum yang sambungan bersih n Etiket kesehatan memenuhi syarat
sambungan terdistribusi ke pipa memenuhi laboratoriu Botol sampel lingkungan
masyarakat masyarakat syarat m 9x Coolbox
rumah
75.000

8 Inspeksi sanitasi Memantau kualitas Rumah tangga 36 lokasi 36x Blanko Petugas Fasilitas sanitasi BOK
rumah sehat sanitasi rumah dengan fasilitas rumah 100.000 inspeksi kesehatan meningkat
sanitasi kurang sanitasi lingkungan
rumah
9. Pemicuan STBM Menumbuhkan Penduduk 3 desa 2x 100.000 Alat dan Petugas Jumlah Warga akses BOK
kesadaran pentingnya belum akses 35x25.000 Bahan untuk kesehatan jamban bertambah
BAB di jamban jamban pmicuan Lingkungan,
Dansa/
Watsa,
Pemerintah
Desa

10. Verifikasi STBM Mengetahui jumlah Rumah tangga 2 desa 2x 100.000 Blanko Petugas Berita acara bisa BOK
pengguna jamban yang tidak 30x 30.000 verifikasi Kesehatan diterbitkan
memiliki jamban Lingkungan,
pemangku
wilayah dan
kader
kesehatan